FIQHUNA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM e-ISSN : x-x Laman Jurnal : https://ejournal. stitaw-binjai. id/index. php/fiqhuna Volume 1 Nomor 2. Juli-Desember 2025 Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di SMPN 1 Sungai Batang Implementation Of Guidance and Counseling at SMPN 1 Sungai Batang Annisa Dwi Cahyani1. Fathul Rizky2. Syafira Aini3. Fransisco Chaniago4 Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Email : annisac080@gmail. Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Email : riskichaniago526@gmail. Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Email : syfraaini22@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan dan konseling (BK) di SMPN 1 Sungai Batang dengan fokus pada strategi, kendala, serta upaya guru BK dalam mendukung perkembangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendIbu Ekatan kualitatif dengan metode wawancara online melalui WhatsApp bersama Ibu Eka Saputri. Sos, selaku guru BK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK dilaksanakan melalui layanan pribadi, sosial, belajar, dan karier yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Guru BK berperan tidak hanya sebagai konselor, tetapi juga sebagai motivator, mediator, dan fasilitator. Kendala utama yang dihadapi antara lain keterbatasan sarana, rendahnya kesadaran siswa, serta dukungan orang tua yang belum optimal. Namun demikian, guru BK mengembangkan strategi inovatif seperti pendekatan berbasis komunikasi digital, kerja sama dengan guru mata pelajaran, serta konseling kelompok untuk meningkatkan efektivitas layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan BK di SMPN 1 Sungai Batang berjalan cukup baik meskipun masih membutuhkan dukungan sarana dan sinergi lebih kuat dengan seluruh pihak sekolah dan orang tua. Kata Kunci : Pelaksanaan. Bimbingan Konseling: SMPN 1 Sungai Batang. ABSTRACT This study aims to describe the implementation of guidance and counseling (BK) at SMPN 1 Sungai Batang with a focus on the strategies, obstacles, and efforts of BK teachers in supporting student development. This study uses a qualitative approach with an online interview method via WhatsApp with Mrs. Eka Saputri. Sos, as the BK teacher. The results show that guidance and counseling services are provided through personal, social, academic, and career services tailored to students' needs. Guidance counselors act not only as counselors but also as motivators, mediators, and facilitators. The main challenges faced include limited resources, low student awareness, and suboptimal parental support. However, guidance counselors developed innovative strategies such as a digital communication-based approach, collaboration with subject teachers, and group counseling to improve the effectiveness of services. This study concluded that the implementation of guidance counseling at SMPN 1 Sungai Batang was quite good, although it still required more support in terms of facilities and stronger synergy with all school parties and parents. Keywords: Mak Implementation. Guidance Counseling. SMPN 1 Sungai Batang. PENDAHULUAN Pendidikan modern menuntut keseimbangan antara pencapaian akademik dengan pembentukan karakter, sikap, serta keterampilan sosial. Sekolah merupakan salah satu tempat untuk belajar dalam menuntut ilmu. Idealnya siswa yang bersekolah dapat menjalani proses pembelajaran dengan penuh sukacita dan menikmati semua aktivitas akademik dengan suasana belajar yang kondusif. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat beberapa siswa yang menjalani proses pembelajaran dengan terpaksa dan tidak menikmati aktivitas akademik yang mereka jalani (Wiantisa et al. , 2. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai lembaga yang menyiapkan peserta STIT Al-Washliyah Binjai didik agar mampu menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Perubahan sosial, budaya, dan teknologi menuntut siswa untuk memiliki daya adaptasi tinggi, sehingga layanan bimbingan dan konseling (BK) hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. BK membantu siswa dalam menghadapi berbagai permasalahan pribadi, sosial, akademik, maupun karier, sehingga perkembangan mereka berjalan lebih terarah dan seimbang. Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan salah satu layanan pendidikan yang bertujuan untuk membantu siswa dalam mengatasi permasalahan akademik, sosial, emosional, dan karir. Layanan BK yang efektif dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis serta prestasi akademik siswa. Afiani et al. , . bimbingan konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik baik individu, kelompok agar peserta didik dapat mandiri, berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, karier, lewat berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar norma-norma yang berlaku. Tujuan bimbingan konseling yaitu memberikan bantuan kepada siswa dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah sangat diperlukan karena setiap siswa di sekolah dapat dipastikan memiliki masalah, baik masalah pribadi maupun masalah dalam belajarnya, dan setiap masalah yangdihadapi masing-masing siswa sudah pastilah berbeda (Batubara et al. , 2. Manajemen bimbingan dan konseling dapat diartikan sebagai suatu proses dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang optimal dalam rangka mencapai tujuan bimbingan dan konseling yang efektif dan Pada pelaksanaan nya, bimbingan dan konseling mempunyai manajemen tersendiri yang biasa disebut POAC (Planning. Organizing. Actuating dan Controllin. Yang mana bila manajemen itu dikelola dengan efektif atau sesuai kaidah maka besar kemungkinan akan tercapai keberhasilan dalam pelaksanaan konseling. Bila konseling yang dilaksanakan selalu berhasil, maka bimbingan dan konseling yang bermartabat dimata orang banyak akan tercapai (Hifsy et al. , 2. Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah memegang peranan penting, ini didasarkan pada berbagai masalah yang dihadapi dan juga kebutuhan siswa dalam rangka mencapai tujuan Pendidikan. Diharapkan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah betul-betul berdayaguna dan berhasil serta mengena pada sasaran (Fitria et al. , laporan riset menunjukan bahwa pelaksanaan konseling baik secara bimbingan kelompok maupun konseling kelompok terbukti mengatasi permasalah misalnya terkait motivasi pada siswa (Ibrahim, et,al. Annastasya & Ibrahim, 2. SMPN 1 Sungai Batang merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang menaruh perhatian besar terhadap pengembangan layanan BK. Keberadaan guru BK di sekolah ini bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi bagian integral dari strategi sekolah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, melainkan juga matang secara emosional dan sosial. Sekolah ini menyadari bahwa siswa yang berkembang secara seimbang akan lebih mampu menghadapi tantangan, baik dalam dunia pendidikan maupun kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, itu, guru BK diberikan ruang yang cukup luas untuk berperan aktif dalam proses pendidikan. Hal ini menegaskan bahwa SMPN 1 Sungai Batang menempatkan BK sebagai salah satu pilar utama dalam mencapai tujuan Pendidikan nasional. Tujuan utama layanan BK di tingkat SMP adalah memberikan pendampingan agar siswa dapat mengenali jati diri, memahami lingkungan, serta mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan belajar, untuk membantu peserta didik menemukan jalan keluar yg dapat mereka ambil dari suatu permasalahan yg dihadapi, membantu peserta didik meningkatkan pemahaman tentang diri dan bagaimana berkembang di lingkungan sekolah sesuai dengan kebutuhan nya. Selain itu dalam pendidikan inklusif. Guru BK melalui melalui program dan layanan bimbingan dan konseling dapat menjadi alternatif yang tepat dalam membantu untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri anak berkebutuhan khusus supaya berkembang secara optimal (Hadiansyah et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa BK berfungsi universal, tidak hanya untuk siswa bermasalah, tetapi untuk seluruh peserta didik tanpa kecuali. Pada tahap perkembangan remaja awal, siswa kerap dihadapkan pada kebingungan identitas, konflik dengan teman Layanan BK hadir untuk membantu mereka melalui proses ini dengan cara yang lebih sehat dan terarah. Selain itu. BK juga mempersiapkan siswa untuk menentukan pilihan karier atau arah Pendidikan selanjutnya, meskipun pada tahap ini masih dalam bentuk pengenalan dan eksplorasi minat. Menurut Hikmawati, . layanan bimbingan dan konseling dirancang untuk membantu konseling / siswa mencapai pengembangan pribadi, sosial, akademik dan karier terbaik serta kemandirian siswa. Sesuai fungsinya, bimbingan dan konsultasi ini dapat membantu mahasiswa memahami Individunya dan lingkungan sekitarnya (Anggraini et al. , 2. Walaupun demikian, pelaksanaan BK tidak selalu berjalan mulus. Di SMPN 1 Sungai Batang, guru BK menghadapi 3 dinamika yang kompleks, terutama terkait dengan persepsi siswa dan orang tua terhadap layanan konseling. Sebagian siswa masih memandang BK sebagai tempat AuhukumanAy bagi mereka yang dianggap bermasalah, sehingga menimbulkan rasa enggan untuk berpartisipasi secara aktif. Stigma ini juga diperkuat dengan pandangan sebagian orang tua yang menganggap BK hanya diperlukan ketika anak menghadapi masalah serius, bukan sebagai layanan pencegahan maupun Menurut Slameto . Penyusunan program bimbingan dan konseling (BK) bisa menghadapi berbagai hambatan dan tantangan, terutama dalam merencanakan program yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Beberapa hambatan umum yang mungkin dihadapi dalam penyusunan program BK adalah sebagai berikut: Keterbatasan Sumber STIT Al-Washliyah Binjai Daya: Kurangnya anggaran, personel, atau fasilitas fisik dapat menjadi hambatan dalam menyusun program BK yang efektif (Hakim et al. , 2. Dukungan orang tua yang belum optimal juga menjadi salah satu factor penghambat keberhasilan program BK. Banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami fungsi layanan ini, sehingga keterlibatan mereka dalam mendukung kegiatan konseling masih rendah. Padahal, keberhasilan program BK membutuhkan sinergi antara guru BK, guru mata pelajaran, dan orang tua. Tanpa kolaborasi tersebut, siswa tidak akan mendapatkan dukungan yang utuh dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Guru BK di sekolah ini juga dituntut untuk kreatif dalam memanfaatkan teknologi digital. Tidak semua siswa merasa nyaman dengan pertemuan tatap muka, sehingga komunikasi daring menjadi alternatif yang lebih fleksibel. Penggunaan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp mempermudah guru BK menjangkau siswa dan membangun pendekatan emosional, terutama bagi mereka yang lebih terbuka melalui media digital. Dikutip Ahmad zaky, . layanan bimbingan dan konseling pada era digital mempunyai banyak manfaat dan tujuan Salah satunya memberikan pembekalan karakter- karakter yang cukup penting supaya para peserta didik dapat lebih tegas dalam menggunakan dan mengaplikasikan teknologi yang ada agar bisa terhindar dengan masalah kesehatan mental yang mana hal tersebut bisa menjadikan siswa yang berhasil serta unggul berkaca pada Sudarmiyati, . riset yang dilakukannya terdapat sejumlah fokus layanan bimbingan dan konseling pada era digital yaitu layanan bimbingan dan konseling ini dilaksanakan agar memberi motivasi untuk sukses pada anak era digital untuk kedepannya dan bisa mempunyai masa depan studi maupun karir yang cukup baik (Yulianti et , 2. Dengan demikian penggunaan teknologi di SMPN 1 Sungai Batang menjadi langkah adaptif yang sesuai dengan perkembangan zaman. Selain pendekatan individual, layanan konseling kelompok juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan BK di SMPN 1 Sungai Batang. Melalui konseling kelompok, siswa dapat belajar memahami masalah teman sebaya, berbagi pengalaman, dan mengembangkan empati. Proses ini tidak hanya membantu siswa menemukan solusi atas masalahnya sendiri, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara mereka. Menurut Prayitno yang di kutip oleh (Edwards, 2022. Ieva, 2022. Maree, 2019. Young, 2. menjelaskan bahwa konseling kelompok merupakan salah satu bentuk layanan dari bimbingan dan konseling dimana dalam kegiatan ini memungkinkan klien mendapatkan sebuah kesempatan untuk membahas dan menyelesaikan masalah yang dihadapi melalui dinamika kelompok, masalah dalam hal ini dapat berupa masalah pribadi yang anggota kelompok tersebut alami (Habsy et al. , 2. Peran guru BK yang multidimensional menjadikannya sebagai sosok yang sangat penting dalam ekosistem Guru BK dituntut memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Pendekatan terhadap kondisi siswa, serta kemampuan menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Di SMPN 1 Sungai Batang, peran tersebut terlihat jelas dalam berbagai strategi yang digunakan untuk menjangkau siswa secara lebih efektif. Guru BK professional salah satunya cirinya mampu mengelola strategi layanan konseling dengan baik. Namun. Guru BK perlu untuk mengenal dan menggunakan kecanggihan teknologi untuk dapat menjalankan peran mereka sebagai mediator antara sekolah dengan murid juga orang tuanya (Ariati, 2. Kebutuhan Di SMPN 1 Sungai Batang, peran tersebut terlihat jelas dalam berbagai strategi yang digunakan untuk menjangkau siswa secara lebih efektif. Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa pelaksanaan BK di SMPN 1 Sungai Batang merupakan bagian penting dari strategi sekolah dalam mendukung perkembangan peserta didik. BK tidak hanya membantu siswa mengatasi masalah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pengembangan diri dan pembentukan karakter. Artikel ini ditulis dengan tujuan mendeskripsikan secara mendalam pelaksanaan layanan BK di SMPN 1 Sungai Batang, termasuk strategi yang digunakan, kendala yang dihadapi, serta solusi yang dilakukan guru BK agar layanan dapat berjalan lebih optimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berfokus pada upaya memberikan gambaran secara mendalam dan menyeluruh mengenai pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMPN 1 Sungai Batang. Metode penelitian kualitatif mengacu pada pendekatan penelitian yang menghasilkan data berupa data deskriptif. Data-data deskriptif tersebut bersumber dari hasil pengamatan baik dalam bentuk tertulis, lisan atau perilaku dari subjek penelitian. Data deskriptif atau naratif terbentuk dari hasil eksplorasi dan pemaknaan peneliti terhadap lingkungan sosial yang diteliti. Dengan demikian konsep ini menjadi dasar definisi pendekatan penelitian kualitatif (Nugraha, 2. Pendakatan kualitatif dipilih karena dianggap paling tepat untuk memahami realitas sosial yang terjadi di lapangan, khususnya dalam konteks layanan BK yang melibatkan interaksi antara guru, siswa, serta lingkungan sekolah. Dengan metode ini, peneliti dapat mengeksplorasi makna yang terkandung di balik aktivitas bimbingan dan konseling, bukan hanya sebatas melihat data kuantitatif semata. Penelitian kualitatif deskriptif juga memungkinkan peneliti untuk menyoroti aspek kontekstual, emosional, serta dinamika interaksi yang berlangsung selama proses layanan, sehingga informasi yang diperoleh lebih komprehensif dan mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara online menggunakan aplikasi WhatsApp dengan Ibu Eka Saputri. Sos, selaku guru BK di SMPN 1 Sungai Batang, wawancara mendalam dipilih untuk menggali lebih lanjut informasi terkait strategi, tantangan, serta upaya guru BK dalam menjalankan tugasnya. Proses wawancara dilakukan secara interaktif dan berulang, dengan tujuan memperdalam pemahaman mengenai pengalaman praktis guru BK dalam menangani STIT Al-Washliyah Binjai berbagai permasalahan siswa. Pemanfaatan media WhatsApp dipandang efektif karena memungkinkan fleksibilitas komunikasi, meminimalisir keterbatasan jarak dan waktu, serta tetap menjaga suasana formal namun tidak kaku dalam pengumpulan data. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Pada tahap reduksi data, peneliti melakukan proses pemilahan dan penyederhanaan informasi yang diperoleh dari hasil, wawancara . Selanjutnya, penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian naratif yang terstruktur. Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan, yaitu merumuskan hasil analisis untuk menjawab fokus penelitian mengenai pelaksanaan layanan BK di SMPN 1 Sungai Batang. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan mampu menyajikan gambaran yang objektif, mendalam, dan relevan terkait kondisi riil pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di SMPN 1 Sungai Batang Pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMPN 1 Sungai Batang Menurut Ibu Eka Saputri S. sos Dalam hasil wawancara melalui WhatsApp, menjelaskan bahwa Aupelaksanaan BK disekolah saya berdasarkan data yg saya miliki selama saya mulai bekerja di sekolah tersebut mulai berjalan sesuai dengan program yg telah direalisasikan dan disepakati bersama dengan kepala sekolahAy. Aupelaksanaan bimbingan dan konseling di lakukan Tergantung kepada kebijakan yg di sepakati Bersama, apabila di beri jam masuk kelas ya masuk. Tapi apabila tidak di beri jam maka bimbingan dan konseling di lakukan saat jam kosong atau per akhir pekanAy. Kemudian Ibu Eka juga menjeaskan Alasan akan hal ini yakni Aukalau BK tidak menghitung jam, tetapi menghitung jumlah peserta didik 1 guru BK menampung 150 peserta didik ini salah satu alasan tidak semua sekolah memberi jam masuk kelasAy. namun, kebijakan tersebut berlaku pada tahun tahun 2022 beliau tidak di beri jam masuk kelas mata pelajaran, alhasil guru2 tidak memiliki catatan perkembangan siswa, kemudian pada tahun 2023 di beri jam masuk kelas sampai Adapun Proses Perencanaan. Pengorganisasian, pelaksanaan dan Pengawasan Program bimbingan dan konseling dalam di SMPN 1 Sungai Batang Berdasarkan hasil wawancara oleh Ibu Eka Saputri Selaku Guru Bk di lakukan dengan cara AuPerencanaan dalam membangunan hubungan. Eksplorasi masalah serta Pemilihan strategi. Penerapan solusi. Evaluasi dan tahap akhirAy. Bentuk Layanan Bimbingan dan Konseling di SMPN 1 Sungai Batang Bentuk layanan utama yang diarahkan untuk membantu siswa dalam menghadapi permasalahan pribadi, sosial, belajar, maupun perencanaan karier. Guru BK di sekolah ini, yaitu Ibu Eka Saputri. Sos, berperan aktif dalam memastikan bahwa seluruh bentuk layanan tersebut dapat diakses oleh siswa sesuai dengan kebutuhannya. Untuk memahami lebih mendalam bagaimana implementasi layanan BK tersebut, peneliti melakukan wawancara langsung melalui media WhatsApp. Layanan Pribadi Layanan pribadi menjadi salah satu fokus penting dalam kegiatan bimbingan dan konseling di SMPN 1 Sungai Batang. Layanan ini ditujukan agar siswa mampu mengenal dan menerima dirinya secara positif, mengembangkan rasa percaya diri, serta mengendalikan emosi dalam berbagai situasi. Menurut Ibu Eka, banyak siswa usia SMP menghadapi masa transisi remaja awal, sehingga perasaan labil, mudah tersinggung, hingga rasa minder sering muncul. Dalam wawancara, beliau menyampaikan: AuAnak-anak di sini masih dalam tahap pencarian jati diri. Sering kali mereka merasa tidak percaya diri, mudah tersinggung, atau bingung dengan perubahan yang dialami. Saya