Jurnal Kesehatan Indonesia. Volume 16. Nomor 1. November 2025 Pengaruh Beban Kerja Dan Keadilan Reward Terhadap Burnout Dengan Job Security Sebagai Variabel Moderating Di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha The Influence of Workload and Reward Fairness on Burnout with Job Security as a Moderating Variable at Ratu Zalecha Martapura Regional General Hospital Khairunnisa1*. Zakhyadi Ariffin2. Rini Rahmawati2. Meiske Claudia2. Dahniar2 Program Studi Perekam dan Informasi Kesehatan. STIKes Husada Borneo Program Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Lambung Mangkurat Korespondensi: emailkhairunnisa@gmail. Abstract Burnout, a form of physical, mental, and emotional exhaustion that occurs more frequently among medical and paramedical personnel than among other personnel, remains a common Indications of burnout can be caused by excessive workloads, inappropriate reward systems, or concerns about job security. This study aims to analyze the influence of workload and reward fairness on burnout with job security as a moderating variable at Ratu Zalecha Martapura Regional General Hospital. The design of this study used a qualitative research with a correlational approach based on explanatory research. The data collection was crosectional using a questionnaire to the research sample, namely some of the paramedics in the inpatient ward of Ratu Zalecha Martapura Regional Hospital. The sample selection used a probability sampling method . roportional stratified random samplin. in 9 inpatient wards with a PNS: PTT ratio of 5:3 and the accumulated results were 139 paramedics. The measurement analysis used was Partial Least Square (PLS). The result of this indicated that . there was a positive significant influence workload on burnout, . there was a negative significant influence justice reward on burnout, . there was an interaction of job security as the monitoring variable to the influence of workload on burnout, . there was an interaction of job security as the monitoring variable the influence of justice reward on burnout. Conclusion, there is an influence of workload and reward fairness on burnout with job security as a moderating variable at Ratu Zalecha Regional General Hospital. Keywords: Burnout. Job Security. Justice Reward and Workload Pendahuluan Kualitas suatu layanan dipengaruhi oleh paradigma yang menganggap sumber daya manusia memegang peranan penting bagi kemajuan organisasi dalam upaya memberikan layanan publik . Oleh karena itu, kelelahan akibat pekerjaan harus diminimalkan agar tidak menjadi hambatan di kemudian hari. Kelelahan akibat pekerjaan juga dikenal sebagai burnout, yaitu istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu proses kelelahan mental. Burnout adalah kelelahan fisik, mental, dan emosional yang terjadi akibat stres dalam jangka waktu lama dalam situasi yang menuntut keterlibatan emosional yang tinggi . Sindrom ini lebih sering terjadi pada tenaga medis dan paramedis dibandingkan pekerja lainnya . Burnout juga digambarkan sebagai suatu kondisi yang mencerminkan reaksi emosional pada individu yang bekerja di bidang kemanusiaan . uman servic. atau pekerjaan yang berkaitan erat dengan Penderitanya sering ditemukan pada perawat . di rumah sakit, pekerja sosial, guru, dan anggota kepolisian . Paramedis di ruang rawat inap, termasuk perawat dan bidan, tentu selalu dihadapkan pada keterlibatan orang lain dalam seluruh aktivitas kerja, dan hal ini dapat dianggap sebagai sumber kelelahan kerja . Berdasarkan hasil survei Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) . di Khairunnisa, dkk. Indonesia, sekitar 50,9% perawat yang bekerja di empat provinsi di Indonesia mengalami stres kerja, sering merasa pusing, lelah, tidak dapat beristirahat karena beban kerja yang terlalu tinggi dan menyita waktu, serta gaji yang rendah tanpa insentif yang Variabel-variabel memengaruhi