AHMAR METAKARYA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Available online at: http://journal. id/index. php/AMJPM Vol. No. Februari 2023. Halaman 54-59. p-ISSN 2807-3797 e-ISSN 2807-3576 Relawan Aksi Peduli Gempa Mamuju - Majene Kecamatan Tappalang Sulawesi Barat Tahun 2021 Muhammad Basri*1. Kistan1. Najman1 1Akademi Keperawatan Batari Toja Watampone. Bone. Sulawesi Selatan. Indonesia * E-mail: basrimuhammadiyah@gmail. Received: 26 Oktober 2022 Accepted: 13 Januari 2023 Published: 28 Februari 2023 Abstract The earthquake is a shaking or vibration of the ground that can occur due to the movement of the earth's crust or the earth's plates. The earthquake that occurred in Majene-Mamuju. West Sulawesi, became a concern along with an earthquake with a magnitude of 5. 9 Ae 6. 2 on the Richter scale with a depth of 10 KM from the center of the earthquake resulting in 107 deaths, 3 missing victims, 11124 injured victims due to collapsed buildings, 15522 houses were damaged and 472 public facilities were damaged. As a form of caring for others, utilizing their knowledge and carrying out their duties as educators, a Team of Volunteers for ManjenneMamuju Earthquake Victims was formed. The purpose of this activity is to provide moral support and help restore health after a disaster. This activity has the target of the Earthquake Victims in Tappalang District which has the highest number of injured victims which was carried out for five days starting from 22 January to 27 January 2021. The stages of this activity start from collecting donations, packing medicine and logistics, traveling to arrived at the Command Post. Logistics Distribution. Medical Examination and Wound Care after that Homecoming. According to local information. Tappalang District is the location with the highest number of From that information, the volunteer team immediately distributed the logistics that had been collected and then carried out medical check-up services, drug distribution, and modern wound care both at the post and through visits to evacuation posts, as many as five evacuation posts visited by the volunteer team, namely Evacuation Command Centers in Bela Village. Takandaeng Village. Kopeang Village. Tampalang Village and Ta'an Village 35 Victims of mild to moderate injuries who were found at the Evacuation Command Center were immediately treated for Modern Wounds. Keywords: Volunteers. Earthquake. Majene-Mamuju. West Sulawesi. Abstrak Gempa adalah guncangan atau getaran tanah yang bisa saja terjadi karena adanya pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi. Gempa yang terjadi di Majene-Mamuju Sulawesi Barat menjadi sebuah keprihatinan bersama gempa dengan kekuatan 5,9 SR Ae 6,2 SR dengan kedalaman 10 KM dari Pusat Gempa mengakibatkan 107 korban meninggal, 3 korban hilang, 11124 korban luka-luka akibat reruntuhan bangunan, 15522 rumah rusak dan 472 Fasilitas umum Rusak. Sebagai wujud kepedulian sesama, memanfaatkan ilmu yang dimiliki dan melaksanakan tugas sebagai tenaga Pendidik maka dibentuk Tim Relawan Korban Gempa Manjenne-Mamuju. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan dukungan moral dan membantu pemulihan kesehatan setelah bencana. Kegiatan ini memiliki sasaran masyarakat Korban Gempa yang berada di Kecamatan Tappalang yang memiliki jumlah korban luka-luka terbanyak yang dilakukan selama lima hari dimulai tanggal 22 Januari sampai 27 Januari Tahun 2021. Tahapan kegiatan ini dimulai dari pengumpulan donasi. Pengemasan Obat dan Logistik. Perjalanan sampai tiba ke Posko. Distribusi Logistik. Pemeriksaan Kesehatan dan Perawatan Luka setelah itu Kepulangan. Kecamatan Tappalang menurut Informasi daerah tersebut merupakan lokasi dengan jumlah korban terbanyak. Dari Informasi itu. Tim relawan langsung menstribusikan logistic yang telah dikumpulkan kemudian melakukan pelayanan pemeriksaan kesehatan, pembagian obat, dan perawatan luka modern baik yang datang di posko maupun dengan cara melalui Basri. Kistan. , & Najman. Relawan Aksi Peduli Gempa Mamuju-Majene Kecamatan Tappalang Sulawesi Barat Tahun Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2 . , 54-59. kunjungan ke posko pengungsian, sebanyak lima Posko Pengungsian yang di kunjungi oleh Tim relawan yaitu Posko Pengungsian Desa Bela. Desa Takandaeng. Desa Kopeang. Desa Tampalang dan Desa TaAoan 35 Korban luka-luka dari yang ringan sampai sedang yang ditemukan di Posko Pengungsian segera dilakukan perawatan Luka Modern. Kata Kunci: Relawan. Gempa. Majene-Mamuju. Sulawesi barat. PENDAHULUAN Bencana Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (Pemerintah RI, 2. Salah satu jenis bencana yang rawan terjadi di Indonesia adalah Gempa. Data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, lebih dari 10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat (Arnold, 2. Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari bawah permukaan secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi. Selain itu gempa bumi juga bisa disebabkan oleh letusan gunung api (Nur, 2. Gempa bumi juga bisa diartikan sebagai suatu peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak Frekuensi gempa bumi di suatu wilayah mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo. Kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3 magnitudo atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besarnya 7 kali lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa (Christanto. Rahardja, & Setiyono, 2. Gempa bumi adalah bencana alam dengan dampak yang paling berbahaya dan mengakibatkan korban jiwa dan kehilangan materi paling banyak (Glass et al. , 1. Data dalam 10 tahun terakhir gempa bertanggungjawab terhadap 35. 174 kematian. Gempa juga menjadi penyebab kerugian ekonomi yang lebih besar dibandingkan badai dan banjir yaitu sebesar 45,8 juta US Dollar (Kishore et al. , 2. Jumlah kejadian gempa dari data BNPB mulai 01 Januari 2018 sampai 30 Desember 2020 tercatat sebanyak 155 Peristiwa gempa yang terjadi di Indonesia. Tepat diawal tahun 2021 kembali terjadi Gempa dengan kekuatan 5,9 SR Ae 6,2 SR dengan kedalaman 10 KM dari Pusat Gempa di Sulawesi barat tepatnya Majene-Mamuju yang mengakibatkan sebanyak 107 korban meninggal, 3 korban hilang, 11124 korban luka-luka tepatnya di Majene, 15522 rumah rusak dan 472 Fasilitas Rusak (BNPB, 2. Berdasarkan analisa situasi Pemilihan titik lokasi Pengabdian adalah melihat dari kondisi wilayah daerah tersebut yaitu merupakan daerah yang menjadi pusat gempa sehingga banyak menimbulkan korban terluka akibat rereuntuhan dari gempa tersebut. Kebutuhan akan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk mendukung penanganan korban bencana ditambah dengan logistic yang perlu untuk disitribusikan agar memenuhi kebutuhan korban untuk sementara. Lokasi Desa Tappalang melalui Informent terdapat beberapa permasalahan yang muncul sehubungan dengan kondisi kesehatan Korban Bencana gempa. Seperti Penyakit Non Trauma yaitu: Penyakit ISPA. Mialgia. Demam. Diare, dan Urtikarua (Utami, 2. dan Jenis Trauma Seperti Fraktur. Vulnus Laseratum atau Luka Robek akibat tertimpa reruntuhan bangunan (Sudaryo, 2. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa di kabupaten Majene-Mamuju Sulawesi Barat. METODE DAN PELAKSANAAN Kegiatan ini merupakan pengabdian masyarakat di Desa Tappalang Kabupaten Mamuju yang dilakukan oleh 3 Tenaga Pendidik, 3 Alumni dan 1 Mahasiswa Akademi Keperawatan Batari Toja Watampone dengan sasaran korban gempa yang berada di Wilayah kerja Puskesmas Tappalang yang terdiri dari 5 Posko Pengungsian yang berada Desa Bela. Desa Takandaeng. Desa Kopeang. Desa Tampalang dan Desa TaAoan dengan jumlah Sasaran 35 KK. Kegiatan ini dilakukan selama 5 hari dari tanggal 22 Januari 2021 sampai 27 Januari 2021, adapun tahapan yang dilakukan Tim adalah sebagai berikut: Pengumpulan Donasi Untuk Pembiayaan kegiatan pengabdian ini. Tim mengumpulkan Donasi sebesar Rp. 000 (Lima Juta Rupia. Persiapan dan Pengemasan Logistik Obat, sebako dan alat/ bahan perawatan luka Donasi kemudian dibelanjakan untuk keperluan logistik sembako dan obat-obatan seperti beras, mie instan. Air mineral, roti, susu bayi, popok bayi, daster dan pembalut wanita. Selain itu, untuk membantu korban luka-luka akibat reruntuhan bangunan tim juga mempersiapkan kasa steril, plester, gunting. Nacl. Akuades, balutan dan salep Perjalanan dan Posko Tim Berangkat sekitar Pukul 10. 