Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Desember 2025 ISSN 1693-7724, eISSN 2685-614X https://jurnal. isi-ska. id/index. php/ornamen/ Cerita Malin Kundang Untuk Busana Ready to Wear Luluk Khoironi Maknun a. Sarwanto b. Program Studi Desain Mode Batik. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Institut Seni Indonesia Surakarta Program Studi Seni Pedalangan. Fakultas Pertunjukan. Institut Seni Indonesia Surakarta flamesxoxo@gmail. com, 2 sarwantomardisaputra@yahoo. ABSTRAK Kata Kunci Artikel ini berjudul AuCerita Rakyat Malin Kundang Untuk Busana Ready to WearAy difokuskan pada proses cipta busana dengan ide perangkat cerita rakyat Malin Kundang. Ketertarikan pada nilai budaya dan moral yang terkandung dalam cerita rakyat. Di dalam cerita rakyat Malin Kundang terdapat filosofi masyarakat Minangkabau yang melepas anak lelakinya untuk merantau dan mencari penghidupan yang lebih baik, serta kita sebagai anak tidak boleh durhaka terhadap orang tua yang dari kecil sudah banting tulang membesarkan kita. Tujuan penciptaan adalah menciptakan karya desain motif bersumber ide cerita rakyat Malin Kundang diaplikasikan ke busana ready to wear. Konsep seni yang digunakan adalah konsep ekspresi simbolik dengan konsep tata susun yang menekankan penciptaan komponen motif penyusun pola terdiri dari motif utama. Analisis data yang digunakan menggunakan metode interpretasi dengan melalui pendekatan estetika. Langkah-langkah penciptaan meliputi . riset dengan memanfaatkan sumber data etik dan observasi, . eksperimen menekankan pada eksperimen bahan kain dan teknik skets motif utama, . perenungan tahap menemukan simbol/metafora, dan . pembentukan melakukan penyusunan menjadi sebuah pola desain . urwa rup. Karya yang diciptakan berupa empat buah karya motif desain dan sembilan desain busana. Cerita rakyat. Malin Kundang. Ready to wear. ABSTRACT Keywords This Article entitled "MalinKundang Folklore for Ready to Wear Clothing" focused on the process of creating fashion with MalinKundang folklore as the inspiration. An interest in the cultural and moral values contained in folklores. In the MalinKundang folklore there is the philosophy of the Minangkabau people who release their sons to migrate and find a better livelihood, and the cultural believe that children should obey the parents who would do anything to raise the children. The purpose of the creation of the Art Master Thesis is to create a motif design work originating from folklore. MalinKundang, which was applied to ready to wear The concept of art used is the concept of symbolic expression with the concept of layout which emphasizes the creation of the components of the motifs making up the pattern consisting of the main, supporting motives. Analysis of the data used using the method of interpretation through aesthetic approaches. The steps of creation include . research using ethical data sources and observations, . experiments emphasizing the experiment of fabric and sketch technique of the main Folklore. Malin Kundang. Ready to wear. This is an open access article under the CCAe BY-SA license Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Desember 2025 motives, . contemplation of the stage of finding symbols/metaphors, and . form making arrangements into a design pattern . rototype of appearanc. The works created were in the form of four designs of motives and nine fashion designs. Pendahuluan Indonesia merupakan salah satu negara yang berusaha memelihara dan melestarikan kebudayaan bangsanya. Keragaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan aset