FIQHUNA: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM e-ISSN : x-x Laman Jurnal : https://ejournal. stitaw-binjai. id/index. php/fiqhuna Volume 1 Nomor 2. Juli-Desember 2025 Efektivitas Metode Takrir Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-QurAoan Siswa Kelas XI Putri SMA Amanah Tahfidz Desa Medan Krio TA. 2024/205 Adiva Zahra Farhani1 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Washliyah Binjai Email : . adivazahrafarhani@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode takrir dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa kelas XI Putri SMA Amanah Tahfidz Desa Medan Krio Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menggunakan metode takrir, siswa mengalami kesulitan dalam ketepatan dan ketahanan hafalan. Setelah penerapan metode takrir, kemampuan siswa meningkat dari segi daya ingat dan ketepatan bacaan. Dengan demikian, metode takrir terbukti efektif dalam memperkuat hafalan jangka panjang sekaligus meningkatkan motivasi siswa dalam program tahfidz Al-QurAoan Kata Kunci : Metode takrir, hafalan Al-QurAoan, efektivitas. ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of the takrir method in improving the QurAoan memorization ability of Grade XI female students at SMA Amanah Tahfidz. Medan Krio Village, in the 2024/2025 academic year. The research employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings show that before applying the takrir method, students experienced difficulties in accuracy and retention of memorization. After its implementation, their abilities improved in terms of memory strength and accuracy of recitation. Thus, the takrir method is proven to be effective in strengthening long-term memorization as well as enhancing studentsAo motivation in the QurAoan memorization program. Keywords: Takrir method. QurAoan memorization, effectiveness. STIT Al-Washliyah Binjai Penulis: Adiva Zahra farhan. Efektifitas Metode Takrir Dalam Meningkatka Kemampuan menghafal AlQurAoan Siswa Kelas XI Putri SMA Amanah Tahfidz Desa Medan Krio TA. 2024/2025 PENDAHULUAN Al-QurAoan merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. perantaraan malaikat Jibril dengan lafaz dan maknanya yang terjaga keasliannya hingga akhir zaman, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q. Al-Hijr ayat 9: AE eE a aOaIac EaN aEa eO aIA a AaIac IaeI Ia ac eEIaA Ayat tersebut menunjukkan jaminan dari Allah Swt. terhadap kemurnian Al-QurAoan hingga akhir zaman. Salah satu bentuk upaya menjaga kemurnian tersebut adalah dengan cara menghafalkannya . ahfidz al-QurAoa. Tradisi menghafal Al-QurAoan telah dilakukan sejak masa Rasulullah Saw. , kemudian diteruskan oleh para sahabat dan generasi setelahnya. Aktivitas ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi media pembentukan kepribadian dan penguatan spiritual bagi umat Islam (As-Suyuti. Al-Itqan fi Ulum al-QurAoa. Dalam konteks pendidikan Islam modern, pembelajaran tahfidz Al-QurAoan tidak hanya menekankan aspek kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas, yaitu ketepatan bacaan, kelancaran, serta kemampuan menjaga hafalan dalam jangka Akan tetapi, banyak siswa masih menghadapi berbagai kendala dalam proses menghafal, seperti kesulitan dalam mengingat ayat-ayat baru, cepat lupa, kurang fokus, dan menurunnya motivasi setelah hafalan bertambah banyak. Hal ini menunjukkan perlunya metode pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan agar proses menghafal berjalan optimal (Suryana, 2. Salah satu metode yang banyak digunakan dalam proses pembelajaran tahfidz adalah metode Takrir. Secara bahasa, takrir berarti pengulangan, sedangkan secara istilah merupakan metode menghafal dengan cara mengulang-ulang bacaan ayat Al-QurAoan sampai benar-benar melekat dalam ingatan (Isnawati, 2. Metode ini menekankan pentingnya