Eka Septianti Laoli JURNAL Edueco Universitas Balikpapan IMPLEMENTASI PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA CALON PENDIDIK DI SMK NEGERI 1 GUNUNGSITOLI UTARA Eka Septianti Laoli Universitas Nias pos-el: septianti. laoli@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program asistensi mengajar dalam upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa calon guru yang ditempatkan di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara. Program ini merupakan pelaksanaan perdana dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh FKIP Universitas Nias (UNIAS). Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan asistensi mengajar berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan mengajar, komunikasi, dan profesionalisme mereka sebagai calon pendidik. Selain itu, keberadaan mahasiswa juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan semangat belajar peserta didik di sekolah mitra. Meski demikian, sejumlah kendala ditemukan, seperti belum optimalnya koordinasi awal dan adaptasi terhadap situasi sekolah, yang menjadi catatan penting untuk evaluasi program ke depan. Secara umum, pelaksanaan program ini cukup berhasil dan relevan dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan di dunia pendidikan nyata. Kata Kunci: Asistensi Mengajar. Kompetensi Mahasiswa. MBKM. Pendidikan Vokasional. SMK Gunungsitoli Utara ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of the teaching assistance program in enhancing the competencies of pre-service teacher students assigned to SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara. This program marks the initial implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) curriculum by the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) at Universitas Nias (UNIAS). A qualitative research approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis involved the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that studentsAo participation in the teaching assistance program positively impacted their teaching skills, communication abilities, and professional readiness as future educators. Furthermore, their presence also contributed to increasing studentsAo learning motivation at the partner school. However, several challenges were identified, such as insufficient initial coordination and difficulties in adapting to the school environment, which are important considerations for future program improvements. Overall, the program implementation was deemed effective and relevant in preparing students to face realworld educational challenges. Keywords: Teaching Assistance. Student Competency. MBKM. Vocational Education. SMK Gunungsitoli Utara PENDAHULUAN Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu, dibutuhkan calon pendidik yang tidak Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi profesional dan kesiapan dalam menghadapi tantangan pembelajaran di Salah satu pendekatan yang Eka Septianti Laoli memfasilitasi penguatan kompetensi tersebut adalah melalui program asistensi mengajar. Program ini menjadi sarana nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan konsepkonsep akademik ke dalam praktik langsung di lingkungan sekolah, (Firdausi & Christanti, 2. SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan karena sekolah ini aktif menjalin kerja sama dalam kegiatan magang mahasiswa pendidikan. Menurut Wahyuni & Riyanto, . , asistensi mengajar adalah program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar melalui keterlibatan langsung dalam proses mengembangkan kemampuan profesional dan reflektif. Sementara Faizah et al. , . menyatakan bahwa asistensi mengajar merupakan bentuk praktik pengalaman lapangan yang dirancang agar mahasiswa dapat memahami dinamika kelas secara riil dan membangun keterampilan pedagogik. Program asistensi mengajar yang berlokasi di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara dilaksanakan berdasarkan kompetensi dan keahlian mahasiswa selama menempuh pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Universitas Nias. Dari ketidaksesuaian antara penguasaan teori yang dimiliki mahasiswa dengan keterampilan mengajar di lapangan. Sebagian mahasiswa kesulitan dalam menerapkan pendekatan manajemen kelas, serta dalam menyusun materi ajar yang responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Akibatnya, mahasiswa