Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 1 - 6 PENGARUH KOMPETENSI DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN PEGAWAI PADA BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Oleh : Wahyu Yulianto Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan Rusman Rikola Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan Article Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March - 2022 Abstract The study purpose is to analyse the impact of competence and compensation towards job satisfaction. As many as 40 staff are considered as respondents in this research, and census method is used as the sampling method. Primary data in this study were collected through questionnaires and analyzed using Likert Scale. Secondary data are obtained from the organization structure Sukamandi Apparatus Training Centre (BDA), performance appraisal, staff attendance, information system and personnel Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) is used to process and analyze data. This study shows competence and compensation have a significant effect on Job satisfaction. While the compensation isnAot significant the influence of job Keyword : competence, compensation, job satisfaction PENDAHULUAN Semakin pesatnya dunia usaha dan ketatnya persaingan baik di sektor pemerintahan maupun swasta, maka sangat dirasakan adanya kebutuhan akan karyawan mempertahankan jalannya suatu perusahaan. Karyawan atau tenaga kerja merupakan asset utama dan sangat penting bagi suatu kontribusi bagi pencapaian tujuan-tujuan perusahaan serta memberikan kepastian bahwa pelaksanaan fungsi dan kegiatan organisasi, dilaksanakan secara efektif dan adil bagi kepentingan individu, organisasi, maupun masyarakat. Kepuasan kerja merupakan hal yang sangat personal, artinya yang paling dapat merasakan hanyalah yang bersangkutan saja dan sifatnya tidak selalu sama antara orang yang satu dengan orang yang lain, maka dari itu kepuasan kerja perlu diperhatikan oleh organisasi karena kepuasan kerja merupakan kriteria untuk mengukur keberhasilan organisasi dalam memenuhi kebutuhan Kemudian jika memiliki tingkat kompetensi yang tinggi dan memiliki kompetensi secara beriringan maka kepuasan terhadap pekerjaan pun akan Kompensasi menunjukan pada semua hal baik berwujud pada balas jasa berupa finansial maupun non finansial yang diberikan kepada pegawai. Jika kompensasi yang diterima pegawai adalah baik dan tepat, maka pegawai akan merasa puas. Begitu pula sebaliknya jika kompensasi yang diterima oleh pegawai kurang atau tidak tepat maka pegawai akan merasa tidak puas dalam Penempatan tugas pegawai di Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan (BDA KKP) yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan spesifikasi jabatan. Sebanyak 10 pegawai mengeluh berkaitan dengan kompensasi yang diterima, hal tersebut diduga berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi Kompensasi diberikan dengan tujuan memberikan rangsangan untuk meningkatkan kepuasan kerja, oleh karena itu bila kompensasi diberikan secara benar, pegawai akan lebih terpuaskan dan termotivasi untuk mencapai sasaran- sasaran organisasi. Hal ini sesuai penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh I Putu Purnama Putra, dan Ni Wayan Mujiati . dengan judul penelitian Pengaruh kompetensi, kompensasi dan motivasi kerja pada kepuasan kerja karyawan japanese restaurant Legian Kuta Badung Bali yang menyatakan bahwa Kompetensi dan Kompensasi berpengaruh positif pada kepuasan kerja pegawai Take Japanese Restaurant. Badung. Dengan terciptanya kompetensi yang baik dan kompensasi diharapkan dapat meningkatkan kepuasan kerja pada pegawai untuk menghasilkan kerja yang baik, baik secara individu maupun kelompok sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat sesuai dengan rencana yang telah di tentukan dan tujuan organisasi dapat tercapai. TINJAUAN PUSTAKA dalam suatu lingkungan pekerjaan karena terpenuhinya kebutuhan secara memadai. Menurut Carissa Faustina Gondosiswanto dan Silvia Florencia . Tolak ukur kepuasan kerja yang mutlak sulit untuk dicari karena setiap individu karyawan berbeda standar kepuasannya. Adapun indikator-indikator kepuasan kerja, antara Pekerjaan itu sendiri. Setiap pekerjaan memerlukan suatu keterampilan tertentu sesuai dengan bidangnya masing-masing. Suka tidaknya suatu pekerjaan serta perasaan seseorang bahwa keahliannya dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan tersebut. Atasan. Atasan yang baik berarti mau menghargai