Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Rang Teknik Journal Desain Kurikulum Berbasis Kompetensi KKNI Pada Prodi Teknik Sipil Ishak Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat email : ishakumsb@gmail. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstrak: Pembelajaran yang ada sekarang ini, lebih cenderung pada pembelajaran kompetitif yang lebih menekankan pada aspek kognitif semata sehingga mahasiswa mendapatkan nilai mata kuliah yang besar tetapi memiliki sifat individualistik yang tinggi, pintar hanya untuk dirinya sendiri tanpa mau berbagi mengajarkan ilmunya dengan teman-teman yang lainnya. Paradigma ini harus dirubah, menjadi pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur dan pengumpulan data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kurikulum berbasis kompetensi KKNI, merupakan sebuah desain kurikulum yang sangat relevan diterapkan di perguruan tinggi khususnya dalam tataran tingkat Prodi dalam rangka menyiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing di dunia kerja. Disain kurikulum yang dibuat di Prodi teknik sipil ada tiga kategori yakni: . desain terpusat mata kuliah . ubject centered desig. desain terpusat mahasiswa . earner centered desig. desain terpusat masalah . he problem centered design. Kata Kunci: kurikulum, mata kuliah, mahasiswa, masalah, kompetensi Abstract: The existing learning today, more inclined to competitive learning that emphasizes more on the cognitive aspects only so that students get a great course value but has a high individualistic nature, smart only for himself without wanting to share teaching his knowledge with other friends. This paradigm must be changed, into contextual and collaborative learning. The research method used in this study is the method of literature study and secondary data collection. The results of this study are that the KKNI competency-based curriculum, is a curriculum design that is very relevant to be applied in tertiary institutions especially at the level of study programs in order to prepare superior and competitive human resources in the world of work. There are three categories of curriculum designs in civil engineering study programs: . subject centered design. student centered design . the problem centered designs Keywords: curriculum, courses, students, problem, competencies PENDAHULUAN Salah satu komponen penting dalam pendidikan yang sering diabaikan adalah Kurikulum memiliki posisi strategis karena secara umum kurikulum merupakan deskripsi dari visi, misi, dan tujuan pendidikan sebuah bangsa. Hal ini sekaligus memposisikan kurikulum sebagai sentral muatan-muatan ditransformasikan kepada peserta didik. Arah dan tujuan kurikulum pendidikan akan mengalami pergeseran dan perubahan seiring dengan dinamika perubahan sosial yang disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Karena sifatnya yang ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 kurikulum mutlak harus fleksibel dan Ketimpangan-ketimpangan dalam disain kurikulum karena kurang respon terhadap perubahan sosial boleh jadi berkonsekuensi kepada lahirnya output pendidikan yang AgagapA dalam beradaptasi dengan kondisi sosial yang dimaksud. Pembelajaran yang ada sekarang ini, lebih cenderung pada pembelajaran kompetitif yang lebih menekankan pada aspek kognitif semata sehingga mahasiswa mendapatkan nilai mata kuliah yang besar tetapi memiliki sifat individualistik yang tinggi, pintar hanya untuk dirinya sendiri tanpa mau berbagi mengajarkan ilmunya dengan teman-teman yang lainnya. Paradigma ini harus dirubah, menjadi pembelajaran yang kontekstual dan Fakultas Teknik UMSB Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Ini artinya kemampuan dosen dibutuhkan untuk mampu mengkolaborasikan secara langsung antara pemikiran dan pengetahuan dosen dengan mahasiswa maupun antara mahasiswa dengan mahasiswa yang lainnya. Dengan pola pembelajaran seperti ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menguasai kemampuan yang sifatnya kognitif tetapi mampu mengembangkan kecakapankecakapan lain . yang ada di