Kalibrasi Radiometri Vicarious Kamera Multispektral …. (Sartika Salaswati, et.al.) KALIBRASI RADIOMETRIVICARIOUS KAMERA MULTISPEKTRAL SATELIT LAPAN-A3/IPB DI WILAYAH BUKIT JADDIH MADURA (VICARIOUS RADIOMETRIC CALIBRATION OF LAPAN-A3/IPB SATELLITE MULTISPECTRAL IMAGER IN JADDIH HILL MADURA) Sartika Salaswati1, Patria Rachman Hakim2, A Hadi Syafrudin3, Rommy Hartono4, Satriya Utama5, Agus Herawan6, Rakhmat Yatim7, Rifki Ardinal8, Bambang Sigit Pamadi9 Pusat Teknologi Satelit, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) 1e-mail: sartika.salaswati@lapan.go.id Diterima : 24 September 2019; Direvisi : 4 Maret 2020 ;Disetujui 24 April 2020: ABSTRACT LAPAN-A3/IPB satellite is an experimental microsatellite with remote sensing as its main mission. The satellite brings a multispectral pushbroom imager of red-greenblue-near infrared (RGB-Nir) color channel, with spatial resolution of 15 meter, 120 km swath-width, 16 bit radiometric resolution and 21 days temporal resolution. In order to produce high quality observation image everytime, vicarious radiometric calibration of the imager needs to be conducted regularly since the satellite launch. This research analyzes vicarious radiometric calibration of LAPAN-A3/IPB satellite multispectral imager which has been conducted on Jaddih Hill of Madura last year. By comparing satellite observation image and radiance data measured from field observation by using spectrometer, radiance coefficient can be derived, which shows the relationship between image digital number to at sensor ToA (Top-of-Atmosphere) radiance value. Several calculations and analysis which have been done show that the resulted radiance coefficient derived from Bukit Jaddih calibration has similar values to several previous vicarious radiometric calibrations on different calibration area. Temporal analysis also shows that the radiance coefficient derived by using several Bukit Jaddih observations on different acquisition time have similar values. The result show that the coeffisien of vicarious calibration in Jaddih Hill, Madura on the red channel is 0,00134; green channel is 0,00183; blue channel is 0,0036; and NIR channel is 0,00143. These results show that result of the vicarious radiometric calibration conducted is quite accurate. However, the accuracy of the calibration could be improved using atmosphere data obtained from sunfotometer measurement. Keywords: vicarious radiometric calibration, multispectral imager, LAPAN-A3/IPB satellite, bukit Jaddih Madura, ToA (Top-of-Atmosphere) radiance 31 Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 18 No. 1 Juli 2020: hal 31 - 41 ABSTRAK Satelit LAPAN-A3/IPB merupakan satelit mikro eksperimental yang memiliki misi penginderaan jauh sebagai salah satu misi utamanya. Dalam melaksanakan misi penginderaan jauh tersebut, satelit LAPAN-A3/IPB dilengkapi dengan muatan utama berupa kamera multispektral empat kanal (merah-hijau-biru-inframerah dekat) jenis pencitraan pushbroom dengan resolusi spasial 15 meter dan lebar sapuan 120 km serta resolusi radiometri 16 bit dan resolusi temporal 21 hari. Untuk menghasilkan data citra pengamatan yang memiliki kualitas standar setiap saat, salah satu kalibrasi yang harus dilakukan adalah kalibrasi radiometri vicarious yang dilakukan