Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 PENERAPAN TERAPI MUROTAL AL-QURAN TERHADAP ANSIETAS PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RABAIN MUARA ENIM Yade Kurnia Sari1. Yulia M. Nur1. Rola Oktarina1. Septa Nelly1 akultas Ilmu Kesehatan. Universitas Sumatera Barat e-mail : yadekurniasari86@gmail. Artikel Diterima : 7 Februari 2025. Direvisi : 14 Maret 2025. Diterbitkan : 24 Maret 2025 ABSTRAK Pendahuluan : Hipertensi merupakan penyebab kematian utama tersering di dunia. Hal ini disebabkan karena semakin tinggi tekanan darah maka akan semakin berisiko untuk mengalami penyakit jantung dan vaskular. Salah satu faktor yang mendukung terjadinya peningkatan tekanan darah adalah ansietas akut dan kronik. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi murotal Al-Quran terhadap ansietas pasien lansia yang mengalami Hipertensi di Wilayah kerja puskesma Rabain Muara Enim. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuntitatif dengan menggunakan pendekatan Pre Experiment (One Group Pre Test Ae Post Test Desig. dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling Hasil: nilai rata-rata ansietas pada saat pretest adalah 17,10 sedangkan nilai rata-rata ansietas setelah diberikan terapi sebesar 9,45, selisih nilai mean antara pre test dan post test sebesar 7,650. Diskusi: Terdapat pengaruh terapi murotal Al-Quran terhadap ansietas pada lansia yang mengalami hipertensi dengan p value = 0,009 Kata Kunci: terapi murotal al-quran, ansietas, lansia dengan hipertensi ABSTRACT Introduction : Hypertension is the most common cause of death in the world. This is because the higher the blood pressure, the greater the risk of experiencing heart and vascular disease. One of the factors that supports an increase in blood pressure is acute and chronic anxiety. Purpose: To determine the effect of Al-Quran murotal therapy on the anxiety of elderly patients suffering from hypertension in the Rabain Muara Enim health center working area. Method: The method used in this research is quantitative using a Pre Experiment approach (One Group Pre Test Ae Post Test Desig. with a sampling technique using purposive sampling. Result: The average anxiety value during the pretest was 17. while the average anxiety value after being given therapy was 9. 45, the difference in the mean value between the pretest and posttest was 7. Discussion: There is an effect of Al-Quran murotal therapy on anxiety in elderly people with hypertension with p value = Keywords: al-quran murrotal therapy, anxiety, elderly with hypertension Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 255 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 PENDAHULUAN Hipertensi merupakan penyakit dengan tingkat prevalensinya tinggi. Sekitar 22% penduduk dunia telah dinyatakan menderita hipertensi. persen diantaranya bersyatus ekonomi (Kementerian Kesehatan, 2. Di Indonesia, berdasarkan hasil Survei Kesehatan Dasar tahun 2018, prevalensi hipertensi mencapai 34,11% pada usia 18 tahun keatas. Pendapat ini sesuai dengan WHO terkait penderita hipertensi terus meningkat dari tahun ke tahun mencapai 22,1 % dari jumlah penduduk di dunia yang berusia diatas delapan belas tahun. Hipertensi didefenisikan sebagai tekanan darah persisten dengan tekanan Sistolik diatas 140 MmHg dan tekanan darah Diastolik diatas 90 MMhg. Banyak faktor resiko yang bisa menyebabkan keturunan, jenis kelamin, usia, perokok, obesitas, stress, aktifitas fisik, dan asupan baik natrium, kalium, magnesium. Selain itu Peningkatan hipertensi