Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 PERAN KEPALA DESA DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR GEDUNG PERTEMUAN UMUM DI DESA AMPARI BURA KECAMATAN PATANGKEP TUTUI KABUPATEN BARITO TIMUR Dodiyanto Paulus* . Wahyu Subadi dodipaulus1997@gmail. Wahyusubadi5@yahoo. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Kampus: Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp. /Fax. 0826-2022484 Kode Pos 71571 ABSTRAK Pembangunan Nasional yang multi dimensi secara pengelolaannya melibatkan segenap aparat pemerintahan, baik ditingkat pusat maupun ditingkat daerah bahkan sampai ditingkat desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peran Kepala Desa dalam pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum di Desa Ampari Bura Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Peneliti melakukan wawancara kepada beberapa key informan yang telah ditentukan yakini sebanyak 30 orang. Teknik analisis data Dalam penelitian ini untuk keperluan analisis data, penulis tidak menggunakan teknik statistik dalam arti tidak terikat kepada skor dan skala. Tetapi hanya mengunakan teknik analisis statistik sederhanan dengan menggunakan presentase (%) dan kemudian data yang diperoleh dari respon dianalisa atau diolah deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian bahwa Peran Kepala Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum di Desa Ampari Bura Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur dapat dikategorikan sudah berperan dengan baik. hasil dari tiga indikator secara bersamaan Peran sebagai Motivator menurut jawaban para responden di Desa Ampari Bura pada pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum didapat hasil penelitian dengan persentasi 34,4 % responden menyatakan peran Kepala Desa pada pembangunan Gedung Pertemuan Umum sudah sangat berperan, yang menyatakan setuju/berperan dengan persentasi 53,6 %, yang menyatakan kurang setuju/kurang berperan dengan persentasi 12,0 %, dari hasil penelitian di Desa Ampari Bura tentang Peran Kepala Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum adalah 88,0 % responden menyatakan sudah berperan dengan baik. Kata Kunci: Peran. Motivator. Pendorong Semangat. Membina. Memberi Pengaruh. THE ROLE OF THE VILLAGE HEAD IN THE IMPLEMENTATION OF INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT FOR THE PUBLIC MEETING HALL IN AMPARI BURA VILLAGE. PATANGKEP TUTUI DISTRICT. EAST BARITO REGENCY ABSTRACT The management of multi-dimensional National Development involves all government officials, both at the central and regional levels, even at the village level. The purpose of this study is to identify and analyze the role of the Village Head in the infrastructure development of the Public Meeting Hall in Ampari Bura Village. Patangkep Tutui District. East Barito Regency. The method used in this research is qualitative. The researcher conducted interviews with 30 key informants. For data analysis, the study does not rely on statistical techniques tied to scores and scales but rather employs simple statistical analysis using percentages (%). The data obtained from responses were then analyzed descriptively and qualitatively. The results indicate that the role of the Village Head in the infrastructure development of the Public Meeting Hall in Ampari Bura Village. Patangkep Tutui District. East Barito Regency can be categorized as effective. According to the three combined indicators, 34. 4% of respondents in Ampari Bura Village stated that the Village Head's role in the development of the Public Meeting Hall was very effective, 53. 6% agreed/effective, 0% were less agreeable/less effective. Overall, 88. 0% of respondents in Ampari Bura Village JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 affirmed that the Village Head's role in the infrastructure development of the Public Meeting Hall was Keywords: Role. Motivator. Encouragement. Guidance. Influence PENDAHULUAN Pembangunan pembangunan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk Pembangunan Nasional yang multi dimensi secara pengelolaannya melibatkan segenap aparat pemerintahan, baik ditingkat pusat maupun ditingkat daerah bahkan sampai ditingkat Otonomi daerah yang diberikan oleh pemerintah pusat memberi hak, wewenang dan kewajiban daerah otonom, dicantumkan pada Undang-undang No. 32 Tahun 2004 dan juga pada Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 