setelah satelit mengorbit. Penelitian ini menganalisis hasil kalibrasi radiometri vicarious untuk kamera multispektral satelit LAPAN-A3/IPB di wilayah bukit Jaddih Madura yang telah dilakukan pada tahun 2018 lalu. Dengan membandingkan data citra observasi yang dihasilkan satelit dan data radiansi hasil pengukuran lapangan dengan menggunakan spektrometer, diperoleh koefisien radiansi yang menyatakan hubungan antara data digital number citra kamera multispektral dengan data radiansi sensor ToA (Top-ofAtmosphere). Analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa koefisien radiansi yang dihasilkan kalibrasi radiometri vicarious di bukit Jaddih Madura tidak berbeda jauh dengan koefisien radiansi yang dihasilkan pada beberapa kalibrasi radiometri vicarious sebelumnya. Analisis temporal juga menunjukkan bahwa koefisien radiansi yang dihasilkan dengan menggunakan data observasi bukit Jaddih pada periode waktu lainnya juga menghasilkan nilai koefisien radiansi yang sama. Hasil menunjukkan koefisien radiansi kalibrasi vicarious di bukit Jaddih Madura pada kanal merah 0,00134; kanal hijau 0,00183; kanal biru 0,0036; dan kanal NIR 0,00143. Hasil kalibrasi radiometri vicarious yang dihasilkan cukup akurat. Walaupun demikian, akurasi kalibrasi radiometri vicarious yang dilakukan dapat ditingkatkan dengan menggunakan data atmosfer yang dihasilkan sensor sunfotometer. Kata kunci : kalibrasi radiometri vicarious, kamera multispektral, satelit LAPAN-A3/IPB, bukit Jaddih Madura, radiansi ToA (Top-of-Atmosphere) 1 PENDAHULUAN Satelit LAPAN-A3/IPB memiliki misi utama penginderaan jauh dengan kamera multispektral sebagai muatan utamanya. Kamera multispektral satelit LAPAN-A3/IPB merupakan kamera bertipe pushbroom yang memiliki empat kanal warna, yaitu kanal merah (red), hijau (green), biru (blue), dan inframerahdekat (NIR). Kamera ini mempunyai resolusi spasial 15 meter dan lebar sapuan 120 km, serta resolusi radiometri 16 bit dan resolusi temporal 21 hari. Kamera multispektral satelit LAPANA3/IPB telah menghasilkan citra yang 32 telah termanfaatkan cukup luas diantaranya untuk mengidentifikasi jenis tanaman dan jenis pertumbuhan tanaman (Setiawan et al., 2017) (Wijayanto, et al., 2018), monitoring wilayah kekeringan (Amalo et al., 2018), estimasi jumlah klorofil tanaman (Permatasari, et al., 2018), pemantauan lahan sawah (Raimadoya, et al., 2011) (Setiawan, et al., 2018), dan analisis perubahan penggunaan lahan (Nugroho, et al., 2018). Untuk menghasilkan data citra dengan kualitas tinggi baik dalam aspek geometri maupun radiometri, beberapa Kalibrasi Radiometri Vicarious Kamera Multispektral …. (Sartika Salaswati, et.al.) tahapan kalibrasi dan koreksi citra perlu dilakukan. Beberapa kalibrasi sebelum satelit diluncurkan pada tahun 2016 telah dilakukan, antara lain adalah kalibrasi focus citra (Tahir, et al, 2016) dan kalibrasi radiometri skala laboratorium (Syafrudin, et al, 2017). Beberapa algoritma koreksi citra juga telah dikembangkan untuk melakukan koreksi sistematis terhadap citra mentah satelit yang dihasilkan (Hakim, et al, 2018). Kalibrasi radiometri setelah satelit berada di orbit, yang dikenal dengan istilah kalibrasi radiometri vicarious, juga telah dilakukan untuk mengetahui perubahan kualitas kamera selama di orbit (Arai, et al, 2018). Diantara beberapa aspek terkait kalibrasi kamera dan koreksi citra tersebut, salah satu indikator utama dari kualitas sebuah citra yaitu citra tersebut telah terkalibrasi radiometri secara absolut. Salah satu metode kalibrasi radiometri setelah satelit diluncurkan yaitu kalibrasi vicarious. Kalibrasi vicarious adalah kalibrasi yang memanfaatkan situs alami atau buatan pada permukaan bumi untuk kalibrasi sensor pasca peluncuran (CCRS, 2004). Kalibrasi ini dipercaya dapat menjadi jaminan kualitas data penginderaan jauh (Dinguirard et al., 1999). Tahap pertama metode kalibrasi berbasis reflektansi ini adalah memilih permukaan referensi dengan karakteristik spesifikasi seragam, dan stabil, yang dapat dibagi menjadi dua kelompok : (1) karakteristik yang terkait dengan masalah atmosfer dan geografis, yaitu, wilayah harus memiliki tutupan awan rendah, ketinggian tinggi, dan datar, dan (2) karakteristik fisik, seperti nilai reflektansi tinggi, keseragaman spasial yang tinggi pada area yang luas, near-lambertian, dan stabil dari waktu ke waktu (invariant temporal), serta permukaan yang mudah diakses (Scott et al., 1996). Wilayah harus memiliki tutupan awan rendah untuk mendapatkan data reflektansi yang sama dengan yang diterima kamera satelit, disamping itu juga untuk menghasilkan citra yang bebas awan khususnya pada wilayah kalibrasi. Sementara nilai reflektansi yang tinggi untuk menghasilkan data yang akurat karena data reflektansi yang cenderung tinggi lebih aman dari noise. Kalibrasi radiometri vicarious pertama untuk kamera multispektral satelit LAPAN-A3/IPB telah dilakukan dengan supervisi dan analisis mendalam Kohei Arai di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur (Arai, et al, 2018). Pada penelitian tersebut dihasilkan TOA radiansi dari pengukuran kemudian dihitung persentase perbedaannya dengan hasil perhitungan di laboratorium. Melanjutkan kalibrasi vicarious pertama tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan nilai koefisien radiansi kamera mulstispektral satelit LAPANA3/IPB berdasarkan pengukuran kalibrasi lapangan yang dilakukan di wilayah lain yaitu bukit Jaddih Madura. Wilayah tersebut dinilai memenuhi syarat sebagai referensi kalibrasi vicarious kamera multispektral LAPANA3/IPB. Koefisien radiansi yang dihasilkan tersebut dapat digunakan untuk mengkonversi digital number kamera ke dalam unit radiansi, sehingga dapat meningkatkan kualitas citra kamera multispektral LAPAN-3/IPB dan pemanfaatannya dapat berkembang lebih luas lagi. Selain itu, hasil kalibrasi yang dilakukan ini dapat digunakan untuk memvalidasi hasil kalibrasi sebelumnya dan yang lebih penting yaitu untuk membangun kemandirian dan kemampuan sumberdaya LAPAN terkait proses kalibrasi radiometri vicarious di masa yang akan datang. 