murajaAoah . engulang hafalan lam. dan tikrar . engulangan hafalan bar. , sehingga hafalan menjadi kuat dan Menurut pendapat Khoirun NisaAo Aulia . , penerapan metode Takrir terbukti dapat meningkatkan konsistensi dan ketahanan hafalan para santri, karena melalui pengulangan yang teratur, ayat-ayat yang dihafalkan menjadi semakin mudah diingat. Dari perspektif psikologi belajar, prinsip metode Takrir memiliki kesamaan dengan teori maintenance rehearsal dan elaborative rehearsal dalam konsep memori jangka panjang. Menurut Atkinson dan Shiffrin . , maintenance rehearsal merupakan pengulangan sederhana terhadap informasi agar tetap tersimpan dalam memori jangka pendek. Sedangkan elaborative rehearsal adalah pengulangan yang disertai pemahaman dan keterkaitan makna sehingga informasi dapat tersimpan lebih lama dalam memori jangka panjang (Craik & Lockhart, 1. Dengan demikian, metode Takrir dapat dikatakan sebagai kombinasi dari dua proses tersebut, karena melibatkan pengulangan intensif sekaligus pemaknaan terhadap ayat-ayat yang dihafalkan. SMA Amanah Tahfidz Desa Medan Krio merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan formal dengan program tahfidz Al-QurAoan. Berdasarkan hasil observasi awal, kegiatan pembelajaran tahfidz di sekolah ini dilaksanakan setiap hari pada tiga waktu utama, yaitu pagi, setelah salat subuh, dan malam hari. Proses pembelajaran dilakukan dengan bimbingan guru tahfidz, di mana siswa mengikuti kegiatan setoran hafalan, takrir bersama teman sejawat, dan pengulangan individu. Pola ini menumbuhkan kebiasaan mengulang hafalan setiap hari, sehingga hafalan siswa menjadi lebih lancar dan stabil. Namun demikian, efektivitas metode Takrir juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berdasarkan wawancara dengan guru dan siswa, faktor pendukungnya antara lain adalah motivasi internal, bimbingan guru, dan jadwal yang teratur. Sementara faktor penghambat meliputi rasa jenuh, kelelahan, serta perbedaan kemampuan siswa dalam memahami dan mengingat ayat. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian mendalam mengenai bagaimana metode Takrir diterapkan, seberapa besar efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-QurAoan, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: . kemampuan menghafal AlQurAoan siswa kelas XI SMA Amanah Tahfidz sebelum dan sesudah diterapkannya metode Takrir, . efektivitas metode Takrir dalam meningkatkan daya ingat dan ketepatan hafalan, serta . faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode Takrir. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran tahfidz di lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam menciptakan metode yang efektif, sistematis, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini ialah penelitian kualitatif, maka data-data yang dikumpulkan selanjutnya akan dilakukan analisis data dengan pendekatan kualitatif. Sugiyono . memaparkan bahwa yang dimaksud penelitian kualitatif adalah sebuah metode penelitian yang diperuntukkan dalam meneliti kondisi objek yang terjadi secara alamiah dimana peneliti adalah sebagai intrumen kunci. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan studi Observasi diartikan sebagai kegiatan pengamatan langsung terhadap objek penelitian untuk memperoleh data yang relevan dengan fokus kajian. Menurut Iskandar . , observasi merupakan pengamatan terhadap objek-objek STIT Al-Washliyah Binjai Penulis: Adiva Zahra farhan. Efektifitas Metode Takrir Dalam Meningkatka Kemampuan menghafal AlQurAoan Siswa Kelas XI Putri SMA Amanah Tahfidz Desa Medan Krio TA. 2024/2025 yang dapat dijadikan sumber masalah. Melalui teknik ini, peneliti dapat mengetahui secara mendalam bagaimana kemampuan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran tahfidz menggunakan metode Takrir. Wawancara dilakukan