dengan adanya otonomi daerah diharapkan pemerintah dapat memajukan daerah melalui potensi-potensi di daerah masing-masing, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat. Pemerintah daerah sebagai perangkat pemerintah pusat dalam proses pembangunan, bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah dan harus memberdayakan sumber-sumber yang ada secara keseluruhan di daerahnya masing-masing, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Kabupaten Barito Timur merupakan salah satu Kabupaten strategis di bagian Timur Provinsi Kalimantan Tengah berbatasan yang Iangsung dengan Provinsi Kalimantan Selatan. Letak yang strategis ini, sangat potensial bagi pengembangan ekonomi di Kalimantan Tengah. Disamping mempunyai lokasi yang cukup strategis dan mempunyai wilayah yang cukup luas. Kabupaten Barito Timur merupakan kabupaten yang kaya akan sumber daya alam. Namun disisi lain Kabupaten Barito Timur mempunyai kelemahan khususnya pada sumber daya manusia, sehingga potensi wilayah belum termanfaatkan secara optimal terutama sumber daya manusia yang berada di daerah kawasan pedesaan. Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa Pasal 78 ayat . menyebutkan bahwa pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Pelaksanaan pembangunan pedesaan yang terencana dan terarah dengan baik maka diperlukan perencanaan, pergerakan, bimbingan, dan pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan, tanpa adanya ini semuanya tidak akan dapat berlangsung dan terlaksana dengan baik, karena itu, perlu adanya seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan hal tersebut (Kartono, 2005 : . Peran pemimpin sangat menentukan dimana seorang pemimpin yang bijaksana harus selalu melakukan motivasi untuk mengerahkan tenaga, membangkitkan semangat dan membimbing para pegawainya sehingga mau bekerja ikhlas sesuai dengan yang ingin dicapai. Agar tujuan tersebut dapat dicapai, sangat diperlukan peran kepala desa dalam memberikan pengarahan, membimbing, masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangun di desa nya masingmasing guna kesejahteraan bersama. Kepala Desa adalah penguasa tunggal di dalam pemerintahan desa, bersama-sama dengan pembantunya dan ia merupakan pamong desa dalam pelaksanaan penyelenggaraan urusan rumah tangga desa, di samping itu ia menyelenggarakan urusan-urusan pemerintahan. Jadi kepala desa sebagai kepala pemerintahan yang bertanggung jawab atas terselenggaranya pemerintahan dan pembangunan desa yang baik karena dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan desa tersebut, kepala desa adalah yang paling memegang peranan dalam masyarakat yang menjadi wakil rakyat yang terpilih dan dipilih secara langsung oleh masyarakat desanya (Nurcholis, 2011:. Ampari Bura adalah salah satu desa di kecamatan Patengkep Tutui. Kabupaten Barito Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Pembangunan di wilayah Desa Ampari Bura, saat ini belum terdesain secara baik dan belum berjalan menurut prinsip-prinsip yang baik dan benar, berdasarkan pengamatan dan observasi awal yang penulis lakukan pada desa Ampari Bura ditemukan bahwa ada beberapa fenomenafenomena awal sehubungan dengan pelaksanaan tugas dan peran kepala desa dalam pelaksanaan pembangunan desa yaitu : Kepala Desa dalam hal pelaksanaan pembangunan sudah cukup baik, hanya saja masih kurangnya peran aktif masyarakat untuk ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan Kurangnya perencanaan pembangunan yang baik, hal ini dapat terlihat dari program kegiatan pembangunan yang tidak sesuai target, yakni pembangunan Gedung Pertemuan Umum dengan target/volume 15x15 m, realisasi 15x15 m dengan persentase 75%, berdasarkan laporan realisasi Pemerintah Desa Ampari Bura Tahun 2019. Kurangnya Sumber Daya Manusia yang ada di Desa Ampari Bura, sehingga masih belum mampu melaksanakan program pembangunan sendiri karena masih adanya campur tangan dari orang luar. Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa, keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh peran kepala desa, selain mengkoordinasikan pembangunan desa, kepala desa juga harus mampu menggerakan sumberdaya manusia dengan cara memberikan motivasi atau dorongan yang bersifat positif, melalui kegiatankegiatan komunikasi kepada masyarakat, agar Keikutsertaan masyarakat secara terpadu akan mendorong masyakarat lebih aktif karena merasa ikut memiliki hasil-hasil pembangunan, sehingga pembangunan pun dapat berjalan dengan baik, dan hal tersebut sangat menentukan keberhasilan dari pelakasanaan pembangunan fisik desa guna untuk kesejahteraan masyarakat. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Bertitik tolak dari permasalahan yang telah di jelaskan diatas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul AuPeran Kepala Desa Dalam Pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum Di Desa Ampari Bura Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito TimurAy. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Terdahulu Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang membahas pentingnya peran kepala desa sebagai motivator dalam pelakasanaan pembangunan Hasil-hasil penelitian terdahulu antara lain: (Mahayana, 2. Peran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Pembangunan Desa Di Bumi Rapak Kecamatan Kaubun Kabupaten Kutai Timur. Hasil penelitian Peran Kepala Desa sebagai motivator telah memberikan motivasi atau dorongan kepada warga desa melalui masing-masing Rt untuk melakukan kegiatan gotong-royong untuk kegiatan pembangunan Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh pemerintah desa di tingkat Dusun dari 14 RT diantaranya, perbaikan jalan usaha tani, perbaikan jembatan, perbaikan parit/got, semenisasi, dan perbaikan gorong-gorong serta perbaikan jembatan dan lainnya. (Suwanti, 2. Peran Kepala Desa Dalam Pembangunan Masyarakat Di Desa Ngayau Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur. Hasil penelitian Kepala Desa sebagai motivator telah bekerja sama dengan masyarakat dalam hal ini yaitu bersama-sama dalam meningkatkan pembangunan desa dengan cara memberikan dorongan-dorongan kepada warga, agar memberikan kesadaran kepada masyarakat desa khususnya Desa Ngayau akan pentingnya kerja sama dalam sebuah proses pembangunan dan kegiatan gotong royong di Desa Ngayau, walaupun masih ada kekurangan yang ditemui dilapangan, namun tetap berjalan baik dan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 (Apandi , 2. Peran Kepala Desa Dalam Pelaksanaan Pembangunan Fisik Di Desa Mukti Bakti Utama Kecamatan Long Mengsangat Kabupaten Kutai Timur. Hasil penelitan Peran Kepala Desa sebagai motivator dalam pelaksanaan pembangunan yaitu rangsangan kepada aparatur desa dan pembangunan sudah berjalan dengan baik, karena Kepala Desa secara langsung telah mengarahkan aparatur desa dan masyarakat, untuk itu motivasi yang diberikan oleh Kepala Desa membawa semangat untuk berpartisipasi dalam pelakasanaan pembangunan di Desa Mukti Bakti Utama. (Hermasyah, 2. Peran Kepala Desa Dalam Pelaksanaan Pembangunan Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung (Studi Kasus Di Desa Tanah Merah Dan Desa Sambunga. Hasil penelitian peran Kepala Desa Tanah Merah sebagai motivator dalam pembangunan mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi kepada masyarakat dengan selalu memberikan motivasi, masukan, dan dukungan untuk memberi semangat kepada aparatur pemerintah di Kantor Desa Tanah Merah. Kepala Desa Sambungan sebagai seorang motivator dalam pembangunan jarang memberikan motivasi serta dukungan kepada masyarakat di desa sambungan, selalu tidak hadir pada saat diadakan kegiatan-kegiatan gotong royong bersama masyarakat selain itu, kepala desa juga jarang berada di desa dan jarang menyampaikan hal-hal yang akan dilakukan Desa Sambungan. (Waldisen, 2. Peran Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Pembangunan Fisik DiDesa PaAoPayakKecamatan Krayan Kabupaten Nunukan. Temuan dari penelitian ini bahwa Peran Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Pembangunan Fisik Di Desa PaAoPayak Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan adalah JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Peran Kepala Desa sebagai Fasilitator. Mediator dan sebagai Motivator dalam pembangunan fisik. Kepala Desa telah melaksanakan tugas dan fungsinya hanya saja dalam melaksanakan perannya terdapat beberapa kendala sehingga perlu dicarikan jalan keluarnya agar pembangunan yang ada di Desa PaAoPayak sesuai dengan aspirasi masyarakat, serta peningkatan pembangunan yang selalu beorientasi kepada kepentingan Kepemimpinan Menurut (Fahmi, 2. kepemimpinan merupakan suatu ilmu yang mengkaji secara komprehensif tentang bagaimana mengarahkan, mempengaruhi,dan mengawasi orang lain untuk mengerjakan tugas sesuai dengan