kelelahan kerja dikenal sebagai teori enam faktor penentu kelelahan kerja, yaitu beban kerja, penghargaan, kendali, komunitas, keadilan, dan nilai-nilai. Sementara itu, keamanan kerja dianggap sebagai prediktor kelelahan kerja yang andal . Studi pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura dimana dari 18 orang perawat shift sore di 9 ruang rawat inap secara acak ditemukan bahwa perawat mengalami kelelahan fisik yang dilihat dari gejala sakit kepala, sakit punggung, kram/kejang otot, nyeri otot, dan mudah sakit . kelelahan emosional yang dilihat dari gejala bosan, mudah tersinggung, cemas dan gelisah, serta acuh tak acuh. dan kelelahan mental yang dilihat dari gejala merasa putus asa, tidak dapat beristirahat dengan tenang, merasa tertekan, tidak yakin dengan hasil pekerjaan dan tidak akrab dengan rekan Burnout juga dapat dilihat dari jumlah aktivitas kerja di rumah sakit melalui indikator capaian Bed Occupancy Rate dimana tenaga paramedis . perawat, 54 bida. sebanyak 230 orang dengan pasien rawat inap 001 orang dan jumlah tempat tidur sebanyak 230 TT dan pada rasio menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 262 Tahun 1979 tentang Tenaga Rumah Sakit Kelas B Tempat Tidur : Tenaga Keperawatan = 2 : 3 4 dan dapat disimpulkan bahwa terdapat rangkap tugas. Selain itu diketahui pula bahwa paramedis di rumah sakit juga melaksanakan prosedur administratif dan kegiatan di luar tugas dan fungsi paramedis. Jadwal kerja yang padat mengharuskan mereka hanya memiliki 1 hari libur setelah menjalani 4 hari kerja, dan jika ada rekan kerja yang berhalangan hadir, perjanjian penggantian ditanggung oleh paramedis yang menggantikannya. Selain itu, terdapat kecemburuan di antara paramedis yang menerima pembagian imbalan yang lebih besar di ruangan lain. Paramedis berstatus PNS juga merasa tidak memiliki kekhawatiran akan pemecatan kecuali penurunan pangkat dan mutasi, hanya mereka yang berstatus kontrak/PTT yang menganggap perjanjian Terdapat beberapa bukti empiris adanya kesenjangan dalam hasil penelitian, yaitu penelitian yang memiliki keterkaitan, yaitu pengaruh beban kerja, keadilan imbalan, dan keamanan kerja terhadap burnout . Sementara itu, penelitian yang tidak memiliki keterkaitan adalah tidak adanya pengaruh antara beban kerja, keadilan imbalan, dan keamanan kerja terhadap burnout . Berdasarkan uraian teoritis dan empiris tersebut, maka Peneliti akan memaparkan mengenai "Pengaruh Beban Kerja dan Keadilan Reward terhadap Burnout dengan Job Security sebagai Variabel Moderating di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura". Metode Penelitian Rancangan pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan explanatory research. Adapun pengumpulan data secara cross sectional terhadap sampel penelitian yaitu sebagian tenaga paramedis ruang rawat inap RSUD Ratu Zalecha Martapura. Adapun pemilihan sampel menggunakan metode probability sampling . roportional stratified random samplin. di 9 ruang rawat inap dengan rasio PNS : PTT adalah 5 : 3 dan didapatkan hasil akumulasi yaitu 139 orang tenaga paramedis . perawat dan 38 bida. Instrumen pada penelitian ini yaitu kuesioner yang diadopsi dari kuesioner yang dikembangkan oleh para ahli yaitu Maslach & Jackson . Reid & Brassler . Colquit . dan Gallie, et al . dan dilakukan terjemahan dan modifikasi untuk selanjutnya dilakukan validasi dan reliabiitas instrument. Kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah: Gambar 1. Kerangka Konsep Khairunnisa, dkk. Sementara itu, hipotesis dalam penelitian ini meliputi: H1. Terdapat pengaruh yang signifikan antara beban kerja terhadap burnout paramedis rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura H2. Terdapat pengaruh yang signifikan antara keadilan reward dan burnout paramedis rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura H3. Job memoderasi pengaruh beban kerja terhadap burnout