Hubungan Antara Efikasi. (Bondan Tri Prabow. HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 KALASAN THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-EFFICACY AND LEARNING OUTCOMES STUDENTS OF KALASAN 3 STATE JUNIOR HIGH SCHOOL Oleh : Bondan Tri Prabowo. Prodi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta, bondan. tri2016@student. Abstrak Penelitian ini didasari oleh belum diketahuinya efikasi diri pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan hasil belajar siswa SMP Negeri 3 Kalasan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian korelasional. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas Vi SMP Negeri 3 Kalasan yang jumlah anggota populasinya sebanyak 134 peserta didik. Kemudian untuk jumlah anggota sampel yang digunakan ada 86 peserta Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah dengan skala efikasi diri dan hasil belajar siswa yang berupa rata-rata nilai rapor semester gasal 2020/2021. Uji validitas instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji validitas isi . xpert judgemen. serta uji konsistensi item dengan menggunakan product moment. Uji reliabilitas pada instrumen efikasi menggunakan alpha cronbach diperoleh nilai koefisien alpha 0,884. Analisis data menggunakan teknik statistik product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara efikasi diri dan hasil belajar siswa dengan koefisien korelasi sebesar 0,431 dan nilai signifikansi sebesar 0,00. Artinya semakin tinggi efikasi diri pada siswa maka semakin tinggi pula hasil belajar siswa. Sumbangan efikasi diri dan hasil belajar siswa sebesar 18,6%. Kata kunci : efikasi diri, hasil belajar Abstract This study is based on the unknown efficacy of self-efficacy in students. This study aims to find out the relationship between self-efficacy and learning outcomes of students of SMP Negeri 3 Kalasan. This research is quantitative research. The research method used in this study is correlational research method. The subjects used in this study were grade Vi students of SMP Negeri 3 Kalasan who had a population of 134 students. Then for the number of sample members used there were 86 students. Sample determination using simple random sampling The collection technique used is by the scale of self-efficacy and student learning outcomes in the form of an average score of gasal semester 2020/2021. The validity test of the instrument used in this study uses an expert judgement test as well as an item consistency test using product moment. Reliability test on efficacy instrument using alpha cronbach obtained alpha coefficient value of 0. Data analysis using product moment statistical techniques. The results showed that there was a positive relationship between self-efficacy and student learning outcomes with a correlation coefficient of 0. 431 and a significance score of 0. This means that the higher the self-efficacy in students, the higher the student's learning outcomes. Donations of self-efficacy and student learning outcomes were Keywords: self-efficacy, learning outcome PENDAHULUAN Pendidikan tidak dapat dipisahkan dalam peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual Menurut Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan 2003 pada BAB I menyatakan pendidikan adalah yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar menjelaskan bahwa pendidikan adalah suatu (Depdikbud. Hal 620 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 upaya yang terencana, untuk mengembangkan dengan efikasi diri yang rendah merasa tidak potensi yang dimiliki oleh peserta didik. yakin terhadap dirinya dapat menyelesaikan Potensi diri peserta didik dapat digali menyelesaikan suatu tugas atau kegiatan dengan dengan berbagai cara salah satunya yaitu melalui Seseorang dengan efikasi diri yang rendah, prestasi hasil belajar pada siswa. Potensi diri saat ada suatu tugas atau kegiatan yang sulit dapat diperoleh melalui Pendidikan. Pendidikan dalam dirinya maka merasa pesimis dalam merupakan adanya proses pengembangan potensi menyelesaikan tugasnnya. diantaranya berupa kepribadian, kecerdasan. Menurut Corsini . 