Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025. Pages 40-51 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Pendidikan Agama Islam Berbasis Kearifan Lokal dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Negeri Alam Kota Singkawang Walhadi1. Purniadi Putra2. Neli3 Info Artikel Abstract Keywords: Local Wisdom. Character Education. Islamic Religious Education. Children of Age. Demoralization and moral decadence in early childhood highlight the importance of values-based character education in the learning system. This study aims to analyze the effectiveness of the integration of local wisdom by Islamic Education teachers in shaping the character of children at the Alam Kota Singkawang State Kindergarten. The method used is qualitative field research employing observation, interviews, and documentation techniques with school principals, teachers, parents, and students. The results indicate that extracurricular activities such as songs, traditional dances with Islamic themes, and the use of Malay traditional attire effectively instill religious, independent, tolerant, disciplined, and responsible character traits in children. conclusion, this approach is effective in strengthening students' moral identity through the internalization of locally rooted values contextualized within an Islamic framework. Kata kunci: Kearifan Lokal. Pendidikan Karakter. Pendidikan Agama Islam. Anak Usia Dini. Abstrak Demoralisasi dan dekadensi moral pada anak usia dini mendorong pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai-nilai lokal dalam sistem pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi kearifan lokal oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter anak di TK Negeri Alam Kota Singkawang. Metode yang digunakan adalah kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan intrakurikuler seperti lagu, tarian daerah bernuansa Islami, serta penggunaan pakaian adat Melayu mampu menanamkan karakter religius, mandiri, toleran, disiplin, dan bertanggung jawab pada anak. Kesimpulannya, pendekatan ini efektif dalam memperkuat identitas moral peserta didik melalui pembiasaan nilai-nilai lokal yang dikontekstualisasikan secara Islami . Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 30 Mei 2025 02 Juni 2025 03 Juni 2025 03 Juni 2025 Cara Mensitasi Artikel: Walhadi. Putra. , & Neli. Pendidikan Agama Islam berbasis kearifan lokal dalam pembentukan karakter anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Negeri Alam Kota Singkawang. Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 40-51, https://doi. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Walhadi, walhadilaksmana9@gmail. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Pendidikan Agama Islam. Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Sambas. Indonesia Email: walhadilaksmana9@gmail. Pendidikan Agama Islam. Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Sambas. Indonesia Email: putrapurniadi@gmail. Ekonomi Syariah. Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Sambas. Indonesia Email: neli@gmail. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 PENDAHULUAN Pendidikan Agama Islam berbasis kearifan lokal merupakan suatu pendekatan yang semakin relevan dalam konteks pendidikan anak usia dini di Indonesia. Pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran agama tidak hanya berfungsi untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk karakter yang kuat pada generasi muda. Dalam konteks ini, kearifan lokal dilihat sebagai referensi penting untuk mengajarkan nilai-nilai moral dan etika, yang jika dipadukan dengan pendidikan agama, akan menghasilkan individu yang tidak hanya religius tetapi juga menghargai dan memahami keberagaman budaya yang ada di lingkungan mereka (Islami et al. , 2024. Saleh & Wekke, 2021. Wati et al. , 2. Di Sulawesi Selatan, misalnya, tradisi dan budaya daerah memiliki pengaruh besar dalam proses pendidikan. Kearifan lokal diintegrasikan dalam pelajaran untuk memperkuat karakter dan identitas anak, sehingga pendidikan tidak sematamata berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan watak yang mencerminkan nilainilai lokal (Saleh & Wekke, 2. Dengan penerapan kurikulum yang menggabungkan pendidikan agama Islam dan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, anak-anak tidak hanya diajarkan tentang ibadah dan hukum agama tetapi juga tentang sikap toleransi dan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar (Jeriyantoro et al. , 2. Peran orang tua dan guru dalam konteks pembentukan karakter sangatlah penting. Orang tua, sebagai pendidik pertama, berfungsi sebagai teladan dan penyampai nilai-nilai moral kepada anak (Ambariani & Rakimahwati, 2023. Ansori, 2. Sementara itu, guru di lembaga pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk merancang kurikulum yang mencakup nilai-nilai tersebut, termasuk toleransi dan empati, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya mengerti tentang agama mereka tetapi juga dapat berinteraksi dengan baik dalam masyarakat yang plural (Ansori, 2023. Nimatuzahroh et al. , 2022. Pitaloka et al. , 2. Oleh karena itu, pendidikan agama Islam berbasis kearifan lokal tidak hanya menjadi relevansi dalam konteks akademis, tetapi juga sebagai upaya untuk membentuk karakter anak yang dapat menghadapi tantangan zaman dengan kebijaksanaan dan nilai-nilai baik. Secara holistik, penggabungan pendidikan agama dengan kearifan lokal diharapkan dapat menghasilkan generasi yang berkarakter religius, toleran, dan menghargai keberagaman (Wati et , 2024. Jeriyantoro et al. , 2024. Sakoan, 2. Dalam perjalanan proses pendidikan ini, keberhasilan tidak hanya diukur dari aspek kognitif, tetapi