Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 229-242 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 COST UTILITY ANALYSIS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2: INTEGRASI GULA DARAH. KOMORBIDITAS. BIAYA DAN KUALITAS HIDUP DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KLINIS Fitrah Shafran Ilahi1*. Nordin1. Muhammad Faqih1. Abdul Mahmud Yumassik1. Ananda Mellyani H. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin *Email: fitrahshafran@gmail. Artikel diterima: 2025-09-26. Disetujui: 2025-10-29 DOI: https://doi. org/10. 36387/jiis. ABSTRAK Diabetes mellitus Tipe 2 (DMT. merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan memberikan beban besar terhadap biaya kesehatan. Komorbiditas serta kontrol gula darah yang buruk berkontribusi meningkatkan biaya medis langsung dan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Cost Utility Analysis pada pasien DMT2 dengan mengintegrasikan kadar gula darah, komorbiditas, biaya medis langsung, dan kualitas hidup. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan data secara prospektif menggunakan teknik pengambilan data convenience sampling menggunakan kuisioner EQ5D5L untuk mengukur kualitas hidup. Rekam Medis untuk data gula darah, komorbiditas, serta biaya medis langsung. Analisis data menggunakan uji statistik dengan uji Chi-Square dan uji Regresi Logistik, serta perhitungan nilai indeks Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38% memiliki kualitas hidup baik dan 62% memiliki kualitas hidup buruk, dengan rata-rata skor indeks utility 0,5175. gula darah sewaktu sebanyak 56% dengan kadar Ou200 mg/dL, sedangkan <200 mg/dL sebanyak 44%. Adanya Komorbiditas sebanyak 52% sedangkan tidak ada komorbiditas sebanyak 48%. Biaya medis langsung diperoleh median sebesar Rp. 500, kategori tinggi OuRp425. 500 sebanyak 62% dan 38% pada kategori rendah 0,5. Pada berat, dengan hanya 4% tanpa keluhan. hasil tabel 3 penelitian ini menunjukkan Hasil ini menegaskan bahwa aspek bahwa sebanyak 38% psikologis merupakan dimensi yang paling terdampak pada pasien diabetes sedangkan 62% responden memiliki melitus tipe 2. Penelitian Kusuma dan kualitas hidup buruk dengan rata-rata Permatasari 2022 juga menunjukkan menunjukkan bahwa secara umum berhubungan erat dengan rendahnya kualitas hidup pasien berada pada kualitas hidup pasien diabetes di kategori borderline, namun mayoritas Indonesia, sehingga perlu perhatian masih dalam kondisi kualitas hidup Temuan ini sejalan dengan penelitian Isnani, dkk. tahun 2021 di Hal ini juga sejalan dengan Yogyakarta yang melaporkan bahwa penelitian di RS Sleman tahun 2021 sebagian besar pasien diabetes melitus juga menemukan bahwa kualitas hidup tipe 2 memiliki kualitas hidup rendah, terutama pada dimensi nyeri atau psikososial, di mana pasien dengan ketidaknyamanan dan kecemasan atau 0,517. Penelitian Hasil Kusuma Fitrah Shafran Ilahi, dkk | 235 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 229-242 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Permatasari tahun 2022 di Surabaya Tabel 4. Data gula darah sewaktu, komorbiditas dan biaya medis pasien dengan kualitas hidup rendah lebih besar dibandingkan yang baik, antara kendali glikemik dengan skor utility EQ5D5L. Selain itu, penelitian Prabowo, dkk. tahun 2023 di pelayanan Jumlah Persentase (N=. (%) Gula darah sewaktu < 200 Ou 200 Mean A SD 199,57 A 27,06 Komorbidtas Ada Tidak ada Kategori primer menunjukkan nilai rata-rata Hasil penelitian pada Tabel 4 utility yang lebih tinggi dibandingkan menunjukkan bahwa dari total 103 pada pasien rumah sakit rujukan, menandakan bahwa tingkat pelayanan memiliki kadar gula darah sewaktu dan beban komorbiditas berpengaruh <200 mg/dL, sedangkan 56% orang terhadap perbedaan skor kualitas hidup. memiliki kadar gula darah sewaktu Dengan demikian, hasil penelitian ini Ou200 mg/dL. Rata-rata kadar gula darah mempertegas bahwa faktor fisiologis sewaktu responden adalah 199,57 A 27,06 mg/dL, yang menunjukkan bahwa komorbiditas, serta faktor psikologis sebagian besar pasien masih belum seperti kecemasan, menjadi penentu mencapai target pengendalian kadar utama