Vol. No. Maret 2025 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 Pengaruh Pengungkapan Enterprise Risk Management. Size Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Pemoderasi (Studi Empiris Terhadap Laporan Keuangan erusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar Di BEI Tahun 2015-2. Fifyt Laily Very Prastika1*. JMV Mulyadi2. Dwi Prastowo Darminto3 Universitas Pancasila. Jakarta. Indonesia fifytlaily95@gmail. com, mulyadijmv@gmail. com, dwiprastowo@yahoo. Abstract This study aims to determine the effect of Enterprise Risk Management, size and profitability as independent variables on company value with dividend policy as a moderating variable and debt policy as a control variable. The population in this study amounted to 65 property and real estate sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 20152020 period. The determination of the research sample used the purposive sampling method and obtained a sample of 28 companies. The results of this study indicate that partially the variables of Enterprise Risk Management and size have a significant effect on company value with significance values of 0. 081 and 0. 001, respectively. Partially, the variables of profitability and dividend policy do not have a significant effect on company value with significance values 011 and 0. 862, respectively. While dividend policy as a moderator weakens the variables of Enterprise Risk Management, size and profitability on company value with significance values of 0. 889, 0. 698 and 0. 170, respectively. Keywords: Company Value. Enterprise Risk Management. Size. Profitability. Dividend Policy. Debt Policy Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Enterprise Risk Management, size dan profitabilitas sebagai variabel independen terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi dan kebijakan hutang sebagai variabel Populasi dalam penelitian ini berjumlah 65 perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2015-2020. Penentuan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 28 perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel Enterprise Risk Management dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai signifikansi masingmasing sebesar 0,081 dan 0,001. Secara parsial variabel profitabilitas dan kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,011 dan 0,862. Sedangkan kebijakan dividen sebagai moderator memperlemah variabel Enterprise Risk Management, size dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan nilai signifikansi masing-masing 889, 0. 698 dan 0. Keywords: Nilai Perusahaan. Manajemen Risiko Perusahaan. Ukuran. Profitabilitas. Kebijakan Dividen. Kebijakan Hutang PENDAHULUAN Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap keberhasilan perusahaan dalam satu periode. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari pergerakan Copyright A 2025 pada penulis Fifyt Laily Very Prastika, et al. Pengaruh Pengungkapan Enterprise Risk Management. Hal: 91-99 DOI: https://10. 40/jpb. harga saham. Dengan nilai perusahaan yang bagus, akan dapat menarik minat ekstrenal perusahaan . untuk menanamkan modal diperusahaan tersebut. Nilai perusahaan ini nantinya dijadikan suatu indikator penting oleh investor dalam menentukan pilihan apakah akan menanamkan modalnya atau tidak (M. Susila. Price to Book Value (PBV) yaitu rasio yang megukur nilai perusahaan dengan membandingkan harga saham perlembar saham (Fajar et al, 2. Price to Book Value (PBV) banyak digunakan oleh investor untuk menganalisis nilai saham. Price to Book Value tersebut dapat di lihat di dalam laporan keuangan perusahaan go public. Informasi penting yang bersifat keuangan tidaklah cukup untuk dijadikan sebagai pedoman dalam menilai suatu perusahaan (Holland, 2. Saat ini pengungkapan informasi non finansial juga dinilai sangat penting untuk dijadikan pedoman sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan (Anisa, 2. Suatu perusahaan akan dinilai lebih baik jika mampu melakukan pengungkapan informsasi secara lebih luas karena dinilai telah mampu menerapkan prinsip transparasi (Rustiarini, 2. Kegagalan manajemen risiko perusahaan yang menyebabkan turunnya harga saham Lippo Group adalah adanya OTT KPK terkait kasus suap perizinan mega proyek Meikarta yang terjadi tahun 2018 didalam perusahaan property dan real estate (Bareksa, 