4: . terdapat ketrampilan serta hasil belajar (Mukti & Tentama, empat aspek dalam efikasi diri yaitu: . Aspek 2019:. Salah satu cara agar peserta didik kognisi: Keyakinan pada seorang individu untuk dapat yakin terhadap kamampuannya yaitu memikirkan cara-cara dan merancang tindakan dengan efikasi diri. Menurut Bandura . alam yang akan diambil untuk mencapai tujuan. Alwisol. Penilaian individu dalam analisis berpikir dan efikasi diri adalah keyakinan seseorang akan dalam berlatih mengungkapkan ide-ide atau mampu tidaknya dalam melakukan sesuatu jika gagasan-gagasan pribadi akan mempengaruhi dihadapkan pada situasi tertentu yang ditunjukkan dalam penetapan tujuan individu. Supaya tujuan pada tinggah laku dirinya. dapat tercapai maka setiap orang mempersiapkan 2018:. Sulthon, . diri dengan pemikiran-pemikiran terdepan. bahwa efikasi diri memiliki peran dalam Aspek motivasi: Dalam melakukan sesuatu mengondisikan diri agar selalu berusaha dengan tindakan sesuai dengan apa yang diinginkan, bersungguh-sungguh untuk mencapai kesuksesan kemampuan individu dalam memotivasi diri sesuai dengan yang diinginkannya. Maka efikasi diri berkaitan dengan keyakinan dalam menilai Motivasi dalam efikasi diri digunakan untuk diri, potensi diri dan mengondisikan diri dalam melakukan sesuatu hal sesuai dengan apa yang Motivasi ini muncul dari pemikiran optimis bahwa individu mampu mencapai tujuan Efikasi diri yang terdapat dalam individu yang diinginkan. Aspek afeksi: Kemampuan terdapat dua jenis yaitu: efikasi diri tinggi dan dalam mengatasi perasaan emosi yang timbul efikasi diri rendah. Seseorang dengan efikasi diri pada diri sendiri dapat mempengaruhi dalam yang tinggi merasa percaya pada dirinya bahwa dirinya mampu menyelesaikan suatu tugas atau digunakan untuk mengontrol kecemasan dan kegiatan sesuai dengan yang diinginkan dan dapat perasaan depresif yang menghalangi pola-pola mengatasi hambatan yang terjadi. Seseorang pikir yang benar untuk mencapai tujuan. Afeksi dengan efikasi diri yang tinggi memandang terjadi secara alami dalam diri individu dan bahwa tugas atau kegiatan yang ada pada dirinya memiliki peran dalam menentukan intensitas dapat diselesaikan dengan baik. Seseorang pengalaman emosi. Aspek seleksi: Keyakinan Afeksi Hubungan Antara Efikasi. (Bondan Tri Prabow. 621 seseorang untuk dapat menyeleksi tingkah laku ujian salah satunya adanya dukungan psikis yang dan lingkungan yang tepat sehingga dapat baik, yaitu tingkat efikasi diri yang baik, ketika mencapai tujuan yang diharapkan. Seleksi peserta didik memiliki kemampuan efikasi yang baik maka akan memiliki keyakinan bahwa perkembangan individu. Dalam hal ini jika dirinya akan berhasil dalam ujian, namun yang individu dihadapkan pada situasi diluar batas memiliki tingkat efikasi rendah akan mengalami kemampuannya maka individu tersebut akan persoalan ketika menghadapi ujian dan merasa Jika individu tersebut merasa yakin tertekan yang akhirnya ada rasa ketakutan akan mampu menangani maka tidak akan menghindar. mengalami kegagalan. Tingkat Pada proses pendidikan keberhasilan mempengaruhi seseorang dalam hal apapun, peserta didik ditandai dengan keberhasilan dalam termasuk didalamnya keberhasilan dalam belajar. bidang akademik atau hasil belajarnya. Hasil Hal Firdaningsih, . bahwa efikasi diri dapat melakukan kegiatan sesuai dengan pengetahuan berpengaruh terhadap hasil belajar sejarah, yang telah didapatkan sebelumnya (Monika & motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Adman, 2. Keberhasilan