KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 29625459. Volume 3 Number 3. March 2025 DOI:10. 58738/kendali. Peran Pendidikan Keuangan. Tekanan Ekonomi, dan Dukungan Keluarga Dalam Meningkatkan Ketahanan Keuangan Mahasiswa Nevanda Julya Rizki1. Amelia Wardatus Rizki2. Hasna Khalisha Putri3. Fauziyah Fadhilah4. Maria Yovita R. Pandin5 1,2,3,4,5 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Surabaya. Indonesia email: julyanevanda127@gmail. com1, ameliarizki06005@gmail. com2, hasnakhalisha0@gmail. ffauziyahfdlha@gmail. com4, yovita_87@untag-sby. ABSTRAK Pengelolaan keuangan seringkali menjadi masalah utama bagi mahasiswa. Perilaku yang konsumtif menyebabkan mahasiswa kesulitan dalam mengatur keuangannya. Dengan demikian tentunya pendidikan keuangan sangat berperan penting dalam hal tersebut. Peran pendidikan keuangan memberikan banyak informasi terkait tata kelola keuangan mulai dari hal terkecil sekalipun. Adanya pendidikan keuangan akan membantu mahasiswa dalam menghadapi tekanan ekonomi yang terjadi akibat perilaku yang konsumtif. Selain itu, tentunya dukungan keluarga sangat berperan penting dalam pengelolaan keuangan mahasiswa karena orang tua dapat memberikan arahan dan sarannya. Dengan demikian mahasiswa dapat meningkatkan ketahanan keuangannya dan tidak menggunakan keuangannya secara berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menelaah artikel serta jurnal yang telah ada. Responden pada penelitian ini, yakni mahasiswa yang sedang kesulitan dalam pengelolaan keuangannya sehingga tidak dapat mengatasi masalah tekanan ekonomi yang terjadi. Berdasarkan informasi-informasi yang telah kami telaah, pendidikan keuangan serta dukungan keluarga menjadi dorongan utama pada mahasiswa yang tengah menghadapi tekanan ekonomi, sehingga dengan demikian mahasiswa dapat meningkatkan ketahanan keuangannya di masa yang akan datang. Kata Kunci: pendidikan keuangan, tekanan ekonomi, dukungan keluarga PENDAHULUAN Kecerdasan keuangan mempengaruhi kemampuan di dalam menangani tekanan keuangan di keluarga. Kecerdasan keuangan adalah kemampuan seseorang di dalam mengelola setiap konflik keuangan yang terjadi di dalam keluarga. Faktor keluarga sendiri sangat penting karena dapat memberikan dukungan secara emosional yang baik untuk memberikan dorongan semangat dan menemukan penyelesaian dalam konflik keuangan Tekanan keuangan yang terjadi di keluarga bisa terjadi karena dua faktor subjektif dan objektif faktor subjektif dari orang tersebut sendiri yang misalkan merasa kekurangan dalam hal finansial padahal sudah terpenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya seperti makan, minum, dan tempat tinggal. Dukungan keluarga dimaksudkan dapat memberikan dorongan emosional seperti halnya dalam teori psikologis bahwa pengaruh sosial atau lingkungan di sekitar sangat mempengaruhi pemikiran yang kemudian pemikiran tersebut mempengaruhi tindakan jadi AU KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 29625459. Volume 3 Number 3. March 2025 DOI:10. 58738/kendali. dorongan keluarga sangat diperlukan untuk menangani konflik keuangan dalam keluarga oleh karena itu dalam keluarga harus tenang ketika menghadapi konflik keuangan. Selain itu faktor utama adalah pendidikan keuangan yang minimal harus dimiliki oleh keluarga adalah kemampuan basic financial knowledge. Seperti yang tercantum di jurnal peran literasi keuangan dalam pengelolaan keuangan mahasiswa karya fiksi Indra Adi Waluyo dan Maria Assumpta Evi Marlina universitas Ciputra. Artikel kami akan membahas mengenai pentingnya pendidikan ekonomi bagi mahasiswa di dalam merespon konflik keuangan yang terjadi dan juga diperlukan dukungan dari keluarga seberapa besarkah pengaruh dari pendidikan ekonomi dalam menyikapi permasalahan keuangan mahasiswa dan seberapa besar pula pengaruh dorongan keluarga dalam penyelesaian mahasiswa tersebut pada persoalan keuangan, serta ketahanan keuangan mahasiswa dapat bertahan atau lebih stabil dengan kemampuan pendidikan keuangan yang baik sekurang-kurangnya adalah menguasai basic finansial knowledge dan pengaruh dorongan keluarga terhadap ketahanan keuangan mahasiswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana pendidikan keuangan, tekanan ekonomi, serta dukungan keluarga berperan dalam meningkatkan ketahanan keuangan mahasiswa. Metode ini tidak hanya mengandalkan data lapangan, tetapi juga memperkuat analisis dengan temuan-temuan yang diambil dari berbagai sumber literatur. Dengan pendekatan ini, penelitian berupaya menggali makna yang lebih dalam dari pengalaman nyata yang dialami oleh mahasiswa. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh studi literatur, yaitu penelaahan terhadap berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Studi literatur berfungsi untuk memperkaya pemahaman teori, memperkuat analisis data lapangan, serta memberikan landasan konseptual yang kokoh bagi penelitian ini. Dalam penelitian ini, variabel independennya adalah Pendidikan Keuangan. Tekanan Ekonomi dan juga Dukungan Keluarga. Variabel Independen X Ini adalah variabel yang diduga mempengaruhi atau menyebabkan perubahan pada variabel dependen. Sedangkan, variabel dependennya ialah Ketahanan Keuangan Mahasiswa. Variabel Dependen Y ini adalah variabel yang diukur atau diuji dalam suatu eksperimen. Variabel ini adalah apa yang dipengaruhi oleh variabel Berikut tabel metode penelitian kami : HASIL DAN ANALISIS Peran Pendidikan Keuangan AU Pendidikan keuangan sangat berperan penting dalam literasi keuangan. Literasi Keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat (Otoritas Jasa Keuangan. AU KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 29625459. Volume 3 Number 3. March 2025 DOI:10. 58738/kendali. Berdasarkan literatur yang telah kami telaah literasi keuangan dibagi menjadi empat aspek yaitu basic financial knowledge, saving and borrowing, insurance, dan infestation (Indra & Maria, 2. Peran pendidikan keuangan merupakan langkah penting dalam pengetahuan pengelolaan keuangan terutama bagi mahasiswa. Dalam hal ini mahasiswa tentunya akan tahu tata cara mengelola keuangan termasuk dalam sumber dananya, alur dana kedepannya, serta manajemen risiko. Peran pendidikan keuangan akan sangat membantu mahasiswa memahami konsep dasar keuangan sehingga tidak menimbulkan perilaku yang konsumtif. Pada garis besarnya, perilaku konsumtif merupakan perilaku atau gaya hidup individu yang senang membelanjakan uangnya tanpa pertimbangan yang matang (Kementerian Keuangan, 2. Sesuai dengan diagram yang telah kami peroleh dari hasil penelitian, menunjukkan 64,7% Mahasiswa sangat setuju bahwa pendidikan keuangan dapat membantu memberikan informasi terkait tata kelola keuangannya. 17,6% juga menyatakan setuju dengan argumen tersebut, sedangkan 17,6% lainnya menyatakan netral atau dapat diartikan seperti biasa saja bagi Mahasiswa tertentu. Dalam hasil penelitian artikel yang diterbitkan oleh Indra dan Maria pada tahun 2019 dijelaskan bahwa pengetahuan keuangan dasar yang dimiliki mahasiswa yang pertama meliputi pengetahuan tentang lembaga dan produk keuangan. Lembaga ini merupakan lembaga yang memiliki informasi terkait jasa keuangan terpercaya seperti saham, reksadana, obligasi, serta tabungan. Tentunya lembaga-lembaga tersebut dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan. Kedua, yakni pengetahuan perhitungan dasar dan yang ketiga, yakni perencanaan keuangan dimana mahasiswa menentukan anggaran terkait Peran pendidikan keuangan sangat membantu mahasiswa mengenai informasi terkait menabung, asuransi kedepannya, serta investasi. Menabung dapat mahasiswa dalam pengelolaan keuangan yang dapat mensejahterakan kehidupan kedepannya. Tabungan yang telah terkumpul dapat dialihkan dana dengan membuka asuransi maupun investasi jangka panjang yang akan membantu jika keuangan mahasiswa sedang tidak stabil serta dapat menjadi salah satu cara ketahanan ekonomi dimasa yang akan datang. Tekanan Ekonomi Tekanan ekonomi merupakan ketidakmampuan keuangan yang dirasakan oleh keluarga sehingga mengganggu pemenuhan kebutuhan anggota keluarga. Semakin tingginya tingkat tekanan ekonomi maka tingkat kesejahteraan pun akan semakin rendah. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 29625459. Volume 3 Number 3. March 2025 DOI:10. 