2. Kemudian kasus yang diduga penyuapan untuk mendapatkan surat rekomendasi alih fungsi hutan menjadi lahan perumahan komersial dari Pemkab. Bogor juga mejerat PT. Sentul City Tbk. (CNN Indonesia,2. Menurut Totok Lusida Sekjen. DPP Real Estate Indonesia (REI) banyaknya kasus suap yang melibatkan pengembang karena adanya system perizinan yang complicated. Pembangunan proyek-proyek seperti apartemen dan gedung bertingkat lainnya membutuhkan proses yang panjang dan berbelit-belit sehingga menciptakan peluang suap yang muncul di lapangan (Kontan. id, 2. Enterprise Risk Management disclosure merupakan sinyal positif karena melalui Enterprise Risk Management investor juga dapat menilai prospek perusahaan. Investor menilai positif perusahaan-perusahaan yang mengungkapkan implementasi Enterprise Risk Management yang lebih luas karena semakin banyak item Enterprise Risk Management disclosure yang diungkapkan oleh perusahaan juga menunjukkan bahwa perusahaan memiliki komitmen yang lebih baik tentang pengelolaannya (Hoyt dan Liebenberg, 2. dalam Sunitha Devi, dkk . Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Iswajuni, dkk . tentang Pengaruh Enterprise Risk Management (ERM) terhadap Nilai Perusahaan menunjukkan bahwa hasil dari penelitian tersebut berpengaruh positif signifikan. Demikian juga penelitian yang dilakukan oleh Sunitha Devi . tentang Enterprise Risk Managemen disclosure bahwa dari hasil penelitian tersebut menunjukkan pengaruh positif sinifikan pada nilai perusahaan. Size atau Ukuran Perusahaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. Size merupakan suatu indicator yang mnunjukkan kekuatan finansial perusahaan. Ukuran perusahaan dianggap mampu mempengaruhi nilai perusahaan, karena semakin besar ukuran atau skala perusahaan maka akan semakin mudah pula perusahaan memperoleh pendanaan baik yang bersifat internal maupun eksternal (Chumaidah, 2. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Iswajuni . menunjukkan bawa Size berpengaruh terhadap nilai Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jayanti . hasil penelitian ukuran perusahaan juga menunjukkan adanya pengaruh terhadap nilai Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 Sagala , dk . dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Peningkatan profitabilitas akan memberikan sinyal positif kepada investor bahwa perusahaan tersebut profitable dan diharapkan mampu untuk memberikan kesejahteraan kepada pemegang saham melalui pegembalian saham yang tinggi (Chumaidah, 2. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Laba perusahaan berasal dari penjualan dan keputusan investasi yang dilakukan oleh perusahaan (Setiono, dkk 2. Penelitian yang dilakukan oleh Susila, dkk . Desy, dkk . menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niai perusahaan Sindunata, dkk . mengungkapkan dalam penelitiannya bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kebijakan Dividen juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi nilai Kebijakan dividen merupakan hal yang penting menyangkut apakah arus kas akan dibayarkan kepada para pemegang saham atau akan ditahan untuk diinvestasikan kembali oleh perusahaan. Hasil penelitian sebelumnya yang menggunakan kebijakan dividen sebagai variable moderasi antara enterprise risk management, size, profitabilitas dan nilai perusahaan dilakukan oleh Khasanah . pada perusahaan manufaktur yang menemukan bahwa kebijakan dividen mampu memoderasi size dan nilai perusahaan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data sekunder berupa annual report perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di BEI yaitu pada tahun 20152020. Annual report pada masing-masing perusahaan didapat melalui pencarian manual pada situs resmi BEI yaitu pada http://w. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Perusahaan propery dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengambilan sampel dalam penelitian adalah menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria . Perusahaan property dan real estate tahun 2015-2020. Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan selama periode penelitian secara berturut-turut. Perusahaan yang tidak delisting selama periode pengamatan. Perusahaan yang mengungkapkan pengungkapan sukarela manajemen risiko. Perusahaan yang memiliki lapporan keuangan dengan variable yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Variable dependen yang digunakan adalah nilai Perusahaan yang diukur menggunakan price to book value (PBV) yang menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu Perusahaan Desender dan Lafuente . menyusun 108 item pengungkapan Enterprise Risk Management yang mencakup delapan dimensi yaitu lingkungan internal, penetapan tujuan, identifikasi kejadian, penilaian risiko, respon atas risiko, kegiatan pengawasan, informasi dan komunikasi, dan pemantauan. Metode yang digunakan untuk menganalisi enterprise risk management adalah konten analisis. Skala dikotomi tidak tertimbang . nweighted dichotomous scal. digunakan dalam pemberian skor untuk setiap item pengungkapan yang dilakukan oleh perusahaan dalam laporan Copyright A 2025 pada penulis Fifyt Laily Very Prastika, et al. Pengaruh Pengungkapan Enterprise Risk Management. Hal: 91-99 DOI: https://10. 40/jpb. Setiap pengungkapan suatu item akan diberi nilai 1 dan 0 jika item tidak diungkapkan, dan selanjutnya skor dari setiap item akan dijumlahkan untuk memperoleh total skor pengungkapan setiap perusahaan. Indeks pengungkapan Enterprise Risk Management dihitung dengan rumus berikut (Wijaksono Armanto et al. Enterprise Risk Management = Jumlah Item yang diungkapkan/108 item. Dengan kategori pengungkapan Enterprise Risk Management sebagai berikut (Sunitha Devi, dkk . Tabel 1. Kategori Pengungkapan Enterprise Risk Management No. Kategori Skor Tinggi >0,61 Sedang 0,29 Ae 0,61 Rendah < 0,29 Penggunaan Return On Equity (ROE) didasarkan karena Return On Equity (ROE) menunjukkan daya untuk menghasilkan laba atas investasi berdasarkan nilai buku para pemegang saham, dan sering kali digunakan dalam membandingkan dua atau lebih perusahaan atas peluang investasi yang baik dan manajemen biaya yang Rumus Return On Equity adalah sebagai berikut : Net income ROE (Return on Equit. = --------------------------Average equity Hasil perhitungan Return on Equity mendekati angak 1 . menunjukkan semakin efektif dan efisien penggunaan ekuitas perusahaan untuk menghasilkan pendapatan, demikian sebaliknya jika Return on Equity mendekati angak nol . berarti perusahaan tidak mampu mengelola modal yang tersedia secara efisien untuk menghasilkan pendapatan (Gibson, 2001: . Variabel moderasi dalam penelitian ini adalah Kebijakan dividen, yang bersangkutan dengan penentuan pembagian pendapatan . antara penggunaan pendapatan untuk dibayarkan kepada para pemegang saham sebagai dividen atau untuk digunakan didalam perusahaan, yang berarti pendapatan tersebut harus ditahan didalam perusahaan. Bambang Riyanto . 1 : . Kebijakan deviden diproxikan oleh DPR Rasio yang mengukur perbandingan dividen per share terhadap laba perusahaan EPS. DPR = Dividen Per Share X 100% Earning Per Share Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah Kebijakan hutang merupakan tingkat penggunaan hutang dari suatu perusahaan yang dapat ditunjukkan oleh salah satunya menggunakan rasio hutang terhadap ekuitas (DER), yaitu rasio jumlah hutang terhadap jumlah modal sendiri. Dalam penelitian ini kebijakan hutang diukur dengan menggunakan rumus: DER = Total Hutang Ekuitas Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 HASIL PENELITIAN Gambar 4. Sumber: data diolah SmartPLS 2022 Dari hasil perhitungan calculate PLS Algorithm untuk outer model menunjukkan bahwa nilai reliabilitas komposit untuk masing-masing konstruk nilainya sangat baik, yaitu > 0. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa semua indicator konstruk adalah reliable atau memenuhi uji reliabilias. Berdasarkan pada hasil pengujian pada gambar 4. diatas, hubungan antar DER konstruk menunjukkan bahwa hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan karena niai P-Value sebesar 0. 971 atau 97. 1% yang dapat diartikan bahwa nilai P-Values DER lebih besar dari nilai signifikansi 10% atau 0. Hasil dari konstruk ERM berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan karena nilai dari PValues sebesar 0. 081 atau 8. 1% yang dapat diartikan bahwa nilai dari P-Values lebih kecil dari nilai signifikansi sebesar 10% atau 0. sedangkan konstruk SIZE atau ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai P-Values sebesar 0. 001 atau 0. 1% lebih kecil dari 0. 10 atau 10% dari nilai signifikansi. Pada konstruk ROE atau profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan karena nilai dai P-Values sebesar 0. 