Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah eISSN: 2809-0330 Vol. 18 No. Desember 2022 Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah PERAN GURU DALAM MELAKSANAKAN BIMBINGAN BELAJAR BAGI MURID MADRASAH IBTIDAIYAH DARUL ULUM PEKAUMAN KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN Zainuddin Sahbana Email: zainudinsahbana@staialjami. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Jami Banjarmasin Nadia Riyanti Email: nadia. riyanti217115851@gmail. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Jami Banjarmasin Taufikurrahman Email: taufikurrahman51@gmail. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Jami Banjarmasin Abstrak Permasalahan yang akan dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah bagaimana peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar bagi murid Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin dan faktorfaktor apa saja yang mempengaruhi peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara jelas peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar bagi murid Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin dan faktor-faktor yang mempengaruhi peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yakni mengambil secara bertujuan, yang tertuju pada 9 orang guru. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul diolah melalui teknik editing, koding, skoring, tabulating dan interpretasi data. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar bagi murid Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin terlaksana dengan baik, hal itu disebabkan oleh bebeapa Faktor, yaitu: 1. Latar belakang pendidikan guru sangat mendukung, karena semua guru sudah berlatar belakang pendidikan strata satu (S. Pengalaman kerja guru yang mendukung, karena guru-guru tersebut sebagian besar pengalaman mengajarnya lebih dari 10 tahun. Sikap murid terhadap bimbingan belajar yang diberikan oleh guru sangat antusias. Keadaan fasilitas dan sarana bimbingan belajar yang tersedia cukup memadai. Waktu yang cukup tersedia untuk melaksanakan bimbingan belajar. Kata Kunci: Peran, bimbingan, belajar Zainuddin Sahbana. Nadia Riyanti & Taufikurrahman Pendahuluan Pendidikan adalah merupakan salah satu pranata sosial yang penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan bernegara dalam rangka membangun masyarakat yang maju, sejahtera, demokratis, mandiri, adil dan sejahtera sesuai dengan cita-cita Untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan tersebut, pemerintah kita berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Di mana negera kita Indonesia sangat memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas, dalam rangka meneruskan dan mengisi perjuangan bangsa. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui pendidikan dan pengajaran yang menghasilkan output atau sumber daya manusia yang siap pakai. Dalam rangka menciptakan proses pendidikan yang akan menghasilkan output yang baik dan berkualitas tersebut, maka harus ada suatu sistem yang mengatur dan mengarahkan proses pendidikan tersebut. Dapat melaksanakan pendidikan yang terarah dan teratur secara baik itu, maka pemerintah Indonesia telah menetapkan tujuan pendidikan secara nasional. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab i pasal 4 yaitu pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mewujudkan sasaran ideal dalam pendidikan seperti dikemukakan di atas maka pelaksanaan pendidikan dan pengajaran harus direncanakan secara matang dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Tugas yang diemban oleh seorang guru dalam dunia pendidikan bukan hanya semata-mata memberikan pelajaran, tetapi juga harus melakukan dan merancang berbagai program yang erat kaitannya dengan kegiatan pendidikan serta memberikan bimbingan belajar untuk mewujudkan murid yang Tujuan pendidikan yang telah ditetapkan tersebut harus di capai secara optimal oleh lembaga pendidikan, namun dalam hal ini tidaklah mudah, karena banyak sekali problemproblem yang ditemui dalam pelaksanaannya. Dengan demikian pada seluruh lembaga pendidikan yang berhubungan dengan murid, guru, fasilitas serta sarana dan lingkungan Salah permasalahan yang berhubungan dengan murid dan ini hampir ditemui pada lembaga pendidikan sekolah adalah masalah belajar, sedangkan belajar merupakan inti kegiatan pendidikan di sekolah dan pentingnya permasalahan belajar sangat besar pengaruhnya