58738/kendali. Selain itu, permasalahan ekonomi menjadi faktor penyebab terjadinya disfungsi dalam Untuk itu, keluarga memerlukan coping ekonomi yang baik dan tepat. Ekonomi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Keluarga merupakan unit ekonomi yang melakukan aktivitas guna memperoleh hasil yang diinginkan seperti kepuasan, tujuan, gaya hidup, standar hidup, kesejahteraan, kenyamanan, kemampuan, dan keterampilan untuk proses produksi dan konsumsi. Tekanan ekonomi dapat dilihat dari tingkat pendapatan, perubahan pendapatan yang semakin tidak memadai, dan pekerjaan yang tidak stabil. Tekanan ekonomi dapat dipengaruhi oleh perbedaan wilayah, pendidikan kepala keluarga, dan modal finansial. Keluarga yang mengalami tekanan ekonomi akan menghadapi konflik rumah tangga yang lebih tinggi yang secara tidak langsung dapat meningkatkan depresi ibu dan menurunkan dukungan Tekanan ekonomi adalah suatu kondisi ketika suatu negara atau wilayah mengalami kesulitan dalam pertumbuhan ekonomi, stabilitas keuangan, dan kesejahteraan masyarakat. Tekanan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Tekanan ekonomi adalah masalah yang kompleks dan memerlukan solusi yang komprehensif dan Tidak ada solusi tunggal yang dapat mengatasi semua masalah ekonomi, dan setiap negara perlu menyesuaikan kebijakan sesuai dengan kondisi dan tantangan yang Tekanan ekonomi objektif dan subjektif merupakan dua sisi dari kesulitan finansial yang dialami. Tekanan ekonomi objektif merujuk pada kondisi ekonomi yang nyata, seperti rendahnya pendapatan, hutang, dan kurangnya aset. Tekanan ekonomi subjektif, di sisi lain, adalah perasaan atau persepsi seseorang tentang kesulitan memenuhi kebutuhan finansial, meskipun kondisi ekonomi mungkin tidak seberat yang dirasakan. Tekanan ekonomi objektif dan tekanan ekonomi subjektif pekerja informal tergolong rendah. Hal ini terlihat dari kemampuan keluarga yang masih mampu untuk memenuhi sumber ekonomi dan menyesuaikan pengelolaan ekonomi keluarga. Keluarga dengan tekanan ekonomi objektif yang rendah berpotensi untuk sejahtera daripada keluarga dengan tekanan ekonomi yang tinggi. Kemampuan dalam terpenuhinya kebutuhan berkaitan dengan penghasilan yang diperoleh keluarga. Penghasilan yang dimiliki berhubungan dengan besarnya kemampuan untuk mengontrol hal-hal yang mampu mengatasi masalah Namun, masih terdapat keluarga yang merasa sulit dalam membeli Hal ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan keluarga yang mengalami kesulitan dalam mengelola kebutuhan dan tidak mampu membeli barang-barang yang dibutuhkan membuat lebih banyak penyesuaian keuangan. Di atas merupakan data hasil dari penelitian kami yang membahas tentang tekanan Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa dominan mahasiswa sebesar 52,9% KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 29625459. Volume 3 Number 3. March 2025 DOI:10. 58738/kendali. mengatakan setuju dengan adanya tekanan ekonomi mahasiswa yang dapat mempengaruhi keuangan sehari-hari. Sedangkan, setengah dari mahasiswa mengatakan bahwa sebagian dari mahasiswa sangat setuju jika tekanan ekonomi dapat mempengaruhi keuangan mereka sehari-hari dan sebagian lagi mengatakan bahwa tekanan ekonomi dapat memengaruhi keuangan serta juga bisa juga tidak memengaruhi keuangan sehari-hari. Dukungan Keluarga Dukungan yang dirasakan adalah perasaan subjektif terkait dengan keberadaan seseorang dan kesediaan untuk memenuhi berbagai peran yang meliputi aspek emosional, persahabatan, dan kebutuhan dalam kondisi yang nyata. Dengan kata lain, dukungan keluarga dapat memberikan sikap yang positif pada diri seorang anak dan peningkatan performa akademik. Kemudian, dukungan keluarga memiliki peranan yang cukup penting dalam berbagai aspek kehidupan. Pentingnya peran dukungan yang berasal dari anggota keluarga sebagai penguatan perilaku yang positif dalam proses pembelajaran sehingga metode pembelajaran dapat berjalan secara optimal bagi mahasiswa. Manusia memiliki kecenderungan pada dua sifat bawaan yang bersifat nature dan nurture. Hal ini merupakan salah satu aspek yang mendorong manusia