Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 7, Juli 2024 ISSN: 27342488 ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH SMK ISLAM WIJAYA KUSUMA Alvina Syahri Rahmah1 , Azizah Pricilya Miagusttin2 , Ninda Handayani3 Email: alvinasyahrirahmah26@gmail.com 1, azizahpricilya556@gmail.com 2, nindahandayani268@gmail.com3 Universitas Indraprasta PGRI ABSTRAK Kemajuan suatu bangsa dan negara sangat tergantung pada pendidikan, karena setiap individu memiliki hak untuk menerima pendidikan sesuai dengan yang diamanatkan oleh Pasal 31 UUD 1945. Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas diharapkan dapat meningkatkan perkembangan individu yang memiliki kualitas seperti loyalitas, kompetensi, kreativitas, dan akuntabilitas. Tingkat minat belajar merupakan aspek psikologis penting yang mempunyai dampak langsung terhadap proses dan hasil belajar khususnya pada bidang matematika. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi minat siswa terhadap pembelajaran matematika di SMK Islam Wijaya Kusuma Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan belajar siswa dipengaruhi oleh karakteristik internal seperti sikap, motivasi, dan kecerdasan, serta unsur eksternal seperti lingkungan sosial, lingkungan rumah, dan metode pengajaran yang digunakan guru. Menurunnya semangat siswa dalam mempelajari matematika disebabkan oleh kurangnya fokus dan dorongan, serta ketidakmampuan memahami isi pembelajaran. Kurangnya minat belajar siswa juga dapat disebabkan oleh faktor eksternal seperti lingkungan yang kurang mendukung dan metode pengajaran yang kurang menarik. Kata Kunci: Pendidikan, Minat Belajar, Pembelajaran Matematika . ABSTRACT The progress of a nation and state is very dependent on education, because every individual has the right to receive education in accordance with Article 31 of the 1945 Constitution. The provision of quality education is expected to increase the development of individuals who have qualities such as loyalty, competence, creativity and accountability. The level of interest in learning is an important psychological aspect that has a direct impact on the learning process and outcomes, especially in the field of mathematics. This research aims to understand the factors that influence students' interest in learning mathematics at SMK Islam Wijaya Kusuma The research employed a descriptive qualitative methodology, gathering data through the means of observation and interviews. The research findings indicate that students' inclination towards learning is impacted by internal characteristics such as attitude, motivation, and intelligence, as well as external elements such as the social environment, home environment, and teaching methods employed by the teacher. The students' diminished enthusiasm for studying mathematics stems from a dearth of focus and drive, coupled with an incapacity to comprehend the instructional content. Students' lack of interest in studying can also be attributed to external factors such as an unsupportive environment and unappealing teaching methods. Keywords: Education, Learning Interest, Mathematics Learning . 14 PENDAHULUAN Pentingnya sistem pendidikan bagi kemajuan suatu bangsa dan negara tidak dapat dipandang remeh, karena hal ini merupakan faktor kunci dalam perkembangan mereka.. Contoh perkembangan antara desa dan kota dapat kita lihat pada kemajuan yang dicapai oleh desa-desa yang bertransisi ke kota. Kota sering dianggap lebih maju daripada desa ketika dikelola oleh individu yang terpelajar. Penting bagi setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan guna memastikan kemajuan bangsa dan negara. Prinsip ini tercermin dalam Pasal 31 UUD 1945, yang menegaskan hak setiap warga negara atas pendidikan tanpa memandang latar belakang suku dan agama. Pasal 31 menjadi d asar yang menjamin kesetaraan akses terhadap pendidikan bagi semua orang di Indonesia. Di harapkan bahwa hasil dari proses pendidikan yang diberikan kepada setiap individu akan mengangkat mutu sumber daya manusia di Indonesia, baik dalam skala personal maupun keseluruhan, baik dalam konteks saat ini maupun di masa depan. Karakteristik sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas sesuai dengan visi pendidikan nasional, yang mencakup pengembangan potensi, pembentukan karakter, dan peningkatan peradaban untuk meningkatkan kapasitas intelektual bangsa. Tujuan ini diarahkan untuk memaksimalkan potensi peserta didik, memperkuat nilai-nilai keagamaan, menginternalisasi moralitas yang baik, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, merangsang kreativitas, mendorong kemandirian, serta membentuk kewarganegaraan yang demokratis