dalam dirinya sendiri. Desain kurikulum adalah sebagian dari hasil suatu pemikiran yang mendalam tentang hakikat pendidikan dan pembelajaran. (Smith dan Ragan, 2. merinci pengertian tersebut bahwa desain merupakan proses sistemik dan reflektif dalam menerjemahkan prinsip belajar mengajar ke dalam suatu rancangan pembelajaran yang mencakup materi instruksional, kegiatan belajar, sumbersumber belajar dan sistem evaluasi. Berdasarkan beberapa definisi desain tersebut tepat jika desain kurikulum sebagai suatu bagian penting pendidikan sebab desain merupakan suatu proses perencanaan dan pengembangan kurikulum yang memuat konsep, yang bukan saja berdasarkan teori tetapi juga prinsip operasional desain sebagai pedoman pelaksanaan pendidikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Artinya kita kurikulum tanpa suatu format desain yang memuat konsep dan bentuk kurikulum yang akan direkonstruksi. Konstruksi itu melibatkan analisis tujuan, konteks dan konsep desain, susunan urutan pengembangan komponen serta susunan proses implementasi dan evaluasi kurikulum. Semua komponen kurikulum dalam desain itu harus saling terkait sehingga saling keterkaitan itu meningkatkan integrasi desain sebagai satu kesatuan sistem, baik dalam proses instruksional untuk mencapai tujuan desain. Salah satu dari komponen kurikulum adalah desain kurikulum, kita tidak mungkin bisa mengembangkan kurikulum tanpa suatu format desain yang memuat konsep dan Komponen digolongkan dalam beberapa kategori: 1. Rang Teknik Journal Desain terpusat matakuliah. Desain terpusat mahasiswa dan 3. Desain terpusat masalah. Menurut Crunkilton . 9 : . dalam Mulyasa, . 4 : . mengemukakan bahwa Aukompetensi ialah sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilanAy. Hal tersebut menunjukkan keterampilan, sikap dan apresiasi yang harus dimiliki oleh peserta didik untuk dapat tugas-tugas sesuai dengan jenis pekerjaan tertentu. Dengan demikian terdapat hubungan . antara tugas-tugas yang dipelajari peserta didik di kampus dengan kemampuan yang diperlukan oleh dunia kerja . Pengembangan kurikulum di PT dimulai dari penetapan learning outcome yaitu pembelajaran yang diawali dari penentuan profil lulusan. Profil lulusan adalah gambaran suatu peran yang dapat dilakukan oleh lulusan, setelah dia berkiprah di masyarakat atau setelah mereka lulus di perguruan tinggi. Profil lulusan suatu program studi dapat berjumlah lebih dari satu, sesuai dengan analisis yang dilakukan secara eksternal terhadap lulusan melalui tracer study dan labour market signals, maupun analisis internal melalui scientific vision dan analisis SWOT program studi. Setelah profil lulusan ditetapkan, maka langkah berikutnya adalah merumuskan kompetensi yang diturunkan dari profil lulusan. Dengan menjawab pertanyaan Aukemampuan apa saja yang harus dimiliki untuk menjadi profil A?Ay. Jawaban pertanyaan inilah yang kemudian akan menjadi kompetensi lulusan. Sesuai dengan ketentuan SK Mendiknas 045/U/2002, kompetensi lulusan akan memuat atas Kompetensi Utama . enciri program stud. Kompetensi Pendukung dan lainnya . enciri Pengembangan mata kuliah, dilakukan dengan membuat matriks hubungan antara rumusan kompetensi dengan bahan kajian . lmu kompetensi tersebut. Mata kuliah adalah strategi satuan pendidikan untuk mencapai Selanjutnya, setelah mata kuliah terbentuk, barulah dihitung sks . atuan Fakultas Teknik UMSB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL kredit semeste. dari setiap mata kuliah yang Pertimbangan menetapkan sks adalah: . kedalaman materi . erupakan wujud dari kompetensi mata kulia. keluasan materi . erupakan wujud dari banyak/luasnya kajian yang diperluka. strategi pembelajaran. berbanding secara proporsional terhadap keseluruhan sks yang ditetapkan untuk program studi tersebut . isalnya S1 adalah 144 sk. Perubahan kurikulum tidak hanya terjadi pada tataran kebijakan dan dokumen saja, namun harus diikuti dengan perubahan Satu prinsip utama yang berubah dalam proses pembelajaran berbasis kompetensi di perguruan tinggi adalah bahwa, capaian hasil pembelajarannya tidak