dikarenakan modernisasi saat ini seperti gaya hidup kurang gerak, obesitas, pola makan, dan faktor risiko lainnya seperti keturunan, usia, penyakit ginjal dan diabetes mellitus, gangguan tidur dan ansietas (Salomon, et al, 2. Ansietas adalah rasa cemas sebagai respon terhadap ancaman yang sumber atau faktor pemicunya tidak diketahui. Baik secara internal, ataupun samar samar. Perbedaan ansietas dengan rasa takut adalah dari faktor penyebabnya, jika rasa takut bersumber dari suatu ancaman yang jelas dan tidak bersifat konflik. Ansietas tergolong kedalam patologi sementara perasaan takut merupakan fisiologi Ansietas yang dirasakan pasien hipertensi secara terus menerus dapat meningkatkan nyeri kepala dan perasaan tidak nyaman dalam melakukan aktivitas sehari- hari sehingga berimbas pada peningkatan tekanan darah yang tidak Klasifikasi gangguan ansietas yang paling sering pada orang dewasa diantaranya gangguan cemas menyeluruh. Ciri utama gangguan cemas menyeluruh adalah kecemasan terus menerus yang sulit dikendalikan dan menyebabkan kesulitas konsentrasi(Saddock . Ruiz rektor et all, 2. Objek yang menjadi pemicu dideskripsikan sehingga mempengaruhi individu secara negatif. AuBuelow . mengatakan bahwa prevalensi gangguan cemas menyeluruh mencapai 0,4 hingga 3,6 % diseluruh dunia . Selain menyeluruh , panik merupakan perasaan ansietas yang datang tiba- tiba serta disertai perasaan akan datangnya bahaya atau bencana. Individu yang mengalami serangan panik ditandai dengan cemas yang tiba- tiba, sesak nafas hingga ketakutan akan kehilangan kontrol. Pasien yang mengalami hipertensi yang disebabkan oleh ansietas ditandai dengan perubahan pada tiga sistem fungsi tubuh, diantaranya kognitif seperti perhatian mudah teralihkan pada sesuatu yang berpotensi mengancam, sesuatu yang dipikirka berupa kekhawatiran ringan hingga berat. Sementara perubahan pada fisik berupa peningkatan denyut jantung, pernafasan dangkal, gemetar, keringat dingin, pusing, sakit kepala ringan, merasa lemah dibagian lutut, ketegangan otot, sesak nafas dan disertai mual. AuPasien yang mengalami perubahan sikap diantaranya melindungi diri dari hal Ae hal yang membahayakan diri . ndri S, dkk 2. Ay Untuk menekan peningkatan ansietas yang dialami lansia bisa dilakukan dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Terapi farmakologi dengan pemberian obat golongan diuretik Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 256 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 dan harus kontinue agar tidak terjadi komplikasi pada ginjal dan jantung, selain itu penerapann Terapi non farmakologis seperti Terapi distraksi merupakan salah satu contoh terapi yang bisa digunakan untuk menekan ansietas. Terapi distraksi ini terdiri dari teknik distraksi distraksi pendengaran, dan imajinasi terbimbing (Ropei & Luthfi, 2. Salah satu teknik distraksi pendengaran yang dinilai efektif adalah terapi murottal AlQurAoan. Terapi Al-Quran merupakan terapi lantunan Al-QurAoan yang dibacakan dengan pelan dengan irama konstan yang bertujuan untuk memberikan ketenangan dan rileksasi dengan menimbulkan gelombang yang ditangkap oleh telinga kemudian diteruskan melalui tulang di telinga sehingga akan mempengaruhi sistem anatomi dan fisiologi potensi aksi ke otak (Susilawati, 2. Terapi ini sangat bermanfaat sekali diterapkan pada lansia yang sudah mengalami penurunan penglihatan sehingga tidak bisa membaca Al-Quran lagi. Al-Quran adalah pedoman dan kesempurnaan unsur sastra, sekaligus figur gaya dan kebijaksanaan superior yang