dalam belajar sejarah, dan motivasi berprestasi. Seseorang yang dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain memiliki efikasi diri akademik yang tinggi motifasi belajar, tingkat intelegensi, lingkungan, dimungkinkan dapat meningkatkan perilakunya sarana prasarana atau lainnya. Faktor afektif yang untuk giat dan rajin dalam aktivitas akademik, mempengaruhi proses pembelajaran yaitu motif sebaliknya seseorang yang memiliki efikasi diri akademik yang rendah rentan dengan keraguan kecemasan yang dialami (Jendra & Sugiyo, dan kemampuannya sendiri sehingga akan 2020:. mengakibatkan hambatan terhadap performa menyatakan bahwa tingkat efikasi diri dapat akademis yang dapat menurunkan prestasi meningkatkan keberhasilan. Tingkat keberhasilan akademis (Mukti & Tentama, 2. Orang yang pada dunia Pendidikan khususnya di SMP Negeri memiliki tingkat efikasi diri rendah cenderung 3 kalasan juga perlu dibuktikan kebenarannya, akan merasa cemas dan ragu dalam mengambil apakah tingkat efikasi diri juga memberikan kontribusi terhadap hasil belajar siswa. Banyak membatasi ruang geraknya untuk berkembang. Kondisi psikis usia SMP relative masih Hal inilah yang justru akan menghambat belum stabil, mereka masih mencari jati dirinya. keberhasilan seseorang dalam berbagai hal. Pada usia SMP, merupakan masa peralihan dari Ketidak yakinan akan kemampuan dirinya akan masa anak-anak ke remaja. Pada umumnya usia justru akan mempengaruhi psikisnya. Permana. SMP tidak mau dibilang anak-anak, namun secara Hara. psikis, mereka belum menunjukkan kematangan Harahap. Farida. Astuti, . menyatakan bahwa keberhasilan siswa dalam Masa SMP 622 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 akan membawa dampak buruk untuk peserta perubahan dan tuntutan-tuntutan baru sehingga didik dikemudian hari dan dapat membawa efek diperlukan adanya penyesuaian diri. yang kurang baik terhadap masa depan peserta Hasil observasi dan wawancara dengan Serta guru bimbingan dan konseling di SMP N 3 ketergantungan dengan lingkungan sekitar dan Kalasan pada saat PLP, bahwa di sekolah tersebut dapat menjadi kurang mandiri. terdapat layanan bimbingan dan konseling. Layanan mengetahui hubungan antara efikasi diri dan hasil SMP N 3 Kalasan seperti belajar siswa SMP Negeri 3 Kalasan serta dari konseling individu, home visit dan mediasi. hasil observasi dan kajian penelitian yang ada, sekolah tersebut bimbingan dan konseling maka untuk membuktikan apakah efikasi diri mendapatkan satu jam pelajaran masuk kelas. memiliki peran dalam mendukung keberhasilan Guru bimbingan dan konseling mengungkapkan belajar siswa di SMP N 3 Kalasan perlu dilakukan bahwa pada saat masuk kelas biasanya diisi dengan memberikan layanan bimbingan klasikal. dilakukan oleh peneliti adalah dengan mengkaji Peneliti juga melakukan observasi dan hubungan antara efikasi diri dan hasil belajar dilaksanakan di Berdasarkan tujuan penelitian yaitu untuk Pembuktian wawancara dengan peserta didik. Dari hasil Siswa SMP Negeri 3 Kalasan. observasi dan wawanara peneliti mendapati METODE PENELITIAN peserta didik yang kurang percaya diri dan kurang Jenis Penelitian yakin terhadap kemampuan pada dirinya. Saat Pada mereka dihadapkan pada situasi tertentu misalnya diberi tugas atau pada saat ulangan terdapat siswa mengguakan pendekatan kuantitatif. Metode yang kurang serius dalam mengerjakan dan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berfikir pesimis terhadap hasil yang diraihnya. yaitu metode penelitian korelasional. Sugiyono. Saat mereka mengerjakan tugas ataupun ulangan . 