e-ISSN: 2654-8488 Jurnal Riset Akuntansi Aksioma https://aksioma. Vol. 23 No. Juni 2024 DETERMINAN KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DI LPD KECAMATAN GIANYAR Ni Putu Lisa Ernawatiningsih1. I Ketut Sunarwijaya2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mahasaraswati Denpasar. Indonesia lisa@unmas. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mahasaraswati Denpasar. Indonesia iksunarwijaya@unmas. Riwayat Artikel: Received: 03 Mei 2024 Revised: 04 Juni 2024 Accepted: 07 Juni 2024 Publlished: 20 Juni 2024 Corresponding Author: Nama: Ni Putu Lisa Ernawatiningsih Email: ernawatiningsih. lisa@unmas. DOI: 10. 29303/aksioma. A 2023 The Authors. This open access article is distributed under a (CC-BY Licens. Abstract: The performance of a financial institution is largely determined by the performance of its accounting information system, because it will produce quality financial reports. The purpose of this research is to test and analyze the influence of variables using information technology, leadership, education and training, organizational culture, and work experience on the performance of accounting information systems at Village Credit Institutions in Gianyar District. The research sample consisted of 78 employees who were identified using the purposive sampling The data analysis method used in this research is multiple regression analysis. This research found that education and training, organizational culture, and work experience had a positive effect on the performance of the accounting information system, while the use of information technology and leadership had no effect on the performance of the accounting information It is hoped that this research can be a consideration in making policies for LPDs in Gianyar District in improving SIA Keywords: Accounting Information System Performance. Information Technology Utilisation. Leadership. Education and Training. Organisational Culture. Work Experience. Abstrak: Kinerja lembaga keuangan sangat ditentukan oleh kinerja sistem informasi akuntansinya, karena akan menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh variabel pemanfaatan teknologi informasi, kepemimpinan, pendidikan dan pelatihan, budaya organisasi, dan pengalaman kerja terhadap kinerja sistem informasi akuntansi pada Lembaga Perkreditan Desa di Kecamatan Gianyar. Sampel penelitian ini berjumlah 78 karyawan yang diidentifikasi menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa pendidikan dan pelatihan, budaya organisasi, dan pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, sedangkan penggunaan teknologi informasi dan kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan bagi LPD di Kecamatan Gianyar dalam meningkatkan kinerja SIA. Vol. No. Juni 2024 Kata kunci: Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Pemanfaatan Teknologi Informasi. Kepemimpinan. Pendidikan dan Pelatihan. Budaya Organisasi. Pengalaman Kerja. PENDAHULUAN Kinerja suatu perusahaan tercermin dalam laporan keuangannya. Pelaporan keuangan yang baik dicapai ketika sistem informasi akuntansi bekerja dengan baik (ALsarayreh et al. , 2. Sistem informasi akuntansi adalah bagian penting dalam meningkatkan efisiensi organisasi dan mendukung daya saing dengan menyediakan data keuangan kepada manajemen (ALsarayreh et al. , 2. Kemajuan teknologi termasuk sistem informasi akuntansi dalam suatu perusahaan menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja suatu lembaga suatu lembaga keuangan. Sistem informasi akuntansi (SIA) memiliki peran utama dalam menunjang produktivitas kinerja LPD sebagai lembaga Romney dan Steinbart . SIA ialah sistem yang bisa dipakai dalam menabung, mendata, menaruh serta dapat mengolah data dalam memperoreh informasi pada pengambilan putusan. Pemanfaatan sistem informasi pada LPD menjadi sesuatu yang esensial berdasarkan Perda No. 3 Tahun 2017 yang menjelaskan LPD perlu menetapkan asas kewaspadaan pada pengolahannya. Asas kewaspadaan menjadi salah satu aspek yang harus diawasi sehingga LPD bisa menangani hambatan serta persoalan yang menjadikan LPD bisa dikembangkan. Pada umumnya pemanfaatan teknologi informasi bisa dipakai dalam mengelola data, memperoses dan merapikan data agar mendapatkan keuntungan untuk penggunanya, misalnya terdapat SIA dapat memudahkan pemakai untuk melakukan aktivitas finansialnya (Indrajit, 2011:. Menurut penelitian Sari, dkk. Anggarini . Linda . dan Pardani . memperlihatkan perolehan dari pemanfaatan teknologi informasi berdampak positif pada kinerja SIA akuntansi. Perbedaan yang dihasilkan dari studi Puspitasari . Selita . memperoleh hasil pemanfaatan teknologi informasi tidak berdampak pada kinerja SIA. Thoha . , kepemimpinan sebagai serangkaian kegiatan untuk mempengaruhi prilaku individu lain. Jika semakin baik kepemimpinan pada suatu Lembaga, maka hal ini akan mendukung dalam jobdes karyawan sehingga dapat bekerja dengan baik akan meningkatkan kinerja sistem. Hal tersebut terbukti dari studi yang dilakukan oleh Yunita, . Lestari, dkk. , menunjukkan hasil bahwa kepemimpinan berdampak positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, sedangkan penelitian Sitorus, dkk. yang memperoleh hasil kepemimpinan tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Pendidikan dan pelatihan merupakan suatu proses dalam meningkatkan kemampuan individu untuk meningkatkan wawasan, namun mampu menambah performa kerja, sehingga performa kerja bisa mengalami kenaikan (Sumarsono, 2009. Pendidikan dan pelatihan bisa meningkatkan kinerja dari sistem informasi akuntasi dikarenakan bisa memberi kemudahan untuk pemakai pada penerapan SIA yang dapat menunjang pemakai lebih kompeten untuk mengaplikasikan sistem yang telah tersedia. Adanya pendidikan dan pelatihan menjadikan pemakai bisa memiliki potensi dalam mengenali ketentuan informasi, keseriusan dan dependensi dari sistem informasi, serta potensi yang dimiliki bisa berpengaruh terhadap pengembangan Hasil penelitian Wulandari, dkk. Putri, dkk. Linda . menyatakan pendidikan dan pelatihan berdampak positif pada kinerja SIA, sedangkan penelitian Maliantari, dkk. dan Sari, dkk. menyatakan pendidikan dan pelatihan tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja SIA. Variabel lain yang mempengaruhi kinerja SIA adalah budaya organisasi. Budaya organisasi mampu mempengaruhi kinerja seseorang dalam merespon suatu hal baru termasuk dalam penggunaan sistem informasi akuntansi (Lina, 2. Tata cara karyawan dalam berperilaku juga termasuk pengaruh dari suatu budaya organisasi, sehingga kinerja SIA otomatis juga akan dipengaruhioleh budaya organisasi suatu Ernawatiningsih & Sunarwijaya: Determinan Kinerja SistemA Penelitian Semarajana dan Kepramareni . dan Lina . memperoleh hasil bahwa budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, sedangkan hasil penelitian Lestari, dkk. dan Syahrial dan Nurhayati . memperoleh hasil budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Pengalaman kerja adalah rentang waktu yang sudah dilewati individu dan bisa memahami kewajiban yang dikerjakan agar terpenuhi dengan maksimal. Kemampuan kerja yang terdapat pada setiap individu pekerja bisa memberi kemudahan penerapan sistem informasi akuntasi yang sudah berlaku dalam menggapai sasaran perusahaan. Pengalaman kerja dapat berpengaruh pada pribadi seseorang dalam menjalankan tugasnya dikarenakan durasi kerja yang lama pada seseorang yang memiliki pekerjaan berdasarkan kemampuannya, maka menjadikan pekerjaannya semakin efektif untuk Penelitian Putri, dkk. Wulandari, dkk. Sari, dkk. , dan Srihardini, dkk. menyatakan pengalaman kerja berdampak positif pada kinerja SIA. Hasil yang berbeda dari studi yang dihasilkan Bhaskara . Anggarini, dkk. dan Linda . memperlihatkan hasil, pengalaman kerja tidak berdampak pada efektivits SIA. Penelitian terdahulu yang diteliti oleh Putri, dkk. Sudir, dkk. belum memasukkan budaya organisasi dan kepemimpinan dalam mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi, sehingga peneliti ingin menambahkan budaya organisasi dan kepemimpinan menjadi variabel independen untuk mengukur kinerja SIA pada Lembaga Perkreditan Desa di Kecamatan Gianyar. Hal ini menjadi kebaruan dari penelitian yang peneliti teliti. METODE Studi yang dilaksanakan berlokasi di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kecamatan Gianyar. Populasi pada studi ini yaitu semua karyawan LPD pada 40 LPD yang ada di Kecamatan Gianyar dengan jumlah 225 karyawan. Metode dalam menentukan sampel yang dipakai pada studi ini ialah teknik non probability sampling yaitu purposive sampling yang karaktersitik sampel merupakan keseluruhan karyawan LPD di Kecamatan Gianyar dengan jumlah 225 karyawan yang tidak berkaitan dengan SIA dalam bekerja terdapat 147 karyawan, sehingga sampel yang terdapat pada studi yang dilakukan sejumlah 78 responden. Analisis data yang dipakai yaitu analisis regresi linier berganda. Pemakaian teknologi informasi merupakan keuntungan yang diinginkan oleh pemakai sistem informasi untuk menjalankan tanggung jawabnya yang mana penilaiannya sesuai dengan keandalan pemakaian, keseringan pemakaian, serta total software yang dipakai. Parameter yang dipakai dalam menilai pemakaian teknologi informasi pada penelitian yang dilakukan diambil dari studi Sari, dkk. Partisipasi manajemen ialah peran serta pengelola untuk mengaplikasikan sistem informasi dan rencana pembaharuan pada sistem informasi yang diterapkan. Indikatoryang dipakai dalam menilai partisipasi manajemen pada penelitian yang dilakukan diambil dari studi Selita, dkk. Mengukur kepemimpinan menurut Arifin, . , ada lima indikator yaitu, . kemampuan untuk membina kerjasama dan hubungan yang baik. kemampuan yang efektivitas. kepemimpinan yang . kemampuan dalam mendelegasikan tugas dan waktu. kemampuan dalam mendegelasikan tugas dan wewenang. Pendidikan dan pelatihan ialah salah satu aspek utama dalam meningkatkan SDM. Indikator yang dipakai dalam menilai pendidikan dan pelatihan pada penelitian yang dilakukan diambil dari studi Putri, . Indikator yang dipakai dalam pelatihan ini bersumber dari penelitian Lina . , yaitu inovasi dan keberanian mengambil resio, perhatian terhadap detail, berorientasi terhadap detail, berorientasi pada hasil, berorientasi pada manusia, dan Vol. No. Juni 2024 berorientasi pada tim. Pengalaman kerja ialah suatu wawasan, kapabilitas, serta keahlian yang terdapat pada diri karyawan dalam menjalankan tanggung jawab dari pekerjaan terdahulunya (Putri, dkk. , 2. Seseorang yang melaksanakan tanggung jawabnya berdasarkan wawasan yang ada pada dirinya akan berdampak pada perolehan kinerja yang optimal apabila disandingkan dengan karyawan yang tidak memiliki wawasan yang luas terkait tanggung jawabnya. Indikator yang dipakai dalam menilai pengalaman kerja pada penelitian yang dilakukan diambil dari studi Putri, dkk. Kinerja ialah standar keberhasilan pada suatu pendapatan dari target suatu organisasi memperoleh sasarannya (Putri, dkk. , 2. Parameter yang dipakai dalam menilai pengalaman kerja pada penelitian yang dilakukan diambil dari studi Putri, dkk. Variabel yang diukur yakni pemanfaatan teknologi infromasi, kepemimpinan, pelatihan dan pendidikan, budaya organisasi, pengalaman kerja dan kinerja SIA memakai skala likert 5 poin, yang memiliki arti yaitu: skor 1 = Sangat Tidak Setuju (STS), skor 2 = Tidak Setuju (TS), skor 3 = Kurang Setuju (KS), skor 4 = Setuju (S), dan skor 5 = Sangat Setuju (SS). Penelitian yang dilakukan memakai analisis regresi linier berganda yang ditunjukkan melalui persamaan: KSIA = 1PTI 2KP 3PP 4BO 5PK eA HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Pernyataan Nilai Pearson Keterangan Pemanfaatan Teknologi Informasi (PTI) PTI 1 PTI 2 PTI 3 PTI 4 PTI 5 PTI 6 PTI 7 PM 1 PM 2 PM 3 PM 4 PM 5 PP 1 PP 2 PP 3 PP 4 PP 5 PP 6 KT 1 KT 2 KT 3 KT 4 KT 5 PK 1 PK 2 PK 3 PK 4 PK 5 PK 6 ESIA 1 ESIA 2 ESIA 3 ESIA 4 ESIA 5 ESIA 6 0,719 0,802 0,641 0,755 0,799 0,828 0,643 0,753 0,797 0,696 0,834 0,650 0,740 0,706 0,713 0,822 0,620 0,731 0,880 0,786 0,844 0,796 0,868 0,690 0,571 0,755 0,741 0,818 0,808 0,800 0,859 0,748 0,844 0,805 0,874 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Kepemimpinan (KP) Pendidikan dan Pelatihan (PP) Budaya Organisasi (BO) Pengalaman Kerja (PK) Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (KSIA) Correlation Ernawatiningsih & Sunarwijaya: Determinan Kinerja SistemA Tabel 1. menunjukkan nilai pearson correlation untuk semua indikator lebih besar dari 0,3, maka indikator dalam penelitian ini valid. Uji Reliabilitas Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel PTI KSIA Cronbach,s Alpha 0,859 0,790 0,811 0,889 0,814 0,900 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan Tabel 2. Memperoleh semua nilai cronbachAos alpha lebih besar dari 0,7, maka dinyatakan sudah reliabel. Uji Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan dalam menganalisis dan memprediksi pengaruh variabel independent terhadap variabel independen (Sugiyono, 2013:. Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. PTI Dependent Variable: KSIA Sumber: Data diolah . Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan Tabel 3 diperoleh persamaan berikut: ESIA = - 2,676 0,164 PTI 0,075 KP 0,330 PP 0,328 BO 0,253 PK Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 4. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Sumber: Data diolah . 0,082 Ghozali . menjelaskan, uji normalitas ialah pengujian yang memiliki maksud dalam melihat perolehan hasil setiap variabel telah terdistribusi normal atau Berdasarkan Tabel 4, memperoleh nilai Asymp. Sig . -taile. senilai 0,082, dimana hasilnya melebihi taraf signifikansi 0,05, yang artinya residual data berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 5 memperoleh hasil semua nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10, maka tidak terjadi multikolinearitas. Vol. No. Juni 2024 Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Tolerance Variabel PTI Sumber: Data diolah . VIF 2,474 3,197 3,608 2,884 2,742 0,404 0,313 0,277 0,347 0,365 Uji Heteroskedastisitas Ghozali . menjelaskan, uji heteroskedastisitas dilakukan dengan tujuan memeriksa adanya ketidaksamaan varian pada residual dari satu observasi ke observasi yang lain. Tabel 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. PTI Dependent Variable: ABRES Sumber: Data diolah . Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Tabel 6, memperlihatkan seluruh variabel bebas melebihi 0,05. Ini artinya tidak terjadi kasus heteroskedastisitas. Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi menampilkan hasil Adjusted R Square senilai 0,750 memiliki arti variabel kinerja SIA mampu dijelaskan 75,0% oleh variabel pemanfaatan teknologi informasi, kepemimpinan, pendidikan dan pelatihan, budaya organisasi dan pengalaman kerja, sedangkan sisanya 25,0% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk pada model penelitian ini, disajikan pada Tabel 7 berikut ini: Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Model Summaryb R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. PK. PTI. KP. BO. PP Dependent Variable: KSIA Sumber: Data diolah . Std. Error of the Estimate Uji Model Fit (Uji F) Uji F memperlihatkan pengaruh dari keseluruhan variabel bebas yang dimasukan kedalam model yang terdapat dampak secara simultan untuk variabel terikat. Berdasarkan Tabel 8. menunjukkan bahwa semua variabel bebas (PTI. PM. PP. KT. PK) yang dimasukan kedalam model terdapat dampak yang secara simultan pada ESIA. Ernawatiningsih & Sunarwijaya: Determinan Kinerja SistemA Pengujian ini bisa diamati dalam hasil F Test senilai 28,592 dan signifikansi senilai 0,000 < 0,05 sehingga model pada studi ini mampu dilakukan pengujian selanjutnya. Tabel 8. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of df Squares Regression Residual Total Dependent Variable: KSIA Predictors: (Constan. PK. PTI. KP. BO. PP Sumber: Data diolah . Mean Square Sig. Uji t Ghozali . menjelaskan, uji statistik t dipakai dalam melihat dampak pada setiap variabel independen pada variabel dependen. Menurut Tabel 3. disimpulkan bahwa: Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Nilai signifikansi variabel PTI terhadap KSIA senilai 0,068. Taraf signifikansi 0,068 > 0,05 dengan nilai koefisien regresi senilai 0,164. Diartikan. Artinya tidak ada pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja sistem informasi akuntansi di LPD Kecamatan Gianyar. Hal ini disebabkan tinggi atau rendahnya pemanfaatan teknologi informasi jika tidak didukung oleh kemampuan pengguna dalam mengoperasikan sistem maka tidak akan mampu meningkatkan kinerja sistem informasi akuntansi. Hasil ini didukung oleh penelitian Puspitasari . , dan Sudir, dkk. yang memperoleh hasil pemanfaatan teknologi informasi tidak ada berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Kepemimpinan Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Nilai signifikansi variabel KP terhadap KSIA senilai 0,567. Taraf signifikansi 0,567 > 0,05 dengan nilai koefisien regresi variabel KP senilai 0,075. Diartikan. H 2 ditolak, yang artinya kepemimpinan tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja SIA di LPD Kecamatan Gianyar. Hal ini disebabkan oleh karyawan LPD sudah memiliki disiplin diri tanpa perlu pengawasan pemimpin dalam melakukan pekerjaannya sehingga baik atau tidaknya kepemimpinan mempengaruhi kinerja SIA. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Sitorus, dkk. Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Nilai signifikansi PP terhadap KSIA senilai 0,016. Taraf signifikansi 0,016 < 0,05 dengan nilai koefisien regresi senilai 0,330. Artinya ada pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja SIA di LPD Kecamatan Gianyar. Pendidikan dan pelatihan yang dimaksud adalah mampu mendorong karyawan menjalankan pekerjaannya dengan pemakaian sistem secara tepat serta menjalankan pekerjaannya secara sesuai. Hasil ini didukung oleh penelitian Wulandari, dkk. Putri, dkk. Linda . dan Widyantari dan Suardikha . Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Nilai signifikansi variabel BO terhadap KSIA senilai 0,017. Taraf signifikansi 0,017 < 0,05 dengan nilai koefisien regresi variabel BO senilai 0,328. Artinya ada pengaruh Vol. No. Juni 2024 budaya organisasi terhadap kinerja SIA di LPD Kecamatan Gianyar. Adanya kesesuaian antara nilai pribadi dalam budaya organisasi akan meningkatkan kinerja sistem informasi Perubahan lingkungan berakibat pada perubahan budaya organisasi. Hasil penelitian Semarajana dan Kepramareni . dan Lina . Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Nilai signifikansi variabel PK terhadap KSIA senilai 0,015. Taraf signifikansi 0,015 < 0,05 dengan nilai koefisien regresi senilai 0,253. Artinya ada pengaruh positif pengalaman kerja terhadap kinerja SIA di LPD Kecamatan Gianyar. Banyaknya pengalaman yang dimiliki karyawan LPD di Kecamatan Gianyar bisa dinilai bahwasanya keterampilan karyawan pada penggunaan sistem tergolong baik, dan memberikan kemudahan pada tahapan pengerjaan dan penyusunan data memakai SIA mampu belangsung dengan optimal. Hasil ini didukung oleh penelitian Wulandari, dkk. Putri, dkk. Sari, dkk. , dan Srihardini, dkk. SIMPULAN Tidak adanya pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja SIA. Tidak adanya pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja SIA di Lembaga Perkreditan Desa Kecamatan Gianyar. Adanya pengaruh pendidikan dan pelatihan, budaya organisasi, dan pengalaman kerja terhadap kinerja sistem informasi akuntansi di Lembaga Perkreditan Desa Kecamatan Gianyar. Studi selanjutnya diharapkan memberi penambahan variabel independen lain, seperti kecanggihan teknologi informasi, keterampilan teknis individu, kompetensi dari SDM, umur serta variabel lainnya yang berkaitan pada studi terkait kinerja SIA. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar dan semua responden atas terselesaikannya artikel penelitian ini KONTRIBUSI AUTHOR Masing-masing author memiliki peranan masing-masing dalam proses penyusunan, pencarian data sampai tahap analisis dan publish. KONFLIK KEPENTINGAN Dalam penulisan ini tidak ada konflik kepentingan yang memengaruhi representasi atau interpretasi hasil penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA