BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 5 Nomor 1. January 2026 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Hubungan Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Dengan Minat Belajar Anak Usia Dini Triana Maulida1. Saveria Shabrina Zahwa Arsapermana2. Asep Kurnia Jayadinata3. Dhea Ardiyanti4. Hafiziani Eka Putri5. Siti Aliyyah Zarifah6. Azzahra Shalwa7 1,2,3,4,5,6,7 Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia Received: December 6th, 2025. Revised: January 19th, 2026. Accepted: January 29th, 2026. Published: January 30th, 2026 Abstrak Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi merupakan salah satu strategi yang banyak diterapkan dalam pendidikan anak usia dini untuk mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dengan minat belajar anak usia dini berdasarkan perspektif guru PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring berskala Likert empat poin yang diisi oleh 14 guru PAUD di wilayah Purwakarta dan Bandung yang secara aktif memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Instrumen penelitian terlebih dahulu diuji validitasnya menggunakan corrected item total correlation dan diuji reliabilitasnya dengan koefisien CronbachAos Alpha. Analisis data meliputi uji normalitas KolmogorovAeSmirnov dan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh item instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Uji korelasi Spearman menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,585 dengan nilai signifikansi 0,028 (< 0,. , yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dan minat belajar anak usia dini berdasarkan perspektif guru PAUD. Temuan ini menggambarkan adanya keterkaitan antara variasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran dengan tingkat minat belajar anak, yang tercermin melalui perhatian, keterlibatan, dan antusiasme anak selama proses pembelajaran berlangsung dalam konteks sampel yang terbatas. Kata kunci: anak usia dini, media pembelajaran, minat belajar, teknologi Abstract The use of technology-based learning media is a widely used strategy in early childhood education to support learning. This study aims to examine the relationship between the use of technology-based learning media and early childhood learning interest based on the perspective of early childhood The study uses a quantitative approach with an associative design. Data were collected using a four-point Likert-scale online questionnaire completed by 14 early childhood teachers in the Purwakarta and Bandung areas who actively use technology in learning. The research instrument was first tested for validity using corrected itemAetotal correlations and for reliability using CronbachAos alpha. Data analysis included the KolmogorovAeSmirnov normality test and SpearmanAos correlation test. The analysis showed that all items in the instrument were valid and reliable. The Spearman correlation test produced a correlation coefficient of 0. 585 with a significance level of 0. 028 (< 0. , indicating a positive and significant relationship between the use of technology-based learning media and early childhood learning interest. These findings indicate an association between variations in technology use in learning and childrenAos interest in learning, as reflected in their attention, engagement, and enthusiasm during the learning process in a limited sample. Keywords: early childhood, learning media, learning interest, technology Copyright . 2026 Triana Maulida. Saveria Shabrina Zahwa Arsapermana. Asep Kurnia Jayadinata. Dhea Ardiyanti. Hafiziani Eka Putri. Siti Aliyyah Zarifah. Azzahra Shalwa * Correspondence Address: trianamaulidaa@upi. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 5 Nomor 1. January 2026 Triana Maulida. Saveria Shabrina Zahwa Arsapermana. Asep Kurnia Jayadinata. Dhea Ardiyanti. Hafiziani Eka Putri. Siti Aliyyah Zarifah, & Azzahra Shalwa Pendahuluan Perkembangan teknologi digital di abad ke-21 telah menghadirkan transformasi signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau TK. Transformasi ini mendorong pendidik untuk mengadopsi berbagai media pembelajaran berbasis teknologi guna meningkatkan efektivitas proses belajarmengajar dan menumbuhkan minat belajar anak sejak dini (Emi et al. , 2. Penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran diyakini memiliki hubungan positif dengan minat belajar anak, yang didukung oleh penyajian materi yang lebih interaktif, visual, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital (Alotaibi, 2. Minat belajar pada anak usia dini merupakan salah satu elemen krusial yang berdampak pada kesuksesan tahapan pembelajaran. Interaksi