terhadap pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karena itu bimbingan belajar harus mendapat perioritas utama dan menjadi pusat kegiatan di sekolah, dalam hal ini diharapkan murid yang bermasalah atau mendapat kesulitan belajar perlu dibimbing atau diberi pengarahan serta pengajaran khusus, sehingga mereka dapat mengatasi dan dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Berbagai permasalahan yang menyangkut pelaksanaan pendidikan merupakan tangung jawab bersama seluruh tenaga pendidik pada lembaga pendidikan yang bersangkutan, karena guru sangat berperan dalam membimbing murid terutama dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Aneka Ilmu. Jakarta, 2003, h. 2 | AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol. 18 No. Desember 2022 Peran Guru dalam Melaksanakan Bimbingan BelajarA Guru harus terampil dalam memberikan berbagai pengetahuan pada murid, terutama memberikan bimbingan, karena perkembangan intelektual pada masa ini telah berada pada tahap berpikir konseptual dan formal. Peran aktif guru dalam memberikan bimbingan belajar kepada murid sangat dominan dan penting. Jadi prinsipnya pendidikan itu dapat dan mampu membawa muridnya kepada perubahan dan menunjukkan kepada hal-hal yang positif, namun pada kenyataannya masih banyak guru yang tidak aktif dalam memberikan belajar dan belum melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembimbing secara efektif dan Apabila kinerja guru tidak optimal bahkan terbengkalai dalam membimbing muridnya dalam belajar kemungkinan disebabkan oleh dua hal yaitu Auguru tidak mampu melihat gejala kesulitan belajar murid dan guru tidak mau melakukan tugas sebagai pembimbing karena menganggap tugas itu sebagai tugas tambahanAy. Pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran guru harus mampu mengarahkan segala potensi yang dimiliki murid agar bakat dan minat belajar yang dimiliki murid berkembang secara positif, terarah dan menghasilkan prestasi yang baik. Selanjutnya dalam proses pembelajaran peranan guru adalah mutlak, karena guru adalah penggerak situasi pembelajaran atau sumber aktivitas belajar. Tidak ada proses pembelajaran kalau tidak ada guru, bila tidak ada pelajaran maka tidak ada proses pembelajaran, maka oleh karena itu guru dan murid dalam suatu proses pembelajaran sama-sama penting dan harus saling berpartisipasi secara aktif. Di sisi lain dalam proses pembelajaran di sekolah, terkadang cukup banyak kendala yang dihadapi, di antaranya kurangnya perhatian guru dalam memberikan bimbingan belajar, padahal bimbingan guru dalam belajar sangat penting, karena hal demikian dapat mempengaruhi prestasi belajar murid bahkan dapat memperlancar proses pembelajaran, maka oleh karena itu perlu bimbingan belajar dilaksanakan oleh semua guru. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa peran guru dalam memberikan bimbingan belajar kepada murid Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin belum maksimal dilaksanakan sebagaimana yang Gambaran yang terlihat dari kesempatan murid untuk mendapat bimbingan masih belum optimal, guru hanya terfokus pada kegiatan pembelajaran sesuai dengan jadwal mata pelajaran yang dipegangnya. Arahan kepada murid untuk lebih mendalami dan memahami materi pembelajaran terkesan belum dilaksanakan secara intensif, sehingga perhatian murid terhadap tugas-tugas yang diberikan di sekolah belum diselesaikan secara baik. Kerangka Teori Pengertian Bimbingan Menurut Tohirin dalam bukunya Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integras. mengemukakan pengertian bimbingan secara etimologi . adalah Aubimbingan merupakan terjemahan dari kata guidanceAy. Abu Ahmadi dan Ahmad Rohani. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Rineka Cipta. Jakarta, 1994, h. AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol. 18 No. Desember 2022 | 3 Zainuddin Sahbana. Nadia Riyanti & Taufikurrahman Adapun pengertian bimbingan secara terminologi . adalah Auguidance diterjemahkan dengan arti bantuan atau tuntunan atau pertolonganAy. Menurut Djumhur dan Moh. Surya dalam bukunya Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah mengemukakan bahwa: Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, menerima diri, pengarahan dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Menurut Slameto dalam bukunya Bimbingan di Sekolah mengemukakan bahwa: Bimbingan adalah proses memberikan bantuan