725 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 DAMPAK EKONOMI PENGEMBANGAN WISATA TIRTA KOLAM PEMANDIAN SURANADI TERHADAP MASYARAKAT LOKAL SURANADI KABUPATEN LOMBOK BARAT Oleh Iza Zainatulloh Hulhidayati1. I Made Murdana2 & Ajuar Abdullah3 1,2,3, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram. Indonesia Email : 1izazaen00@gmail. com, 2imademurdana@gmail. ajuarabdullah@gmail. Article History: Received: 07-10-2024 Revised: 09-10-2024 Accepted: 11-10-2024 Keywords: Dampak. Ekonomi. Pengembangan. Wisata Tirta. Masyarakat Lokal. Suranadi Abstract : Perkembangan penyebaran informasi yang semakin maju dan modern juga berdampak pada bidang pemasaran pariwisata, salah satunya adalah untuk komunikasi pemasaran digital. Suranadi merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Narmada, kabupaten Lombok Barat, provinsi Nusa Tenggara Barat. Indonesia. Keunikan yang dimiliki Desa Wisata Suranadi adalah perpaduan antara budaya dan alamnya salah satunya yaitu Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi yang bersumber langsung dari sumber mata air pure pelukatan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan juga menganalisis apa saja potensi yang dimiliki oleh Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi serta bagaimana dampak ekonomi pengembangan Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi terhadap masyarakat lokal Suranadi yang berada disekitar kawasan Penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur, observasi, dan juga dokumentasi serta menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menjelaskan dampak ekonomi dari adanya pengembangan objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi yang berdampak terhadap masyarakat lokal Suranadi di sekitar objek wisata. PENDAHULUAN Suranadi merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Narmada, kabupaten Lombok Barat, provinsi Nusa Tenggara Barat. Indonesia. Desa Suranadi merupakan salah satu dari 21 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Narmada. Desa ini memiliki jumlah penduduknya sebagian besar bersuku daerah Sasak. Terletak di bagian barat pulau Lombok. Di desa ini terdapat Pura Suranadi dan Taman Wisata Alam Suranadi. Pura Suranadi sendiri terbagi menjadi beberapa Pura seperti Pura Petirtaan. Pura Pembersihan. Pura Tirta Pengentas. Pura Majapahit. Berdasarkan data dari Kemenparekraf di salah satu website menjelaskan keunikan yang dimiliki Desa Wisata Suranadi adalah perpaduan antara budaya dan alamnya. Pengunjung yang datang ke Desa Wisata Suranadi tidak hanya sekedar dapat melihat peninggalan bersejarah berupa pura tetapi juga dapat menyaksikan pemandangan yang masih alami dan suasana sejuk seperti sawah, kebun,hutan dan sungai dengan airnya yang sangat jernih. Desa Wisata Suranadi juga cukup dikenal di kalangan wisatawan nusantara dengan produk olahan kulinernya yaitu berupa a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 dodol buah . angka, sirsak, durian, dan pisan. Dodol buah tersebut diproduksi secara industri rumahan . ome industr. oleh sebagian masyarakat Suranadi. Selain itu. Kawasan Desa Wisata Suranadi memiliki banyak potensi berupa potensi budaya dan alam yang dapat dijadikan sebagai atraksi atau daya tarik wisata. Beberapa potensi tersebut ada yang sudah berkembang dan menjadi daya tarik wisata andalan di Desa Wisata Suranadi dan terdapat pula potensi yang belum berkembang dan dikelola. Adapun salah satu potensi daya tarik wisata di Desa Wisata Suranadi yaitu wisata pemandian umum Kelebutan yaitu sungai mata air pemandian umum yang langsung dari sumber mata air pure Terdapat juga potensi lainnya namun belum dikembangkan dan dikelola seperti pertanian dan perkebunan, suasana pedesaan yang masih asri dan sejuk, sungai, keanekaragaman budaya, ritual upacara adat/keagamaan dan kesenian Genggong. Selain itu juga di area wisata kolam pemandian umum suranadi sudah memilik beberapa fasilitas yang cukup memadai bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke desa wisata Suranadi seperti Area parkir . ATM. Balai Pertemuan. Cafetaria. Jungle Tracking. Kamar Mandi Umum. Kios Souvenir. Kuliner. Musholla. Outbound. Spot Foto, dan juga Tempat makan. Akan tetapi, dari banyaknya potensi yang dimiliki Desa Suranadi salah satunya kolam pemandian umum Suranadi ini belum dapat di manfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar. Karena pada dasarnya masyarakat setempat belum paham mengenai potensi yang dapat di kembangkan di obyek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi. Maka dari itu diperlukan inovasi dan kreatifitas dari masyarakat Suranadi untuk mengembangkan berbagai potensi wisata yang ada sehingga dapat mendatangkan banyak wisatawan sehingga memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat lokal. Salah satu dampak yang akan di timbulkan oleh adanya pengembangan obyek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi dapat dilihat dari aspek sosial ekonomi yaitu pekerjaan, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar di lokasi wisata. Sehingga dengan adanya obyek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi masyarakat dapat memanfaatkan kondisi yang ada untuk meningkatkan perekonomian. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi apa saja potensi dan peluang yang dimiliki Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi serta menganalisis bagaimana dampak ekonomi pengembangan Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi terhadap masyarakat lokal Suranadi Kabupaten Lombok Barat. LANDASAN TEORI Teori Pitana Pengembangan Pariwisata Menurut Pitana . , pembangunan dan pengembangan pariwisata secara langsung akan menyentuh dan melibatkan masyarakat, sehingga membawa berbagai dampak terhadap masyarakat setempat, bisa dampak positif maupun negatif. Bagi masyarakat, pengembangan pariwisasta memiliki potensi manfaat yang sangat besar bagi ekonomi, sosial budaya dan lingkungan namun terkadang sering terjadi pengembangan pariwisata yang salah justru membawa banyak kerugian bagi masyarakat lokal itu sendiri. Pelaksanaan pengembangan pariwisata harus terencana secara terpadu dengan pertimbangan- pertimbangan terutama terhadap aspek ekonomi dan sosial-budaya masyarakat lokal. Pada setiap tahapan pengembangan tersebut, pelaku pariwisata hendaknya dapat meminimalisir dampak negatif yang akan timbul serta berkaitan erat dengan pembangunan perekonomian dan sosial-budaya masyarakat setempat. Kegiatan pariwisata menurut Mill dalam Landasan Teori Kepariwisataan (Pitana, 2. dapat memberikan dampak di bidang ekonomi, diantaranya terbuka lapangan kerja baru, a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 meningkatkan taraf hidup dan pendapatan masyarakat, meningkatkan kemampuan manajerial dan keterampilan masyarakat yang memacu kegiatan ekonomi lainnya. Teori Stynes Dampak Perubahan Sosial Ekonomi Perubahan sosial yang tejadi di masyarakat juga menimbulkan dampak secara ekonomi, dampak ekonomi dijelaskan oleh Stynes . alam Disbudpar Banten, 2013 : . dikelompokkan dalam tiga indikator, . direct effect meliputi penjualan, kesempatan kerja, pendapatan pajak, dan tingkat pendapatan, . indirect effect, meliputi perubahan tingkat harga, perubahan mutu dan jumlah barang dan jasa,perubahan dalam penyediaan properti dan variasi pajak, serta perubahan sosial dan lingkungan, . induced effects, yaitu pengeluaran rumah tangga, dan peningkatan Selain itu dampak ekonomi juga dijelaskan oleh Cohen . alam Dwi, 2015 : . terdiri dari, . dampak terhadap pendapatan, . dampak terhadap aktivitas ekonomi, . dampak terhadap pengeluaran. Dari sini lebih diperjelas bahwa dampak ekonomi dijelaskan sebagai akibat dari suatu perubahan yang terjadi dilingkungan. Hal lain menurut Sinaga . alam Setyaningsih, 2014: . dampak sosial ekonomi dapat dilihat dari sisi positif dan negatif sehingga dapat lebih berimbang dalam memberikan penilaian. Dampak sosial ekonomi adalah dampak yang terjadi pada sistem ekonomi