Jurnal Ilmiah Sosio Agribis (JISA) Volume 25. Nomor 2 : 385-391 ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . FAKTOR PENENTU PERSEPSI PETANI TERHADAP KEBERADAAN PT. AGRA SAWITINDO DI DESA UJUNG KARANG KECAMATAN KARANG TINGGI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Factors Determining Farmers' Perception Towards the Existence of PT. Agra Sawitindo in Ujung Karang Village. Karang Tinggi District Central Bengkulu Regency Roy Hartanto 1. Herri Fariadi2*. Evi Andriani3 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Dehasen Kota Bengkulu *Correspondence Author: Herri Fariadi Email: herrifariadi@unived. 1,2*,3 ABSTRACT Farmers have different perceptions about the existence of PT. Agra Sawitindo because there are many reasons, different perspectives, and various factors that contribute to the existence of PT. Agra Sawitindo. The purpose of this study was to analyze farmers' perceptions of the existence of PT. Agra Sawitindo's oil palm plantations and to analyze what factors determine farmers' perceptions of the existence of PT. Agra Sawitindo in Ujung Karang Village. Karang Tinggi District. Central Bengkulu Regency. Both quantitative descriptive analysis and quantitative data processing were applied. in this instance. Spearman Rank analysis was employed to process the questionnaire data. The study's findings showed that 54. 10% of farmers had a neutral opinion toward the existence of oil palm plantations (PT. Agra Sawitind. The highest percentage results were obtained from these three areas of farmers' perceptions: 44. 26% for the environmental component and 54. 10% for the economic Although income and distance from home are the determining factors of farmers' perceptions of oil palm plantations (PT. Agra Sawitind. , age, education, and cosmopolitanism are unrelated. However, 45. 90% of farmers, or 28 farmers, view the social aspect negatively. Keywords: Palm Oil. Perception. Plantation. Existence of PT. Agra Sawitindo. ABSTRAK Petani memiliki berbagai persepsi tentang keberadaan PT. Agra Sawitindo karena ada banyak alasan, berbagai perspektif, dan berbagai faktor yang berkontribusi pada keberadaan PT. Agra Sawitindo. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi petani terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit PT. Agra Sawitindo dan menganalisis faktor-faktor apa yang menjadi penentu persepsi petani terhadap keberadaan PT. Agra Sawitindo di Desa Ujung Karang Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah. Analisis deskriptif kuantitatif dan pengolahan data kuantatif digunakan. dalam hal ini, data kuisioner diolah menggunakan analisis Rank Spearman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa persepsi petani terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitind. secara keseluruhan memiliki tanggapan cendrung netral, yaitu 54,10%. Tiga kategori persepsi petani ini memberikan hasil persentase tertinggi, yaitu 44,26% untuk aspek lingkungan dan 54,10% untuk aspek ekonomi. Sementara faktor penentu persepsi petani terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitind. adalah pendapatan dan jarak tempat tinggal, faktor penentu umur, pendidikan, dan kosmopolitan tidak ada hubungannya, 45,90% dari petani, atau 28 petani, menganggap aspek sosial sebagai hal yang buruk. Kata kunci: Kelapa Sawit. Persepsi. Perkebunan. Keberadaan PT. Agra Sawitindo. PENDAHULUAN Sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sektor ekonomi yang penting yang membantu pembangunan Indonesia karena berfungsi sebagai dasar untuk pembangunan sektor Oleh karena itu, usaha di sektor ini memiliki banyak peluang untuk berkembang. Banyak petani di Provinsi Bengkulu, terutama di Kabupaten Bengkulu Tengah, bergantung pada komoditi Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 385-391 