kepada murid agar ia sebagai pribadi memiliki pemahaman yang benar akan diri pribadinya dan akan dunia sekitarnya, mengambil keputusan untuk melangkah maju secara optimal dalam perkembangannya dan dapat menolong dirinya sendiri menghadapi serta memecahkan masalah-masalahnya. Semuanya demi tercapainya penyesuaian yang sehat dan demi memajukan kesejahteraan mentalnya. Menurut Jasse Feiring Williams dalam bukunya The Principles of Physical Education mengemukakan bahwa: Guidance is a process of hilping every pupil to discover and depelop his fuil potensialities for personal happiness and social usefulnessAy. Artinya bimbingan adalah proses dalam menolong setiap orang dan menemukan dan mengembangkan kemampuan dirinya sendiri secara maksimal demi kebahagiaan pribadi dan bermanfaat dalam kehidupan sosialnya. Menurut WS. Winkel dalam bukunya Bimbingan dan Konseling di Sekolah mengemukakan bahwa bimbingan berarti pemberian bantuan kepada seorang atau sekelompok orang dalam membuat pilihan-plihan secara bijaksana dalam mengadakan penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup, bantuan ini bersifat psikis bukan pertolongan finansial, media dan lain sebagainya. Beberapa definisi yang telah dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan merupakan suatu proses yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar mencapai kemandirian dalam pemahaman dari penerima diri, pengarahan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan. Pengertian Belajar Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia belajar artinya Auberusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalamanAy. Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integras. PT. Rajawali Grafindo Persada. Jakarta, 2007, h. Djumhur dan Moh. Surya. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. CV. Ilmu. Bandung, 1996, h. Slameto. Bimbingan di Sekolah. PT. Bina Aksara. Jakarta, 1986, h. Jesse Feiring Wiliams. The Principles of Physical Education. 8 Saundera Company. Philadelphia and London, 1954, h. WS. Winkel. Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah. PT. Gramedia Widiasarana. Jakarta, 1985, h. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta, 1990, h. 4 | AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol. 18 No. Desember 2022 Peran Guru dalam Melaksanakan Bimbingan BelajarA Menurut Nana Sudjana dalam bukunya Cara Belajar Siswa Aktif Dalam Proses Belajar Mengajar bahwa: Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar. Menurut M. Uzer Usman dalam bukunya Menjadi Guru Profesional bahwa belajar adalah: Suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan murid atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan murid itu merupakan faktor utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajarAy. Menurut Oemar Hamalik dalam bukunya Kurikulum dan Pembelajaran bahwa belajar adalah Ausuatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan belajarAy. 11 Menurut Slameto dalam bukunya Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya belajar adalah Ausuatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannyaAy. Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono dalam bukunya Psikologi Belajar mendefinisikan belajar adalah : Suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. 13 Menurut Muhibbin Syah dalam bukunya Psikologi Belajar mengemukakan belajar adalah Autahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan melibatkan proses kognitifAy. Melihat beberapa pengertian belajar yang telah dikemukakan para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah aktivitas yang menyebabkan perubahan dalam diri seseorang, baik berupa pengetahuan, tingkah laku, sikap maupun keterampilan yang mengarah kepada tindakan yang lebih baik. Pengertian Bimbingan Belajar Bimbingan belajar adalah suatu bantuan dari pembimbing kepada murid dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam memilih program studi yang sesuai dan dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang timbul berkaitan dengan tuntutan belajar di suatu lembaga pendidikan. Bimbingan belajar merupakan jenis bimbingan yang membantu para murid dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah Bimbingan belajar merupakan bantuan yang diberikan oleh pembimbing Nana Sudjana. Cara Belajar Siswa Aktif Dalam Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru. Bandung, 1995, h. Uzer Usman. Menjadi Guru Profesional. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung, 1998, cet. Ke-9. Oemar Hamalik. Kurikulum dan Pembelajaran. Tarsito. Bandung, 1995, h. Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta. Jakarta, 1995, h. Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono. Psikologi Belajar. Rineka Cipta. Jakarta, 1991, h. Muhibbin Syah. Psikologi Belajar. Lgos Wacana Ilmu. Jakarta, 1995, h. AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol. 18 No. Desember 2022 | 5 Zainuddin Sahbana. Nadia Riyanti & Taufikurrahman kepada murid dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan pendidikan maupun masalah belajar. Bimbingan belajar pada prinsipnya sama saja dengan bimbingan akademis, jika dilihat secara sempit sering disebut sebagai bimbingan belajar . ntruction guidanc. , dan jika dipandang secara luas maka dapat disebut bimbingan pendidikan . ducational guidanc. Tujuan Bimbingan Belajar Menurut Abu Ahmadi di dalam bukunya Didaktik Metodik menyebutkan bahwa tujuan bimbingan adalah Auuntuk memberikan bantuan kepada murid supaya dapat menemukan caranya sendiri untuk belajar dengan metode yang lebih mudah dan lebih efesienAy. Kemudian senada dengan pendapat Abu Ahmadi di atas. Wakatiri, dkk, dalam bukunya Penilaian Pencapaian Hasil Belajar mengemukakan bahwa tujuan bimbingan belajar adalah: Mencarikan cara-cara yang efektif dan efesien bagi seorang anak atau kelompok anak. Menunjukkan cara mempelajari yang sesuai dan menggunakan buku Memberikan informasi . aran dan petunju. bagaimana cara memanfaatkan Membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian. Memilih suatu mata pelajaran sesuai bakat, minat, kecerdasan, cita-cita dan kondisi fisik kesehatan. Menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam mata pelajaran tertentu. Menentukan pembagian waktu perencanaan jadwal belajar. Memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pekerjaan di sekolah maupun untuk mengembangkan bakat dan karirnya di masa depan. Pendapat tersebut di atas ada benarnya karena sebuah bimbingan adalah salah satu arahan untuk memberikan bantuan kepada murid supaya dapat menemukan caranya sendiri untuk belajar dengan metode yang lebih mudah dan lebih efesien. Kemudian menurut Dewa Ketut Sukardi dan Desak Sumiati mengemukakan tujuan bimbingan di sekolah terdiri dari Autujuan umum dan tujuan khususAy. Tujuan umum Setelah murid mendapatkan pelayanan bimbingan dan di sekolah, secara umum diharapkan: Agar murid dapat memperkembangkan pengertian dan pemahaman diri dalam kemajuannya di sekolah. Agar murid dapat memperkembangkan pengetahuan tentang dunia kerja, serta rasa tanggung jawab dalam memilih suatu kesempatan kerja tertentu sesuai dengan tingkat pendidikannya yang di syaratkan. Abu Ahmadi. Didaktik Metodik. Toha Putra. Semarang, 1996, h. Wakatiri, dkk. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar. Universitas Terbuka. Jakarta, 1998, h. Dewa Ketut Sukardi dan Desak Made Suamiati. Pedoman Praktis Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Rineka Cipta. Jakarta, 1990, h. 6 | AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol. 18 No. Desember 2022 Peran Guru dalam Melaksanakan Bimbingan BelajarA . Agar murid dapat memperkembangkan kemampuan untuk memilih dan mempertemukan pengetahuan tentang dirinya dengan informasi tentang kesempatan yang ada secara tepat dan bertanggung jawab. Agar murid dapat mewujudkan penghargaan terhadap kepentingan dan harga diri orang lain. Tujuan khusus Tujuan khusus yang ingin dicapai setelah murid memperoleh pelayanan bimbingan adalah: Agar murid memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri. Agar murid memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya termasuk lingkungan sekolah, keluarga dan kehidupan masyarakat yang lebih luas. Agar murid memiliki kemampuan untuk memahami kesulitan dalam mengidentifikasikan dan memecahkan masalah yang dihadapi. Agar murid memiliki kemampuan untuk mengatasi dan menyalurkan potensi-potensi yang dimiliki dalam pendidikan dan dalam lapangan kerja yang tepat. Beberapa definisi yang telah dikemukakan para ahli tersebut di atas tentang tujuan bimbingan, maka terlihat bahwa yang ingin dicapai dengan adanya bimbingan belajar di sekolah adalah tingkat perkembangan yang optimal bagi setiap individu dan kemampuan untuk mengatasi sendiri masalah-masalah yang dihadapi serta mampu beradaptasi