dan bertanggung jawab. Referensi pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 2003, terutama Pasal 2, memberikan landasan hukum bagi kerangka kerja sistem pendidikan nasional. Pentingnya peran pendidikan dalam membentuk dan mengembangkan generasi penerus bangsa menjadi fokus utama dari tujuan pendidikan nasional. Pendekatan untuk mencapai tujuan ini meliputi jalur pendidikan formal melalui sekolah dan jalur pendidikan informal di luar sekolah. Tujuan pendidikan formal di sekolah mencakup aspek tujuan nasional, tujuan khusus institusi pendidikan, tujuan kurikulum, dan tujuan pengajaran. Di sisi lain, pendidikan ekstrakurikuler bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang sesuai dengan kepentingan dan arah organisasi yang bersangkutan. Menurut Ferrari dkk dalam penelitian oleh Wulan (2000) menyatakan bahwa: “belajar adalah sebuah proses yang melibatkan perubahan perilaku siswa yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Selama proses belajar, terjadi interaksi antara guru dan siswa. Secara psikologis, siswa dalam proses belajar dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti motivasi, konsentrasi, responsivitas, organisasi, pemahaman, dan repetisi. Faktor-faktor ini memengaruhi tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Untuk merangsang minat belajar dan memperkuat kemampuan berpikir inovatif, diperlukan penggunaan media yang dapat memotivasi siswa secara efektif dalam proses pembelajaran. Belajar adalah konsep yang sering ditemui, diamati, dan dianalisis dalam konteks proses dan hasilnya. Ini melibatkan serangkaian proses yang melibatkan berbagai faktor individu, terutama melibatkan panca indera yang memengaruhi keuntungan yang d iperoleh oleh individu yang belajar. Belajar juga bisa diartikan sebagai aktivitas atau kegiatan yang berdampak pada perubahan, terutama terkait dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2010;7), belajar dianggap sebagai perilaku kompleks yang melibatkan berbagai tahapan dan upaya, termasuk aspek psikologis, sosial, dan pengembangan keterampilan. Belajar tidak hanya terbatas pada mata pelajaran, tetapi juga mencakup penguasaan keterampilan, pembentukan kebiasaan, pembentukan persepsi, pengalaman kesenangan, pemeliharaan minat, adaptasi sosial, penguasaan berbagai keterampilan, dan pencapaian cita-cita (Hamalik, 2010;45). Minat dalam proses belajar adalah salah satu faktor psikologis yang memengaruhi individu dalam pembelajaran. Hal ini karena minat memunculkan rasa sukai dan antusiasme 15 terhadap suatu hal atau aktivitas tanpa dorongan dari pihak lain (Djamarah, 2008;191). Minat belajar memiliki peran yang signifikan dalam proses pembelajaran karena menjadi salah satu faktor kunci yang memotivasi seorang pelajar untuk aktif dalam pembelajaran. Demikian pula, bagi siswa, minat belajar akan memengaruhi proses dan hasil dari pembelajarannya secara keseluruhan. Dengan minat belajar yang tinggi terhadap matematika, siswa cenderung akan mengembangkan kemampuan yang baik dalam memahami dan mengaplikasikan konsep matematika. Hal ini akan memudahkan siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, cermat, dan logis, yang pada gilirannya akan meningkatkan prestasi belajar mereka dalam matematika. Matematika memiliki peran yang sangat signifikan dalam kehidupan sehari-hari, oleh karena itu, penting bagi siswa untuk mengembangkan minat yang kuat terhadap mata pelajaran matematika guna meningkatkan pemahaman mereka dalam matematika. ME TODE PE NE LITIA N Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Yang mana Penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang didasarkan pada filsafat post positivisme, untuk meneliti secara alami pada objek tertentu (Sugiyono, 2019). Metode deskriptif ini dilakukan untuk menganalisis dan menggambarkan data yang dikumpulkan oleh peneliti sesuai dengan kenyataan tanpa menyimpulkan secara umum (Sugiyono dalam Rismawati & Eta, 2020). Fokus penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara minat belajar dan hasil belajar matematika di SMK Islam Wijaya Kusuma yang terletak di kota Jakarta Selatan. Subjek penelitian ini merupakan siswa kelas X-Kuliner tahun Pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 29 siswa dalam kelas, 17 orang siswa Perempuan dan 12 orang siswa laki-laki Nurjannah (2022) melakukan penelitian yang dikutip oleh Sandri (2023), yang melibatkan observasi langsung, wawancara dan data nilai sebagai metode pengumpulan data. Observasi adalah pengamatan langsung terhadap objek penelitian, sedangkan wawancara melibatkan sesi tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Kedua metode tersebut digunakan