Journal of Economic and Business Research Vol. No. Agustus 2024, page 3544 available online at: http://jurnal. id/index. php/JEB ANALISIS PENERAPAN GREEN ACCOUNTING PADA BADAN USAHA MILIK DESA (STUDI KASUS PADA BUMDES FAJAR BARU, KECAMATAN JATI AGUNG. KABUPATEN LAMPUNG SELATAN) Elda Dias Wati1. Tri Darma Rosmala Sari2. Fedi Ameraldo3 Universitas Teknokrat Indonesia. Indonesia Universitas Teknokrat Indonesia. Indonesia Universitas Teknokrat Indonesia. Indonesia Corresponding Email: eldadswti12@gmail. com1, tridarma_rosmalasari@teknokrat. fedi_ameraldo@teknokrat. Received: June 2024 Accepted: July 2024 Published: August 2024 Abstract This study aims to determine and analyze how the application of Green Accounting by BUMDes in relation to the identification, recording, measurement, recording, presentation and disclosure of environmental costs in financial statements. This research was conducted in Fajar Baru BUMDes. Jati Agung District. South Lampung Regency. This research method uses a descriptive approach. This type of research is a qualitative research that uses primary and secondary data sources. Primary data from interviews and secondary data from documentation method. The data analysis technique used is to classify environmental costs, then analyze them, compare them with the appropriate PSAK, conduct interviews and conclude. The results of the study show that in Fajar Baru BUMDes there is no special treatment for environmental costs, these environmental costs are not grouped according to their categories in the 5th stage allocation. Fajar Baru BUMDes by the TPST entity only applies environmental accounting normatively, so it can be said that Fajar Baru BUMDes has not implemented environmental accounting perfectly. Keywords: BUMDes. Environmental Cost. Green Accounting. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana penerapan Green Accounting yang dilakukan oleh BUMDes dalam kaitannya dengan identifikasi, pencatatan, pengukuran, pencatatan, penyajian dan pengungkapan biaya lingkungan dalam laporan keuangan. Penelitian ini dilakukan di BUMDes Fajar Baru. Kecamatan Jati Agung. Kabupaten Lampung Selatan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan sumber data primer dan sekunder. Data primer dari wawancara dan data sekunder dari metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mengklasifikasikan biaya lingkungan, kemudian menganalisisnya, membandingkannya dengan PSAK yang sesuai, melakukan wawancara dan menyimpulkannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa di BUMDes Fajar Baru tidak ada perlakuan khusus terhadap biaya lingkungan, biaya lingkungan tersebut tidak dikelompokkan menurut kategorinya pada alokasi tahap ke-5. BUMDes Fajar Baru oleh entitas TPST hanya menerapkan akuntansi lingkungan secara normatif, sehingga dapat dikatakan bahwa BUMDes Fajar Baru belum menerapkan akuntansi lingkungan secara sempurna. Kata Kunci: BUMDes. Biaya Lingkungan. Green Accounting. Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 35-44 To cite this article: Wati. Sari. , dan Ameraldo. ANALISIS PENERAPAN GREEN ACCOUNTING PADA BADAN USAHA MILIK DESA (STUDI KASUS PADA BUMDES FAJAR BARU. KECAMATAN JATI AGUNG. KABUPATEN LAMPUNG SELATAN). JEB: Journal of Economic and Business Research, 4 . , 35-44. PENDAHULUAN Keberadaan BUMDes sebagai salah satu badan usaha desa yang menjalankan suatu kegiatan operasional dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Semakin berkembangnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh BUMDes dalam memperoleh laba, maka semakin besar pengaruh yang ditimbulkanterkait konsekuensi lingkungan hidup di sekitarnya. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat kegiatan operasi memicu keinginan bagi BUMDes untuk dapat berkontribusi dalam melestarikan lingkungan khususnya di lingkungan sekitar, salah satunya ialah dengan menerapkan konsep akuntansi lingkungan. Dengan menerapkan konsep akuntansi lingkungan, diharapkan BUMD lebih memperhatikan dampak lingkungan dari kegiatannya dan meminimalkan terjadinya kerusakan lingkungan. BUMDes menimbulkan masalah dalam mewujudkan visi utamanya karena kegiatan operasionalnya. Bagi BUMDes untuk melindungi lingkungannya, termasuk melalui penggunaan akuntansi lingkungan. Ini berfungsi untuk memberikan informasi untuk akuntansi, pengambilan keputusan dan akuntabilitas sesuai dengan standar akuntansi. Sebelumnya penyusunan laporan keuangan hanya terfokus pada kepentingan investor dan kreditur, namun pengaruh eksternal dari transaksi yang dilakukan diabaikan, misalnya: Pencemaran udara, air, tanah dan lain-lain. Penelitian ini didorong oleh kesenjangan dalam penelitian sebelumnya. Berdasarkan penelitian I. Adnyan . dan Harjanty. Mereka menyimpulkan bahwa tidak ada pendekatan definitif untuk biaya lingkungan, sehingga dapat dikatakan bahwa akuntansi lingkungan tidak sempurna. Dalam penelitian ini, terdapat perbedaan baik dalam topik maupun metode penelitian. Penelitian ini menggunakan fasilitas di desa Fajar Baru yang berada di kabupaten Lampung Selatan dan untuk tahun penelitian dalam hal ini berbeda dilakukan pada tahun 2022. Berdasarkan latar belakang tersebut dan juga beberapa penelitian terdahulu dengan variabel yang sama dan fenomena yang terjadi maka penulis termotivasi untuk melaksanakan penelitian di BUMDes Desa Fajar Baru Kecamatan Jati AgungKabupaten Lampung Selatan dikarenakan kita selaku warga ingin mempunyai lingkungan yang baik untuk warga sekitar. Dari uraian diatas penulis berinisiatif melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul AuAnalisis Penerapan Green Accounting Pada Badan Usaha Milik Desa (Studi Pada BUMDes Desa Fajar Baru Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selata. Ay. TELAAH PUSTAKA Pengertian Green Accounting Dari beberapa perspektif sebelumnya tentang akuntansi hijau, dapat ditunjukkan bahwa akuntansi hijau adalah akuntansi yang melibatkan identifikasi, pengukuran, penyajian dan pengungkapan biaya dan manfaat. Tujuan Penerapan Akuntansi Lingkungan Tujuan pengembangan akuntansi lingkungan antara lain : Sebagai alat analisis lingkungan, akuntansi lingkungan untuk kegiatan konservasi kompetitif, ringkasan dan klasifikasi biaya perlindungan lingkungan. Data akuntansi lingkungan juga digunakan untuk menentukan biaya sistem manajemen lingkungan, total biaya pemeliharaan lingkungan, dan investasi yang diperlukan untuk kegiatan pengelolaan lingkungan. Selain itu, akuntansi lingkungan juga digunakan untuk menilai tingkat produk setiap tahun untuk memastikan perbaikan berkelanjutan dalam kinerja lingkungan. Sebagai sarana komunikasi dengan publik Tanggapan dan umpan balik dari Patak. Kusangan dan poin umpan balik masyarakat akan digunakan sebagai umpan balik untuk mengubah tindakan konservasi atau pengelolaan Mingung perusahaan. Perlakuan Green Accounting Tahapan akuntansi sangat terkait dengan bagaimana suatu akun harus diakui atau diungkapkan dalam laporan Akuntansi lingkungan sebagai metode untuk mengidentifikasi biaya lingkungan yang dikeluarkan oleh suatu entitas ekonomi memerlukan beberapa tahapan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam pengolahan green accounting, yaitu: Identifikasi Akuntansi lingkungan belum memiliki standar akuntansi tersendiri hingga saat ini, sehingga dalam hal ini semuanya mengacu pada konsep akuntansi yang terkait. Untuk identifikasi, mengacu pada pekerjaan dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan (KDPLK) dan prinsip akuntansi untuk perusahaan tanpa tanggung Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 35-44 jawab publik (SAK ETAP), yaitu elemen akuntansi lingkungan. Barang-barang tersebut adalah barang dan biaya, barang yang digunakan sebagai wadah untuk menyimpan sampah, dan biaya yang dikeluarkan untuk perlakuan akuntansi lingkungan. Identifikasi merupakan fase awal dari fase perlakuan akuntansi, khususnya melalui identifikasi transaksi komersial yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Pengakuan Oleh karena itu, fase pengakuan ini dikenal memiliki dua metode akuntansi untuk mengakui beban, yaitu basis kas dan basis