PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Studi Komparatif Kepemimpinan Daud Versus Kepemimpinan Saul serta Implementasinya bagi Kepemimpinan Gereja Masa Kini Budi Wati, 2Yusup Rogo Yuono Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala lidyabw23@gmail. com, 2yusupyuono@gmail. Abstract: A healthy church is important in order to build healthy people. One of the most crucial factors of a healthy church is a healthy leadership. This paper aims to describe Saul and David's leadership in the Bible and its relevance for the church today. This study is using a qualitative approach with a descriptive analysis method. Saul started off well but along the way he experienced deviations, diversions and changes in motivation. However. David started, carried out and ended his leadership well. The differences in their leadership made a stark difference to the nation of Israel at that time. The leader becomes the key figure in determining the advancement or decline of a nation as well as the church. Healthy leadership is related to deeds, character, spirituality and practices that are in accordance with the values of truth. Healthy leadership is also projected from the sense of security of the leader who is not busy maintaining administrative matters but is busy preparing for A well-prepared successor will minimize problems that may arise in the future. The stronger the act, character and spirituality of a leader, the healthier the existing leadership and the healthier the church he leads. Keywords: Church. christian leadership Abstrak: Gereja yang sehat mutlak dibutuhkan guna dapat menghasilkan umat yang sehat. Salah satu faktor penting gereja yang sehat adalah adanya kepemimpinan yang sehat. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan Saul dan Daud dalam Alkitab serta relevansinya bagi gereja masa Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif Analisis. Saul mengawali kepemimpinannya dengan baik namun di tengah perjalanan mengalami penyimpangan, penyelewengan dan perubahan motivasi. Daud mengawali, menjalankan dan mengakhiri kepemimpinannya dengan baik. Perbedaan kepemimpinan membuat perbedaan yang mencolok pada bangsa Israel. Pemimpin menjadi tokoh kunci yang menentukan maju atau mundurnya sebuah bangsa dan juga gereja. Kepemimpinan yang sehat bersangkut paut dengan panggilan, karakter, spiritualitas dan praktek yang sesuai dengan nilai kebenaran. Kepemimpinan yang sehat juga terproyeksi dari adanya rasa aman sang pemimpin yang tidak sibuk mempertahankan jabatan melainkan sibuk mempersiapkan suksesi. Penerus yang dipersiapkan dengan baik akan meminimalisir persoalan yang kemungkinan muncul dalam proses pergantian kepemimpinan. Semakin kuat panggilan, karakter dan spiritualitas seorang pemimpin, semakin sehat kepemimpinan yang ada dan semakin sehat pula gereja yang dipimpinnya. Kata kunci: Gereja. kepemimpinan kristen Pendahuluan Maju atau mundurnya, sehat atau tidaknya sebuah organisasi maupun gereja, sangat ditentukan oleh kepemimpinan yang ada di dalamnya. Ada berbagai macam model, gaya dan tipe pemimpin. Semakin pemimpin mendasarkan kepemimpinannya pada nilai atau kebenaran Firman Tuhan semakin sehat kepemimpinannya. Seperti yang diungkapkan Senjaya dalam bukunya menuliskan Aukepemimpinan yang sehat dan efektif adalah kepemimpinan yang Semakin dekat prinsip, pola dan praktek kepemimpinan sebuah organisasi pada nilai98 PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 nilai Alkitab, semakin besar kemungkinan