Al-Liqo: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM P-ISSN: 2461-033X | E-ISSN: 2715-4556 Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital di Lembaga Pendidikan Islam *Lalu Hamdi Usman. Syaharuddin Syaharuddin. Fathul Maujud. lhusman130479@gmail. com, syaharuddin. ntb@gmail. com, fathulmaujud@uinmataram. 1,2,. Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Islam Negeri Mataram. Nusa Tenggara Barat. Indonesia Abstract The advancement of digital technology has brought significant changes across various sectors, including financial management in Islamic educational institutions. This transformation necessitates a comprehensive exploration of how digital technology can enhance the effectiveness and efficiency of existing financial systems. This study aims to examine the application of technology-driven financial management within Islamic educational institutions. Adopting a qualitative approach through a Systematic Literature Review, the research analyzes publications from 2014 to 2024 sourced from Scopus. DOAJ, and Google Scholar. The findings reveal that digital technology holds substantial potential to improve efficiency, accuracy, transparency, and accountability in financial management practices. However. Islamic educational institutions face several challenges, including inadequate infrastructure, limited human resource skills, and resistance to change. The study concludes that optimizing the adoption of digital technology in financial management can significantly enhance accountability, transparency, and overall institutional performance. Concrete recommendations are provided to address existing challenges and support effective implementation. Keywords: Financial Management. Digitalization Systems. Organizational Accountability Abstrak Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk pengelolaan keuangan di lembaga pendidikan Islam, yang memerlukan eksplorasi mendalam untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan manajemen keuangan berbasis teknologi digital di lembaga pendidikan Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review, studi ini mengkaji literatur yang dipublikasikan antara tahun 2014 hingga 2024 dari sumber seperti Scopus. DOAJ, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di lembaga pendidikan Islam. Namun, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya keterampilan sumber daya manusia, dan resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi teknologi digital dalam pengelolaan keuangan dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja lembaga pendidikan Islam secara keseluruhan, dengan rekomendasi konkret untuk mengatasi tantangan yang Kata Kunci: Pengelolaan Keuangan. Sistem Digitalisasi. Akuntabilitas Organisasi Cara Mensitasi Artikel: Usman. H & Syaharuddin. , & Maujud. Manajemen keuangan berbasis teknologi digital di lembaga pendidikan Islam. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 9. , 257-270. https://doi. org/10. 46963/alliqo. *Corresponding Author: lhusman130479@gmail. Histori Artikel: Diterima Direvisi Diterbitkan Editorial Address: Kampus Parit Enam. STAI Auliaurrasyidin Tembilahan. Jl. Gerilya No. Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213. : 28/10/2024 : 12/12/2024 : 30/12/2024 DOI: https://doi. org/10. 46963/alliqo. AAuthors . Licensed under (CC-BY-SA) Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Lalu Hamdi Usman. Syaharuddin Syaharuddin. Fathul Maujud Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital di Lembaga Pendidikan Islam PENDAHULUAN Manajemen keuangan merupakan elemen krusial dalam pengelolaan sumber daya lembaga pendidikan, yang bertujuan untuk menjamin efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan operasional (Aslindah & Mulawarman, 2. Dalam hal ini, manajemen keuangan yang efektif mencakup tiga aspek utama: perencanaan, penganggaran, dan pelaporan keuangan. Perencanaan keuangan berfungsi untuk menetapkan tujuan jangka panjang serta strategi pencapaiannya, sedangkan penganggaran memberikan kerangka untuk alokasi sumber daya secara optimal. Pelaporan keuangan yang transparan memungkinkan para pemangku kepentingan untuk secara akurat memantau kinerja keuangan lembaga (Asri, 2. Di lembaga pendidikan Islam, penerapan prinsip-prinsip syariah dalam manajemen keuangan sangatlah penting, karena hal ini memastikan bahwa seluruh aspek pengelolaan keuangan sesuai dengan nilai-nilai Islam (Ulyani et al. , 2. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat integritas lembaga, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang Teknologi digital merujuk pada pemanfaatan perangkat elektronik dan sistem informasi untuk mengolah, menyimpan, serta mendistribusikan data, yang telah memberikan dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang Pendidikan (Muhasim, 2. Dalam konteks manajemen keuangan, terdapat sejumlah contoh teknologi digital yang relevan, seperti aplikasi akuntansi yang mempermudah pencatatan transaksi dan sistem pembayaran digital yang memungkinkan transaksi keuangan dilakukan dengan cepat dan efisien (Febriyanti & Dzakiyah, 2. Penerapan teknologi digital dalam manajemen keuangan lembaga pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berperan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas (Shobri, 2. Dengan sistem yang lebih terintegrasi dan berbasis teknologi, lembaga pendidikan dapat menyajikan laporan keuangan yang lebih akurat dan tepat waktu, sehingga meningkatkan kepercayaan dari para pemangku kepentingan dan memperkuat integritas lembaga secara keseluruhan. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Lalu Hamdi Usman. Syaharuddin Syaharuddin. Fathul Maujud Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital di Lembaga Pendidikan Islam Penerapan teknologi digital dalam manajemen keuangan di lembaga pendidikan telah banyak diteliti, dan menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap efisiensi serta akuntabilitas. Penelitian oleh Alshammari et al. mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi akuntansi digital di lembaga pendidikan dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam pencatatan transaksi keuangan, yang berdampak positif pada pelaporan keuangan, dengan 85% responden melaporkan adanya peningkatan efisiensi dalam proses pencatatan. Penelitian oleh Ogbari et al. menemukan bahwa sistem pembayaran digital tidak hanya mempermudah proses transaksi, tetapi juga meningkatkan transparansi, di mana 78% responden merasa lebih percaya terhadap pengelolaan keuangan lembaga setelah penerapan sistem tersebut. Namun, terdapat kesenjangan yang jelas dalam literatur yang ada, khususnya terkait kurangnya penelitian yang mengkhususkan diri pada lembaga pendidikan Islam. Kajian oleh Khan et al. menunjukkan bahwa minimnya studi empiris mengenai penerapan teknologi digital dalam konteks ini merupakan tantangan yang perlu diatasi untuk memahami potensi penuh teknologi dalam meningkatkan manajemen keuangan lembaga pendidikan Islam. Studi yang dilakukan Sulaiman & Mustaffa . menekankan bahwa kurangnya pelatihan bagi staf di lembaga pendidikan Islam menjadi isu penting, dengan 55% responden merasa tidak siap untuk menggunakan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan. Meski demikian, diperlukan solusi yang lebih konkret untuk mendukung penerapan teknologi digital. Sebagai Ahmed Mohammed . merekomendasikan peningkatan investasi dalam infrastruktur teknologi serta program pelatihan yang berkelanjutan untuk staf keuangan sebagai langkah hambatan-hambatan Dengan mengimplementasikan solusi ini, lembaga pendidikan Islam dapat memaksimalkan potensi teknologi digital dalam manajemen keuangan, sehingga meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan mereka (Widodo et al. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penerapan teknologi digital dalam manajemen keuangan di lembaga pendidikan Islam. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Lalu Hamdi Usman. Syaharuddin Syaharuddin. Fathul Maujud Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital di Lembaga Pendidikan Islam Penelitian ini berfokus pada analisis dampak penggunaan teknologi digital terhadap efisiensi, efektivitas, serta transparansi dan akuntabilitas dalam sistem manajemen keuangan yang telah ada. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam dalam mengimplementasikan teknologi digital dalam pengelolaan keuangannya, termasuk keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan resistensi terhadap perubahan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai peluang dan kendala dalam penerapan teknologi digital, serta menyusun rekomendasi konkret untuk membantu lembaga pendidikan Islam mengoptimalkan penggunaan teknologi digital guna meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan secara keseluruhan. METODE Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), mengintegrasikan hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Metode ini memungkinkan analisis mendalam terhadap literatur yang ada guna memperoleh pemahaman yang lebih baik terkait isu manajemen keuangan dan teknologi digital di lembaga pendidikan Islam. Proses penelitian dimulai dengan merumuskan masalah penelitian yang berfokus pada penerapan teknologi digital dalam manajemen keuangan di lembaga pendidikan Islam. Selanjutnya, kriteria inklusi dan eksklusi ditentukan untuk memastikan relevansi dan kualitas studi yang dipilih. Kriteria inklusi mencakup studi empiris, tinjauan literatur, atau analisis yang berkaitan dengan manajemen keuangan dan teknologi digital di lembaga pendidikan Islam, yang diterbitkan antara tahun 2014 hingga 