membuktikan banyak kebenaran ilmiah dan kemajuan teknologi pada abad ke 20 dan 21. Al-Quran itu sendiri diyakini oleh umat Isalam sebagai pedoman, sesuai dengan firman Allah yang berbunyi bahwa tujuan penciptaan Al-Quran adalah sebagai pelajaran bagi manusia, selain sebagai pelajaran AlQuran juga diyakini sebagai obat dan rahmat bagi yang mempercayainya. Beberapa manfaat terapi Al-Quran diantaranya menurunkan tingkat ansietas, kualitas tidur, meningkatkan memori. Terapi murotal Al-Quran banyak digunakan sebagai terapi komplementer Karena secara religius, umat Islam sangat meyakini bahwa Al-Quran dan sunnah nabi adalah pedoman hidup sekaligus obat dan sumber hikmah untuk Metode muratal Al-Quran dapat Gelombang alfa dijumpai lebih tinggi ketika sseorang mendengar murotal AlQuran, dibandingkan dengan mereka yang mendengarkan musik. Namun jika seseorang mendengatrkan musik yang sama seperti mozart ataupun jazz, maka gelombang alfa dan beta berada pada hasil yang setara. Salah satu manfaat gelombang alfa meningkat saat mendengarkan muratal AlQuran adalah memberikan efek relaksasi Hal ini diyakini karena AlQuran memiliki efek khusus pada hati manusia yang menyebabkan beberapa hormon dan substansi kimia beregulasi untuk menghasilkan relaksasi, sehingga muncul ketenangan pada hati dan keadaan Sistem kerja muratal Al-Quran diawali dengan adanya impuls pada jaras saraf pendengaran, dilanjutkan dengan stimulasi pada korteks auditorik primer, kemudian menghasilkan gelombang alfa, selanjutnya akan masuk kedalam korteks kemungkinan 2 reaksi. Reaksi pertama korteks limbik akan menekan aktivitas amiglida selanjutnya gejala otonom ansietas berkurang. Sementara jika kemungkinan kedua stimulasi pada hipotalamus akan menekan pelepasan CRF kemudian menekan aktivitas sumbu HPA kemudian akan mengurangi pelepasan glukokortikoid. Berdasarkan survey awal yang dilakukan pada 5 orang lansia penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas muara enim mengatakan belum pernah mencoba terapi murotal AlQuran untuk menghilangkan cemas yang dirasakan, hanya melaksanakan tilawaah saja bahkan kadang tidak memahami Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 257 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Hal ini membuat lansia merasa malas membaca Al-Quran ditambah dengan penurunan fungsi penglihatan sehingga terapi Al-Quran tifdak menjadi obat yang berarti dalam penurunan minimal kecemasan adalah 14 dan skor terbesar adalah 23. Dari hasil estimasi interval dapat disimpulkan 95% diyakini bahwa rerata tingkat kecemasan sebelum dilakukan intervensi berada diantara 15,9418,26 Dari 5 keluarga lansia yang diwawancarai tersebut 75 persen belum pernah menjadikan muratal Al-Quran sebagai penawar dalam menurunkan ansirtas, mereka berpikir bahwa hanya meminum obat maka hipertensi akan turun, dan tidak perlu adanya upaya lain dalam menurunkan hipertensi , sehingga pasien cemas nya tidak berhenti dan obat yang terus menerus menjadi solusi. Tabel 2 Distribusi frekuensi Ansietas sesudah Intervensi Berdasarkan fenomena diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait pengaruh terapi murotal Al-Quran terhadap ansietas pada lansia yang mengalami hipertensi. BAHAN DAN METODE Metode yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan pretest dan postest pada kelompok yang sama dengan kriteria responden pasien yang berusia 60 tahun keatas dengan masalah hipertensi dan beragama muslim. Awalnya memenuhi kriteria inklusi , diukur tingkat ansietasnya sebelum diberikan intervensi, selanjutnya