prinsip, pola dan praktek kepemimpinan tersebut menghasilkan sistem transparan . dan langgeng atau bertahan lama . Ay. (Senjaya 2. Alkitab menyajikan banyak contoh pemimpin yang sehat dan pemimpin yang tidak Contoh pemimpin yang sehat dan berhasil dari Alkitab antara lain: Musa yang berhasil melahirkan Yosua. Elia yang pelayanannya diteruskan Elisa. Daud yang sukses mempersiapkan Salomo sebagai penggantinya. Contoh pemimpin yang tidak sehat dari Alkitab yaitu Saul dan juga Raja-raja Israel dan Raja-raja Yehuda yang hidup tidak takut Tuhan. Hidup dan kepemimpinan Daud serta Saul menarik untuk diteliti. Keduanya adalah raja Israel tetapi mempunyai perbedaan yang sangat mencolok. Daud menutup usianya ketika dia telah putih rambutnya, lanjut umurnya, penuh kekayaan dan kemuliaan (I Tawarikh 29:. Saul mengakhiri hidupnya secara tragis yaitu dengan bunuh diri (I Tawarikh 10:. Tidak banyak pemimpin yang berhasil menuntaskan kepemimpinannya. Penyelewengan, penyimpangan, motivasi yang berubah, dapat terjadi di tengah perjalanan kepemimpinan Berkaitan dengan pemimpin yang menyelesaikan tugasnya Richard Clinton dalam bukunya Aumemulai dengan baikAy membagi pemimpin dalam beberapa kategori yaitu Aupemimpin yang menyelesaikan dengan buruk, menyelesaikan setengah-setengah, menyelesaikan dengan tuntas. Ay(Clinton and Leavenworth 2. Daud dapat dimasukkan dalam kategori pemimpin yang menyelesaikan dengan baik, sedangkan Saul dapat dikategorikan sebagai pemimpin yang menyelesaikan dengan buruk. Keberhasilan Daud dan kegagalan Saul tentu menarik untuk diteliti dan dipelajari guna diterapkan dalam kepemimpinan gereja masa kini. Tulisan ini memfokuskan pembahasan pada kepemimpinan yang sehat dengan indikator panggilan, karakter, spiritualitas dan praktek yang sesuai dengan nilai kebenaran serta suksesi yang dipersiapkan. Berdasarkan uraian di atas, jadi yang menjadi rumusan dalam penelitian ini adalah Augereja yang sehat dipimpin oleh pemimpin yang sehat: studi komparatif kepemimpinan Daud versus kepemimpinan Saul serta implementasinya bagi kepemimpinan gereja masa kiniAy. II. Metode Penelitian Dalam penulisan penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. AuPenelitian kualitatif merupakan suatu penelitian yang hasil penelitiannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau metode kuantifikasi yang lain. Peneliti biasanya menggunakan pendekatan naturalistik untuk memahami suatu fenomena tertentu. Ay(Anggito and Setiawan 2. Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Ay(Rukin 2. Tulisan ini merupakan penelitian jenis descriptive research. AuPenelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan mempengaruhi suatu fenomenaAy(Yuono 2. Metode penelitian deskriptif mempunyai tujuan tertentu yaitu Aumembuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Ay(Sudrajat 2. Menurut Sumadi Surya Brata metode deskriptif adalah Aupenelitian yang bermaksud membuat pencandraan . mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadianAy(Yuono 2. Untuk mengumpulkan data landasan biblis mengenai PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 kepemimpinan yang sehat penulis melakukan penelitian kepustakaan dengan cara menganalisis kepemimpinan Daud yang dibandingkan dengan kepemimpinan Saul serta ditambah dengan buku-buku pustaka lain yang mendukung. Berdasarkan proses tersebut didapatkan hasil kepemimpinan Daud dan kepemimpinan Saul dalam Perjanjian Lama yang dideskripsikan secara perpoin. Hasil dan Pembahasan Gereja Sehat Menurut Tokoh-Tokoh