untuk melakukan perubahan dalam status kehidupannya sebagai scientist. Kondisi yang lain mengenai bahasan seputar self awareness dimana mahasiswa mampu merubah lingkungan serta peka terhadap Salah satu harapan yang jelas terlihat adalah mahasiswa dapat mawas diri dengan meningkatkan kemampuan dalam menghayati perasaan orang lain sebagai manifestasi tercapainya pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang sehat dan sejahtera khususnya saat berada di lingkungan kampus. Dukungan keluarga disini dijabarkan sebagai pemenuhan atas kebutuhan akan dukungan, dukungan informasional, dan umpan balik yang dirasakan mahasiswa. Pemenuhan kebutuhan atas dukungan mencakup kemampuan keluarga untuk menyediakan dukungan emosional dan menyediakan waktu untuk mendengarkan. Dukungan informasional merupakan dukungan berupa saran atau informasi tentang cara melakukan sesuatu dan bantuan untuk menyelesaikan atau memecahkan permasalahan. Sedangkan umpan balik melibatkan penerimaan atas pendapat atau ide, memiliki hubungan dekat atau akrab dengan anggota keluarga, dan sikap saling terbuka untuk bertukar pikiran atau pendapat. Dukungan keluarga ini akan sangat membantu mahasiswa dalam pengelolaan Pasalnya mahasiswa akan diberikan saran oleh orang tuanya terkait dana yang akan dikelola. Saran tersebutlah yang akan menjadi pertimbangan mahasiswa terkait pengelolaan dananya. Keterlibatan peran orang tua dalam pengelolaan dana mahasiswa juga akan meminimalisir perilaku konsumtif mahasiswa. Menurut Harya, hal ini juga dapat dijadikan sebagai proteksi agar mahasiswa tidak membeli barang yang kurang bermanfaat dan tidak berhutang. Peran kedua orang tua akan membantu mahasiswa dalam persiapan dana di masa yang akan datang. Tentunya hal ini akan sangat membantu mahasiswa memiliki dana tabungan, dana darurat, serta dana investasi. Pengelolaan dana yang didasari atas dukungan serta arahan dari orang tua akan menjadikan mahasiswa bijak dalam pengelolaan serta penggunaan keuangannya sehingga dapat meningkatkan ketahanan keuangan mahasiswa. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 29625459. Volume 3 Number 3. March 2025 DOI:10. 58738/kendali. Di atas merupakan diagram data hasil dari penelitian kami, diagram ini menjelaskan bagaimana dukungan keluarga mempengaruhi pengelolaan keuangan mahasiswa. Mayoritas responden, yaitu 64,7% memberikan penilaian 5 yang menunjukkan bahwa mereka setuju dengan pentingnya dukungan keluarga. Sementara 35,3% memilih penilaian 4 yang menunjukkan mereka setuju yang artinya tidak sepenuhnya menganggap dukungan keluarga sebagai faktor yang sangat krusial. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga berpengaruh dalam membantu mahasiswa dalam mengatur keuangan. Ketahanan Keuangan Ketahanan keuangan . inancial resilienc. adalah kemampuan seseorang atau entitas . eperti perusahaan atau negar. untuk bertahan dan pulih dari berbagai tantangan keuangan, seperti kehilangan pekerjaan, penyakit, atau krisis ekonomi. Ini melibatkan kemampuan untuk mengelola keuangan, membuat perencanaan jangka panjang, dan memiliki cadangan keuangan untuk menghadapi situasi yang tidak terduga. Ketahanan keuangan adalah kemampuan individu, rumah tangga, atau organisasi untuk memenuhi kewajiban keuangannya, baik saat ini maupun di masa depan, serta mampu mengatasi tekanan atau guncangan keuangan. Ini bukan hanya sekadar memiliki uang di bank, tetapi lebih kepada memiliki pondasi finansial yang kuat dan strategi yang efektif untuk mengelola keuangan. Dalam menghadapi tantangan keuangan, mahasiswa perlu mengembangkan sikap yang positif, fokus pada tujuan keuangan, fleksibel dalam menghadapi perubahan, terstruktur dalam mengelola keuangan, dan proaktif dalam mencari solusi keuangan. Pendidikan keuangan yang efektif juga dapat membantu mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola keuangan mereka dengan baik. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 29625459. Volume 3 Number 3. March 2025 DOI:10. 