sebagai bentuk interaksi langsung antara peneliti dengan narasumber yang berperan penting dalam kegiatan tahfidz, seperti guru, koordinator tahfidz, dan siswa. Wawancara merupakan salah satu instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh keterangan atau informasi secara langsung melalui percakapan tatap muka. Dengan wawancara ini, peneliti dapat menggali pandangan, pengalaman, dan persepsi responden mengenai efektivitas penerapan metode Takrir dalam meningkatkan hafalan Al-QurAoan. Selanjutnya, studi dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan berbagai data tertulis maupun tidak tertulis yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran tahfidz menggunakan metode Takrir. Dokumen yang dimaksud antara lain laporan kegiatan, catatan setoran hafalan, foto-foto kegiatan, serta arsip sekolah yang mendukung proses penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Reduksi data dilakukan dengan cara menyeleksi, merangkum, dan memfokuskan data pada hal-hal yang dianggap penting sesuai dengan rumusan masalah penelitian. Selanjutnya, penyajian data dilakukan dengan mengorganisasikan hasil penelitian dalam bentuk uraian naratif yang sistematis. Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi, yaitu menyimpulkan hasil penelitian berdasarkan data yang telah dianalisis secara mendalam serta dikaitkan dengan tujuan penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di SMA Amanah Tahfidz Desa Medan Krio. Berdasarkan hasil pengumpulan data dan analisis data yang dilakukan, maka akan dijelaskan hasil dan pembahasan sebagai berikut. Hasil Kemampuan Menghafal Sebelum dan Sesudah Penerapan Metode Takrir Sebelum metode takrir diterapkan, kemampuan menghafal siswa kelas XI Putri SMA Amanah Tahfidz masih menunjukkan berbagai kelemahan. Siswa mudah lupa ayat yang telah dihafalkan, hafalan sering terputus, dan banyak kesalahan dalam bacaan. Setelah penerapan metode takrir secara rutin, terlihat peningkatan signifikan baik dari segi kelancaran, ketepatan, maupun daya tahan hafalan. Ustadzah Annisa, selaku guru Tahfidz di kelas XI Putri, menyampaikan bahwa: AuSebelum menggunakan metode Takrir, hafalan anak-anak sering tidak lancar. Kadang mereka bisa menyetor satu halaman, tetapi ketika diulang keesokan harinya, sebagian besar sudah lupaAy. Siswa yang rajin melakukan takrir dapat mengulang satu juz penuh dengan lancar dan lebih jarang melakukan kesalahan dalam tajwid serta makhraj. Seorang siswa bernama Althafunnisa menyampaikan pengalamannya: AuKalau sebelum menggunakan metode Takrir, karena sudah banyak yang saya hafal, kalau tidak ada pengulangan setelah menghafal mudah lupa. Tapi setelah adanya metode Takrir ini, hafalan lama tidak terasa asing lagi dan mudah untuk diulang kembaliAy Kemudian di pertegas oleh koordinator tahfidz yaitu Ustadzah Rahmi: AuDengan adanya Takrir harian, hafalan siswa jauh lebih terjaga. Mereka bisa menyetor dengan lancar dan lebih jarang melakukan kesalahanAy Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan yang jelas antara kemampuan menghafal siswa sebelum dan sesudah diterapkannya metode takrir. Sebelum metode diterapkan, hafalan siswa cenderung mudah hilang, sedangkan setelah diterapkan, hafalan menjadi lebih kuat dan stabil. Efektivitas Metode Takrir dalam Meningkatkan Daya Ingat dan Ketepatan Hafalan Pelaksanaan takrir secara harian terbukti efektif dalam meningkatkan daya ingat dan ketepatan hafalan siswa. Pengulangan dilakukan setelah Subuh, pagi, dan malam sehingga siswa terbiasa mengulang hafalannya dalam berbagai Guru Tahfidz Ustadzah Nur Annisa menyampaikan: AuSiswa yang terbiasa melakukan Takrir hafalannya lebih kuat. Mereka bisa mengulang kembali satu juz dengan lancar, bahkan setelah beberapa hari tidak menyetorkanAy Efektivitas metode Takrir dirasakan langsung oleh siswa. Menurut pernyataan salah satu siswa SMA Kelas XI yaitu Lutfiah Naswah AuDaya ingatnya makin meningkat pada saat pakai metode ini, karena dengan adanya pengulangan di tiap hafalan, apa yang sudah dihafal itu akan lebih melekat dan tetap terjagaAy. Koordinator tahfidz menegaskan bahwa siswa yang konsisten melakukan takrir memiliki hafalan yang lebih kuat dan tahan lama. Selain itu, kegiatan ini juga memperbaiki kesalahan bacaan melalui bimbingan langsung dari guru. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ustadzah Rahmi sebagai koordinator tahfidz: STIT Al-Washliyah Binjai Penulis: Adiva Zahra farhan. Efektifitas Metode Takrir Dalam Meningkatka Kemampuan menghafal AlQurAoan Siswa Kelas XI Putri SMA Amanah Tahfidz Desa Medan Krio TA. 2024/2025 AuTakrir bukan hanya mengulang hafalan, tetapi juga melatih siswa agar bacaan mereka sesuai dengan aturan tajwid, kalau ada yang salah, langsung bisa diperbaiki. Ay Temuan ini sejalan dengan teori forgetting curve dari Ebbinghaus yang menyatakan bahwa hafalan akan cepat hilang bila tidak diulang, sedangkan pengulangan memperkuat memori jangka panjang. Dalam konteks pendidikan Islam, pengulangan . juga merupakan tradisi klasik dalam menjaga hafalan Al-QurAoan. Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Metode Takrir Beberapa faktor mendukung keberhasilan metode takrir, antara lain: Bimbingan guru tahfidz yang konsisten dan terjadwal. Lingkungan sekolah yang kondusif dengan jadwal takrir rutin. Motivasi siswa yang tinggi dalam menjaga hafalan. Faktor pendukung dalam penerapan metode Takrir antara lain adalah lingkungan belajar yang kondusif, bimbingan guru yang konsisten, serta motivasi siswa dalam menjaga hafalan. Ustadzah Annisa menyampaikan: AuKami selalu mengingatkan anak-anak untuk melakukan Takrir setiap hari, baik bersama guru maupun bersama Hal ini yang membuat hafalan mereka lebih terjagaAy. Lingkungan sekolah yang mendukung juga menjadi aspek penting. Ustadzah Rahmi menjelaskan: AuKami mengatur jadwal Takrir di waktu-waktu khusus, seperti setelah Subuh, pagi, dan malam. Dengan pembiasaan ini, anak-anak lebih disiplin dan terbiasa dengan mengulang hafalanAy. Selain itu, motivasi dari guru dan teman sejawat juga sangat membantu. Althafunnisa menyebutkan: AuKalau Altha, faktor pendukungnya itu dukungan dan tekanan dari guru yang buat semangat untuk menghafal, jadi tidak malas-malasanAy . Sedangkan Lutfiah menekankan pentingnya konsistensi: AuBiasanya diulang-ulang sampai 10 sampai 20 kali, baru hafalan yang sudah disetorkan diulang lagi biar tidak cepat hilang. Ay Sementara itu, faktor penghambat meliputi rasa bosan dan jenuh kurang disiplin perbedaan kemampuan siswa Namun, terdapat pula beberapa faktor penghambat dalam penerapan metode Takrir. Di antaranya adalah rasa bosan, jenuh, kurang disiplin, dan perbedaan kemampuan siswa. Shyvira, salah satu siswa, menyampaikan: AuKadang merasa bosan kalau Takrir harus dilakukan bersama teman. Shyvira lebih mudah menghafal langsung dan mengulang dengan guru karena lebih fokus. Ay Koordinator Tahfidz. Ustadzah Rahmi, menambahkan: AuPerbedaan kemampuan antar siswa menjadi salah satu tantangan. Siswa yang lambat kadang merasa tertinggal dan kehilangan motivasi. Ay Meskipun demikian, faktor pendukung lebih dominan dibandingkan penghambatnya. Keterlibatan guru, lingkungan sekolah, dan motivasi siswa menjadikan pelaksanaan metode Takrir tetap berjalan efektif. Sebagian siswa lebih mudah menghafal dengan mendengar, sementara lainnya lebih efektif dengan membaca berulang secara visual. Meskipun terdapat hambatan, faktor pendukung lebih dominan, sehingga penerapan metode takrir tetap berjalan dengan baik dan menghasilkan peningkatan nyata dalam kemampuan hafalan siswa. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Takrir dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa kelas XI Putri di SMA Amanah Tahfidz Desa Medan Krio Tahun Ajaran 2024/2025. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa penerapan metode Takrir berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan hafalan siswa, baik dari segi kelancaran, daya ingat, maupun ketepatan bacaan. Kemampuan Menghafal Sebelum dan Sesudah Penerapan Metode Takrir Sebelum metode Takrir diterapkan, hafalan siswa belum stabil. Mereka sering lupa terhadap ayat yang telah dihafalkan dan kesulitan ketika mengulang hafalan lama. Setelah metode Takrir dijalankan secara rutin, hafalan menjadi lebih kuat, stabil, dan tahan lama. Hal ini menunjukkan bahwa pengulangan memiliki peran penting dalam memperkuat daya ingat dan memperpanjang retensi hafalan. Fenomena ini sejalan dengan teori Forgetting Curve yang dikemukakan oleh Hermann Ebbinghaus . , yang menyatakan bahwa memori manusia akan mengalami penurunan seiring waktu jika tidak diulang. Pengulangan . secara berkala terbukti mampu memperlambat proses pelupaan dan mempertahankan informasi dalam memori jangka panjang (Ebbinghaus, 1. STIT Al-Washliyah Binjai Penulis: Adiva Zahra farhan. Efektifitas Metode Takrir Dalam Meningkatka Kemampuan menghafal AlQurAoan Siswa Kelas XI Putri SMA Amanah Tahfidz Desa Medan Krio TA. 2024/2025 Dalam konteks pendidikan Islam, metode Takrir dikenal dengan istilah tikrar atau murojaAoah, yaitu proses mengulang hafalan untuk memperkuat ingatan. Pengulangan menjadi kunci utama dalam menjaga hafalan agar tetap melekat dalam hati dan pikiran seorang penghafal. Al-Zarnuji . dalam TaAolim al-MutaAoallim menegaskan bahwa ilmu yang diulang akan menetap dalam hati, sedangkan yang ditinggalkan akan mudah hilang. Oleh karena itu, penerapan Takrir tidak hanya melatih kemampuan kognitif, tetapi juga menanamkan kebiasaan disiplin dan istiqamah dalam mengulang hafalan. Efektivitas Metode Takrir dalam Meningkatkan Daya Ingat dan Ketepatan Hafalan Selain meningkatkan daya ingat, metode Takrir juga terbukti efektif dalam memperbaiki ketepatan bacaan siswa. Melalui proses pengulangan yang dilakukan setiap hari, siswa tidak hanya menghafal teks ayat tetapi juga memperbaiki makhraj, panjang pendek bacaan, dan hukum tajwid. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Rahman . yang menjelaskan bahwa pengulangan hafalan secara konsisten dapat meningkatkan ketepatan bacaan dan mengurangi kesalahan dalam pelafalan ayat-ayat Al-QurAoan. Dalam teori behaviorisme yang dikemukakan oleh B. Skinner . , pembiasaan dan penguatan . menjadi faktor utama dalam membentuk perilaku belajar. Setiap kali siswa melakukan Takrir dan mendapatkan hasil hafalan yang lebih baik, mereka mengalami penguatan positif yang mendorong mereka untuk terus berlatih. Dengan demikian. Takrir bukan sekadar aktivitas kognitif, melainkan juga strategi pembiasaan perilaku belajar yang produktif dan religius. Faktor Pendukung dan Hambatan dalam Penerapan Takrir Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas metode Takrir didukung oleh beberapa faktor utama, antara lain: Lingkungan sekolah yang kondusif, yang memberikan suasana religius dan mendukung kegiatan Tahfidz. Bimbingan guru Tahfidz yang konsisten, dengan jadwal Takrir yang teratur pada pagi, siang, dan malam hari. Motivasi internal siswa, yang tumbuh dari keinginan untuk menjaga hafalan dan mencapai target juz tertentu. Temuan ini sejalan dengan teori Slameto . yang menyatakan bahwa hasil belajar sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi dan kesiapan mental, serta faktor eksternal seperti lingkungan dan metode pembelajaran. Ketika guru mampu menciptakan suasana yang mendukung, siswa menjadi lebih fokus dan bersemangat dalam melakukan Takrir. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya beberapa hambatan seperti rasa jenuh, perbedaan kemampuan antar siswa, dan kurangnya konsistensi pada sebagian siswa. Hambatan ini menunjukkan bahwa penerapan metode Takrir perlu disesuaikan dengan karakteristik individu siswa agar proses pembelajaran lebih efektif. Pendekatan yang bervariasi seperti Takrir kelompok. Takrir bin nadzar . embaca bersama gur. , dan Takrir bil ghaib . anpa melihat musha. dapat menjadi alternatif solusi untuk menjaga antusiasme siswa. Metode Takrir mencerminkan harmonisasi antara teori pembelajaran modern dan nilai-nilai tradisi Islam. Dari perspektif psikologi. Takrir dapat dikategorikan dalam model maintenance rehearsal yang dijelaskan oleh Atkinson & Shiffrin . Menurut teori tersebut, pengulangan informasi memungkinkan terjadinya transisi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang, sehingga hafalan dapat bertahan lebih lama. Sementara itu, dalam perspektif pendidikan Islam, pengulangan hafalan merupakan metode klasik yang telah diwariskan para ulama. Konsep tikrar tidak hanya berfungsi untuk mengingat, tetapi juga untuk menjaga kemurnian bacaan dan membentuk adab dalam berinteraksi dengan Al-QurAoan (Mujib, 2. Hal ini menunjukkan bahwa metode Takrir memiliki dasar epistemologis yang kuat baik secara ilmiah maupun religius. Penerapan Takrir di SMA Amanah Tahfidz juga mendukung pengembangan karakter siswa. Melalui proses pengulangan yang terjadwal, siswa belajar disiplin, istiqamah, dan sabar. Dengan demikian, metode Takrir tidak hanya berdampak pada aspek kognitif hafalan, tetapi juga pada pembentukan kepribadian QurAoani yang menjadi tujuan utama pendidikan Islam. Dari keseluruhan hasil penelitian dan kajian teori, dapat disimpulkan bahwa metode Takrir terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-QurAoan. Keberhasilan metode ini terletak pada prinsip pengulangan yang dilakukan secara rutin, terarah, dan berkesinambungan. Selain memperkuat daya ingat. Takrir juga menanamkan nilainilai kedisiplinan, ketekunan, dan rasa tanggung jawab terhadap hafalan. Dengan demikian, metode Takrir relevan untuk terus dikembangkan di lembaga pendidikan Tahfidz modern. Penerapan metode ini tidak hanya menumbuhkan kecerdasan spiritual dan kognitif, tetapi juga mendukung tujuan pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan insan berakhlakul karimah dan berjiwa QurAoani. SIMPULAN Pelaksanaan metode Takrir di SMA Amanah Tahfidz Desa Medan Krio berlangsung sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan, yaitu melakukan pengulangan hafalan secara rutin, murojaAoah bersama guru, menambah hafalan baru, serta melakukan evaluasi terhadap kelancaran dan ketepatan bacaan. Penerapan metode ini terbukti efektif karena siswa mampu mempertahankan hafalan lama dan lebih mudah dalam mengingat ayat-ayat baru. Metode Takrir juga membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab siswa dalam menjaga hafalannya, sehingga hafalan menjadi lebih kuat, lancar, dan terpelihara dengan baik. Selain itu, suasana belajar yang kondusif, bimbingan guru yang sabar dan konsisten, serta semangat siswa dalam mengulang hafalan menjadi faktor pendukung utama keberhasilan penerapan metode ini. Adapun STIT Al-Washliyah Binjai Penulis: Adiva Zahra farhan. Efektifitas Metode Takrir Dalam Meningkatka Kemampuan menghafal AlQurAoan Siswa Kelas XI Putri SMA Amanah Tahfidz Desa Medan Krio TA. 2024/2025 kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya meliputi rasa jenuh, perbedaan kemampuan hafalan antar siswa, serta kurangnya konsistensi sebagian siswa dalam melakukan pengulangan secara rutin. Dengan demikian, metode Takrir tidak hanya efektif dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-QurAoan, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter siswa yang lebih disiplin, tekun, dan berjiwa QurAoani. UCAPAN TERIMAKASIH