Istilah gereja yang sehat dikemukakan oleh berbagai tokoh dengan berbagai Stephen A. Macchia, yang dalam bukunya(Macchia 2. menyebutkan bahwa ada sepuluh karakteristik dari gereja yang sehat: 1. Kehadiran Allah yang Memberdayakan (GodAos Empowering Presenc. , 2. Penyembahan Allah-Dimuliakan (God-Exalting Worshi. Disiplin rohani (Spiritual Discipline. , 4. Belajar dan bertumbuh dalam komunitas (Learning and Growing in Communit. , 5. Komitmen kepada hubungan yang penuh kasih dan perhatian (Commitment to Loving and Caring Relationship. , 6. Pengembangan pemimpin hamba (Servant-Leadership Developmen. , 7. Fokus keluar (An Outward Focu. , 8. Administrasi yang bijak dan akuntabilitas (Wise Administration and Accountabilit. , 9. Jejaring dengan tubuh Kristus (Networking with the Body of Chris. , 10. Penatalayanan dan kemurahan (Stewardship and Generosit. Pandangan lain diungkapkan Eddy Fances yang menuliskan tanda-tanda gereja sehat, mulia dan misioner: a. Menghormati Otoritas Alkitab, b. haus dan lapar akan Firman Allah, c. Kehidupan doa yang konstan, d. Setia dalam ibadah, e. Kuat dalam persekutuan, f. Sehat dalam kehidupan keluarga, g. Pengelola yang bertanggung jawab, h. Mempraktekkan karunia rohani, i. Memiliki kesaksian yang baik, j. Penginjilan yang berkesinambungan, k. Pemuridan yang teratur, l. Terbuka terhadap perubahan(Fances 2. Christian A. SchwartzAos dalam bukunya AuNatural Church Development (A guide to Eight Essential Qualities of Healthy Churches Characteristic. Ay(Schwartz 22. menempatkan kepemimpinan sebagai poin pertama tanda gereja yang sehat. Kepemimpinan menjadi salah satu faktor penentu gereja sehat atau tidak. Sependapat dengan gagasan Schwartz, tulisan ini memfokuskan pembahasan gereja sehat dari sisi kepemimpinan. Keteladanan kepemimpinan raja Israel pertama dan kedua, yaitu Saul dan Daud, keberhasilan dan kegagalan, karakter dan spiritualitas, serta suksesi yang dilakukan, layak untuk diteliti, diteladani dan diimplementasikan dalam kepemimpinan gereja masa kini. Penulis meyakini sumbangsih prinsip dan nilai kepemimpinan dari Alkitab tetap relevant di segala zaman dan Kepemimpinan Daud Versus Kepemimpinan Saul Pengertian kepemimpinan dapat dilihat dari kata dasar AupimpinAy yang artinya bimbing atau tuntun. (Anon 2. Dari kata AupimpinAy lahirlah kata kerja AumemimpinAy yang artinya membimbing atau menuntun dan kata benda pemimpin yang artinya orang yang berfungsi memimpin atau orang yang membimbing atau menuntun. Adapun istilah pemimpin berasal dari kata asing (Inggri. AuleaderAy dan kepemimpinan berasal dari kata AuleadershipAy. Kepemimpinan secara umum dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggerakkan dan mengarahkan para pengikut guna mencapai tujuan atau visi tertentu. Sedangkan kepemimpinan secara rohani, penulis sependapat dengan Yakob Tomatala yang mengatakan kepemimpinan Kristen adalah Ausuatu proses terencana yang dinamis dalam PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 konteks pelayanan Kristen . ang menyangkut faktor waktu, tempat dan situasi khusu. yang di dalamnya oleh campur tangan Allah. Ia memanggil bagi diri-Nya seorang pemimpin . engan kapasitas penu. untuk memimpin umat-Nya . alam pengelompokan diri sebagai institusi atau organisas. guna mencapai tujuan Allah . ang membawa keuntungan bagi pemimpin, bawahan dan lingkungan hidu. bagi dan melalui-Nya untuk kejayaan kerajaanNyaAy(Tomatala 1. Pada bagian ini penulis mencoba mengulas kepemimpinan yang sehat dengan indikator panggilan