lagi bertumpu pada penguasaan isi kajian dan ilmu pengetahuan, namun harus sampai bagaimana ilmu tersebut diaplikasikan dan dikembangkan di dalam peran lulusan mahasiswa setelah mereka keluar dari perguruan tinggi. Pada kurikulum berbasis isi, mata kuliah bertujuan untuk mencapai suatu penguasaan ilmu, artinya sasaran yang akan dicapai oleh seseorang adalah ilmu (Djamaludin. Abdullah Aly, 1999 : . Di akhir mata kuliah, mahasiswa diminta untuk menunjukkan penguasaannya akan suatu konsep tertentu. Oleh karenanya, rancangan pembelajarannya pun disusun dan ditata berdasarkan urutan logika keilmuannya. Sebetulnya, setiap satuan pendidikan memiliki sistem untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dengan standar yang berbeda namun walaupun berbeda, masing-masing memiliki target yang sama yaitu kesuksesan lulusannya dan mudah diserap oleh dunia Input Perguruan Tinggi (PT) adalah lulusanSMU/MA dan SMK sederajat yang mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran yang telah ditawarkan. Input yang baik memiliki beberapa indikator, tidak hanya nilai kelulusan yang baik, namun terlebih penting adalah adanya sikap dan motivasi belajar yang tinggi. Setelah mendaftarkan diri dan resmi menjadi mahasiswa, tahapan selanjutnya adalah menjalani proses pembelajaran/perkuliahan. Proses pembelajaran yang baik memiliki unsur yang baik dalam beberapa hal, yaitu: . Organisasi PT yang sehat. Pengelolaan PT ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Rang Teknik Journal yang transparan dan akuntabel. Ketersediaan Rancangan Pembelajaran PT dalam bentuk dokumen kurikulum yang jelas dan sesuai kebutuhan pasar kerja. Kemampuan dan Ketrampilan SDM akademik dan non akademik yang handal dan . Ketersediaan sarana-prasarana dan fasilitas belajar yang memadai. Dengan memiliki kelima unsur pembelajaran tersebut. PT akan dapat mengembangkan iklim akademik yang sehat, serta mengarah pada ketercapaian masyarakat akademik yang Pertumbuhan di sektor konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dengan dukungan anggaran yang besar untuk pembangunan jalan, bendungan, perumahan, dan berbagai macam konstruksi lainnya. Konsekuensinya, dibutuhkan pula sumber daya dukung peralatan sehingga kondisi ini meningkatkan jumlah populasi alat berat dengan berbagai merek dan jenisnya, baik di sektor industri pertambangan, konstruksi, agroindustri, dan Data dari Indo- analisis menunjukkan bahwa pangsa pasar alat berat berdasarkan sektor industri 2000-2016 menunjukkan: sektor kehutanan 15%, konstruksi 50%. Agroindustri 15%, dan Pertambangan 20% (IndoAnalisis. Di sisi lain, sumber daya manusia baik sebagai operator maupun mekanik perawatan dan perbaikan alat berat yang dibutuhkan disektor pekerjaan tersebut juga harus diperhatikan. Penyiapan SDM merupakan hal yang harus disiapkan secara khusus dengan melibatkan unsur pemerintah sebagai pengambil kebijakan, industri sebagai pengguna SDM dan pendidikan sebagai penyedia SDM. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tahapan-tahapan, mulai dari studi literatur dan pengumpulan data sekunder. Lebih jelas dapat diuraikan dalam penjelasan dibawah ini: Studi literatur Studi literatur ini meliputi pengambilan teori-teori serta buku, jurnal ilmiah, makalah- Fakultas Teknik UMSB Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL makalah seminar yang berkaitan dengan penelitian ini. Pengumpulan data Pengumpulan data yaitu pengumpulan data sekunder, data sekunder adalah data yang didapat dengan mendatangi instansi terkait untuk meminta data-data sekunder yang diperlukan antara lain data kependudukan. PEMBAHASAN Komponen kurikulum diorganisasi dalam beberapa kategori . Secara umum hampir semua desain kurikulum diklasifikasi sebagai modifikasi atau kombinasi tiga kategori utama desain: Desain terpusat mata kuliah . ubject centered desig. Desain terpusat mahasiswa . earner centered desig. Desain terpusat masalah . he problem centered design. Masing-masing kategori tersebut terdiri atas beberapa prototipe, seperti desain mata kuliah, desain disiplin ilmu dan desain bidang luas termasuk desain terpusat mata kuliah. Yang termasuk desain terpusat pada mahasiswa adalah desain kegiatan/pengalaman, desain kampus alternatif dan desain humanistik. Adapun desain terpusat pada masalah mencakup desain kehidupan, desain inti dan desain masalah sosial. Desain Terpusat Mata Kuliah Desain terpusat mata kuliah . ubject-centered design. merupakan desain kurikulum yang paling umum dipakai di kampus. Pada desain ini, menu pokok kurikulum adalah pengetahuan sebagai konten utama. Desain mata kuliah merupakan desain tertua dan paling populer di dunia pendidikan dan Hal ini disebabkan dosen dan anggota masyarakat umumnya dididik di sekolah dengan memakai desain ini. Desain mata kuliah Desain mata kuliah berasal dari sistem Romawi mempengaruhi kurikulum pendidikan tinggi di Eropa sampai abad Ide ini yang mendasari penyokong desain ini. Artinya pengetahuan, ide dan data penting dari setiap mata kuliah yang berasal dari Fakultas Teknik UMSB Rang Teknik Journal warisan budaya masyarakat sejak menghadapi tantangan hidup. Apalagi dengan desain ini presentasi konten dari tiap mata kuliah lebih praktis dilakukan dalam kelas secara lisan dengan bantuan alat bantu belajar dan buku teks yang relatif mudah diakses sebelumnya telah dilatih berdasarkan desain kurikulum mata pelajaran itu. Selain itu, desain ini mengenalkan mahasiswa pada pengetahuan esensial masyarakat yang mengandung ide-ide besar sosialisasi. Dari segi sistem instruksional , desain ini lebih fokus pada pengajaran . daripada pembelajaran . berdasarkan penyampaiannya didominasi ekspose verbal materi ajar oleh dosen kepada Desain disiplin ilmu Desain disiplin ilmu . he disiplines desig. atau disebut kurikulum akademik muncul sampai tahun 1960an. Walau kedua desain mata kuliah dan desain disiplin sama-sama berisi pengetahuan tetapi desain mata kuliah tidak didasarkan fondasi atau orientasi dibandingkan dengan desain disiplin yang penyusunan atau orientasi keilmuannya sangat jelas yaitu Menurut King dan Brownel . , penyokong utama desain disiplin ilmu, disiplin berarti pengetahuan spesifik yang dikembangkan sekelompok ilmuwan yang membentuk masyarakat otonom, memiliki tradisi keilmuan dan bahasa ilmiah, sistem penelitian, komunikasi, standar evaluasi dan standar afektif sendiri. Desain bidang luas Desain bidang luas . he broad fields design. biasa dikenal sebagai interdisciplinary design, adalah suatu variasi dari desain mata kuliah. Desain ini merupakan perubahan dari desain Walau desain ini muncul pertamakali di tingkat pendidikan ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL tinggi pada tahun 1910-an. Sebagai kurikulum sebagai mata pelajaran yang terpisah-pisah itu pada kedua desain terdahulu, beberapa ahli kurikulum menyatukan beberapa mata pelajaran atau disiplin ilmu terkait menjadi satu mata bidang studi yang lebih luas. Masalah utama desain bidang luas adalah penyempitan atau pengurangan materi pelajaran atau disiplin ilmu yang digabungkan. Lebih mengakibatkan disintegrasi keutuhan disiplin atau mata kuliah, jika dibandingkan dengan keutuhan tiap mata kuliah dalam desain mata kuliah yang terpisah-pisah. Artinya desain bidang luas menimbulkan masalah keluasan, kedalaman dan keutuhan masing-masing mata kuliah yang Salah satu jalan keluar menghadapi masalah keluasan dan kedalaman ini dalam desain bidang luas, misalnya melalui pembelajaran yang bukan fokus pada pengajaran semua materi, tetapi lebih fokus pada mahasiswa untuk mempelajari aplikasi gabungan mata kuliah itu dalam pemecahan masalah lintas bidang studi atau disiplin ilmu. Rang Teknik Journal penelitian antar disiplin ilmu. Integrasi juga diperlukan untuk mengurangi beban belajar mahasiswa yang sudah pengetahuan yang diperkuat keinginan agar pendidikan lebih berorientasi proses daripada berorientasi konten. Unit-unit mata kuliah dari beberapa bidang ilmu yang terdiri atas kegiatan berbasis tema menjadi muatan pokok daripada desain yang hanya memuat unit-unit konten beberapa mata kuliah. Karakteristik termasuk pemberian kesempatan belajar kepada mahasiswa agar aktif