pertanian, terutama tanaman kelapa sawit, sehingga perkebunan kelapa sawit sangat penting untuk kemajuan pertanian (Wulandari et al. , 2. Hasil survey menunjukkan bahwa petani di Desa Ujung Karang. Kecamatan Karang Tinggi. Kabupaten Bengkulu Tengah sangat senang dengan berdirinya PT. Agra Sawitindo, yang memungkinkan mereka membuka lahan perkebunan kelapa sawit di sekitar wilayah perkebunan Petani menggarap lahan yang dikelola oleh PT. Agra Sawitindo sebagai ganti rugi. Petani secara sukarela memberikan lahan perkebunan mereka kepada PT. Agra Sawitindo dengan ganti rugi dan pertimbangan hasil panen yang tidak memadai dari perkebunan kelapa sawit. Pada akhirnya, sebagian petani desa kehilangan lahan mereka dan masih ada petani setempat yang tidak bekerja untuk PT. Agra Sawitindo. Hal ini menyebabkan persepsi atau tanggapan petani terhadap dampak PT. Agra Sawitindo. Persepsi adalah pemahaman seseorang tentang proses atau sesuatu saat mereka mengatur dan memahami kesan sensorik mereka untuk memberikan makna bagi lingkungan mereka. Petani memiliki berbagai persepsi tentang keberadaan PT. Agra Sawitindo karena ada banyak alasan, berbagai perspektif, dan berbagai faktor yang berkontribusi pada keberadaan PT. Agra Sawitindo. Petani pertama-tama memperoleh informasi dari lingkungan mereka. Mereka juga menerima rangsangan dari petani di luar desa dan dari dalam desa (OLA n. Hasil observasi telah diakui memiliki efek positif. Ini termasuk pembangunan infrastruktur jalan yang memudahkan PT. Agra Sawitindo dan petani yang memiliki perkebunan di sekitarnya. PT. Agra Sawitindo membuka kesempatan kerja bagi petani, memberikan pekerjaan tetap dan peningkatan pendapatan, meningkatkan sistem perekonomian petani. Banyak petani yang tidak memiliki tenaga kerja, terutama anak-anak muda yang baru selesai sekolah menengah pertama (SMP). Dengan PT. Agra Sawitindo, hampir semua anak dapat bekerja di sana bahkan jika mereka bekerja sebagai buruh. Dampak negatifnya terdiri dari dampak lingkungan alam dan sosial. Dampak alam meliputi banjir dan kotoran di aliran sungai di desa tersebut, sementara dampak sosial meliputi banyak petani yang memanfaatkan aliran sungai untuk kebutuhan hidup mereka, terutama selama musim kemarau (Khaswarina, 2. Dampak sosial menunjukkan perubahan budaya, yang terdiri dari sistem nilai, norma, dan Salah satu contohnya adalah petani tidak lagi memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan komunitas, dan lahan perkebunan dan sawah milik pribadi menjadi tidak terurus karena waktu yang tersita. Faktor-faktor seperti umur, pendidikan, jarak tempat tinggal, pendapatan, dan kosmopolitan dapat memengaruhi persepsi petani terhadap PT. Agra Sawitindo. Petani yang lebih muda dan yang lebih tua akan memiliki perspektif yang Persepsi petani tentang pendidikan yang rendah dapat berubah. Persepsi yang berbeda akan dipengaruhi oleh seberapa dekat dan jauh tempat tinggal petani. Persepsi petani juga dipengaruhi oleh faktor pendapatan. jika anggota keluarga yang lain memiliki sumber pendapatan di luar pekerjaan PT. Agra Sawitindo, pendapatan yang lebih tinggi dianggap tidak baik, dan pendapatan yang lebih rendah dianggap baik. Dari perspektif kosmopolitan, hubungan petani dengan dunia di luar sistem sosialnya sendiri, yang ditunjukkan oleh frekuensi bepergian ke luar daerah tempat tinggalnya dan penggunaan media massa, akan menyebabkan perbedaan persepsi di antara petani. Penelitian harus dilakukan untuk mengevaluasi persepsi petani terhadap keberadaan PT. Agra Sawitindo di Desa Ujung Karang. Kecamatan Karang Tinggi. Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini akan menyelidiki persepsi petani terhadap keberadaan PT. Agra Sawitindo berdasarkan uraian di atas (Lubis & Agus Widanarko, 2011. Sholikhatun, 2. METODE PENELITIAN Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (Purposiv. pada PT. Agra Sawitindo di Desa Ujung Karang, yang terletak di Kecamatan Karang Tinggi. Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian dilakukan dari Januari 2025 hingga Februari 2025. Data primer dan sekunder adalah dua jenis data yang dikumpulkan untuk penelitian ini. Data primer diperoleh dari responden melalui wawancara langsung menggunakan daftar pertanyaan . yang telah disiapkan sebelumnya oleh peneliti. Sementara itu, data sekunder berasal dari sumber data yang berkaitan dengan penelitian ilmiah yang akan dilakukan. Penelitian ini melibatkan seluruh populasi sebagai JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Roy Hartanto, dkk Ae Faktor Penentu Persepsi Petani Terhadap Keberadaan PT. Agra Sawitindo . Mereka terdiri dari 61 kepala keluarga petani yang tanah perkebunan mereka dihapus oleh PT. Agra Sawitindo di Desa Ujung Karang. Kecamatan Karang Tinggi. Kabupaten Bengkulu Tengah. Semua orang dalam populasi dianggap sebagai responden dalam penelitian ini karena metode sensus digunakan. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui persepsi petani tentang keberadaan industri perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitind. Dari pertanyaanpertanyaan yang akan disediakan oleh peneliti dalam kuesioner, responden akan memberikan tanggapan dengan skor sangat tidak setuju, sangat tidak setuju, setuju, dan sangat setuju. Faktor penentu persepsi keberadaan PT. Agra Sawitindo menggunakan analisis Rank Spearman (Annisa et al. , 2. Korelasi Rank Spearman dapat diukur menggunakan rumus rank spearman sebagai rs = 1 Oe 6Eu di 2 i =1 n. Oe . Keterangan : = Koefisien Korelasi Rank Spearman = Jumlah Responden = Selisih antara suatu variabel bebas dengan rangking variabel terikat pada responden = Nomor responden . , 2, 3. AA, . HASIL DAN PEMBAHASAN Persepsi Petani terhadap Keberadaan PT. Agra Sawitindo Untuk mengetahui persepsi petani terhadap aspek ligkungan, sosial, dan ekonomi yang terjadi di Desa Ujung Karang ini dengan adanya perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitind. , ini disimpulkan. Hasil dari persepsi petani terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit adalah sebagai berikut: Tabel 1. Persepsi Petani terhadap Keberadaan PT. Agra Sawitindo Skor Kategori Jumlah (Oran. 15 Ae 30 Buruk 31 Ae 45 Netral 46 Ae 60 Baik Jumlah Sumber : Data Primer Diolah, 2025 Persentase (%) 18,03 54,10 Berdasarkan Tabel 1 di atas, dapat dilihat bahwa persepsi petani terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitind. adalah netral, dengan tanggapan netral sebesar 54,10% dengan jumlah 33 orang, dan tanggapan positif sebesar 27,87% dengan jumlah 17 orang. Petani memiliki persepsi netral terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit. Petani mengatakan bahwa keberadaan atau tidaknya perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitind. tidak memengaruhi kondisi Desa Ujung Karang. Persepsi Petani terhadap Aspek Lingkungan Tabel 2 menunjukkan hasil persepsi responden terhadap keadaan lingkungan terkait keberadaan perkebunan kelapa sawit, yang merupakan interpretasi atau tanggapan petani terhadap lingkungan desa yang dipengaruhi oleh keberadaan perkebunan kelapa sawit. Tabel 2. Hasil Persepsi Responden Terhadap Aspek Lingkungan Skor Kategori Jumlah (Oran. 5 Ae 10 Buruk 11 Ae 15 Netral 16 Ae 20 Baik Jumlah Sumber : Data Primer Diolah, 2025 Persentase (%) 26,23 44,26 29,51 JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 385-391 Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani melihat lingkungan di sekitar mereka sebagai netral. Sebanyak 44,26%, atau 27 orang dari total responden, menganggap lingkungan di sekitar mereka netral. Mereka berpendapat bahwa bukan perkebunan kelapa sawit yang menyebabkan kondisi