rendahnya kualitas hidup pasien gula darah sesuai rekomendasi Perkeni tahun 2021 dengan kadar gula darah sewaktu <200 mg/dL. Temuan ini Indonesia17,22,23,28. Pada konsisten dengan penelitian Dewi dkk. mengukur kadar gula darah sewaktu. Denpasar, melaporkan lebih dari 50% pasien diabetes memiliki kadar gula darah di melalui rekam medis RSUD Dr. atas target. Hal ini memperlihatkan Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Data kadar gula darah sewaktu, komorbiditas manajemen diabetes, khususnya dalam serta biaya medis langsung responden selengkapnya dapat dilihat pada table 4. modifikasi gaya hidup29,30. Fitrah Shafran Ilahi, dkk | 236 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 229-242 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Hasil mengenai komorbiditas median Rp425. 500 didominasi oleh menunjukkan bahwa 52% responden memiliki penyakit penyerta, sementara OuRp425. 500 yaitu sebanyak 62% orang, sedangkan yang mengeluarkan biaya . Biaya medis Rendah Tinggi 24 . Analisis bivariat P-value . % CI) Analisis Multivariat P-value . % CI) 0,044 0,077 2,496 . ,102 Ae 5,. 2,744 0,025 16 . 0,441 . ,178 Ae 1,. 0,287 0,006 . ,208 Ae 6,. 0,047 2,493 . ,092-5,. ,118 Ae 0,. 0,068 0,425 . ,169 Ae 1,. Pada tabel 6 Berdasarkan hasil analisis sedangkan komorbiditas dan biaya bivariat, variabel komorbiditas, gula berobat tidak lagi signifikan setelah darah, dan biaya medis langsung dikontrol bersama variabel lain. Hal ini mengindikasikan bahwa kadar gula signifikan dengan kualitas hidup pasien darah merupakan faktor independen ditunjukkan oleh nilai p-value masing- kualitas hidup pasien. Temuan ini masing <0,05. Hal ini berarti secara sejalan dengan penelitian Ratnasari dkk. tahun 2020 yang melaporkan bahwa pasien dengan kadar glukosa darah Ou200 kualitas hidup. Tetapi pada analisis mg/dL memiliki kualitas hidup yang multivariat hanya gula darah yang tetap lebih rendah dan beban biaya medis lebih tinggi. Penelitian Khairunisa tahun p-value 0,006. Fitrah Shafran Ilahi, dkk | 238 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 229-242 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 2019 di RSUP Dr. Sardjito juga dan adanya komorbiditas sebanyak menemukan bahwa faktor utama yang memengaruhi kualitas hidup pasien DM tipe 2 adalah adanya komplikasi, kadar gula darah, dan biaya medis komorbiditas, serta kendali glikemik, dengan rata-rata utility sebesar 0,534 Sedangkan pada analisis multivariat penelitian ini33,34. Hasil hanya kadar gula darah yang terbukti KESIMPULAN Penelitian p-value 0,006, sehingga menjadi faktor independen bahwa kualitas hidup pasien diabetes paling berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. mellitus tipe 2 di RSUD Dr. Moch. Ansari Saleh yang diukur menggunakan UCAPAN TERIMA KASIH instrumen EQ5D5L memperoleh nilai Ucapan terima kasih kepada rata-rata indeks utilitas sebesar 0,5175. Direktorat Riset. Teknologi, hal ini mengindikasikan bahwa kualitas Pengabdian hidup pasien berada pada kondisi (DRTPM). Direktorat Jenderal Riset sebagian besar masih berada dalam kategori buruk dengan 62% Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan responden dengan nilai indeks O0,5 dan Teknologi nilai indeks >0,5 hanya 38% yang Teknologi Republik Indonesia melalui tergolong baik. Faktor klinis yang skema Penelitian Dosen Pemula (PDP), berpengaruh terhadap kualitas hidup berdasarkan Kontrak Induk Nomor adalah kadar gula darah, di mana 56% 0070/C3/AL. 04/2025 atas pendanaan responden memiliki gula darah sewaktu yang diberikan. Serta LPPM STIKES Ou200 mg/dL. Median biaya medis ISFI Banjarmasin, pihak RSUD Dr. langsung pasien adalah Rp425. Moch. dengan 62% responden menanggung seluruh responden yang telah bersedia biaya tinggi, yang berkaitan dengan berpartisipasi dalam penelitian ini dan kontrol gula darah yang kurang optimal seluruh pihak yang telah membantu Pengembangan. Ae Ansari Bidang Saleh Masyarakat Kementerian Sains Banjarmasin. Fitrah Shafran Ilahi, dkk | 239 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 229-242 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 melakukan penelitian ini hingga selesai. DAFTAR PUSTAKA