33 Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 18 No. 1 Juli 2020: hal 31 - 41 2 METODOLOGI 2.1.Waktu dan Lokasi Pengukuran reflektansi dan radiansi dilakukan di bukit Jaddih, Madura pada tanggal 30 Oktober 2018 (01:59:30 – 02:00:33 UTC). Waktu tersebut bertepatan dengan lewatnya satelit LAPAN-A3 pada wilayah tersebut. Sementara itu, pemilihan lokasi pada wilayah bukit Jaddih Madura (7° 5'0.04 LS dan 112°45'38.49 BT) telah diobservasi sebelumnya. Lokasi tersebut dipertimbangkan memenuhi syarat untuk dijadikan lokasi kalibrasi vicarious, yaitu memiliki homogenitas yang baik (wilayah bukit Jaddih didominasi dengan hamparan pasir kapur yang warnanya homogen), memiliki nilai reflektansi yang tinggi (bukit Jaddih merupakan bukit kapur yang didominasi dengan warna putih, objek berwarna putih memiliki reflektansi yang tinggi), memiliki luasan yang mencukupi skala resolusi sensor yang akan dikalibrasi (memiliki luasan lebih dari 30 m x 30 m, luas wilayah bukit Jaddih sebelumya diukur melalui google earth), memiliki curah hujan yang rendah (berdasarkan citra yang diporeleh LISA pada bulan Agustus – Oktober 2018, wilayah bukit Jaddih Madura cenderung bebas awan), dan aksesnya mudah (wilayah bukit Jaddih merupakan tempat wisata sehingga dapat diakses dengan mudah tanpa harus melewati birokrasi yang rumit). 2.2.Pengukuran Radiansi Reflektansi dan Pengukuran radiansi pada wilayah bukit Jaddih menggunakan instrument berupa spektrometer. Spektrometer yang digunakan merupakan jenis FieldSpec 34 Hand Held 2 buatan ASD. Pengukuran reflektansi dan radiansi dilakukan seperti pada gambar 2.1 dan gambar 2.2 (Salaswati et al., 2019). Pola tersebut digunakan dengan harapan reflektansi pada keseluruhan daerah homogen yang dijadikan referensi dapat terwakili nilai reflektansinya. Gambar 2-1: Pengukuran radiansi reflektansi wilayah bukit dan Jaddih Madura REF REF REF 5 Meter 5 Meter 5 Meter 5 Meter 5 Meter 5 Meter 6 Meter 6 Meter 6 Meter REF REF REF Gambar 2-2: Setup pengukuran wilayah homogen reflektansi Kalibrasi Radiometri Vicarious Kamera Multispektral …. (Sartika Salaswati, et.al.) Spesification Value Wavelength Range Wavelength Accuracy Spectral Resolution Integration Time Field-of-View 325 – 1075 nm radiansi di setiap kanal citra. Setelah dihasilkan radiansi pada masing-masing kanal, maka dapat dihitung koefisien radiansinya. Proses perhitungan tersebut mengacu pada persamaan berikut : ± 1 nm L = KA DN+ KB Tabel 2-1 : Spesifikasis pectrometer Fieldspec Hand Held 2 (ASD Inc, 2010) Sampling Interval Spectrum File Size Memory Storage Wigth Body Dimensions Temperature Range < 3 nm at 700 nm 8.5 ms minimum (selectable) 250 (Optional fore optics available) 1.5 nm for the spectral region 325 – 1075 nm Approximately 30 KB Up to 2000 spectrum files 1.2 kg (2.6 lbs) with batteries Measurements with handle not attached (width x depth x height) : 90 x 140 x 215 mm (3.5 x 5.5 x 8.5 in) Operating Temperature : 0o to 40o C (32o to 104o F) Storage Temperature : 0o to 45o C (32o to 113o F) Operating and Storage Humidity : 90 % Noncondensing 2.3. Pengolahan Data Pengolahan data pada kegiatan ini meliputi pengolahan data citra, pengolahan data radiansi, dan pengolahan data koefisien radiansi. Pengolahan data radiansi menggunakan software HH2 Sync, View Spec Pro, dan Ms. Excel. Pengolahan data citra menggunakan software koreksi sistematis berbasis MATLAB. Pengolahan data radiansi menghasilkan nilai 𝐾" = 𝐿 − 𝐾' 𝐷𝑁 (2-1) (2-2) KA merupakan koefisien radiansi, DN merupakan digital number citra, KB merupakan data dark citra, dan L merupakan radiansi. Jika KB= 0, maka koefisien radiansi pada citra kamera multispectral LAPAN-A3 adalah : 𝐾"* = 𝐾"+ = 𝐾"' = 𝐾"/ = 𝐿* 𝐷𝑁* ,./0 ,0 ./0 ,1 ./1 (2-3) (2-4) (2-5) (2-6) KAR, KAG, KAB, dan KAN