akrual. Setelah proses identifikasi dilakukan, unsur-unsur yang teridentifikasi tersebut kemudian dicatat dalam bentuk laporan dan diindikasikan sebagai biaya apabila diperoleh manfaat dari sejumlah nilai yang dikeluarkan untuk pembiayaan lingkungan. Pengukuran Pengukuran adalah proses penentuan jumlah uang yang akan diakui dan termasuk setiap item neraca dalam neraca dan laporan laba rugi. biaya dan besarnya biaya yang dikeluarkan dapat dilakukan dengan mengacu pada pelaksanaan biaya yang dikeluarkan pada periode sebelumnya untuk mendapatkan jumlah dan biaya yang tepat berdasarkan kebutuhan aktual setiap periode. Ini adalah dasar pengukuran yang berbeda. Penyajian Pengeluaran lingkungan dapat disajikan dalam neraca dengan menggunakan nama akun yang berbeda, karena tidak ada entri nama akun standar yang memuat distribusi dana lingkungan perusahaan. Sudut pandang akuntansi lingkungan tertuang dalam PSAK no 1 tahun 2015, ayat 14, yang menyatakan: "Perusahaan juga dapat memberikan laporan lingkungan dan nilai tambah secara terpisah dari laporan keuangan, terutama untuk industri di mana faktor lingkungan penting. Pengungkapan Pengungkapan lingkungan adalah pengungkapan informasi terkait lingkungan dalam laporan tahunan Pengungkapan dibagi menjadi dua bagian: pengungkapan wajib dan sukarela. Informasi akuntansi lingkungan mengacu pada Standar Pelaporan Keuangan 1 Juli 2009. PSAK no. 1 Mengenai penyajian laporan keuangan, paragraf 07 tentang komponen laporan keuangan dalam Mulyani . menyatakan bahwa Aulaporan arus kas yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut: laporan posisi keuanga. , laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan keuangan dan catatan penjelasan. Ay Kerangka Pemikiran Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan lingkungan yang dilakukan oleh BUMDes di Jati Agung dan biaya yang dikeluarkan oleh BUMDes terkait dengan kegiatan lingkungan tersebut. Penelitian ini menganalisis identifikasi, pengakuan, pengukuran dan penyajian biaya lingkungan dalam laporan keuangan yang dihasilkan oleh BUMDes Jati Agung. Lampung Selatan. Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 35-44 METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sugiyono . mengungkapkan bahwa penelitian kualitatif sebagai metode penelitian yang didasarkan pada filosofi postpositivisme digunakan untuk menyelidiki keadaan alamiah, dimana peneliti sebagai alat utamanya, teknik pengumpulan datanya adalah triangulasi, analisis data bersifat induktif atau kualitatif. , dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Selain itu. Jamaan . mengungkapkan bahwa penelitian kualitatif dilakukan karena peneliti ingin menyelidiki fenomena deskriptif yang tidak dapat diukur, seperti proses langkah tindakan, rumus rumus, konsep berbagai konsep, dan sifat objek. jasa, gambar, pola, tata cara budaya, model fisik artefak, dll. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif harus memberikan deskripsi rinci tentang ucapan, tulisan, atau perilaku yang diamati dari individu, kelompok, komunitas, atau organisasi tertentu. Penggunaan desain penelitian deskriptif kualitatif dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan green accounting pada BUMDes perdesaan di Desa Fajar Baru Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Teknik Analisis Data Analisis data menurut Sugiyono . 2, . adalah proses sistematis mencari dan menyusun data, data yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan dan dokumen, mengorganisasikan data ke dalam kategori, memecahnya menjadi unit-unit, mengaturnya ke dalam pola, memilih mana yang penting. dan apa yang akan dipelajari, serta menarik kesimpulan darinya sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain. Analisis data ini menggunakan teknik analisis data kualitatif, karena data yang diperoleh merupakan kumpulan informasi. Proses analisis data dimulai dengan menelaah semua data yang tersedia dari berbagai sumber terutama melalui observasi, wawancara dan dokumen. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data, setelah pengumpulan data selesai untuk jangka waktu tertentu. Pada saat wawancara, peneliti menganalisis tanggapan responden. Jika jawaban responden kurang memuaskan setelah dianalisis, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan tersebut kembali, sampai titik waktu tertentu agar datanya tidak jenuh. Sugiyono . mengemukakan bahwa ada 3 tahapan dalam analisis data, yaitu Reduksi Data. Display Data dan Verifikasi Data. Reduksi Data Sugiyono . 2, . mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang paling penting, memfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola. Sehingga data yang direduksi memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah pengumpulan data bagi peneliti, sehingga data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan kemudian melakukan pencarian pada saat dibutuhkan. Display Data Setelah mereduksi data, langkah selanjutnya dalam menganalisis data adalah dengan memvisualisasikan atau menyajikan data tersebut. Sugiyono . 2, . menyatakan bahwa yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif. Dengan memvisualisasikan data, akan lebih mudah untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan pekerjaan selanjutnya berdasarkan apa yang Anda Verifikasi Data Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif adalah menarik kesimpulan dan memverifikasi. Kesimpulan dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi tidak bisa, karena rumusan masalah dan masalah bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. Jika kesimpulan yang ditarik pada tahap awal didukung oleh bukti yang valid dan konsisten pada saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan yang ditarik merupakan kesimpulan yang kredibel. Dalam penelitian ini digunakan teknik analisis data menurut Hansen dan Mowen . dimana peneliti akan menggunakan langkah-langkah yang berbeda sebagai berikut: Menentukan analisis kegiatan dan biaya lingkungan yang dapat diatribusikan pada biaya lingkungan yang dicatat oleh BUMDes Jati Agung. Akun-akun biaya dalam laporan keuangan BUMDes diidentifikasi dan. Hal ini dimaksudkan untuk mengklasifikasikan dan menjadi informasi bagi peneliti semua biaya BUMDes Jati Agung yang masih memiliki keterkaitan dengan lingkungan. Pengelompokan berbagai akun biaya lingkungan yang dicatat oleh BUMDes Jati Agung. Peneliti akan mengelompokkan akun biaya lingkungan yang dapat dibandingkan lintas tahapan untuk mencatat biaya untuk setiap metode menggunakan analisis deskriptif berdasarkan data yang tersedia. Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 35-44 Mempelajari identifikasi, pengukuran dan pencatatan biaya lingkungan yang dilakukan oleh BUMDes Jati Agung. Peneliti berusaha untuk mengumpulkan informasi, bagaimana mengidentifikasi, mengukur dan mencatat biaya lingkungan yang dilakukan oleh BUMDes Jati Agung dengan menggunakan metode analisis deskriptif berdasarkan data yang tersedia dengan membandingkan kepemilikan BUMDes dalam standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia. Setelah melakukan ini Objek Penelitian Objek penelitian adalah apa yang menarik untuk diteliti, tujuan penelitian ini adalah tujuan dalam mencari jawaban atau solusi dari permasalahan yang muncul. Kemudian hasil pengamatan tersebut akan dipelajari dan ditarik suatu kesimpulan. Pengertian objek penelitian menurut Sugiyono . 2, . Objek penelitian adalah hasil, sifat atau nilai orang, benda, organisasi atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan oleh karena itu ditarik kesimpulan. Penelitian ini menggunakan bendahara sebagai tempat penelitian dan informan yang menjawab pertanyaan peneliti sebagai objek penelitian. Struktur BUMDes Fajar Baru. Kecamatan Jati Agung Sumber : (Wahyudi, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil BUMDes Fajar Baru BUMDes Fajar Baru merupakan salah satu BUMDes yang berada di Kabupaten Lampung Selatan. Kecamatan Jati Agung. BUMDes Fajar Baru merupakan salah satu divisi operasional BUMDes . saha perdesaa. , yaitu usaha persewaan pabrik, usaha persewaan rammer, usaha