lingkungan menjadi lebih buruk, tetapi petani sendiri yang memperburuk lingkungan dan tidak memanfaatkan sumber daya yang ada. Contohnya adalah penebangan hutan hingga gundul, yang menyebabkan banjir, dan pembuangan samapah di manamana, seperti dibuang ke alirang sungai, sehingga aliran sungai menjadi kotor dan bau. Persepsi Petani terhadap Aspek Sosial Petani mengatakan bahwa aspek sosial Desa Ujung Karang ini telah berubah sejak adanya perkebunan kelapa sawit. Tabel 3 menunjukkan hasil tanggapan petani terhadap keadaan sosial di sekitar wilayah penelitian: Tabel 3. Hasil Persepsi Responden terhadap Aspek Sosial Skor Kategori Jumlah (Oran. 5 Ae 10 Buruk 11 Ae 15 Netral 16 Ae 20 Baik Jumlah Sumber : Data Primer Diolah, 2025 Persentase (%) 45,90 31,15 22,95 Menurut Tabel 3 menunjukkan bahwa 28 petani, atau 45,90% dari peserta, menilai keadaan sosial di desa penelitian dengan buruk atau negatif. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar petani merasa keadaan sosial di Desa Ujung Karang menjadi lebih buruk karena keberadaan PT. Agra Sawitindo. Ini ditunjukkan oleh tindakan petani karena banyaknya waktu yang dihabiskan petani untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit dan mengabaikan aktivitas di lingkungannya. Misalnya, ketika ada kerja bakti, jamuan, dan undangan pernikahan, mereka lebih suka bekerja di perkebunan kelapa sawit daripada menghadiri acara tersebut. Persepsi Petani terhadap Aspek Ekonomi Dengan adanya perkebunan kelapa sawit terebut, aspek ekonomi desa penelitian baik menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Tabel 4. berikut menunjukkan tanggapan responden terhadap keadaan ekonomi di sekitar daerah penelitian. Tabel 4. Hasil Persepsi Responden Terhadap Aspek Ekonomi Skor Kategori Jumlah (Oran. 17 Ae 28 Buruk 29 Ae 39 Netral 40 Ae 49 Baik Jumlah Sumber : Data Primer Diolah, 2025 Persentase (%) 14,75 54,10 31,15 Sebagian besar petani yang menjawab, 54,10 persen, atau 33 dari total responden, menganggap keadaan ekonomi di desa penelitian tersebut netral. Petani mengatakan bahwa peningkatan ekonomi di desa penelitian tidak hanya disebabkan oleh keberadaan perkebunan kelapa sawit. ada banyak sumber ekonomi dari sektor lain, seperti perkebunan kopi, sawah, dan Faktor Penentu Persepsi Petani terhadap Keberadaan PT. Agra Sawitindo Tabel 5. menunjukkan hasil analisis data yang dilakukan dengan uji korelasi Rank Spearman untuk menunjukkan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, yaitu petani yang menjadi responden terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitind. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Roy Hartanto, dkk Ae Faktor Penentu Persepsi Petani Terhadap Keberadaan PT. Agra Sawitindo . Tabel 5. Nilai Signifikansi antara Variabel Independen terhadap Dependen Variabel Independen Koefisien korelasi Signifikansi Sig Umur 0,017 0,895 Tidak berhubungan nyata Pendidikan 0,218 0,091 Tidak berhubungan nyata Pendapatan 0,277 0,002* Berhubungan nyata Jarak Tempat Tinggal 0,246 0,001* Berhubungan nyata Kosmopolitan 0,028 0,830 Tidak berhubungan nyata Sumber : Data Primer Diolah, 2025. ket: *) signifikan pada kepercayaan 95% ( = 0,. Hubungan Umur dengan Persepsi Petani terhadap Keberadaan PT. Agra Sawitindo Hasil analisis Rank Spearman menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, dengan nilai signifikansi 95% = 0,05 dan nilai signifikansi 0,895 yang menunjukkan nilai signifikansi lebih dari 0,05. Dengan demikian, kesimpulan dapat dibuat bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Ini menunjukkan bahwa tidak ada korelasi statistik antara usia petani dan persepsi mereka tentang keberadaan perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitind. Ini disebabkan oleh fakta bahwa perbedaan umur antar responden tidak terlalu jauh, atau dengan kata lain, mereka termasuk kelompok umur yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua, sehingga kecenderungan mental mereka tetap sama. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Santoso et al. , yang menemukan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat umur dan persepsi petani terhadap pembangunan Kebun Raya Kabupaten Sambas. Dengan kata lain, faktor umur responden tidak mempengaruhi tingkat persepsi petani. Tidak ada pengaruh yang nyata antara umur dan persepsi petani tentang keberadaan hutan mangrove. berdasarkan hasil penelitian ini, responden dimasukkan ke dalam kelompok dewasa dan tua (Fatima, 2. Hubungan Pendidikan dengan Persepsi Petani terhadap Keberadaan Perkebunan Kelapa Sawit (PT. Agra Sawitind. Sebagai kesimpulan. H0 diterima dan Ha ditolak, berdasarkan hasil analisis dengan Rank Sapearman, yang menunjukkan taraf kepercayaan 95% = 0,05, taraf signifikansi 95% = 0,05, dan nilai signifikansi 0,091, yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara faktor pendidikan dan pandangan petani tentang keberadaan perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitind. Dimungkinkan bahwa petani memiliki pemikiran yang sama, terutama tentang keberadaan perkebunan kelapa sawit, karena data menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden dominan adalah SD atau SD. Tidak ada pengaruh yang nyata pada persepsi petani tentang keberadaan hutan mangrove. Dalam kasus ini, tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dan persepsi petani tentang keberadaan hutan mangrove di Desa Sungai Kunyit Laut. Tingkat pendidikan petani di Desa Sungai Kunyit pada umumnya rendah, dengan mayoritas siswa dari SD hingga SMP. Akibatnya, banyaknya penduduk yang berpendidikan rendah, sehingga tidak ada korelasi langsung antara pendidikan dan persepsi petani tentang keberadaan hutan mangrove di desa tersebut (Fatima, 2. Hubungan Pendapatan dengan Persepsi Petani terhadap Keberadaan PT. Agra Sawitindo Hasil analisis Rank Sapearman, taraf kepercayaan 95% = 0,05, taraf signifikansi 95% = 0,05, dan nilai signifikansi 0,002, yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi adalah 0,05, dan variabel bebas (X). Oleh karena itu, berdasarkan statistik, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendapatan dan persepsi petani tentang keberadaan perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitind. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sebagian besar petani memperoleh pendapatan dari perkebunan kelapa sawit, yang membuat pekerjaan ini lebih menjanjikan daripada pekerjaan di bidang lain. Selain itu, perekonomian desa telah mengalami banyak perubahan sejak pendirian perkebunan kelapa sawit, terutama dari segi ekonomi (Novita n. Tingkat pendapatan adalah salah satu komponen yang mempengaruhi tingkat persepsi. Semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin positif persepsinya terhadap keberadaan kawasan JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 385-391 KPHP Model Poigar, karena lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan informasi, termasuk informasi tentang kawasan dan manajemennya (Irawan et al. , 2. Karena keberadaan kawasan hutan mangrove tidak mempengaruhi tingkat pendapatan responden, ada hubungan antara persepsi petani terhadap hutan mangrove dan tingkat pendapatan. Ini menunjukkan bahwa pendapatan petani tidak hanya berasal dari pemanfaatan kawasan hutan sebaliknya, fungsi dan manfaat hutan mangrove memengaruhi persepsi petani tentang kebaikan alam dan lingkungan mereka secara tidak langsung (Zainal et al. , 2. Hubungan Jarak Tempat Tinggal dengan Persepsi Keberadaan PT. Agra Sawitind. Dengan mempertimbangkan analisis Rank Spearman dengan signifikansi 95% = 0,05, tabel 5 menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,001 berarti nilai signifikansi nilai sig. 0,05 untuk variabel bebas (X). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan kata lain, ada korelasi yang jelas antara jarak tempat tinggal dan persepsi petani tentang keberadaan perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitind. Dengan kata lain, semakin jauh tempat tinggal petani dari perkebunan kelapa sawit, semakin sedikit petani yang merasakan dampak negatif yang terjadi akibat pembangunan perkebunan kelapa sawit. Petani juga tidak tahu banyak tentang pembangunan perkebunan kelapa sawit, yang mungkin berdampak negatif bagi Tidak ada hubungan nyata antara jarak tempat tinggal dan persepsi petani tentang kualitas lingkungan permukiman di daerah Gunung kidul berdasarkan jarak sumber air. Hal ini disebabkan oleh persepsi negatif responden yang tinggal di daerah yang jauh dari sumber air. Akibatnya, petani yang tinggal di daerah yang jauh dari sumber air terus menghadapi kesulitan dalam mengakses air, belum terlayani dengan baik oleh fasilitas air, dan harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Akibatnya, mereka tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman (Ali et al. , 2. Hubungan Kosmopolitan dengan Persepsi Petani terhadap Keberadaan PT. Agra Sawitindo Kosmopolitan dalam penelitian ini menunjukkan banyaknya tempat responden telah mengunjungi dalam satu tahun terakhir. Mengingat bahwa mereka tinggal di Desa Ujung Karang. Bengkulu. Pagar Alam, dan Kaur adalah kota yang paling banyak dikunjungi responden, dengan rata-rata 25 kali keluar kota setiap tahun. Ini karena responden penelitian terdiri dari kepala keluarga yang bekerja swasta atau pembisnis yang sering berpergian. H0 diterima dan Ha ditolak, menurut analisis Rank Spearman dengan tarap kepercayaan 95% = 0,05. Nilai signifikansi adalah 0,830, yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih dari 0,05. Menurut statistik, tidak ada korelasi antara masyarakat global dan pandangan petani tentang dampak lingkungan dengan keberadaan perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitind. Hal ini disebabkan fakta bahwa setiap petani yang meninggalkan kampung halaman tidak selalu melakukan perbandingan antara tempat tinggal mereka dan wilayah yang mereka tuju. Tidak ada korelasi yang signifikan antara tingkat kosmopolitan dan persepsi petani tentang pembangunan Kebun Raya Kabupaten Sambas. Sangat sulit bagi Desa Sumbang untuk mendapatkan informasi dari luar (Santoso et al. , 2. Tidak ada hubungan antara kosmopolitan dan persepsi petani Desa Sungai Awan Kanan tentang keberadaan hutan mangrove di wilayah pantai Air Mata Permai Kabupaten Ketapang. Oleh karena itu, petani di desa tersebut tidak memiliki wawasan yang luas, pola pikir yang kurang baik, dan kurangnya pendidikan (Zainal et , 2. Tidak ada hubungan yang nyata antara tingkat kosmopolitan dan persepsi petani tentang keberadaan hutan mangrove. Ini karena tidak ada penyuluhan yang cukup tentang manfaat dan pentingnya pelestarian hutan mangrove di desa tersebut (Siswanto et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, disimpulkan bahwa petani bekerja di usaha pembesaran ikan air tawar selama 5 jam per hari, atau 151 jam per bulan. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Roy Hartanto, dkk Ae Faktor Penentu Persepsi Petani Terhadap Keberadaan PT. Agra Sawitindo . Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja untuk usaha pembesaran ikan air tawar (X. , persepsi terhadap usahatani padi sawah (X. , dan umur (X. berpengaruh terhadap alokasi waktu kerja untuk usaha pembesaran ikan air tawar. Sebaliknya, variabel pendidikan formal (X. dan jumlah tanggungan (X. tidak berpengaruh terhadap alokasi waktu kerja untuk usaha pembesaran ikan nila di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara. DAFTAR PUSTAKA