seorang pemimpin, karakter seorang pemimpin, spiritualitas seorang pemimpin dan rasa aman serta usaha pemimpin mempersiapkan penerus. Kepemimpinan Saul dan kepemimpinan Daudlah yang peneliti pilih. Pertama. Panggilan. Cara pemilihan dan alasan penunjukkan Saul sebagai pemimpin berbeda dengan Daud. Saul muncul dilatarbelakangi adanya tekanan kekuasaan bangsa Filistin atas Israel. Samuel sebagai penyambung lidah Tuhan telah tua sedangkan anak-anak Samuel tidak hidup seturut ayahnya (I Samuel 8:. Hal ini membuat orang Israel mulai berpikir bahwa mereka membutuhkan seorang pemimpin yang dapat memimpin perang secara langsung dan mampu membebaskan mereka (I Samuel Saul berasal dari suku Benyamin, nama ayahnya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat dari keluarga Matri . Sam. 9:1-. Nama Saul berarti Auyang dimintaAy, secara fisik Saul mempunyai tubuh yang kekar. Alkitab menjelaskan mempunyai tubuh yang elok dan tinggi badan lebih tinggi di antara bangsa Israel (I Samuel 10:. Saul dipilih Allah menjadi raja atas desakan bangsa Israel yang menolak kepemimpinan teokrasi Allah dan menghendaki kepemimpinan monarki. Daud muncul dilatarbelakangi adanya raja terdahulu yang hidup dengan ketidaktaatan terhadap Tuhan. Tuhan menolak Saul dan meminta Samuel untuk mengurapi salah satu anak Isai menjadi raja Israel (I Samuel 16:. Daud sejatinya tidak masuk hitungan dipandangan orang tuanya (I Samuel 16:. , tetapi Tuhan sendirilah yang memilihnya. Saul dipilih karena desakan bangsa Israel yang menghendaki seorang raja. Daud dipilih karena Tuhan sendiri yang memilihnya. Mengamati proses panggilan Saul dan Daud, pemimpin yang dipilih Tuhan cenderung berhasil kepemimpinannya. Penulis sependapat dengan Petrus Octavianus yang mengatakan bahwa Aupemimpin yang dipilih dan ditetapkan oleh Allah, itulah yang boleh memimpin, yang karyanya berbuah untuk kekekalanAy(Octavianus 1. Kedua. Karakter. Menyoroti karakter Saul dan karakter Daud sungguh kontras dan Pada peristiwa bangsa Israel melawan Filistin yang diwakili Goliat. Saul dan seluruh tentaranya dicekam ketakutan (I Samuel 17:. , hanya Daud satu-satunya orang Israel yang berani menghadapi dan mengalahkan Goliat (I Samuel 17:. Pada sisi yang lain, kedua pemimpin ini pernah membuat kesalahan dan masing-masing mendapat teguran dari nabi Tuhan. Daud menerima teguran dengan rendah hati (II Samuel 12:. , sedangkan Saul masih berusaha membenarkan diri (I Samuel 15:. Dalam perjalanan hidupnya, khususnya ketika menghadapi persoalan yang penting . alam peperanga. Daud selalu bertanya kepada TUHAN (II Samuel 5: 19, . Ini menunjukkan Daud memiliki sikap atau karakter bergantung kepada TUHAN. Doa menjadi bagian yang integral dalam setiap usaha Daud. Hal semacam ini tidak dijumpai dalam kepemimpinan Saul. Saul kerap kali membuat keputusankeputusan yang keliru karena tidak mengandalkan Tuhan (I Samuel 14:24-. Karakter dalam kepemimpinan mengambil tempat yang sangat penting. Karakter akan mempengaruhi cara berpikir, cara bertindak dan cara pemimpin mengambil keputusannya. AuKarakter seorang pemimpin dapat dikatakan sebagai kunci keberhasilan kepemimpinannya. Melalui karakter yang baik dan kuat, ia akan mampu melalui masalah yang sering kali hadir PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 ketika ia ada dipuncak. Ay(Tambunan 2. Banyak orang berpendapat bahwa karakter seseorang terbentuk sejak kecil. Ada pula yang berpendapat bahwa tidak dapat diketahui dengan pasti kapan karakter itu mulai dibentuk. Akan tetapi, dapat dikatakan bahwa karakter tidak dapat berubah dengan mudah dan Aukarakter erat kaitannya dengan personality . Ay(Nuraida 2. Daud mempunyai beberapa karakter menonjol, di antaranya: pemberani, rendah hati dan dependen dengan Tuhan. Sedangkan Saul Ketiga. Spiritualitas. Pengalaman, koneksi, latar belakang pendidikan, modal dan faktor lain dapat berdampak pada kemampuan kepemimpinan secara umum. Tetapi ada dimensi yang ditambahkan dalam seorang pemimpin rohani yang tidak dapat dijumpai dalam kepemimpinan umum, yaitu spiritual. Aspek ini adalah karya aktif Tuhan/Roh Kudus dalam kehidupan pemimpin tersebut. Dimensi ini adalah hubungan pribadi, sikap, kedekatan pemimpin dengan Tuhan. Wijaya dalam tulisannya mengungkapkan bahwa kepemimpinan Kristen bukan semata-mata soal organisasi, melainkan terkait dengan aspek spiritual. (Wijaya Kehidupan Saul di aspek spiritual begitu compang-camping. Dalam awal kisah hidupnya yang dicatat Alkitab memang terdapat moment dimana dia mengalami pengalaman spiritualitas yang luar biasa. Saul kepenuhan Roh Tuhan seperti nabi-nabi (I Samuel 10:1. Saul dikuasai Roh Tuhan yang membuatnya berani dan berhasil menyelamatkan penduduk Yabesy (I Samuel 11: 6, 7-. Namun, setelah peristiwa ini, hidupnya diwarnai ketidaktaatan atau penyelewengan-penyelewengan. Saul berani mempersembahkan korban yang notabene itu merupakan tugas imam (I Samuel 13: . Ketidaktaatannya membuat Roh Tuhan sudah undur dari dia dan diganggu roh jahat (I Samuel 16:. Roh Tuhan meninggalkan Saul dan sebagai gantinya roh jahatlah yang intervensi kehidupannya. Pada waktu persoalan tiba, pilihan yang dibuatnya sangat bertentangan dengan Firman. Saul tidak mencari Tuhan tetapi justru memanggil peramal atau dukun Endor (I Samuel . Pada zaman Saul tabut sebagai representative Tuhan juga tidak diindahkan olehnya (I Tawarikh 13:. Fakta-fakta yang Alkitab paparkan menunjukkan bahwa meskipun Saul seorang raja, dia tidak memiliki spiritualitas yang baik. Berbeda dengan Saul, kehidupan spiritualitas Daud begitu ketara sejak awal Akitab memperkenalkan Daud sebagai anak muda dengan paras elok, kemerah-merahan serta matanya indah (I Samuel 16: . Samuel sebagai utusan Tuhan mendapat mandat untuk mengurapi Daud yang masih muda. Sejak diurapi oleh Samuel, berkuasalah Roh Tuhan atas Daud mulai hari itu dan seterusnya (I Samuel 16: . Dapat dikatakan bahwa dari muda Daud sudah dipenuhi Roh Allah. Daud mempunyai kehidupan spiritualitas yang baik. Peristiwa Daud mengalahkan Goliat menjadi moment Daud dikenal di Israel. Peristiwa ini juga menggambarkan iman, percayanya Daud kepada TUHAN yang dikenalnya yang sanggup menolong umatNya. Kepercayaan jenis ini tidak dijumpai di seluruh tentara Israel. Jelas Daud mempunyai hubungan, spiritualitas dan pengenalan akan Tuhan secara berbeda. Pada waktu berbuat salah atau kegagalan, diperhadapkan pada konsekuensi hukuman. Daud lebih memilih meletakan hidup di dalam tangan Tuhan (II Samuel 24: 1-. Fakta lain yang menunjukkan spiritualitas Daud lebih unggul dibandingkan dengan Saul dapat teramati dari cara Daud memperlakukan tabut Tuhan. Zaman Saul tabut Tuhan tidak diindahkan, zaman Daud tabut Tuhan lambang kehadiran Tuhan diperlakukan dengan baik. Tawarikh 13:. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Keempat. Rasa Aman dan suksesi. Saul merupakan gambaran sosok pemimpin dengan rasa aman yang rendah. Saul merasa ketakutan apabila suatu saat kedudukannya sebagai raja akan tergeser. Pada saat Daud yang memimpin pasukan perang bangsa Israel untuk melawan bangsa Filistin selalu mendapat kemenangan dan seluruh rakyat mulai menyukai Daud (I Samuel 18:6-. , hal ini menjadikan rasa benci Saul terhadap Daud semakin mendalam sehingga Saul berupaya membunuh Daud (I Samuel 18: 8-. Daud dianggap ancaman terbesar bagi Saul. Fakta ini dengan jelas menunjukkan bahwa Saul merupakan figur pemimpin yang takut tersaingi. Berkaitan dengan suksesi atau penerusnya, sampai kematiannya Saul tidak berhasil mempersiapkan penggantinya. Dia gagal dalam bidang suksesi kepemimpinan. Pada sisi yang lain. Daud sebagai pemimpin justru terlibat berhasil menghasilkan para Gua Adulam membuktikan Daud mampu melatih orang bermasalah menjadi pemimpin hebat (I Samuel 22:1-. Triwira Daud yang hebat muncul dari gua Adulam (II Samuel 23:8-. Daud mampu mencetak pemimpin-pemimpin, pahlawan-pahlawan yang Daud berhasil memunculkan potensi para pengikutnya. Dalam pemerintahan kerajaan. Daud juga mampu mempersiapkan penerus yaitu anaknya yang terbukti mampu membawa bangsa Israel mengalami kejayaan yang lebih besar (I Raja-raja 1: 28-. Implementasi Kepemimpinan Daud dan Saul bagi Kepemimpinan Gereja Masa Kini Secara teoritis keberhasilan kepemimpinan Daud dan kegagalan kepemimpinan Saul dapat diimplementasikan bagi kepemimpinan gereja masa kini. Sisi keberhasilan untuk diteladani, sisi kegagalan untuk dijadikan awasan. Berikut beberapa implikasi teoritisnya: Pertama. Panggilan. Baik Saul maupun Daud keduanya sama-sama dipanggil atau dipilih Tuhan untuk menjadi pemimpin. Saul merespon kepercayaan dan mandat dari Tuhan beberapa kali dengan sembrono. Ketidaktaatnya kepada Tuhan telah membuat Tuhan menyesal memanggilnya. Sedangkan Daud yang mengasihi Allah dan selalu berusaha mentaatinya. Alkitab menuliskan, dirinya adalah raja yang dikasihi Tuhan. Bagi pemimpin gereja masa kini harus yakin bahwa dirinya adalah pemimpin yang dipilih atau dipanggil oleh Tuhan. Panggilan yang kuat akan memampukan pemimpin bertahan di tengah tantangan kepemimpinan yang tidak mudah. Seperti yang diungkapkan Daniel Ronda dalam bukunya menuliskan bahwa pemimpin yang yakin dirinya dipanggil oleh Tuhan Audia akan siap menerima segala derita serta resiko yang dihadapi dalam pelayanannya dan mampu berdiri teguh dalam integritas di tengah berkat yang diterimanya. Ay(Ronda 2. Jadi pemimpin gereja masa kini perlu mempunyai keyakinan yang kuat akan panggilannya. Selain itu, pemimpin gereja masa kini juga perlu merespon atau mengisi panggilan Tuhan dengan hal yang benar, dengan hati yang mengasihi dan mentaati Tuhan. Kedua. Karakter. Dalam peristiwa Israel menghadapi Goliat. Alkitab menuliskan Saul ketakutan, sedangkan Daud berani. Pemimpin gereja perlu mengembangkan karakter berani, khususnya keberanian dalam menghadapi tantangan dalam kepemimpinan. Pemimpin gereja masa kini perlu memiliki karakter yang kuat atau tangguh sehingga dapat menjadi contoh bagi orang lain yang dipimpinnya. Pemimpin kristen yang ideal adalah seseorang yang memiliki hidup dan karakter yang dapat mendorong orang lain untuk meneladaninya. Berani, rendah hati, dependen dengan Tuhan, perlu dikembangkan oleh pemimpin Kristen masa kini, guna kesehatan gereja yang dipimpinnya. Keberanian yang paling tinggi dituntut dari seorang pemimpin yaitu, keberanian moral dan juga keberanian fisik. Keberanian adalah Ausikap PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 pikiran yang memungkinkan orang untuk menghadapi bahaya atau kesukaran dengan keteguhan, tanpa rasa takut atau kecil