Journal of Accounting and Digital Finance , 5. , 2025, 271-287 Available at: https://journal. id/index. php/jadfi EISSN: 2776-639X Menelusuri hubungan antara kebijakan dividen, rasio keuangan, dan return saham: Studi pada perusahaan penerbit obligasi syariah Cindy Wahyu Candra Agustin. Mohammad Rofiuddin* Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Universitas Islam Negeri Salatiga. Indonesia Korespondensi . -mail: mohammad. rofiuddin@uinsalatiga. Abstract As the era progresses, competition in the business world has become increasingly intense, driving companies to formulate appropriate strategies to ensure sustainable growth and maintain competitiveness. However, during expansion, companies often face various challenges, among them the most critical: funding constraints. These conditions encourage companies to seek alternative capital sources, including through capital market investments, to achieve optimal returns for shareholders. This study aims to analyze the effects of the Dividend Payout Ratio (DPR). Price-Earnings Ratio (PER), and Current Ratio (CR) on stock This research employs a quantitative approach, using secondary data from the Jakarta Islamic Index (JII. , and applies a purposive sampling technique based on specific financial The results show that the Dividend Payout Ratio has a positive and significant effect on stock returns, the Price-Earnings Ratio has no significant effect, and the Current Ratio has a negative and significant impact on stock returns. These findings indicate that dividend policy and company liquidity levels play an essential role in influencing investor confidence and investment decisions. Keywords: Dividend Payout Ratio. Price Earnings Ratio. Current Ratio. Stock Return. Sharia Bonds Abstrak Seiring dengan perkembangan zaman, persaingan dalam dunia bisnis menjadi semakin ketat, mendorong perusahaan untuk merumuskan strategi yang tepat guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menjaga daya saing. Namun, dalam proses ekspansi, perusahaan sering menghadapi berbagai tantangan, salah satunya yang paling krusial adalah keterbatasan pendanaan. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk mencari sumber modal alternatif, termasuk melalui investasi di pasar modal, guna memperoleh tingkat pengembalian . yang optimal bagi para pemegang saham. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dividend Payout Ratio (DPR). Price Earnings Ratio (PER), dan Current Ratio (CR) terhadap return saham. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Jakarta Islamic Index (JII. serta menerapkan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria keuangan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dividend Payout Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Price Earnings Ratio tidak berpengaruh signifikan, sedangkan Current Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan dividen dan tingkat likuiditas perusahaan memiliki peran penting dalam memengaruhi kepercayaan investor serta pengambilan keputusan investasi. Kata kunci: Dividend Payout Ratio. Price Earnings Ratio,Current ratio,Return saham. Obligasi Syariah. How to cite: Agustin. , & Rofiuddin. Menelusuri hubungan antara kebijakan dividen, rasio keuangan, dan return saham: Studi pada perusahaan penerbit obligasi Journal Accounting Digital Finance, 5. , 271Ae287. https://doi. org/10. 53088/jadfi. Copyright A 2025 by Authors. this is an open-access article under the CC BY-SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 272 Pendahuluan Seiring berjalanya era yang kian maju dan berkembang, kompetisi dibidang dunia bisnis pun semakin ketat. Tentu hal ini mendorong perusahaan yang berdiri untuk berlomba-lomba bagaimana dalam menentukan strategi yang tepat demi kemajuan Perusahaan yang berdiri pasti menginginkan keuntungan yang besar baik dari penjualan produknya maupun hasil dari keuntungan investasi. Hal ini dimaksudkan agar keuntungan tersebut dapat digunakan bagi kelangsungan operasional perusahaan. Maka dari itu, perusahaan akan selalu berusaha meningkatkan keuntungan yang diperoleh demi mendanai aktivitas serta mengembangkan perusahaanya. Namun, dalam proses ekspansi atau mengembangkan usahanya perusahaan sering dihadapkan oleh berbagai macam Satu diantara lainya adalah kendala pada pemenuhan kebutuhan urusan Pada kondisi tersebut yang membuat perusahaan untuk berupaya mencari sumber pendanaan dari berbagai pihak seperti pihak eksternal yaitu melalui pasar modal. Menurut Kennedy . pasar modal sendiri memiliki fungsi yang krusial dalam Peran tersebut sangat besar bagi perekonomian suatu negara sebab pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi serta fungsi keuangan. Peran pasar modal diantaranya ialah menjadi tempat