perintah yang Menurut (Amirullah & Budiyono, 2004 ) kepemimpinan merupakan orang yang memiliki kewenangan untuk memberi tugas, mempunyai mempengaruhi orang lain . melaluipola hubungan yang baik guna mencapai tujuan yang telah ditentukan. Peran Menurut (Rivai, 2. Peran dapat diartikan sebagai perilaku yang diatur dan di harapkan dari suatu yang menjadi bagian atau pegangan pimpinan yang terutama seseorang dalam posisi tertentu. Menurut (Soekanto, 2. merupakan aspek dinamis dari kedudukan . Artinya seseorang telah menjalankan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka orang itu telah menjalankan suatu peran. Peran Pemimpin Peran pemimpin menurut (Tjokroamidjojo, 2. yaitu sebagai berikut : Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Motivator, yaitu fungsi pemerintah desa sebagai pendorong, rangsangan, pengaruh dan pemberi semangat atau menumbuhkan motivasi kepada masyarakat setempat. Fasilitator, yaitu orang yang memberikan bantuan dan menjadi nara sumber yang baik untuk berbagai permasalahan serta memfasilitasi kegiatan-kegiatan memberikan kemudahan dan kelancaran dalam pembangunan desa dapat berjalan dengan baik. Mobilisator, yaitu orang yang mengarahkan atau menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan sebuah pembangunan guna untuk kepentingan bersama. Kepala Desa Menurut (Widjaja, 2. Kepala Desa yaitu penguasa tertinggi di desa dan sebagai pemimpin formal maupun informal, pemimpin yang setiap waktu berada di tengah-tengah rakyat yang dipimpinnya. Menurut pendapat (Suriningrat, 2. Kepala Desa adalah penguasa tunggal didalam pemerintahan desa, bersama-sama dengan pembantunya dan ia merupakan pamong desa dalam pelaksanaan penyelenggaraan urusan rumah tangga desa, disamping itu dia menyelenggarakan urusan-urusan pemerintahan. Motivator Menurut (Purwanto, 2. motivasi adalah pendorong suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar seseorang tersebut menjadi tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil dan tujuan tertentu. Menurut (Winkel, 2. mengatakan bahwa motivasi adalah daya penggerak di dalam diri orang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai tujuan tertentu. segenap sumber daya yang dilakukan secara berencana dan berkelanjutan dengan prinsip daya guna dan hasil guna yang merata dan berlebihan. Menurut (Khairuddin, 2. Pembangunan adalah proses perubahan yang dilakukan secara sengaja untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang bersangkitan. Menurut (Siagian, 2. mendefinisikan bahwa pembangunan desa adalah keseluruhan proses rangkaian usaha-usaha yang dilakukan dalam lingkungan desa dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa serta memperbesar kesejahteraan dalam desa. Pelaksanaan pembangunan desa, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor Tahun Tentang Pedoman Pembangunan Desa, sangat jelas disebutkan dalam pasal 1 ayat 9 bahwa: Pembangunan Desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Selanjutnya dalam asas pengeleloaan keuangan desa pasal 2 ayat 1 dan 2 disebutkan bahwa: pemerintah desa menyusun perencanaan Pembangunan Desa sesuai dengan perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota, pembangunan desa sebagaimana dimaksud pada ayat . dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dengan melibatkan seluruh masyarakat desa dengan semangat gotong royong. Pelaksanaan pembangunan seorang pemimpin seperti kepala Desa yang selaku penggerak dan pemberi motivasi terhadap masyarakat agar mau berpartisifasi dalam program pembangunan Pelaksanaan Pembangunan Desa Menurut (Effendi, 2. pembangunan adalah suatu upaya wilayah untuk meningkatkan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Kerangka Konseptual Gambar 1 Kerangka Konseptual Sumber Data Diolah Tahun 2020 METODE PENELITIAN Jenis dan Pendekatan Pendekatan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik kualitatif. Menurut pendapat Muhammad Ali, untuk JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 memecahkan dan menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang, dilakukan langkah-langkah pengumpulan data, klarifikasi dan membuat kesimpulan tentang suatu keadaan secara objektif dalam suatu deskriptif situasi. (Muhammad Ali, 1985:. Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menekankan fenomena-fenomen yang diambil dari langkahlangkah pengumpulan data baik lewat observasi, angket, maupun dokumentasi. Sumber Data . Populasi Populasi menurut (Sugiyono, 2. adalah obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik Populasi adalah wilayah generalisasi terdiri dari objek/subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu, yang ditetapkan oleh peneliti untuk memperlajari dan kemudian dapat ditarik kesimpulannya. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang dinilai berkenaan dengan topik penelitian ini. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti, menurut (Arikunto, 2. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono,2013:. Adapun sampel yang digunakan yaitu Pemerintah desa dan masyarakat Desa Ampari Bura yang dinilai mengetahui atau memiliki kompetensi dengan topik penelitian ini yaitu sebanyak 30 responden. Teknik Pengumpulan Data Setelah mendapat data-data yang diperoleh dalam penelitian ini, maka selanjutnya adalah Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 mengolah data yang terkumpul dengan menganalisa data, mendeskripsikan, serta mengambil kesimpulan. Untuk menganalisa dan dan menggunakan teknik deskriptif kualitatif, keterangan-ketarangan. Muhammad Ali berpendapat bahwa analisis kualitatif yakni menggunakan proses berpikir induktif, untuk menjadi hipotesis yang dirumuskan sebagai jawaban sementara masalah yang diteliti. Induktif dalam hal ini di buat bertolak dari berbagai fakta terindefikasi munculnya maupun tidak (Muhammad Ali, 1985:. Dalam penelitian ini untuk keperluan analisis data, penulis tidak menggunakan teknik statistik dalam arti tidak terikat kepada skor dan Tetapi hanya mengunakan teknik analisis statistik sederhanan dengan menggunakan presentase (%) dan kemudian data yang diperoleh dari respon dianalisa atau diolah deskriptif Data yang penulis peroleh dari hasil penelitian akan diolah dan disajikan dalam tabulasi distribusi frekuensi. Tabulasi adalah proses penempatan atau meletakkan data dalam bentuk tabel atau grafik tertentu dengan cra membuat tabel yang berisikan data sesuai dengan kebutuhan analisis, tabel yang dibuat sebaiknya mampu meringkas semua data yang akan dianalisis, sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori (Asep Kartiwa, 2015:. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Yang mana Informan pada penelitian ini sebanyak 30 Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan teknik tabulasi, teknik tabulasi adalah proses penempatan atau meletakkan data dalam bentuk table atau grafik tertentu dengan cara membuat table yang berisikan data sesuai dengan kebutuhan analisis, tabel yang dibuat JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 sebaiknya mampu meringkas semua daya yang akan dianalisis. Dimana informan penelitian hanya memilih salah satu jawaban yang sesuai dengan Angket (Kuisone. yang sudah di isi kemudian dihitung yaitu rumus persentase menurut (Ali, 1. Dengan menggunakan rumus sebagai berikut ini: P=Nx100% Keterangan : P= Persentase F= Frekuensi data N= jumlah responden Dengan nilai : 80% - 100% = Sangat Berperan 60% - 79% = Berperan 40% - 59% =Cukup Berperan 20% - 39% =Tidak Bereran 0% - 19% =Sangat Tidak Berperan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pendorong Semangat Tabel 1 Rekapitulasi Jawaban Responden tentang indikator peran sebagai Motivator pada aspek pendorong semangat. Sumber : hasil penelitian 2020 Dari tabel 1 di atas tersebut adalah rekapitulasi tentang indikator peran sebagai Motivator pada pendorong semangat dengan persentasi 39,2 % menyatakan sangat setuju. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 setuju dengan persentasi 42,5 % dan kurang setuju dengan persentasi 18,4 %. Berdasarkan hasil rekapitulasi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Peran Kepala Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum di Desa Ampari Bura pada aspek pendorong semangat sudah sangat berperan dengan persentasi 82,0 %. Membina Tabel 2 Rekapitulasi Jawaban Responden tentang Indikator Peran sebagai Motivator pada aspek Membina Sumber : hasil penelitian 2020 Dari tabel 2 di atas tersebut adalah rekapitulasi tentang indikator peran sebagai Motivator pada aspek Membina dengan persentasi 32,5 % menyatakan sangat setuju, setuju dengan persentasi 61,7 % dan kurang setuju menyatakan 5,8 %. Berdasarkan hasil rekapitulasi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Peran Kepala Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum di Desa Ampari Bura