melakukan eksplorasi , interpretasi, keterlibatan dan kerjasama daripada lebih fokus pada pengajaran konten Kekuatan desain integrasi terletak pada pemberian kesempatan belajar . earning activitie. untuk mengembangkan kemampuan nalar tingkat tinggi dan kedalaman analisis . igh order of cognitive with analysi. , sehingga mahasiswa dapat membedakan antara fakta dan opini, antara informasi yang akurat dan tidak akurat, antara fantasi dan realita. Selain itu dalam pemecahan masalah mengembangkan kreativitas untuk menemukan pemikiran baru, unik dan Desain korelasi dan fused plan original yang berkontribusi bagi Desain korelasi muncul jika dua pengembangan berpikir konsepsual dan berpikir intregratif. menggabungkan/ mengaitkan dua Desain proses bidang studi untuk memperluas Desain proses lebih perhatian pada upaya memfasilitasi mahasiswa agar mampu memahami dan melakukan kurikulum, sedangkan fused plan proses atau prosedur bagaimana menghubungkan lebih dari dua bidang pengetahuan diperoleh. Desain proses studi atau disiplin ilmu. Desain kurikulum integrasi Sejak dahulu banyak pakar yang karakter intelektual yang diperlukan menginginkan kurikulum terintegrasi seseorang untuk berpikir efektif dan Karakter kurikulum lebih relevan dan kurang menjangkau lebih jauh daripada abstrak, sehingga lebih bermakna bagi pemakaian dan kecepatan kemampuan Ide ini sejalan dengan intelek serta kemampuan mengingat prinsip pendidikan terpusat. Perlunya kembali informasi rinci saja. Adapun integrasi bukan hanya berdasarkan teori saja, tetapi juga berdasar temuan ISSN 2599-2081 Fakultas Teknik UMSB EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL membentuk dan mengaktifkan tingkah laku intelektual. Menurut desain proses postmodern, mahasiswa belajar Kurikulum yang sesuai dengan ide ini tentu kurikulum yang mengajarkan . nowledge constructio. , bukan hanya sekedar mengajar mahasiswa memperoleh pengetahuan jadi dalam buku teks melalui pengajaran dosen di Desain proses di era penguasaan bahasa yang diperlukan mahasiswa agar dapat mengkonstruksi dan mempresentasikan realita. Desain proses bisa menjadi desain kurikulum yang paling dinamis di masa depan, dan malahan makin lama makin terpenting dari kurikulum terpusat. Desain Terpusat Mahasiswa Desain terpusat mahsiswa . earner-centered Desain ini muncul sebagai respons terhadap keinginan agar pendidikan fokus pada mahasiswa dari pada mata kuliah. Karena itu kurikulum perlu didesain dengan mempertimbangkan kebutuhan, bakat, dan Desain direncanakan terlebih dahulu tetapi disusun oleh dosen dan mahasiswa. Karena desain ini mengutamakan mahasiswa, mata kuliah dan konten digantikan mahasiswa dengan variasi desain sebagai berikut: Desain terpusat pengalaman Berasal dari teori (Rousseau, 1762, 1. tentang kebutuhan anak atas banyak diskripsi dan ketrampilan sehingga pendidik perlu memberikan mengobservasi alam agar anak belajar dari alam. Prinsip pembelajaran ini sesuai filsapat pragmatisme yang menempatkan anak sebagai pusat atau aktor pembelajaran, artinya untuk memaksimalkan pembelajaran tiap Rang Teknik Journal individu siswa harus terlibat aktif dalam setiap proses pembelajaran yang mereka ikuti. Kadar keterlibatan mahasiswa bervariasi, antara suatu konteks atau mahasiswa dengan konteks atau mahasiswa lainnya. Asumsi yang mendasari desain ini adalah jika siswa harus mempelajari sesuatu dia harus mempelajarinya Desain kampus alternatif Esensi pendidikan baru adalah pengembangan individu sehingga bisa kebutuhan dan keinginannya. Seorang mahasiswa memiliki potensi untuk bertindak bijaksana dan realistis tanpa campur tangan orang dewasa dia akan berkembang sejauh mereka dapat Kelas terbuka menjadi kelas alternatif yang memberikan melakukan eksplorasi bidang studi akademik dengan dosen berperan sebagai narasumber. Jenis sekolah ini menghasilkan banyak tipe kampus alternatif berupa Aucampus without wallsAy yang menumbuhkan gagasan kota sebagai ruang belajar. Desain humanistik Sasaran menyediakan lingkungan belajar yang kondusif bagi mahasiswa agar . anusia Pembelajaran bermakna harus