memperoleh sumber pendanaan bagi pihak yang membutuhkan dana dan juga sebagai tempat berinvestasi oleh berbagai pihak dalam bentuk instrumen keuangan. Seperti obligasi, reksadana, saham, serta surat berharga lainya. Pasar modal juga digunakan sebagai tempat dalam melakukan investasi berbentuk sekuritas dengan harapan untuk memperoleh laba tertentu sesuai dengan apa yang sudah diinvestasikan sebelumnya. Salah satu hal penting yang menjadi harapan di masa mendatang oleh perusahaan dalam berinvestasi saham sebenarnya ialah untuk memperoleh return (Devi & Artini, 2. Return ialah hasil atau laba yang dihasilkan dari adanya suatu investasi. Return saham ada dua yaitu capital gain dan dividen. Selisih antar harga beli saham dan harga jual saham disebut capital gain. Sedangkan laba perusahaan yang akan dibagikan kepada pemegang saham menjadi hak kepemilikianya disebut dividen. Investor dapat memanfaatkan return untuk membandingkan keuntungan yang diharapkan dengan keuntungan yang sebenarnya (Delia & Sidik, 2. Pada realitanya, return yang diperoleh akan selalu mengalami fluktuasi setiap saat. Maka dari itu, seorang investor yang ingin menginvestasikan sahamnya perlu memperhatikan beberapa aspek dan melakukan analisis terlebih dahulu (Christian et , 2. Supaya investor mampu mendapatkan keuntungan yang diharapkan atas investasinya, maka invetor perlu mempertimbangkan aspek penting ketika menanamkan modalnya baik keuangan maupun tidak. Setelah itu, investor memberikan keputusan yang tepat untuk menentukkan apakah dari investasi tersebut dapat memperoleh return yang telah diharapkan atau tidak. Banyaknya permintaan dan penawaran dari investor sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya harga suatu saham. Return yang semakin besar akan menambah keuntungan dan penghasilan seorang investor dalam berinvestasi. Return saham perusahaan yang Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 273 sering tinggi disetiap periodenya menjadi motivasi para investor untuk berinvestasi, karena hal tersebut menjadi harapan bagi investor untuk dapat memperoleh keuntungan yang besar dalam jumlah yang besar. Sumber: dataindonesia. Gambar 1. Realisasi Investasi Indonesia tahun 2013-2022 Berdasarkan data yang dihimpun melalui dataindonesia. id menunjukkan bahwa realisasi investasi di Indonesia mengalami trend peningkatan seiap tahunya. Terlihat pada grafik realisasi investasi meningkat sebesar 9% pada tahun 2021, dibandingkan tahun 2020 dengan capaian Rp. 826,3 triliun. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menuliskan capaian realisasi atas investasi pada tahun 2022 yaitu 1. triliun telah melebihi target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebebesar Rp. 200 triliun. Terdapat banyak instrumen investasi didalam pasar modal Indonesia, selain instrumen konvensional juga terdapat instrumen yang berprinsip syariah. Instrumen investasi berdasar syariah yangsaat ini populer di pasar modal Indonesia yaitu sukuk atau biasa disebut obligasi syariah. Pertumbuhan obligasi syariah atau sukuk hingga kini semakin pesat yang dikarenakan perbedaanya dengan obligasi konvensional dengan mempunyai keunggulan tersendiri. Beberapa dari keunggulanya kemungkinan dari bagi hasil yang diperoleh lebih tinggi dan lebih terjamin sebab membiayai proyek yang propektif. Namun jika terjadi kerugian, pemegang obligasi tetap memperoleh Obligasi syariah mengacu pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 32/DSN-MUI/IX/2002 merupakan surat berharga berjangka panjang yang berdasar pada prinsip syariah oleh perusahaan yang dikeluarkan kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten membayar pendapatan kepada pemegang obligasi berupa margin atau biasa disebut dengan bagi hasil dan membayarkan kembali dana obligasi tersebut pada saat jatuh tempo. Berawal diterbitkanya obligasi syariah . di pasar modal Indonesia pada tahun 2002 terus menerus mengalami perubahan. Perubahan tersebut terlihat karena adanya peningkatan pada perusahaan yang mulai banyak menerbitkan sukuk dari tahun ke tahun (Rosmayanti, 2. Berikut trend peringkat penerbitan sukuk korporasi di Indonesia dari tahun 2019 - 2022. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 274 Sumber data: Otoritas Jasa Keuangan 2022 Gambar 2. Perkembangan penerbitan sukuk korporasi Dilihat dari diagram garis pada Gambar 2 memperlihatkan bahwa jumlah perkembangan penerbitan sukuk korporasi dari tahun 2018 hingga tahun 2022 terus menerus mengalami peningkatan. Hal tersebut memberikan simbol bahwa instrumen keuangan syariah dapat dikatakan sebagai penopang kebutuhan pembiayaan Pada pasar modal syariah, obligasi atau efek yang diperdagangkan haruslah efek syariah. Penerbitan efek tersebut dilakukan dengan cara yang harus mengikuti prinsip-prinsip syariah. Jika suatu perusahaan menerbitkan obligasi syariah, maka dapat meningkatkan utang jangka panjang emiten dan sistem modal pun akan Namun, adanya hutang ini dapat berartikan negatif ataupun positif bagi investor lain atau bagi pasar. Informasi penerbitan bernilai positif bila obligasi syariah yang diterbitkan berisi informasi yang baik bagi investor. Dari penerbitan obligasi syariah baik informasi positif maupun negatif, maka akan memiliki dampak pada return saham perusahaan. Menurut Sesunan . apabila investor memberikan pandangan positif terhadap penerbitan obligasi syariah, maka return saham suatu perusahaan akan meningkat sejalan dengan naiknya harga saham. Begitu pula sebaliknya, apabila investor memberikan pandangan negatif, maka return saham akan menyusut bersamaan dengan turunnya harga saham perusahaan. Investasi merupakan bentuk penanaman aset satu atau lebih dari aset yang dimiliki saat ini yang diharapkan dapat memberikan keuntungan atau return kedepanya dengan jangka waktu panjang (Ferennita et al. , 2. Sebelum berinvestasi, investor harus memastikan apakah modal yang diinvestasikannya dapat menghasilkan return yang telah diharapkan bahkan lebih, dengan mengetahui bagaimana kinerja Semakin tinggi return yang diharapkan maka semakin tinggi risiko yang harus dihadapi, begitu juga sebaliknya. Karena return tersebut sulit untuk diprediksi. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 275 maka investor perlu mengantisipasi dengan menganalisis ataupun melakukan penelitian terlebih dahulu terhadap saham yang akan dipilihnya. Hal ini berkaitan dalam menentukan kebijakan investasi untuk dapat memilih keputusan investasi yang sesuai dengan keuntungan yang diharapkan serta dapat meminimalisasi risiko yang dihasilkan. Suatu kinerja perusahaan, dapat dinilai melalui laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan disetiap periodenya. Investor perlu menganalisis kondisi perusahaan terlebih dahulu hasil inverstasi memberikan return yang baik serta dapat meminimalkan resiko yang akan terjadi. Analisis tersebut dapat dilakukan dengan suatu metode analisis. Dengan adanya analisis akan berguna bagi investor untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan tersebut apakah dalam kondisi yang baik atau sebaliknya. Agar nantinya tidak menimbulkan kerugian yang memperburuk kondisi perusahaan dikemudian hari (Suhara et al. , 2. Menurut Sari & Hidayat, . mengartikan bahwa dalam memprediksi return saham dapat menggunakan analisis fundamental kondisi keuangan dan ekonomi perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Saham dikatakan baik bila saham tersebut memungkinkan memiliki prospek yang cukup baik dimasa mendatang, maka dari itu nilai saham akan menjadi lebih tinggi. Rasio keuangan berguna dalam membantu investor mengenali apa saja kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan. Analisis dapat dilakukan berdasarkan dari laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan berisi catatan terkait informasi keuangan perusahaan dalam periode akuntansi tertentu. Dari informasi laporan keuangan perusahaan tersebut, investor akan memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk kemudian digunakan dalam memperkirakan kondisi keuangan perusahaan. Dalam hal ini rasio yang digunakan untuk menganalisis adalah dividend payout ratio, price earnings ratio, dan current ratio. Dividend Payout Ratio (DPR) adalah laba atau keuntungan bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham oleh suatu perusahaan dengan jumlah sesuai ketentuan perusahaan tersebut (Amri & Ramdani, 2. Penelitian ini menggunakan dividend payout ratio karena rasio ini akan menggambarkan berapa jumlah laba bersih perusahaan yang akan diperoleh sehingga dapat membayarkan dividen kepada investor (Novius, 2. Kebijakan deviden sangat berpengaruh terhadap kepercayaan investor dalam mengaharapkan return. Karena dapat menimimalkan ketidakpastian investor dalam menanamkan dananya. Perusahaan yang ingin mempertahankan investor untuk terus berinvestasi perlu memberikan kesejahteraan kepada investornya. Salah satunya yakni dalam bentuk pembagian dividend disetiap Semakin banyak nilai dividend payout ratio, semakin besar perusahaan dapat membagikan dividen. Beberapa penelitian terdahulu menyatakan hasil bahwa dividend payout ratio memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham (Mirayani et al. , 2. Para investor akan memperoleh kepastian dari pembagian dividen yang lebih baik atas Hal itu yang mampu meningkatkan permintaan atas saham tersebut, sehingga berpengaruh pada harga saham yang meningkat, serta berdampak pada return yang positif. Namun hasil tersebut bertolak belakang dengan hasil penelitian Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 