pada aspek membina sudah sangat berperan dengan persentasi 94,2 %. Memberi Pengaruh Tabel 3 Rekapitulasi Jawaban Responden tentang Indikator Peran sebagai Motivator pada aspek Memberi Pengaruh JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Sumber : hasil penelitian 2020 Dari tabel 3 di atas tersebut rekapitulasi tentang indikator peran sebagai Motivator pada aspek Memberi Pengaruh dengan persentasi 31,7 % menyatakan sangat setuju, setuju dengan persentasi 56,7 % dan kurang setuju menyatakan 11,7 %. Berdasarkan hasil rekapitulasi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Peran Kepala Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum di Desa Ampari Bura pada aspek Memberi Pengaruh sudah sangat berperan dengan persentasi 88,3 %. Peran sebagai Motivator menurut Bintoro Tjokroamidjojo . Tabel 4 Rekapitulasi Jawaban Responden terhadap indikator Peran sebagai Motivator menurut Bintoro Tjokroamidjojo . Sumber : hasil penelitian 2020 Dari tabel 4 diatas rekapitulasi jawaban responden terhadap tiga indikator Peran sebagai Motivator di Desa Ampari Bura pada pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum didapat hasil penelitian dengan persentasi 34,4 % responden menyatakan peran Kepala Desa pada pembangunan Gedung Pertemuan Umum sudah sangat berperan, yang menyatakan setuju/berperan dengan persentasi 53,6 %, yang menyatakan kurang setuju/kurang berperan dengan persentasi 12,0 %, dari hasil penelitian di Desa Ampari Bura tentang Peran Kepala Desa Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 dalam Pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum adalah 88,0 % responden menyatakan sudah berperan dengan baik. Pembahasan Setelah peneliti melakukan penelitian maka didapatkan hasil bahwa Peran Kepala Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum di Desa Ampari Bura dan berdasarkan tiga indikator Peran sebagai Motivator yaitu Pendorong Semangat. Membina dan Memberi Pengaruh. Indikator peran sebagai Motivator pada pendorong semangat dengan persentasi 39,2 % menyatakan sangat setuju, setuju dengan persentasi 42,5 % dan kurang setuju dengan persentasi 18,4 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa Peran Kepala Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum di Desa Ampari Bura pada aspek pendorong semangat sudah sangat berperan dengan persentasi 82,0 %. Indikator peran sebagai Motivator pada aspek Membina dengan persentasi 32,5 % menyatakan sangat setuju, setuju dengan persentasi 61,7 % dan kurang setuju menyatakan 5,8 %. Berdasarkan hasil rekapitulasi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Peran Kepala Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum di Desa Ampari Bura pada aspek membina sudah sangat berperan dengan persentasi 94,2 %. Indikator peran sebagai Motivator pada aspek Memberi Pengaruh dengan persentasi 31,7 % menyatakan sangat setuju, setuju dengan persentasi 56,7 % dan kurang setuju menyatakan 11,7 %. Berdasarkan hasil rekapitulasi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Peran Kepala Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum di Desa Ampari Bura pada aspek Memberi Pengaruh sudah sangat berperan dengan persentasi 88,3 %. Selanjutnya adalah hasil dari tiga indikator secara bersamaan Peran sebagai Motivator JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 menurut jawaban para responden di Desa Ampari Bura pada pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum didapat hasil penelitian dengan persentasi 34,4 % responden menyatakan peran Kepala Desa pada pembangunan Gedung Pertemuan Umum sudah sangat berperan, yang menyatakan setuju/berperan dengan persentasi 53,6 %, yang menyatakan kurang setuju/kurang berperan dengan persentasi 12,0 %, dari hasil penelitian di Desa Ampari Bura tentang Peran Kepala Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum adalah 88,0 % responden menyatakan sudah berperan dengan KESIMPULAN Peran Kepala Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum di Desa Ampari Bura Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur dapat dikategorikan berperan dengan baik. SARAN Bagi Kepala Desa sebaiknya lebih berperan lagi sebagai Motivator dalam meningkatkan dan mendorong semangat masyarakat dalam pembangunan Infrastruktur Gedung Pertemuan Umum. Bagi masyarakat, khususnya masyarakat Desa Ampari Bura agar lebih meningkatkan pembangunan Infrastruktur Desa. DAFTAR PUSTAKA