kekayaan yang perlu dikenalkan pada generai Kebudayaan menurut Tylor adalah keseluruhan aktivitas manusia, termasuk pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, adat istiadat, moral, dan lain-lain. Salah satu nya adalah seni sastra daerah, yang mempunyai peranan penting dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa (Tylor, 1. Sastra daerah terkandung nilai budaya sebagai cermin dan pedoman masyarakat Indonesia dalam bersikap, namun di zaman sekarang budaya di Indonesia mulai luntur karena dipengaruhi arus globalisasi dan modernisasi. Sastra daerah terutama cerita rakyat memiliki nilai-nilai khusus, yaitu nilai budaya. Cerita rakyat hidup pada setiap wailayah Indonesia yang dimiliki oleh setiap suku bangsa yang tersebar di seluruh nusantara. Cerita rakyat sebagai pengungkap alam pikiran, sikap, dan nilai budaya masyarakat pendukungnya (Seli, 1. Uraian tersebut mengungkapkan begitu pentingnya peranan cerita rakyat untuk memperkuatkan nilai-nilai budaya bangsa sebagai warisan budaya, cerita rakyat perlu dipertahankan karena selain norma dan nilai dalam cerita rakyat juga terkandung pengetahuan lokal, pengetahuan tradisional yang sudah digunakan nenek moyang dalam rangka menopang keberlangsungan hidupnya (Ratna, 2. Nilai moral dalam cerita rakyat juga berperan penting karena suatu pengukur apa yang baik dan apa yang buruk dalam kehidupan masyarakat, juga dapat diartikan sebagai sikap atau perilaku, tindakan, kelakuan seorang pada saat mencoba melakukan sesuatu hal dan memiliki nilai postif di mata manusia lainnya (Zuriah, 2. Malin Kundang adalah cerita Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Desember 2025 rakyat yang berasal dari Sumatera Barat, berkisah tentang seorang anak bernama Malin Kundang yang durhaka pada ibunya dan kemudian dikutuk menjadi batu. Cerita rakyat yang penuh pesan nilai moral ini merupakan salah satu cerita rakyat yang paling dikenal. Kisah Malin Kundang sudah sangat melegenda dan sudah dikenal oleh hampir semua masyarakat Indonesia. Cerita rakyat Malin Kundang dapat menjadi pelajaran bagi setiap orang karena di dalam cerita tersebut mengandung pesan agar dalam kehidupan seorang anak harus patuh kepada kedua orang tua terutama Ibu. Keadaan batu Malin Kundang yang berada di Pantai Air Manis Sumatera Barat, kepala Malin Kundang dibentuk ulang dengan semen karena sudah mengalami kerusakan. Keadaan sekitar lingkungan Pantai Air Manis juga tidak terawat, banyak orang berjualan dekat dengan batu Malin Kundang. Sumber ide ini diambil karena sebagian dari masyarakat Indonesia telah melupakan kebudayaan lokal seperti cerita rakyat dan mengabaikan kebudayaan yang ditinggalkan oleh nenek moyang. Oleh karena itu, untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat Malin Kundang, dapat dilakukan dengan mengenalkan cerita rakyat Malin Kundang dengan melalui media yang sering dipakai oleh masyarakat. Perancangan ini memvisualisasikan momen penting dalam cerita rakyat dan mengambil nilai yang terkandung di dalam cerita menjadi sebuah yang akan dijadikan produk tekstil yaitu pakaian siap pakai . eady to wea. Ready to wear adalah translasi dari bahasa Perancis yaitu pret-a-porter yang memiliki definisi berhubungan dengan pakaian terutama designer clothing yang dipasarkan dalam kondisi selesai dan dalam ukuran yang sesuai standar. (Marsh, 2. atau dengan kata lain ready to wear adalah baju siap pakai yang diproduksi secara masal dalam kuantitas banyak dan dijual di toko, tidak memerlukan fitting atau pengukuran tubuh karena sudah menggunakan ukuran standar seperti S. Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Desember 2025 XL, dan lain-lain. Dirancang dengan edgy look, gaya berpakaian yang tergolong out of the box, dan memiliki karakter yang trendy dengan sentuhan classic dan bohemian style. Produk tekstil beragam jenisnya dengan teknik pembuatan dan material yang berbeda-beda. Terdapat dua jenis teknik produksi yaitu surface design dan structure design. Dalam perancangan ini menggunakan teknik surface design atau desain permukaan, dan memakai bahan kain organik seperti rayon voile, satin viscose, lyco satin spandek, dan cotton baby terry. Penciptaan karya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Adapun tujuan karya seni ini adalah . Menghasilkan motif dengan mengambil sumber ide cerita rakyat Indonesia. Menghasilkan karya yang berkualitas dan menarik. Menghasilkan koleksi busana yang mengambil ide cerita rakyat Indonesia. Metode Metode yang digunakan dalam langkah kerja yang dilakukan dalam penciptaan adalah metode penciptaan karya. Proses penciptaan karya akan berkaitan dengan proses imajinasi. Proses imajinasi adalah interaksi antara persepsi dalam . dengan persepsi luar. Proses imajinasi dan pengalaman estetik yang mengalami interpretasi di dalam intuisi dengan menggunakan sensitivitas akan menghasilkan subject matter atau tema pokok (Kartika, 2. Adapun prosesnya meliputi pemanfaatan sumber data, eksperimen, perenungan dan pembentukan. Hasil dan Pembahasan Langkah-langkah penciptaan akan dijabarkan dalam empat tahap, yakni riset, eksperimen, perenungan, dan pembentukan. Observasi . pertama dilakukan di Pantai Air Manis, di Padang pada Maret 2019, dan observasi kedua dilakukan di Museum Batik Danar Hadi guna melihat kain Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Desember 2025 batik yang sudah dahulu menerapkan pola cerita dalam karyanya. Eksperimen merupakan langkah kegiatan yang dilakukan dalam melakukan proses penciptaan, eksperimen akan menghasilkan kualitas dalam pemilihan bahan, teknik, konsep yang digunakan dalam memvisualisasikan karya (Kartika, 2. Tahap eksperimen akan membahas uji coba yang dilakukan pada sketsa visual dan bahan. Hasil eksperimen yang didapat adalah uji coba sketsa dalam rangka menghasilkan motif utama dan uji coba bahan untuk digial printing. Hasil dari eksperimen sketsa motif utama sebagai berikut: Gambar 1. Hasil printing pada kain lycon satin spandek (Foto: Luluk Khoironi Maknun, 2. Menguji ketahanan luntur kain terhadap proses pencucian rumah tangga menurut prosedur SNI ISO 105-C06:2010, tujuannya untuk mengetahui nilai perubahan warna dan nilai penodaan warna pada kain yang didapat setelah proses pencucian. Hasil evaluasi tahan luntur warna pada kain cotton baby terry yaitu 4-5 yang berarti Baik, kain tidak akan luntur warna nya pada saat mengalami pencucian. Look 1 Look 1, crop top blouse dengan cuttingan loose dengan detail lis dan zipper pada bagian depan, bawahan rok A-line dengan kombinasi desain B AuMalin Kundang Bela Panjapuik Gadai Au dan pleats dengan detail bukle tali. Kemeja crop top longgar dengan bukaan resleting depan, menggunakan zipper jeans Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Desember 2025 pada bagian depan crop top dan tinggi kerah kemeja 3 cm. Lipatan jahitan pada lengan 8 cm, terdapat lis sisip warna kuning 0,5 cm. Rok A-line dengan panjang 7/8, lebar ban pinggang 3 cm, terdapat kombinasi desain B AuMalin Kundang bela Panjapuik GadaiAu dan pleats yang dijahit menumpuk, tali lebar 4 cm dengan bulke, bukaan dengan resleting pada bagian belakang rok. Gambar 2. Fotografi fashion look 1 (Foto: Luluk Khoironi Maknun, 