PENGARUH PERBEDAAN DOSIS BIOAKTIVATOR Gliocladium sp. TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L. Oleh : Melissa Syamsiah. Pd. Si* Denny Firmansyah. SP** RINGKASAN Pertumbuhan tanaman Kacang Tanah sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara pada media Unsur hara dapat diberikan melalui pemberian pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis bioaktivator Gliocladium sp, dosis terbaik Gliocladium sp terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman kacang tanah yang meliputi tinggi tanaman kacang tanah, jumlah daun tanaman kacang tanah, lebar daun tanaman kacang tanah, berat basah dan berat kering tanaman kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di Net House Fakultas Pertanian Universitas Suryakancana Cianjur dimulai pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2011. Dalam penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan tersebut yaitu: A= Kontrol (Tanpa pemberian bioaktivator Gliocladium s. B=10 gram per tanaman. C=20 gram per tanaman. D=30 gram per tanaman. E=40 gram per tanaman dan F=40 gram per tanaman memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman kacang tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis sebesar 30 gram per tanaman merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan tanaman kacang tanah. ABSTRACT Peanut plant growth is strongly influenced by the availability of nutrients in growing media. Nutrients can be provided through the provision of fertilizer. This study aims to determine the effect of dosage bioactivator Gliocladium sp. , the best dose of Gliocladium sp. to vegetative growth of peanut plants including height of peanut plant, number of peanut plantAos leaves, width of peanut leaf, fresh weight and dry weight of peanut plants. Research conducted at the Net House Faculty of Agriculture. University Suryakancana Cianjur began in June to August 2011. This study used Completely Randomized Design (CRD), with six treatments and four replications. The treatments are: A = Control (Without giving bioactivator Gliocladium s. B = 10 grams per plant. C = 20 grams per plant. D = 30 grams per plant. E = 40 grams per plant and F = 40 grams per plant provide real impact on vegetative growth of peanut plants. The results showed that dose of 30 grams per plant is the best dose for the growth of peanut plants. Keyword : Peanut plant. Gliocladium sp. , biaktivator, vegetative growth *Dosen Faperta UNSUR **Alumni Faperta UNSUR Pengaruh Perbedaan Dosis Bioaktivator Gliocladium sp. Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kacang Tanah . rachis hypogea l. Melissa Syamsiah. Pd. Si & Denny Firmansyah. PENDAHULUAN Kacang tanah (Arachis hypogea. merupakan jenis tanaman polongpolongan kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Kacang tanah sejak dulu banyak disukai masyarakat Indonesia. Permintaan kacang tanah (A. sebagai salah satu produk pertanian tanaman pangan, diduga masih mengalami peningkatan sejalan dengan kenaikan pendapatan dan jumlah penduduk. Produksi komoditi kacang tanah (A. per hektarnya di Indonesia belum mencapai hasil yang maksimum, sebagai contoh di Cianjur produktivitas 2 ton/ha dikembangkan pada lahan seluas 11. 107 ha. (Dinas Pertanian Cianjur. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh faktor tanah yang semakin keras . dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon Kerusakan disebabkan adanya ketidakseimbangan unsur hara ditanah dan aktifitas/jumlah mikroba di dalam tanah akibat pemakaian pupuk kimia yang berlebihan. Disamping permasalahan di atas, hama dan penyakit tanaman, iklim, serta pemeliharaan lainnya menjadi faktor yang menghambat produksi tanaman kacang tanah. Sehingga produksi yang dihasilkan oleh tanaman dari waktu ke waktu mengalami penurunan hasil. Upaya peningkatan produksi tanaman kacang tanah (A. dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan kesediaan unsur hara, yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Salah satu cara untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara adalah dengan pemberian pupuk pada Pemberian pupuk kimia dapat memberikan dampak yang negatif pada tanah, karena penggunaan pupuk kimia yang berlebihan akan menyebabkan pengerasan atau pemadatan pada tanah dan adakalanya bila diberikan secara berlebihan kurang efisien. Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 Tanaman (A. memiliki bintil akar yang mempunyai kemampuan untuk melakukan fiksasi nitrogen bebas dari udara karena adanya aktifitas bakteri Rhizobium di dalam bintil akar (Fahrudin 2. Hal ini berhubungan dengan keterlibatan aktifitas pupuk bagi tanaman tersebut. Media tanam yang sesuai bagi tanaman kacang tanah adalah tanah gembur / bertekstur ringan dan subur, pH antara 6,0-6,5, drainase dan aerasi baik. Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati (Adisarwanto Salah satu alternatif penekan dari dampak negatif pupuk kimia adalah pemberian pupuk organik pada tanaman, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, telah ditemukan Bioaktivator Gliocladium sp yang merupakan jamur yang dapat mempercepat proses dekomposisi bahan organik di alam. Sehingga Bioaktivator mengurai bahan organik dalam tanah menjadi pupuk organik. Bioaktivator adalah inokulum campuran berbagai jenis mikroorganisme . ikroba lignolitik, selulolitik, proteolitik, lipolitik, amilolitik, dan mikroba fiksasi mempercepat laju pengomposan bahan organik (Onggo 2. Gliocladium sp. merupakan bahan alami yang dibuat dari sumber hayati tanah berupa antagonis penyakit tanaman. Bioaktivator Gliocladium sp. ini berbahan aktif Gliocladium sp. yang bersifat sebagai anti-fungi alami, merangsang aktifitas enzim ketahanan tanaman, mendorong pertumbuhan tanaman, vigor tanaman, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan, dan ramah Biokomplek menurunkan C/N rasio bahan organik dari pertumbuhan dan vigor tanaman di lapangan dan mendegradasi bahan organik di dalam tanah (Nurwadani, 1. Penelitian mengetahui pengaruh dosis biokomplek terhadap pertumbuhan vegetatif kacang tanah (A. dan menemukan dosis Bioaktivator Gliocladium sp yang tepat untuk pertumbuhan kacang tanah (A. Adapun vegetatif yang dimaksud meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat basah dan berat kering tanaman kacang tanah (A. METODE Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2011 di Net House Fakultas Universitas Suryakancana Cianjur. Lokasi temperatur 280-320C dengan ketinggian 400 dpl, sehingga sesuai untuk tanaman kacang tanah. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kacang tanah, bioaktivator Gliocladium sp. , tanah, arang sekam dan pupuk kandang. Sedangkan Alat yang digunakan yaitu : meteran, ember, timbangan, baskom, penggaris, ayakan, cangkul, tali rafia, tugal, papan nama dan alat tulis serta kamera. Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian terdiri beberapa kegiatan sebagai berikut : Penyiapan lahan : menyiapkan lahan penunjang penelitian berupa net Pembersihan melakukan penelitian, maka lahan yang akan digunakan untuk penelitian dibersihkan dahulu dari faktor-faktor akan mengganggu pengamatan penelitian. Persiapan Media : media tanam yang digunakan adalah campuran tanah, pupuk kandang, arang sekam dan pasir dengan komposisi 2:1:1:1 sebelum digunakan tanah diayak terlebih dahulu. Baru diberikan Biokomplek sesuai dengan perlakuan. Penanaman : Penanaman dilakukan pada polibag dengan ukuran 20 cm x 30 cm . Pemberian perlakuan : Perlakuan Pemberian biokomplek dilakukan dengan cara ditanam langsung dalam media. Setelah itu dibiarkan selama A 2 minggu. (Toha. Pemeliharaan : meliputi, penyiraman, pengendalian hama penyakit dan sanitasi dilakukan sesuai dengan teknik budidaya yang umum. Penyiraman dilakukan 1 hari sekali. Rancangan Percobaan Rancangan digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam . perlakuan, tiga . ulangan dan setiap ulangan terdiri dari lima . tanaman Perlakuan terdiri dari lima perlakuan yaitu : = Kontrol . anpa perlakua. = 10 gr / tanaman = 20 gr / tanaman = 30 gr / tanaman = 40 gr / tanaman = 50 gr / tanaman Setiap perlakuan terdiri tiga . ulangan dan setiap unit perlakuan terdiri dari dari 5 tanaman, sehingga total Pengaruh Perbedaan Dosis Bioaktivator Gliocladium sp. Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kacang Tanah . rachis hypogea l. Melissa Syamsiah. Pd. Si & Denny Firmansyah. SP tanaman dalam penelitian ini sebanyak 90 Berat basah tanaman kacang tanah Berat basah dihitung dengan cara mencabut tanaman dari polybag, kemudian membersihkannya. Setelah itu tanaman ditimbang dengan menggunakan timbangan digital. Berat kering tanaman kacang tanah Berat kering dihitung dengan cara menggunakan oven selama 8 jam dengan suhu 120 0C, setelah itu ditimbang dengan menggunakan timbangan digital. Berat kering didapat setelah dilakukan 3 kali penimbangan dengan hasil yang konstan . Tata letak tanaman Pengamatan dilakukan 1 minggu sekali selama 1 bulan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% dan taraf 05 serta uji beda nyata dengan uji Tukey. Parameter Pengamatan Adapun parameter pengamatan meliputi: Tinggi tanaman kacang tanah Pengukuran tinggi tanaman dilakukan setiap 1 minggu sekali dengan Tanaman diukur dari permukaan tanah sampai pucuk tanaman paling atas. Jumlah daun tanaman kacang tanah Untuk mendapat hasil jumlah daun maka dilakukan perhitungan terhadap semua jumlah daun yang tumbuh . er tangkai dau. setiap 1 minggu sekali. Perhitungan jumlah daun tidak dilakukan per helai karena daun kacang kacang tanah memiliki 4 helai daun dalam setiap tangkainya. Pengukuran lebar daun tanaman kacang tanah Untuk pengukuran lebar daun dilakukan 1 minggu sekali selama Teknik yang dilakukan dalam mengukur lebar daun adalah pertama panjang daun diukur dan pada posisi tengah-tengah dari panjang daun. Setelah itu pengukuran dilakukan dari tepi daun yang satu ke tepi daun yang lain. Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Uji dosis Bioaktivator Terhadap Tinggi Tanaman Kacang Tanah Gliocladium sp. Hasil pengamatan menunjukan adanya peningkatan tinggi tanaman kacang tanah setiap minggunya. Unsur hara yang vegetatif tanaman khususnya tinggi tanaman cukup optimal. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Bilman et al dalam Toha . Tanaman memerlukan unsur hara untuk pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada minggu terakhir pengamatan . inggu ke . Minggu ke 5 menunjukan bahwa nilai rata-rata tinggi tanaman kacang tanah terendah adalah pada perlakuan tanpa pemberian dosis Gliocladium sp. erlakuan A= Kontro. dengan nilai sebesar 29. 75 cm. Hasil tersebut berbeda nyata dengan perlakuan pemberian dosis Gliocladium sp. C . D . dan E . dengan nilai ratarata tinggi tanaman berturut-turut adalah 56 cm, 32. 31 cm, dan 32. 65 cm. Tetapi kontrol menunjukan tidak berbeda nyata dengan perlakuan pemberian dosis Gliocladium sp. (B = 10 g. dengan nilai rata-rata 30. 75 cm dan perlakuan F . dengan nilai rata-rata 30. 83 cm. Hal ini karenakan pada perlakuan (B = 10 g. mendapat sedikit tambahan bioaktivator Gliocladium sp. dan untuk perlakuan F . tinggi tanaman memiliki populasi Gliocladium sp. sangat tinggi. Perkembangan Gliocladium sp. mempengaruhi cadangan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, karena unsur hara dibutuhkan Gliocladium untuk berkembang biak. Sehingga terjadi persaingan nutrisi dikarenaka jumlah nutrisi terbatas. Perlakuan terbaik yang ditunjukkan nilai rata-rata tinggi tanaman terbesar = 32. 65 cm terjadi pada perlakuan E . gr Gliocladium sp. ) yang berbeda nyata dengan perlakuan A . ontrol = tanpa pemberian Gliocladium ) dengan nilai rata-rata 29. 75 cm, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan B . gr Gliocladium sp. C . gr Gliocladium ). D . gr Gliocladium sp. ) dan F . gr Gliocladium sp. ) dengan nilai rata-rata berturut-turut 30. 75 cm, 31. 56 cm, 32. cm dan 30. 83 cm. Hasil penelitian ini Gliocladium karenakan Gliocladium sp. memiliki sifat merangsang aktifitas enzim pertumbuhan pada tanaman dan mempercepat proses penguraian bahan organik, sehingga C/N Ratio akan cepat menurun dari 50 menjadi 20 (Nurwardani, 1. Tabel 1. Rata-rata Umum Tinggi Tanaman Kacang tanah Keterangan : A = Kontrol . anpa pemberian Gliocladium sp. B = 10 gram Gliocladium . C = 20 gram Gliocladium sp. D = 30 gram Gliocladium sp. E = 40 gram Gliocladium sp. F = 50 gram Gliocladium Notasi sesudah angka menunjukan uji statistik pada taraf 5 % Angka yang diikuti oleh huruf yang sama menunjukan perbedaan yang tidak nyata. Pengukuran Tinggi Tanaman Kacang Tanah Hasil uji F menunjukan perbedaan perlakuan dosis Gliocladium sp. pertumbuhan tinggi tanaman kacang Hal ini dikarenakan F hitung Pengaruh Perbedaan Dosis Bioaktivator Gliocladium sp. Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kacang Tanah . rachis hypogea l. Melissa Syamsiah. Pd. Si & Denny Firmansyah. SP sebesar 24. 06 lebih besar dari F tabel 92 untuk taraf 5%. Pengaruh Uji dosis Bioaktivator Gliocladium sp. Terhadap Jumlah daun Kacang Tanah Hasil pengamatan menunjukan adanya peningkatan jumlah daun kacang tanah setiap minggunya (Tabel. Hal ini diduga karena ketersediaan unsur hara dalam media cukup banyak karena Gliocladium sp. dapat memecah rantai C organik menjadi rantai-rantai pendek . antai C sederhan. yang mudah dimanfaatkan oleh tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur (Rosmahani et al 2001 dalam Toha 2. Pengamatan tertinggi didapat pada minggu terakhir pengamatan . inggu ke . Pengamatan jumlah daun kacang tanah pada minggu ke 5 yang menunjukkan nilai rata-rata jumlah daun kacang tanah terendah terdapat pada perlakuan tanpa pemberian dosis Gliocladium sp. erlakuan A= Kontro. dengan nilai rata-rata yaitu 67 berbeda nyata dengan perlakuan pemberian dosis Gliocladium sp. C . D . dan E . dengan nilai ratarata jumlah daun berturut-turut adalah 47, 22. 20, dan 23. Tetapi hasil pengamatan menunjukan tidak berbeda nyata antara kontrol dengan perlakuan pemberian dosis Gliocladium sp. (B = 10 g. dengan nilai rata-rata 18. 67 dan perlakuan F . dengan nilai rata-rata 18. Hal ini dikarenakan pada perlakuan A (Kontro. pertumbuhan yang diatur oleh zat pengatur tumbuh yang terdapat pada tanaman itu sendiri. Sedangkan untuk perlakuan terbaik adalah perlakuan E . gr Gliocladium sp. ) yang menunjukan nilai rata-rata jumlah daun terbesar = 23. yang tidak berbeda dengan perlakuan D . gr Gliocladium sp. ) dengan nilai rata-rata 20, akan tetapi berbeda nyata dengan Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 perlakuan B . gr Gliocladium sp. F . gr Gliocladium sp. ) dan A . ontrol = tanpa pemberian Gliocladium sp. ) dengan nilai rata-rata jumlah daun berturut-turut 18. 27 dan 17. Hasil penelitian ini Gliocladium peningkatan jumlah daun. Sesuai dengan pernyataan Semangun . dalam Toha . bahwa aplikasi Gliocladium sp. menyebabkan lebar tajuk daun lebih baik Gliocladium sp. , karena Gliocladium sp. mengendalikan berbagai macam jamur yang merusak daun. Tabel 2. Rata-rata Umum Jumlah daun Kacang Keterangan : A = Kontrol . anpa pemberian Gliocladium sp. = 10 gram Gliocladium sp. C = 20 gram Gliocladium . D = 30 gram Gliocladium sp. E = 40 gram Gliocladium sp. F = 50 gram Gliocladium sp. Notasi sesudah angka menunjukan uji statistik pada taraf 5 % Angka yang diikuti oleh huruf yang sama menunjukan perbedaan yang tidak nyata. Jumlah daun tanaman kacang tanah dalam pengolahan data dengan menggunakan ANOVA atau tabel sidik ragam dari pengamatan minggu ke 1 sampai dengan minggu ke 5 dengan perbedaan perlakuan dosis Gliocladium sp. berbeda nyata . Hal ini dikarenakan F hitung lebih besar dari F tabel sebesar 1. 92 untuk taraf 5%. Pengaruh Uji dosis Bioaktivator Gliocladium sp. Terhadap Lebar daun Kacang Tanah Hasil pengamatan menunjukan adanya peningkatan lebar daun kacang (Tabel. Pertumbuhan vegetatif tanaman khususnya lebar daun memerlukan unsur hara yang cukup, tetapi tidak berlebihan. Lebar daun ditentukan oleh jumlah dan ukuran sel. Tanaman memerlukan unsur hara untuk pertumbuhan (Bilman et al dalam Toha. Nilai tertinggi tercapai pada minggu terakhir pengamatan . inggu ke . Pengamatan lebar daun kacang tanah pada minggu ke 5 menunjukan bahwa nilai ratarata lebar daun kacang tanah terendah terdapat pada perlakuan C . gr Gliocladium sp. ) dengan nilai yaitu 3. 16 cm pemberian dosis Gliocladium sp. D . E . dan F . dengan nilai rata-rata lebar daun berturut-turut adalah 3. 95 cm, 05 cm, dan 3. 46 cm. Hasil pengamatan menunjukan perlakuan C . gr Gliocladium ) tidak berbeda nyata dengan perlakuan pemberian dosis Gliocladium sp. (B = 10 g. dengan nilai rata-rata 3. 27 cm dan A . dengan nilai rata-rata 3. 27 cm. Hal ini diduga bahwa perlakuan C . Gliocladium material-material tidak dapat diubah sehingga proses tumbuh tanaman terhambat (Alam, 2. Sedangkan untuk perlakuan terbaik yang menunjukkan nilai rata-rata tinggi tanaman terbesar = 4. cm yang berbeda nyata dengan perlakuan B . gr Gliocladium sp. C . gr Gliocladium sp. ) dan A . ontrol = tanpa pemberian Gliocladium sp. ) dengan nilai rata-rata berturut-turut 3. 27 cm, 3. 16 cm 27 cm, akan tetapi tidak berbeda dengan perlakuan D . gr Gliocladium sp. dan F . gr Gliocladium sp. Dengan hasil penelitian ini membuktikan bahwa Gliocladium mendorong peningkatan lebar daun. Hasil penelitian ini sesuai dengan pernyataan Nurwardani . Gliocladium sp. mempercepat proses penguraian bahan organik, sehingga C/N Ratio akan cepat menurun dari 50 menjadi 20 (Nurwardani . Sesuai pula dengan hasil penelitian Rosmahani et al . dalam Toha . bahwa aplikasi Gliocladium sp. menyebabkan lebar tajuk lebih baik yang mengakibatkan tanaman dapat berproduksi lebih baik objek penelitian tanaman tomat Tabel 3. Rata-rata Umum Lebar Daun Kacang tanah Keterangan : A = Kontrol . anpa pemberian Gliocladium sp. = 10 gram Gliocladium sp. C = 20 gram Gliocladium . D = 30 gram Gliocladium sp. E = 40 gram Gliocladium sp. F = 50 gram Gliocladium sp. Notasi sesudah angka menunjukan uji statistik pada taraf 5 % Angka yang diikuti oleh huruf yang sama menunjukan perbedaan yang tidak nyata. Pengukuran Lebar daun Tanaman Kacang tanah Pengaruh Perbedaan Dosis Bioaktivator Gliocladium sp. Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kacang Tanah . rachis hypogea l. Melissa Syamsiah. Pd. Si & Denny Firmansyah. SP Hasil uji berdasarkan data ANOVA dari pengamatan minggu ke 1 sampai dengan minggu ke 5 menunjukan perbedaan perlakuan dosis Gliocladium sp. terhadap lebar daun kacang tanah. Pengaruh Uji dosis Gliocladium sp. Terhadap Berat basah dan kering tanaman Kacang Tanah Hasil pengamatan untuk berat basah dan berat kering tanaman kacang tanah dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Rata-rata Umum Berat Basah dan Kering tanaman Kacang tanah Berat Berat Kadar Perlaku Basah Kering Air . (%) 19,72a 2,91a 85,49 19,91a 3,21b 83,89 20,07a 3,19b 83,81 22,29c 4,01c 82,03 22,59c 4,19c 81,44 21,34b 3,29b 84,60 Keterangan : A = Kontrol . anpa pemberian Gliocladium sp. = 10 gram Gliocladium sp. C = 20 gram Gliocladium . D = 30 gram Gliocladium sp. E = 40 gram Gliocladium sp. F = 50 gram Gliocladium sp. Notasi sesudah angka menunjukan uji statistik pada taraf 5 % Angka yang diikuti oleh huruf yang sama menunjukan perbedaan yang tidak nyata. Kadar air (%) = Kehilangan bobot . / Bobot contoh asal x 100 % Sumber : (Sulaeman et al, 2. Balitbang Pertanian. Berat Basah Tanaman Kacang Tanah Pengamatan berat basah tanaman kacang tanah (Tabel . menunjukan bahwa nilai rata-rata terendah adalah perlakuan C . gram Gliocladium sp. ) dengan nilai ratarata yaitu 19. 72 gr yang berbeda nyata dengan perlakuan D . gram Gliocladium ) E . gram Gliocladium sp. ) dan F. Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 gram Gliocladium sp. ) dengan nilai rata-rata berturut-turut 22. 29 gr, 22. 59 gr dan 21. Akan tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan A (Kontrol = tanpa pemberian Gliocladium sp. ) dan B . gram Gliocladium ) dengan nilai rata-rata berturut-turut 07 gr dan 19. 91 gr. Hal ini diduga bahwa perlakuan C . gram Gliocladium ) mengalami kemunduran pertumbuhan sehingga material-material tidak dapat diubah sehingga proses tumbuh tanaman terhambat (Alam 2. Perlakuan terbaik untuk berat basah tanaman kacang tanah adalah perlakuan E . gram Gliocladium ) dengan nilai rata-rata 22. 59 gr yang berbeda nyata dengan perlakuan B . gram Gliocladium sp. C . gram Gliocladium sp. F . gram Gliocladium sp. dan A (Kontrol = tanpa pemberian Gliocladium sp. ) dengan nilai rata-rata berturut-turut 19. 91 gr, 20,07 gr, 21. 34 gr dan 19,72 gr . Akan tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan D . gram Gliocladium sp. ) dengan nilai rata-rata 22. Hal ini diduga karena pengaruh kemampuan tanaman menyerap hara dari dalam tanah untuk pertumbuhan dan Peranan Gliocladium sp. dapat menyediakan unsur hara yang cukup Pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai pembelahan sel dan pembesaran sel, akan tetapi yang paling umum dipakai adalah pertambahan berat basah dan berat kering yang meliputi diferensiasi sel (Kristanto Berdasarkan ANOVA atau tabel sidik ragam untuk berat basah tanaman kacang tanah menunjukan bahwa nilai F hitung = 38. 16 lebih besar dari nilai F tabel pada taraf kepercayaan 5% yaitu 1. maka dapat disimpulkan bahwa berat basah tanaman kacang tanah berbeda Begitu pula dengan analisis menggunakan P Value = 0. 000 yang lebih kecil dari 0. araf kepercayaan 95%) sehingga disimpulkan berat basah tanaman kacang tanah berbeda nyata. Hasil tersebut menunjukan terdapat pengaruh pemberian dosis Gliocladium sp. terhadap berat basah tanaman kacang tanah. Berat Kering Tanaman Kacang Tanah Pengamatan berat kering tanaman kacang tanah (Tabel . menunjukan bahwa nilai rata-rata terendah terdapat pada perlakuan A (Kontrol = tanpa pemberian Gliocladium sp. ) dengan nilai rata-rata yaitu 91 gr yang berbeda nyata dengan D . gram Gliocladium sp. ) dan E . gram Gliocladium sp. ) dengan nilai rata-rata berturut-turut 4. 01 gr dan 4. 19 gr. Dimana perlakuan terbaik adalah pada perlakuan E . gram Gliocladium sp. ) dengan nilai ratarata paling tinggi yaitu 4. 19 gr. Hal ini diduga karena pengaruh kemampuan tanaman menyerap hara dari dalam tanah Sesuai pernyataan Kristanto . Peranan Gliocladium sp. dapat menyediakan unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan Pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai pembelahan sel dan pembesaran sel, akan tetapi yang paling umum dipakai adalah pertambahan berat basah dan berat kering yang meliputi diferensiasi sel. Dari hasil penelitian Yudi . dalam Toha . , pemberian Gliocladium sp. meningkatkan bobot kering akar, bobot kering bagian atas tanaman, jumlah polong total, bobot biji tanaman dan serapan P Pengomposan yang dilakukan oleh Gliocladium manipulasi mutu masukan bahan organik dengan kondisi terkendali sehingga menghasilkan bahan organik dan unsur hara yang bermutu bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pengukuran Berat Kering Tanaman Kacang Tanah Berdasarkan ANOVA atau tabel sidik ragam untuk berat kering tanaman kacang tanah menunjukan bahwa nilai F hitung = 52. 76 lebih besar dari nilai F tabel pada taraf kepercayaan 5% yaitu 1. maka dapat disimpulkan bahwa berat kering tanaman kacang tanah sangat berbeda nyata. Begitu pula dengan analisis menggunakan P value = 0. 000 yang lebih kecil dari 0. araf kepercayaan 95%) sehingga disimpulkan berat kering tanaman kacang tanah berbeda nyata. Dengan data tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh pemberian dosis Gliocladium sp. terhadap berat kering tanaman kacang tanah. Gliocladium Bioaktivator yang tidak saja penting untuk pertanian, selain untuk membantu petani menanggulangi masalah patogen tular tanah dan dapat mengendalikan layu Fusarium sp. pemberian Gliocladium sp. tanaman kacang tanah. Untuk pemberian Gliocladium sp. taraf 50 gr pada penelitian keterbatasan media yang digunakan terbatas yaitu media dalam polibag sesuai pernyataan Sinaga, . dalam Toha, . Pertumbuhan dan sporulasi Gliocladium sp. sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Gliocladium sp. tumbuh baik pada lingkungan yang Jadi perlu dikaji ulang Pengaruh Perbedaan Dosis Bioaktivator Gliocladium sp. Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kacang Tanah . rachis hypogea l. Melissa Syamsiah. Pd. Si & Denny Firmansyah. SP pada pemberian Gliocladium sp. di lapangan . ahan terbuk. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari disimpulkan bahwa pemberian perbedaan Gliocladium vegetatif tanaman kacang tanah baik dilihat dari tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat basah maupun berat kering Pada penelitian pemberian dosis bioaktivator Gliocladium sp. yang terbaik untuk pertumbuhan vegetatif tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat basah dan berat kering tanaman kacang tanah adalah 40 gr per tanaman. Sedangkan dosis 30 gr merupakan dosis yang optimal untuk pertumbuhan vegetatif kacang tanah yang artinya dengan dosis yang lebih sedikit dari 40 gr per tanaman tetapi memberikan pengaruh yang baik bagi pertumbuhan vegetatif tanaman kacang tanah Saran Untuk mencapai produktifitas tanaman kacang tanah memakai dosis pemberian Gliocladium sp. 30 gr. Karena memiliki pengaruh yang sama dengan perlakuan dengan dosis 40 Penelitian yang dilakukan hanya didisain sampai pada fase vegetatif kacang tanah maka perlu dilakukan penelitian Bioaktivator Gliocladium sp. terhadap hasil produksi yang dilakukan sampai panen dan di sejumlah area lahan pertanian yang Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 DAFTAR PUSTAKA