00 WITA menggunakan kendaran mini bus melalui jalur darat dengan melalui beberapa kabupaten seperti kabupaten sidrap, kabupaten Pinrang sampai kepada jalur poros Kabupaten Majene sebelum sampai ke Posko Desa Tappalang. Gambar 1. Persiapan Keberangkatan Gambar 2. Hari Pertama tiba di Posko Lokasi Gempa Desa Tappalang bersama Kepala Puskesmas Tappalang. Tim Ikram Bauk Wound Care dan Dosen Akper Batari Toja. Basri. Kistan. , & Najman. Relawan Aksi Peduli Gempa Mamuju-Majene Kecamatan Tappalang Sulawesi Barat Tahun Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2 . , 54-59. Distribusi Logistik Pemberian Donasi berupa logistic yang telah dikumpulkan relawan kepada masyarakat yang terdampak Gempa. Pemeriksaan Kesehatan dan Perawatan Luka Pelaksanaan Kegiatan ini dibagi menjadi tiga tim masing-masing tim terdiri dari 5 relawan yang dibagi kebeberapa titik pengungsian di wilayah kerja Puskesmas Tappalang menggunakan kendaraan mobil dan berjalan kaki sesuai medan yang akan dilalui dimulai 00 WITA sampai 16. 00 WITA dengan membawa alat-alat seperti: Stetoskop. Pengukur tekanan Darah, thermometer, obat-obatan dan alat perawatan luka modern. Kepulangan Tim meninggalkan Posko Desa Tappalang jam 09. 00 WITA pada tanggal 27 Januari 2021. Pengumpulan Donasi Persiapan & Pengemasan Distribusi Donasi Kunjungan Posko Pengungsian Pembagian Tim Kesehatan & Perawatan Luka Gambar 3. Alur Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Saat bencana terjadi kebutuhan akan logistic dan Penanganan serta perawatan kesehatan korban menjadi sangat penting diperhatikan (BNPB, 2. Data BNPB menyebutkan bahwa di Kabupaten Mamuju terdapat 96 korban meninggal, sebanyak 11. 423 rumah masyarakat rusak dan sebanyak 290 Fasilitas umum rusak. Sedangkan, di Kabupaten Majene terdapat 11 Korban meninggal, sebanyak 3 orang hilang, sebanyak 11. 124 korban terluka, sebanyak 4099 Rumah warga rusak dan sebanyak 15. 522 Fasilitas umum rusak (BNPB, 2. Pada hari pertama tiba di lokasi tim segera lakukan pemberian donasi kepada masyarakat yang diwakili oleh Kepala Puskesmas Tappalang yang juga menjadi Penanggung jawab Posko di Kecamatan Tappalang yang nantinya akan di distribusikan untuk korban Gempa. Setelah itu. Tim Langsung melayani Korban yang datang di Posko dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat yang tersedia di Posko Induk. Setelah itu. Tim melakukan kunjungan dengan berjalan kaki di Posko-posko pengungsian yang berada di sekitar Posko Tappalang sebanyak 13 KK di temukan meninggalkan rumah mereka karena dalam keadaan rusak dan masih trauma dengan kejadian gempa. Gambar 4. Serah Terima Donasi Logistik dengan Kepala Puskesmas Tappalang Kabupaten Mamuju Gambar 5. Pemeriksaan kesehatan di Posko Pengungsian dan Pemeriksaan di Posko Induk Desa Tappalang Gambar 6. Perjalanan Menuju Posko Pengungsian dan Wawancara dengan salah satu Korban yang berada di Posko Pengungsian Desa Kopeang. Dari 5 Posko Pengungsian yang dikunjungi selama berada di Lokasi Gempa yaitu Posko Pengungsian Desa Bela. Desa Takandaeng. Desa Kopeang. Desa Tampalang dan Desa TaAoan 35 Korban luka-luka yang ditemukan di Posko Pengungsian segera dilakukan perawatan Luka Modern. Gambar 7. Salah satu Korban Gempa yang diberikan perawatan Luka Basri. Kistan. , & Najman. Relawan Aksi Peduli Gempa Mamuju-Majene Kecamatan Tappalang Sulawesi Barat Tahun Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2 . , 54-59. KESIMPULAN Kegiatan yang dilakukan oleh Tim relawan dapat disimpulkan bahwa Bantuan Donasi yang terkumpul sebesar Rp. 000 kemudian dana tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan sembako dan obat yang dikemas kemudian diserahkan kepada Kepala Puskesmas Tappalang untuk kemudian dibagikan secara merata kepada korban yang mengungsi disekitaran Wilayah kerja Puskesmasnya, tim Relawan Akademi Keperawatan Batari Toja tiba di lokasi tujuh hari setelah kejadian gempa di Kabupaten Mamuju. Hal ini dikarenakan pada moment tersebut suasana di Wilayah gempa sudah mulai fase Recovery dimana sasaran tim adalah korban yang terdapat luka robek, benturan dan trauma psikologis pada anak-anak, sebanyak 35 Korban Gempa yang terdapat luka robek yang tim temukan dan dilakukan perawatan luka dimana masing-masing luka bervariasi dari luka ringan dan sedang dari 5 Titik Lokasi Pengungsian korban gempa yang berada di Wilayah kerja Puskesmas Tappalang Kabupaten Mamuju. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kepada Kepala Puskesmas Tappalang Kabupaten Mamuju Ibu Ns. Rahmawati. Kep beserta jajarannya yang telah memberikan ijin untuk masuk dalam Tim membantu korban gempa di Wilayah kerjanya dan kepada Tim Ikram Wound Care Center dan kawan-kawan yang telah banyak membantu dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, selain itu kepada donatur yang tidak bisa kami sebut satu persatu dalam tulisan ini. Semoga kegiatan ini bernilai Ibadah dan kita semua dibalas dengan kebaikan oleh Allah SWT. DAFTAR PUSTAKA