harus memiliki waktu untuk lebih untuk beradaptasi dan mempelajari lebih dalam terkait lingkungan dan proses pembelajaran, serta bagaimana menerapkan ide inovatif yang dapat menunjang pembelajaran, serta Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan mahasiswa calon guru. Menurut Dewi, . , kompetensi mahasiswa merujuk pada kemampuan akademik, keterampilan praktik, serta sikap profesional yang dibangun selama proses pendidikan di perguruan tinggi. Wulandari dkk. , . menambahkan bahwa kompetensi mahasiswa calon guru mencakup kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan peserta didik. Penelitian mendeskripsikan pelaksanaan program asistensi mengajar di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara, mengkaji dampak program tersebut terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa calon pendidik, serta menyusun usulan strategis dalam bentuk penguatan program melalui pendekatan kolaboratif yang berorientasi praktik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat desain program asistensi mengajar, baik di tingkat kelembagaan maupun pelaksanaannya di sekolah mitra. Selain itu, hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengalaman praktis, serta meningkatkan sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan vokasional dalam membina calon guru yang adaptif dan kompeten. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mendukung terlaksananya program MBKM yang merupakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang berkontribusi penting dalam menciptakan mahasiswa yang profesionalitas dan kompetitif dalam bidangnya sesuai dengan kebutuhan industri, (Sakkir dkk. , 2. MBKM sebagai kebijakan yang memberikan hak belajar tiga semester di luar program studi guna memperluas pengalaman dan wawasan mahasiswa, (Sopiansyah dkk. , 2. Menurut Syaifuddin & Annur, . Eka Septianti Laoli MBKM bertujuan menciptakan lulusan yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja melalui kolaborasi dan praktik langsung. Pendidikan vokasional, atau pendidikan kejuruan, merupakan bentuk pendidikan yang berfokus pada pengembangan keterampilan praktis dan teknis peserta didik agar siap terjun langsung ke dunia kerja. Menurut Saptadi dkk. , . , pendidikan vokasional dirancang untuk membekali siswa dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam bidang tertentu sehingga mereka mampu bekerja secara profesional sesuai tuntutan industri dan dunia usaha. Irwanto, . menambahkan bahwa pendidikan ini menyeimbangkan teori dengan praktik, sehingga lulusan tidak hanya memahami mengaplikasikannya dalam konteks kerja Jenis-jenis pendidikan vokasional umumnya mencakup berbagai bidang keahlian, seperti teknik mesin, otomotif, tata boga, akuntansi, perhotelan, dan multimedia, yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah maupun nasional. Di Indonesia, pendidikan vokasional banyak diselenggarakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Politeknik, dan lembaga pelatihan kerja, (Jumadin, 2. Program asistensi mengajar dalam konteks pendidikan vokasional menuntut mahasiswa untuk tidak hanya menguasai aspek pedagogik, tetapi juga memahami dunia industri, kurikulum kejuruan, dan pendekatan kontekstual yang sesuai. Penelitian ini penting untuk melihat sejauh mana mahasiswa mampu mengadaptasi dan mengembangkan kompetensinya dalam lingkungan sekolah vokasional yang menantang dan dinamis, (Amien dkk. , 2. Sejumlah menunjukkan bahwa program asistensi mengajar memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan calon pendidik, khususnya dalam konteks pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penelitian oleh Herianto dkk. , . dengan judul meningkatkan Partisipasi Mahasiswa pada Program MBKM Mandiri-Asistensi Mengajar melalui Pelatihan Mandiri Terintegrasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara penguasaan teori pendidikan yang diperoleh mahasiswa di kampus dengan praktik pembelajaran yang mereka hadapi saat terjun langsung ke Program asistensi mengajar dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dinilai sebagai solusi yang efektif untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas program asistensi mengajar dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa FKIP, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang diterapkan pada mahasiswa yang menjalani asistensi