Al-Liqo: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM P-ISSN: 2461-033X | E-ISSN: 2715-4556 Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi Al-Quran Siswa *Inara Shima. Fathur Rohman. Email: agustinshima@gmail. com1, fathur_rohman@unisnu. Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara 1. Jawa Tengah. Indonesia Abstract This study aims to describe the integration of the flagship program of the Al-Quran Education Park (TPQ) and analyze its impact on studentsAo ability to read the QurAoan at MI As-Salam Kancilan Jepara. The study is motivated by the low level of Quranic literacy, primarily due to limited access to TPQ outside of school. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the TPQ program is implemented through student needs-based planning, daily morning sessions using the YanbuAoa method, and tiered evaluations via achievement books and IMTAS assessments. The program significantly enhances studentsAo QurAoanic reading skills in terms of fluency, tajwid, and articulation. Additionally, the integration fosters an emotional and spiritual connection to the QurAoan among This study recommends the TPQ integration model as a viable solution for elementary educational institutions to enhance students' holistic religious literacy. The findings also imply opportunities for future research focusing on character development, digital approaches, and the effectiveness of implementation in other school contexts. Keywords: TPQ Integration. Formal Leaning. QurAoanic Literacy Abstrak Penelitian bertujuan mendeskripsikan integrasi Program TPQ dan menganalisis pengaruhnya terhadap kemampuan membaca Al-Quran siswa di MI As-Salam Kancilan Jepara. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi Al-Quran di kalangan siswa, terutama karena keterbatasan akses terhadap TPQ di luar sekolah. Pendekatan melalui kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa program TPQ dilaksanakan melalui perencanaan berbasis kebutuhan siswa, pelaksanaan rutin setiap pagi menggunakan metode YanbuAoa, dan evaluasi berjenjang melalui buku prestasi dan IMTAS. Program ini signifikan meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran siswa, baik dari segi kefasihan, tajwid, makharijul huruf. Integrasi membentuk keterikatan emosional dan spiritual siswa terhadap AlQuran. Penelitian merekomendasikan model integrasi TPQ sebagai solusi bagi lembaga pendidikan dasar dalam memperkuat literasi keagamaan siswa secara holistik. Implikasi dari temuan membuka peluang untuk pengembangan riset lanjutan yang mengkaji aspek karakter, pendekatan digital, serta efektivitas implementasi di lingkungan sekolah lainnya. Kata Kunci: Integrasi TPQ. Pembelajaran Formal. Literasi Al-Quran. Cara Mensitasi Artikel: Shima. , & Rohman. Integrasi program TPQ dalam pembelajaran formal untuk meningkatkan literasi Al-Quran Siswa. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 10. , 39-58. https://doi. org/10. 46963/alliqo. *Corresponding Author: agustinshima@gmail. Histori Artikel: Diterima Direvisi Diterbitkan Editorial Address: Kampus Parit Enam. STAI Auliaurrasyidin Tembilahan. Jl. Gerilya No. Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213. : 30/04/2025 : 14/06/2025 : 30/06/2025 DOI: https://doi. org/10. 46963/alliqo. AAuthors . Licensed under (CC-BY-SA) Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa PENDAHULUAN Kapabilitas baca Al-Quran sejak usia dini menjadi kerangka utama dalam pembentukan karakter, kecerdasan, dan spiritualitas anak. Pada fase perkembangan otak yang sangat pesat, stimulasi positif seperti pembiasaan pelafalan Al-Quran menjadi lebih cepat melekat serta membentuk pola pikir dan perilaku anak di masa mendatang (Maghribi et al. , 2023: 51. Nurjanah & Syahrul, 2024: . Kegiatan literasi Al-Quran tidak sekadar memperkenalkan huruf hijaiyah dan kaidah tajwid, tetapi juga menginternalisasi karakter Islami, seperti sifat jujur dan tanggung jawab, kasih sayang, serta sikap saling menghormati (Ismaraidha et al. 2024: . Berbagai studi menunjukkan bahwa aktivitas literasi Al-Quran yang konsisten dapat memperkuat kemampuan kognitif, memori, fokus, serta keterampilan literasi anak. Selain itu, pembiasaan ini turut