58738/kendali. Di atas merupakan diagram data hasil dari penelitian kami yang membahas tentang ketahanan keuangan. Dari hasil tersebut mayoritas mahasiswa 52,9% menilai faktor ini setuju, diikuti oleh 29,4% yang memberikan penilaian sangat setuju. Hanya sebagian kecil yang memberikan penilaian rendah, yaitu 17,6% responden, yang menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa menganggap faktor tersebut netral dalam mengelola keuangan KESIMPULAN Berdasarkan telaah literatur yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan keuangan, tekanan ekonomi, dan dukungan keluarga memiliki keterkaitan yang signifikan dalam mempengaruhi kesejahteraan ketahanan dan perilaku keuangan Pendidikan keuangan memainkan peran krusial dalam meningkatkan literasi keuangan mahasiswa. Literasi keuangan yang baik mencakup pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku dalam pengelolaan keuangan yang Pendidikan keuangan membantu mahasiswa memahami konsep dasar keuangan, lembaga keuangan, produk keuangan, serta perencanaan keuangan yang matang. Dengan pemahaman ini, mahasiswa diharapkan dapat menghindari perilaku konsumtif dan membuat keputusan keuangan yang lebih bijak, seperti menabung, berinvestasi, dan merencanakan asuransi. Pendidikan keuangan yang baik membantu mahasiswa memahami dan mengelola keuangan mereka dengan lebih efektif, yang pada gilirannya dapat mengurangi tekanan ekonomi yang mereka rasakan. Tekanan ekonomi, baik objektif maupun subjektif, dapat memberikan dampak negatif pada kesejahteraan mahasiswa. Tekanan ekonomi objektif merujuk pada kondisi finansial yang nyata, seperti pendapatan yang rendah atau hutang yang tinggi, sementara tekanan ekonomi subjektif adalah perasaan subjektif tentang kesulitan finansial. Ketika mahasiswa mengalami tekanan ekonomi, hal ini dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar dan berpotensi menimbulkan stres serta konflik. Studi menunjukkan bahwa keluarga dengan tekanan ekonomi yang rendah cenderung lebih sejahtera, menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dalam mengurangi tekanan ekonomi. Dukungan keluarga memiliki peran yang signifikan dalam membantu mahasiswa mengelola keuangan mereka. Dukungan keluarga dapat berupa dukungan emosional, dukungan informasional, dan umpan balik yang berguna dalam pengambilan keputusan Keterlibatan keluarga, terutama orang tua, dapat memberikan saran dan arahan yang berharga dalam pengelolaan dana, mengurangi perilaku konsumtif, dan membantu mahasiswa mempersiapkan danau untuk masa depan, termasuk tabungan, dana darurat, dan investasi. Dukungan keluarga menciptakan lingkungan yang mendukung bagi AU KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 29625459. Volume 3 Number 3. March 2025 DOI:10. 58738/kendali. mahasiswa untuk mengembangkan kebiasaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Dukungan keluarga dapat memperkuat efek positif dari pendidikan keuangan dengan memberikan bimbingan, dukungan moral, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menerapkan pengetahuan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kombinasi antara pendidikan keuangan yang memadai, kemampuan mengatasi tekanan ekonomi, dan dukungan keluarga yang kuat dapat meningkatkan kesejahteraan ketahanan keuangan mahasiswa secara keseluruhan. Bagi mahasiswa, penting untuk aktif mencari dan memanfaatkan pendidikan keuangan yang tersedia, mengembangkan keterampilan pengelolaan keuangan, dan menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga untuk mendapatkan dukungan untuk ketahanan keuangan Bagi keluarga, penting untuk memberikan dukungan yang memadai, baik secara emosional maupun finansial, serta berperan aktif dalam memberikan bimbingan dan saran terkait pengelolaan keuangan. Bagi lembaga pendidikan, penting untuk menyediakan program pendidikan keuangan yang komprehensif dan relevan bagi mahasiswa, serta memfasilitasi interaksi dan dukungan antara mahasiswa, keluarga, dan ahli keuangan. Dengan memahami dan mengintegrasikan peran pendidikan keuangan, mengatasi tekanan ekonomi, dan memaksimalkan dukungan keluarga, diharapkan mahasiswa dapat mencapai kesejahteraan ketahanan keuangan yang lebih baik dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan keuangan di masa depan. REFERENSI