Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI MENGGUNAKAN KUESIONER HILL-BONE TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN SELATAN Sri Desi Safitri. Dedi Hartanto*. Tuty Mulyani Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Email: dedihartanto@umbjm. Artikel diterima: 29 Juli 2024. Disetujui: 05 September 2024 DOI: https://doi. org/10. 36387/jiis. ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Berdasarkan pengukuran pada umur Ou18 tahun data prevalensi hipertensi tertinggi menurut Provinsi ditempati oleh Kalimantan Selatan sebesar 44,13%. Salah satu penyebabnya tingginya prevalensi hipertensi yaitu akibat rendahnya kepatuhan dalam minum obat. Penyakit hipertensi juga dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu sangat diperlukan kepatuhan selama menjalani pengobatan hipertensi agar dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan sehingga dapat memberikan kualitas hidup yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan menggunakan kuesioner Hill-Bone terhadap kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Selatan. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan cross sectional untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan terhadap kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Pekauman. Menggunakan rancangan prospektif dalam pengambilan data pasien Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hill-Bone untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan kuesioner EQ-5D-5L untuk mengetahui kualitas hidup pasien lalu diuji menggunakan spss 25 dengan jenis uji kendallAos tau-b. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 68 responden, 3 orang . ,40%) dengan tingkat kepatuhan sedang memiliki kualitas hidup sedang, 59 orang . ,80%) dengan tingkat kepatuhan sedang memiliki kualitas hidup tinggi dan 6 orang . ,8%) dengan tingkat kepatuhan tinggi memiliki kualitas hidup tinggi, yang didapat dari uji KendallAos tau-B nilai p = 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan terhadap kualitas hidup pada penderita hipertensi di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Selatan. Kata kunci: Hipertensi. Kepatuhan. Kualitas Hidup. Hill-Bone. ABSTRACT Hypertension is a disease that is the number one cause of death in the world every year. Based on measurements at ages Ou18 years, the highest hypertension prevalence data according to province is South Kalimantan at 44. One of the causes of the high prevalence of hypertension is due to low compliance in taking Dedi Hartanto, dkk | 380 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Hypertension can also affect a person's quality of life. Therefore, compliance is very necessary while undergoing hypertension treatment in order to reduce the impact and thus provide a good quality of life. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of compliance using the HillBone questionnaire on the quality of life of hypertensive patients at the Pekauman South Banjarmasin Health Center. This study used an observational method with a cross sectional design to determine the picture of the level of compliance with the quality of life of hypertensive patients at the Pekauman Health Center. Using prospective designs in data collection of hypertensive patients. Data collection using Hill-Bone questionnaire to determine adherence level and EQ-5D-5L questionnaire to determine patient's quality of life and then tested using spss 25 with Kendall's tau-b test type. The results of this study showed that of the 68 respondents, 3 people . 40%) with a moderate level of compliance had a moderate quality of life, 59 people . 80%) with a moderate level of compliance had a high quality of life and 6 people . 