di sekolah SMK AL Wasliyah Stabat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa signifikan dalam hal keterampilan pedagogik, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri dalam mengajar. Penelitian dilakukan oleh Husda dkk. , . , dengan judul Pengabdian Mahasiswa Asistensi Mengajar Program Kampus Merdeka di SMK Negeri 2 Barru: Indonesia. Penelitian ini muncul dari perhatian terhadap rendahnya kesiapan mahasiswa calon guru dalam menghadapi praktik nyata di sekolah, terutama dalam lingkungan SMK yang memiliki karakteristik siswa dan kurikulum yang berbeda dari sekolah umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kontribusi program magang asistensi mengajar terhadap peningkatan kompetensi Eka Septianti Laoli mahasiswa dalam mengelola pembelajaran dan menyesuaikan pendekatan dengan karakter siswa SMK. Penelitian ini menggunakan metode tindakan . ction researc. dengan dua siklus kegiatan di salah SMK Negeri 2 Barru. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan mahasiswa dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), mengelola kelas secara efektif, serta membimbing siswa dalam Mahasiswa profesionalisme dan etika mengajar yang lebih baik. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Luthfiana & Yusnita, . , dengan judul Pelaksanaan Kampus Merdeka Angkatan 1 Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Kegiatan Asistensi Mengajar Di Smk Negeri 1 Belinyu. Penelitian ini dilandasi oleh realitas bahwa mahasiswa calon pendidik sering kali menghadapi tantangan baru saat menjalani asistensi mengajar di lingkungan pendidikan vokasional, yang menuntut pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dialami mahasiswa peserta program MBKM saat menjalani asistensi di SMK, serta untuk mengevaluasi dampaknya Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dan data diperoleh dari wawancara mendalam terhadap mahasiswa yang mengikuti program asistensi di SMK Negeri 1 Belinyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa menghadapi hambatan seperti komunikasi lintas generasi, mereka memperoleh pengalaman bermakna yang meningkatkan kemampuan reflektif, adaptif. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan dan pengembangan strategi pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif deskriptif yang implementasi program asistensi mengajar mahasiswa calon pendidik di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara menyeluruh pengalaman, persepsi, serta dinamika yang terjadi di lapangan, terutama dalam konteks interaksi antara mahasiswa dan lingkungan pembelajaran di sekolah kejuruan. Penelitian ini tidak bertujuan untuk menguji hipotesis secara kuantitatif, melainkan lebih berfokus pada pemaknaan terhadap fenomena yang terjadi secara alami dalam konteks pendidikan vokasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tiga teknik utama, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara partisipatif dengan mengamati secara langsung aktivitas mahasiswa dalam proses asistensi mengajar, baik di dalam kelas maupun dalam kegiatan-kegiatan pendukung lainnya di sekolah. Peneliti mencatat interaksi mahasiswa dengan siswa, guru pamong, dan lingkungan sekolah untuk menangkap realitas pembelajaran secara Observasi ini penting untuk mengaplikasikan teori yang telah mereka pelajari di kampus ke dalam praktik mengajar yang sesungguhnya. Teknik wawancara digunakan untuk menggali lebih dalam pengalaman Eka Septianti Laoli subjektif para informan utama, yaitu mahasiswa peserta program asistensi, guru pamong di sekolah mitra, serta dosen Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur agar tetap fleksibel, namun tetap mengacu pada pedoman pertanyaan yang telah disusun Melalui wawancara ini, peneliti mendapatkan data mengenai proses adaptasi mahasiswa, tantangan yang dihadapi selama mengajar, serta persepsi guru dan siswa terhadap keberadaan mahasiswa di kelas. Teknik ini sangat penting untuk mendapatkan perspektif multi-sisi dalam mengevaluasi efektivitas program. Selain itu, peneliti juga menggunakan dokumentasi sebagai sumber data Dokumentasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun mahasiswa, laporan kegiatan harian, catatan refleksi, foto-foto kegiatan, serta dokumen administrasi yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBKM. Data ini digunakan untuk melengkapi dan mengkonfirmasi hasil observasi dan wawancara, serta menjadi bukti fisik pelaksanaan program asistensi mengajar. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari informan utama dan informan Informan utama adalah mahasiswa yang menjadi peserta program asistensi mengajar di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara, karena merekalah subjek utama yang mengalami langsung pelaksanaan program. Sementara itu, informan pendukung terdiri dari guru pamong, kepala program keahlian, dan dosen pembimbing dari FKIP UNIAS. Pemilihan informan dilakukan dengan berdasarkan pertimbangan tertentu seperti keterlibatan langsung dalam program dan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan kemampuan memberikan informasi yang relevan dan mendalam. Analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terusmenerus mulai dari tahap pengumpulan data hingga penarikan kesimpulan. Tahap pertama adalah reduksi data, yaitu proses memfokuskan data mentah dari lapangan agar menjadi lebih terarah. Tahap kedua adalah penyajian data, di mana data yang telah direduksi disusun secara sistematis dalam bentuk narasi, tabel, atau matriks untuk memudahkan dalam melihat pola dan keterkaitan antar data. Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi, yaitu merumuskan makna dari data yang diperoleh serta menguji keabsahannya melalui triangulasi dan diskusi antar peneliti. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan empat kriteria dari Lincoln dan Guba Credibility dicapai melalui teknik triangulasi sumber dan teknik, yaitu dengan membandingkan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Transferability mendeskripsikan konteks penelitian secara rinci agar dapat dijadikan referensi dalam konteks lain yang serupa. Dependability dijaga melalui audit trail atau jejak audit, yakni dengan mencatat semua langkah dan keputusan selama proses penelitian secara Sedangkan confirmability dilakukan dengan menjaga objektivitas peneliti dan mendokumentasikan proses refleksi untuk meminimalisir bias. Secara keseluruhan, metode penelitian ini dirancang untuk menggambarkan secara menyeluruh pelaksanaan program asistensi mengajar di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara Eka Septianti Laoli pengaruhnya terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa calon pendidik. Melalui pendekatan yang mendalam dan prosedur pengumpulan serta analisis data yang sistematis, diharapkan hasil kontribusi bermakna bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan peningkatan mutu program MBKM di perguruan pendidikan vokasional. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelaksanaan mengajar di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara menunjukkan sejumlah temuan penting yang menggambarkan perubahan signifikan pada kompetensi mahasiswa calon pendidik selama proses kegiatan Sebelum program dimulai, mahasiswa FKIP Universitas Nias yang ditempatkan di sekolah mitra tersebut memperlihatkan kondisi awal yang menunjukkan keterbatasan dari berbagai Berdasarkan observasi pada dua minggu pertama, mayoritas mahasiswa masih tampak kurang percaya diri, canggung dalam menyampaikan materi, dan belum sepenuhnya mampu mengelola kelas secara efektif. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. yang mereka susun pada tahap awal umumnya masih bersifat umum, tidak kontekstual, dan belum mempertimbangkan karakteristik siswa SMK yang memiliki pendekatan belajar lebih aplikatif dan praktis. Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara dengan guru pamong yang menyatakan bahwa mahasiswa sering kali hanya mengadopsi bahan ajar dari internet tanpa melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan peserta didik di kelas. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Selain dari aspek perencanaan, dari sisi pelaksanaan pembelajaran, mahasiswa tampak kaku dalam menyampaikan Mereka cenderung menggunakan metode ceramah dan presentasi pasif yang membuat siswa cepat kehilangan minat. Ketika menghadapi siswa yang tidak memperhatikan atau kurang aktif, mahasiswa terlihat ragu dalam menegur atau membangun kembali perhatian siswa. Kegiatan observasi juga menunjukkan bahwa mahasiswa belum mampu memanfaatkan media pembelajaran yang tersedia di sekolah, serta belum menyampaikan materi secara menarik. Hal ini berpengaruh terhadap rendahnya pembelajaran pada awal program. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan melalui proses bimbingan yang berkelanjutan dari guru pamong serta refleksi diri yang dilakukan mahasiswa setiap akhir minggu, tampak terjadi perubahan yang cukup signifikan. Pada minggu keempat hingga minggu keenam, kemampuan adaptasi terhadap dinamika Mereka mulai mengenali karakter masing-masing siswa, memahami alur pembelajaran vokasional, serta menyusun perangkat ajar yang lebih relevan. Mahasiswa mulai berani melakukan variasi metode mengajar, seperti diskusi kelompok kecil, simulasi praktik, hingga penggunaan media visual interaktif. Beberapa mahasiswa bahkan berinisiatif membuat bahan ajar mandiri berbentuk lembar kerja siswa (LKS) dan video tutorial sederhana yang dikaitkan dengan mata pelajaran keahlian tertentu di SMK. Wawancara lanjutan dengan guru pamong pada minggu ketujuh menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa sudah dapat Eka Septianti Laoli mengelola kelas dengan baik. Mereka tidak hanya lebih komunikatif, tetapi juga mampu memberikan penguatan dan motivasi kepada siswa dengan pendekatan yang lebih personal. Dari sisi peserta didik, berdasarkan data dokumentasi kehadiran dan partisipasi siswa, terjadi peningkatan keterlibatan selama proses pembelajaran yang dibimbing oleh mahasiswa. Bahkan beberapa siswa menyampaikan secara langsung bahwa kehadiran mahasiswa di kelas membuat pembelajaran terasa lebih segar dan menyenangkan karena suasana kelas menjadi tidak terlalu kaku. Dari hasil disimpulkan bahwa mahasiswa mampu berkembang dari minggu ke minggu, komunikasi dan penyusunan perangkat Namun, mereka menyoroti perlunya peningkatan pada aspek manajemen kelas dan adaptasi awal. Sementara hasil wawancara dengan kepala sekolah dapat disimpulkan bahwa program ini sangat membantu sekolah, terutama dalam menambah tenaga pendidik dan memberi warna baru dalam proses Ia berharap program ini berlanjut dan ditingkatkan pada masa Pada akhir program, yaitu minggu kedelapan hingga keduabelas, mahasiswa dinilai telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan, baik secara pedagogik, profesional, sosial, maupun Mereka telah menunjukkan kemampuan dalam menyusun dan merevisi perangkat ajar secara mandiri, melaksanakan pembelajaran yang sesuai membangun relasi edukatif yang positif dengan siswa dan rekan guru. Mereka juga mampu menerima masukan, mengevaluasi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan rencana perbaikan. Dari hasil wawancara dengan sejumlah siswa SMK Negeri 1 Gunungsitoli, mereka menyatakan bahwa mereka senang dengan kehadiran mahasiswa karena metode pembelajaran menjadi lebih bervariasi, banyak diskusi kelompok, dan suasana belajar lebih Sementara wawancara dengan para mahasiswa, umumnya mereka merasa mendapat pengalaman berharga, terutama dalam menyusun RPP, menghadapi karakter siswa SMK, serta membangun relasi kerja dengan guru. Secara umum, pelaksanaan program ini membawa dampak positif, baik bagi mahasiswa sebagai calon pendidik maupun bagi sekolah mitra yang mendapatkan dukungan tenaga pendidik Berikut deskripsi hasil perkembangan kompetensi mahasiswa: Tabel 1. Perkembangan Kompetensi Mahasiswa Perkemb Aspek Kondisi angan Kondisi Kompet Awal Minggu Akhir Belum Mulai Mampu Kompet mi siswa dan Pedagog stik an variasi Materi Materi Materi ajar Kompet kontekst Profesio media siswa, media Kurang Lebih Kompet Mampu percaya percaya diri dan diri dan Sosial canggun mampu Eka Septianti Laoli Perkemb Aspek Kondisi angan Kondisi Kompet Awal Minggu Akhir saat berinterak edukatif dan berintera si dengan bekerja sama siswa dan Kurang Menunjuk Menjadi Kompet dan dalam sikap, jawab dan Kepriba menunju disiplin, dan Sumber : Hasil olahan peneliti, 2025 Berikut adalah grafik partisipasi aktif siswa selama pelaksanaan asistensi mengajar di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara : Gambar 1. Grafik Partisipasi Aktis Siswa Selama Asistensi Mengajar Sumber: Olahan Peneliti, 2025 Grafik di atas menunjukkan adanya peningkatan partisipasi siswa secara signifikan dari minggu ke minggu selama kegiatan asistensi mengajar berlangsung, dari hanya 55% di minggu pertama menjadi 90% di minggu ke-8. Hal ini Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran memberi dampak positif terhadap semangat dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Pembahasan