dengan media teknologi inilah yang kemudian dapat memancing rasa ingin tahu dan mempertahankan fokus anak, yang merupakan indikator utama dari minat belajar (Rahmadi et al. , 2. Maka dari itu, menjadi penting untuk mengenali media pembelajaran yang efisien dalam memupuk minat belajar sejak usia dini, salah satunya dengan mengintegrasikan pemanfaatan teknologi. Hasil riset terdahulu mengindikasikan bahwa pemakaian media pembelajaran yang didukung teknologi, termasuk aplikasi pendidikan, permainan digital, dan platform interaktif, memiliki korelasi positif dengan ketertarikan anak usia dini terhadap kegiatan belajar secara substansial (Ruijia et al. , 2. Lebih lanjut, teknologi juga dapat memfasilitasi anak dalam mempelajari konsep-konsep fundamental seperti abjad, numeral, dan berbagai objek di lingkungan mereka melalui metode yang menarik serta mudah dijangkau (Rahmadi et al. , 2. Studi literatur menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor Penelitian oleh Sulistyaningtyas, dkk . dan Ogegbo & Aina . , menyoroti bahwa aspek seperti sikap positif guru, kepercayaan diri dalam mengintegrasikan teknologi, serta ketersediaan dukungan kebijakan, merupakan elemen konteks yang krusial dalam keberhasilan pembelajaran digital (Ogegbo & Aina, 2020. Sulistyaningtyas et al. , 2. Tantangan utama dalam implementasi teknologi di Indonesia meliputi keterbatasan infrastruktur digital dan akses internet, khususnya di daerah terpencil, serta minimnya pelatihan profesional yang menghambat kompetensi pedagogi digital guru (Rahmi et al. , 2024. Sulistyaningtyas et al. , 2023. Wariningsih & Najiha, 2. Studi-studi terdahulu menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital dan program pelatihan guru yang terstruktur sangat dibutuhkan agar inovasi pembelajaran berbasis teknologi dapat diadopsi secara efektif dan merata di seluruh wilayah Indonesia (Dali et al. , 2. Dengan demikian, peneliti yang fokus pada solusi peningkatan infrastruktur dan pelatihan guru sangat relevan untuk menjawab kebutuhan spesifik Pendidikan anak usia dini di Indonesia. Meskipun literatur menunjukkan manfaat teknologi dalam meningkatkan minat belajar anak usia dini, terdapat gap signifikan dalam penelitian empiris yang secara spesifik mengkaji evaluasi guru PAUD di Indonesia terkait efektivitas dan tantangan implementasi teknologi. Studi-studi sebelumnya cenderung berfokus pada dampak teknologi terhadap anak atau terbatas pada konteks internasional, sehingga lupa menggali secara mendalam mengenai perspektif guru terkait tantangan lokal (Marlina et al. , 2. Hal ini menyisakan celah pemahaman mengenai strategi mengatasi hambatan tersebut guna mendukung perkembangan minat belajar anak secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran empiris perihal hubungan penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran dan minat belajar anak usia dini. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen utama berupa kuesioner yang diisi oleh guru PAUD. Pendekatan ini dipilih agar dapat memperoleh data BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 5 Nomor 1. January 2026 Hubungan Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Dengan Minat Belajar Anak Usia Dini yang representative mengenai persepsi, pengalaman, dan praktik guru dalam mengintegrasikan teknologi di kelas. Diharapkan bahwa temuan dari penelitian ini akan menyumbang pada evolusi metode pengajaran baru yang terintegrasi dengan teknologi, yang sesuai dan berdaya guna dalam menumbuhkan antusiasme belajar pada anak usia dini. Selain itu, hasil ini diharapkan dapat berfungsi sebagai panduan bagi para pengajar dan pembuat kebijakan dalam memaksimalkan penggunaan teknologi di institusi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Landasan Teori Anak usia dini adalah anak yang berusia 0-6 tahun yang berada pada masa golden age, yaitu periode perkembangan yang sangat pesat dan menentukan masa depan anak. Pada masa ini, anak memiliki karakteristik seperti rasa ingin tahu yang tinggi, imajinatif, egosentris, mudah meniru, dan belajar melalui bermain (Piaget, 1. Perkembangan anak usia dini meliputi aspek fisik . erkembangan motorik kasar dan halu. , kognitif . erada pada tahap pra-operasional ditandai dengan pemikiran simbolik dan imajinati. , bahasa, sosial-emosional . ulai mengenal emosi seperti takut, marah, senang dan mulai membangun interaksi dengan teman sebay. , serta moral . ulai memahami nilai-nilai dasa. (Munawaroh et al. , 2. Penggunaan teknologi multimedia menjadi sangat relevan karena mampu menyajikan materi abstrak menjadi visual yang konkret dan mudah Dalam konteks ini, teknologi bukan sekadar alat, melainkan jembatan