TEMATIK Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Januari 2026, pp. 138 Ae 147 e-ISSN: 2775-3360 https://journals. id/index. php/tematik npage 138 Peningkatan Literasi Digital Siswa melalui Pelatihan Website CMS dengan Model ADDIE Ahmad RifaAoi*1. Badroe Zaman2. Galet Guntoro Setiaji3. Soiful Hadi4 Universitas Semarang rifai@usm. id1, badroezaman@usm. id2, gallet@usm. id3, saiful@usm. Informasi Artikel Abstrak Diterima : 19-12-2025 Direview : 28-12-2025 Disetujui : 30-01-2026 Transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi institusi pendidikan dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi. Namun. MAK NU 01 Kota Semarang sebagai sekolah yang relatif baru berdiri belum memiliki website sekolah akibat keterbatasan kompetensi teknis sumber daya manusia dalam pengembangan dan pengelolaan website. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa melalui pelatihan pembuatan dan pengelolaan website berbasis Content Management System (CMS) WordPress dengan menggunakan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. Pelaksanaan pelatihan berbasis praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat literasi digital siswa, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 50,79% pada pre-test menjadi 81,15% pada post-test. Hasil ini mengindikasikan bahwa pelatihan berbasis CMS WordPress dengan model ADDIE efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pengelolaan website Selain peningkatan literasi digital, kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa website sekolah yang dapat dimanfaatkan sebagai media informasi dan komunikasi resmi sekolah. Kata Kunci Model ADDIE. CMS WordPress. Literasi Digital. Website Sekolah. PENDAHULUAN Transformasi digital di sektor pendidikan menghadapi era revolusi industri 4. 0 dan Society 5. 0, di mana kemampuan literasi digital merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh seluruh warga sekolah, terutama siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan penguatan literasi digital melalui pelatihan sudah banyak dilakukan di berbagai jenjang pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam menggunakan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab (Mardiana dkk. , 2. Namun, banyak sekolah menengah menujukkan keterbatasan kompetensi digital, terutama dalam pengembangan dan pengelolaan media digital seperti website sekolah. Website sekolah menjadi salah satu platform penting untuk menyampaikan informasi resmi, mempublikasikan kegiatan sekolah, serta menjalin komunikasi dengan masyarakat luas. Kendati demikian, banyak sekolah belum memiliki website karena keterbatasan kemampuan sumber daya manusia dalam mengembangkan dan memeliharanya (Suhari dkk. , 2. e-ISSN: 2775-3360 MAK NU 01 Kota Semarang sebagai mitra dalam pengabdian ini merupakan sekolah yang relatif baru, berdiri sejak tahun 2023 dan saat ini berusia tiga tahun. Sekolah ini memiliki satu jurusan yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), yang seharusnya menjadi potensi strategis dalam mendukung pemanfaatan teknologi digital. Meskipun memiliki jurusan yang relevan, hingga saat ini sekolah belum memiliki website resmi karena belum adanya kemampuan teknis yang memadai dalam pengembangan dan pemeliharaan website. Kekurangan kompetensi ini tidak hanya berdampak pada sekolah sebagai institusi, tetapi juga menghambat siswa dalam memperoleh pengalaman belajar kontekstual terkait penggunaan teknologi digital berbasis praktis (Setyasih dkk. , 2. Berbagai studi pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pelatihan literasi digital yang sistematis memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan digital Misalnya, pelatihan literasi digital untuk siswa maupun guru terbukti mampu memperluas pemahaman mereka terkait penggunaan teknologi informasi dalam konteks Pendidikan (Alip Alawi dkk. , 2. Kegiatan pelatihan berbasis sistem manajemen konten (Content Management System - CMS) seperti WordPress telah diterapkan dalam berbagai program pengabdian di sekolah menengah (Setiaji dkk. , 2. Pelatihan WordPress memberikan pengalaman praktis bagi siswa dalam membangun dan mengelola situs web, termasuk pengaturan tema, plugin, konten, serta aspek keamanan sederhana. Pelatihan seperti ini terbukti mendorong peningkatan keterlibatan siswa dalam teknologi digital serta meningkatkan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini (Perwiratama & Wibisono, 2. Sebagian besar pelatihan belum terintegrasi dengan pendekatan yang sistematis untuk perencanaan, pengembangan, serta evaluasi pembelajaran. Model pembelajaran dan pengembangan program seperti ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. menjadi penting untuk memastikan bahwa pelatihan literasi digital dan pembuatan website dilakukan secara efektif, sesuai kebutuhan mitra, dan terukur hasilnya (Eva dkk. , 2. Model ADDIE memberikan landasan konseptual dalam merancang kegiatan pengabdian masyarakat yang sistematis dan responsif terhadap konteks sekolah. Selain itu, pendekatan ADDIE mampu memfasilitasi perbaikan berkelanjutan dari proses pembelajaran sehingga program dapat diadaptasi sesuai dengan dinamika kebutuhan sekolah dan peserta (Wulandari dkk. , 2. Dengan latar belakang tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang untuk memberikan pelatihan pembuatan dan pengelolaan website berbasis WordPress kepada siswa kelas XI jurusan Rekayasa Perangkat Lunak serta guru sebagai pengelola website di MAK NU 01 Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan literasi digital, pengembangan kompetensi teknis dalam pengelolaan media digital sekolah, serta menghasilkan website resmi sekolah yang dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan. Harapan akhirnya, transformasi digital sekolah melalui pelatihan ini dapat memperkuat sistem informasi sekolah sekaligus meningkatkan keterampilan digital siswa sebagai bekal mereka dalam menghadapi tantangan dunia karier dan masyarakat METODE Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. yang ditunjukan oleh Gambar 1 (Yuangngoen dkk. , 2. Model ADDIE dipilih karena mampu memberikan alur sistematis dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pelatihan TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 berbasis kebutuhan mitra, khususnya dalam konteks pengembangan kompetensi digital di lingkungan pendidikan. Model ini banyak digunakan dalam kegiatan pengabdian dan pelatihan teknologi karena bersifat terstruktur, adaptif, dan berorientasi pada hasil (Safitri , 2. Gambar 1. Model ADDIE Analysis Tahap analysis bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra serta tingkat literasi digital awal siswa dan guru di MAK NU 01 Kota Semarang. Analisis dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak sekolah, dan pengisian angket awal kepada siswa kelas XI jurusan Rekayasa Perangkat Lunak serta guru. Fokus analisis diarahkan pada kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan infrastruktur, serta kebutuhan pengembangan website sekolah berbasis CMS. Pendekatan analisis kebutuhan ini sejalan dengan praktik pengabdian berbasis literasi digital yang menempatkan kebutuhan mitra sebagai dasar perancangan program (Rahmawati, 2. Design Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, tahap design dilakukan dengan menyusun rancangan pelatihan pembuatan dan pengelolaan website sekolah berbasis CMS WordPress. Perancangan meliputi penyusunan tujuan pelatihan, materi, modul praktik, alur kegiatan, serta instrumen evaluasi. Materi dirancang secara kontekstual sesuai karakteristik siswa RPL dan guru sebagai calon pengelola website sekolah. Desain pembelajaran difokuskan pada pendekatan praktik langsung . ands-on trainin. untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta secara optimal (Veronica, 2. Development Tahap development mencakup pengembangan seluruh perangkat pelatihan yang telah dirancang, meliputi modul penggunaan WordPress, panduan instalasi, pengelolaan konten, serta pengaturan dasar keamanan dan tampilan website. Selain itu, disiapkan pula template website sekolah sebagai media praktik peserta. Pengembangan bahan ajar dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan dan keberlanjutan pengelolaan website oleh pihak sekolah setelah kegiatan pengabdian selesai. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pengembangan media pembelajaran berbasis ADDIE yang menekankan kejelasan materi dan keterpakaian produk (Muslim dkk. , 2. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Implementation Tahap implementation dilaksanakan dalam bentuk workshop pelatihan yang melibatkan siswa kelas XI jurusan Rekayasa Perangkat Lunak dan guru pendamping. Kegiatan pelatihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengenalan CMS WordPress, instalasi, pengaturan awal, hingga pembuatan dan pengelolaan konten website sekolah. Peserta secara langsung mempraktikkan setiap materi yang disampaikan dengan pendampingan tim pengabdian. Metode pelatihan berbasis praktik terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi digital peserta dalam kegiatan pengabdian masyarakat bidang TIK (Muyasaroh dkk. , 2. Evaluation Tahap evaluation dilakukan untuk menilai efektivitas kegiatan pengabdian serta capaian peningkatan literasi digital peserta. Evaluasi dilakukan secara formatif dan sumatif. Evaluasi formatif dilakukan selama proses pelatihan melalui observasi dan penilaian tugas praktik peserta. Evaluasi sumatif dilakukan di akhir kegiatan melalui penilaian hasil website sekolah yang dikembangkan serta pengisian angket kepuasan peserta. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan dan rekomendasi pengelolaan website sekolah secara Evaluasi berbasis produk dan respon peserta ini selaras dengan praktik evaluasi program pengabdian berbasis teknologi pendidikan (Novianty dkk. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Analysis Tahap Analysis dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi awal mitra, yaitu siswa kelas XI jurusan Rekayasa Perangkat Lunak dan guru MAK NU 01 Kota Semarang, terkait literasi digital dan kemampuan pengelolaan website sekolah. Pertanyaan pre-test dan posttest disusun dengan skala likert 4 poin yang dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini. Tabel 1. Pertanyaan Pre-Test dan Post-Test PERTANYAAN Saya mengetahui apa itu Website. Saya mengetahui apa itu Content Management System (CMS). Saya mengetahui contoh-contoh CMS, termasuk WordPress. Saya mengetahui perbedaan antara domain dan hosting. Saya memahami fungsi dashboard WordPress. Saya memahami cara menambahkan halaman baru di WordPress. Saya memahami fungsi tema dan plugin dalam WordPress. Saya memahami manfaat memiliki website pribadi/sekolah bagi siswa. Saya memahami langkah-langkah dasar membuat website berbasis WordPress. Berdasarkan Tabel 2 perhitungan skor rata-rata pre-test tingkat pengetahuan siswa MAK NU 01 Kota Semarang sebelum pelatihan berada pada kategori "Tidak Tahu / Kurang Setuju" diwakili oleh skor rata-rata di sekitar 2. 03 atau 50. Skor Tertinggi dengan persentase sebesar 62. 50% pada pertanyaan nomor 8 tentang manfaat memiliki website pribadi/sekolah yang berarti sebagian besar siswa tahu/setuju akan pentingnya manfaat TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Sedangkan skor terendah dengan persentase sebesar 44. 64% pada pertanyaan nomor 6 tentang cara menambahkan halaman baru di WordPress menunjukkan bahwa ini adalah aspek teknis yang paling belum dikuasai siswa. Tabel 2. Persentase Rata-rata Skor Pre-Test N1 . N2 . N3 . N4 . 1y1=1 8y2=16 4y3=12 1y4=4 Total Skor % Rata-rata Skor 2y1=2 10y2=20 2y3=6 0y4=0 3y1=3 9y2=18 2y3=6 0y4=0 3y1=3 9y2=18 1y3=3 1y4=4 4y1=4 8y2=16 1y3=3 1y4=4 4y1=4 9y2=18 1y3=3 0y4=0 4y1=4 8y2=16 2y3=6 0y4=0 1y1=1 6y2=12 6y3=18 1y4=4 3y1=3 9y2=18 2y3=6 0y4=0 Mean Rata-rata Tahap Design Berdasarkan hasil analisis awal, diketahui bahwa peserta belum memiliki pengalaman dalam pengelolaan website sekolah berbasis CMS Wordpress. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan dirancang dalam bentuk workshop praktik langsung . ands-on trainin. dengan proporsi praktik yang lebih dominan dibandingkan teori. Materi pelatihan disusun secara bertahap dan berurutan agar mudah dipahami oleh siswa kelas XI jurusan Rekayasa Perangkat Lunak serta guru pendamping. Materi pelatihan disusun sebagai berikut: pengenalan konsep dasar website sekolah dan fungsi CMS dalam pengelolaan informasi sekolah pengenalan domain, hosting, dan struktur dasar website sekolah pengenalan antarmuka dashboard WordPress praktik instalasi dan pengaturan awal WordPress praktik pembuatan halaman . rofil sekolah, visi dan misi, berita, dan galer. praktik pengelolaan konten . osting artikel, unggah gambar, dan pengaturan pengenalan peran pengguna . ser rol. dan pengelolaan sederhana website Tahap Development Pada tahap Development, tim pengabdian terlebih dahulu melakukan pengembangan modul pelatihan yang disusun dalam bentuk buku ajar dan slide presentasi sebagai media utama dalam penyampaian materi. Buku ajar dirancang secara sistematis dan aplikatif dengan pendekatan langkah demi langkah, sehingga memudahkan peserta dalam memahami konsep dasar website dan CMS WordPress. Materi dalam buku ajar mencakup pengenalan website sekolah, konsep CMS, struktur dashboard WordPress, serta praktik pengelolaan TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Pengembangan modul ini bertujuan agar peserta memiliki referensi tertulis yang dapat digunakan kembali setelah kegiatan pelatihan selesai, sehingga mendukung keberlanjutan pembelajaran. Buku ajar dapat dilihat pada Gambar 1 . di bawah. Selain pengembangan modul pelatihan, pada tahap Development juga dilakukan pengembangan website sekolah sebagai media praktik langsung bagi peserta. Kegiatan ini diawali dengan persiapan hosting dan domain yang akan digunakan sebagai server website Selanjutnya, tim pengabdian mengembangkan template website sekolah berbasis CMS WordPress yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik MAK NU 01 Kota Semarang. Template website dirancang dengan struktur halaman utama yang mencakup profil sekolah, visi dan misi, jurusan, berita, galeri, dan kontak. Pengembangan template ini memungkinkan peserta untuk langsung mempraktikkan pengelolaan website pada lingkungan yang mendekati kondisi nyata, sekaligus menjadi fondasi awal website resmi sekolah yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pihak mitra. Tampilan website sekolah dapat dilihat pada Gambar 2 . Gambar 1. Cover Buku Ajar . dan Tampilan Website Sekolah . Tahap Implementation Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini telah dilaksanakan pada hari Jumat, 14 November 2025 bertempat di Laboratorium Komputer MAK NU 01 Kota Semarang dengan peserta adalah siswa dan guru yang berjumlah 14 orang selama 4 jam dari mulai pukul 07. sampai dengan pukul 11. 30 WIB. Metode yang digunakan di dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode praktik secara langsung diberikan untuk memaparkan materi tentang pembuatan website berbasis Content Management System (CMS) menggunakan Wordpress versi 6. 8 kepada para peserta MAK NU 01 Kota Semarang. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Pada materi yang pertama yaitu penyampaian pengenalan dasar website, meliputi konsep website sekolah sebagai media informasi dan komunikasi digital, serta menjelasankan mengenai domain sebagai identitas alamat website di internet serta hosting sebagai media penyimpanan data website yang berfungsi untuk menayangkan website secara Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan bantuan slide presentasi dan contoh kasus website sekolah, sehingga peserta dapat memahami keterkaitan antara website. CMS, domain, dan hosting sebagai satu kesatuan sistem. Materi dasar ini bertujuan untuk membangun pemahaman konseptual peserta sebelum memasuki tahap praktik pengelolaan website berbasis CMS WordPress. yang disampaikan oleh Bapak Galet Guntoro Setiaji. Kom. Kom. seperti pada gambar 2 di bawah ini. Gambar 2. Penyampaian Materi Pengenalan Dasar Website Pada materi selanjutnya, kegiatan pelatihan difokuskan pada praktik langsung