8 %) with a high level of compliance have a high quality of life, which is obtained from the Kendall's tau-B test, p value = 0. 0,05. It can be concluded that there is a significant relationship between compliance and quality of life in hypertension sufferers at the Pekauman Community Health Center. South Banjarmasin. Keywords: Hypertension. Adherence. Quality of Life. Hill-Bone. PENDAHULUAN Hipertensi adalah Penderita hipertensi di dunia tekanan diatas 140/90 mmHg atau lebih tinggi. Hipertensi merupakan kondisi medis yang serius dan dapat jantung, otak, ginjal, dan penyakit Penyakit ini merupakan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia, dengan lebih dari 1 dari 4 pria dan 1 dari 5 wanita dari Hipertensi bisa menjadi serius jika tidak diobati. Penderita tekanan darah tinggi mungkin tidak merasakan gejala apa pun (WHO, 2023. Aryzki sekitar 1 miliyar dan diperkirakan terus meningkat hingga tahun 2025 sekitar 1,6 milyar atau 29% dengan tingkat kematian sebesar 1,332,099 (Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), 2. Jumlah penderita hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 sekitar 34,1%, dengan Provinsi Kalimantan Selatan sebesar . ,1%) (Ariani & Ayuchecaria, 2. Kota Banjarmasin mengalami penambahan penderita hipertensi sebesar 2. 998 jiwa (Dinas & Alfian, 2. Dedi Hartanto, dkk | 381 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Kesehatan Provinsi Kalimantan (Fauziah, 2. Selatan, 2. Kepatuhan memiliki pengaruh Salah satu penyebab diyakini tingginya prevalensi hipertensi baik hipertensi terutama pada pasien lanjut di Indonesia maupun di seluruh dunia Kualitas hidup yang meningkat, maka akan meningkatkan tingkat kepatuhan minum obat. Terdapat (Uchmanowicz et al. , 2018. Alfian et 20%-80% Pasien mengalami penurunan kualitas hidup antihipertensinya (Kjeldsen et al. akibat adanya halangan pada fungsi Alfian et al. , 2. Salah satu penilaian yang dapat digunakan untuk hubungan sosial. metode European mengukur tingkat kepatuhan pasien Quality of Life 5 Dimension (EQ5D) dalam mengonsumsi obat adalah kuesioner (Shima et al. , 2015. pengukuran kualitas hidup yang Yusmaniar et al. , 2. Kuesioner banyak digunakan. Metode EQ5D juga dapat mengukur jumlah garam adalah salah satu metode HRQOL yang paling umum dan sederhana, mengukur kepatuhan minum obat (Theng et al. , 2. Kuesioner Hill- kesehatan: mobilitas, perawatan diri. Bone tidak hanya mengukur tingkat kepatuhan saja melainkan mengukur ketidaknyamanan, dan kecemasan tingkat kepatuhan terhadap terapi atau depresi (Sari, 2017. Yumassik et hipertensi dalam tiga domain perilaku , 2. antara lain kepatuhan terhadap janji temu, diet natrium, dan kepatuhan METODE PENELITIAN terhadap pengobatan (Commodore- Penelitian ini telah disetujui Mensah et al. , 2. Kuesioner Hill- Komisi Etik Universitas bone ini sudah dilakukan uji validitas Muhammadiyah Banjarmasin dengan dan reabilitas dalam bahasa Indonesia 086/UMB/KE/i/2024. Dedi Hartanto, dkk | 382 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Penelitian ini menggunakan metode Pengambilan hipertensi (Hill Bon. , dan kuesioner kualitas hidup (EQ-5D-5L). dilakukan secara prospektif. Kriteria HASIL DAN PEMBAHASAN inklusi penelitian ini adalah pasien Hasil penelitian berupa data dengan penyakit hipertensi dengan demografi pasien berupa usia, jenis atau tanpa penyakit penyerta yang kelamin, riwayat penyakit keluarga, berobat di Puskesmas Pekauman, dan jangka waktu mereka menderita bersedia menjadi responden, dan bisa Kemudian Sedangkan kriteria eksklusi pada penelitian ini antara lain: pasien Puskesmas Pekauman Banjarmasin hipertensi yang sedang hamil. Besar Selatan dan kualitas hidup mereka sampel menggunakan rumus slovin dengan jumlah sampel yang didapat Sampel pasien hipertensi sebanyak 68 sebesar 68 responden. pasien periode waktu 6 Maret hingga