2. Look 2 Look 2, atasan kemeja dengan kerah Shanghai, detail motif desain B panel AuMalin Kundang Bela Panjapuik GadaiAu dan mata ayam pada kantong. Celana 7/8 dengan detail styling yang dibalik pada bagian bawah ke atas. Atasan kemeja dengan kerah Shanghai 3 cm, dengan kancing sembunyi pada bagian depan, kantong seperti celana cargo dengan tinggi 16 cm x lebar 12 Detail mata ayam pada satu bagian tutup kantong, manset dengan tinggi 4 cm. Celana 7/8 dengan ban pinggang lebar 3 cm, pada bagian bawah celana dilipat keluar selebar 12 cm. Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Desember 2025 Gambar 3. Fotografi fashion look 2 (Foto: Luluk Khoironi Maknun, 2. Look 3 Look 3, atasan dengan model loose dengan kerah tegak dan cuttingan asimetris dan detail kombinasi desain c AuAlah Durako Molah WaangAy. Bawahan berupa rok dengan cuttingan asimetris dengan bentuk A-line dan detail pleats pada kain desain c AuAlah Durako Molah WaangAy. Atasan high neck dengan tinggi kerah 2,5 cm dan bukaan resleting belakang, lengan oversize dengan turun pundak 18 cm juga terdapat mata ayam pada bagian lengan, selain itu terdapat ban pinggang dengan tinggi 8 cm. Rok overlap dengan potongan asimetris dan kombinasi pleats, tinggi ban pinggang 3 cm dan terdapat bukaan resleting samping. Gambar 4. Fotografi fashion look 3 (Foto: Luluk Khoironi Maknun, 2. Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Desember 2025 Look 4 Look 4, blouse dengan kerah high neck dengan detail kombinasi desain a AuBajalan Sibiran TulangAy dan mata ayam pada bagian depan, celana 7/8 dengan model loose dengan detail zipper pada bagian sisi depan. Atasan asimetris dengan tinggi kerah 2,5 cm, lengan menggunakan lengan raglan, manset lengan dengan tinggi 3 cm. Terdapat mata ayam 2 dibagian depan dan 2 di bagian belakang, bukaan dengan menggunakan resleting jeans pada bagian belakang. Celana kulot 7/8 dengan tinggi ban 3 cm, terdapat detail resleting jeans pada bagian kanan celana dengan tinggi 25 cm. Gambar 5. Fotografi fashion look 4 (Foto: Luluk Khoironi Maknun, 2. Look 5 Look 5, atasan kemeja lengan pendek dengan detail pleats pada bagian sisi depan dengan kombinasi dua warna yaitu mustard dan navy. Bawahan berupa rok selutut dengan detail zipper pada bagian sisi depan dan kombinasi desain b Au Malin Kundang Bela Panjapuik Gadai Au. Atasan kemeja dengan tinggi kerah 4 cm, terdapat kombinasi pleats dengan lebar 10 cm di Menggunakan kancing sembunyi, dan terdapat kantong tempel dengan ukuran 10 cm x 12 cm. Rok dengan ban pinggang tinggi 3 cm dengan Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Desember 2025 dua kantong, terdapat belahan rok dengan tinggi 20 cm dengan resleting Gambar 6. Fotografi fashion look 5 (Foto: Luluk Khoironi Maknun, 2. Look 6 Look 6, dress kemeja loose dengan detail lengan puff dan belahan samping dengan kerah tegak. Crop top jacket dengan kombinasi dua warna mustrad dan navy dan motif desain c Au Alah Durako Molah WaangAy dengan kerah rebah dan detail stitch. Dress longgar dengan panjang 7/8 dengan detail lengan puff dan kancing sembunyi, tinggi kerah Shanghai 3 cm, tinggi manset lengan 6 cm. Terdapat belahan pada bagian bawah dengan tinggi 22 cm. Jacket crop top dengan kerah jas dengan lebar 6 cm, bukaan depan dengan kancing sembunyi. Terdapat tali ban pinggang dengan lebar 5 cm dan panjang keliling 120 cm, terdapat detail stitch . ahitan benan. pada lengan dan tali ban. Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Desember 2025 Gambar 7. Fotografi fashion look 6 (Foto: Luluk Khoironi Maknun, 2. Look 7 Look 7, dalaman kaos polos dengan warna cokelat, jacket dengan model asimetris dengan detail belahan di lengan lonceng dan mata ayam. Celana loose 3/4 dengan cuttingan drappery dengan aksen simpul dan motif desain a AuBajalan Sibiran TulangAy pada bagian depan. Dalaman kaos, jacket overlap dengan kancing sembunyi. Pada bagian lengan dalam terdapat belahan belahan 25 cm sampai siku, terdapat 2 mata ayam pada bagian depan jacket. Celana pantalon dengan potongan asimetris, dengan detail tali ke samping kiri dan tinggi ban pinggang 3 cm. Gambar 8. Fotografi fashion look 7 (Foto: Luluk Khoironi Maknun, 2. Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Desember 2025 Look 8 Look 8, dalaman kaos polos warna cokelat, outter loose dengan model kimono dengan kombinasi dua warna yaitu green olive dan navy, dengan mata ayam. Bawahan mini skirt dengan kombinasi motif desain c AuAlah Durako Molah Waang Au dan detail ruffle pada sebagai sisi rok. Kaos high neck dengan tinggi kerah 2,5 cm. Outter oversize dengan lengan lebar, terdapat jahitan dengan tinggi 8 cm pada lengan. Terdapat belahan samping setinggi 16 cm, kantong dengan tinggi 16 cm dengan detail mata ayam. Ada kombinasi motif pada bagian belakang. Rok overlap dengan kombinasi motif dan polos, tinggi ban pinggang 3 cm. Panjang rok diatas lutut 6 cm. Gambar 9. Fotografi fashion look 8 (Foto: Luluk Khoironi Maknun, 2. Look 9 Look 9, atasan kemeja lengan pendek berwarna putih polos, jacket dengan model jas oversize, dengan detail obi pada pinggang. Rok A-line dengan kombinasi motif desain a AuBajalan Sibiran TulangAy dan detail ruffle pada kanan dan kiri rok. Kemeja lengan pendek dengan tinggi kerah 7 cm, bukaan kemeja pada bagian depan dengan kancing sembunyi. Jas oversize dengan lebar kerah 5 cm, terdapat detail lipatan keatas pada lengan dengan ukuran 7 cm. Rok dengan detail ruffle pada bagian kanan dan kiri, lebar ban Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Desember 2025 pinggang 3 cm. Terdapat kantong palsu dengan tutup dan lebar 12 cm x 4 Gambar 10. Fotografi fashion look 9 (Foto: Luluk Khoironi Maknun, 2. Kesimpulan Sumber ide dalam penciptaan busana ready to wear ini adalah cerita rakyat Malin Kundang yang buat desain motif berjumlah 4 desain dan diaplikasikan dalam 9 busana ready to wear. Penciptaan berlandaskan pada nilai moral dan budaya yang terkandung di dalam cerita Malin Kundang, dan juga filosofi yang terdapat dalam cerita Malin Kundang. Konsep sanggit yang digunakan adalah ekspresi simbolik dan konsep tata susun yang menekankan pada penciptaan motif-motif utama yang diambil dari beberapa suntingan teks Malin Kundang. Metode penciptaan diawali dengan riset melalui pemanfaatan sumber data etik dan observasi dilanjutkan dengan tahap langkah-langkah penciptaan, yakni eksperimen, perenungan, dan pembentukan. Eksperimen menekankan pada eksperimen bahan dan teknik, perenungan menemukan simbol atau metafora, dan pembentukan melalukan penyusunan menjadi sebuah pola desain. Karya yang diciptakan berupa sembilan busana dengan empat motif desain yaitu AuBajalau Sibiran TulangAy. AuMalin Kundang Bela Panjapuik GadaiAy . AuMalin Kundang Bela Panjapuik GadaiAy . dan AuAlah Durako Molah WaangAy yang diaplikasikan ke dalam rancangan busana. Pendeskripsian karya Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Desember 2025 dibagi kedalam visual dan alur produksi, bagian visual menjelaskan tentang karya secara kasat mata, seperti penjelasan tentang komposisi motif, warna dan repetisi, alur produksi menjelaskan desain busana mulai dari motif sampai dengan wujud busana jadi. Daftar Pustaka