menyangkut struktur ekonomi dan kondisi ekonomi, struktur ekonomi diartikan sebagai suatu kesempatan kerja, pendapatan perseorangan, pendapatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan distribusi Faktor-faktor yang termasuk dalam kondisi ekonomi adalah pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan Penelitian ini dilakukan di Objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Informan yang digunakan dalam penelitian diantaranya adalah masyarakat lokal pelaku usaha di sekitar objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi,salah satu pengelola di objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi,serta perangkat dari kantor Desa Suranadi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik penentuan informan purposive Purposive sampling merupakan cara pemilihan informan yang mengetahui betul kegiatan (Sugiyono, 2. Aktivitas analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (Sugiyono, 2022:. Teknik pengecekan keabsahan datayang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian. Sedangkan triangulasi sumber merupakan salah satu jenis dari teknik triangulasi yang dilakukan dengan cara hanya memanfaatkan satu sumber saja (Sugiyono, 2022:7-. HASIL DAN PEMBAHASAN Kawasan Desa Wisata Suranadi memiliki banyak potensi berupa potensi budaya dan alam yang dapat dijadikan sebagai atraksi atau daya tarik wisata. Beberapa potensi tersebut ada yang sudah berkembang dan menjadi daya tarik wisata andalan di Desa Wisata Suranadi dan terdapat pula potensi yang belum berkembang dan dikelola. Berikut beberapa potensi dan peluang yang dimiliki oleh Desa Suranadi. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Potensi Wisata Alam Kolam Suranadi merupakan kawasan hutan wisata konservasi, sehingga wisatawan akan dapat menikmati udara sejuk ketika sudah memasuki kawasan ini. Termasuk di tempat ini, wisatawan juga dapat menjumpai masih banyaknya monyet-monyet yang dengan bebas berkeliaran di pohon-pohon. Kolam pemandian Suranadi menggunakan air yang berasal dari mata air pure pelukatan. Sehingga sensani dingin dan segarnya air begitu terasa, ketika tubuh sudah masuk ke dalam kolam pemandian ini. Di samping itu, kolam pemandian ini juga mengusung konsep alami, di mana pada dasar kolamnya masih menggunakan batu-batu alam. Selain itu juga terdapat kegiatan river tubing yang dimana sebelum melakukan river tubing wisatawan akan diajak untuk tracking menyusuri hutan wisata alam Suranadi dengan panorama alam dan nuansa hutan lindung, selanjutnya menuju view rice field . yang menyejukkan dan memukau, setelah itu menyusuri sungai sepanjang 2 km dengan mengendarai tube dan dilengkapi dengan pakaian safety, melintasi 7 jeram menantang dan menikmati view sungai yang masih alami dan terpelihara. Potensi Wisata Budaya Salah satu potensi yang dimiliki Desa Suranadi di kawasan Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi adalah adanya Pura Suranadi yaitu salah satu peninggalan bersejarah sekaligus tempat spiritual bagi umat Hindu. Menurut penelusuran para ahli sejarah, sebagian besar pura yang ada di wilayah pulau Lombok dibangun pada abad ke-18. Keunikan dari pura adalah setiap bangunannya memiliki makna dan ciri khas tersendiri. Hal tersebut bisa dilihat dari bentuk Selain menjadi tempat suci umat Hindu, pura ini juga merupakan salah satu daya tarik yang dapat menarik kunjungan wisatawan karena keunikan budayanya. Potensi Wisata Kuliner Desa Wisata Suranadi juga cukup dikenal di kalangan wisatawan nusantara dengan produk olahan kulinernya yaitu berupa dodol buah . angka, sirsak, durian, dan pisan. Dodol buah tersebut diproduksi secara industri rumahan . ome industr. oleh sebagian masyarakat Suranadi. Selain itu juga tedapat salah satu kuliner yang cukup terkenal yaitu sate bulayak. Sate bulayak adalah kuliner khas Lombok berupa sate daging ayam dan sapi. Sate dihidangkan bersama seporsi lontong ukuran sejengkal orang dewasa yang disebut Makanan ini diberi bumbu sambal yang terbuat dari bahan dasar seperti cabai, tomat, minyak, laos, dan resep rempah- rempah rahasia yang diwariskan secara turun- temurun. Untuk seporsi sate bulayak, bisa didapatkan dengan harga Rp 25 ribu. Faktor-Faktor Pendukung Pengembangan Pariwisata Pitana . yang mengatakan pembangunan dan pengembangan pariwisata yang merupakan upaya yang dilakukan untuk proses perubahan dalam membentuk nilai tambah disegala bidang mengenai pariwisata. Adapun beberapa indikator menurut Pitana . sebagai pendukung adanya pembangunan dan pengembangan pariwisata yaitu: Adanya Potensi Daya Tarik Wisata Hal ini berkaitan dengan hasil penelitian yang di lakukan di objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi mengenai adanya potensi yang dapat di kembangkan dan di jadikan sebagai daya tarik wisata. Beberapa potensi yang dimiliki oleh objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya sangat dibutuhkan dalam hal pengembangan objek wisata, karena tanpa adanya potensi-potensi tersebut kegiatan pariwisata tidak dapat Selain itu juga dengan adanya potensi yag a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 dimiliki diharapkan mampu memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitar baik sebagai penyedia penunjang kegiatan kepariwisataan maupun sebagai pengelola daya tarik. Sarana Dan Prasarana Serta Fasilitas Pendukung Sarana dan prasarana di suatu objek wisata merupakan salah satu hal yang sangat penting dan harus ada sebagai pendukung adanya kegiatan pariwisata. Sama halnya dengan objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi yang sudah memiliki beberapa fasilitas pendukung yang di sediakan untuk para wisatawan seperti sudah tersedianya ATM yang tidak jauh dari lokasi wisata,tersedianya kamar mandi umum disekitar kawasan objek wisata untuk para wisatawan,serta tersedianya penginapan yang tidak jauh dari lokasi wisata. Selain itu,fasilitas pendukung yang disediakan di suatu objek wisata juga menjadi fokus dalam meningkatkan kepuasan pengunjung dalam berwisata. Sarana dan prasarana dapat menjadi salah satu penunjang agar daya tarik wisata banyak diminati wisatawan,karena apabila tidak dikembangkan dengan baik akan mengakibatkan berkurangnya minat wisatawan yang berkunjung. Penyedia Jasa Layanan Salah satu indikator penting yang menjadi pendukung dari adanya kegiatan pariwisata adalah adanya penyedia jasa layanan yang mampu menarik kunjungan wisatawan. Adanya penyedia jasa layanan yang di objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi diantaranya yaitu tersedianya toko-toko souvenir dan juga tempat kuliner khas Suranadi yang dapat ditemukan di sekitar lokasi objek wisata. Toko souvenir dan juga adanya warung yang menawarkan kuliner khas Suranadi menjadi elemen tambahan yang bisa menawarkan pengalaman menyeluruh kepada para wisatawan untuk menikmati liburannya. Kehadiran penyedia jasa layanan ini juga memberikan kesan bagi para wisatawan untuk kembali berkunjung ke lokasi objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi karena ciri khas dan karakteristik tersendiri yang tentunya juga melibatkan pengrajin lokal dan juga masyarakat pelaku usaha sehingga membantu meningkatkan kegiatan ekonomi di kawasan Dampak Sosial Ekonomi Pengembangan Objek Wisata Sinaga . alam Setyaningsih, 2014: . mengatakan dampak sosial ekonomi adalah dampak yang terjadi pada sistem ekonomi menyangkut struktur ekonomi dan kondisi ekonomi, struktur ekonomi diartikan sebagai suatu kesempatan kerja, pendapatan perseorangan, pendapatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan distribusi pendapatan. Faktor-faktor yang termasuk dalam kondisi ekonomi adalah pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu,berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan di objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi,dapat dikatakan bahwa adanya pengembangan objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar terurama masyarakat pelaku usaha di sekitar objek wisata. Kesejahteraan dapat dilihat jika telah memenuhi beberapa indikator berikut diantaranya: Membuka Lapangan Pekerjaan Baru Salah satu pengaruh kegiatan ekonomi dari adanya pengembangan objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi terhadap kesejahteraan masyarakat adalah membuka lapangan pekerjaan baru. Lapangan pekerjaan ini bisa diartikan sebagai ketersediaan kerja atau pekerjaan yang bisa diisi oleh tenaga kerja yang sesuai seperti banyaknya masyarakat yang membuka usaha di sekitar objek wisata untuk meningkatkan perekonomian mereka sehingga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan dan juga penghasilan tetap. Dengan adanya kegiatan ekonomi ini mampu menurunkan angka pengangguran masyarakat lokal suranadi yang berada di sekitar objek wisata. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Pemerataan Pendapatan Hal ini berkaitan dengan masalah ekonomi,pendapatan berhubungan dengan lapangan kerja,kondisi usaha dan juga faktor ekonomi lainnya. Kesempatan kerja dan kesempatan usaha diperlukan agar masyarakat lokal Suranadi di sekitar objek wisata mampu meningkatkan jumlah pendapatan yang diterima,sehingga dengan adanya peningkatan pendapatan masyarakat dapat melakukan transaksi ekonomi dan juga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika jumlah pendapatan yang didapatkan dari hasil sebuah usaha lebih baik dibandingkan sebelumnya, maka pendapatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha. Mendirikan sebuah usaha merupakan salah satu upaya masyarakat di sekitar objek Wisata Kolam Pemandian Suranadi untuk meraih kesejahteraan yang baik. Selain itu juga,dengan berbagai jenis usaha dan lapangan pekerjaan baru yang di tekuni sebagian masyarakat di sekitar objek wisata tentunya akan membantu dan memudahkan wisatawan untuk mencari berbagai kebutuhan ketika berwisata ke objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi. Berdasarkan pemaparan diatas,masyarakat pelaku usaha disekitar objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi dapat di sebut sejahtera karena mampu menigkatkan hasil pendapatan yang lebih baik dari sebelumnya sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil usaha yang di jalani. Oleh karena itu industri pariwisata sangat penting bagi perekonomian suatu negara,karena dapat membuka lapangan pekerjaan untuk menciptakan pendapatan dan meningkatkan PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya Objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi memiliki beberapa potensi dan peluang yang dapat di kembangkan sebagai daya tarik wisata seperti potensi alam, potensi budaya dan juga potensi kuliner. Selain itu, dari adanya pengembangan wisata tirta kolam pemandian Suranadi juga menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal di sekitar kawasan wisata seperti, terciptanya peluang usaha bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata, meningkatnya pendapatan masyarakat setelah adanya pengembangan objek wisata, adanya penyerapan tenaga kerja yang ditimbulkan setelah adanya pengembangan Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi, meningkatnya fasilitas di sekitar objek wisata serta adanya permintaan produk lokal yang meningkat akibat adanya pariwisata. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan dari hasil penelitian, maka saran yang dapat diberikan untuk objek Wisata Tirta Kolam Pemandian Suranadi agar lebih baik kedepannya yaitu diharapkan kepada pemerintah pusat maupun daerah dan juga masyarakat pengelola objek wisata dan juga masyarakat pelaku usaha untuk tetap bekerjasama dalam hal menjaga fasilitas dan potensi yang sudah ada serta menigkatkan dan juga memaksimalkan pengelolaan dalam hal pengembangan kawasan wisata sehingga masyarakat juga dapat merasakan secara maksimal dari adanya objek wisata terutama dalam hal peningkatan ekonomi bagi masyarakat lokal Suranadi yang berada di sekitar kawasan wisata. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 DAFTAR PUSTAKA