Adapun 2 April 2024. digunakan pada penelitian ini antara Tabel 1. Karakteristik Demografi Responden penderita Hipertensi berdasarkan Usia. Jenis Kelamin. Riwayat Penyakit Keluarga di Puskesmas Pekauman (N=. No. Variabel Kategori Jumlah Persentase (%) Usia 31-44 Tahun 10,30 45-54 Tahun 39,70 >55 Tahun 50,00 Total 100,00 Jenis Kelamin Laki-laki 25,00 Perempuan 75,00 Total 100,00 Riwayat Penyakit Berisiko 70,60 Keluarga Tidak 29,40 Total 100,00 Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34 orang . ,00%) berusia di atas 55 tahun. Tingkat kejadian Dedi Hartanto, dkk | 383 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 bertambahnya usia. Penambahan usia yang menyebabkan oleh perubahan (Podungge, pada jantung, pembuluh darah, dan Aterosklerosis adalah kondisi di zat kimia dalam tubuh yang menjadi mana pembuluh darah menjadi kaku (Tindangen et al. , 2. Penderita meningkat (Nugrahani et al. , 2. hipertensi sistolik pada orang tua. Pasien peningkatan disfungsi riwayat penyakit keluarga berisiko. endotel dan kekakuan arteri seiring Terutama hipertensi primer, dapat bertambahnya usia (Ekarini et al. dipicu oleh gen bawaan. Sekitar 25% Jenis kelamin responden yang menderita hipertensi didominasi oleh anggota keluarga yang menderita kondisi ini. Peluang untuk mengalami . ,00%) daripada laki-laki sebanyak hipertensi meningkat hingga 60% jika 17 orang . ,00%). Wanita yang kedua orang tuanya mengalami efek memasuki masa menopause memiliki buruk hipertensi (Suiraoka, 2. risiko lebih tinggi terkena hipertensi Orang-orang yang dianggap berisiko karena hormon estrogen yang selama dalam penelitian ini adalah mereka ini melindungi pembuluh darah mulai yang memiliki riwayat hipertensi hilang secara dalam keluarga mereka yang dapat Hormon HDL anggota keluarga mereka. Terdapat 48 orang . ,60%) dengan riwayat memasuki masa menopause. Kadar keluarga berisiko dan 20 orang . ,40%) dengan riwayat keluarga HDL merupakan sinyal pertahanan yang tidak berisiko. Tabel 2. Karakteristik Responden Penderita Hipertensi berdasarkan Lama Menderita Penyakit (N= . No. Variabel Kategori Jumlah Persentase(%) Lama Menderita < 5 Tahun 63,20 Penyakit Ou 5 Tahun 29,40 Dedi Hartanto, dkk | 384 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 No. Variabel Kategori Ou 10 Tahun Total Jenis Antihipertensi Amlodipin 5 mg Amlodipin 10 mg Total Tekanan Darah setelah Konsumsi Antihipertensi Total Jumlah Normal-Tinggi Hipertensi Derajat 1 Hipertensi Derajat 2 Persentase(%) 7,40 97,10 2,90 38,24 44,12 17,64 Hasil penelitian menunjukkan Ini mengurangi resistensi bahwa sebagian besar responden pembuluh darah perifer, yang pada gilirannya menghasilkan otot polos hipertensi di bawah 5 tahun . ,20%). jantung memiliki waktu depolarisasi Mengalami yang lebih lama. Penurunan tekanan berlangsung lama dapat berdampak pada kualitas hidup pasien dan tingkat amlodipin dengan reseptor -1 dan kepatuhan . epatuhan janji temu, diet penghambatan saluran kalsium tipe L (Ulfa et al. , 2. Amlodipin aman untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, terutama untuk pasien hipertensi dengan penyakit penyerta kebanyakan penderita akan merasa lainnya, dan memiliki durasi kerja bosan untuk berobat (Gama et al. yang panjang (Susilowati, 2. Tekanan darah pasien yang Pasien masuk pada kriteria hipertensi derajat 1 sebanyak 30 orang . ,10%). amlodipin 5 mg sebanyak 66 orang Pasien yang memiliki tekanan darah . ,10%). Obat ini termasuk dalam kelompok obat yang dikenal sebagai merupakan pasien yang memiliki Calcium Channel Blocker (CCB). tekanan darah sistolik berkisar 140- Cara kerja obat ini adalah untuk 159 mmHg dan tekanan darah mencegah kalsium masuk ke dalam diastolik 90-99 mmHg (Perhimpunan sel-sel otot polos pembuluh darah dan Dokter Hipertensi Indonesia, 2. Dedi