5: . menyatakan bahwa metode penelitian mereka menyontek teman yang dianggap lebih pandai dari dirinya, terkadang mereka sebenarnya mengubungkan antara variabel satu dengan sudah tahu akan jawabannya namun untuk variabel lainnya. Pada penelitian ini bermaksud memastikan mereka bertanya kepada teman yang untuk menghubungkan antara efikasi diri dan Hal lainnya yang ditemukan yaitu pada hasil belajar peserta didik SMP N 3 Kalasan. saat presentasi di depan kelas, peserta didik tidak percaya diri, merasa cemas dan gugup sehingga saat menyampaikan menjadi kurang jelas. Tidak hanya di sekolah peserta didik juga mengalami hal yang sama di dalam kehidupan sehari-hari saat dihadapkan pada situasi tertentu. Hal tersebut Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Kalasan yang beralamat di Dusun Sidokerto. Desa Purwomartani. Kecamatan Kalasan. Kabupaten Sleman. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Waktu penelitian berupa penyusunan proposal Hubungan Antara Efikasi. (Bondan Tri Prabow. 623 penelitian hingga penelitian selesai dilakukan. membandingkan nilai Sig. -taile. dengan Pengambilan probabilitas 0,05. Dari hasil uji validitas terdapat dilaksanakan pada bulan Maret 2021 pada tujuh pernyataan yang gugur, sehingga jumlah semeser genap tahun ajaran 2020/2021. item pernyataan yang valid ada 27 nomor. Target/Subjek Penelitian Penghitungan reliabilitas pada penelitian Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas Vi SMP Negeri 3 Kalasan yang berjumlah 134 Siswa. Sampel adalah proses pemilihan sejumlah individu suatu penelitian ini menggunakan rumus CronbachAos Alpha. Hasil dari uji reliabilitas diketahui yaitu 0,884 kemudian hasil tersebut menunjukkan interpretasi individu-individu tersebut merupakan perwakilan dari kelompok Proses yang lebih besar atau dengan kata lain bagian dari dengan menggunakan google form, adapun populasi (Johnson. R Burke. Christensen, 2014: langkah-langkah Teknik pengambilan sampel pada penelitian menghubungi pihak sekolah untuk meminta izin ini adalah dengan menggunakan simple random kemudian guru memasukkan nomor WhatsApp sampling yaitu peserta didik yang bersedia peneliti ke grup kelas Vi. Selanjutnya peneliti mengisi angket melalui google form. Berdasarkan menyebarkan angket melaui grup WhatsApp teknik sampling diatas maka jumlah anggota peserta didik kelas Vi. Kemudian peserta didik sampel yaitu 86 peserta didik mengisi angket yang sudah terkirim. Data. Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data Data hasil belajar siswa diperoleh dari nilai leger kelas Vi yang sebelumnya dilakukan Pengumpulan data efikasi diri diperoleh konfirmasi terlebih dahulu. Nilai leger merupakan dengan menghitung skor angket yang digunakan kumpulan nilai peserta didik sebelum dimasukkan dengan menggunakan skala. Skala efikasi diri kedalam rapor. Peneliti mengumpulkan data hasil yang digunakan dalam penelitian ini adalah belajar peserta didik berupa rata-rata nilai rapor dengan menggunakan model skala penilaian. berdasarkan nilai leger kelas Vi semester gasal Skala ini diharapkan dapat memberikan data tahun akademik 2020/2021. mengenai tingkat efikasi diri pada peserta didik Teknik Analisis Data SMP N 3 Kalasan. Instrumen harus memenuhi persyaratan yaitu uji validitas dan reliabilitas agar dapat digunakan dalam penelitian. Proses validitas menggunakan validitas isi melalui proses review instrumen oleh ahli . xpert judgemen. dan uji validitas dengan menggunakan SPSS 23 dengan Untuk membuktikan hubungan antara efikasi diri dengan hasil belajar siswa SMP N 3 Kalasan peneliti melakukan tabulasi data terlebih dahulu untuk melihat hasil efikasi diri dan hasil Sebelum dilakukan uji hipotesis maka dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu. 624 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Uji prasyarat yang dilakukan adalah . Unstandardi Residual Uji Normalitas: Uji normalitas dilaksanakan untuk mengetahui apakah data pada setiap variabel terdistribusi normal ataupun tidak. Uji Normal Parametersa,b Std. Deviation Absolute Most Extreme Differences menggunakan rumus Kolmogorov Smirnov. Mean Uji Linieritas: Uji linieritas bertujuan untuk ,0000000 2,19770864 ,063 Positive ,054 Negative -,063 Test Statistic ,063 mengetahui apakah garis regresi antar variable Asymp. Sig. -taile. bebas dan variabel terikat membentuk garis linier Test distribution is Normal. Calculated from data. atau tidak. Selanjutnya ,200c,d Lilliefors Significance Correction. dilakukan adalah uji hipotesis. Uji hipotesis yang dilakukan adalah dengan menggunakan korelasi product moment. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Penelitian Data penelitian yang diperoleh dari pengisian This is a lower bound of the true significance. Dari hasil dapat dilihat bahwa nilai pada tabel Kolmogorov Smirnov dan asymp sig pada semua variabel penelitian mempunyai nilai signifikansi lebih dari 0,05 yaitu 0,200, maka dapat dikatakan bahwa data pada kedua variabel tersebut terdistribusi normal. Uji Linieritas: kuisioner efikasi diri melalui google form dan ANOVA Table rata-rata nilai rapor siswa kelas Vi SMP N 3 Sum Squa Between (Comb 284,0 Groups Lineari 93,68 Kalasan semester gasal tahun ajaran 2020/2021 untuk mengetahui efikasi diri dan hasil belajar. Adapun deskripsi yang diperoleh adalah sebagai berikut: . Data Efikasi diri: Siswa yang Mea d Squ f are F g. 2 12,3 3,4 ,0 52 79 00 Deviat 190,3 2 8,65 2,4 ,0 4 37 03 Lineari memiliki kriteria sangat tinggi berjumlah 1 siswa . %), tinggi berjumlah 14 siswa . %), cukup 29 siswa . %), rendah 42 siswa . %), sangat Within Groups rendah 0 siswa . %). Data hasil belajar: siswa Total yang memiliki kriteria sangat tinggi berjumlah 0 6 3,55 %), tinggi berjumlah 56 siswa . %). Dari hasil dapat diambil kesimpulkan cukup 30 siswa . %), rendah 0 siswa . %), sangat rendah 0 siswa . %). Uji Persyaratan Analisis yang digunakan yaitu . Uji normalitas: bahwa hubungan variabel efikasi diri dengan prestasi belajar siswa adalah linier, karena diketahui bahwa nilai signifikansi yaitu 0,00 < 0,05. Hubungan Antara Efikasi. (Bondan Tri Prabow. 625 Setelah uji prasyarat dilakukan selanjtnya yaitu Uji hipotesis: Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapat dilihat bahwa R Square sebesar 0,186. Sehingga dapat disimpulkan bahwa besarnya Pearson Correlation ,431** Sig. -taile. Pearson Correlation ,431** Sig. -taile. 18,6% 81,4% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi ,000 Hasil ,000 sumbangan efektif efikasi diri terhadap hasil diri dan hasil belajar siswa kelas Vi SMP N 3 Kalasan tahun ajaran 2020/2021. Efikasi diri merupakan keyakinan yang dimiliki oleh setiap moment dengan menggunakan bantuan program SPSS tersebut dapat kita lihat bahwa Pearson Kaitannya dengan hasil belajar, peserta didik Correlation menunjukkan angka sebesar 0,431 dengan efikasi diri tinggi akan percaya dan yakin 0,00<0,05 disimpulkan bahwa maka Ha diterima dan Ho mendukung dalam mencapai keberhasilannya Ha adalah ada hubungan yang signifikan sedangkan peserta didik dengan efikasi diri antara efikasi diri dan hasil belajar siswa di SMP rendah akan memiliki persepsi bahwa dirinya N 3 Kalasan. Sedangkan Ho adalah tidak ada tidak mampu mengerjakan segala tugas-tugas hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan yang ada dalam proses belajar peserta didik hasil belajar siswa di SMP N 3 Kalasan. Sehingga tersebut (Monika & Adman, 2017: . Efikasi AuTerdapat hubungan yang positif antara efikasi diri dapat menggerakkan motivasi, kemampuan diri dengan hasil belajar siswa kelas Vi SMP N kognitif dan Tindakan yang diperlukan untuk 3 Kalasan tahun ajaran 2020/2021Ay. meningkatkan keyakinan diri. Akibat motivasi Selanjutnya terdapat analisis tambahan yang dilakukan yaitu sumbangan efektif untuk mengetahui besarnya sumbangan antara variabel yang tinggi untuk belajar, maka hasil belajarpun dapat meningkat. Hal ini