merupakan koefisien radiansi untuk masing-masing kanal merah, hijau, biru, dan NIR. DNR, DNG, DNB, DNN merupakan digital number citra kamera multispektral untuk masing-masing kanal merah, hijau, biru, dan NIR. LR, LG, LB, dan LN merupakan radiansi untuk masingmasing kanal merah, hijau, biru, dan NIR. 3. HASIL PEMBAHASAN 3.1 Citra Wilayah Bukit Jaddih Pengamatan satelit LAPAN-A3 pada wilayah Bukit Jaddih Madura dilakukan pada tanggal 29-31 Oktober 2018, dimana pengamatan pada tanggal 29 35 Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 18 No. 1 Juli 2020: hal 31 - 41 Oktober dilakukan dengan manuver offnadir sebesar kurang lebih 40 derajat (lintasan satelit berada kurang lebih 400 km di sebelah barat target), pengamatan pada tanggal 30 Oktober dilakukan dalam posisi nadir dan pengamatan pada tanggal 31 Oktober dilakukan dengan manuver off-nadir sebesar kurang lebih 40 derajat (lintasan satelit berada kurang lebih 400 km di sebelah timur target). Gambar 3-1 berikut menunjukkan hasil pengamatan untuk ketiga hari tersebut, dimana seluruh pengamatan tersebut berhasil mengamati wilayah Bukit Jaddih. Walaupun demikian, hanya pengamatan Pada hari kedua dan ketiga yang menghasilkan citra bebas awan (citra kedua dan citra ketiga), sedangkan citra hasil pengamatan pada hari pertama tertutup awan tebal (citra pertama). Gambar 3-2 : Citra satelit LAPAN-A3 wilayah bukit Jaddih, Madura (30 Oktober 2018) Digital number 4 pixel untuk masingmasing kanal adalah sebagai berikut : Tabel 3-1 : Digital number kamera multispectral satelit LAPAN-A3 Pixel Merah Hijau Biru NIR 1 45477 33683 11238 23526 2 42883 34102 11392 22903 3 45436 34541 11452 23867 4 43301 35018 11643 23159 3.2 Radiansi Wilayah Bukit Jaddih (a) (b) (c) Gambar 3-1 : Citra satelit LAPAN-A3 wilayah bukit Jaddih, Madura (a) 29 Oktober 2018, (b) 30 Oktober 2018, (c) 31 Oktober 2018 Data citra wilayah bukit Jaddih pada tanggal 30 Oktober 2018 berhasil diperoleh. Data kuantitatif dari citra tersebut berupa nilai digital number pada masing-masing kanal. Wilayah pengukuran radiansi berukuran 30 m x 30 m, yang berarti luasan tersebut mewakili 2 x 2 pixel ( 1 pixel di kamera sama dengan 15 m di bumi). 36 Data radiansi diperoleh dari pengukuran wilayah bukit Jaddih dengan menggunakan spektrometer. Dari pengukuran tersebut diperoleh grafik radiansi dari panjang gelombang 325 – 1075 nm. Sehingga untuk mengetahui nilai radiansi pada panjang gelombang tertentu perlu dilakukan perhitungan lebih lanjut. Citra kamera multispektral satelit LAPAN-A3 terdiri dari empat kanal yaitu kanal merah (red), kanal hijau (green), kanal biru (blue), dan kanal NIR. Untuk menghitung radiansi pada kanal-kanal tersebut diperlukan nilai Full Width Half Maximum (FWHM) masing-masing kanal. Nilai FWHM untuk kanal merah, hijau, biru, dan NIR pada kamera multispektral kamera satelit LAPAN-A3 adalah sebagai berikut : Kalibrasi Radiometri Vicarious Kamera Multispektral …. (Sartika Salaswati, et.al.) Tabel 3-2 : FWHM pada kanal kamera Tabel 3-4 : Koefisien radiansi dengan referensi multispektral satelit LAPAN-A3 wilayah bukit kalibrasi Kanal FWHM (nm) Merah Hijau Biru NIR 630 – 700 510 – 580 410 – 490 770 – 900 Jaddih vicarious untuk kamera multispectral LAPAN-A3 Kanal Koefisien Radiansi Merah Hijau Biru NIR 0.001339 