juga dari pembentukan karakter yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (Purwati et al. , 2. Dengan demikian, pendidikan agama Islam berbasis kearifan lokal menjadi fondasi yang kokoh dalam proses pembinaan karakter anak usia dini yang diharapkan dapat diteruskan hingga mereka dewasa dan berkontribusi positif terhadap masyarakat. Dalam konteks pendidikan, pendekatan berbasis kearifan lokal mulai diadopsi sebagai metode untuk menjembatani nilai-nilai budaya dengan proses pembelajaran. Pendidikan kearifan lokal dipahami sebagai suatu pendekatan pedagogis yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya, tradisi, dan pengetahuan lokal ke dalam proses pembelajaran guna meningkatkan relevansi serta memperkuat identitas sosial-budaya peserta didik (Suyanto, 2. Hal ini menjadi semakin penting terutama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yang menekankan pentingnya pembentukan karakter dan akhlak mulia sejak usia dini. Sebagaimana disebutkan dalam Al-QurAoan Surah Al-AnbiyaAo . :107, kehadiran Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Rahmat ini terwujud dalam bentuk ajaran yang membawa nilai-nilai kedamaian, keadilan, dan pembebasan dari berbagai bentuk penindasan sosial (Shihab, 2. Misi utama kenabian untuk menyempurnakan akhlak mulia ditegaskan pula dalam hadis riwayat Ahmad: AuInnama buAoitstu liutammima makarimal akhlaqAy (HR. Ahma. Oleh Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 karena itu, penanaman nilai-nilai moral dan karakter Islami kepada anak-anak merupakan bagian penting dari tugas pendidikan, khususnya pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Taman Kanak-Kanak sebagai salah satu bentuk pendidikan formal untuk anak usia dini, memiliki peran strategis dalam memberikan stimulasi pendidikan yang menyeluruh, baik secara jasmani maupun rohani. Program pembelajarannya mencakup pengembangan nilai agama dan moral (Erviana & Agus Faisal, 2022. Mardianti et al. , 2. , fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni, sebagaimana diatur dalam Kurikulum PAUD (Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini , 2. Pendidikan pada jenjang ini bukan hanya bertujuan untuk kesiapan akademik, tetapi juga pembentukan karakter sosial dan budaya anak melalui pendekatan yang kontekstual dan lokal. Dalam konteks ini, integrasi antara pendidikan agama Islam dan kearifan lokal menjadi penting sebagai pendekatan yang relevan dan kontekstual. Menurut (Umam, 2. Pendidikan Agama Islam berbasis kearifan lokal bertujuan untuk memperkuat pemahaman agama yang disesuaikan dengan budaya setempat, sehingga anak-anak lebih mudah menerima nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan pembelajaran ini menjadi semakin signifikan di wilayah-wilayah yang kaya akan tradisi, seperti TK Negeri Alam Kota Singkawang, yang terletak di kawasan perbatasan dan mayoritas penduduknya adalah Suku Melayu beragama Islam. TK Negeri Alam Kota Singkawang telah mengimplementasikan pendekatan pembelajaran PAI berbasis kearifan lokal melalui berbagai kegiatan seperti tarian Melayu, permainan alat musik daerah bernuansa Islami, penggunaan pakaian adat, serta menyanyikan lagu daerah yang sarat nilai Berdasarkan fenomena ini, penelitian ini difokuskan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana implikasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kearifan lokal terhadap sikap dan perilaku anak-anak di TK tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis untuk menggali pengalaman dan persepsi guru serta peserta didik dalam pelaksanaan praktik pembelajaran Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan model pembelajaran berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dalam Pendidikan Agama Islam, serta memperkuat strategi pembentukan karakter Islami sejak usia dini dalam konteks pendidikan anak di wilayah multikultural. METODE Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk memahami secara mendalam pengalaman para subjek dalam mengimplementasikan Pendidikan Agama Islam berbasis kearifan lokal di TK Negeri Alam Kota Singkawang. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggali makna yang dikonstruksi oleh individu dalam konteks sosial-budaya Penelitian dilakukan di lingkungan sekolah secara langsung untuk menangkap praktik pembelajaran yang berlangsung secara alamiah. Responden terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, tenaga kependidikan, orang tua, dan peserta didik, yang dipilih secara purposive berdasarkan peran signifikan mereka dalam pelaksanaan pendidikan berbasis kearifan Instrumen utama dalam penelitian ini meliputi: Pedoman wawancara yang mencakup butir-butir seperti: AuBagaimana bentuk kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal di kelas?Ay. AuApa dampak yang dirasakan terhadap sikap dan perilaku anak setelah kegiatan tersebut?Ay , serta AuApa kendala yang dihadapi dalam menerapkan pembelajaran berbasis kearifan lokal?Ay Format observasi terstruktur digunakan untuk mencatat aktivitas pembelajaran dengan indikator seperti: . keterlibatan anak dalam kegiatan bernuansa budaya lokal, . ekspresi nilai karakter Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 selama aktivitas berlangsung, dan . interaksi antara guru dan peserta didik dalam konteks nilainilai Islami dan budaya lokal. Dokumentasi mencakup arsip pembelajaran, foto kegiatan, serta catatan kegiatan harian guru yang merekam integrasi budaya lokal. Analisis data dilakukan secara tematik mengikuti model Miles dan Huberman, melalui tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dijaga melalui teknik triangulasi sumber, perpanjangan observasi, dan member check untuk memastikan keabsahan