paramedis rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura H4. Job Security memoderasi pengaruh keadilan reward terhadap burnout paramedis rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura Gambar 3. Model Luar Setelah Estimasi Diketahui konstruk model luar, semua jalur indikator untuk setiap variabel memiliki muatan luar . ndikator reflekti. dan bobot luar . ndikator formati. > 0,5, yang berarti memenuhi persyaratan validitas konvergen. Nilai muatan silang setiap indikator pada variabel laten tidak lebih besar daripada nilai muatan silang yang terkait dengan variabel laten lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap variabel laten belum memiliki validitas diskriminan yang baik di mana alat ukur tersebut memiliki korelasi yang tinggi dengan konstruk lainnya. Hasil Tahap Konseptualisasi Model Langkah awal yang harus dilakukan dalam analisis PLS, diketahui bahwa indicator pembentuk konstruk laten adalah kombinasi reflektif dan formatif. Indikator reflektif . onstruk burnout, beban kerja dan job securit. , sedangkan indikator formatif . eadilan rewar. , selanjutnya mengetahui arah korelasi dan kausalitas antar konstruk. Pada penelitian ini, arah kausalitas antar konstruk menggunakan pengaruh langsung . irect effec. dan pengaruh interaksi . Tabel 1. Hasil Evaluasi Model Parsial Adapun hasil Average Variance Extracted (AVE) pada penelitian ini diketahui nilai outer loadings > 0,50 yang berarti validitas konvergen terpenuhi. Sedangkan hasil Cronbach's Alpha dan Composite Reability > 0,7 berarti semua indikator yang valid dinyatakan reliabel. Menggambar Diagram Jalur Evaluasi Model Luar Berikut adalah hasil evaluasi model luar sebelum dan sesudah estimasi ulang: Evaluasi Inner Model Diketahui hasil R-Square Burnout sebesar 0,926 yang berarti model kuat. QSquare Burnout sebesar 0,857 yang berarti model memiliki relevansi prediktif dan nilai GoF sebesar 0,581 yang berarti kecocokan model termasuk dalam kategori besar. Oleh karena itu, model yang dikembangkan bersifat robust dan memenuhi kriteria evaluasi sehingga dapat dilakukan pengujian. Gambar 2. Model Luar Sebelum Estimasi Khairunnisa, dkk. Pengaruh keadilan reward terhadap burnout memiliki koefisien jalur sebesar 0,137 . dengan t-statistik 2,386 > 1,96, berpengaruh negatif signifikan terhadap burnout dengan tingkat signifikansi 95%. Job Security Memoderasi Pengaruh Beban Kerja terhadap Burnout Peran variabel moderasi job security terkait pengaruh beban kerja terhadap burnout memiliki koefisien jalur sebesar 0,008 . dengan t-statistik 2,084 > 1,96, dapat disimpulkan bahwa keamanan kerja secara signifikan memoderasi pengaruh beban kerja terhadap burnout pada tingkat keyakinan . Job Security Memoderasi Pengaruh Keadilan Reward terhadap Burnout Peran variabel moderasi job security pada pengaruh keadilan reward terhadap burnout memiliki koefisien jalur sebesar 0,013 . dengan t-statistik 2,068 > 1,96, dapat disimpulkan bahwa job security secara signifikan memoderasi pengaruh keadilan reward terhadap burnout pada tingkat keyakinan 95%. Gambar 4. Evaluasi Model dengan Variabel Moderasi Berdasarkan Gambar 4, diketahui bahwa nilai outer loading/bobot outer >0,5 berarti memenuhi persyaratan validitas Nilai cross loading masingmasing indikator pada variabel laten > nilai cross loading indikator pada variabel lainnya berarti telah memenuhi persyaratan validitas Tabel 2. Hasil Evaluasi Model Simultan Dari tabel di atas, diketahui bahwa kriteria evaluasi Average Variance Extracted, nilai outer loading > 0,50 berarti semua Nilai Cronbach's Alpha dan Composite Reability > 0,7 berarti semua indikator yang valid dinyatakan reliabel. Hasil Koefisien Determinasi Tabel 4. Koefisien Jalur Hasil Bootstapping Evaluasi Model Hasil Uji Hipotesis Maka dapat ditarik hasil sebagai berikut: Beban Kerja terhadap Burnout Tidak terdapat perbedaan antara paramedis berstatus PNS