membangun pondasi spiritual yang kuat dan membentuk akhlak mulia sejak dini (Maulidin & Jamil, 2024: . Pembiasaan membaca Al-Quran setiap pagi secara terprogram berkontribusi positif terhadap peningkatan fokus belajar siswa di kelas (Astuti et , 2024: . Program tahfidz yang terjadwal juga terbukti mampu memperkuat daya ingat serta menumbuhkan sikap tanggung jawab pada anak usia Sekolah Dasar (Pratama et al. , 2024: . Keterlibatan guru sebagai pembimbing spiritual dalam aktivitas literasi Al-Quran memiliki peran penting dalam membentuk kelekatan emosional siswa terhadap nilai-nilai keagamaan dan meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam kegiatan keislaman sehari-hari (Kholifah, 2024: v. Agar pembelajaran ini berlangsung efektif, dibutuhkan lingkungan belajar yang menyenangkan serta dukungan aktif dari pendidik dan orang tua (Aprida & Suyadi, 2022: 2462. Halimah et al. , 2024: . Oleh karena itu, mengenalkan dan membiasakan anak literasi Al-Quran sejak dini tak sekadar sebagai kebutuhan religius, akan tetapi juga celengan jangka panjang dalam mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Namun, realitas data empiris mengindikasikan bahwa siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) kurang lancar dalam literasi Al-Quran. Berdasarkan studi, menyiratkan bahwa meskipun sebagian siswa sudah mampu melafalkan Al-Quran, mayoritas belum fasih dalam melafalkan huruf hijaiyah, memahami kaidah tajwid. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa serta membedakan panjang pendek harakat (Nadhifah, 2024: xii. Syaifullah et al. 2022: 11. Kondisi ini dipengaruhi karena sejumlah elemen, antara lain rendahnya insentif belajar, terbatasnya peran keluarga dan guru, strategi pengajaran yang kurang menarik, serta keterbatasan sarana pembelajaran (Gusman, 2017: . Lingkungan keluarga yang kurang mendukung serta dominasi penggunaan gadget pada anak, turut memperparah rendahnya kemampuan baca Al-Quran siswa (Fatimah, 2018: i. Situasi ini menjadi perhatian serius, karena kemampuan membaca Al-Quran merupakan pondasi dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter islami sejak dini. MI As-Salam Jepara merupakan diantara Sekolah Dasar Islam yang secara konsisten mengintegrasikan skema Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) ke dalam sistem pembelajaran formal. Sejak didirikan pada tahun 2012. Madrasah ini telah menyadari pentingnya membekali pemberian akses pembelajaran Al-Quran kepada seluruh siswa, khususnya mereka yang tidak mengikuti TPQ di luar sekolah. Karena itu. MI As-Salam menginisiasi Program Unggulan TPQ yang terintegrasi ke dalam rutinitas harian siswa. Program ini dilaksanakan setiap pagi setelah kegiatan pembiasaan pagi seperti asmaul husna, pembacaan kitab Bidayatul Muta'alim, sholat dhuha, dan tahlil. Dengan menggunakan metode Yanbu'a dan melibatkan pengajar bersertifikat yang aktif dalam kegiatan Lajnah Muroqqobah Yanbu'a (LMY), program ini dijalankan secara profesional dan sistematis. Pengelompokan kelas TPQ dilakukan berdasarkan tingkatan jilid, bukan jenjang kelas formal, sehingga pembelajaran lebih sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa. Selain mendukung pelaksanaan program IMTAS (Imtihan Akhirus Sana. , integrasi ini juga bertujuan membentuk generasi yang cerdas secara akademik sekaligus kuat dalam pemahaman dan pengalaman nilai-nilai keislaman (Iqbal et , 2024: . Merujuk uraian pada bagian latar belakang, masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah difokuskan pada dua hal utama, yaitu bagaimana integrasi Program Unggulan TPQ di MI As-Salam Kancilan Jepara dan bagaimana pengaruh program tersebut berkenaan pada keterampilan tilawah Al-Quran siswa. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa Berbagai riset sebelumnya telah banyak membahas kiprah TPQ dalam menunjang kemampuan membaca Al-Quran anak-anak. Misalnya, riset oleh Apriliyana dan Lestari et al. 4: 49. 2023: . yang menyoroti efektivitas metode pembelajaran Yanbu'a dalam TPQ, sementara penelitian oleh Puspitasari et . 