Seluruh proses pengumpulan dan pengolahan data dilaksanakan secara simultan dan berkelanjutan, guna menangkap dinamika praktik pendidikan secara menyeluruh. Sebagai bagian dari komitmen terhadap etika penelitian, setiap partisipan diberikan penjelasan lengkap mengenai tujuan penelitian, dan partisipasi mereka dilakukan secara sukarela dengan persetujuan lisan maupun tertulis. Identitas responden dijaga kerahasiaannya, dan setiap data yang dikumpulkan digunakan semata-mata untuk kepentingan ilmiah. Peneliti juga memastikan bahwa proses wawancara dan observasi tidak mengganggu aktivitas belajar-mengajar di sekolah. Prosedur analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles dan Huberman. Validitas data diuji dengan teknik triangulasi sumber, perpanjangan observasi, dan member check. Setiap data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk menemukan pola-pola bermakna yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis dilakukan secara simultan selama dan setelah proses pengumpulan data berlangsung. Pendekatan ini memastikan bahwa hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis dan mencerminkan kompleksitas konteks sosial dan budaya di mana praktik pendidikan tersebut HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Kearifan lokal yang dilakukan di TK Negeri Alam Kota Singkawang Kearifan lokal adalah pandangan hidup, nilai-nilai dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Kearifan lokal merupakan identitas budaya yang dapat membantu masyarakat bertahan hidup dengan aman, nyaman dan Sejahtera (Widisono, 2. Adapun konsep dasar kearifan lokal di sekolah adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya, tradisi dan pengetahuan lokal sehingga diharapkan kearifan lokal dapat menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika, toleransi, kerjasama dan tanggung jawab. Pelaksanaan kearifan lokal yang dilakukan di TK Negeri Alam Kota Singkawang merujuk pada peraturan yang relevan. TK Negeri Alam Kota Singkawang terkait dengan dasar pelaksanaan kearifan lokal yang dilakukan di TK Negeri Alam Kota Singkawang dilaksanakan sesuai dengan undang-undang nomor 5 tahun 2017 yang mengatur tentang pengembangan objek, kemajuan kebudayaan. Pengembangan tersebut dilakukan dengan cara pengkajian, penyebarluasan dan pengayaan keberagaman. Dalam undang-undang nomor 5 tahun 2017 tersebut mengatur tentang pemajuan kebudayaan Indonesia termasuk perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan. Dalam undang-undang tersebut juga mengakui dan menghargai keberagaman budaya masyarakat Indonesia. Pernyataan Zulfazia tersebut diperkuat oleh Suharni menjelaskan bahwa kebijakan pelaksanaan kearifan lokal yang dilakukan di TK Negeri Alam Kota Singkawang merujuk pada undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan. Sejalan dengan hasil wawancara di atas, dalam dokumen program kearifan lokal di TK Negeri Alam Kota Singkawang juga disebutkan undang-undang nomor 5 tahun 2017 sebagai landasan kegiatan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru TK Negeri Alam Kota Singkawang, kepala TK Negeri Alam Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Kota Singkawang dan dokumen program kearifan lokal di atas, ditemukan satu dasar utama dari pelaksanaan kearifan lokal yang dilakukan di TK Negeri Alam Kota Singkawang yaitu merujuk pada undang-undang nomor 5 tahun 2017. Selain undang-undang nomor 5 tahun 2017, rujukan pelaksanaan kearifan lokal mengacu pada : . Undang-Undang negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 32 ayat 1. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 5 tentang pendidikan berbasis keunggulan lokal. Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 pasal . Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 35 Ayat 2 Tentang Program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal. Berdasarkan undang-undang serta peraturan pemerintah tentang program kearifan lokal di sekolah maka pelaksanaan kearifan lokal yang dilakukan di TK Negeri Alam Kota Singkawang dilaksanakan pada kegiatan intrakurikuler. Leviana dalam hal ini menjelaskan bahwa dasar kegiatan intrakurikuler merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbu. Nomor 23 tahun 2017 serta Permendikbud Nomor 103 tentang pembelajaran pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah tahun 2014. Peraturan tersebut menjadi dasar pelaksanaan intrakurikuler, bentuk intrakurikuler dan metode pelaksanaannya (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal . Jakarta: Republik Indonesia. 2003, n. Kepala TK Negeri Alam Kota Singkawang membenarkan penjelasan guru TK Negeri Alam Kota Singkawang terkait dasar kebijakan pelaksanaan kearifan lokal yang dilakukan di TK Negeri Alam Kota Singkawang. Menurut Suharni dasar pelaksanaan intrakurikuler sesuai Permendikbud Nomor 103 tentang pembelajaran pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah tahun 2014. Penjelasan guru TK Negeri Alam Kota Singkawang dan kepala TK Negeri Alam Kota Singkawang di atas memberikan kejelasan bahwa TK Negeri Alam Kota Singkawang dalam pelaksanaan kearifan lokal dilakukan melalui intrakurikuler sudah memiliki dasar kebijakan. Menurut hemat peneliti, selain Permendikbud Nomor 103 tentang pembelajaran pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah tahun 2014, ada juga Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2017 tentang penguatan Pendidikan karakter yang mengatur tentang intrakurikuler. Hal ini terdapat pada pasal 7 yang berbunyi: penyelenggaraan PPK dalam kegiatan intrakurikuler sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 . huruf a merupakan penguatan nilai-nilai karakter melalui kegiatan penguatan materi pembelajaran, metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan (Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter, 2. Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia nomor 20 tahun 2018 tentang penguatan satuan pendidikan formal, yaitu: . Mengintegrasikan nilainilai karakter dalam proses pembelajaran secara tematik atau terintegrasi dalam mata pelajaran sesuai dengan isi kurikulum. Merencanakan pengelolaan kelas dan metode pembelajaran atau pembimbingan sesuai dengan karakter peserta didik. Melakukan evaluasi pembelajaran dan . Mengembangkan kurikulum muatan lokal sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Bentuk Kegiatan Intrakurikuler Kearifan lokal yang dilakukan di TK Negeri Alam Kota Singkawang merujuk pada undangundang nomor 5 tahun 2017 tentang kearifan lokal serta peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 pasal 35 ayat 2 tentang program pendidikan berbasis keunggulan lokal. Adapun Permendikbud Nomor 103 tahun 2014 tentang pembelajaran pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah, peraturan tersebut menjadi dasar penetapan bentuk-bentuk kegiatan intrakurikuler. Terkait dengan bentuk intrakurikuler, menjelaskan pada kegiatan pembelajaran mulai dari mengucapkan salam, menanyakan kabar murid, membaca doa bersama serta membaca surah pendek bagi yang muslim, menyanyikan lagu daerah dan lagu Islami kemudian memeriksa kerapian Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 murid, absensi, apersepsi, motivasi serta menyampaikan tema pembelajaran dan memberikan pesan moral kepada peserta didik agar mengikuti pembelajaran penuh semangat dan perhatian. Adapun bentuk-bentuk kegiatan intrakurikuler kearifan lokal yang dilakukan di TK Negeri Alam Kota Singkawang sebagaimana disampaikan dalam wawancara bahwa bentuk kegiatan terdiri dari yaitu: menyanyikan lagu-lagu daerah baik sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran, menari tarian daerah yang dilatih oleh guru seni pada jam dan jadwal yang telah ditentukan waktunya, memainkan musik daerah serta memakai pakaian adat pada hari-hari tertentu. Suharni membenarkan bahwa ada empat bentuk kegiatan tersebut Beliau mengatakan ada lagu daerah, tarian daerah, musik daerah, pakaian daerah. Empat kegiatan intrakurikuler kearifan lokal dapat dilihat dari hasil pengumpulan data dan dokumentasi terkait kearifan lokal di TK Negeri Alam Kota Singkawang. Dari hasil dokumentasi dapat dilihat Peserta didik dalam kegiatan intrakurikuler menarikan tarian-tarian daerah ( lampiran . Kegiatan intrakurikuler menari tarian daerah bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai serta budaya lokal agar peserta didik Mampu dan dapat memahami karakteristik dan warisan budaya di suatu daerah serta menambah rasa bangga dan menambah motivasi untuk terus Kegiatan intrakurikuler menari dilaksanakan setiap hari Rabu Jam 07. 30- 08. 30 Di aula Kegiatan menari melibatkan peserta didik yang diseleksi berdasarkan bakat dan peminatan masing-masing dikelompok atau kelas kegiatan kearifan lokal menari dilaksanakan di TK Negeri Alam Kota Singkawang sejalan dengan penjelasan Anestasia Widya Wardani, seni tari bisa dikatakan sebagai bagian dari kebudayaan yang ada pada setiap negara atau daerah termasuk negara Indonesia. Lebih lanjut Anestasia Widya Wardani menjelaskan seni tari yang ada di Indonesia sangatlah banyak dan setiap gerakan tari merupakan ciptaan dari masyarakat Indonesia yang dimana di dalam setiap gerakan tari memiliki filosofinya masing-masing. Menyanyikan lagu-lagu daerah yang dibimbing oleh Ibu S. Ag. Ag. hanya menyanyikan lirik saja tanpa diikuti dengan iringan lagu atau alat musik. Hal ini sejalan dengan pengertian lagu daerah yaitu sebuah Lagu yang berasal dari suatu daerah dan biasanya mempunyai tema kehidupan seharihari masyarakat setempat. Sejalan juga menurut Wahyu Purnomo dan Fasih Subagyo yang menyebutkan bahwa lagu daerah adalah lagu yang lahir dan berkembang di suatu daerah tertentu. Adapun guru pembimbing kegiatan kearifan lokal memainkan musik daerah yaitu Ibu Leviana Pd. dan peserta didik biasanya berlatih bermainkan alat musik rebana di aula sekolah pada setiap hari Kamis jam 07. 30- 08. Disamping itu alat musik rebana sudah dipersiapkan oleh pihak sekolah dengan melatih peserta didik yang sudah diseleksi berdasarkan bakat dan minatnya masing-masing. Data dari hasil pengumpulan dari pedoman dokumentasi terkait kegiatan kearifan lokal di TK Negeri Alam Kota Singkawang. Adapun pakaian tradisional yang dipakai pada hari-hari tertentu di TK Negeri Alam Kota Singkawang adalah pakaian adat Melayu Singkawang. Busana tradisional Melayu menurut Jonathan adalah Busana tradisional Indonesia khas etnis Melayu yang berakar dari Kerajaan Melayu. Penggunaan pakaian adat Melayu di TK Negeri Alam Kota Singkawang dilaksanakan oleh semua peserta didik dan guru serta dilakukan pada momen seperti ulang tahun kota Singkawang. Hari Pendidikan Nasional. Hari Anak Nasional dan hari besar lainnya sejalan dengan pendapat Koh Jaime bahwa baju melayu ialah Busana tradisional yang dipakai oleh lelaki Melayu di Malaysia. Brunei. Singapura, sebagian wilayah Indonesia terutama Sumatera dan Kalimantan. Selatan Filipina dan selatan Thailand. Berdasarkan bahasan bentuk kegiatan kearifan lokal di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal yang dilakukan di TK Negeri Alam Kota Singkawang berbentuk kegiatan berbasis seni daerah yang terdiri dari. lagu-lagu daerah, tarian daerah, musik daerah, dan pakaian adat Melayu. Hal ini sebagaimana dasar pelaksanaan yang diterapkan undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 5 tentang pengelolaan pendidikan berbasis kearifan lokal. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Metode pelaksanaan kegiatan intrakurikuler kearifan lokal Pelaksanaan kearifan lokal di TK Negeri Alam Kota Singkawang dilakukan melalui metode mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam pembelajaran. Terkait metode pelaksanaan kearifan lokal yang dilakukan di TK Negeri Alam Kota Singkawang dilakukan dengan: . mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam proses pembelajaran. RPPH di TK mengakomodir integrasi pendidikan kearifan lokal. mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam tema pelajaran di taman kanak-kanak sesuai dengan isi kurikulum. merencanakan metode pembelajaran sesuai dengan karakter peserta didik, pengelolaan kelas serta melakukan evaluasi pembelajaran. Hasil wawancara dengan guru TK Negeri Alam Kota Singkawang di bawah ini. Pertama, terkait dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran menjelaskan melalui pembelajaran saya sebagai guru PAI TK memadukan antara tema agama dan kearifan lokal di dalam rencana pelaksanaan pembelajaran harian dan rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan. Kemudian pada setiap tahapan dalam kegiatan pembelajaran di taman kanak-kanak ada yang dilakukan secara langsung dan ada juga yang dilakukan secara tidak langsung dijelaskan kepada peserta didik (Rasyid, 2015. Surachman, 2. Sebagai contoh tahapan langsung yaitu absensi kehadiran dan menyiapkan peserta didik dalam pembelajaran. Adapun tahapan tidak langsung yaitu menyanyikan lagu daerah, lagu anak-anak dan lagu Islami. Tahap integrasi nilai-nilai budaya kearifan lokal dalam proses pembelajaran, guru TK dalam hal ini tertuang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran harian pada kegiatan pembukaan, inti dan penutup. Kedua, guru taman kanak-kanak sudah memasukkan dalam RPPH untuk mengakomodir integrasi kearifan lokal dengan cara memberikan pesan-pesan moral kepada peserta didik. Terkait hal ini Sudah mengakomodir nilai-nilai kearifan lokal dalam materi dan tema pelajaran sesuai dengan isi Terkait hal ini juga menjelaskan bahwa pengelolaan kelas yang saya lakukan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Ketiga, merencanakan metode pembelajaran di kelas sesuai dengan karakter peserta didik. Terkait dengan hal ini intrakurikuler kearifan lokal yang dilakukan di TK Negeri Alam Kota Singkawang disampaikan dengan metode yang disesuaikan dengan jenis kearifan lokal itu sendiri seperti. menyanyikan lagu-lagu daerah harus dengan metode praktik Karakter peserta didik yang paling umum adalah senang bernyanyi sambil bertepuk tangan oleh sebab itu dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran harian lalu dicantumkan metode praktik langsung. Keempat, tahap melakukan evaluasi pembelajaran juga sudah tertuang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran harian. Terkait dengan hal ini menjelaskan bahwa evaluasi atau penilaian dilakukan di kelas dan di luar kelas melalui penilaian lisan, spiritual dan sikap sosial. Capaian tujuan kearifan lokal yang dilakukan di TK Negeri Alam Kota Singkawang Berdasarkan evaluasi yang dilakukan guru TK Negeri Alam Kota Singkawang terhadap kegiatan intrakurikuler berbasis kearifan lokal, tujuan yang diterapkan tercapai maksimal. Sebagaimana hasil wawancara dengan Leviana dan Murni yang menjelaskan tujuan kearifan lokal pada kegiatan intrakurikuler di TK Negeri Alam Kota Singkawang ini sudah tercapai. Hal ini dapat dilihat dari penilaian peserta didik serta perubahan sikap dan perilaku sehari-hari yang mereka Perlihatkan di sekolah dan lingkungan rumah maupun masyarakat. Senada dengan . Leviana dan Murni. Suharni juga menjelaskan bahwa tujuan intrakurikuler kearifan lokal sudah tercapai dapat dilihat dari perubahan perilaku serta penilaian sosial peserta didik tersebut, serta kegiatan atau perilaku seharihari peserta didik yang mereka perlihatkan di sekola. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Implikasi kearifan lokal yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam pada sikap dan perilaku anak-anak di TK Negeri Alam Kota Singkawang Karakter Religius Karakter religius adalah sikap dan perilaku yang muncul dari penghayatan ajaran agama yang Karakter ini ditandai dengan keyakinan, ketaatan, dan komitmen terhadap agama. Menurut Mukhlis pendidikan karakter religius dapat dipahami sebagai upaya-upaya sadar dalam proses penanaman nilai atau karakter pada peserta didik. Sejalan dengan itu menurut Beni Prasetya nilainilai karakter religius mencerminkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku menjalankan ajaran dan keyakinan agama yang dianut. Implikasi kearifan lokal yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam memberikan dampak pada sikap dan perilaku religius pada peserta didik di TK Negeri Alam Kota Singkawang. Dasar hukum Yang menaungi pelaksanaan pendidikan karakter diantaranya: . Undang-Undang Dasar 1945. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Inpres nomor 1 tahun 2010 tentang pendidikan budaya dan karakter bangsa. Pelaksanaan kearifan lokal memberikan implikasi karakter religius yaitu terbentuknya perilaku yang baik dan sopan pada sikap dan perilaku anak. Kepala TK Negeri Alam Kota Singkawang membenarkan penjelasan guru PAI TK terkait pelaksanaan kearifan lokal yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam memberikan implikasi karakter religius pada peserta Menurut Suharni dasar hukum Yang menaungi pelaksanaan pendidikan karakter yaitu UndangUndang Dasar 1945. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan Inpres nomor 1 tahun 2010 tentang pendidikan budaya dan karakter bangsa. Adapun hubungan karakter religius dari kearifan lokal yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam pada sikap dan perilaku anak memiliki hubungan yang erat, di mana kearifan lokal dapat menjadi sarana untuk memperkuat dan mengembangkan karakter religius, misalnya melalui praktik-praktik budaya yang mencerminkan nilai-nilai agama. Hal ini dapat dilihat dari lagu-lagu daerah bernuansa Islami yang memiliki karakter religius yang kuat, mencakup aspek aqidah, syariah, dan akhlak serta berfungsi untuk mengenalkan ajaran Islam, menumbuhkan keimanan dan memperdalam pemahaman agama. Selain itu karakter religius dapat pula tercermin dari sikap dan perilaku anak baik ketika anak-anak bermain alat musik rebana sambil bersholawat maupun setelah bermain alat musik rebana (Idris, 2. menurut Candra Gunawan dkk, musik rebana memiliki karakter religius yang kuat karena sering digunakan sebagai media dakwah dan pengingat keagamaan, serta memiliki makna spiritual yang dalam. Karakter Mandiri Karakter Mandiri adalah kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Karakter ini ditandai dengan sikap dan perilaku yang inisiatif, kreatif dan bertanggung jawab (Khamalah, 2. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 3 menjelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakep, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sejalan dengan hal ini Imam Musbikin menyebutkan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terwujudnya kemandirian anak yaitu. gen atau keturunan orang tua, . kebiasaan salah satu peranan orang tua dalam kehidupan sehari-hari adalah membentuk kebiasaan, . disiplin kemandirian berkaitan erat dengan kedisiplinan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru PAI TK, kepala TK Negeri Alam Kota Singkawang dan wali murid dapat ditemukan informasi bahwa implikasi kearifan lokal yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam berpengaruh pada sikap mandiri anak baik di rumah maupun di sekolah. Karakter mandiri pada anak dapat dilihat dari sikap dan perilaku baik di sekolah maupun di luar Hasil wawancara dengan wali murid menjelaskan bahwa adanya perubahan yang signifikan Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 terhadap karakter kemandirian anak setelah beberapa bulan belajar di TK Negeri Alam Kota Singkawang seperti mampu mandi sendiri, berpakaian sendiri, memakai kaos dan sepatu sendiri, serta menggemaskan perlengkapan belajar sendiri dan tentunya mau mendengarkan nasehat orang Suardi dkk. Menyatakan bahwa karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan menggunakan segala tenaga, pikiran, dan waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi, dan cita-cita. Implikasi kearifan lokal yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam pada sikap dan perilaku anak-anak di TK Negeri Alam Kota Singkawang memberikan pengaruh terhadap karakter mandiri anak karena di dalam seni tari tradisional atau daerah mengenalkan serta menstimulus anak untuk dapat memiliki pendidikan karakter cinta tanah air,seperti sikap peduli, menghargai, tanggung jawab serta menghormati bangsa dan negara. Arina Restian menyatakan bahwa seni tari merupakan ungkapan perasaan yang ada dalam diri manusia, di aplikasikan melalui gerakan bermakna yaitu sebuah gerak badan yang berirama dilakukan di tempat serta waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, pengungkapan perasaan, maksud serta pikiran. Karakter mandiri pada anak-anak di TK Negeri Alam juga dapat dilihat dari bermain musik rebana karena selain anak dilatih kesabaran namun anak-anak juga dilatih mandiri. Alfina Harubi Wijayanti menyatakan bahwa karakter mandiri dalam bermain musik seperti dalam hal lain, berarti kemampuan untuk melakukan kegiatan musik . emainkan alat musik, menyanyi atau berkreas. tanpa bergantung pada orang lain, dengan inisiatif sendiri dan memecahkan masalah yang timbul. Karakter Toleransi Toleransi adalah harmoni dalam perbedaan. Dengan demikian toleransi adalah kesediaan seorang individu dan masyarakat untuk hidup dalam aturan yang sudah ditentukan yang merupakan makna dari toleransi. Menurut Ahmad Khoiri dkk, menyatakan bahwa toleransi merupakan sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda darinya (Sulistiono & Azatama, 2. Sependapat dengan rusyan, toleransi berarti kesediaan memberikan ruang dan kesempatan kepada orang lain untuk menjalankan sesuatu yang menjadi keyakinan dan pendapatnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi toleransi yang pertama adalah agama dan norma Pengaruh norma sosial dan agama bisa menjadi signifikan, jika norma sosial dan agama dapat dikembangkan secara positif maka berpengaruh lebih besar dalam membangun toleransi etnis. Faktor selanjutnya adalah pengasuhan orang tua dan guru. Faktor penentu untuk nilai toleransi tumbuh pada anak usia dini adalah pendidikan melalui pengasuhan orang tua dan guru. Zul fauzia menjelaskan implikasi kearifan lokal yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam pada sikap dan perilaku anak dapat dilihat dari karakter toleransi antara satu anak dengan anak yang lainnya. Suharni kepala tk negeri Alam kota singkawang membenarkan bahwa karakter toleransi peserta didik dapat dilihat dari sikap dan perilaku anak ketika bergaul dan bersosialisasi baik ketika di dalam kelas, di luar kelas saat jam istirahat maupun di lingkungan masyarakat. Karakter disiplin Implikasi kearifan lokal yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam pada sikap dan perilaku anak-anak di TK Negeri Alam Kota Singkawang salah satunya adalah menumbuhkan karakter Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbu. nomor 20 tahun 2018 yang mengatur tentang penguatan pendidikan karakter (PPK) pada satuan pendidikan Permendikbud tersebut menjadi dasar tujuan untuk mewujudkan bangsa yang berbudaya dengan menanamkan nilai-nilai diantaranya : jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif. Mandiri, demokratis, peduli lingkungan. Peduli sosial dan bertanggung jawab. Maria Denok, menjelaskan seni tari tradisi memiliki nilai-nilai yang kuat dalam membangun karakter disiplin pada anak seperti Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 ketekunan, kerja keras, kedisiplinan dan tanggung jawab. Penguatan karakter disiplin anak melalui seni tari tradisi atau berbasis kearifan lokal sangat relevan dan efektif dalam menghadapi tantangan di era modern. A Wathon menambahkan dengan pengenalan nilai-nilai disiplin, pengembangan keterampilan disiplin dan penerapan nilai-nilai disiplin dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak dapat mengembangkan karakter disiplin yang kuat. Karakter Tanggung Jawab Karakter tanggung jawab merupakan sikap dan perilaku seseorang untuk melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik dan benar (Zain & Mustain, 2. Seseorang yang bertanggung jawab akan berusaha untuk melakukan yang terbaik dan menerima konsekuensi dari tindakannya. Menurut Rianawati karakter tanggung jawab merupakan karakter yang mendorong seseorang melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik dan tepat waktu. Implikasi kearifan lokal yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam pada sikap dan perilaku anak-anak di TK Negeri Alam Kota Singkawang memberikan pengaruh terhadap perubahan karakter bertanggung jawab pada anak-anak TK Negeri Alam Kota Singkawang. Hasil wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam di TK Negeri Alam Kota Singkawang menunjukkan bahwa, pertama, terkait dengan karakter tanggung jawab anak-anak dalam proses kegiatan pembelajaran terdapat sikap tanggung jawab yang sangat baik hal ini dapat dilihat dari perilaku anak seperti mengembalikan barang-barang pada tempatnya, menyusun dan merapikan kembali buku-buku bacaan pada raknya, meminta maaf jika berbuat kesalahan serta mengembalikan barang yang dipinjam dari teman. Kedua, adanya sikap kepedulian dan kerjasama dalam kelompok sehingga ada kekompakan dan tanggung jawab bagi anak-anak seperti kelompok menari, kelompok bernyanyi, dan kelompok bermain musik. Terkait dengan hal itu mengakomodir nilai-nilai karakter tanggung jawab dalam catatan laporan perkembangan peserta didik anak usia dini TK Negeri alam Kota Singkawang yaitu pada lingkup perkembangan sosial emosional kompetensi dasar poin 2. Memiliki perilaku yang dapat mencerminkan sikap tanggung jawab. Pelaksanaan kegiatan intrakurikuler di TK Negeri Alam kota Singkawang berdampak pada sikap dan tanggung jawab peserta didik. Memainkan alat musik rebana di iringi nyanyian sholawat yang di lakukan secara tim atau kelompok tentunya berpengaruh pada sikap dan rasa tanggung jawab pada diri peserta didik. Menurut Indra Pakaya bermain musik dapat menumbuhkan karakter tanggung jawab melalui di siplin, kerjasama dan dedikasi untuk mencapai tujuan bersama baik dalam latihan maupun penampilan. Pembahasan Pelaksanaan kearifan lokal di TK Negeri Alam Kota Singkawang menunjukkan keterpaduan antara kebijakan nasional dan pelaksanaan teknis di tingkat satuan pendidikan. Sekolah ini telah merancang dan melaksanakan program berbasis budaya lokal dengan pendekatan yang terstruktur. Kegiatan intrakurikuler seperti menari, menyanyi lagu daerah, dan mengenakan pakaian adat berlangsung secara rutin dan melibatkan partisipasi aktif peserta didik. Secara praktis, guru telah mengintegrasikan muatan lokal ke dalam proses pembelajaran melalui perencanaan yang tercermin dalam RPPH. Guru juga menyesuaikan metode penyampaian sesuai dengan karakteristik anak usia Dalam praktiknya, peserta didik tampak menikmati dan terlibat secara penuh dalam berbagai aktivitas yang disiapkan. Hasil observasi dan dokumentasi memperlihatkan bahwa kegiatan kearifan lokal memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Anak-anak tidak hanya belajar mengenai budaya lokal, tetapi juga menunjukkan perubahan perilaku yang positif. Perubahan tersebut dapat dilihat dari sikap mereka yang lebih sopan, disiplin, serta bertanggung jawab. Program ini juga memberikan ruang untuk pembentukan karakter sejak dini, melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan anak. Nilai-nilai seperti kerja sama, toleransi, dan religiositas ditanamkan secara tidak Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 langsung melalui kebiasaan dan rutinitas yang dikembangkan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, kearifan lokal yang diterapkan secara terencana dan konsisten di TK Negeri Alam Kota Singkawang mampu memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan karakter anak. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat identitas budaya anak, tetapi juga membentuk perilaku sosial yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Terkait dengan karakter disiplin, menjelaskan pada kegiatan pembelajaran di TK Negeri Kota Singkawang mulai dari kedatangan di sekolah, masuk ke dalam kelas, mengikuti kegiatan pembelajaran sampai kembali pulang ada perubahan yang signifikan dari sikap dan perilaku peserta didik (HalimatussaAodiyah, 2. Terkait dengan karakter disiplin yang disampaikan oleh di atas. Suharni juga Senada beliau menyampaikan bahwa di sekolah TK Negeri Alam Kota Singkawang mulai dari kedatangan anak-anak di sekolah, masuk kelas, mengikuti kegiatan pembelajaran sampai anak-anak pulang ke rumah ada perubahan sikap dan perilaku dari sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari disiplin kehadiran. Disiplin belajar dan disiplin mengikuti aturan di sekolah. Karakter