111 atau 1% lebih besar dari nilai signifikansi 10% atau 0. Untuk konstruk DPR atau kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai P- Values sebesar 0. 862 atau sebesar 86. 2% lebih besar dari nilai signifikansi sebesar 10% atau 0. Konstruk moderating DPR*ERM hasil penelitian tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai P-Values sebesar 0. 889 atau sebesar 88. lebih besar disbanding dengan nilai signifikansi 10% atau 0. konstruk moderating DPR*SIZE hasil penelitian tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan yang dapat diartikan bahwa nilai P-Values lebih besar dari nilai signifikansi yaitu 689 . 9%) > 0. %). sedangkan untuk konstruk DPR*ROE hasil penelitian tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan kata lain bahwa nilai P-Values sebesar 0. 170 atau 17% lebih besar dari nilai signifikansi sebesar 0. 10 atau 10% . jadi dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian ini tidak terjadi hubungan Copyright A 2025 pada penulis Fifyt Laily Very Prastika, et al. Pengaruh Pengungkapan Enterprise Risk Management. Hal: 91-99 DOI: https://10. 40/jpb. PEMBAHASAN Hipotesis pertama hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang terbentuk pada enterprise risk management lebih kecil dari = 0. %), yaitu Sebesar 081 . 1%). dari hasil tersebut terlihat bahwa nilai signifikansi lebih besar dari nilai P-Values sehingga H1 diterima dan dapat disimpulkan bahwa enterprise risk management (ERM) berpengaruh yang artinya hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa dengan adanya pengungkapan mengungkapkan enterprise risk management pada suatu perusahaan dapat mempengaruhi tingkat nilai perusahaan. Hipotesis kedua hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang terbentuk pada Size lebih kecil dari = 0. %), yaitu Sebesar 0. 1%). hasil tersebut terlihat bahwa nilai P-Value 0. 001< 0. 10 sehungga H1 diterima dan dapat disimpulkan bahwa Size berpengaruh dan signifikan yang artinya hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa Size pada suatu perusahaan mempengaruhi tingkat nilai perusahaan. Hipotesis ketiga hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang terbentuk pada ROE lebih besar dari = 0. %), yaitu Sebesar 0. 1%). dari hasil tersebut terlihat bahwa nilai dari P-Value 0. 111 > 0. 10 sehungga H1 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa ROE tidak berpengaruh dan signifikan yang artinya hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa ROE pada suatu perusahaan tidak mempengaruhi tingkat nilai perusahaan. Hipotesis keempat hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi yangterbentuk pada DPR atau kebijakan dividen lebih besar dari = 0. 10 atau 10%, yaitu Sebesar 0. 2%). dari hasil tersebut terlihat bahwa nilai P-Value 0. 10 sehungga H1 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa DPR atau kebijakan dividen tidak berpengaruh dan signifikan yang artinya hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa DPR atau kebijakan dividen pada suatu perusahaan tidak mempengaruhi tingkat nilai perusahaan. Hipotesis kelima dalam penelitian ini menyatakan bahwa kebijakan dividen memperlemah pengaruh enterprise risk management terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini menggunakan SmartPLS moderating. Hasil uji analisis pengaruh langsung enterprise risk management terhadap nilai perusahaan menghasilkan nilai PValues 0. 9%) > 0. %). hasil nilai signifikan lebih besar dari 0. menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu memperkuat pengaruh enterprise risk management terhadap nilai perusahaan H5 ditolak, artinya stabil atau tidaknya nilai perusahaan ditambah dengan adanya peran kebijakan dividen tidak dapat menjadi patokan adanya peningkatan nilai perusahaan. Hipotesis keenam dalam penelitian ini menyatakan bahwa kebijakan dividen memperlemah pengaruh size (Ukuran Perusahaa. terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini menggunakan SmartPLS moderating. Hasil uji analisis pengaruh langsung size (Ukuran Perusahaa. terhadap nilai perusahaan menghasilkan nilai PValues 0. > 0. %). hasil nilai signifikan lebih besar dari 0. menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu memperkuat pengaruh size (Ukuran Perusahaa. terhadap nilai perusahaan H5 ditolak, artinya stabil atau tidaknya nilai perusahaan ditambah dengan adanya size (Ukuran Perusahaa. tidak mempengaruhi peningkatan nilai perusahaan. Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 Hipotesis ketujuh dalam penelitian ini menyatakan bahwa kebijakan dividen memperlemah pengaruh ROE terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini menggunakan SmartPLS moderating. Hasil uji analisis pengaruh langsung ROE terhadap nilai perusahaan menghasilkan nilai P- Values 0. %) > 0. %). hasil nilai signifikan lebih besar dari 0. %) menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu memperkuat pengaruh ROE terhadap nilai perusahaan H7 ditolak, artinya stabil atau tidaknya nilai perusahaan ditambah dengan adanya ROE tidak mempengaruhi peningkatan nilai perusahaan. SIMPULAN Enterprise risk manajemen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh M. Rivandi . yang meneliti Enterprise Risk Management mengemukakan bahwa Enterprise Risk Management disclosure tidak berpengaruh terhadap nilai Perusahaan. Size . kuran perusahaa. berpengaruh signifikan tehadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Chasanah . yang menungkapkan hasil penelitannya bahwa ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap nilai Haryanto, dkk . dalam penelitiannya juga mengungkapkan bahwa hasil penelitian dari ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap nilai Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Susila, dkk . Desy, dkk . menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niai perusahaan Sindunata, dkk . mengungkapkan dalam penelitiannya bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Karmila Nila, dkk . Kebijakan Dividen yang di ukur menggunakan Earning Per Share berpengaruh negative dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Susila I, dkk . Rohmah, dkk . Kebijakan Dividen yang diukur menggunakan Dividen Payout Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu memoderasi hubungan enterprise risk management terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Karmila Nila, dkk . Kebijakan Dividen yang di ukur menggunakan Earning Per Share berpengaruh negative dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Susila I, dkk . Rohmah, dkk . Kebijakan Dividen yang diukur menggunakan Dividen Payout Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Mariani . Tujuan dari Enterprise Risk Management adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai perusahaan. Enterprise Risk Management dianggap menurunkan risiko kegagalan suatu perusahaan secara meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan (Iswajuni dkk, 2. Dengan adanya peningkatan kinerja diperusahaan maka perusahaan akan lebih memperhatikan kebijakan dividen terkhusus dalam hal pembagian dividen, karena pembagian dividen yang dilakukan oleh perusahaan dianggap menjadi sinyal positif bagi para investor ataupun pemegang saham (Kurnia Denny, 2. Copyright A 2025 pada penulis Fifyt Laily Very Prastika, et al. Pengaruh Pengungkapan Enterprise Risk Management. Hal: 91-99 DOI: https://10. 40/jpb. Kebijakan dividen tidak mampu memoderasi hubungan size terhadap nilai Hasil penelitian ini sejalan dengan Apriliyanti . Alza, dkk . dan Fajar, dkk . mengungkapkan bahwa hasil penelitan kebijakan dividen tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, nilai perusahaan terletak pada kapabilitas perusahaan dalam menghasilkan laba. Bukan tentang laba yang dipecah antara dividen dan laba ditahan. Hal ini juga menyimpulkan bahwa investor atau pemegang saham tidak menjadikan dividen tinggi sebagai prioritas utama penilaian perusahaan, tetapi lebih kepada factor lain seperti tingkat pertumbuhan perusahaan (Brigham dan Houston . , dalam Alza, dkk . Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Khasanah . bahwa kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh size terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan mengacu pada kesimpulan penelitian, maka dibuatkan saran bagi penelitian selanjutnya adalah . Sebaiknya menambahkan variabel independen lain yang dapat mempengaruhi nilai . Disarankan untuk menggunakan sektor lain selain sektor property dan real estate dengan jumlah sampel dan populasi yang lebih banyak. Dapat menggunakan periode waktu pengamatan yang lebih lama agar sampel yang dihasilkan lebih banyak. DAFTAR PUSTAKA