warung, usaha BRI Link dan usaha daur ulang sampah. BUMDes Fajar Baru menginisiasi kegiatan ini pada tahun 2017. Untuk kegiatan pengelolaan sampah perusahaan yang dijalankan oleh BUMDes. BUMDes mengumpulkan sampah rumah tangga dari 240 rumah tangga senilai Rs. 000 dan bertambah setiap bulan dari 240 kroon menjadi 330 kroon. Sampah tersebut kemudian akan dibawa ke tempat penampungan dimana sampah organik dan anorganik akan digunakan sebagai Aktivitas Pengelolaan Biaya Lingkungan di BUMDes Fajar Baru Berdasarkan hasil wawancara dan telaah dokumen laporan kegiatan pengelolaan sampah. BUMDes Fajar Baru memproduksi kompos. Dalam hal identifikasi mengacu pada SAK ETAP, yaitu hal-hal yang terkait adalah kegiatan dan pengeluaran. Aset adalah kepemilikan aset, aset dan aset yang mendukung operasi perusahaan dan dapat dipertukarkan dalam bentuk uang tunai. Sedangkan kewajiban adalah suatu bentuk biaya yang telah memberikan manfaat bagi perusahaan, misalnya: gaji karyawan, pembayaran pemasok, tagihan listrik, sewa kantor, dll. Dari hasil pendataan dan atas dasar wawancara tersebut muncul pertanyaan: kegiatan apa sajakah biaya yang dikeluarkan oleh BUMD dalam pengelolaan sampah? Bapak Agus selaku ketua BUMDes menjawab AuBiaya yang dikeluarkan oleh BUMDes dalam pengelolaan sampah adalah : biaya tenaga kerja, biaya operasional kendaraan, biaya perawatan dan perbaikan mesin kendaraan serta biaya TPSAy. Peneliti menemukan bahwa pengeluaran untuk kegiatan pengelolaan biaya lingkungan dicatat sebagai biaya operasional dan diakui sebagai pengeluaran sebagai berikut: Biaya Tenaga Kerja Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 35-44 Biaya tenaga kerja yang dikeluarkan oleh pihak BUMDes Fajar Baru dalam hal pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos, biaya pengangkutsampah, dan biaya tenaga kerja pengelola pupuk kompos. Perbulan sebesarRp. Biaya Operasional Kendaraan Biaya Operasional Kendaraan merupakan biaya yang dikeluarkan oleh BUMDes Fajar Baru dalam mengoperasikan kendaraan seperti motor tiga roda. Biaya ini meliputi pembelian bahan bakar bagi kendaraan. Biaya yangdikeluarkan sebesar Rp. 000 per bulan Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Kendaraan Biaya ini merupakan biaya yang dikeluarkan oleh pihak BUMDes dalam hal menjaga keberlanjutan mesin dan beroperasi untu usaha pengelolaan sampahnya. Misalnya saja service mesin, ganti oli kendaraan dll. Untuk biaya ini sekitar Rp. Biaya TPS (Tempat Penampungan Sampa. Biaya ini merupakan biaya yang dikeluarkan oleh pihak BUMDes untukmembayar tempat penampungan sampah-sampah organik & non organikdengan mengeluarkan biaya yang telah ditentukan oleh musyawarah desa. Untuk biaya tersebut sebesar Rp. 000 per bulan. Tabel 4. 2 Biaya Operasional BUMDes Fajar Baru Periode januari-desember 2021 Penerapan Akuntansi Lingkungan dalam Pengelolaan Limbah PadaBUMDES Fajar Baru Untuk menjawab rumusan masalah yang pertama yaitu: AuBagaimana penerapan Green Accounting pada BUMD di Desa Fajar Baru?Ay Mencari tahu bagaimana menerapkan akuntansi lingkungan dan penyajian biaya pengelolaan lingkungan memerlukan langkah-langkah rinci termasuk: identifikasi, pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan. Margaret . Identifikasi Identifikasi merupakan tahap awal dari fase siklus akuntansi, yaitu dengan menganalisis operasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. Diketahui dari hasil penelitian dan wawancara yang dilakukan peneliti bahwa BUMD menentukan biaya lingkungan yang terkait dengan kegiatan lingkungan. Termasuk biaya tenaga kerja, biaya operasi kendaraan, biaya perawatan dan perbaikan mesin, dan biaya pengumpulan limbah. Biaya-biaya tersebut diakui sebagai beban dan telah diperhitungkan sebagai biaya lingkungan di BUMDes Fajar Baru, yang ditetapkan sebesar Rp. Pengakuan Tahap pengakuan ini dikenal memiliki dua metode akuntansi dalam mengakui biaya, yaitu metode kas dan metode akrual. Beban diakui dalam kategori beban jika terjadi penurunan manfaat ekonomi yang terjadi selama suatu periode. Berdasarkan hasil