dan PTT di mana beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout pada koefisien jalur 0,508 hingga 0,075 dengan tingkat keyakinan 95%. Tabel 3. Hasil Koefisien Jalur Maka dapat ditarik hasil sebagai berikut: Beban Kerja terhadap Burnout Pengaruh beban kerja terhadap kelelahan kerja memiliki koefisien jalur sebesar 0,563 . dengan t-statistik 2,799 > 1,96, artinya beban kerja berpengaruh positif signifikan terhadap burnout dengan tingkat keyakinan 95%. Keadilan Reward terhadap Burnout Terdapat paramedis berstatus PNS dan PTT dalam hal pengaruh keadilan reward terhadap burnout. Keadilan reward berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout pada koefisien jalur -0,170 dan 0,072 dengan tingkat keyakinan 95%. Keadilan Reward terhadap Burnout Khairunnisa, dkk. Job Security Memoderasi Pengaruh Beban Kerja terhadap Burnout Tidak terdapat perbedaan antara paramedis dengan status kepegawaian PNS dan PTT . ob securit. dalam pengaruh beban kerja terhadap burnout yang memiliki pengaruh negatif dan lemah dengan koefisien jalur -0,019 dan -0,026 dengan tingkat keyakinan 95%. anteseden dari enam domain kelelahan kerja, salah satunya adalah keadilan reward. Selain itu, penelitian sebelumnya . menyajikan hasil serupa di mana terdapat pengaruh negatif antara keadilan reward dan burnout. Adanya reward dianggap sebagai stimulus terpenting bagi tuntutan individu yang harus dipenuhi atas beban kerja yang telah diemban individu. Ketika reward tidak diberikan sebagaimana mestinya, terdapat dorongan dari dalam diri individu untuk memberontak atau tidak peduli dengan Hal ini dapat merugikan institusi dan mengakibatkan burnout. Job Security Memoderasi Pengaruh Keadilan Reward terhadap Burnout Tidak terdapat perbedaan antara paramedis dengan status kepegawaian PNS dan PTT . ob securit. dalam pengaruh keadilan reward terhadap burnout yang memiliki pengaruh positif dan kuat dengan koefisien jalur 0,035 dan 0,024 dengan tingkat keyakinan 95%. Job Security Memoderasi Pengaruh Beban Kerja terhadap Burnout Berdasarkan diketahui bahwa H3 diterima, artinya job security memoderasi pengaruh beban kerja terhadap burnout atau tidak terdapat perbedaan pengaruh positif signifikan beban kerja terhadap burnout, yang dilemahkan oleh job security sebagai variabel moderasi. Hal ini sejalan dengan teori . di mana job security menyebabkan burnout dan teori . di mana indikasi beban kerja dapat menyebabkan burnout. Selain itu, penelitian ini serupa dengan penelitian sebelumnya . di mana hasilnya menunjukkan terdapat pengaruh keamanan kerja terhadap burnout. Bagi paramedis berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), diketahui bahwa paramedis PNS sebagai aparatur negara memiliki status kepegawaian berdasarkan undang-undang dan dilindungi oleh jaminan hukum serta jaminan keamanan kerja/job security. Meskipun keberadaan PTT bergantung pada kontrak kerja, keberlanjutannya bersifat merupakan keputusan yang diambil pada periode tertentu. Keamanan kerja/job security yang disertai adaptasi yang baik terhadap tumpukan tugas yang diberikan oleh instansi dapat menumbuhkan rasa percaya diri dapat meningkatkan kinerja dan mengurangi gejala burnout . Terutama ketika dihadapkan pada situasi yang menuntut peningkatan aktivitas penugasan kerja yang dapat menyebabkan burnout . Pembahasan . Beban Kerja terhadap Burnout Berdasarkan diketahui bahwa H1 diterima, yaitu terdapat pengaruh positif yang signifikan antara beban kerja terhadap burnout. Dengan demikian, semakin tinggi beban kerja, semakin tinggi pula burnout dan sebaliknya, semakin rendah beban kerja, semakin rendah pula tingkat Hal ini sejalan dengan teori . mengenai faktor anteseden dari enam ranah burnout, salah satunya adalah beban kerja. Selain itu, penelitian ini juga serupa dengan penelitian sebelumnya . di mana hasilnya serupa, yaitu terdapat pengaruh positif antara beban kerja dan burnout. Aktivitas kerja selalu berkaitan dengan serangkaian tugas yang harus dilakukan oleh karyawan sebagai bagian dari kewajiban yang harus dijalankan, tetapi beban kerja yang tinggi tanpa disertai faktor-faktor yang dapat mengurangi indikasi burnout seperti kemampuan individu dalam beradaptasi dengan pekerjaan atau minat individu terhadap pekerjaan . enyamanan, menyebabkan burnout . Keadilan Reward terhadap Burnout Hasil uji H2 diketahui diterima, yaitu signifikan terhadap burnout. Oleh karena itu, semakin tinggi keadilan reward semakin rendah burnout, tetapi semakin rendah keadilan reward, semakin tinggi burnout. Hal ini sejalan dengan teori . mengenai faktor . Job Security Memoderasi Pengaruh Keadilan Reward terhadap Burnout Khairunnisa, dkk. Diketahui bahwa hasil H4 diterima, job security memoderasi pengaruh keadilan reward terhadap burnout. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan . mengenai job security menyebabkan burnout dan teori . di mana keadilan reward menyebabkan burnout . Selain itu, penelitian ini juga serupa dengan penelitian . di mana terdapat pengaruh job security terhadap burnout. Bagi pegawai PNS, semakin rendah keadilan reward, semakin tinggi burnout dengan melemahkan keberadaan job security, sedangkan bagi pegawai PTT, semakin rendah keadilan reward semakin keberadaan job security. Karyawan dapat merasakan burnout yang tinggi bahkan dalam konteks keadilan imbalan ketika dinilai dari sudut pandang kenyamanan dalam bekerja, misalnya kondisi kerja, iklim kerja, beban kerja dan sebagainya. Secara keseluruhan, job security berada dalam kategori tinggi untuk dimensi afektif dan kognitif. Dimensi afektif lebih menekankan pada reaksi agar tidak kehilangan pekerjaan, sementara dimensi kognitif lebih menekankan pada upaya mempertahankan pekerjaan . Relative to The General US Population. JAMA Intern Med. : 1377-1385. Tomljenovic. M et al. Stress. Depression and Burnout Among Hospital Ohysicians in Rijeka. Croatia. Psychiatria Danubina. Rivai. V dan Sagala. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Edisi 2. Jakarta: PT. Raja Grafindo. Maslach. C dan Jackson. The Measurement of Experienced Burnout. Journal of Occupational Behavior. : 99-113. Wilson. What is The Impact of Job Burnout Antecendents on Georgia Nursing Home Administrators?. American Journal of Health Sciences. : 31-38. Jalilvand. Yamini. M dan Nia. Studying Relationship Beetwen Job Security. Hardness and Burnout. Jurnal UMP Social Sciences and Technology Management. Xiaoming. Y et al. Effects of Workload on Burnout and Turnover Intention of Medical Staff. A Study: Kamla-Raj. Ethno Med. : 229237 Giunchi. M et al. Job Insecurity. Workload and Job Exhausting in Temporary Agency Workers (TAW. Gender Differences. Career Development International. : 0117. Oren. L dan Littman. Does Equity Sensitivity Moderate The Relationship Between Effort Reward Imbalance and Burnout. Anxiety. Stress and Coping. An International Journal. : 643-658. Furaker. , dan Berglund. Job Insecurity Organizational Commitment. Revista International de Organizaciones. : 163-186. Lucky. Minai. S dan Rahman. Impact of Job Security on the Organizational Performance in a Multiethnic Enviroment. Research Journal of Business Management. Leung. Job Security and Productivity: Evidence From Kesimpulan Ditinjau berdasarkan hasil penelitian maka kesimpulan pada penelitian ini yaitu diketahui bahwa: Beban kerja dan keadilan reward secara parsial masing-masing berpengaruh signifikan terhadap burnout. Selanjutnya, job security secara parsial memoderasi keterkaitan pengaruh yang signifikan antara beban kerja terhadap keadilan reward terhadap burnout tenaga paramedis rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura. Maka dari itu pentingnya quality of work life, measurement / assessment workload, dan konsistensi remunisasi untuk meminimalisir kejadian burnout. Daftar Pustaka