276 yang dilakukan oleh Christian et al. yang menyatakan bahwa dividend payout ratio tidak tidak berpengaruh siginifikan dan negatif terhadap return saham. Price earnings ratio (PER) mencerminkan penilaian pemodal terhadap pengembalian saham dimasa mendatang. Rasio ini mencerminkan berapa besar investor menilai harga saham terhadap kelipatan dari earning. Kebanyakan dari investor menjadikan harga saham sebagai bahan pertimbangan untuk membeli suatu PER menjadi salah satu indikator fundamental karena dapat memudahkan dalam perhitungan nya. Terdapat tiga alasan yang mendasari penggunaan PER. Penggunaan PER dilakukan kaerna memiliki tiga alasan yang pertama. PER dapat mengestimasi nilai intrinsik suatu saham. Kedua, return atau keuntungan yang diberikan dibayarkan dari earning. Ketiga, terdapat perubahan hubungan antara earning dengan harga saham (Devi & Artini, 2. Semakin tinggi harga suatu saham perusahaan, maka investor akan menganggap bahwa kinerja perusahaan tersebut memanglah baik. Semakin tinggi nilai PER yang dimiliki perusahaan, maka semakin meningkat harga saham begitupun return sahamnya juga akan meningkat. Hasil penelitian terdahulu yang tidak konsisten seperti yang dilakukan oleh (Nazulaikah, 2. membuktikan bahwa variabel price eanring ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Sedangkan (Simanjuntak et al. , 2. melakukan penelitian dengan hasil price eanring ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Selain DPR dan PER, investor juga dapat menggunakan current ratio (CR) untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Current ratio (CR) menjadi salah satu rasio yang digunakan untuk memprediki perusahaan atas kemampuanya dalam memenuhi kewajiban hutang jangka pendeknya dengan aktiva lancar yang dimiliki (Hasanudin, 2. Dalam hal ini, curent ratio digunakan untuk mengetahui apakah perusahaan yang telah menerbitkan obligasi syariah dalam beroperasi mampu membayarkan kewajibanya pada waktu yang telah ditentukan. Cara ini dilakukan berdasarkan pertimbangan antara aset yang dimiliki dengan kewajiban yang harus dibayar perusahaan. Nilai current ratio yang meningkat mencerminkan bahwa semakin lancar . suatu perusahaan. Cara investor dalam menilai kredibilitas suatu perusahaan salah satunya adalah dengan nilai likuid yang tinggi ,dimana return saham juga akan meningkat. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengkaji mengenai pengaruh current ratio (CR) terhadap return saham. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Widiana & Yustrianthe, 2. menyatakan hasil yaitu variabel likuditas dengan proksi current ratio memiliki pengaruh positif terhadap Return Saham. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Alfian & Indah, 2. memberikan hasil bahwa variabel likuiditas dengan proksi current ratio tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return Hal tersebut yang mendorong penulis menggunakan variabel current ratio sebagai salah satu variabel independen dalam penelitian ini, karena masih terdapat perbedaan hasil dari penelitian sebelumnya. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 277 Dari banyaknya saham yang ada salah satu saham yang saat ini banyak diminati oleh investor adalah saham yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index(JII). Saham yang tergabung dalam kriteria Jakarta Islamic Index (JII) merupakan saham yang pada aktivitas operasionalnya tidak terdapat unsur riba dan permodalanya bukan lebih banyak dari hutang . id, 2. Mengacu pada hal itu, maka penelitian ini mengkhususkan analisis saham yang tergabung pada perusahaan yang telah menerbitkan obligasi syariah di Jakarta Islamic Indeks (JII) 70. Berdasarkan paparan latar belakang yang telah diuraikan, keuntungan investasi atau return yang diperoleh memiliki banyak faktor yang menyebabkan fluktuasi atau perubahan berupa kenaikan dan penurunan. Selain itu, hasil penelitian terdahulu dengan hasil yang berbeda-beda dan tidak konsisten antara penelitian satu dengan penelitian lainya. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui lebih dalam terkait bagaimana pengaruh dividend payout ratio, price earnings ratio, dan current asset terhadap return saham. Maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dividend payout ratio (DPR), price earnings ratio (PER), dan current ratio (CR) terhadap return. Tinjauan Pustaka Dividend Payout Ratio (DPR) dan Return Saham Dividend Payout Ratio adalah jumlah pendapatan yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebagai dividen dalam bentuk persentase (Djauhari & Supratin. DPR menggambarkan bagian pendapatan yang akan diterima investor sebagai Selain hal yang tidak dibayarkan kepada investor akan dikembalikan ke Pemberian deviden