wawancara dengan BUMDes Fajar Baru, ketika ditanya mengenai biaya yang dikeluarkan berdasarkan cash atau accrual? Ibu menjawab. Rusli selaku Bendahara BUMDes: AuBeban yang dikeluarkan untuk pengelolaan BUMDes diakui pada saat terjadinya biaya tersebut, karena hasil terkait diakui pada saat penerimaan kas dari debit, penagihan dan arus keluar saja. Saya juga memiliki sedikit pengetahuan tentang laporan keuangan mengingat bahwa Saya belum pernah belajar akuntansi, yang terpenting ada laporan keluar masuk sebagai bukti di buku pembukuan, jadi bisa dikatakan BUMDes Fajar Baru menggunakan Cash Basis Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 35-44 atau mendeteksi pengeluaran dan pemasukan saat kas benar-benar keluar masuk Cash Basis adalah pengakuan transaksi pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan. Pengukuran Tahap pengukuran ini penting dalam akuntansi karena pengukuran yang akurat dan tepat akan menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipahami. Pada tahap ini ukuran yang digunakan dalam akuntansi adalah satuan moneter, yaitu satuan moneter atau mata uang yang digunakan dalam menghitung neraca. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti melakukan wawancara dengan narasumber. Pengukuran akuntansi lingkungan dalam pengelolaan kegiatan lingkungan hidup di BUMDes menggunakan satuan moneter rupiah, karena menurut BUMDes fajar baru, biaya yang dikeluarkan dengan menggunakan satuan moneter rupiah didasarkan pada nilai pada saat transaksi. sebagai pendapatan yang diukur dan mengevaluasi penggunaan satuan mata uang rupiah berdasarkan jumlah transaksi yang terjadi. Penyajian Tahap penyajian ini berkaitan dengan bagaimana informasi keuangan disajikan dalam laporan keuangan, baik secara terpisah maupun terintegrasi ke dalam laporan keuangan. Penyajian juga dimaksudkan agar semua biaya yang diterima atau dikeluarkan dapat diketahui dengan jelas dan dapat dipertimbangkan penggunaannya. Penyajian akuntansi lingkungan tertuang dalam PSAK no. 1 Tahun 2015 ayat 14 yang menyatakan: AuEntitas juga dapat menyajikan secara terpisah dalam laporan keuangan, terutama untuk sektor-sektor di mana faktor lingkungan signifikan dan ketika karyawan dianggap sebagai sekumpulan pengguna laporan keuangan. Siapa yang berperan pentingAy. Sehubungan dengan pemaparan tersebut, dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan nara sumber Ny. Rusli. Departemen Keuangan memimpin saat ditanya: apakah penyajian akuntansi lingkungan dalam pengelolaan sampah sudah sesuai dengan PSAK No. 1 ayat 14? Dia menjawab: AuBelum. BUMD Fajar Baru tidak mengatur pemisahan antara pelaporan biaya lingkungan, biaya operasi dan non-operasional. Ay BUMDes Fajar Baru tidak menyajikan laporannya secara terpisah mengenai biaya operasional dan biaya non-operasional dengan kegiatan pengelolaan sampah. Walaupun format laporan masih sederhana berupa kwitansi, kwitansi dan catatan fasilitas dll masih dicantumkan, namun para pembaca diinformasikan bahwa laporan tersebut mudah dibaca dan dipahami serta terdapat penyajian biaya-biaya yang berkaitan dengan akuntansi. Pengungkapan Pada tahap ini informasi terkait akuntansi lingkungan tertuang dalam Standar Akuntansi Keuangan 1 Juli 2009. PSAK no1. AuSebuah laporan arus kas lengkap terdiri dari bagian-bagian berikut: Neraca . alance shee. , laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Ay Terkait pengungkapan tersebut, dari hasil wawancara dengan pelapor yang dilakukan peneliti diketahui bahwa BUMDes Fajar Baru tidak mengungkapkan biaya kegiatan lingkungan, seperti PSAK No. karena bentuk laporan pengelolaan sampah BUMDes Fajar Baru hanya berupa kuitansi dan kuitansi . ash flow repor. , laporan tersebut tidak menunjukkan konsistensi informasi PSAK yang ditunjukkan pada catatan dalam laporan keuangan. Namun BUMDes Fajar Baru menyusun laporan kinerja tahunan yang memuat informasi terkait kinerja pengelolaan sampah yang dilakukan dalam bentuk laporan sederhana. Pencatatan Pelaporan dan Penyajian Akuntansi Lingkungan di BUMDes Untuk menjawab