disiplin yang merupakan sikap taat pada aturan tanpa paksaan. Dapat dibentuk melalui kearifan lokal dengan menekankan nilai-nilai seperti tanggung jawab sosial dan budaya malu serta melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal. Pelaksanaan kegiatan menari di TK Negeri Alam Kota Singkawang memberikan dampak pada sikap karakter disiplin peserta didik(Putri Sarwendah & Hermanto, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pengambil kebijakan di tingkat pusat maupun daerah mempertimbangkan pengembangan kebijakan kurikulum PAUD berbasis kearifan lokal secara nasional yang bersifat kontekstual dan adaptif terhadap karakter budaya masyarakat setempat. Bagi guru, khususnya pendidik Pendidikan Agama Islam, temuan ini dapat dijadikan rujukan dalam merancang strategi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam proses pembelajaran karakter secara lebih terstruktur. Lembaga pendidikan juga didorong untuk memperkuat kolaborasi dengan tokoh budaya dan masyarakat dalam merancang kegiatan pembelajaran yang relevan. Bagi peneliti lanjutan, kajian ini membuka peluang untuk menyusun model kurikulum PAUD Islami berbasis kearifan lokal yang dapat diuji secara lebih luas melalui pendekatan komparatif antar wilayah atau antar budaya. Dengan demikian, penelitian serupa di berbagai konteks budaya dan geografis diharapkan dapat memperkaya basis teoretis dan praktis dalam penguatan pendidikan karakter anak usia dini di Indonesia. DAFTAR KEPUSTAKAAN Ambariani. , & Rakimahwati. Pengaruh Pola Asuh Orangtua Terhadap Pembentukan Karakter Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7. , 6065Ae6073. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Ansori. Peranan Orang Tua Dalam Pembinaan Karakter Bagi Anak Usia Dini. JSK, 1. 10Ae14. https://doi. org/10. 31949/jsk. Erviana. , & Agus Faisal. Kearifan Lokal Lereng Sindoro-Sumbing dalam Membangun Profil Pancasila Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6. , 6909Ae https://doi. org/10. 31004/obsesi. HalimatussaAodiyah. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Multikultural Dalam Dunia Tarekat. Pendidikan Multikultural. https://doi. org/10. 33474/multikultural. Idris. Konsep Pendidikan Humanis Dalam Pengembangan Pendidikan Islam. MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 38. , 417Ae434. https://doi. org/10. 30821/miqot. Islami. Herawati. Roring. Febriarti. Komalasari. , & Firdaus. Implementasi Kebijakan Pendidikan Karakter Dalam Program Kearifan Lokal Oleh Dinas Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Pendidikan Di Kabupaten Purawakarta. Inovasi Global Jurnal, 2. , 807Ae816. https://doi. org/10. 58344/jig. Jeriyantoro. Elvendi. , & Nazarina. Menumbuhkan Rasa Peduli Dan Toleransi Pada Anak Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran PKN Berbasis Kearifan Lokal. HMRM, 2. , 8Ae11. https://doi. org/10. 37010/hmr. Khamalah. Penguatan pendidikan karakter di madrasah. Kependidikan, 5. , 200Ae215. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mardianti. Cholimah. , & Tjiptasari. Penanaman Nilai - Nilai Toleransi Anak Usia 5-6 Tahun di Sekolah Multikultural. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7. , 7476Ae https://doi. org/10. 31004/obsesi. Nimatuzahroh. Khoirunnisa. , & Niyarci. Penerapan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Terhadap Generasi Alpha Di Abad 21. Jurnal Pelita Paud, 7. , 7Ae12. https://doi. org/10. 33222/pelitapaud. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter, . Pitaloka. Dimyati. , & Purwanta. Peran Guru Dalam Menanamkan Nilai Toleransi Pada Anak Usia Dini Di Indonesia. Jurnal Obsesi Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 1696Ae https://doi. org/10. 31004/obsesi. Putri Sarwendah. , & Hermanto. Nilai-Nilai Karakter Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Berbasis Proyek Pada Siswa Sekolah Luar Biasa Negeri Balikpapan. Jurnal Pendidikan Karakter, 13. , 38Ae48. https://doi. org/10. 21831/jpka. Rasyid. Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Pendidikan Karakter Di Era Global. Edugama, 1. Saleh. , & Wekke. Eksistensi Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Di Sulawesi Selatan. https://doi. org/10. 31219/osf. io/65z7v Shihab. Wawasan Al-QurAoan: Tafsir MaudhuAoi atas Pelbagai Persoalan Umat. Mizan. Sulistiono. , & Azatama. Internalisasi Nilai Karakter Toleransi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Malang. KNPI: Konferensi Nasional Pendidikan Islam, 1, 215Ae221. Surachman. Penguatan pendidikan karakter berbasis komunitas masyarakat melalui perempuan fatayat NU di era globalisasi. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 16. , 17Ae34. https://ejournal. id/JPIT/article/view/1171 Susilo. , & Wibowo. Konstruktivisme Sosial dalam Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Etika Komunikasi Siswa di Era Digital. Urnal Bahasa Dan Budaya, 4. , 89Ae101. Suyanto. Urgensi Pendidikan Karakter: Konsep dan Implikasinya dalam Pendidikan. LKiS. Umam. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 5. , 21Ae35. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal . Jakarta: Republik Indonesia. Wati. Wahyuni. Wulandari. Fikri. Hariandi. , & Prishidayati. Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Dasar. Jurnal Muara Pendidikan, 9. , 150Ae155. https://doi. org/10. 52060/mp. Widisono. The Local Wisdom on Sasak Tribe Sade Hamlet Central Lombok Regency. Local Wisdom. Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 11. , 42Ae52Ae52. https://doi. org/https://doi. org/10. 26905/lw. Zain. , & Mustain. Penguatan Nilai-Nilai Spiritual dan Moralitas di Era Digital melalui Pendidikan Agama Islam. JEMARI : Jurnal Edukasi Madrasah Ibtidaiyah, 6. , 94Ae103.