dengan lingkungannya, baik lingkungan sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat di mana ia bertempat tinggal. Fungsi Bimbingan Belajar Menurut Wakatiri, dkk, bahwa fungsi bimbingan belajar itu ada empat macam Perservatif, yaitu memelihara dan membina suasana dan situasi yang baik dan tetap diusahakan terus bagi kelancaran kegiatan belajar mengajar. Preventif, yaitu tindakan yang dilakukan untuk pencegahan sebelum terjadinya masalah. Kuratif, yaitu mengusahakan penyembuhan pembetulan dan membatasi Rehabilitasi, yaitu melakukan tindak lanjut serta penempatan sesudah rekrutmen yang memadai. Kemudian menurut Djumhur dan Moh. Surya bahwa fungsi bimbingan adalah: Pengungkapan, yaitu pembimbing mengadakan pendekatan kepada murid sehingga murid yang bermasalah mau menceritakan masalahnya. Menyalurkan, yaitu memberikan kesempatan pada murid untuk dapat mengembangkan bakat sesuai dengan kepribadiannya. WS. Winkel. Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah. PT. Gramedia Widiasarana. Jakarta, 1985, h. Wakatiri, dkk. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar. Universitas Terbuka. Jakarta, 1998, h. AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol. 18 No. Desember 2022 | 7 Zainuddin Sahbana. Nadia Riyanti & Taufikurrahman Penyesuaian, yaitu membantu terciptanya penyesuaian antara murid dan Pencegahan, yaitu memberikan bantuan kepada murid untuk menghindari kemungkinan terjadinya hambatan atau gangguan. Pengembangan, yaitu membantu murid untuk mengembangkan potensi secara Perbaikan, yaitu membantu murid memperbaiki sekaligus meningkatkan yang kurang baik menjadi lebih baik. Uraian tersebut jelas bahwa bimbingan belajar mempunyai fungsi dalam rangka pengembangan potensi murid itu sendiri. Peran Guru Dalam Melaksanakan Bimbingan Belajar Guru adalah seorang dewasa yang paling berarti bagi murid, guru sebagai pendidik mempunyai peran yang sangat penting dalam keseluruhan proses pembelajaran murid. Oleh karena itu maka setiap guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan serta kesadaran untuk melaksanakan tugasnya, untuk melaksanakan hal ini guru harus mengenal dirinya sendiri dan hubungannya dengan perilakunya serta melangkapi dan mendalami pengetahuannya tentang murid. Kemudian sebagai pembimbing dalam proses pembelajaran maka diharapkan agar Memberikan berbagai informasi yang diperlukan dalam proses pembelajaran Membantu setiap murid dalam mengatasi masalah pribadi yang dihadapinya. Memberikan kesempatan yang memadai agar setiap murid dapat belajar sesuai dengan karakteristik pribadinya. Mengenal dan memahami setiap murid baik secara individual maupun secara Menilai keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah dilakukan. Uraian di atas ada tiga hal pokok yang menjadi latar belakang perlunya bimbingan dilihat dari segi pendidikan. Pertama dilihat dari segi hakikat pendidikan sebagai suatu dasar dalam mengembangkan kepribadiannya. Kedua pendidikan senantiasa berkembang secara dinamis dan karenanya selalu terjadi perubahan-perubahan dan penyesuaian dalam komponen-komponennya. Ketiga pada hakikatnya guru mempunyai peranan yang tidak hanya sebagai pengajar akan tetapi lebih luas dari itu, yaitu sebagai pendidik. Dalam melaksanakan bimbingan sangat membutuhkan data pribadi murid, data tersebut dapat diperoleh misalnya melalui tes, wawancara atau observasi, sehingga dapat diketahui latar belakang pribadi murid yang sangat diperlukan dalam proses pemberian bantuan bimbingan. Selain itu setiap murid mempunyai perbedaan baik dalam hal usia, mental, keadaan fisik, pengalaman sosial maupun emosional. Pengetahuan ini sangat bermanfaat dan harus sefera diketahui oleh guru sehingga sejak awal dapat diberikan pengalaman-pengalaman pendidikan yang berguna bagi perkembangan murid. Jadi dengan inisiatif pendekatan yang penuh perhatian, sikap lemah lembut serta simpatik seorang guru atau pembimbing akan disenangi dan Djumhur dan Moh. Surya. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. CV. Ilmu. Bandung, 1996, h. Ibid, h. 8 | AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol. 18 No. Desember 2022 Peran Guru dalam Melaksanakan Bimbingan BelajarA dicintai oleh bimbingannya. Sikap demikian adalah menjadi daya tarik yang kuat terhadap pribadi murid yang dibimbingnya. Adapun tugas dan tanggung jawab serta wewenang dari guru dalam hal bimbingan antara lain: Mengumpulkan data, fakta dan informasi tentang murid Mengidentifikasikan tentang berbagai kebutuhan dan masalah yang dirasakan murid di dalam kelas. Menyelaraskan diagnosa kesulitan belajar murid Membantu memberikan informasi kepada murid Menyelenggarakan bimbingan kelompok. Berpartisipasi dalam konferensi kepada murid Mengadakan penilaian terhadap prestasi belajar murid dan menyampaikan kepada konselor kalau ada. Melimpahkan murid dalam permasalahannya kepada konselor Meneliti berbagai macam kesulitan dan kemajuan murid dalam proses pembelajaran dan menginformasikan kepada konselor. Membantu secara aktif penyelenggaraan layanan bimbingan di sekolah. Berdasarkan hal di atas maka jelaslah bahwa bimbingan tidak terlepas dari pekerjaan guru di kelas. Bimbingan bukan semata-mata tugas ahli bimbingan, guru juga bertugas sebagai bimbingan. Ia harus mengawasi dan mengarahkan perkembangan pribadi setiap murid secara keseluruhan. Dalam melaksanakan bimbingan termasuk bimbingan belajar dikenal adanya langkah-langkah kegiatan sebagai berikut: Langkah identifikasi kasus. Langkah ini dimaksudkan untuk mengenal kasus beserta gejala-gejala yang nampak. Adanya gejala kesulitan murid sering diamati guru dalam bentuk menurunkan hasil belajar atau prestasi murid yang rendah dilihat dari angka raport dan nilai serta adanya perubahan murid yang sering menyimpang pada saat proses pembelajaran berlangsung. Langkah diagnose. Langkah ini bertujuan untuk mengetahui secara tepat lokasi kesulitan belajar dalam belajar. Dalam kegiatan ini dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data setelah data terkumpul dan diamati, akan dapat ditetapkan masalah yang dihadapi murid serta latar belakang timbulnya masalah tersebut. Langkah prodiagnosa. Langkah ini untuk menetapkan jenis dan teknik pemberian bantuan yang sesuai dengan sifat, corak dan latar belakang kesulitan yang dihadapi oleh murid. Langkah ini berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam langkah diagnosa. Langkah terapi atau pemberian bantuan. Pemberian bantuan atau bimbingan kepada murid agar masalah atau kesulitan belajar yang dihadapinya dapat di atasi dan dipecahkan, murid dapat mencapai hasil yang optimal serta mempunyai sikap penyesuaian diri yang sehat. Langkah evaluasi dan follow up . indak lanju. Dalam langkah follow up . ibdak lanju. di mana melihat perkembangan selanjutnya dalam jangka Tabrani Rusyan. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung, 1994, h. AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol. 18 No. Desember 2022 | 9 Zainuddin Sahbana. Nadia Riyanti & Taufikurrahman waktu yang lebih jauh. Untuk melaksanakan evaluasi dan tindak lanjut memerlukan waktu yang cukup lama dan harus melihat perkembangan selanjutnya yang lebih mendalam. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menjelaskan tentang peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar bagi murid Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin dan faktor-faktor yang mempengaruhi peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar tersebut. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yakni mengambil secara bertujuan, yang tertuju pada 9 orang guru di Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu data peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar bagi murid dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar bagi murid Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Teknik pengumpulan data data penelitian ini adalah angket, observasi, dan pemanfaatan Pengolahan data dilakukan dengan teknik editing, koding, skoring, tabulating dan interpretasi data. Hasil Penelitian dan Pembahasan Peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar Langkah-langkah kegiatan bimbingan belajar oleh guru Dari data yang didapat melalui angket diketahui bahwa guru yang menyatakan sering menemukan murid yang mengalami masalah atau kesulitan dalam belajar yaitu ada 78%, ini termasuk dalam kategori tinggi, dan guru yang menyatakan kadang-kadang hanya beberapa kali dalam satu semester yaitu ada 22%, ini termasuk dalam kategori rendah. Dengan demikian murid yang mengalami kesulitan atau kesulitan dalam belajar berada dalam kategori tinggi. Kemudian dari data yang di dapat melalui angket juga diketahui bahwa guru yang Selalu memberikan bimbingan atau arahan terhadap murid yang mengalami masalah-masalah tersebut ada 78%, ini termasuk dalam kategori