0.001826 0.003603 0.001430 1.0 0.8 2 Radiance (mW/cm -sr-um) 1.2 0.6 0.4 0.2 0.0 300 400 500 600 700 800 900 1000 1100 Wavelength (nm) Gambar 3-3 : Grafik radiansi wilayah bukit Jaddih, Madura (spektrometer) Nilai radiansi diperoleh dari luas dibawah grafik radiansi yang diperoleh dari pengukuran spektrometer. Setelah dilakukan perhitungan, maka diperoleh radiansi untuk masing-masing kanal adalah sebagai berikut Tabel 3-3 : Radiansi wilayah bukit Jaddih untuk masing-masing kanal Kanal Radiansi (mW/cm2-srum) Merah Hijau Biru NIR 59.229 62.690 41.155 33.404 Sebagai perbandingan akan ditampilkan koefisien radiansi berdasarkan pengukuran laboratorium sebelum peluncuran. Pengukuran ini menggunakan uniform light source integrating sphere sebagai sumber cahayanya. Tabel 3-6 menunjukkan bahwa koefisien radiansi pada kalibrasi vicarious wilayah bukit Jaddih tidak jauh berbeda dengan koefisien radiansi Laboratorium dan Bromo. Terjadi sedikit perbedaan koefisien radiansi di setiap wilayah, karena belum dilakukannya koreksi terhadap atmosfer di masingmasing wilayah tersebut. Akan tetapi, perbedaan yang tidak signifikan menunjukkan bahwa koefisien radiansi tersebut cukup presisi dan dapat dipertimbangkan penggunaannya. 3.3 Koefisien Radiansi Berdasarkan persamaan (2-3), (2-4), (2-5),dan (2-6) maka diperoleh koefisien radiansi masing-masing kanal sebagai berikut : 37 Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 18 No. 1 Juli 2020: hal 31 - 41 Tabel 3-5 : Perbandingan kalibrasi koefisien radiansi vicarious kamera multispectral LAPAN-A3 di beberapa wilayah referensi Kanal Koefisien Radiansi Jaddih Lab Bromo Kupang Merah 0.00134 0.00074 0.00077 0.00312 Hijau 0.00183 0.00060 0.00099 0.00569 Biru 0.00360 0.00151 0.00675 0.01191 NIR 0.00143 0.00085 0.00103 0.00486 Gambar 3-5 : Citra wilayah Gunung Bromo, Jawa Timur Tabel 3-6 : Selisih koefisien radiansi kalibrasi vicarious kamera LAPAN-A3 di multispectral beberapa wilayah kalibrasi Selisih Koefisien Radiansi Kanal Jaddih- Jaddih- Jaddih- Lab Bromo Kupang Merah 0.00060 0.00057 0.00178 Hijau 0.00123 0.00084 0.00387 Biru 0.00209 0.00315 0.00831 NIR 0.00058 0.00040 0.00343 Gambar 3-4 dan 3-5 berikut menunjukkan citra satelit LAPANA3/IPB pada saat pengukuran kalibrasi yang dilakukan di wilayah Kupang dan Gunung Bromo. Gambar 3-4 : Citra wilayah Kupang, Tenggara Timur (NTT) 3.4 Analisis Temporal Selain menggunakan data citra satelit pada saat pengukuran lapangan berlangsung, penelitian ini juga membandingkan citra observasi wilayah bukit Jaddih untuk beberapa waktu pengamatan yang berbeda dengan tujuan untuk mengetahui stabilitas radiansi dari wilayah bukit Jaddih tersebut. Wilayah dengan tingkat stabilitas radiansi yang tinggi umumnya dapat dijadikan sebagai target wilayah kalibrasi yang dapat digunakan secaraberkala dari waktu ke waktu, karena tidak dipengaruhi pengaruh atmosfer secara signifikan. Gambar 3-6 menunjukkan beberapa citra observasi bukit Jaddih yang digunakan dalam perbandingan ini, yaitu beberapa citra pengamatan bukit Jaddih yang bebas awan yang diperoleh pada tahun 2018. Nusa Gambar 3-6 : Citra wilayah bukit Madura periode 2018 38 Jaddih, Kalibrasi Radiometri Vicarious Kamera Multispektral …. (Sartika Salaswati, et.al.) Tabel 3-7 : Digital number kamera multispectral satelit LAPAN-A3 pada citra wilayah bukit Jaddih pada waktu yang berbeda Kanal Kanal Kanal Kanal Merah Hijau Biru NIR 29-03-2018 54347 44192 12044 27704 17-09-2018 59127 48457 22473 25790 18-09-2018 60201 44400 21882 29188 30-10-2018 44274 34336 11431 23364 Tanggal Tabel 3-8 : Koefisien vicarious radiansi kamera kalibrasi multispectral LAPAN-A3 di wilayah bukit Jaddih pada waktu yang berbeda Tanggal Kanal Kanal Kanal Kanal Merah Hijau Biru NIR 29-03-2018 0.00109 0.00142 0.00342 0.00121 17-09-2018 0.00100 0.00129 0.00183 0.00130 18-09-2018 0.00098 0.00141 0.00188 0.00114 30-10-2018 0.00134 0.00183 0.00360 0.00143 Dengan menggunakan data pengukuran lapangan yang dimiliki, Tabel 3-6 menunjukkan hasil perhitungan koefisien radiansi yang diperoleh dengan menggunakan beberapa data citra observasi tersebut. Tabel 3-7 menunjukkan bahwa nilai koefisien radiansi yang dihasilkan dengan menggunakan beberapa citra observasi tersebut memiliki nilai yang relatif konstan, dengan standar deviasi sebesar 15 persen. Dengan demikian, wilayah bukit Jaddih dapat dikatakan memiliki karakteristik yang cukup baik sehingga hasil kalibrasi radiometri vicarious yang dilakukan ini dapat dikatakan cukup akurat. 4 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam kalibrasi vicarious di bukit Jaddih Madura ini, diperoleh koefisien radiansi kanal merah 0,00134; kanal hijau 0,00183; kanal biru 0,0036; dan kanal NIR 0,00143. Nilai tersebut dapat dikatakan merepresentasikan radiansi pada sebuah citra. Nilai yang dihasilkan tidak berbeda jauh dengan koefisien radiansi yang dihasilkan dalam beberapa kalibrasi sebelumnya di wilayah yang berbeda. Akan tetapi perlu dikaji lebih lanjut apakah koefisien ini dapat berlaku untuk semua citra atau citra tertentu saja. Selain itu, penelitian ini masih memerlukan penyempurnaan karena belum dilakukannya koreksi atmosfer pada pengukuran. Analisis temporal menunjukkan bahwa koefisien radiansi yang dihasilkan menggunakan beberapa citra observasi wilayah bukit Jaddih pada periode waktu lain memiliki nilai yang relatif sama, dengan standar deviasi sebesar 15 persen. Kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa hasil kalibrasi radiometri vicarious yang dilakukan cukup akurat. Walaupun demikian, akurasi kalibrasi dapat lebih ditingkatkan dengan memperhitungkan faktor atmosfer pada wilayah pengukuran. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Ir. Mujtahid, MT selaku Kepala Pusat Teknologi Satelit Lapan, Bapak Abdul Karim, ST, MT selaku Kepala Bidang Program dan Fasilitas, Bapak Wahyudi Hasbi, S.Si, M.Kom selaku Kepala Bidang Diseminasi, atas arahan, bimbingan, serta fasilitas yang diberikan. Tak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada tim pengukuran di lapangan. Atas bantuan mereka semua, karya tulis ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik. PERNYATAAN PENULIS Sartika Salaswati, Patria Rachman Hakim, dan A Hadi Syafrudin memiliki peran yang sama besar sebagai kontributor utama dalam penelitian ini, yang bertanggungjawab terhadap proses 39 Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 18 No. 1 Juli 2020: hal 31 - 41 perancangan penelitian dan prosedur kalibrasi, serta pengolahan dan analisis data. Sementara itu, Rommy Hartono, Satriya Utama, Agus Herawan, Rifki