merupakan self initiated, inisiatif mahasiswa sendiri. Walaupun dorongan belajar berasal dari luar mahasiswa, keinginan melakukan penemuan dan motivasi untuk belajar perlu dikembangkan agar dari dalam diri mahasiswa itu . nner dimungkinkan oleh fitrah manusia untuk merealisasikan kemampuan, kesejahteraan, dan perkembangan diri. Desain Terpusat Masalah Desain situasi kehidupan Berdasarkan bahwa mahasiswa dapat memperoleh pembelajaran yang lebih Fakultas Teknik UMSB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Rang Teknik Journal bermakna jika yang dipelajarinya itu relevansi antara yang dipelajari di mirip dengan permasalahan yang ada di masyarakat. Kekuatan desain ini terletak pada konten kurikulum yang Desain terkait pemecahan masalah nyata kehidupan sehingga berkontribusi Beberapa pendidik percaya kurikulum pada pengalaman bermakna bagi bisa membantu perbaikan kehidupan Kelemahan desain ini sosial masyarakat untuk mencapai mirip dengan kelemahan desain kehidupan masa depan yang adil. terpusat pada mahasiswa, yitu Penyokong kelangkaan akan dosen profesional rekonstruksi sosial menginginkan agar sebab desain ini berbeda dengan desain konvensional. Selain itu tidak instrumen untuk mengembangkan tersedia peralatan dan buku teks di kemampuan mahasiswa melakukan rekonstruksi sosial bagi kehidupan Desain inti Kurikulum inti didesain untuk Sasarannya menyediakan pendidikan umum bagi semua mahasiswa terkait masalah kehidupan manusia umumnya. Karena demokrasi bermanfaat bagi semua itu kurikulum inti mencakup konsep, warga negara, bukan hanya bagi ketrampilan dan sikap yang diperlukan semua orang untuk dapat berfungsi tertentu saja. efektif di masyarakat. Ada beberapa variasi desain inti. Inti mata kuliah PENUTUP ubject matter cor. , misalnya bisa Simpulan diklasifikasi sebagai desain mata Berdasarkan dari studi literatur yang kuliah dan desain inti situasi ada dapat disimpulkan, pengkategorian desain kehidupan . reas of living cor. kurikulum sebagai berikut: Kekuatan utama desain ini adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi KKNI, unifikasi konten dari beberapa mata merupakan sebuah desain kurikulum yang kuliah atau disiplin ilmu terbaru yang sangat relevan diterapkan di perguruan relevan dengan mahasiswa. Hal ini tinggi khususnya dalam tataran tingkat mengembangkan kemampuan siswa Prodi dalam rangka menyiapkan SDM yang memproses informasi sehingga secara unggul dan berdaya saing di dunia kerja. aktif meningkatkan motivasi intrinsik Selanjutnya, agar kurikulum berbasis mahasiswa agar terlibat dalam kompetensi di perguruan tinggi dapat kegiatan pembelajaran. Kekuatan lain terlaksana dengan optimal, dibutuhkan desain ini berkaitan dengan konten evaluasi kurikulum terhadap desain yang bertumpu pada pengalaman atau kurikulum yang dibuat. keinginan mahasiswa sendiri. Dengan Disain kurikulum yang dibuat di Prodi fokus pada pengalaman yang akrab teknik sipil ada tiga kategori yakni: . dengan masalah yang dihadapi Desain terpusat mata kuliah . ubject mahasiswa di masyarakat, desain ini centered desig. Desain terpusat mahasiswa . earner centered desig. Desain terpusat masalah . he problem Apalagi pengalaman centered design. tersebut muncul dari mata kuliah yang Saran Beberapa hal yang dapat disarankan terintegrasi yang hasilnya dapat guna memperbaiki dan menyempurnakan diaplikasi untuk memecahkan masalah penelitian ini sebagai berikut: personal dan sosial dari mahasiswa. Ini berarti desain inti membangun ISSN 2599-2081 Fakultas Teknik UMSB EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Rang Teknik Journal Untuk mengatasi setiap permasalahan yang kurikulum, maka sangat dituntut kearifan pihak kampus dalam hal ini Prodi untuk BPH. Stakeholders dan semua pihak yang terlibat dalam melakukan pengelolaan kurikulum di Prodi. Dalam pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi diperlukan juga kerjasama dengan instansi terkait dan asosiasi dalam melaksanakan pelatihan dan penerbitan keahlian/ketrampilan pelaksanaannya di kampus dan dengan biaya yang terjangkau oleh mahasiswa. DAFTAR PUSTAKA