3: . menunjukkan partisipasi orang tua dalam kegiatan TPQ di luar sekolah berdampak signifikan terhadap kemajuan bacaan siswa. Integrasi program TPQ ke dalam sistem pendidikan formal memberikan kemudahan bagi siswa dalam menjadwalkan pembelajaran Al-Quran secara konsisten di tengah rutinitas sekolah (Syamsidar et al. , 2024: 14. Program TPQ yang mengadopsi metode pembelajaran tertentu juga terbukti meningkatkan kelancaran membaca Al-Quran, khususnya dalam penguasaan tajwid dan pengucapan huruf hijaiyah (Anggita et al. 2023: . Di sisi lain, penerapan sistem evaluasi berbasis ujian akhir atau imtihan turut mendorong motivasi siswa untuk belajar lebih giat dan terarah dalam meningkatkan keterampilan tilawah mereka. Selain itu, studi dari Puspitasari et al. 3: . membahas kontribusi TPQ sebagai lembaga nonformal dalam membentuk karakter religius, beradab, berakhlak, dan berkarakter. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian tersebut menempatkan TPQ sebagai entitas pendidikan nonformal yang berdiri di luar institusi formal, serta lebih banyak menekankan aspek metode atau peran lingkungan keluarga. Penelitian ini hadir dengan pendekatan yang berbeda, yakni mengkaji integrasi TPQ yang berintegrasi langsung ke dalam kegiatan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI) formal, yaitu MI As-Salam Kancilan Jepara. Penelitian ini juga mengaitkan integerasi program TPQ dengan keterlibatannya dalam program evaluasi eksternal seperti IMTAS (Imtihan Akhirussana. , yang relatif kurang diperhatikan pada kajian yang lalu. Dengan demikian, riset ini menawarkan kebaruan baik dari sisi setting penelitian (Madrasah forma. , bentuk integrasi (TPQ) dalam kurikulum harian sekolah, instrumen dan subjek yang lebih kontekstual, serta keterhubungan program TPQ dengan sistem evaluasi berskala regional. Penelitian ini secara khusus mengkaji bagaimana implementasi program TPQ yang telah terintegrasi dalam sistem pembelajaran MI As-Salam Kancilan Jepara, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasinya. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Unggulan TPQ yang terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran di MI As-Salam Kancilan Jepara, menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-Quran siswa. Urgensi riset ini disusun atas dasar realitas bahwa masih rendahnya tilawah Al-Quran secara fasih di kalangan siswa MI, yang salah satunya disebabkan oleh keterbatasan akses TPQ luar. Melalui program internal ini. MI As-Salam berupaya menghadirkan solusi dengan pendekatan sistematis, berkelanjutan, dan kontekstual. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap kajian pendidikan Al-Quran berbasis madrasah, kontribusi praktis bagi lembaga pendidikan Islam yang ingin mengembangkan model serupa, serta sumbangan kebijakan bagi pemangku kepentingan pendidikan Islam dalam merancang strategi pembinaan bacaan Al-Quran yang lebih terstruktur dan relevan dengan kebutuhan siswa. METODE Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fenomena yang terjadi terkait implementasi program unggulan TPQ yang telah terintegrasi ke dalam sistem pembelajaran formal di MI As-Salam Kancilan Jepara (Sugiyono, 2022: . Dengan pendekatan ini, memberi peluang bagi peneliti untuk memahami secara mendalam tentang proses, kendala, dan hasil yang dicapai dalam pelaksanaan program tersebut melalui data kualitatif berupa kata-kata, peristiwa, dan dokumen terkait (Sidiq & Choiri, 2019: . Penelitian ini dilaksanakan di MI As-Salam Kancilan Jepara, dengan subjek penelitian yang meliputi guru TPQ yang terlibat dalam program unggulan, siswasiswi MI yang mengikuti program, serta pihak terkait seperti kepala madrasah dan orang tua siswa yang berperan sebagai sumber informasi data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan terhadap pelaksanaan agenda unggulan TPQ di madrasah guna mencermati proses belajar serta hubungan pedagogis antara pengajar dan siswa. Selain itu, dilakukan wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan pihak terkait guna menggali Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa pengalaman, persepsi, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program. Dokumentasi berupa catatan, laporan kegiatan, dan bahan ajar yang digunakan dalam program TPQ juga dikumpulkan sebagai data pendukung untuk memperkuat hasil penelitian (Arrifa et al. , 