dilakukan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Dividen yang dibayarkan berupa cash devidend yaitu uang tunai dalam jumlah tertentu untuk setiap saham. Adapula yang diberikan berupa stock devidend yaitu pemberian devidend sejumlah saham sehingga saham yang dimiliki investor menjadi bertambah. Apabila jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham semakin tinggi, maka semakin rendah laba yang ditahan perusahaan. Artinya, perusahaan memang mengalokasikan keuntungan kepada para pemegang sahamya. Namun sebaliknya, jika rasio ini memiliki nilai yang semakin rendah, maka perusahaan menggunakan sebagian dari laba bersih yang dimiliki untuk mendanai kebutuhan internal perusahaan. Berdasarkan teori sinyal . ignal theor. menyatakan bahwa dividen menjadi sinyal bagi perusahaan yang ditunjukkan dalam return saham. Jika terjadi kenaikan dividen, pasar akan bereaksi positif karena rasio pembayaran dividen yang tinggi akan berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Investor juga mungkin memiliki kejelasan tentang pembagian dividen akibat hal ini. Akibatnya. DPR yang tinggi menarik perhatian investor karena menunjukkan bahwa suatu perusahaan mampu menghasilkan pendapatan yang unggul dan tingkat prediktabilitas yang tinggi (Nisa. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian terdahulu oleh Hermanto dan Ibrahim . memberkan hasil yakni Dividend Payout Ratio memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Karena perusahaan yang mempunyai tingkat DPR Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 278 besar akan meningkatkan nilai suatu saham. Sementara para investor dapat memperoleh kepastian dalam hal pembagian dividen atas aset yang diinvestasikanya. Sehingga, hal tersebut yang akan berpengaruh pada peningkatan permintaan saham yang kemudian menjadikan harga saham naik serta berimbas pada pengembalian yang positif. H1 : Dividend Payout Ratio berpengaruh positif signifikan terhadap return saham Price Earnings Ratio (PER) dan Return Saham Price Earnings Ratio (PER) sebagai salah satu metode dalam memutuskan nilai intrinsik suatu saham (Mirayani & Kepramareni, 2. Jika nilai pasar dari saham lebih rendah daripada nilai intrinsiknya, artinya saham itu dapat dikatakan undervalued dan artinya layak untuk dibeli. Sedangkan, apabila nilai pasar suatu saham lebih tinggi daripada nilai intrinsik atau nilai sesungguhnnya, artinya saham tersebut dapat dikatakan overvalued dan artinya layak untuk dijual. Dengan begitu, investor dapat memperkirakan saat bagaimana perusahaan harus menjual atau membeli sahamnya dengan keuntungan yang didapatkan dari selisih harga. Ketika nilai PER suatu perusahaan terus meningkat, maka harga yang dibayarkan pemegang saham untuk setiap lembar saham perusahaan tersebut seringkali juga akan terus meningkat. Peringkat PER yang tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan telah dikontribusikan. Hipotesis sinyal yang menjelaskan mengapa bisnis yang tidak membiayai dirinya sendiri melalui penerbitan saham baru memiliki prospek yang kuat adalah sumber dari gagasan ini. Jika perusahaan mempunyai nilai PER yang tinggi, maka investor akan semakin termotivasi untuk memperoleh tingkat pengembalian yang tinggi dari investasinya. Hal ini disebabkan karena investor mempunyai kecenderungan untuk lebih memilih perusahaan dengan nilai PER yang tinggi dalam melakukan investasi (Jitmaneeroj, 2. Pernyataan tersebut dikuatkan oleh penelitian terdahulu oleh (Sinaga et al. , 2. membuktikan bahwa Price Earning Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Nilai PER yang semakin tinggi akan semakin mahal nilai kontribusinya dan semakin tinggi laba bersih per saham. Maka dari itu tingkat pengembalianya akan meningkat pula. H2: Price Earning Ratio berpengaruh positif signifikan terhadap return saham Current Ratio (CR) dan Return Saham Current Ratio (CR) mencerminkan kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi besaran kewajiban jangka pendeknya dengan semua aset lancar yang dimiliki (Putra & Rizyawati, 2. Likuiditas perusahaan yang semakin besar mengindikasikan bahwa semakin besar pula kemampuan perusahaan membayarkan kewajibanya. Sehingga investor akan lebih termotivasi untuk menanamkan di perusahaan tersebut (Hanafi & Yusra, 2. Current ratio digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh aset lancar dapat memenuhi kewajiban lancar suatu Semakin tinggi perbandingan antara aset lancar dan kewajiban lancar, maka semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Current ratio yang baik akan menggambarkan bahwa semakin likuid perusahaan tersebut. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 279 Current Ratio seringkali dijadikan sebagai alat ukur dari perhitungan likuiditas jangka pendek perusahaan dikarenakan Current ratio yang tinggi akan mengambarkan nilai baik di hadapan investor. Sehingga, perusahaan yang mempunyai tingkat likuiditas tinggi akan berpengaruh pada harga saham yang cenderung akibat permintaan yang juga samakin meningkat. Hal itu juga akan diiringi dengan kenaikan return saham. Semakin mampu perusahaan memenuhi komitmennya, semakin baik kinerjanya dan semakin kredibel perusahaan tersebut di mata calon investor. Karena investor memiliki pandangan yang baik terhadap perusahaan, maka nilainya pun semakin meningkat, yang akan diikuti dengan kenaikan harga saham dan akan berdampak pada pertumbuhan return saham perusahaan tersebut. Hal ini disebabkan investor memiliki persepsi positif terhadap perusahaan. Sejalan dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh (Sulaiman & Suriawinata, 2. menunjukkan bahwa current ratio berpengaruh positif terhadap return saham. Ketika current ratio meningkat, meggambarkan semakin likuid perusahaan tersebut. Maka dari itu, semakin efektif perusahaan dapat memenuhi komitmen langsungnya, semakin baik. Hal inilah yang nantinya dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan dari sudut pandang investor. Sehingga mampu meningkatkan kecenderungan investor untuk berinvestasi yang akan diiringi dengan peningkatan return saham. H3: Current ratio berpengaruh positif signifikan terhadap return saham Metode Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data time series yang diambil dari tahun 2019 - 2022. Sementara sumber data yang dipakai untuk mendapatkan data tersebut diperoleh dari Jakarta Islamic Indeks (JII), berupa laporan keuangan tahunan. Sementara data yang dikumpulkan dalam penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik dokumentasi. Teknik tersebut dilakukan dengan mengumpulkan dokumen seperti jurnal, laporan keuangan perusahaan, data saham yang termasuk di JII periode 2019-2022 serta kajian pustaka mengenai objek Dalam hal ini yaitu data informasi return saham pada perusahaan yang terdaftar di JII 70 tahun 2019-2022 dan telah menerbitkan obligasi syariah. Model yang digunakan untuk menganalisis variabel-variabel terkait penelitian ini yaitu dengan menggunakan model analisis regresi data panel. Data panel ini tergabung dari data runtut waktu. ime serie. ross sectio. Adapun persamaan regresi pada penelitian ini dituliskan sebagai berikut : ycIycNycAycnyc = yca yu1 yaycEycIycnyc yu2 ycEyaycIycnyc yu3 yaycIycnyc yce Keterangan: Variabel RTN menunjukkan return saham sebagai variabel dependen dalam model penelitian ini. Simbol yca merupakan konstanta, sedangkan menggambarkan koefisien regresi yang menunjukkan besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Variabel DPR (Dividend Payout Rati. merepresentasikan kebijakan dividen perusahaan. PER (Price Earnings Rati. mencerminkan nilai pasar terhadap laba perusahaan, dan CR (Current Rati. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 280 menunjukkan tingkat likuiditas perusahaan. Adapun e merupakan istilah untuk error term yang mencakup faktor-faktor lain di luar model yang dapat memengaruhi return Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian Penelitian ini menggunakan sampel berjumlah 88 perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah di JII70 Periode 2019-2022. Pada pengujian ini menggunakan periode waktu sebelumnya . Karena aktivitas investasi yang membutuhkan waktu untuk mendapatkan keuntungannya dimasa mendatang. Hal ini berkaitan dengan adanya penggunaan variabel return saham. Pada penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan pendekatan yaitu Fixed Effecct Model (FEM) karena dapat menunjukkan adanya intersep dari setiap individu yang berbeda beda dengan slop antar individu yang sama. Selanjutnya dilakukan pembobotan dengan cross section SUR pada Fixed Effect Model. Estimasi model terbaiknya adalah Seemingly Unrelated Regression (SUR). Penggunaan metode SUR dalam penelitian ini dapat mengatasi permasalahan adanya korelasi antar unit cross section. Maka dari itu, kekhawatiran terhadap masalah heteroskedastisitas dan autokorelasi menjadi tidak berarti. Penimbang GLS yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross section weight. Serta untuk mengakomodir adanya masalah cross sectional correlation maka digunakan robust coefficient covariances dengan metode cross section SUR (PCSE). Tabel 1. Hasil Regresi Data Panel Menggunakan Fixed Effect Model Variabel Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 0,386 0,0648 5,9644 0,000 DPR(-. 0,1714 0,0475 3,6089 0,000 PER(-. -0,0008 0,0016 -0,4856 0,629 CR(-. -0,1870 0,0131 -14,217 0,000 R-Squared 0,7392 Adjusted R-squared 0,5866 F-statistic 4,8443 Prob(F-statisti. 