Temuan dalam penelitian ini mengonfirmasi bahwa program asistensi implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan ruang nyata bagi mahasiswa calon guru untuk mengembangkan kompetensi secara Proses pembelajaran yang dialami mahasiswa kontekstual, di mana mereka tidak hanya memahami teori mengajar, tetapi juga belajar menghadapi situasi riil di kelas. Hal ini selaras dengan pendapat Mariyono, . pengalaman langsung di sekolah mampu membentuk keterampilan reflektif dan adaptif mahasiswa secara lebih optimal daripada pembelajaran teoritis semata. Lebih lanjut, pembelajaran dalam konteks pendidikan vokasional seperti SMK menuntut pendekatan pengajaran yang tidak hanya kognitif, tetapi juga praktis dan aplikatif. Mahasiswa yang mengikuti asistensi mengajar di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara tidak hanya dituntut mengajar teori, tetapi juga harus memahami orientasi praktik dari tiap mata pelajaran kejuruan yang mereka ampu. Hal ini mendorong mereka untuk berpikir kreatif dalam merancang pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja. Penyesuaian ini merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan seperti yang dikemukakan Hamid, . Eka Septianti Laoli bahwa guru profesional adalah mereka pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan konteks sosialnya. Temuan penelitian ini juga sejalan dengan studi Herianto dkk. , . yang mahasiswa dalam kegiatan asistensi mengajar membentuk relasi kolaboratif yang memperkaya pengalaman baik bagi mahasiswa maupun guru pamong. Dalam konteks ini, mahasiswa di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara juga mengalami proses interaksi dua arah yang mendorong pertukaran pengalaman dan ide-ide baru di ruang kelas. Mahasiswa belajar dari guru senior, sementara guru juga mendapatkan tambahan tenaga dan pembaruan semangat dari kehadiran mahasiswa. Kendati demikian, pelaksanaan program asistensi mengajar tidak luput dari tantangan. Temuan menunjukkan bahwa koordinasi awal antara pihak universitas dan sekolah belum berjalan Beberapa mahasiswa mengaku kurang memahami tujuan dan mekanisme teknis kegiatan pada awal penempatan, sehingga memerlukan waktu adaptasi yang cukup lama. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan program perlu diperbaiki agar mahasiswa memiliki kesiapan yang matang sebelum terjun ke Selain itu, terdapat kendala adaptasi terhadap kultur kerja sekolah, terutama dalam disiplin administrasi dan Meski begitu, secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa program asistensi mengajar di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara dapat dikatakan berhasil dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa calon guru. Program ini menjadi wahana belajar yang Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan konkret dan relevan dengan tantangan Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi mengalami proses pembelajaran sebagai guru secara utuh, mulai dari merancang, melaksanakan, mengevaluasi, hingga Pembelajaran autentik seperti inilah yang diharapkan oleh kebijakan MBKM, yakni menjembatani kesenjangan antara teori di kampus dengan praktik di lapangan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa implementasi program asistensi mengajar di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Utara memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa calon pendidik, khususnya dalam aspek pedagogik, profesional, sosial, dan Melalui langsung dalam kegiatan pembelajaran, mahasiswa mampu mengembangkan keterampilan mengajar, komunikasi, serta membangun sikap tanggung jawab dan Selain itu, partisipasi aktif siswa selama kegiatan asistensi juga mengalami peningkatan, menunjukkan bahwa keberadaan mahasiswa turut menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan. Meskipun masih terdapat beberapa kendala seperti adaptasi awal dan kurangnya koordinasi awal antara pihak kampus dan sekolah, secara umum pelaksanaan program ini berjalan dengan cukup berhasil dan relevan dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan profesi guru di Oleh karena itu, disarankan agar ditingkatkan dengan memperkuat aspek berkelanjutan, dan penguatan kolaborasi Eka Septianti Laoli antara perguruan tinggi dan sekolah mitra guna menghasilkan calon pendidik yang profesional, adaptif, dan kontekstual. DAFTAR PUSTAKA