yang dapat menstimulasi rasa ingin tahu anak melalui pengalaman belajar yang kaya visual. Teknologi dalam konteks anak usia dini adalah alat atau media berbasis digital yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, seperti komputer, smart tv, tablet, aplikasi edukasi, dan media audio visual. Penggunaan teknologi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif (Emi et , 2. Senada dengan temuan tersebut. Sitompul . menambahkan bahwa konten multimedia . ambar, video, animasi, dl. memperkaya pengalaman belajar yang berdampak langsung pada peningkatan partisipasi siswa (Sitompul, 2. Penggunaan media pembelajaran digital sangat relevan dengan karakteristik anak usia dini yang belajar melalui sesuatu yang konkret. Menurut Adistiarachma dan Alia . , media video animasi memiliki peran penting dalam menstimulasi aspek perkembangan anak. Keunggulan utama dari media ini adalah kemampuannya menyajikan visual yang bergerak dan bersuara, sehingga materi anak menjadi lebih hidup dan mudah dipahami dibandingkan metode konvensional (Adistiarachma & Alia, 2. Media pembelajaran berbasis teknologi dapat berupa aplikasi edukasi, video pembelajaran, dan permainan interaktif yang dirancang untuk merangsang minat dan motivasi belajar anak. Pemanfaatan teknologi seperti smart tv menjadi solusi atas permasalahan pembelajaran yang monoton. Anshoriyah dan Watini . menemukan bahwa, kurangnya minat belajar anak sering kali disebabkan oleh metode guru yang terlalu verbalistik tanpa bantuan media, sehingga anak sibuk sendiri dan tidak memahami materi (Anshoriyah & Watini, 2. Selain itu, penggunaan media ini juga dapat menjadi pengalihan positif untuk mengurangi kecanduan anak terhadap game online, karena perhatian anak dialihkan pada tayangan edukatif yang menarik. Media ini mampu menyajikan materi secara visual dan audio sehingga lebih mudah dipahami oleh anak usia dini (Asmara et al. , 2. Media pembelajaran berbasis teknologi memungkinkan pembelajaran interaktif, personal, dan kolaboratif, serta memudahkan pemantauan perkembangan anak (Abbas et al. , 2. Keterkaitan antara teknologi dan karakteristik anak usia dini terletak pada kemampuan teknologi untuk menyesuaikan dengan rasa ingin tahu tinggi anak melalui BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 5 Nomor 1. January 2026 Triana Maulida. Saveria Shabrina Zahwa Arsapermana. Asep Kurnia Jayadinata. Dhea Ardiyanti. Hafiziani Eka Putri. Siti Aliyyah Zarifah, & Azzahra Shalwa elemen interaktif dan visual yang merangsang imajinasi anak, serta mendukung belajar melalui bermain dengan fitur permainan edukasi yang menyenangkan (Alotaibi, 2023. Kewalramani et al. , 2. Misalnya seperti yang sudah disebutkan di atas, memungkinkan anak mengeksplorasi dunia secara imajinatif tanpa resiko, sejalan dengan tahap praoperasional Piaget, dimana anak belajar melalui simbol dan imitasi (Nugraha & Nuriadin. Hal ini juga mengatasi kecenderungan egosentris dengan fitur personalisasi, seperti avatar yang bisa dimodifikasi . emilih warna, bentuk, atau aksesoris lainny. Teori sosiokultural Vygotsky menekankan bahwa alat-alat seperti teknologi dapat berperan sebagai mediator dalam zona perkembangan proksimal (ZPD), membantu anak belajar melalui interaksi sosial dan eksplorasi mandiri (Vygotsky, 1. Oleh karena itu, peran pendamping menjadi kunci. Kehadiran guru dan orang tua sebagai fasilitator mengubah interaksi anak dengan teknologi dari sekadar konsumsi pasif menjadi proses pembelajaran dialogis (Taylor et al. , 2. Hal ini sejalan pula dengan konsep ZPD, dimana bantuan terarah (Scaffoldin. dari orang dewasa memungkinkan anak mencapai level pemahaman yang tidak dapat mereka raih secara mandiri. Stimulasi yang menarik dan relevan berbasis teknologi, seperti game edukasi yang menggabungkan elemen bermain dengan konten pembelajaran, akan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Pengalaman ini tidak hanya memenuhi rasa ingin tahu anak tetapi juga mendorong eksplorasi aktif, yang pada akhirnya menumbuhkan minat belajar anak secara berkelanjutan, membangun fondasi untuk perkembangan kognitif dan sosial-emosional jangka panjang (Lamrani & Abdelwahed, 2. Teori selfdetermination Deci dan Ryan menjelaskan bahwa motivasi intrinsik, yang diperkuat oleh kegiatan menyenangkan dan otonom, akan meningkatan minat belajar intrinsik anak (Deci & Ryan, 1. Minat belajar anak usia dini merupakan fondasi penting bagi keberhasilan akademik dan perkembangan kognitif jangka panjang. Minat belajar dipengaruhi oleh interaksi antara faktor individu, lingkungan keluarga, sekolah, serta pendekatan pembelajaran yang digunakan (Muliani & Arusman, 2. Minat belajar adalah dorongan internal yang membuat anak antusias dalam mengikuti proses pembelajaran (Nurhasanah & Sobandi. Minat belajar anak usia dini sangat dipengaruhi oleh metode dan media yang digunakan dalam pembelajaran (Safitri et al. , 2. Media yang menarik dan interaktif, seperti teknologi digital, dapat meningkatkan minat belajar anak dengan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, menantang dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Minat belajar yang tinggi mendorong anak untuk lebih eksploratif, kreatif dan mampu mengembangkan potensi kognitif maupun sosial-emosionalnya (Arum et al. , 2. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Penelitian asosiatif bertujuan menguji hubungan antara dua atau lebih variabel untuk mengetahui tingkat keterkaitan antarvariabel secara statistik. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menjelaskan dan memprediksi fenomena berdasarkan hubungan yang teridentifikasi. Berbeda dengan penelitian deskriptif yang berfokus pada pemaparan fenomena, penelitian asosiatif menguji hubungan antarvariabel (Sugiyono, 2. Metode ini diterapkan untuk melakukan pengujian dan analisis empiris terhadap tingkat serta signifikansi hubungan antara variabel independen, yaitu Aupenggunaan media pembelajaran berbasis teknologiAy (X) dengan variabel dependen Audengan minat belajar anak usia dini berdasarkan perspektif guru PAUD" (Y). Pengumpulan data ini dilakukan melalui survei dalam waktu tertentu atau cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah guru yang menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran di satuan pendidikan atau BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 5 Nomor 1. January 2026 Hubungan Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Dengan Minat Belajar Anak Usia Dini sekolah yang ada di daerah Purwakarta dan Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yang penelitian pilih kriteria guru yang secara aktif dan konsisten memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Berdasarkan kriteria tersebut diperoleh sampel sebanyak 14 orang guru. Jumlah sampel yang relative terbatas ini menjadi salah satu keterbatasan penelitian sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan secara luas. Instrumen penelitian berupa kuesioner daring yang disusun menggunakan Google Form. Kuesioner dirancang untuk mengukur kedua variabel penelitian dengan bagian pertama, dengan bagian pertama memuat pernyataan terkait dengan penggunakan media pembelajaran berbasis teknologi dan bagian kedua memuat pernyataan mengenai minat belajar anak usia dini berdasarkan perspektif guru PAUD. Pengukuran dilakukan menggunakan skala Likert empat poin, dengan kategori penilaian yaitu, setuju . Raguragu . , tidak setuju . , dan sangat tidak setuju . Penggunaan skala empat poin dimaksudkan untuk mengurangi kecenderungan responden memilih jawaban tengah serta memperoleh sikap responden yang lebih tegas terhadap pernyataan (Pranatawijaya et al. Sebelum dilakukan analisis data utama, instrumen penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas dilakukan menggunakan corrected itemAetotal correlation dengan kriteria nilai Ou 0,30, sedangkan uji reliabilitas dilakukan menggunakan koefisien CronbachAos Alpha. Item yang tidak memenuhi kriteria validitas dieliminasi, dan analisis selanjutnya dilakukan menggunakan item-item yang valid dan reliabel. Berdasarkan tujuan penelitian yang bersifat korelasional, maka hipotesis penelitian dirumuskan sebagai berikut: HCA: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dan minat belajar anak usia dini. HCA: Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dan minat belajar anak usia dini. Data yang telah memenuhi syarat kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 27. Tahap analisis diawali dengan uji normalitas menggunakan KolmogorovAeSmirnov untuk mengetahui distribusi data pada masing-masing variabel. Berdasarkan hasil uji normalitas, salah satu variabel penelitian tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Uji korelasi Spearman digunakan untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan antara penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dan minat belajar anak usia Hasil analisis korelasi menghasilkan nilai koefisien korelasi dan nilai signifikansi yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan terhadap hipotesis penelitian. Seluruh hasil analisis kemudian diinterpretasikan dengan mengaitkannya pada kajian pustaka dan temuan penelitian terdahulu guna memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap hubungan antarvariabel yang diteliti (Creswell & Creswell, 2. Hasil Uji Validitas Analisis deskriptif dilakukan terhadap dua variabel penelitian, yaitu dengan AuMedia pembelajaran berbasis teknologi (X) dengan minat belajar anak usia dini berdasarkan perspektif guru PAUD (Y)Ay. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi berada pada kategori sedang hingga tinggi, dengan rentang skor pada skala Likert 1-4. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 5 Nomor 1. January 2026 Triana Maulida. Saveria Shabrina Zahwa Arsapermana. Asep Kurnia Jayadinata. Dhea Ardiyanti. Hafiziani Eka Putri. Siti Aliyyah Zarifah, & Azzahra Shalwa Tabel 1. Hasil Uji Validitas Item Valiabel Media pembelajaran berbasis teknologi (X) Minat belajar anak usia dini berdasarkan perspektif guru PAUD (Y) Corrected ItemAeTotal Correlation 0,697 0,769 0,722 0,675 0,629 0,608 0,462 0,631 0,721 0,811 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item pada variabel penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi (X) dan variabel minat belajar anak usia dini (Y) memiliki nilai corrected itemAetotal correlation Ou0,30, sehingga seluruh item dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Jumlah Item CronbachAos Alpha Keterangan 0,867 Reliabel 0,842 Reliabel Media pembelajaran berbasis teknologi (X) Minat belajar anak usia dini berdasarkan perspektif guru PAUD (Y) Uji reliabilitas menunjukkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,867 untuk variabel X dan 0,842 untuk variabel Y, yang menandakan instrumen reliabel dan layak digunakan. Hasil Uji Normalitas dan Korelasi Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Uji normalitas KolmogorovAeSmirnov menunjukkan variabel X memiliki nilai signifikansi 0,200 (>0,. sehingga berdistribusi normal, sedangkan variabel Y memiliki nilai signifikansi <0,001 (<0,. sehingga tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, pengujian hubungan dilakukan menggunakan korelasi Spearman. Hasil korelasi Spearman BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 5 Nomor 1. January 2026 Hubungan Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Dengan Minat Belajar Anak Usia Dini menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,585 dengan nilai signifikansi 0,028 (<0,. , yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan dengan kekuatan hubungan kategori sedang antara penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dan minat belajar anak usia dini . erdasarkan penilaian gur. Gambar 2. Hasil Uji Korelasi Uji korelasi antara variabel Teknologi (X) dan Minat Belajar (Y) dilakukan menggunakan korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,585 dengan nilai signifikansi 0,028 (< 0,. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel yang diteliti. Nilai koefisien korelasi berada pada kategori sedang dan menunjukkan arah hubungan positif. Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan antara variasi penggunaan teknologi dan variasi minat belajar berdasarkan data yang diperoleh. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dan minat belajar anak usia dini berdasarkan perspektif guru PAUD. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi, semakin tinggi pula minat belajar anak usia dini. Namun demikian hubungan yang ditemukan dalam penelitian ini bersifat korelasional, sehingga tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan sebab-akibat. Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian Gleneagles, dkk . yang menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran berkaitan dengan meningkatnya keterlibatan dan motivasi belajar peserta didik (Gleneagles et al. , 2. Media berbasis teknologi memungkinkan penyajian materi yang lebih menarik dan interaktif, sehingga anak lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran (Putri et al. , 2. Meskipun demikian, penelitian ini tidak menempatkan teknologi sebagai faktor penyebab langsung meningkatnya minat belajar, melainkan sebagai salah satu faktor yang memiliki keterkaitan dengan munculnya minat belajar anak. Dalam studi Al Mawaddah, dkk . menjelaskan bahwa penggunaan web edukasi dalam pembelajaran berkaitan dengan meningkatkan keterlibatan dan antusiasme belajar, kerena media tersebut menghadikan unsur pemainan, visual, dan umpan balik langsung (Al Mawaddah et al. , 2. Meskipun penelitian tersebut dilakukan pada jenjang sekolah dasar dan menggunakan desain eksperimental. Media pembelajaran berbasis teknologi yang interaktif dan menyenangkan dapat berkaitan dengan meningkatnuya minat belajar. Penelitian Puspitasari, dkk . juga menunjukan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, dapat meningkatkannya ketertarikan dan perhatian anak dalam kegiatan pembelajaran (Puspitasari et al. , 2. Media yang bersifat interaktif