pembuatan dan pengelolaan website sekolah berbasis CMS WordPress. Peserta dibimbing untuk melakukan instalasi WordPress dan pengaturan awal, meliputi konfigurasi dashboard, pengaturan umum website, serta pemilihan tema yang sesuai dengan kebutuhan website Setelah itu, peserta melakukan praktik pembuatan halaman website, seperti halaman profil sekolah, visi dan misi, berita, dan galeri, yang disesuaikan dengan struktur informasi sekolah. Materi ini disampaikan oleh Bapak Ahmad RifaAoi. Kom. Kom yang dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Penyampaian Materi Praktik Install Wordpress dan Halaman Website Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengelolaan konten, meliputi pembuatan dan publikasi artikel, pengunggahan gambar kegiatan sekolah, serta pengaturan menu navigasi agar website mudah diakses oleh pengguna. Melalui praktik ini, peserta tidak hanya memahami konsep pengelolaan website, tetapi juga mampu mengimplementasikan keterampilan teknis secara mandiri dalam mengelola website sekolah. Materi ini disampaikan oleh Bapak Badroe Zaman. Kom. Kom. yang dapat dilihat pada Gambar 4. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Gambar 4. Penyampaian Materi Praktik Mengelola Konten Pada tahap implementation juga menampilkan hasil praktik langsung yang dibuat oleh siswa dan guru pendamping. Pada gambar 5 dibawah menampilkan gambar yang terbaik dari hasil kreativitas siswa dalam mendesain atau membuat website sekolah. Gambar 5. Hasil Praktik Peserta Pelatihan Tahap Evaluation Evaluasi formatif dilakukan selama proses pelatihan melalui observasi dan penilaian tugas praktik peserta. Selain evaluasi sumatif juga dilakukan di akhir kegiatan melalui penilaian hasil website sekolah yang dikembangkan serta pengisian angket kepuasan peserta dengan mengisi kuisioner post-test. Pada Tabel 3 menunjukan hasil skor rata-rata tingkat pengetahuan siswa MAK NU 01 Kota Semarang setelah pelatihan berada pada kategori "Tahu / Setuju"dengan nilai skor rata-rata di sekitar 3. 25 atau 81. Tabel 3. Persentase Rata-rata Skor Post-Test N1 . N2 . N3 . N4 . 0y1=0 0y2=0 11y3=33 3y4=12 Total Skor % Rata-rata Skor 0y1=0 1y2=2 9y3=27 4y4=16 0y1=0 0y2=0 10y3=30 4y4=16 Mean TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 0y1=0 0y2=0 10y3=30 4y4=16 0y1=0 1y2=2 9y3=27 4y4=16 0y1=0 1y2=2 10y3=30 3y4=12 0y1=0 0y2=0 11y3=33 3y4=12 0y1=0 0y2=0 8y3=24 6y4=24 0y1=0 1y2=2 9y3=27 4y4=16 Rata-rata Tabel 4 membandingkan persentase rata-rata skor siswa sebelum (Pre-Tes. dan sesudah (Post-Tes. pelatihan untuk mengukur peningkatan efektivitas pelatihan. Rata-rata keseluruhan tingkat pengetahuan siswa meningkat dari 50. 79% (Kurang Tah. pada PreTest menjadi 81. 15% (Tahu/Setuj. pada Post-Test. Ini menunjukkan bahwa pelatihan berjalan sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. KESIMPULAN Pelatihan pembuatan website berbasis CMS WordPress yang dirancang dan diimplementasikan menggunakan model ADDIE berhasil meningkatkan literasi digital siswa secara signifikan. Kondisi awal yang ditunjukkan melalui hasil Pre-Test memperlihatkan bahwa tingkat pengetahuan siswa masih berada pada kategori Kurang Tahu, dengan ratarata skor sebesar 50,79%. Temuan ini menegaskan adanya kebutuhan nyata terhadap pelatihan teknis yang terstruktur dan aplikatif. Melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan materi, pengembangan modul dan media pelatihan, serta implementasi berbasis praktik langsung, siswa memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual dan Dampak dari proses tersebut tercermin pada hasil Post-Test, yang menunjukkan peningkatan rata-rata skor menjadi 81,15% dengan kategori Tahu/Setuju. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa pelatihan tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi juga memperkuat keterampilan praktis siswa dalam pengelolaan website sekolah. Dengan demikian, pelatihan berbasis CMS WordPress menggunakan model ADDIE terbukti efektif sebagai upaya peningkatan literasi digital siswa di MAK NU 01 Kota Semarang. DAFTAR PUSTAKA