berusaha mendampingi mereka agar bisa menerima kondisi dirinya. Ibu Eka sekaligus memberi motivasi supaya tidak terjebak pada hal-hal negatif. Ay. Hal ini sejalan dengan pendapat Fitria et al. , . yang menyebutkan bahwa. Layanan konseling pribadi,khususnya layanan untuk membantu siswa dalam meringankan masalah pribadi. Dengan demikian, layanan pribadi bukan hanya bentuk pendampingan psikologis, tetapi juga merupakan sarana pendidikan karakter yang mendukung perkembangan siswa secara holistik. Ibu Eka menjelaskan bahwa layanan pribadi di SMPN 1 Sungai Batang biasanya dilakukan dalam bentuk konseling Konseling ini memungkinkan siswa menceritakan masalah yang dihadapinya secara lebih terbuka. ini senada dengan penelitian Kurniawati et al. , . yang menjeaskan bahwa Konseling individu yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik atau konseli mendapatkan layanan langsung tatap muka . ecara peroranga. dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan pengentasan masalah pribadi yang di derita konseli. Layanan pribadi juga diberikan melalui kegiatan bimbingan kelompok. Dalam kegiatan ini, siswa diajak berdiskusi tentang topik-topik seperti cara menghargai diri, mengelola perasaan cemburu, hingga menjaga hubungan baik dengan teman sebaya. Kegiatan ini terbukti efektif untuk melatih keterampilan sosial Ibu Eka sekaligus memperkuat identitas diri ini juga selaras dengan penelitian Rismi et al. , . mengenai tujuan bimbingan kelompok yang menjelaskan bahwa layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk mengembangkan perasan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap STIT Al-Washliyah Binjai yang menunjang perwujudan tingkah laku yang lebih efektif, yaitu peningkatan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun non verbal para siswa. Layanan Sosial Layanan sosial bertujuan membantu siswa agar mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara sehat dan Menurut Ibu Eka, banyak siswa yang awalnya sulit beradaptasi dengan lingkungan sosial sekolah, terutama siswa kelas VII yang baru memasuki dunia SMP. Mereka sering merasa canggung untuk bergaul, bahkan ada yang mengalami bullying dari teman sebaya. Dalam wawancara. Ibu Eka mengatakan: AuAda beberapa anak yang mengalami kesulitan bergaul. Misalnya, anak yang pemalu sering dikucilkan, atau anak yang terlalu agresif bisa menimbulkan konflik. Di sinilah peran BK untuk membimbing mereka belajar cara berkomunikasi, menghargai orang lain, dan menyelesaikan masalah sosial. Ay. Layanan sosial dilakukan melalui kegiatan seperti sosialisasi anti-bullying, pelatihan komunikasi efektif, dan kegiatan kerja sama kelompok. pendidikan inklusif dihadirkan untuk memadukan antara anak normal dengan anak berkebutuhan khusus dalam satu kelas (Hadiansyah et al. , 2. Guru BK juga memanfaatkan momen tertentu, seperti saat upacara bendera atau kegiatan keagamaan, untuk menyisipkan pesan-pesan moral tentang pentingnya saling menghargai. Upaya ini selaras dengan pendapat yang menegaskan bahwa manajemen layanan BK harus terintegrasi dengan kegiatan sekolah agar lebih mudah diterima siswa (Afiani et al. , 2. Layanan Belajar Permasalahan belajar merupakan hal yang paling sering dialami oleh siswa SMP. Banyak siswa kesulitan mengatur waktu, menghadapi kebosanan belajar, atau tidak memahami materi pelajaran. Menurut Ibu Eka, layanan belajar menjadi fokus penting dalam program BK di SMPN 1 Sungai Batang. Ia menuturkan: AuHampir setiap minggu saya menerima siswa yang mengeluhkan nilai turun atau kesulitan memahami materi tertentu. Biasanya saya ajak mereka untuk membuat jadwal belajar, mencari strategi belajar yang sesuai, dan juga berkoordinasi dengan guru mata pelajaran terkaitAy. Peran guru BK dalam mengatasi kesulitan belajar dapat dilakukan melalui konseling akademik maupun pemanfaatan media digital seperti e-konseling. Pendekatan ini sejalan dengan penelitian fauzan yang menemukan bahwa E-Konseling merupakan cara baru untuk berkomunikasi secara cepat danefektif melalui internet. Hal ini tidak bermaksud untuk menggantikan konseling tatap muka, tetapi dapat menjadi salah satu cara dalam membantu konseli memecahkan masalahnya pada jarak jauh tanpa bertemu langsung dengan konselor (Fauzan & Purnama, 2. Hal serupa juga ditegaskan oleh Fauziyyah, . yang menjelaskan pentingnya asesmen kebutuhan yang dijadikan bahan masukan bagi perencanaan program. SMPN 1 Sungai Batang, layanan belajar tidak hanya dilakukan secara individual, tetapi juga melalui bimbingan kelompok tentang cara belajar yang efektif. Contohnya, guru BK memberikan latihan cara membuat peta konsep, teknik membaca yang cepat, serta metode mengingat yang menyenangkan. Aktivitas ini terbukti mampu meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus meningkatkan nilai akademik mereka. Layanan belajar juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi. Ibu Eka mengaku sering menggunakan grup WhatsApp untuk memberikan tips belajar atau motivasi singkat kepada siswa. Cara ini cukup efektif karena siswa lebih responsif terhadap pesan singkat di ponsel Ibu Eka. Inovasi ini senada dengan hasil penelitian Susanto & Suroto, . yang menekankan pentingnya layanan bimbingan klasikal yang dilaksanakan secara daring melalui web sekolah dengan media power point dan video motivasi pembelajaran yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga siswa lebih bersemangat dan giat dalam belajar yang ditunjukkan dengan siswa mulai rajin mengerjakan dan mengumpulkan tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru matapelajaran. Layanan Karier Meskipun siswa SMP masih tergolong muda, layanan karier tetap diberikan agar mereka memiliki gambaran awal mengenai cita-cita dan jalur pendidikan yang ingin ditempuh. Ibu Eka menyampaikan bahwa banyak siswa yang belum mengetahui arah kariernya, sehingga mudah terpengaruh oleh pilihan teman atau dorongan orang tua. Dalam percakapan, beliau mengatakan: AuAnak-anak biasanya belum tahu mau jadi apa di masa depan. Ada yang bilang ikut-ikutan teman, ada yang ikut keinginan orang tua. Saya mencoba membantu mereka mengenali minat dan bakat agar bisa memilih arah karier yang sesuaiAy. Bentuk layanan karier di SMPN 1 Sungai Batang antara lain berupa konseling individual untuk menggali minat, pemberian informasi tentang jenjang pendidikan, hingga kegiatan pemetaan minat bakat. Guru BK juga sering bekerja sama dengan wali kelas dalam memberikan