selama 7 hari berturut turut pasien diputarkan murotal Al-Quran selama 30 menit sehari dan diukur kembali tingkat ansietasnya pada hari kedelapan setelah dilakukan intervensi. HASIL Hasil Univariat Tabel 1. Distribusi frekuensi Ansietas sebelum Intervensi Dari tabel diatas diketahui bahwa dari 20 responden rerata tingkat kecemasan sebelum diberikan intervensi sebesar 17,10 dengan standar deviasi 2,469, skala. Skor Kelompok Mean Postest 9,45 1,701 MinMax Dari tabel diatas diketahui bahwa dari 20 responden rerata tingkat kecemasan sesudah diberikan intervensi sebesar 9,45 dengan standar deviasi 1,701, skala. Skor minimal kecemasan adalah 7 dan skor terbesar adalah 13. Dari hasil estimasi interval dapat disimpulkan 95% diyakini bahwa rerata tingkat kecemasan sesudah dilakukan intervensi berada diantara 8,6510,25. Hasil Bivariat Vari Means SD Pretest 20 17,10 Postest 20 09,45 Means Differe Valu 2,469 7,650 1,701 0,00 Dari tabel di atas didapatkan bahwa dari nilai rata-rata kecemasan kelompok pretest adalah 17,10 dengan standar deviasi 2,469 sedangkan nilai rata-rata kecemasan pada kelompok posttest sebesar 9,45 dengan standar deviasi 1,701, selisih nilai mean antara pre test dan post test sebesar 7,650 yang berarti terjadi penurunan kecemasan sesudah diberikan terapi sebesar 7,650. Kel Mean MinMax Postest 17,10 2,469 Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 258 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa nilai p value = 0,009 < dari = 0,05 yang berarti bahwa ada pengaruh terapi murotal Al-Quran terhadap tingkat kecemasan pada Lansia yang dengan PEMBAHASAN Hasil penelitian yang didapatkan dari nilai rata-rata kecemasan kelompok pretest adalah 17,10 dengan standar deviasi 2,469 sedangkan nilai rata-rata kecemasan pada kelompok posttest sebesar 9,45 dengan standar deviasi 1,701, selisih nilai mean antara pre test dan post test sebesar 7,650 yang berarti terjadi penurunan kecemasan sesudah diberikan terapi sebesar 7,650. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan Tingkat ansietas pasien yang mengalami hipertensi setelah mendapatkan therapi murotal Al-Quran. Hasil penelitian ini sejalan dengan studi yang dilakukan oleh Nurfitri, dkk . bahwa lansia yang menderita hipertensi 54,8 % berada pada ansietas sedang, dan 16,7 % berada pada ansietas Hasil penelitian lain yang sejalan dengan penelitian ini adalah menurut Laka . yang mengatakan bahwa hipertensi memiliki hubungan dengan Tingkat 50 % umumnya mengalami kecemasan sedang, 30 Persen berat dan 20 persen ringan. Ansietas menurut Suliswati dkk, . kekhawatiran pada sesuatu yang belum terjadi dengan penyebab yang tidak jelas dan dihubungkan dengan perasaan tidak menentu dan ketidak berdayaan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Atmaja dan Saputra . mendapatkan hasil yang signifikan terkait kelompok yang mendapatkan perlakuan dengan control. Dimana kelompok intervensi yang menderita katarak dan diberikan muratal Al-Quran sebelum dibandingkan kelompok control yang tidak Al-Quran Ansietas adalah suatu masalah psikologis perasaan tidak tenang seperti gelisah , keluhan fisik, yang tidak diketahui menyadarkan bahwa peringatan tentang bahaya akan datang dan memperkuat individu mengambil Tindakan dalam menghadapi ancaman. Murotal Al-Quran sangat efektif dalam menurunkan ansietas. Seperti pada pasien dengan praoperasi. Hal ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Atmaja dan Saputra . mendapatkan hasil yang signifikan terhadap kelompok intervensi yang mendapatkan terapi murotal