Hartanto, dkk | 385 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Tabel 3. Kepatuhan Terapi Antihipertensi pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Pekauman (N=. Variabel Kepatuhan pasien hipertensi . epatuhan janji temu, diet natrium, kepatuhan Total Kategori Rendah Sedang Tinggi Jumlah Persentase (%) 0,00 91,20 8,80 Hasil penelitian menunjukkan perilaku pasien, kerja sama pasien tingkat kepatuhan . epatuhan janji dan korespondensi dengan petugas kesehatan, strategi pengobatan, dan pengobata. sebagian besar pasien memiliki tingkat kepatuhan sedang hipertensi terhadap program terapi sebanyak 62 orang, . ,20%), 6 dapat meningkatkan kualitas hidup pasien memiliki tingkat kepatuhan mereka dengan mengurangi risiko tinggi . ,80 %), dan tidak ada pasien stroke sebesar 8-9% dan kematian yang memiliki tingkat kepatuhan sebesar 7% (Bailey et al. , 2010. Kepatuhan sangat penting Alfian, 2016. Prihandiwati et al. Tabel 4. Kualitas Hidup pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Pekauman (N=. Variab Katego Jumla Persenta se (%) Kualitas Rendah 0,00 Hidup Sedang 4,40 Tinggi 95,60 Total merupakan komponen penting dalam pengobatan hipertensi dan penyakit pada hasil terapi. Kepatuhan bersama Kepatuhan (World Health Kualitas Organization (WHO), 2023. Ariyani hipertensi yang tinggi sebanyak 65 & Alfian, 2. Tingkat kepatuhan orang . ,60%). Istilah kualitas . epatuhan janji temu, diet natrium, kesejahteraan fisik, emosional, dan membantu tekanan darah pasien agar sosial seseorang serta kemampuan tidak mengalami peningkatan yang mereka untuk melakukan aktifitas signifikan untuk mencapai masalah sehari-hari. Usia, jenis kesehatan yang ideal. Ada beberapa pendidikan, lama menderita sakit, faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepatuhan seseorang seperti kelangsungan hidup seseorang adalah Dedi Hartanto, dkk | 386 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 hidup karena dapat menyebabkan berbagai penyakit lain, kecacatan. Hipertensi yang tidak dan penurunan produktivitas (Mohebi terkontrol dapat mengurangi kualitas et al. , 2. Tabel 5. Hubungan Kepatuhan Pasien Hipertensi terhadap Kualitas Hidup di Puskesmas Pekauman (N=. Variabel Kategori Kualitas Kualitas Kualitas Nilai Hidup Hidup Hidup Rendah Sedang Tinggi Kepatuhan Rendah 0,00 0,00 0,00 0,000** Sedang 0,00 4,40 86,80 Tinggi 0,00 0,00 8,80 Total 0,00 4,40 95,60 ** Uji KendallAos Tau-B Hasil dilakukan terhadap 68 responden yaitu Modifikasi gaya hidup dapat berupa 3 orang . ,40%) dengan tingkat manajemen diri untuk meningkatkan kepatuhan sedang memiliki kualitas kualitas hidupnya, seperti mengurangi hidup sedang, 59 orang . ,80%) dengan tingkat kepatuhan sedang mengonsumsi lebih banyak buah dan memiliki kualitas hidup tinggi dan 6 sayur, dan menjaga berat badan dalam rentang normal (Khademian et al. memiliki kualitas Kepatuhan pasien hipertensi, hidup tinggi. Hasil uji menggunakan usia, dan penyakit penyerta memiliki uji KendallAos tau-B sejalan dengan (Jannah . ,80%) kepatuhan tinggi kualitas hidup (Chalik et al. , 2. Faktor-faktor menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum lingkungan, sosial, dan kebiasaan penderita juga perlu dipertimbangkan Kualitas hidup penderita untuk pengobatan yang efektif dan hipertensi dapat dipengaruhi oleh hasil klinis yang baik (Latif, 2. dukungan dari keluarga, perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya Dedi Hartanto, dkk | 387 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 KESIMPULAN Hasil bahwa terdapat hubungan bermakna antara kepatuhan terhadap kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Selatan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan Puskesmas Banjarmasin Selatan Pekauman penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA