Gloria Christiyati P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN KARANGAN EKSPOSISI BERDASARKAN TEKS WAWANCARA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KUTA UTARATAHUN PELAJARAN 2014/2015 Gloria Christiyati Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. STKIP Suar Bangli Bangli. Indonesia glorycutie@yahoo. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis, terutama mengembangkan karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif Teknik penelitian ini dilakukan dengan memberikan tugas mengarang eksposisi berdasarkan teks wawancara kepada siswa. Instrumen yang digunakan adalah petunjuk dan batasan mengarang eksposisi. Objek penelitian ini adalah karangan siswa yang dinilai dari aspek substansi dan aspek kebahasaan. Aspek substansi terdiri atas kemampuan memilih dan perumusan judul dan kemampuan menyesuaikan isi eksposisi dengan teks wawancara. Aspek kebahasaan meliputi kemampuan menggunakan ejaan, diksi, kalimat efektif, dan paragraf. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri I Kuta Utara sebanyak 96 orang dari jumlah siswa kelas X IPA sebanyak 302 orang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kemampuan mereka dalam mengembangkan karangan tersebut tergolong dalam katagori cukup. Dilihat dari segi persentase, siswa memperoleh nilai pada kategori sangat baik 5 orang atau 5,21%, kategori baik 33 orang atau 34,380%, kategori cukup 52 orang atau 54,17%, kategori kurang 6 orang atau 6,25%. Adapun skor rata-rata yang diperoleh mereka adalah 66,99 dan dibulatkan menjadi 67. Dengan demikian kemampuan mengembangkan karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara oleh siswa kelas X IPA SMA Negeri I Kuta Utara tergolong cukup. Kata kunci : karangan, eksposisi, wawancara Abstract This study aimed to descript studentsAo ability in writing, especially in developing exposition essay based on interview text. Methods which used in this study was quantitative descriptive method. This study technique was done by giving task of exposition essay based interview text to the students. The instrument which used were instructions and exposition essay limitation. The object of this study was studentsAo essay were assessed from the aspect of substance and aspects of language. Aspects of the substance consists of the ability to select and customize the formulation of the title and the ability to browse the exposition with the interview text. Aspects of language include the ability to use spelling, diction, effective sentences and paragraphs. The source of this study was students class X IPA SMA Negeri I Kuta Utara as many as 96 students from entire of amount students of class X IPA as many as 302 students. The result of this study proved that their ability in developing the essay was categorized quite. Seen from the presentage, students who obtained score in the category very good is 5 students or 5,21%, category good 33 students or 34,380%, category quite 52 students or 54,17%, category less was 6 students or 6,25%. As for the mean score obtained by them is 66. 99 and rounded Thus the ability to develop the exposition essay based on the interview text by students class X IPA SMA Negeri I Kuta Utara categorized quite. The inability of students class X SMA Negeri 1 Kuta Utara developing a text based interview exposition essay lies in the formulation and the selection of the title essay. Keywords: essay, exposition, interview Jurnal Pendidikan Deiksis Gloria Christiyati P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 PENDAHULUAN Kemampuan berbahasa mencakup empat aspek penting, yaitu . keterampilan mendengar, . keterampilan berbicara, . keterampilan membaca, dan . keterampilan Kemampuan berbahasa ini berhubungan erat dalam usaha seseorang memperoleh kemampuan berbahasa yang baik. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar adalah melalui program pendidikan di sekolah, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia. Menurut Depdiknas . 3:6-. , mata pelajaran bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan : berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulisan. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan . menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia (Si. Membaca merupakan satu dari empat keterampilan bebahasa. Dalam komunikasi tulisan, lambang-lambang bunyi bahasa didistribusi menjadi lambang-lambang tulisan atau huruf-huruf menurut alfabet Latin (Alek A, 2010 : . Menulis merupakan kegiatan mengekspresikan informasi yang diterima dari proses menyimak dan membaca. Jadi, semakin banyak seseorang menyimak atau membaca semakin banyak pula informasi yang diterimanya untuk diekspresikan secara tertulis. Kemudian. Crimmon . alam Kurniawan 2006:. mengatakan bahwa : Aumenulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini seorang penulis harus terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosakata. Keterampilan menulis digunakan untuk mencatat, merekam, meyakinkan, melaporkan, menginformasikan, dan mempengaruhi pembaca. Maksud dan tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh para pebelajar yang dapat menyusun dan merangkai jalan pikiran dan mengemukakannya secara tertulis dengan jelas, lancar, dan komunikatif. Kejelasan ini bergantung pada pikiran, organisas i, pemakaian dan pemilihan kata, dan struktur kalimat. Ay Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan penguasaan keterampilan menulis, diharapkan siswa dapat mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan yang dimilikinya setelah menjalani proses pembelajaran dalam berbagai jenis tulisan, baik fiksi maupun nonfiksi. Tujuan pembelajaran menulis belum dicapai secara maksimal oleh siswa. Menurut Trimantara . , penyebab terhadap tidak tercapainya tujuan pembelajaran menulis meliputi . rendahnya tingkat penguasaan kosa kata sebagai akibat rendahnya minat baca. Jurnal Pendidikan Deiksis Gloria Christiyati P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 . kurangnya penguasaan keterampilan mikrobahasa, seperti penggunaan tanda baca, kaidah-kaidah penulisan, diksi, penyusunan kalimat dengan struktur yang benar, sampai penyusunan paragraf. kesulitan menemukan metode pembelajaran menulis yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan siswa. ketiadaan atau keterbatasan media pembelajaran menulis yang efektif. Karena pentingnya keterampilan menulis, pengembangan pembelajaran menulis perlu Peningkatan pembelajaran menulis dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan diantaranya kegiatan mengembangkan logika, melatih daya imajinasi, merangkai kata menjadi kalimat, dan merangkai kalimat menjadi paragraf. Tes kemampuan menulis dapat divariasikan dalam berbagai bentuk tulisan. Tekniknya dapat disajikan data verbal, gambar, tabel, teks, peta, bagan. Dari data-data itu, siswa diminta untuk menulis sebuah karangan. Melalui kegiatan inilah kemampuan komunikatif siswa diukur secara terintegrasi (Mahmud, 2003:. Karangan eksposisi merupakan karangan yang mempunyai tujuan utama untuk memberi tahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu. Dalam karangan eksposisi masalah yang dikomunikasikan terutama informasi. Penggunaan teks wawancara sebagai alat bantu dalam mengembangkan karangan eksposisi akan membantu siswa untuk menceritakan kembali sesuatu peristiwa atau kejadian secara kronologis. Kegiatan seperti ini menyuburkan kesempatan kreatif bagi siswa dalam menampilkan gagasan dan memilih kata serta merangkainya menjadi kalimat. Penelitian ini mencoba mengukur kemampuan menulis siswa melalui kemampuan mengembangkan karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuta Utara Tahun Pelajaran 2014/2015. Adapun tujuan utamanya adalah mendeskripsikan kemampuan menulis siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kuta Utara Tahun Pelajaran 2014/2015 melalui mengembangkan teks wawancara menjadi karangan eksposisi. Hal ini dilakukan karena selama ini siswa SMA masih dianggap belum mampu untuk menulis dengan alasan menulis itu cukup sulit untuk dikuasai oleh para siswa SMA, padahal siswa SMA dituntut memenuhi kemampuan yang memadai dalam menulis. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bermaksud mendeskripsikan kemampuan mengembangkan karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kuta Utara secara objektif. Hal ini dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh siswa dalam menulis, khususnya menulis karangan eksposisi. Objek penelitian ini adalah karangan siswa. Siswa diberi tugas menulis karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara dengan waktu yang telah ditentukan . Instrumen yang digunakan adalah teks wawancara. Teks wawancara tersebut dikembangkan menjadi karangan eksposisi. Teks wawancara yang telah diubah menjadi karangan eksposisi diberi penilaian berdasarkan aspek-aspek yang telah ditentukan. PEMBAHASAN Data penelitian ini adalah kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuta Utara mengembangkan karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara. Penilaian terhadap data penelitian ini meliputi aspek - aspek yang telah di tentukan yang termuat dalam rubrik Data penelitian ini diolah dengan mengunakan rumus stastistik. Pengolahan data yang berupa nilai mentah kemampuan siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Kuta Utara dalam Jurnal Pendidikan Deiksis Gloria Christiyati P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 mengembangkan karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara dilakukan dengan menyusun tabel distribusi frekuensi dan menghitung nilai rata-rata . Berdasarkan data nilai kemampuan siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Kuta Utara mengembangkan karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara, apabila dilihat persentase siswa dalam sebaran nilai klasifikasi Depdiknas . adalah sebagai berikut. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Kemampuan Mengembangkan Karangan Eksposisi Berdasarkan Teks Wawancara Oleh Siswa Kelas X Sma Negeri I Kuta Utara Nilai Kualitatif Frekuensi Persentase (%) Kuantitatif sangat baik 5,21 Baik 34,38 Cukup 54,17 Kurang 6,25 sangat kurang O 39 0,00 Jumlah Menentukan Nilai Rata-Rata (Mea. Nilai rata-rata kemampuan siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Kuta Utara mengembangkan karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara adalah sebagai berikut. Eu Xi X A X A 66. X A X A 67 Jadi, kemampuan rata-rata siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuta Utara mengembangkan karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara adalah 66. 99 dan dibulatkan menjadi 67. Gambaran di atas merupakan kemampuan mereka secara umum. Adapun gambaran kemampuan secara khusus atau berdasarkan aspek penilaian tertentu adalah sebagai berikut. Gambaran Kemampuan Siswa Secara Khusus Kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuta Utara mengembangkan karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara dapat dianalisis secara khusus. Secara khusus kemampuan itu diklasifikasikan atas aspek susbtansi dan aspek kebahasaan. Ketepatan Pemilihan dan Perumusan Judul Jurnal Pendidikan Deiksis Gloria Christiyati P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 Eu Xi X A X A 8. X A X A8 Skor rata-rata aspek kemampuan menggunakan pemilihan dan perumusan judul 28 dan dibulatkan menjadi 8. Skor ini terlihat belum memenuhi harapan karena skor maksimal yang diharapkan pada aspek ini adalah 20. Berdasarkan klasifikasi nilai Depdiknas, skor 40 termasuk dalam ketegori kurang. Kemampuan Menyesuaikan Isi Eksposisi dengan Teks Wawancara Eu Xi X A X A 15. X A X A 15 Jadi, skor rata-rata aspek ini adalah 15. Skor ini cukup memenuhi harapan karena skor maksimal yang diharapkan pada aspek ini adalah 20. Berdasarkan klasifikasi nilai Depdiknas, skor 60 termasuk dalam ketegori cukup. Mekanisme Penyusunan Karangan Eu Xi X A X A 7. X A X A8 Jadi, skor rata-rata aspek ini adalah 7. 52 dan dibulatkan menjadi 8. Skor ini terlihat cukup memenuhi harapan karena skor maksimal yang diharapkan pada aspek ini adalah 10. Berdasarkan klasifikasi nilai Depdiknas, skor 80 termasuk dalam ketegori baik. Kemampuan Menggunakan Bahasa Jurnal Pendidikan Deiksis Gloria Christiyati P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 Eu Xi X A X A 7. X A X A8 Jadi, skor rata-rata aspek ini adalah 8. Skor ini cukup memenuhi harapan karena skor maksimal yang diharapkan pada aspek ini adalah 10. Berdasarkan klasifikasi nilai Depdiknas, skor 80 termasuk dalam ketegori cukup. Permasalahan Yang Dihadapi Siswa Masalah mendasar pada pembelajaran menulis karangan eksposisi di kelas X SMA Negeri 1 Kuta Utara adalah . masih kurangnya kemampuan siswa dalam menulis karangan eksposisi dan . tidak menggunakan media pembelajaran dalam pembelajaran menulis karangan eksposisi. Untuk itu perlu adanya tindakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis, upaya perbaikan pada penyampaian materi oleh guru, khususnya mengenai teknik penulisan karangan eksposisi. Diketahui dari hasil refleksi, ternyata masih ada siswa yang kesulitan dalam: . perumusan dan pemilihan judul, . memaparkan informasi, . menciptakan kesatupaduan karangan, . membuat ketegasan dalam karangan, dan . menggunakan ejaan dan tanda baca yang disesuaikan. Hal ini karena siswa belum memahami betul apa saja aspek yang perlu diperhatikan dalam menulis sebuah karangan eksposisi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Kuta Utara mengembangkan karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara torgolong cukup. Adapun rincian nilai rata-rata kemampuan siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Kuta Utara mengembangkan karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara secara khusus adalah sebagai berikut. Nilai rata-rata pemilihan dan perumusan judul tergolong dalam kategori kurang, . Nilai rata-rata menyesuaikan isi eksposisi dengan teks wawancara tergolong dalam kategori cukup, yaitu 60. Nilai rata-rata mekanisme penyusunan karangan tergolong dalam kategori baik, . Nilai rata-rata kemampuan mereka dalam menggunakan bahasa tergolong dalam kategori baik, yaitu 80. Ketidakmampuan siswa kalas X SMA Negeri 1 Kuta Utara mengembangkan karangan eksposisi berdasarkan teks wawancara terletak pada perumusan dan pemilihan judul, memaparkan informasi, menciptakan kesatupaduan karangan, membuat ketegasan dalam karangan, dan menggunakan ejaan dan tanda baca yang disesuaikan. DAFTAR PUSTAKA