hati. Ay(Sanders 2. Ketiga. Spiritualitas. Daud mempunyai kehidupan spiritualitas yang unggul. Hatinya begitu mengasihi Tuhan serta begitu bergantung kepada Tuhan. Saul sebaliknya. Seorang pemimpin gereja masa kini perlu mengembangkan spiritualitasnya, perlu membangun hati yang mengasihi Tuhan serta bergantung penuh kepadaNya. Semakin sehat spiritual seorang pemimpin semakin sehat kepemimpinannya. Spiritualitas mutlak dikembangkan mengingat Aukeunggulan dari kepemimpinan Kristen lebih banyak bergantung pada mutu hubungan pemimpin dengan Tuhan dibanding dengan penerapan karunia dan sumber daya yang telah Tuhan berikan untuk keberhasilan dalam memimpin orang lain. (Loho. Manaroinsong, and Huan 2. Keempat. Rasa Aman dan suksesi. Saul merasa tidak aman ketika ada orang penuh potensi muncul. Dirinya berusaha membunuh orang yang berpeluang menjadi kompetitornya. Saul gagal menyiapkan pengganti, sebaliknya Daud berhasil menyiapkan pengganti. Bahkan keberhasilan Daud dalam suksesi terbukti dari keadaan bangsa Israel yang makin maju ditangan penggantinya. Daud berhasil melahirkan pemimpin yang hebat. Pemimpin gereja masa kini perlu secara serius memikirkan dan menyiapkan penggantinya. Kepemimpinan yang sehat adalah kepemimpinan yang dapat digantikan. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang sukses melahirkan pemimpin baru. Pemimpin gereja masa kini harus sadar, bahwa melahirkan penerus merupakan tugas pentingnya yang perlu dipersiapkan dengan baik. Penerus yang dipersiapkan dengan baik akan meminimalisir persoalan yang kemungkinan muncul dalam proses pergantian kepemimpinan. Dengan kata lain, semakin serius pemimpin gereja mempersiapkan generasi penerus, itu merupakan tindakan prefentif bagi terciptanya kesehatan gereja. Daud membangun hidupnya dalam nilai-nilai kebenaran. Daud begitu mencintai taurat Tuhan. Implementasi lain bagi pemimpin gereja masa kini yaitu semakin praktek kepemimpinan seseorang dekat dengan nilai kebenaran Firman, semakin sehat kepemimpinan yang dijalankannya. Oleh sebab itu, pemimpin Kristen perlu mengembangkan praktek-praktek kepemimpinan yang berdasarkan nilai kebenaran Firman. IV. Kesimpulan Model, prinsip dan nilai-nilai kepemimpinan dari Alkitab tetaplah relevant di segala zaman dan situasi. Kepemimpinan dari tokoh-tokoh Alkitab layak untuk diteladani. Keberhasilan mereka layak dijadikan contoh, kegagalan mereka layak dijadikan awasan. Saul dipilih atau mendapat panggilan menjadi pemimpin, tetapi tidak diimbangi dengan karakter yang baik, kehidupan spiritualitasnya buruk, serta gagal menyiapkan pengganti. Daud sebaliknya, ketika dipilih/dipanggil menjadi pemimpin. Daud mengembangkan karakter yang menunjang kepemimpinannya. Kehidupan kerohanian yang bergantung kepada Tuhan mendominasi perjalanannya, kerajaan Israel semakin kokoh karena keberhasilannya melakukan suksesi. Dalam konteks gereja, kepemimpinan yang sehat akan berdampak pada gereja yang sehat pula. Semakin seorang pemimpin menghidupi atau mempraktekkan kebenaran-kebenaran mengenai kepemimpinan yang bersumber dari Alkitab, semakin besar peluang baginya untuk berhasil dalam kepemimpinan serta semakin sehat juga gereja yang Kepemimpinan yang sehat bersangkut paut dengan panggilan, karakter, spiritualitas dan praktek yang sesuai dengan nilai kebenaran. Semakin kuat panggilan, karakter dan spiritualitas seorang pemimpin, semakin sehat kepemimpinan yang ada dan semakin sehat pula gereja yang dipimpinnya. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Referensi