0,0000 Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil uji Normalitas yang disajaikan pada Gambar 3 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi yaitu 0,098 > 0,05. Maka dari hasil tersebut, dapat diartikan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal. Sementara uji Multikolinearitas, berdasarkan uji pada Tabel 2, diketahui nilai koefisien korelasi DPR dan PER sebesar 0, 284 < 0,8. DPR dan CR sebesar -0,212 < 0,8 , dan PER dan CR sebesar 0,139913 < 0,8. Maka, dapat disimpulkan bahwa nilai korelasi antar variabel independen tidak melebihi atau (< 0,. , artinya penelitian ini tidak terdapat adanya gejala multikolinearitas atau terbebas dari multikolinearitas. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 281 Gambar 3. Hasil Uji Normalitas Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas DPR PER 1,000000 0,284360 0,284360 1,000000 -0,212058 0,139913 DPR PER -0,212058 0,139913 1,000000 AALI - 20 AKRA - 20 ACES - 20 MPMX - 20 CPIN - 20 CTRA - 20 DMAS - 20 ICBP - 20 INDF - 20 INTP - 20 ANTM - 20 JPFA - 20 LINK NET - 20 LSIP - 20 MIKA - 20 MYOR - 20 SIDO - 20 SMGR - 20 UNVR - 20 UNTR - 20 TLKM - 20 KLBF - 20 RTN Residuals Gambar 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Dari Gambar 4. dapat dilihat bahwa residual graph dapat dilihat tidak ada yang melewati batas . dan -. , artinya varian residual sama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas atau lolos uji Uji Koefisien Determinasi (Uji R. dan Uji Simultan Mengacu pada hasil regresi dengan Fixed Effect Model pada Tabel 1, diketahui bahwa nilai Adjusted R-Square adalah sebesar 0,739. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Return saham secara simultan dapat dijelaskan oleh variabel dividend payout ratio, price earnings ratio, dan current ratio sebesar 73,93%. Sedangkan sisanya 27,17% dijelaskan oleh faktor lain diluar variabel yang diteliti. Sementara nilai F hitung sebesar 4,8443 sementara F tabel dengan tingkat signifikansi 5% adalah 2,713227. Dengan Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 282 begitu. F hitung > F tabel . ,8443 > 2,713. maka dapat disimpulkan bahwa variabel dividend payout ratio (DPR), price earning ratio (PER), dan current ratio (CR) secara bersama-sama berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan yang telah menerbitkan obligasi syariah di JII 70 periode 2019-2022. Bahwasanya variabel dividend payout ratio (DPR), price earnings ratio (PER), dan current ratio (CR) merupakan variabel yang dapat dijadikan indikator oleh investor untuk mngetahui berapa besar return yang akan diperoleh investor. Uji Hipotesis (Uji . Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji t berdasarkan pada Tabel 1 sebesar 3,609 dengan arah positif dan menghasilkan nilai prob* sebesar 0,0008 yang berarti < 0,05, maka H1 diterima. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa secara parsial dividend payout ratio (DPR) berpengaruh signifikan terhadap return saham pada perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah. Sementara itu pada variabel price earnings ratio diperoleh nilai koefisien negative, denga nilai prob* yaitu 0,6298 yang berarti > 0,05. Maka dapat diartikan bahwa H2 ditolak. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa PER berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return Adapaun variabel current ratio diperoleh nilai koefisien negatif dan mendapatkan nilai prob* yaitu 0,0000 artinya kurang dari 0,05. Maka dapat diartikan bahwa H3 penelitian ditolak. Pembahasan Pengaruh dividend payout ratio terhadap return saham Berdasarkan hasil pengujian dapat dijelaskan bahwa dividend payout ratio memiliki pengaruh yang positif terhadap return saham pada perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah. Maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi nilai dividend payout ratio yang dibagikan, akan semakin tinggi pula return yang diperoleh. Sejalan dengan teori signalling dimana teori tersebut menyatakan bahwa semakin besar dividen payout ratio yang diberikan oleh perusahaan maka return atau keuntungan yang diperoleh juga semakin besar. Kondisi tersebut akan menjadi informasi penting sekaligus sinyal positif bagi para investor. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Riawan . yang menyatakan bahwa pembayaran dividen yang tinggi akan memberikan informasi penting mengenai kondisi perusahaan, sehingga dapat mempengaruhi return saham yang akan diterima investor. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan Mirayani et . dan (Dewi, 2. yang menunjukkan hasil bahwa deviden payout ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dividend payout ratio terhadap return saham pada perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah. Hal ini dikarenakan perusahaan yang membagikan dividen kepada investornya lebih besar kecenderungan investor untuk berinvestasi semakin tinggi . Kondisi tersebut yang menjadi daya tarik investor atas adanya kepastian pembagian dividen yang lebih baik atas investasinya. Hal itulah Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 283 yang mampu menaikkan permintaan atas saham, sehingga akan berdampak pada meningkatnya harga saham, serta return yang positif. Pengaruh price earnings ratio terhadap return saham Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh hasil bahwa variabel price earnings ratio tidak berpengaruh terhadap return saham. Dimana ketika nilai price earnings ratio yang dimiliki perusahaan tinggi maka tidak akan menyebabkan return yang diperoleh menjadi meningkat atau menurun. Kondisi ini tidak sejalan dengan teori signalling, dimana dari sudut pandang teori tersebut seharusnya jika price earnings ratio tinggi maka harga saham akan semakin mahal yang pada akhirnya mengakibatkan return saham menurun. Namun begitu, hasil ini tidak berlaku demikian. Hal ini juga diungkapkan sebagaimana oleh Hermawanti & Hidayat . bahwa price earnings ratio tidak dapat dijadikan dasar dalam menilai kondisi suatu pasar secara pasti, sehingga rasio ini tidak berpengaruh terhadap harga saham dimana dapat menjadikan return saham menurun atau meningkat. Secara empiris hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Fidrian et . , dan Manaida et al. yang menyatakan bahwa price earning ratio tidak berpengaruh terhadap return saham. Namun berbeda hal nya dengan penelitian Puspitadewi & Rahyuda . dan Soemitra . yang memberikan hasil bahwa variabel price earnings ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Tidak adanya pengaruh variabel price earnings ratio terhadap return saham pada perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah di JII70 periode 2019-2022 dimungkinkan karena nilai price earnings ratio yang tinggi tidak menjamin bahwa banyak investor akan tertarik oleh saham tersebut. Karena masih banyak faktor lain yang mempengaruhi harga saham seperti stock split dan indeks harga saham. Sehingga tidak berimbas pada kenaikan atau penurunan pada return saham. Pengaruh current ratio terhadap return saham Berdasarkan hasil pengujian penelitian ini menunjukkan bahwa variabel current ratio berpengaruh negatif terhadap return saham pada perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah di JII70 periode 2019-2022. Artinya, current ratio dalam penelitian ini bukan parameter yang tepat dalam mendorong menginkatnya return saham. Mengacu pada hasil penelitian, hasil ini tidak sejalan dengan teori signalling dimana current ratio yang tinggi harusnya memberikan jaminan yang baik bagi investor atas investasinya. Namun sejalan pada penelitian ini. Seperti yang dikatakan oleh Ratnasari . bahwa current ratio yang tinggi tidak dapat menjadi tolak ukur bagi para investor dalam berinvestasi karena investor tidak memperhatikkan nilai current ratio yang dimiliki Hasil penelitian ini didukung oleh hasil studi yang penelitian yang menunjukkan current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham (Dura, 2021. Karundeng et al. , 2024. Misbah et al. , 2. Current ratio pada perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah berpengaruh negative pada return saham dimungkinkan karena terdapat faktor lain yang menjadi alasan atau sebagai bahan pertimbangan investor dalam mengambil keputusan Karena pada dasarnya, tidak semua investor memperhatikkan atau Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 284 menjadikan nilai current ratio perusahaan sebagai ukuran pertama, karena investor cenderung lebih menyukai perusahaan yang memiliki laba tinggi, sehingga investor tidak memandang penting utang dan harta lancar perusahaan. Maka dari itu, current ratio tidak akan mempengaruhi keputusan dan juga minat investor untuk menanamkan modalnya yang kemudian dapat berdampak menaikkan atau menurunkan return saham yang diperoleh. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Dividend Payout Ratio (DPR) memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham, yang berarti kebijakan pembagian dividen menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan tingkat pengembalian saham. Sebaliknya. Price Earnings Ratio (PER) tidak berpengaruh terhadap return saham, sementara dan Current Ratio (CR) berpegnaruh negative tehradap return saham. Sehingga kedua rasio tersebut tidak menjadi indikator utama yang memengaruhi keputusan investor dalam memperoleh tingkat pengembalian saham pada perusahaan yang menjadi objek penelitian. Ucapan Terimakasih Peneliti mengucapkan terimakasih kepada rekan rekan UIN Salatiga atas dukungan dan semangatnya. Serta kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penelitian ini. Referensi