arahan ketika siswa menunjukkan prestasi di bidang tertentu. Penelitian Hamdi & Pitriyani, . menunjukkan bahwa administrasi BK di sekolah merupakan kegiatan administrasi yang dilakukan untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan yang diperlukan. Tujuan Administrasi Konseling di Sekolah adalah sebagai perencanaan program bimbingan dan konseling harus dipersiapkan dengan baik karena kegiatan ini bertujuan untuk menentukan program STIT Al-Washliyah Binjai yang akan dilakukan. Tujuan administrasi dilakukan secara sistematis agar mencapai produktif, berkualitas, efektif dan Ibu Eka menambahkan bahwa layanan karier sering dipadukan dengan kegiatan motivasi, misalnya mengundang alumni untuk berbagi pengalaman atau menampilkan video inspiratif tentang profesi tertentu. Selain itu Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan teknologi digital dalam layanan BK, seperti konseling daring . nline counselin. , penggunaan aplikasi bimbingan belajar, serta penyediaan platform interaktif yang memungkinkan komunikasi lebih efektif antara siswa, guru BK, dan orang tua (Afiani et al. , 2. Peran Guru BK dalam Membimbing Peserta Didik di SMPN 1 Sungai Batang Peran guru bimbingan dan konseling (BK) di SMPN 1 Sungai Batang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pendidikan peserta didik. Guru BK bukan hanya berfungsi sebagai konselor yang membantu siswa menyelesaikan masalah, tetapi juga berperan sebagai motivator, mediator, fasilitator, bahkan advokat yang memperjuangkan kepentingan siswa di Dengan kata lain, guru BK menjadi figur penting yang menjembatani kebutuhan siswa dengan berbagai pihak yang . Guru BK sebagai Konselor Individual Peran utama guru BK adalah sebagai konselor individual yang mendampingi siswa dalam menghadapi berbagai permasalahan pribadi maupun akademik. Banyak siswa SMP mengalami kebingungan dalam mengelola emosi, konflik dengan teman sebaya, hingga kesulitan belajar. Dalam wawancara. Ibu Eka menyampaikan: AuSebagian besar anak yang datang ke saya itu curhat soal teman, masalah keluarga, atau karena nilainya menurun. Saya berusaha mendengarkan dulu secara penuh, lalu mencari akar masalahnya, baru memberi alternatif solusi. Anak-anak biasanya lebih tenang setelah berceritaAy. Hal ini senada dengan penelitian Mirawati et al. , . yang menegaskan bahwa Layanan konseling individu merupakan suatu layanan yang diberikan oleh guru pembimbing/konselor yang dilakukan secara langsung dan tatap muka antara individu dan guru pembimbing dalam memberikan bantuan untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi peserta didik tersebut. Dalam hal ini konselor sebagai guru pembimbing harus membuat peserta didik senyaman mungkin sehingga mereka merasa lebih terbuka dalam menceritakan permasalahan yang sedang dialami. Ibu Eka juga menjelaskan bahwa dalam konseling individual, ia sering menggunakan pendekatan empatik dan reflektif. Misalnya, ketika siswa bercerita tentang konflik keluarga, ia tidak langsung memberikan nasihat, melainkan membantu siswa memahami perasaannya sendiri. Guru BK sebagai Motivator Selain sebagai konselor, guru BK juga berperan penting sebagai motivator yang menumbuhkan semangat belajar dan kepercayaan diri siswa. Banyak siswa di SMPN 1 Sungai Batang yang mengaku merasa malas belajar atau kehilangan motivasi karena nilai yang rendah. Dalam situasi ini, guru BK hadir memberikan dorongan moral. Dalam percakapan. Ibu Eka menuturkan: AuSaya sering memberi motivasi lewat pesan singkat di WhatsApp atau saat bertemu di kelas. Anak-anak biasanya senang kalau diberi perhatian seperti itu. Saya bilang, kegagalan itu biasa, yang penting mereka terus berusaha dan percaya diriAy. Motivasi yang diberikan guru BK mampu meningkatkan disiplin belajar siswa, terutama ketika disampaikan melalui bimbingan kelompok. Berasarkan penelitian Jannah et al. , . layanan bimbingan kelompok yang diberikan secara intensif dapat meningkatkan disiplin belajar pada peserta didik. Guru BK di SMPN 1 Sungai Batang tidak hanya memberikan motivasi secara verbal, tetapi juga melalui tindakan nyata. Misalnya. Ibu Eka sering mengadakan sesi refleksi bersama siswa setelah ulangan untuk membahas strategi belajar yang lebih baik. Guru bimbingan konseling juga memberikan motivasi kepada siswa dan pemahama tentang guru bimbingan konseling dan fungsi bimbingan konseling di sekolah tersebut. Strategi ini efektif karena siswa merasa diperhatikan sekaligus termotivasi untuk memperbaiki diri. Guru BK sebagai Mediator Konflik Konflik antar siswa merupakan hal yang umum terjadi di tingkat SMP. Ada siswa yang terlibat perselisihan kecil, ada pula yang mengalami kasus perundungan. Dalam kondisi seperti ini, peran guru BK sebagai mediator sangat dibutuhkan. Ibu Eka menjelaskan: AuKalau ada anak yang bertengkar, saya biasanya mengajak mereka duduk bersama. Saya minta masing-masing menyampaikan perasaan tanpa saling menyalahkan, lalu mencari solusi yang adil. Setelah itu, saya minta mereka berjabat tanganAy. Konseling multikultural menuntut guru BK untuk mampu memahami perbedaan latar belakang siswa agar dapat menjadi mediator yang adil. Peran ini penting karena konflik sering kali dipicu oleh perbedaan budaya, ekonomi, atau gaya komunikasi antar siswa. Dapat dipahami bersama dalam kehidupan masyarakat yang multikultural khususnya pada kalangan siswa, sebab bagaimana pun setiap lingkungan sekolah memiliki keragaman bahasa sosial, agama, budaya dan sebagainya (Kurniaty et al. , 2. STIT Al-Washliyah Binjai Guru BK juga menjadi mediator antara siswa dengan guru mata pelajaran. Tidak jarang, ada siswa yang merasa tidak nyaman dengan metode pengajaran tertentu atau merasa diperlakukan tidak adil. Dalam hal ini, guru BK membantu menyampaikan aspirasi siswa secara etis kepada pihak guru. Guru BK sebagai Advokat Salah satu peran penting lainnya adalah guru BK sebagai advokat yang memperjuangkan kepentingan siswa, terutama ketika mereka menghadapi masalah yang melibatkan pihak luar. Ibu Eka menjelaskan bahwa ada kasus di mana siswa sering bolos karena harus membantu orang tua bekerja. Dalam kasus seperti ini, ia berperan untuk menghubungi orang tua dan berdialog agar anak tetap bisa bersekolah. AuSaya pernah menemui kasus siswa sering absen karena disuruh orang tua membantu di kebun. Saya berbicara kepada anak dan orang tuanya , saya mengatakan bahwa pendidikan itu penting. Akhirnya orang tua mau kompromi agar