didukung pendapat (Fatriani, 2015: . bahwa seseorang percaya akan kemampuannya memiliki motivasi tinggi bebas terhadap variabel terikat. dan berusaha untuk sukses. Perasaan yang tinggi terhadap efikasi diri berpengaruh terhadap siswa Measures of Association dalam memilih aktivitas yang diyakini dapat Square hasil belajar * efikasi diri Eta Eta Squared ,431 ,186 ,751 ,563 memberikan hasil dalam belajar. Efikasi diri akan memotivasi seseorang secara kognitif untuk bertindak lebih tekun, 626 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 terutama bila tujuan yang hendak dicapai sudah jelas (Firdaningsih, 2016: . Motivasi untuk meraih cita-cita yang tinggi sangat penting untuk meningkatkan hasil belajar. Dengan berbekal yang maksimal mengarah pada keberhasilan Efikasi diri merupakan keyakinan diri tentang kemampuannya menggerakkan motivasi, sumber daya kognitif, dan cara bertindak yang diperlukan untuk keberhasilan melaksanakan Keyakinan terhadap kemampuan diri yang dimiliki sangat penting dalam proses pelaksanaan tugas, karena faktor ini akan mempengaruhi daya upaya yang dilakukan. Kapasitas keyakinan seseorang juga menentukan tingkat optimisme seseorang, yang lebih lanjut mempengaruhi semangat belajar sehingga berdampak pada capaian hasil belajar (Firdaningsih, 2016:. Seseorang dengan efikasi diri yang tinggi akan lebih gigih, tidak mudah khawatir, dan tidak mudah tertekan. Seseorang yang memiliki efikasi SIMPULAN DAN SARAN Simpulan motivasi yang tinggi, maka seseorang akan berusaha keras dan mengeluarkan daya dan upaya Berdasarkan pembahasan, penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri dan hasil belajar siswa kelas Vi SMP N 3 Kalasan tahun ajaran 2020/2021. Besarnya hubungan atau korelasi antara variabel ditunjukkan pada Pearson Correlation sebesar 0,431 dengan nilai Sig 0,00<0,05 sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri dengan hasil belajar. Hubungan antara efikasi diri dan prestasi belajar tersebut berada pada kategori Besarnya sumbangan efektif efikasi diri terhadap hasil belajar sebesar 18,6% sedangkan 81,4% dipengaruhi oleh faktor lain diluar Saran diri akan memahami lebih dalam terkait dengan yang menjadi kebutuhannya dan apa yang akan dilakukannya, sehingga akan mengarahkan pada Bagi Guru Guru pembentukan cita-citanya. semakin tinggi efikasi terhadap efikasi diri siswa, agar hasil belajarnya diri terhadap akademik maka penyesuaian diri dapat meningkat selain faktor-faktor lain diluar siswa akan semakin baik, sebaliknya semakin yang diteliti. Guru dapat memberikan perlakuan- rendah efikasi diri akademik maka penyesuaian perlakuan khusus agar dapat meningkatkan diri siswa semakin buruk (Rahmayanti & Lubis, efikasi diri. 2013: . Sumbangan yang diberikan efikasi diri terhadap hasil belajar siswa, tidak terlalu besar. Hal ini dikarenakan hasil belajar semata-mata bukan hanya dipengaruhi faktor efikasi diri. Hasil belajar dapat menjadi baik juga dipengaruhi Bagi Siswa Siswa dapat melatih dirinya agar dapat memiliki efikasi diri yang tinggi dan dapat mencari solusi saat ada kendala. Siswa dapat melatih dirinya untuk memotivasi agar mencapai Hubungan Antara Efikasi. (Bondan Tri Prabow. 627 tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Siswa disarankan memiliki target yang jelas setiap melakukan kegiatan Bagi Orang tua Memberikan memberi motivasi kepada anaknya agar gigih dalam belajar dan memiliki motivasi yang tinggi. Memberikan dukungan pada anaknya agar selalu bersemangat dan dapat mencari solusi saat ada problem. Bagi Peneliti Selanjutnya Pengambilan dilakukan disatu sekolah, tetapi dapat diperluas ke sekolah yang lain sehingga hasil penelitian Pengambilan hendaknya tidak hanya menggunakan instrumen berupa kuisioner saja, tetapi juga didukung oleh hasil wawancara ataupun dokumentasi. DAFTAR PUSTAKA