untuk memperoleh pemahaman tentang proses pembelajaran matematika siswa di kelas dan untuk menganalisis minat siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Analisis data dilakukan secara rinci untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada kurangnya minat siswa dalam belajar matematika. Pendekatan analisis data penelitian kualitatif dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, dalam jangka waktu tertentu (Sugiyono, 2020: 132). i i i i i HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut Purwanto dalam Hamalik (2010) minat belajar dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mencakup berbagai pengaruh yang berasal dari dalam diri siswa, seperti motivasi untuk belajar, bakat alami, keterampilan, dan inisiatif pribadi. Sementara itu, faktor eksternal melibatkan pengaruh dari luar, seperti dukungan keluarga, kegiatan pengajaran yang kreatif dari guru, dan ketersediaan fasilitas pendukung dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, maka peneliti akan mengungkapkan hasil temuan di lapangan berdasarkan dengan fokus penelitiannya sebagai berikut. Menurut hasil observasi yang dilakukan, senangnya siswa belajar matematika tergantung pada materinya yang mudah dipahami atau tidak. Sebelum proses pembelajaran berlangsung guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari ulang materi pada pertemuan sebelumnya yang mana kegiatan ini dilakukan untuk mengingatkan siswa pada materi sebelumnya sehingga siswa dapat lebih paham untuk materi selanjutnya. Saat guru menjelaskan materi seluruh siswa diminta untuk tetap memperhatikan guru serta 16 penjelasan langkah-langkah penyelesaian soal dengan harapan materi tersebut dapat dipahami oleh seluruh siswa karena tidak semua siswa bertanya kepada guru saat belum memahami materi tersebut akibatnya siswa tidak dapat memahami materi tersebut. Namun disetiap akhir pertemuannya guru memberikan tugas kepada siswa dengan tujuan dapat melihat daya serap siswa dalam memahami materi pada hari tersebut. Tabel 1. Presentase Nilai Kelas X-Kuliner No. 1. 2. 3. Skor 0 – 50 (7) 50-75 75-100 Kategori Rendah Sedang Tinggi No. Jumlah siswa Kategori 1. 4 Tinggi 2. 18 Sedang 3. 7 Rendah Tabel 2. Hasil Belajar Berdasarkan data nilai diatas bahwa dari 29 Siswa kelas X-Kuliner SMK Islam Wijaya Kusuma sebanyak 7 orang kurang tertarik pada pelajaran matematika, sementara yang lainnya hanya menunjukkan minat pada beberapa materi saja. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya perhatian siswa terhadap penjelasan guru saat pembelajaran matematika, berlangsung yang menyebabkan mereka tertinggal dalam pembelajaran di kelas. Selama observasi di kelas, terlihat bahwa ketika menghadapi kesulitan dalam memahami matematika, Siswa menahan diri untuk tidak bertanya kepada guru karena perasaan takut dan malu. Berikut adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat belajar siswa kelas X-Kuliner SMK Islam Wijaya Kusuma : a. Faktor Internal Faktor internal merujuk pada faktor-faktor yang berasal dari dalam individu peserta didik, seperti sikap, motivasi, dan kecerdasan. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa dan pengajar, dapat disimpulkan bahwa faktor internal, terutama sikap siswa kelas X-Kuliner SMK Islam Wijaya Kusuma di Kota Jakarta Selatan, menunjukkan tingkat yang kurang memuaskan. Hal ini terlihat dari hasil wawancara peneliti, dimana sebagian besar siswa yang mengalami kesulitan dalam pemahaman cenderung diam saat guru memberikan penjelasan pada saat pembelajaran matematika. Motivasi memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar, baik bagi siswa maupun guru (Arianti, 2019). Minat belajar siswa sangat dipengaruhi oleh tingkat motivasi; semakin tinggi motivasi siswa, semakin besar minat mereka terhadap pelajaran matematika. Motivasi siswa kelas X-Kuliner SMK Islam Wijaya Kusuma Kota Jakarta Selatan pada pembelajaran matematika pada kenyataannya sangat kurang. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara siswa. Mayoritas siswa mengungkapkan ketidakpuasan terhadap proses pembelajaran matematika, menganggap matematika itu sulit karena banyaknya perhitungan dan rumus yang banyak. Guru juga beranggapan bahwa siswa hanya sedikit yang menunjukkan antusias nya dalam mengikuti pembelajaran dan memperhatikan guru di depan kelas selama proses pembelajaran. Kemampuan (kecerdasan) siswa kelas X-Kuliner SMK Islam Wijaya Kusuma dalam pelajaran matematika termasuk rendah. Rendahnya kemampuan belajar matematika siswa juga didukung oleh pernyataan guru bahwa hanya sedikit siswa yang mampu mengikuti kelas matematika. Peran mereka lebih besar dalam pembelajaran matematika, hal