anak tetap bersekolah penuhAy. Guru BK harus memiliki keberanian untuk menjadi advokat siswa, terutama ketika kepentingan siswa terancam oleh faktor eksternal. Hal ini juga dikuatkan oleh penelitian Marimbun & Pohan, . yang menekankan pentingnya sarana dan prasarana sebagai penunjang kegiatan bimbingan konseling di sekolah. pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan diperlukan untuk mendukung proses pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Sarana dan prasarana menjadi motor penggerak yang dapat digunakan untuk percepatan dalam mewujudkan capaian Pendidikan. Selain, itu dalam sekolah di perlukannya sarana pendukung bagi guru BK agar mereka dapat menjalankan fungsi advokasi secara lebih Peran advokat juga tampak ketika guru BK memperjuangkan siswa yang mengalami bullying. Ibu Eka mengaku sering berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memberikan sanksi edukatif kepada pelaku, sekaligus memberikan perlindungan bagi korban. Peran guru BK tidak dapat dijalankan sendiri tanpa dukungan pihak lain. Karena itu. Ibu Eka menekankan pentingnya kolaborasi dengan wali kelas, guru mata pelajaran, bahkan komite sekolah. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan layanan bimbingan dan konseling benar-benar menyentuh semua aspek kebutuhan siswa. AuSaya selalu berusaha bekerja sama dengan wali kelas. Kalau ada anak yang nilainya turun atau sering melanggar aturan, saya menganalisis permaslahan yg terjadi pada anak. Dari situ saya bisa memanggil anaknya untuk konselingAy. Konseling multikultural hanya bisa efektif apabila ada kerja sama lintas guru dalam memahami kebutuhan siswa yang beragam berdasarkan studi Dagong di kutip oleh Kurniaty et al. , . menyebutkan dengan Adanya komitmen atau kesepakatan antara seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan memfasilitasi siswa dalam pelaksanaan konseling multikultural sehingga siswa memperoleh layanan pendidikan yang paling prima, selain itu pihak sekolah juga harus menyusun tata tertib atau peraturan tata krama berkomuniksi dalam konseling mutikultural yang disepakati bersama oleh komunitas sekolah. Kendala dalam Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling Pelaksanaan bimbingan dan konseling (BK) di SMPN 1 Sungai Batang tidak lepas dari berbagai kendala yang dihadapi guru BK dalam keseharian tugasnya. Kendala-kendala ini dapat bersumber dari faktor internal siswa, faktor eksternal berupa dukungan keluarga dan sekolah, maupun faktor sistemik seperti keterbatasan sarana prasarana dan kebijakan pendidikan. Untuk memahami persoalan ini lebih mendalam, peneliti melakukan wawancara dengan guru BK. Ibu Eka Sapitri. Sos, melalui aplikasi WhatsApp. Secara umum, kendala utama yang dihadapi dalam pelaksanaan BK di SMPN 1 Sungai Batang dapat dikelompokkan ke dalam beberapa aspek, yaitu: keterbatasan sarana prasarana, rendahnya kesadaran siswa terhadap pentingnya layanan BK, kurangnya dukungan orang tua, keterbatasan waktu layanan, tantangan profesionalisme guru BK, serta hambatan dalam pengembangan sistem informasi dan instrumen penunjang. Keterbatasan Sarana dan Prasarana Keterbatasan sarana prasarana menjadi salah satu masalah klasik dalam pelaksanaan layanan BK di sekolah. Menurut Ibu Eka, ruang konseling di SMPN 1 Sungai Batang masih sederhana, bahkan terkadang digunakan untuk kegiatan lain sehingga privasi konseling menjadi terganggu. Dalam wawancara. Ibu Eka menyampaikan: AuRuang BK kita memang ada, tapi ukurannya kecil dan sering dipinjam untuk rapat atau kegiatan lain. Kalau sudah begitu, saya biasanya melakukan konseling di kelas kosong atau bahkan di perpustakaan. Padahal, untuk konseling seharusnya diperlukan suasana yang tenang dan privatAy. Kondisi ini berimplikasi pada efektivitas layanan, sebab suasana yang kurang kondusif dapat mengurangi kenyamanan siswa dalam mengungkapkan masalahnya. Pengembangan sistem informasi berbasis teknologi dapat membantu menutupi kekurangan sarana fisik, karena siswa bisa melakukan komunikasi dengan guru BK melalui platform digital. Pemanfaatan teknologi berbasis Sistem Informasi bimbingan dan konseling dapat mempermudah penyampaian informasi dan pengelolahan data administrasi (Octoriade et al. , 2. Sarana pendukung seperti buku panduan konseling, media pembelajaran, dan perangkat teknologi juga masih terbatas. Ibu Eka menambahkan bahwa sering kali ia harus menggunakan perangkat pribadi, misalnya laptop atau ponsel, untuk STIT Al-Washliyah Binjai menunjang proses konseling. Berdasarkan penelitian Pratiwi et al. , . menjelaskan bahwa covid-19 mendorong guru BK untuk mengandalkan perangkat pribadi dalam pelaksanaan layanan konseling jarak jauh. Pemebrian iayanan bimbingan dan konseIing di masa pandemi covid-19 diIakukan di luar jam pelajaran. Layanan ini ditawarkan baik secara langsung maupun online. Media pendukung yang dimanfaatkan dalam memberikan layanan sehingga layanan dapat diberikan secara optimal berupa sosial media, whatsapp group, google meet, google form. Rendahnya Kesadaran Siswa Kendala lain yang cukup dominan adalah rendahnya kesadaran siswa mengenai pentingnya layanan BK. Banyak siswa beranggapan bahwa datang ke ruang BK hanya diperuntukkan bagi mereka yang bermasalah atau nakal. Ibu Eka mengatakan: AuKalau saya undang anak ke ruang BK, kadang teman-temannya langsung bilang Aowah, ada masalah apa tuhAo. Jadi anakanak malu datang ke sini, padahal sebenarnya BK itu untuk semua siswa, bukan hanya yang bermasalahAy. Ada siswa yang enggan mengikuti bimbingan kelompok karena takut dianggap bermasalah. Dalam hal ini, integrasi nilai agama dalam layanan BK dapat menjadi solusi untuk membangun pemahaman siswa bahwa konseling adalah bagian dari upaya mendekatkan diri pada nilai-nilai kebaikan, bukan tanda kelemahan. Hal ini selaras dengan penelitian (Nuzliah & Niesa, 2. yang menjelaskan tentang pemberian layanan BK pada anak dengan topik integrasi nilai agama, moral, maka seluruh peserta didik harus dengan sadar berprilaku baik. Sehingga dalam proses belajar dan bergaul diskeolah akan berjalan dengan tertib, efektif dan efisien. Dukungan Orang Tua yang Belum Optimal Selain faktor internal siswa, dukungan orang tua juga menjadi kendala tersendiri. Banyak orang tua yang masih beranggapan bahwa peran guru BK tidak terlalu penting. Ada pula orang tua yang kurang terbuka terhadap rekomendasi guru BK terkait masalah anaknya. Ibu Eka menuturkan: AuKadang saya