rumusan masalah yang kedua yaitu AuBagaimana pencatatan, pelaporan dan penyajian akuntansi lingkungan pada BUMDes di Desa Fajar Baru Kecamatan jati Agung. Kabupaten Lampung Selatan?Ay Pencatatan akuntansi lingkungan yang meliputi pencataan, pelaporan dan penyajian telah diatur dalam SAK ETAP (IAI, 2013 : . Namun fakta dilapangan yaitu BUMDes Desa Fajar Baru sudah menyajikan laporan keuangan nya setiap akhir tahun/ akhir periode dengan cara semua biaya sudah ditulis dalam LPJ . aporan Pertanggung jawaba. setiap akhir periode, namun laporan yang ada dalam lpj yang sudah disusun oleh bendahara BUMDes masih tidak sesuai dengan PSAK. Menurut hasil wawancara dengan nara sumber untuk pencatatan laporan keuangan dan penyajiannya masih sederhana, namun fakta di lapangan BUMDes Fajar Baru memiliki laporan keuangan setiap akhir tahun atau pada akhir periode melalui seluruh pengeluaran untuk memperkenalkan diri. itu tertulis dalam LPJ (Laporan Pertanggungjawaba. Namun laporan LPJ yang disusun oleh Bendahara BUMDes belum memenuhi persyaratan PSAK. Di bawah ini adalah contoh pelaporan keuangan di BUMDes Fajar Baru. Berdasarkan hasil wawancara, peneliti juga meminta data dokumentasi pelaporan keuangan yang berkaitan dengan pencatatan laporan dan penyajian, seperti terlihat pada Gambar. Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 35-44 Gambar 4. 1 Laporan Keuangan BUMDes Fajar Baru Berikut format laporan biaya lingkungan dalam ikhsan . dimasukannya biaya biaya aktivitas pengelolaan lingkungan kedalam laporan menurut International Guidance Document-Environmental Management Accounting. Biaya-biaya lingkungan meliputi biaya internal dan eksternal dan berhungan terhadap seluruh biaya-biaya yang terjadi dalam hubungannya dengan kerusakan lingkungan dan pengendalian. Gambar 4. 2 Laporan Biaya Lingkungan di BUMDes Fajar Baru berdasarkan International Guidance Document-Environmental ManagementAccounting Pada gambar 4. 2 menunjukkan bahwa biaya lingkungan yang dikeluarkan oleh BUMDes Fajar Baru pada tahun 2021 hanya sebesar 4. 000 dari total biaya yang dihitung. Biaya lingkungan didominasi oleh biaya pengelolaan limbah dan emisi 3,7% terdiri dari pembuangan limbah biaya ini, biaya pengelolaan limbah Hal ini terjadi karena BUMD Fajar Baru menghasilkan banyak sampah, medis dan non medis, sedangkan BUMD menghasilkan sampah rumah tangga setiap hari yang terdiri dari 240 KK dan setiap bulan bisa lebih dari 240 KK dan perlu mereka juga segera memperbaiki sampah. agar tidak merusak lingkungan. Sedangkan biaya produksi yang tidak dihasilkan sebesar 2,4% yang terdiri dari biaya listrik, dimana biaya tersebut digunakan dalam hal pengoperasian peralatan yang digunakan dalam pengelolaan limbah. Untuk biaya pencegahan dan pengelolaan lingkungan sebesar 3,4% yang terdiri dari biaya sampah organik dan anorganik serta biaya pembuatan kompos, biaya ini relatif tinggi karena berkaitan dengan tingginya biaya kegiatan pengomposan dalam pengelolaan lingkungan. , dibandingkan dengan biaya produksi non-produk. SIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan green accounting dan menentukan pendaftaran pelaporan dan penyajian di BUMDes Fajar Baru. Berdasarkan hasil dan pembahasan, diambil kesimpulan sebagai berikut: Penerapan akuntansi lingkungan (Green Accountin. dalam pengelolaan sampah di BUMDes Fajar Baru Kec. Jati Agung Kab. Lampung Selatan memiliki 5 tahap pengalokasian, yaitu tahap pengakuan, pengakuan. Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 35-44 pengukuran, penyajian dan pengungkapan. Kelima tahapan tersebut belum cukup diterapkan di BUMDes Juga, tahap pengungkapan dan penyajian, tidak sesuai dengan PSAK. BUMDes Fajar Baru Kec. Jati Agung Kab. Lampung Selatan pada unit usaha Pengelolaan Sampah khususnya proses produksi pada produksi kompos tidak secara khusus menerapkan akuntansi lingkungan dalam anggarannya dan pelaporan biaya lingkungan di BUMDes Fajar Baru, tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Namun. BUMDes Fajar Baru melaporkannya ke LPJ (Laporan Kewajiba. SARAN