2024: . Analisis terhadap data dalam penelitian ini dilakukan melalui pendekatan analisis (Miles et al. , 2014: . yang mencakup tiga tahapan pokok. Pertama, tahap seleksi data, yaitu kegitan menyederhanakan, memilih, serta memfokuskan data yang relevan dengan tujuan penelitian agar informasi yang diperoleh menjadi lebih terarah dan mudah dipahami. Kedua, tahap pemaparan data, yakni data yang telah disederhanakan disajikan dalam format deskriptif dalam bentuk uraian, tabel, maupun diagram guna mempermudah peneliti dalam memahami korelasi antar elemen data. Ketiga, konklusi dan validasi, yakni proses menyusun simpulan berdasarkan hasil analisis data yang kemudian diverifikasi kembali untuk mnejamin kredibilitas dan validitas hasil penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Lembaga dan Latar Belakang Program TPQ MI As-Salam merupakan lembaga pendidikan Islam tingkat dasar yang berdiri sejak tahun 2012 di bawah naungan Yayasan As-Salam. Lembaga ini didirikan berkat inisiatif pemuka masyarakat dan pemuka agama, di antaranya Slamet Mulyono selaku pembina, serta K. Taufiq Ismail sebagai salah satu pendukung utama berdirinya madrasah. Lokasinya berada di Desa Kancilan. Kecamatan Kembang. Kabupaten Jepara. MI As-Salam memiliki dua program unggulan, yaitu Full Day School dan TPQ (Taman Pendidikan Al-Qura. , yang keduanya dirancang untuk memperkuat pembinaan keagamaan dan karakter siswa. Salah satu latar belakang munculnya program TPQ internal kenyataan bahwa sebagian besar siswa MI As-Salam tidak mengikuti TPQ di luar sekolah. Selain itu, minimnya penguasaan terhadap bacaan Al-Quran di kalangan siswa menjadi perhatian bersama. Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ini antara lain keecanduan gadget, minimnya bimbingan dari orang tua di rumah, serta rendahnya motivasi belajar anak terhadap pembelajaran Al-Quran. Melihat kenyataan tersebut, pihak madrasah mengambil langkah strategis dengan mengintegrasikan program Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa TPQ ke dalam rutinitas pembelajaran harian, yang dilaksanakan setiap pagi sebelum pelajaran umum dimulai Mengacu pada hasil pengamatan peneliti yang dilaksanakan di hari Senin, 28 April 2025, terlihat bahwa kegiatan TPQ berjalan secara sistematis dan Proses pembelajaran dimulai dari pembiasaan ibadah seperti sholat dhuha dan doa bersama, dilanjutkan dengan metode sorogan, menulis huruf hijaiyah, hafalan surat pendek, dan bacaan sholat, dengan menggunakan metode Yanbu'a yang sudah terstandarisasi secara nasional. Guru-guru pengajar merupakan tenaga pendidik bersyahadah dan aktif dalam Lajnah Muroqqobah Yanbu'a (LMY). Gambar 1. Persiapan Program TPQ di Masing-Masing Kelas Pentingnya program TPQ di MI As-Salam juga selaras dengan kebijakan pemerintah, khususnya Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang aspek pengajaran Agama dan Pendidikan spiritual. pada regulasi itu. TPQ termasuk pada lembaga pendidikan diniyah nonformal yang memiliki dua fungsi utama, yaitu menajamkan kompetensi literasi Al-Quran secara lisan dan tulisan serta menanamkan nilai-nilai karakter terpuji sejak usia dini (Pemerintah Republik Indonesia, 2007: . Literasi Al-Quran merupakan bagian fundamental dari pendidikan Islam karena Al-Quran adalah sumber pokok hukum Islam dan dasar pelaksanaan ibadah (Siti Aisyah, 2023: . Dengan demikian, kemampuan tilawah Al-Quran secara baik dan sesuai aturan menjadi pijakan awal dalam memahami serta mengamalkan ajaran Islam secara utuh (Aliya et al. , 2024: . Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa Program TPQ yang dijalankan di MI As-Salam merupakan bentuk konkret implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam PP No. 55 Tahun 2007. Literasi Al-Quran di madrasah ini bukan semata-mata disampaikan sebagai keterampilan teknis literasi, tetapi juga dijadikan sebagai bagian integral dalam pembentukan karakter, pembiasaan spiritual, dan pembinaan akhlak anak secara berkelanjutan. Dengan demikian, program TPQ MI As-Salam tidak hanya mendukung capaian pendidikan agama secara formal, tetapi juga menjawab tantangan nyata dalam memperkuat budaya QurAoani di lingkungan pendidikan dasar. Integrasi Program TPQ Integrasi