Al-Quran sebelum menjalani operasi katarak. Zainuddin dan Maru . menjelaskan Selain menurunkan ansietas pasien dengan praoperasi, terapi murotal Al-Quran juga bisa menurunkan kecemasan pada pasien dengan penyakit kronis salah satunya adalah hipertensi. Penelitian lain yang dilakukan oleh Heidari, 2024 menyebutkan bahwa mahasiswa yang mendengarkan murotal AlQuran sebelum melaksanakan ujian naik kelas mengalami penurunan ansietas yang signifikan dibandingkan kelompok yang diperdengarkan music saat menghadapi Alasan terapi murotal Al-Quran efektif dalam menurunkan ansietas baik pada penyakit kronis , akut ataupun pre operasi dikarenakan bahwa murotal AlQuran menghasilkan gelombang alfa yang membawa seseorang kepada ketenangan. Seseorang yang mendengarkan murotal AlQuran lebih tinggi gelombang alfa dibandingkan yang hanya mendengarkan terapi musik dalam menurunkan ansietas. Sistem kerja mutrotal Al-Quran yang didengarkan seseorang akan menekan aktivitas amigdalayang berperan dalam Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 259 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 menekan gejala otonom, dan menstimulus hipotalamus agar amigdala tidak terlalu Sehingga menjadikan murottal AlQuran sebagai salah satu terapi suara penenang yang nyaman untuk didengarkan. Hubungan antara aktivitas otak yang terekam oleh EKG dengan emosi manusia sebenarnya masih belum jelas. Meskipun terdapat poerbedaan yang demikian, beberapa peneliti meemukan bahwa Al-Quran gelombang alfa yang menjadi tanda Gelombang alfa pada subjek yang mendengarkan murotal Al-Quran lebih tinggi dibandingkan dengan subjek yang mendengarkan music relaksasi ( Algalal Neurotransmitter yang dihasilkan oleh jaras saraf pendengaran akan memberikan rangsangan saraf- saraf untuk menstimulasi korteks limbik. Stimuklasi yang berasal dari music dan irama relaksasi seperti murotal Al-Quran akan menekan aktivitas amiglada yang berperan dalam berkurangnya gejala Ae gejala otonom, selain menekan aktivitas amiglada stimulasi hipotalamus yang nantinya akan menekan pelepasan CRF dan berperan dalam menekan aktivitas amiglada. Muratal Al-Quran yang diberikan pada pasien ansietas yang mengalami hipertensi dapat mengurangi kecemasa pasien karena irama yang teratur, tempo yang konstan, susunan kata kata yang khas tanpa bisa ditiru membuat nyaman untuk didengar siapapun bahkan bagi orang yang tidak terbiasa membaca Al-Quran ataupun non arab. Sehingga keunikan dari segi Bahasa dan irama inilah yang menjadikan murotal Al-Quran sebagai salah satu terapi suara penenang yang nyaman untuk KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Terapi Murotal Al-Quran yang didengarkan pada lansia yang menderita menurunkan tingkat ansietas sebesar 60 Penelitian ini menguji pengaruh Murotal Al-Quran dalam mengatasi ansirtas pada pasien hipertensi. Hasil penelitian ini Muratal Al-Quran adalah salah satu terapi komplementer yang bisa dipilih untuk menurunkan ansietas pasien Diharapkan dengan mendengarkan muratal Al-Quran secara kontinue tingkat ansietas lansia menurun dan akan berdampak positif pada kestabilan tekanan darah lansia, karena tidur bisa lebih nyenyak, pernafasan teratur, dan denyut nadi kembali normal. Saran Murotal Al-Quran adalah terapi komplementer yang sangat bermanfaat, murah, efisien dan mendapatkan kebaikan serta pahala bagi yang mendengarkannya, sangat disarankan bagi lansia yang memiliki ansietas dengan penyakit hipertensi yang tidak kunjung sembuh, terutama pada lansia yang mengalami penurunan penglihatan. KEPUSTAKAAN