pekerjaan bahwahannya. Bagi bawahannya, atasan yang baik adalah atasan yang memiliki figure bukan hannya sebagai atasan saja tetapi juga bisa dianggap sebagai Teman sekerja. Merupakan hubungan antara karyawan dengan atasannya dan dengan karyawannya lain, baik yang sama maupun yang berbeda jenis pekerjaannya. Promosi. Merupakan kesempatan untuk memperoleh peningkatan karier selama bekerja. Dalam upaya meningkatkan kepuasan kerja pegawai agar lebih baik lagi perlu adanya pelatihan kompetensi yang baik, dan Agar dapat ditunjang dengan pemberian kompensasi yang baik. Dengan adanya program pelatihan kompetensi, dan Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan hidup, karena sebagian besar waktu manusia dihabiskan di tempat kerja setiap orang yang bekerja mengharapkan memperoleh kepuasan dari tempat dia bekerja. Kepuasan kerja akan mempengaruhi produktifitas kerja akan mempengaruhi tingkat keberhasilan atau kemajuan organisasi. Untuk itu, manajer perlu memahami apa yang harus dilakukan untuk menciptakan kepuasan kerja pegawai. Keits Devis Mangkunegara bahwa kepuasan kerja adalah :Aujob satisfaction is the favorableness or unfavourableness withamployess view their workAy yang artinya kepuasan kerja adalah perasaan menyokong atau tidak menyokong yang dialami pegawai dalam bekerja. Sedangkan Hasibuan . , mengemukakan bahwa : AuKepuasan kerja adalah sikap emosinal yang menyenangkan dan mencintai pekerjaanya, sikap ini kedisiplinan,dan prestasi kerjaAy. Menurut Luthans dalam Anwar Prabu . , mengutip pendapat Locke bahwa:AuKepuasan kerja merupakan keadaan emosional yang positif dari seseorang yang ditimbulkan dari penghargaan atas sesuatu pekerjaan yang telah dilakukanyaAy. Dari definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah keadaan psikis menyenangkan yang dirasakan oleh pekerja diterapkan mengarahkan kemampuan, keahlian dan keterampilannya dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, dan akan berdampak pada kepuasan kerja pegawai yang lebih baik lagi. Menurut Sutisno . mengatakan bahwa ada semacam imbal balik harapan. antara perusahaan pemberi kompensasi dengan pegawai yang menerimanya yakni tujuan seorang pekerja bekerja adalah untuk memberikan kompetensi yang terbaik bagi Kompetensi peraturan, prosedur, teknik yang baru dalam institusi pemerintahan. Keterampilan (Skil. Keterampilan individu meliputi: Kemampuan dalam berkomunikasi dengan baik secara tulisan. Kemampuan berkomunikasi dengan jelas secara lisan. Sikap (Attitud. Sikap individu meliputi : Memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dalam berkreativitas dalam bekerja. Adanya semangat kerja yang tinggi. Kompetensi kemampuan yang dimiliki seseorang yang merupakan perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial maupun Menurut Narimawati . mengemukakan bahwa konstruk kompetensi pegawai sebagai salah satu unsur dari modal intelektual dapat dilihat dari tiga aspek emosional, sosial karena pengukuran kompetensi yang menggunakan dimensi tingkat pengetahuan, keterampilan dan Hal ini sesuai dengan teori dari Lawler yang menyatakan bahwa keahlian menjadi bagian dari faktor masukan yang ketidakpuasan dalam Munandar . Kemudian penelitian Amador. Nicolas dan L. Villa, . dimana ketidaksesuian kompetensi akan dapat menurunkan tingkat kepuasan kerja. Jadi intinya bahwa kepuasan kerja akan dipengaruhi oleh kompetensi. Semakin baik kompetensi maka akan bisa membuat para pegawai puas dalam bekerja serta punya keahlian dibidangnya masingmasing. Menurut Mangkunegara . AuKompetensi adalah kemampuan yang keterampilan, dan karakteristik kepribadian yang mempengaruhi secara langsung terhadap kinerjaAu. Kompetensi menurut Donni Juni Priansa AuKompetensi keterampilan dan pengetahuan cenderung dapat dilihat, karena berada dipermukaan. Sedangkan Lyle Spencer dan signe Spencer Moeherino berpendapat bahwa : AuKompetensi adalah karakteristik yang mendasari seseorang berkaitan dengan efektifitas kerja individu dalam pekerjaanya atau karakteristik individu yang memiliki hubungan kausal atau sebagai sebab akibat dengan kriteria yang dijadikan sebagai acuan, efektif atau berkinerja, prima atau superior ditempat bekerja atau pada situasi tertentuAy. Berdasarkan pengertian yang telah diuraikan mengenai kompetensi, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi adalah peta kapasitas pegawai atas atribut pekerjaan yang diembannya, yang merupakan kumpulan dari kemampuan, keterampilan, kematangan, pengalaman, keefektifan, keefesienan, dan kesuksesan dalam mengemban tanggung jawab pekerjaan. Menurut Wibowo . 