sudah sampaikan hasil konseling anak kepada orang tuanya, tapi respon mereka kurang serius. Ada yang bilang. Aoya bu, nanti saya tegur anaknyaAo, tapi setelah itu tidak ada tindak lanjut. Akhirnya, masalah anak tidak tertangani dengan baikAy. Keterlibatan orang tua sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, karena bimbingan di rumah akan memperkuat layanan yang diberikan di sekolah. Namun kenyataannya, masih banyak orang tua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak pada sekolah. Selain itu, sebagian orang tua bahkan masih memiliki pandangan negatif terhadap layanan BK. Mereka menganggap anak yang sering dipanggil guru BK berarti nakal atau bermasalah. Pandangan ini tentu bertolak belakang dengan tujuan BK yang bersifat menyeluruh dan preventif. Menurut Elin Sustia di kutip oleh Saputra & Komariah, . menjelaskan bahwa peran guru Bimbingan dan Konseling dalam menurunkan perilaku agresif peserta didik cukup baik yaitu dengan memberikan konseling. Peserta didik yang menunjukkan perilaku kecenderungan perilaku agresif di panggil ke ruang BK, diberikan pengarahan dan nasehat agar dapat mengubah perilakunya tersebut, kemudian guru Bimbingan dan Konseling memberikan penjelasan bahwa perilaku yang peserta didik lakukan dapat menyakiti dan merugikan orang lain maupun dirinya sendiri. Keterbatasan Waktu Layanan Kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan waktu. Guru BK di SMPN 1 Sungai Batang memiliki beban kerja yang cukup besar, sementara jumlah siswa yang ditangani cukup banyak. Hal ini membuat layanan tidak selalu bisa diberikan secara intensif. Ibu Eka menjelaskan: AuJumlah siswa di sekolah ini banyak, sedangkan saya sendiri yang menjadi guru BK. Kadang ada siswa yang butuh waktu lama untuk konseling, tapi saya harus membagi waktu dengan siswa lain atau dengan kegiatan administrasiAy. Masalah keterbatasan waktu ini bukan hanya dialami di SMPN 1 Sungai Batang, melainkan juga di sekolah lain. satu strategi yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan teori Menurut prey ketz yang di kutip oleh Moh. Salehoddin. Yanto, . peran guru bimbingan konseling sebagai komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasihat-nasihat, motivator sebagai pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta nilainilai, dan sebagai orang yang menguasai bahan yang diajarkan. Tantangan Profesionalisme Guru BK Profesionalisme guru BK juga menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan layanan. Menurut Ibu Eka, tantangan yang ia hadapi adalah harus selalu mengikuti perkembangan metode konseling yang relevan dengan kebutuhan siswa masa Ia menuturkan: AuAnak-anak sekarang lebih dekat dengan gadget, jadi saya juga harus bisa masuk ke dunia mereka. Kadang saya kirimkan motivasi lewat pesan WhatsApp, atau membuat materi konseling dalam bentuk video pendek. Kalau tidak begitu, mereka kurang tertarikAy. Profesionalisme tidak hanya menyangkut kemampuan administrasi, tetapi juga kemampuan adaptasi dengan kebutuhan Selain itu, guru BK juga dituntut untuk mampu menjaga etika konseling. Hambatan dalam Penggunaan Instrumen Penunjang STIT Al-Washliyah Binjai Pelaksanaan layanan BK idealnya dilengkapi dengan instrumen penunjang seperti angket, tes minat bakat, dan instrumen non-tes lainnya. Namun di SMPN 1 Sungai Batang, penggunaan instrumen ini masih terbatas. Ibu Eka menyampaikan: AuSaya biasanya menggunakan angket sederhana untuk memetakan masalah siswa, tapi belum bisa maksimal. Alat tes psikologi yang lebih lengkap kan biasanya berbayar dan harus dilakukan oleh psikolog, jadi di sekolah belum adaAy. Instrumen non-tes seperti angket kebutuhan siswa sangat penting untuk membantu guru BK merancang program yang tepat sasaran. Menurut Rufaedah & Himmawan, . kegunaan teknik non tes adalah untuk menilai kepribadian anak secara menyeluruh meliputi sikap, tingkah laku, sifat, sikap sosial, ucapan, riwayat hidup dan lain-lain. Yang berhubungan dengan kegiatan belajar dalam pendidikan, baik secara individu maupun kelompok. Tanpa instrumen yang memadai, layanan BK akan berjalan kurang sistematis dan cenderung reaktif. Pengembangan instrumen digital juga masih minim. Padahal, menurut Octoriade et al. , . Sistem informasi bimbingan dan konseling berbasis web merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan. Sistem informasi ini nantinya memungkinkan pihak admin yang selaku guru bimbingan dan konseling dapat menyimpan data base siswa dengan aman dan lebih akurat dengan detail yang lebih jelas dan juga orang tua dapat memperoleh informasi mengenai siswa yang bermasalah secara cepat dan akurat, begitupun sebaliknya orang tua dapat memberikan informasi kepada pihak sekolah mengenai sikap, tingkah laku, dan kegiatan yang dilakukan oleh siswa diluar jam sekolah atau di lingkungan rumahnya sehingga secara tidak langsung watak dan karakter siswa dapat diketahui yang dapat memberi kemudahan baik kepada pihak sekolah maupun orang tua dalam memberikan tindak lanjut. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi dan wawancara dengan Ibu Eka Sapitri. Sos selaku guru BK di SMPN 1 Sungai Batang, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah ini telah mencakup empat layanan utama, yaitu layanan pribadi, sosial, belajar, dan karier. Keempat layanan tersebut dijalankan secara terpadu dengan menyesuaikan kebutuhan siswa pada tahap perkembangan remaja awal. Guru BK berperan aktif dalam membantu siswa mengenali potensi diri, mengatasi permasalahan pribadi, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan akademik. Dengan demikian, keberadaan layanan BK mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan karakter, kemandirian, serta kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan masa depan. Meskipun pelaksanaan BK di SMPN 1 Sungai Batang berjalan dengan baik, masih terdapat sejumlah kendala yang Keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya kesadaran siswa terhadap pentingnya konseling, serta minimnya dukungan dari orang tua menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan layanan BK. Selain itu, stigma bahwa BK hanya ditujukan untuk siswa bermasalah masih melekat di sebagian kalangan, sehingga menyulitkan guru BK dalam membangun kesadaran positif tentang pentingnya layanan konseling. Kendala ini menunjukkan bahwa diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, baik dari segi penyediaan fasilitas, penguatan pemahaman orang tua, maupun integrasi layanan BK dengan program sekolah lainnya. Daftar pustaka Afiani. Hadiati. , & Damayanti. Manajemen Layanan Khusus Bimbingan dan Konseling di SMPN 33 Bandar Lampung Special Guidance and Counseling Service Management at SMPN 33 Bandar Lampung. Anggraini. Rifai. , & Muhid. Peran layanan bimbingan dan konseling komprehensif dalam perencanaan karier pada siswa SMA. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 5. , 16Ae23. https://doi. org/10. 26539/teraputik. Annastasya. , & Ibrahim. Pengaruh Layanan Konseling Kelompok terhadap Motivasi Belajar pada Siswa. Jurnal Pendidikan Dan Kewirausahaan, 13. , 46 - 64. https://doi. org/10. 47668/pkwu. Ariati. Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Pelayanan kepada Peserta Didik pada Masa Pendemi Covid-19 di SMP N 7 Muaro Jambi. Jurnal Ilmiah Dikdaya, 11. , 128. https://doi. org/10. 33087/dikdaya. Batubara. Farhanah. Hasanahti. , & Apriani. Konseling Bagi Peserta Didik. Jurnal Buatan Alumni Bimbingan Dan Konseling Islam (JKA BKI), 4. , hlm 3. Fauzan. , & Purnama. Peranan Guru Bk Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Menggunakan E-Konseling Di Smp Negeri 2 Jatibarang. Counselia. Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 2. , 12Ae22. https://doi. org/10. 31943/counselia. Fauziyyah. Identifikasi Pelaksanaan Need Asesmen Dan Program Bimbingan Dan Konseling Di Smpn 2 Rongga. QUANTA: Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan, 7. , 68Ae73. https://doi. org/10. 22460/quanta. Fitria. Neviyarni. Mudjiran, & Nirwana. Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 1 Siak Hulu. Jurnal Inovasi Penelitian, 3. , 5263Ae5268. Habsy. Al. Rahmah. Putri. , & Arifuddin. Konsep Dasar Konseling Kelompok Menggunakan Pendekatan Realita. Jurnal Pendidikan Non Formal, 1. , 12. https://doi. org/10. 47134/jpn. STIT Al-Washliyah Binjai Hadiansyah. Gapur. Musyofah. Pitri. , & Hidayat. Pelaksanaan Program Bimbingan Dan Konseling Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Ab. Di Sekolah Inklusi Smpn 17 Mukomuko. International Virtual Conference on Islamic Guidance and Counseling, 1. , 129Ae136. https://doi. org/10. 18326/iciegc. Hakim. Ahmad. , & Syukur. Hambatan Dalam Penyusunan dan Pelaksanaan Program BK di SMA. Journal Of Social Science Research, 3. , 7703Ae7711. Hamdi. , & Pitriyani. Pendampingan Administrasi Bimbingan Konseling dalam Mendukung Layanan Bimbingan Konseling di SMPN 7 Muaro Jambi. Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Masyarakat Multikultural, 2. , 11Ae16. https://doi. org/10. 57152/batik. Hifsy. Firman, & Neviyarni. Implementasi Manajemen Bimbingan dan konseling (POAC) untuk Pelayanan Bimbingan Konseling yang Efektif. Education & Learning, 2. , 74Ae78. https://doi. org/10. 57251/el. Ibrahim. Suryani. , & Tanjung. Peran guru bimbingan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yang kecanduan smartphone melalui layanan bimbingan kelompok. Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 9. , 1220. Jannah. Alam. , & Taufik. Pegaruh Layanan Bimbingan Kelompok Dalam Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa UPTD SMP Negeri 33 Barru. Jurnal Bimbingan Konseling, 1, 27Ae38. Kurniaty. Prayetno. Novalia. Lebong. Muhammadiyah Curup. Srikaton. IAIN Curup. , & Korespondensi. Proceeding International Conference on Islamic Educational Guidance and Counseling PROBLEMATIKA KONSELING MULTIKULTURAL PADA PELAKSANAN BIMBINGAN KONSELING DI SMP NEGERI 8 REJANG LEBONG. December, 1Ae12. Kurniawati. Dharsana. , & Suranata. Implementasi asas keterbukaan dalam pelaksanaan konseling individu pada siswa SMA. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 9. , 258. https://doi. org/10. 29210/1202322654 Marimbun. , & Pohan. Gambaran Sarana dan Prasarana Bimbingan dan Konseling pada Sekolah Menengah Negeri di Indonesia. ENLIGHTEN (Jurnal Dan Bimbingan Konseling Isla. , 4. , 76Ae87. https://doi. org/10. 32505/enlighten. Mirawati. Annur. , & Rabialkanada. Pelaksanaan Program Layanan Konseling Individu Di SMP Negeri 44 Palembang. Innovative: Journal Of Social Science Re, 4. , 10003Ae10017. Moh. Salehoddin, 2Yanto, 3Irfan Kuncoro. TEORI PREY KETZ SEBAGAI STRATEGI PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING 1Moh. El-Fatih: Jurnal Dakwah Dan Penyuluan Islam, 01, 96Ae101. Nugraha. Pendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep. Prosedur. Kelebihan dan Peran di Bidang Pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 5, 23. Nuzliah. , & Niesa. Integrasi Nilai Agama Dalam Pengembangan Bimbingan Dan Konseling Di Smpn 1 Bandar Dua. At-Taujih : Bimbingan Dan Konseling Islam, 6. , 65. https://doi. org/10. 22373/taujih. Octoriade. Karim. Rezky. , & Sulaiman. Pengembangan Sistem Informasi Bimbingan dan Konseling pada SMP Negeri 3 Bangkala Berbasis Web dan Framework Boostrap. Jurnal Ilmiah Multi Disiplin, 03. , 786Ae Pratiwi. Ramadhani. , & Nurlela. Analisis Pelaksanaan Layanan Bimbingan Dan Konseling Di Era Pandemi Covid-19 Di Smp Negeri 35 Palembang. Suluh: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8. , 11Ae15. https://doi. org/10. 33084/suluh. Rismi. Yusuf. , & Firman. Bimbingan kelompok untuk mengembangkan pemahaman nilai budaya siswa. Journal of Counseling. Education and Society, 3. , 17. https://doi. org/10. 29210/08jces149300 Rufaedah. , & Himmawan. Pelaksanaan Instrumen Non Tes Dalam Bimbingan Dan Konseling (Penelitian Di SMP Negeri 1 Balongan Indramayu. Risalah. Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 9. , 1298Ae1305. Saputra. , & Komariah. Peran Guru Bk Dalam Mengatasi Kenakalan Siswa. IJoCE : Indonesian Journal of Counseling and Education, 1. , 24Ae28. Susanto. , & Suroto. Bimbingan Klasikal Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa di Tengah Pandemi Covid19 di SMK Bina Patria 1 Sukoharjo Classical Guidance Fosters Students Ao Learning Motivation Amid The Covid-19 Pandemic At Bina Patria 1 High School . Sukoharjo. Jurnal Pendidikan, 30. , 47Ae52. Wiantisa. Prasetya. Gunawan. Leksono. , & Yuzarion. Pengembangan Layanan Bimbingan Klasikal Berbasis Media Website Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Akademik Siswa. Realita : Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 7. , 1725. https://doi. org/10. 33394/realita. Yulianti. Hatijah. Faradila. , & Husna. Tantangan dan peluang profesi guru BK di era digital. Menara Ilmu, 18. , 1Ae7. https://doi. org/10. 31869/mi. STIT Al-Washliyah Binjai