memungkinkan anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka (Saracho, 2. Bahwa media pembelajaran berbasis BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 5 Nomor 1. January 2026 Triana Maulida. Saveria Shabrina Zahwa Arsapermana. Asep Kurnia Jayadinata. Dhea Ardiyanti. Hafiziani Eka Putri. Siti Aliyyah Zarifah, & Azzahra Shalwa teknologi dapat menjadi sarana yang mendukung munculnya minat belajar anak usia dini (Aryanti et al. , 2. Asmara, dkk . yang mengungkapkan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi berkaitan dengan meningkatnya keterlibatan dan kreativitas anak. Keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran dapat menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan meningkatnya minat belajar. Anak yang terlibat secara aktif cenderung menunjukkan perhatian yang lebih besar serta ketertarikan yang lebih tinggi terhadap kegiatan belajar (Asmara et al. , 2. Media pembelajaran digital berkaitan dengan meningkatnya minat belajar anak usia dini karena mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan tidak monoton. Media digital menyediakan variasi stimulus yang dapat membatu anak tetap fokus dan tertarik selama proses pembelajaran berlangsung (Safitri et al. , 2. Menurut Anshoriyah dan Watini . , implementasi media smart TV dalam pembelajaran anak usia dini menunjukkan bahwa penggunaan smart TV sekolah meningkatkan minat belajar anak karena media ini menyajikan pembelajaran dalam bentuk audio visual yang menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini. Smart tv memungkinkan anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret dan menyenangkan, sehingga anak menunjukkan antusiasme dan perhatian yang lebih selama proses pembelajaran berlangsung (Anshoriyah & Watini, 2. Dalam penelitian Nuraeni, dkk . juga menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi seperti e-book, perangkat lunak edukatif dan video interaktif berperan dalam meningkatkan keterlibatan dan minat belajar peserta didik (Nuraeni et al. , 2. Meskipun penelitian tersebut dilakukan pada jenjang sekolah dasar, prinsip keterlibatan belajar yang dihasilkan dari penggunaan media berbasis teknologi tetap relevan untuk anak usia dini, khususnya dalam menumbuhkan ketertarikan terhadap aktivitas belajar. Selain itu, kajian Lieberman, dkk . menegaskan bahwa media digital yang dirancang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini berkaitan dengan meningkatnya perhatian, motivasi, dan keterlibatan belajar. Media digital memungkinkan anak untuk bereksplorasi dan memperoleh umpan balik secara langsung, sehingga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan ketertarikan belajar (Lieberman et al. , 2. Ardian . menjelaskan bahwa media berbasis teknologi berperan sebagai sarana untuk mengurangi verbalisme dan membantu anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret melalui penyajian materi secara visual dan audio-visual (Ardiana, 2. Media berbasis teknologi memungkinkan anak untuk lebih fokus, tertarik, dan terlibat dalam proses pembelajaran karena materi disampaikan dengan cara yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Hasil penelitian ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi memiliki keterkaitan dengan minat belajar anak melalui peningkatan keterlibatan dan pengalaman belajar yang menarik. Beberapa temuan terdahulu diperkuat oleh kajian Firmadani . , yang menyatakan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi merupakan inovasi pembelajaran yang memungkinkan penyampaian materi menjadi lebih variatif, efektif, dan menarik sehingga peserta didik lebih terlibat dalam proses belajar (Firmadani, 2. Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dan minat belajar anak usia dini berdasarkan penilaian guru PAUD, dengan koefisien korelasi Spearman sebesar 0,585 dan nilai signifikansi 0,028 (<0,. Temuan ini menunjukkan bahwa variasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran berkaitan dengan perhatian, keterlibatan, dan antusiasme anak selama proses belajar. Namun, karena penelitian ini menggunakan desain korelasional BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 5 Nomor 1. January 2026 Hubungan Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Dengan Minat Belajar Anak Usia Dini dengan jumlah responden yang terbatas, hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan secara luas dan tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan sebab-akibat. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan desain yang lebih kuat diperlukan untuk memperkuat temuan serta mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi minat belajar anak usia dini. Referensi