2, 87-. indikator kompetensi ada 3 yaitu : Pengetahuan (Knowledg. Pengetahuan yang berkaitan dengan pekerjaan meliputi: mengetahui dan memahami pengetahuan masing-masing. Mengetahui pengetahuan yang berhubungan dengan Kompensasi langsung atau tunai dalam bentuk upah, gaji, insentif, komisi dan bonus, dan imbalan non finansial atau pembayaran tidak langsung. Menurut Cascio F. Wayne dalam Tb. Sjafri . , menyatakan bahwa: AuKompensasi meliputi bentuk pembayaran Kompensasi sering kali diartikan sebagai setiap bentuk pembayaran, upah atau imbalan yang diberikan kepada pegawai yang timbul dari dipekerjakannya pegawai tersebut, yang memiliki dua komponen, yakni imbalan finansial atau pembayaran keuangan tunai langsung, pembayaran tidak langsung dalam bentuk manfaat pegawai, dan insentif untuk memotivasi pegawai agar bekerja keras untuk mencapai produktivitas yang semakin tinggiAy. Menurut Ardana mengemukakan bahwa : AuKompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balasan jasa atas kontribusinya organisasiAy Sedangkan menurut Malayu S. P Hasibuan . , berpendapat bahwa AuKompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung maupun tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas yang diberikan kepada perusahaanAy. Kemudian Sastrohadiwiryo Yuniarsih :AuKompensasi adalah imbalan atau balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja, karena para tenaga kerja tersebut telah memberikan sumbangan tenaga dan pikiran demi kemajuan perusahaan guna mencapai tujuan yang ditetapkanAy Berdasarkan pengertian diatas menunjukkan bahwa dikeluarkan sebagai balas jasa pada pegawai atas pengorbanan sumber daya . aktu, tenaga, dan pikira. serta kompetensi . engetahuan, keahlian, dan kemampua. yang telah mereka curahkan selama periode waktu tertentu sebagai sumbangan pada pencapaian tujuan organisasi dan diterima oleh pegawai sebagai pendapatan yang kepegawaian yang dikemas dalam suatu sistem imbalan jasa. Menurut Edy Sutrisno . , indikator kompensasi untuk mengukur kinerja karyawan secara individu ada 4, yaitu: 1. Gaji. Gaji adalah kompensasi yang diberikan kepada seorang karyawan secara periodik . ebulan sekal. Karyawan yang METODE PENELITIAN Kepuasan kerja berarti perasaan mendukung atau tidak mendukung yang dialami pegawai dalam bekerja. Dengan memiliki kompetensi yang baik dari pegawai diharapkan dapat meningkatkan kepuasan kerja, dan dengan adanya sistem pemberian menerima gaji, pada umumnya telah menjadi telah menjadi karyawan tetap dan lulus dari masa percobaan. Tunjangan. Tunjangan perusahaan kepada para karyawan, karena karyawan tersebut dianggap telah ikut berpatisipasi dengan baik dalam mencapai tujuan perusahaan. Contohnya tunjangan jabatan, keluarga, transport, perumahan, dan Insentif atau bonus. Kompensasi karyawan tertentu, karena keberhasilan prestasi atas pertasinya. Contohnya insentif 5% dari gaji bagi karyawan yang melakukan penjualan melampaui target yang telah Fasilitas. Kompensasi berupa penyediaan fasilitas ini biasannya tidak berdiri sendiri, sekaligus sebagai tambahan dari bentuk kompensasi uang atau materi. Namun tidak semua perusahaan mampu menyediakan fasilitas untuk karyawannya karena berkaitan dengan kemampuan perusahaan yang bersangkutan. Pada umunya, jenis fasilitas yang sering diberikan oleh berbagai perusahaan, antara lain fasilitas lingkungan kerja, antar jemput, makan siang, dan fasilitas perumahan. Kompensasi dapat digunakan sebagai kunci untuk mengelola sumber daya manusia secara efektif agar sesuai dengan kebutuhan bisnis dan kebutuhan pegawai. Menurut Stephen P. Robbin dan Timothy A. Judge yang diterjemahkan oleh Ratna Saraswati dan Fabriella Sirait . , kompensasi juga dapat digunakan sebagai suatu cara untuk memotivasi, meningkatkan prestasi kerja, dan kepuasan kerja karyawan. Penelitian yang dilakukan I Wayan Sudana, dan Wayan Gede Supratha signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Hal ini menunjukan bahwa kompensasi di sebuah perusahaan atau organisasi memiliki peranan dalam mencerminkan sebuah kepuasan kerja pegawai pada perusahaan. kompensasi dari perusahaan dengan baik maka kepuasan kerja pegawai akan Evaluasi dilakukan melalui penelitian untuk meningkatkan kepuasan para pegawai BDA kedepannya. Variabel kompetensi dan kepuasan dijadikan dasar penilaian kepuasan pegawai di BDA KKP. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari 2 variabel independen dan 1 variabel dependen. Variabel independen terdiri dari variabel kompetensi (X. dan kompensasi (X. sedangkan variabel kepuasan (Y. menjadi variabel dependen. Penilaian kepuasan dilakukan melalui pembagian kuisioner yang berisi pertanyaanpertanyaan mengenai kompetensi dan kompensasi kepada pegawai BDA KKP dalam bentuk penilaian skala likert 1 sampai 5 . : Sangat tidak setuju Ae 5: Sangat setuj. yang menunjukkan tingkatan persetujuan Pengumpulan data dilakukan terhadap 40 peserta pelatihan e-learning gelombang pegawai BDA KKP. Data hasil kuisioner diolah dan dianalisis dengan menggunakan menggunakan SPSS. 20 for window untuk menguji signifikansi hipotesis dua variabel yang diajukan, yaitu: H1: Diduga Kompetensi secara parsial berpengaruh Terhadap Kepuasan kerja Pegawai Balai Diklat Aparatur. Kementerian Kelautan dan Perikanan H2: Diduga Kompensasi parsial berpengaruh terhadap Kepuasan kerja Pegawai Balai Diklat Aparatur. Kementerian Kelautan dan Perikanan H3: Diduga Kompetensi Kompensasi secara simultan berpengaruh Kepuasan kerja Pegawai Balai Diklat Aparatur. Kementerian Kelautan dan Perikanan Berdasarkan hipotesis yang dibangun untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari kuesioner, dalam pengujian validitas tiap butir digunakan analisis item, yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah skor tiap butir . rrected item total correlatio. yang SPSS. 20 for window. Indikator yang lolos uji validitas adalah jika koefisien antara rtabel dengan rhitung sama atau diatas 0,3 maka item tersebut dinyatakan valid. Tahap selanjutnya adalah uji reliabilitas. Variabel dapat dikatakan lolos uji reliabiltas jika Jika nilai Crombach Alpha > 0. 06 maka kuesioner dinyatakan reliabel atau konsisten. HASIL DAN PEMBAHASAN Kepuasan Kerja. Sedangkan secara Kompetensi Kepuasan Kerja, hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung 986. 595 > F-tabel 3. 18 dan nilai Sig 0. 000 lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan cara pengambilan keputusan uji simultan dalam analisis regresi dapat disimpulkan bahwa variabel Kompetensi dan Kompensasi jika diuji secara bersama-sama atau serempak berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja. Hasil pengujian pengaruh kompetensi terhadap kepuasan kerja secara parsial bahwa nilai t-hitung 39. 088 > t tabel 1. 675 dan nilai Sig 0. 000 lebih kecil dari 0. 05 maka Ho ditolak dan Ha diterima ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan Kompetensi terhadap variabel Kepuasan Kerja. Hasil pengujian pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja secara parsial dengan nilai t-hitung 1. 593 < t-tabel 2. dan nilai Sig 0. 120 lebih besar dari 0. maka Ho diterima dan Ha ditolak ini berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel Kompensasi terhadap variabel PENUTUP Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa kompetensi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pada pegawai, sedangkan kompensasi secara parsial tidak ada pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pada pegawai. Kesimpulan Kemudian hasil penelitian secara simultan ada pengaruh secara signifikan antara kompetensi dan kompensasi terhadap kepuasan kerja pada pegawai Balai Diklat Aparatur. Kementerian Kelautan dan Perikanan Sukamandi. Saran bimbingan teknis dan sosialisasi, melakukan rotasi atau perputaran, menyusun jenjang Berdasarkan hasil penelitian. Strategi peningkatan kepuasan pada pegawai dengan meningkatkan kompetensi, tindakan nyata yang dapat dilakukan adalah membekali karier yang jelas, melakukan lelang jabatan untuk mengisi jabatan kosong, memberikan kesempatan berkarier pada jabatan fungsional dan memperkuat manajemen kepemimpinan SDM. Pimpinan organisasi dapat memperhatikan/ mengevaluasi kembali kompensasi yang diberikan oleh organisasi. Pemberian disesuaikan dengan tugas dan fungsi serta kapasitas para pegawai itu sendiri sehingga dapat meningkatkan kepuasan kerja pegawai. Strategi selanjutnya adalah perpaduan melalui kompetensi dan kompensasi yang berdampak pada kepuasan kerja merupakan langkah tepat. Hal itu dikarenakan sinergitas dari kedua faktor tersebut terbukti mampu menimbulkan kepuasan kerja. Tindakan nyata yang dapat dilakukan pada prinsipnya sama strategi peningkatan kompetensi dan kompensasi yang berdampak pada kepuasan kerja pada pegawai dengan pendidikan tinggi, hanya terdapat penambahan aspek pelatihan yang mampu menimbulkan kepuasan kerja yaitu dengan penambahan intensitas pelatihan teknis yang sesuai dengan bidang pekerjaan. DAFTAR PUSTAKA