tinggi dan ada 22% guru yang menyatakan kadang-kadang memberikan bimbingan atau arahan dalam kesulitan belajar, ini termasuk dalam kategori. Selanjutnya berdasarkan data yang dihasilkan melalui angket juga diketahui bahwa guru yang selalu melakukan langkah identifikasi masalah, diagnosa, prognosa, terapi, evaluasi serta tindak lanjut ini ada 56% termasuk dalam kategori cukup, dan guru yang menyatakan kadang-kadang melakukan langkah identifikasi masalah, diagnosa, terapi, evaluasi serta tindak lanjut ini ada 44% juga termasuk dalam kategori cukup. Teknik dan metode guru dalam usaha memahami murid dan masalahnya Dari hasil angket yang dijawab oleh responden didapati bahwa guru yang menggunakan teknik Wawancara, observasi, menganalisis hasil ulangan/latihan dan tindak lanjut dalam usaha memahami murid dan masalahnya termasuk dalam kategori tinggi sekali yaitu 89%, dan guru yang hanya menggunakan teknik 10 | AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol. 18 No. Desember 2022 Peran Guru dalam Melaksanakan Bimbingan BelajarA Observasi dan menganalisis hasil ulangan/latihan dalam memahami murid dan masalahnya termasuk dalam kategori rendah sekali yaitu 11%. Kemudian dari hasil angket yang dijawab oleh responden juga diketahui bahwa guru yang menggunakan teknik bimbingan individual/kelompok, pengajaran remedial/kegiatan perbaikan dan pengayaan pelajaran . ada 56% termasuk dalam kategori cukup. Dengan demikian teknik ini sudah menggambarkan adanya peran aktif dalam bimbingan belajar di sekolah. Kemudian dari hasil angket juga diketahui bahwa guru yang menggunakan ceramah, tanya jawab dan penugasan serta diskusi ada 78% termasuk dalam kategori tinggi, dan guru yang menggunakan metode ceramah, penugasan, dan tanya jawab ada 22% termasuk dalam kategori rendah, sementara itu guru yang menyatakan metode ceramah dan penugasan juga termasuk dalam kategori Dengan demikian berarti guru-guru telah menerapkan metode yang bervariasi dalam pemberian bimbingan belajar secara berkelompok. Kemudian dari hasil angket mengenai metode yang digunakan dalam bimbingan belajar yang dilakukan secara kombinasi atau bervariasi diketahui bahwa guru yang sering, hampir setiap hari mengajar menggunakan metode bimbingan secara kombinasi/variasi dan ada 56% termasuk dalam kategori cukup, dan guru yang menyatakan kadang-kadang menggunakan metode kombinasi/variasi ada 44% juga termasuk dalam kategori cukup. Dengan demikian guru telah menerapkan metode yang bervariasi dalam mengajar. Kemudian berdasarkan hasil angket mengenai pelayanan informasi pendidikan, teknik yang digunakan guru dalam layanan informasi , yaitu ada sebesar 44% termasuk dalam kategori cukup guru memberikan pengarahan pada saat kenaikan kelas/pembagian raport, apel bendera, penambahan pelajaran/les, dan proses pembelajaran berlangsung termasuk dalam kategori cukup, dan 34% termasuk kategori rendah guru memberikan pengarahan pada saat kenaikan kelas/pembagian raport, apel bendera, penambahan pelajaran/les, sementara itu 22% juga termasuk kategori rendah pemberian pengarahan pada saat kenaikan kelas/pembagian raport, apel bendera. Bentuk kegiatan oleh guru dalam rangka memberikan bimbingan Hasil angket diketahui bahwa guru yang menyatakan mengajar kembali, bimbingan individual/kelompok, memberi pekerjaan rumah, menyuruh murid mempelajari materi yang belum dikuasai bentuk kegiatan guru dalam layanan kegiatan perbaikan termasuk dalam kategori tinggi sekali, yaitu 89%. Ini menunjukkan bahwa rata-rata semua guru melaksanakan perbaikan dalam bentuk pengajaran kembali, bimbingan individual/kelompok kecil dan memberikan pekerjaan rumah, selain itu juga menyuruh murid membaca/mempelajari materi yang belum dipahaminya. Waktu pelaksanaan bimbingan Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dapat diketahui bahwa kegiatan identifikasi masalah dilakukan guru pada saat kegiatan pembelajaran atau setelah menyelesaikan satu bahasan . ost tes. Selain itu kegiatan ini bisa juga dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan, yaitu apabila ditemukan murid yang menunjukkan perilaku menyimpang pada saat kegiatan pembelajaran AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol. 18 No. Desember 2022 | 11 Zainuddin Sahbana. Nadia Riyanti & Taufikurrahman Demikian pula dengan pemberian bantuan pemecahan masalah ini dilakukan guru secara langsung setelah diketahui murid mana yang bermasalah serta apa penyebab atau latar belakang masalahnya. Jadi pemberian bantuan pemecahan kesulitan belajar atau bimbingan belajar itu dapat pula dilakukan pada waktu lain di luar jam pelajaran terjadwal. Untuk layanan informasi-informasi layanan ini tidak terjadwal atau terprogram secara khusus, jadi pelaksanaannya kapan saja tergantung kondisi dan kesempatan yang ada. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar Latar belakang pendidikan guru. Berdasarkan data dari hasil angket diketahui bahwa guru yang berlatar belakang pendidikan strata satu (S. ada 100% termasuk dalam kategori tinggi sekali, dan tidak ada guru yang berlatar belakang pendidikan SMA/MA/SMK dan Diploma II dan i. Kemudian dilihat dari latar belakang pendidikan guru yang sudah strata satu (S. tersebut rata-rata berlatar belakang pendidikan sarjana keguruan. Dengan demikian latar belakang pendidikan guru-guru ini sangat mendukung terhadap peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar bagi murid Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Faktor pengalaman kerja. Dari hasil angket diketahui bahwa guru dengan lama mengajar lebih dari 10 tahun ada 78% termasuk dalam kategori tinggi, dan guru yang lama mengajar antara 5 Ae 10 tahun ada 22% termasuk dalam kategori rendah, sementara itu tidak ada guru yang lama mengajar 0 Ae 5 tahun. Dengan demikian kalau dilihat dari masa kerja guru sebagian besar guru cukup berpengalaman dalam melakukan bimbingan belajar, hal ini kebanyakan guru lebih dari 10 tahun mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Faktor sikap murid. Dari data yang didapatkan melalui angket diketahui bahwa ada 78% termasuk dalam kategori tinggi guru menyatakan murid bersikap sangat antusias terhadap bimbingan belajar, dan ada 22% termasuk dalam kategori rendah guru yang menyatakan cukup antusias dan tidak ada murid yang bersikap biasa-biasa saja. Dengan demikian sikap murid terhadap bimbingan belajar yang diberikan oleh guru dapat dikatakan sangat antusias. Faktor kelengkapan fasilitas dan saran bimbingan. Berdasarkan hasil angket mengenai kelengkapan fasilitas dan sarana bimbingan diketahui bahwa guru yang menyatakan lengkap ada 56% termasuk dalam kategori cukup, dan guru yang menyatakan cukup lengkap ada 44% juga termasuk dalam kategori cukup. Dengan demikian mengenai kelengkapan fasilitas dan sarana bimbingan sudah jelas bahwa di Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin memiliki fasilitas dan sarana bimbingan yang cukup memadai, karena fasilitas dan sarana tersebut merupakan salah satu faktor pendukung dalam melaksanakan bimbingan belajar tersebut. 12 | AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol. 18 No. Desember 2022 Peran Guru dalam Melaksanakan Bimbingan BelajarA Faktor waktu yang tersedia untuk melaksanakan bimbingan. Berdasarkan hasil angket mengenai kemampuan guru dalam menggunakan waktu yang tersedia di mana diketahui bahwa guru yang menyatakan sangat mencukupi waktu yang tersedia untuk melaksanakan bimbingan belajar ada 78% termasuk dalam kategori tinggi, dan guru yang menyatakan cukup tersedia waktu untuk melaksanakan bimbingan belajar ada 22% termasuk dalam kategori rendah. Dengan demikian keadaan waktu yang digunakan guru Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin untuk melaksanakan bimbingan belajar dapat dikatakan sangat tersedia. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar bagi murid Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin, yang meliputi langkah-langkah kegiatan, teknik dan metode yang digunakan, bentuk kegiatan, dan waktu pelaksanaan bimbingan semuanya terlaksana dengan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran guru dalam melaksanakan bimbingan belajar bagi murid Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin adalah: Latar belakang pendidikan guru sangat mendukung, karena semua guru sudah berlatar belakang pendidikan strata satu (S. Pengalaman kerja guru yang mendukung, karena guru-guru tersebut sebagian besar pengalaman mengajarnya lebih dari 10 tahun. Sikap murid terhadap bimbingan belajar yang diberikan oleh guru sangat Keadaan fasilitas dan sarana bimbingan belajar yang tersedia cukup memadai. Waktu yang cukup tersedia untuk melaksanakan bimbingan belajar. AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol. 18 No. Desember 2022 | 13 Zainuddin Sahbana. Nadia Riyanti & Taufikurrahman Referensi