tersebut terbukti oleh empat orang siswa karena sering memperhatikan guru saat pembelajaran berlangsung sehingga memperoleh nilai yang sangat baik. b. Faktor Eksternal Faktor eksternal merujuk pada pengaruh dari luar individu siswa yang memengaruhi 17 tingkat motivasi belajarnya. Ini termasuk lingkungan sosial, lingkungan rumah, peran guru, dan metode pengajaran yang digunakan.. Hasil wawancara menunjukkan bahwa minat siswa terhadap lingkungan sosial cenderung kurang baik. Ini terbukti dari wawancara dengan siswa, dimana sebagian besar dari mereka lebih sering diam saat kesulitan belajar matematika. Lingkungan sosial yang tidak mendukung juga didukung oleh komentar guru yang menyatakan bahwa siswa cenderung bermain di kelas dan jarang belajar di luar jam pelajaran. Selama istirahat, mereka lebih memilih bermain. Menurut Sobaya et al., (2014), lingkungan sosial adalah faktor penting yang memengaruhi individu atau kelompok dalam melakukan tindakan dan mengubah perilaku mereka. Selain itu, lingkungan rumah juga berperan dalam rendahnya motivasi belajar siswa. Peran orang tua sangat penting sebagai lembaga pendidikan utama bagi anak-anaknya, oleh karena itu sangat penting bagi orang tua untuk memberikan perhatian yang cukup dalam menumbuhkan minat belajar anak. Minat siswa juga tercermin dalam metode pengajaran yang diterapkan oleh guru. Hal ini didukung oleh temuan dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap siswa. Hanya segelintir siswa yang mendengarkan dengan penuh perhatian, sedangkan sebagian besar tidak menunjukkan minat terhadap guru yang menyampaikan pelajaran di depan kelas. Selain itu, guru juga menyatakan bahwa sebagian siswa memberikan perhatian yang baik ketika guru memaparkan materi di depan kelas, namun ada pula siswa yang cenderung bermain-main selama pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini, Guru diharapkan memiliki kemampuan untuk menginspirasi minat belajar siswa. Salah satunya adalah melalui pemanfaatan media dalam proses pengajaran, Ini dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu, guru perlu menciptakan suasana kelas yang menyenangkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang santai dan nyaman bagi siswa. KESIMPULAN Penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa antusiasme belajar matematika siswa kelas X-Kuliner SMK Islam Wijaya Kusuma di Kota Jakarta Selatan dipengaruhi oleh pengaruh internal dan eksternal. Mengembangkan strategi pembelajaran yang meningkatkan motivasi intrinsik siswa terhadap matematika sangatlah penting. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan cara cara yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Guru juga mempunyai peran penting sebagai fasilitator pembelajaran, yang memberikan dukungan khusus kepada setiap siswa untuk membantu mereka memahami materi. Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, tersedia berbagai strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan minat belajar siswa. Salah satunya adalah kolaborasi antara sekolah dan orang tua guna menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, sambil mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik. DAFTAR PUSTAKA Dimyati, Dr dan Mudjiono, Drs. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Cetakan keempat. Rineka Cipta. Jakarta. Djamarah, B. Syaiful (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Hamalik, Oemar, Dr. 2010. Psikologi Belajar dan Mengajar. Cetakan ketujuh. Sinar Baru 18 Algensindo. Bandung. Sirait. Erlando Doni. (2016). Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika. Jurnal Formatif, 6(1). Rismawati, M., & Eta, K. (2020). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika. Jurnal-PiMat, 2(2). Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Wulan, R,. 2000, HubunganAntara Pengasuhan Orang Tua Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Remaja SMU, Skripsi (tidak diterbitkan), Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Sandri, D., Isnaniah, & Tinawati, T. (2023). Analisis Faktor Rendahnya Minat Belajar Siswa Kelas IX Pada Mata Pelajaran Matematika Dewita Sandri. Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa, 2(1), 175–185. Hamalik, Oemar. 2010. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT BUMI AKSARA Arianti. (2019). Peranan Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. DIDAKTIKA : Jurnal Kependidikan, 12(2), 117–134. https://doi.org/10.30863/didaktika.v1 2i2.181 Sobaya, S., Hidayanto, M. F., & Safitri, J. (2014). Pengaruh Literasi Keuangan Dan Lingkungan Sosial Terhadap Perencanaan Keuangan Pegawai Di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Soya. 115–128. 19