A, Rakhmat Yatim, dan Bambang Sigit berperan sebagai kontributor anggota dalam penelitian ini, bertanggungjawab terhadap proses akuisisi data satelit dan pengukuran spektrometer di lapangan. DAFTAR RUJUKAN Amalo, L.F., et al., 2018. Drought Monitoring Using LISAT and LANDSAT 8 Satellite Imagery in Pakisjaya District, West Java, Paper presented at the 5th Sympoium on LAPAN-IPB Satellite, 2018. Arai, K., et. al., 2018. Method for Uncertainty Evaluation of Vicarious Calibration of Spaceborne Visible to Near Infrared Radiometers, International Journal of Advanced Computer Science and Applications (IJACSA), Vol. 10, No. 1, 2019. ASD Inc., 2010. FieldSpec HandHeld 2TM Spectroradiometer User Manual, www.asdi.com, diakses : 13 Agustus 2019. Canada Centre for Remote Sensing CCRS, Vicarious Calibration, http://calvalportal.ceos.org/cal/valwiki//wiki/CalVal+Wiki/Vicarious+C alibration, diakses : 13 Agustus 2019. Dinguirard, M., & Slater, P.N., 1999. Calibration of Space-multispectral Imaging Sensor : A Review, Remote Sensing of Environtment 68 (194 – 205). Hakim, et. al., 2018. Development of Sytematic Image Preprocessing of LAPAN-A3/IPB Multispectral Images, International Journal af Advanced Studies in Computer Science in Engineering (IJASCSE) Volume 7 Issue 10. 40 Nugroho, S.P., et al., 2018. Landuse Change Analysis for Hydrology Response and Planning Management of Cibeet Subwatershed, Wst Java, Indonesia, Paper presented at the 5th Sympoium on LAPAN-IPB Satellite, 2018. Permatasari, P.A., et al., 2018. Comparison of LISAT and LANDSAT Imagery for Estimating Chlorophyl-a, Paper presented at the 5th Sympoium on LAPAN-IPB Satellite, 2018. Raimadoya, M.A., et al., 2011. Analisis Misi dan Rancangan LAPAN-IPB Satellite (LISAT) untuk Pemantauan Kemandirian Pangan, Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, ISSN : 08534217. Salaswati, S., et al., 2019. Observasi Wilayah TNBTS untuk Kalibrasi Vicarious Kamera Multispektral LAPAN-A3, Prosiding SIPTEKGAN XXIII 2019. Scott, K.P., Thome, K.J., & Bronwlee, M.R., 1996. Evaluation of The Railroad Valley Playa for Use in Vicarious Calibration. In Proceedings of SPIE Conference (pp. 158 -166). Setiawan, Y., et al., 2017. An Evaluation of The Use of LAPAN-A3/IPB Spectral Features to Identify Agricultural Land Use Types in Java, Paper presented at the 4th Sympoium on LAPAN-IPB Satellite, 2017. Setiawan, Y., et al., 2018. Pemanfaatan Fusi Data Satellite-A3/IPB dan Landsat 8 untuk Monitoring Lahan Sawah, Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 8 No.1, 67 – 76. Syafrudin, A.H., et. al., 2018. Pre-Flight Radiometric Model of Linear Imager on LAPAN-IPB Satellite, IOP Conference Series : Earth and Environmental Science, Sci. 149 012068. Tahir, A.M., et al., 2016. Peningkatan Kualitas Fokus Citra Imager Kalibrasi Radiometri Vicarious Kamera Multispektral …. (Sartika Salaswati, et.al.) Multispektral Satelit LAPAN-A3, Jurnal Teknologi Dirgantara Vol.14 No.1 Juni 2016 : 37-50. Wijayanto, A.K., et al., 2018. The Characteristic of Spectral Reflectance from LAPAN-IPB Satellite and Landsat 8 over Agricultural Area in Probolinggo, East Java, Paper presented at the 5th Sympoium on LAPAN-IPB Satellite, 2018. 41 Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 18 No. 1 Juli 2020: hal 31 - 41 42