Program TPQ di MI As-Salam Kancilan Jepara dilaksanakan dengan melewati tigas fase pokok, yakni perencanaan, integrasi, dan penilaian. Ketiga tahap ini saling berkaitan dan menjadi kerangka utama keberhasilan program belajar tilawah dan tulisan Al-Quran. Perencanaan Program Fase perencanaan menjadi fondasi utama dalam keberhasilam pelaksanaan program TPQ (Widodo, 2024: 13. Di MI As-Salam, proses perencanaan dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan kepala madrasah, kepala program TPQ, serta guru pengampu. Rapat ini bertujuan menyelaraskan visi dan tujuan program TPQ dengan kebutuhan riil siswa. Hasil dari koordinasi ini adalah penyusunan jadwal kegiatan TPQ yang disesuaikan dengan waktu sebelum pelajaran umum, yaitu pukul 07. 30 WIB, serta teknis pelaksanaan yang terstruktur. Gambar 2. Jadwal TPQ Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa Hal penting lain dalam perencanaan adalah tes awal kecakapan literasi dasar Al-Quran. Tes ini digunakan guna mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat penguasaan jilid kitab Yanbu'a, bukan berdasarkan kelas formal. Dengan demikian, satu kelompok bisa terdiri dari siswa kelas dua hingga kelas enam, selama mereka berada pada tingkat jilid yang sama. Pola ini memungkinkan proses pembelajaran lebih efektif karena materi yang disampaikan sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa (Widodo, 2024, pp. Pendekatan ini selaras dengan teori manajemen pendidikan, khususnya dalam aspek perencanaan strategis berbasis kebutuhan siswa . eed-based plannin. (Yusril et al. , 2023: . Menurut Septianti & Afiani . 0: . , perencanaan pendidikan yang baik harus memperhatikan karakteristik siswa, kemampuan awal, serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Perencanaan berbasis kebutuhan siswa ini mampu mencegah pembelajaran yang stagnan atau tidak relevan. Sebaliknya, perencanaan yang terukur dapat menghasilkan pendekatan pembelajaran yang tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kemampuan siswa. Lebih lanjut, pendekatan ini juga mencerminkan prinsip diferensiasi pada saat pembelajaran berlangsung, siswa memperoleh materi sesuai dengan zona perkembangan terdekatnya (Jahrir et al. , 2024: . Dengan menyusun perencanaan berdasarkan jilid kitab, guru dapat lebih mudah memberikan bimbingan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing anak, baik dalam aspek makharijul huruf, tajwid, maupun kelancaran membaca. Dengan demikian, tahap perencanaan yang matang dan berbasis data hasil tes awal menjadikan program TPQ MI As-Salam tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif dalam menjawab tantangan rendahnya literasi Al-Quran pada usia dasar. Pelaksanaan Program Pelaksanaan program TPQ di MI As-Salam Kancilan Jepara dilaksanakan setiap hari Senin hingga Sabtu, pukul 07. 30Ae08. 30 WIB, sebelum dimulainya pelajaran umum. Pemilihan waktu ini dimaksudkan agar siswa berada dalam kondisi yang masih segar dan fokus, sehingga lebih mudah menyerap materi Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa keagamaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, khususnya bacaan Al-Quran. Materi pembelajaran dalam program TPQ meliputi keterampilan membaca, menyalin, dan menghafal Al-Quran, termasuk hafalan doa-doa harian, suratsurat pendek, serta bacaan dalam shalat. Metode yang digunakan adalah metode YanbuAoa, yaitu metode baca tulis Al-Quran yang sistematis dan bertingkat, mulai dari jilid pra hingga jilid 7. Metode ini menekankan pada penguasaan makharijul huruf, tajwid, serta kefasihan . dalam pelafalan (Fatah & Hidayatullah, 2021: . Aktivitas pembelajaran berlangsung secara variatif, mencakup kegiatan sorogan . etoran individu kepada gur. , penulisan huruf hijaiyah, serta pembacaan bersama surat-surat pendek dan doa harian. Setiap sesi diakhiri dengan doa penutup, menjadikan proses belajar tidak hanya terstruktur secara pedagogis, tetapi juga bernilai ibadah. Para pengajar dalam program TPQ merupakan guru yang telah bersyahadah dan aktif dalam Lajnah Muroqqobah YanbuAoa (LMY) di lingkup kecamatan hingga kabupaten. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dijalankan oleh tenaga profesional yang memiliki otoritas dan kompetensi dalam menerapkan metode YanbuAoa dengan benar. Pengelompokan siswa tidak dilakukan berdasarkan jenjang kelas MI, melainkan berdasarkan jilid kitab YanbuAoa yang sedang dipelajari, sehingga lebih sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa Jika dibandingkan dengan hasil studi (Fatah & Hidayatullah, 2021: . di pondok pesantren Darul Rachman Kudus, pelaksanaan metode Yanbu'a di MI As-Salam menunjukkan kesamaan dalam hal struktur materim teknik sorogan, serta penekanan pada kefasihan bacaan dan makharijul huruf. Namun MI AsSalam menambahkan dimensi pendidikan formal terintegrasi, karena pelaksanaannya berada di Sekolah Dasar formal dan menjadi bagian dari rutinitas harian. Hal ini menjadikan pembelajaran Al-Quran tidak terpisah dari pendidikan umum, melainkan saling menguatkan. Selain itu, studi ini juga menyoroti bahwa keberhasilan metode Yanbu'a dipengaruhi oleh lingkungan pembelajaran yang konsisten, motivasi peserta, dan kualifikasi guru memiliki Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa kompetensi, siswa terstruktur dalam pembiasaan, dan kegiatan dilakukan dengan penuh disiplin (Nurseha et al. , 2023: 3. Dengan demikian, pelaksanaan metode Yanbu'a di MI As-Salam tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis dan terukur serta teruji efektif dalam mengembangkan kemampuan membaca Al-Quran siswa secara gradual maupun Evaluasi Program Evaluasi Program TPQ di MI As-Salam dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan perluasan kapasitas literasi Al-Quran siswa berjalan sesuai Evaluasi ini mencakup beberapa bentuk dan tingkat: Evaluasi Harian Evaluasi dilakukan secara langsung saat kegiatan TPQ berlangsung. Guru memantau pelafalan huruf hijaiyah, penerapan hukum tajwid, serta kelancaran bacaan siswa melalui metode sorogan dan pembacaan bersama. Hal ini memungkinkan guru memberi umpan balik secara langsung untuk memperbaiki kesalahan bacaan. Evaluasi Kenaikan Jilid dan Hafalan Surat Siswa diuji untuk naik ke jilid berikutnya berdasarkan hasil bacaannya secara Selain itu, evaluasi juga mencakup penguasaan hafalan ayat-ayat pendek, doa harian, dan komponen bacaan shalat. Kriteria kenaikan jilid mencakup aspek kefasihan, tajwid, serta penguasaan makharijul huruf. Ujian Resmi oleh Lajnah Muroqqobah Yanbu'a (LMY)-IMTAS MI As-Salam bekerja sama dengan LMY dalam pelaksanaan IMTAS (Imtihan Akhirussana. sebagai bentuk standarisasi penilaian akhir. Ujian ini diikuti oleh seluruh peserta TPQ yang telah mencapai jilid tertentu, dan hasilnya menjadi tolok ukur kualitas program secara umum. Buku Prestasi Santri Evaluasi juga terdokumentasi dalam buku prestasi yang digunakan sebagai alat ukur perkembangan setiap siswa. Guru mencatat status bacaan siswa dengan keterangan L (Lanca. atau BL (Belum Lanca. Pencatatan ini tidak Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa hanya mencerminkan kemajuan, tetapi juga menjadi acuan untuk intervensi pembelajaran selanjutnya. Berdasarkan parameter literasi Al-Quran menurut (Siddiq, 2016: . , keberhasilan program TPQ dapat diukur melalui tiga aspek utama yang saling Pertama, kefasihan, yaitu kemampuan siswa dalam melafalkan hurufhuruf hijaiyah secara tepat dan alami, sebagaimana pelafalan orang Arab, tanpa terbata-bata maupun kesalahan dalam pelafalan makhraj. Kedua, tajwid, yakni keterampilan dalam mengamalkan kaidah-kaidah tajwid dalam membaca Al-Quran secara benar, seperti panjang-pendek . ad qash. , hukum nun mati dan tanwin, serta ghunnah. Ketiga, makharijul huruf, yaitu ketepatan dalam mengeluarkan huruf dari tempat keluarnya sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Ketiga aspek ini menjadi tolok ukur penting dalam menilai sejauh mana siswa mampu melafalkan Al-Quran secara benar, tartil, dan sesuai dengan standar pendidikan Al-Quran yang Dengan sistem evaluasi yang terstruktur ini. MI As-Salam telah menunjukkan komitmennya dalam menjadikan literasi Al-Quran sebagai kompetensi dasar siswa, sejalan dengan indikator keberhasilan BTA dan tujuan pendidikan keagamaan yang digariskan dalam PP No. 55 Tahun 2007. Pengaruh Program terhadap Kemampuan Membaca Al-Quran Program TPQ yang dilaksanakan secara integrasi di MI As-Salam terbukti menunjang perkembangan dalam penguasaan tilawah Al-Quran para siswa. Hal ini terlihat dalam data Buku Prestasi yang menunjukkan sebagian besar siswa mengalami peningkatan secara bertahap, baik dari segi kefasihan, penerapan tajwid, maupun penguasaan makharijul huruf. Siswa yang sebelumnya kurang lancar membaca, melalui bimbingan harian dan pengelompokan berbasis jilid kitab, mampu memperbaiki kualitas bacaannya. Sementara itu, peserta yang telah mencapai jilid 6 dan 7 diberi kesempatan mengikuti IMTAS (Imtihan Akhirussana. , sebagai bentuk evaluasi akhir yang dilakukan oleh Lajnah Muroqqobah Yanbu'a. keikutsertaan mereka menunjukkan bahwa pembelajaran TPQ tidak hanya aktif berlangsung, tetapi juga berorientasi pada standar capaian yang terukur dan berjenjang. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa Gambar 3. Buku Prestasi Siswa Lebih dari sekadar peningkatan kemampuan teknis, program ini juga berhasil menanamkan keterikatan emosional siswa terhadap Al-Quran. Kegiatan pembiasaan harian seperti membaca doa, surat pendek, dan bacaan shalat, secara tidak langsung membangun kebiasaan religius yang konsisten. Interaksi yang intensif dengan Al-Quran setiap pagi sebelum pelajaran umum dimulai memberi ruang bagi siswa untuk menjadikan Al-Quran sebagai bagian dari rutinitas hidup Kedekatan emosional inilah yang kemudian menumbuhkan rasa cinta dan penghormatan terhadap nilai-nilai Al-Quran, menjadikan proses belajar tidak hanya kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual (Razali, 2022: . Temuan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang terintegrasi, antara program keagamaan dan pendidikan formal, mampu meningkatkan literasi keagamaan secara menyeluruh (Astoro et al. , 2024: . Program TPQ internal menjawab kebutuhan banyak siswa yang tidak memiliki akses ke TPQ di luar Dengan menghadirkan pendidikan Al-Quran sebagai bagian dari sistem pembelajaran resmi. MI As-Salam telah menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi tidak hanya memperluas jangkauan pendidikan agama, tetapi juga memperkuat efektivitasnya. Pendekatan ini sejalan dengan visi pendidikan nasional dalam membentuk siswa yang berkarakter, religius, dan literat secara spiritual (Wahyudin et al. , 2024: . Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa Faktor Pendukung dan Penghambat Keberhasilan pelaksanaan program TPQ di MI As-Salam tidak lepas dari berbagai faktor pendukung yang menunjang kelancaran proses belajar. Salah satunya adalah keberadaan guru yang kompeten dan bersertifikat YanbuAoa, sehingga mampu membimbing siswa dengan metode yang tepat dan terstandar. Selain itu, sarana prasarana yang memadai, seperti ruang kelas yang layak, mushaf, dan perlengkapan belajar lainnya turut mendukung kenyamanan dan efektivitas Hubungan yang positif antara guru, siswa, dan orang tua juga menciptakan suasana belajar yang kondusif, sehingga program dapat dijalankan secara sinergis dengan dukungan semua pihak (Nurseha et al. , 2023: 3. Namun demikian, masih terdapat beberapa faktor penghambat yang perlu menjadi perhatian. Salah satu kendala utama adalah kurangnya semangat belajar dari sebagian siswa, terutama yang belum memiliki motivasi internal yang kuat dalam mempelajari Al-Quran. Selain itu, perbedaan kemampuan individu juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran kelompok, karena guru harus menyesuaikan pendekatan dengan kondisi masing-masing anak. Di sisi lain, terbatasnya waktu belajar yang hanya berlangsung selama satu jam sebelum pelajaran umum dimulai membuat intensitas pembelajaran tidak selalu cukup untuk mendalami materi secara menyeluruh. Situasi tersebut menegaskan bahwa motivasi internal siswa dan dukungan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang literasi Al-Quran. Anak-anak yang memiliki dorongan dari dalam diri untuk belajar akan lebih mudah fokus dan bertahan dalam proses pembelajaran (Hikma, 2023: . Sementara itu, dukungan dari orang tua, baik dalam bentuk pengawasan, dorongan moral, maupun pembiasaan membaca Al-Quran di rumah, akan memperkuat proses pembelajaran yang telah dimulai di sekolah. Sinergi antara motivasi pribadi dan lingkungan keluarga merupakan kunci untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Quran yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang (Nasikhah & Herwani, 2022: . Analisis dan Interpretasi Temuan Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan program TPQ di MI As-Salam tidak hanya tercermin dari aspek teknis seperti kemampuan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa membaca Al-Quran, tetapi juga dari keterlibatan emosional dan spiritual siswa dalam proses pembelajaran (Razali, 2022: . Pembiasaan harian, kedekatan dengan guru, serta kegiatan yang dirancang secara konsisten telah membentuk ikatan batin siswa dengan Al-Quran, yang menjadi landasan penting dalam membangun karakter religious (Dewi & Putra, 2024: . Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran Al-Quran yang terstruktur dan dilaksanakan dalam lingkungan formal seperti madrasah dapat memberikan dampak yang lebih luas dibandingkan pembelajaran nonformal yang terpisah dari kegiatan sekolah. Integrasi program TPQ internal ini dapat dijadikan model pendidikan literasi Al-Quran berbasis madrasah yang efektif, terutama di tingkat dasar. Penyesuaian metode mengajar seperti pengelompokan berdasarkan jilid bacaan dan penggunaan metode YanbuAoa serta pengaturan waktu yang strategis sebelum pelajaran umum, terbukti meningkatkan daya serap siswa. Temuan ini sekaligus menguatkan urgensi integrasi antara pendidikan agama dan pendidikan formal, sebagaimana diamanatkan dalam berbagai kebijakan pendidikan nasional. Integrasi ini memungkinkan siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki landasan keagamaan yang kuat sejak usia dini, yang sangat penting dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa integrasi Program Unggulan TPQ di MI As-Salam Kancilan Jepara telah berjalan secara sistematis dan terstruktur melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan berbasis kebutuhan siswa yang dilakukan melalui tes awal dan pengelompokan berdasarkan jilid kitab YanbuAoa memungkinkan proses pembelajaran lebih tepat sasaran. Pelaksanaan program yang konsisten setiap pagi dengan melibatkan guru bersertifikat YanbuAoa serta penggunaan metode sorogan dan hafalan terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran siswa. Evaluasi dilakukan secara berjenjang melalui pemantauan harian, kenaikan jilid, serta pelaksanaan IMTAS sebagai ujian standarisasi eksternal. Program ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan baca tulis Al-Quran siswa, baik dari segi kefasihan, penerapan tajwid. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Inara Shima. Fathur Rohman Integrasi Program TPQ dalam Pembelajaran Formal untuk Meningkatkan Literasi AlQuran Siswa maupun penguasaan makharijul huruf. Selain aspek teknis, program ini juga berhasil menumbuhkan keterikatan emosional dan spiritual siswa terhadap AlQuran, menciptakan kebiasaan religius yang konsisten, serta memperkuat karakter keislaman sejak usia dini. Dukungan guru, sarana yang memadai, serta hubungan positif dengan orang tua menjadi faktor pendukung penting, sementara motivasi belajar yang rendah dan keterbatasan waktu menjadi tantangan yang perlu terus Dengan demikian, program TPQ internal MI As-Salam menjadi model nyata integrasi pendidikan agama dalam sistem formal yang mampu meningkatkan literasi keagamaan siswa secara holistik. Model ini dapat direkomendasikan bagi lembaga pendidikan dasar lainnya sebagai strategi inovatif untuk menjawab rendahnya kemampuan membaca Al-Quran di tingkat MI, serta sebagai kontribusi nyata dalam mendukung implementasi pendidikan keagamaan sebagaimana diamanatkan dalam PP No. 55 Tahun 2007. Penelitian selanjutnya dapat memperluas fokus dengan mengkaji aspek psikologis dan sosial dari keterlibatan siswa dalam program TPQ terintegrasi, misalnya pengaruh terhadap sikap religius dan pembentukan karakter di luar ranah Selain itu, analisis perbandingan antara lembaga yang telah dan belum mengintegrasikan TPQ dalam sistem formal juga penting untuk melihat efektivitas program dalam konteks yang lebih luas. Penelitian mendatang juga disarankan untuk mengeksplorasi model digitalisasi dalam pembelajaran TPQ sebagai respons terhadap kebutuhan pendidikan berbasis teknologi. REFERENSI