2024. Di sisi lain, kriteria eksklusi digunakan untuk menyaring artikel yang tidak relevan, seperti studi yang hanya berisi opini tanpa dukungan data empiris atau publikasi yang diterbitkan sebelum tahun 2014. Setelah kriteria ditetapkan, literatur dicari secara sistematis menggunakan tiga basis data utama, yaitu Scopus. DOAJ, dan Google Scholar. Basis data ini dipilih karena menyediakan akses ke publikasi berkualitas tinggi yang mencakup berbagai disiplin ilmu, sehingga memastikan cakupan yang komprehensif terkait topik penelitian. Studi yang telah diidentifikasi kemudian disaring berdasarkan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Lalu Hamdi Usman. Syaharuddin Syaharuddin. Fathul Maujud Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital di Lembaga Pendidikan Islam kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan, sehingga artikel yang tidak relevan dapat dieliminasi pada tahap ini. Data utama dari artikel yang terpilih diekstraksi, mencakup informasi penulis, tahun publikasi, metodologi penelitian, temuan utama, dan kesimpulan. Proses ekstraksi ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dan mendalam guna mendukung analisis lebih lanjut. Tahap berikutnya adalah analisis dan sintesis data yang telah diekstraksi. Proses ini dilakukan secara mendalam untuk mengidentifikasi pola, tren, serta kesenjangan dalam literatur. Hasil analisis memberikan wawasan mengenai efektivitas penerapan teknologi digital dalam manajemen keuangan serta tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam, seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya keterampilan sumber daya manusia, dan resistensi terhadap perubahan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, simpulan ditarik mengenai peran teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas manajemen keuangan di lembaga pendidikan Islam. Rekomendasi konkret juga disusun untuk mengatasi tantangan yang diidentifikasi serta mendukung implementasi teknologi digital yang optimal. Proses yang sistematis dan terstruktur ini memastikan bahwa penelitian menghasilkan wawasan yang komprehensif dan dapat diandalkan. Alur pelaksanaan seperti terlihat pada Gambar 1. Perumusa n Masalah Penentuan Kriteria Inklusi Dan Eksklusi Pencarian Literature Seleksi Data Ekstraksi Data Analisis Dan Sintesis Simpulan Gambar 1. Alur Pelaksanaan Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Teknologi Digital dalam Manajemen Keuangan di Lembaga Pendidikan Islam Dalam era digital saat ini, pengelolaan keuangan menjadi lebih mudah berkat berbagai alat dan aplikasi teknologi yang tersedia. Salah satu yang paling banyak Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Lalu Hamdi Usman. Syaharuddin Syaharuddin. Fathul Maujud Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital di Lembaga Pendidikan Islam digunakan adalah perangkat lunak akuntansi seperti QuickBooks dan Xero. Software ini membantu pengguna dalam mencatat dan mengelola transaksi keuangan secara otomatis, yang pada gilirannya meningkatkan akurasi serta efisiensi (Almaiah et al. , 2. Sistem pembayaran online seperti PayPal dan Stripe semakin banyak diminati. Sistem ini memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan aman dibandingkan dengan metode tradisional (Madhav et al. , 2. Aplikasi pelaporan keuangan juga memiliki peran penting, di mana software seperti Tableau dan Power BI mampu menganalisis data keuangan secara real-time. Hal ini memberikan wawasan lebih mendalam mengenai kesehatan keuangan suatu organisasi (Liauw & Husein, 2. Penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan laporan keuangan lembaga pendidikan Islam telah terbukti sangat efektif dalam meningkatkan transparansi dan Penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi berbasis teknologi digital dapat meningkatkan akurasi serta kecepatan dalam penyusunan laporan keuangan. Hal ini berdampak positif pada transparansi yang lebih baik bagi semua pemangku kepentingan (Sari et al. , 2. Platform digital dalam pelaporan keuangan mempermudah akses bagi pihak internal dan eksternal, yang pada akhirnya memperkuat akuntabilitas lembaga pendidikan (Azizah et al. Penelitian lain menunjukkan bahwa teknologi digital memungkinkan lembaga pendidikan untuk lebih efektif dalam mempertanggungjawabkan penggunaan dana, sehingga mengurangi potensi penyimpangan dan korupsi dalam pengelolaan keuangan (Nisa & Nurdiana, 2. Dengan kata lain, teknologi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan, tetapi juga membantu membangun kepercayaan antara lembaga pendidikan dan masyarakat. Implementasi teknologi digital dalam manajemen keuangan di lembaga pendidikan Islam dipandang sebagai langkah strategis untuk mengatasi berbagai tantangan dalam pengelolaan keuangan. Dengan mengadopsi perangkat lunak akuntansi dan sistem pelaporan yang lebih modern, lembaga pendidikan dapat beroperasi lebih efisien dan responsif terhadap perubahan ekonomi. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi ini tidak hanya mempercepat proses dan mengurangi kesalahan, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Lalu Hamdi Usman. Syaharuddin Syaharuddin. Fathul Maujud Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital di Lembaga Pendidikan Islam dua elemen penting dalam pengelolaan keuangan lembaga pendidikan. Meskipun penerapan teknologi digital memberikan manfaat besar dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi penyusunan laporan keuangan, tantangan yang dihadapi, seperti pelatihan sumber daya manusia dan kebutuhan infrastruktur teknologi yang memadai, tetap harus diatasi. Keberhasilan implementasi teknologi ini sangat bergantung pada kesiapan lembaga untuk menghadapi perubahan serta kemampuan melatih staf agar dapat memanfaatkan teknologi secara efektif. Dampak Penggunaan Teknologi Digital Terhadap Efisiensi Manajemen Keuangan di Lembaga Pendidikan Islam Penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan telah memberikan pengaruh besar dalam mengurangi waktu dan biaya, terutama dalam hal pengolahan data dan pelaporan. Penelitian oleh Budiarto & Soekarno . menunjukkan bahwa penerapan software akuntansi berbasis cloud dapat mempercepat proses pengolahan data keuangan. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa lembaga yang mengadopsi software ini mampu menurunkan waktu penyusunan laporan dari ratarata lima hari menjadi hanya dua jam, yang menunjukkan efisiensi yang sangat Teknologi digital memungkinkan otomatisasi pencatatan transaksi, yang tidak hanya menghemat waktu tetapi juga mengurangi kesalahan manusia dalam pengolahan data. Menurut Salim & Rahardjo . , lembaga yang menerapkan otomatisasi dapat mengalami pengurangan kesalahan pengolahan data hingga 30%, yang berdampak positif pada akurasi laporan keuangan. Penelitian lain oleh Chauhan et al. menekankan bahwa penggunaan platform digital dapat menekan biaya operasional dalam pengelolaan keuangan, seperti biaya administrasi dan penggajian, dengan rata-rata penghematan biaya mencapai 25% per tahun. Penggunaan analitik data dan laporan real-time telah mengubah proses pengambilan keputusan keuangan secara signifikan di berbagai organisasi. Menurut penelitian Khor et al. , analitik data memungkinkan perusahaan untuk menganalisis tren keuangan dengan lebih mendalam dan akurat. Hal ini membantu manajer dalam membuat keputusan yang didasarkan pada data yang lebih baik. Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa 78% responden percaya bahwa analitik data meningkatkan kualitas keputusan dibandingkan dengan metode konvensional. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Lalu Hamdi Usman. Syaharuddin Syaharuddin. Fathul Maujud Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital di Lembaga Pendidikan Islam Laporan keuangan yang disajikan secara real-time memberikan kemampuan untuk mengambil keputusan yang lebih cepat dan responsif terhadap perubahan di pasar (Mardiana & Prabowo, 2. Penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan laporan real-time dapat mengurangi waktu pengambilan keputusan hingga 40%, yang berpengaruh positif pada daya saing mereka. Sari & Agustin . menyatakan bahwa analitik data juga membantu dalam mengidentifikasi risiko keuangan lebih awal. Dengan cara ini, organisasi dapat mengambil langkah-langkah mitigasi yang tepat untuk mengurangi potensi Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penerapan teknologi digital secara signifikan meningkatkan efisiensi manajemen keuangan di lembaga pendidikan Islam. Dengan beralih ke software akuntansi berbasis cloud dan menerapkan otomatisasi dalam proses, lembaga tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memperbaiki akurasi laporan keuangan. Otomatisasi ini juga mengurangi kemungkinan kesalahan yang sering muncul akibat proses manual, yang kerap menjadi kendala dalam pengelolaan keuangan. Penurunan biaya operasional yang signifikan memungkinkan lembaga pendidikan untuk mengalokasikan sumber daya dengan lebih baik. Analitik data dan laporan real-time memberikan keunggulan kompetitif bagi lembaga Kemampuan untuk membuat keputusan berdasarkan data dan merespons perubahan pasar dengan cepat membuat lembaga lebih fleksibel dan adaptif terhadap tantangan yang ada. Ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi tidak hanya memengaruhi aspek operasional tetapi juga strategi dalam manajemen Evaluasi dampak penggunaan teknologi digital dalam manajemen keuangan di lembaga pendidikan Islam menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan pengurangan waktu dan kesalahan dalam pengolahan data keuangan serta penghematan biaya operasional yang signifikan. Tantangan dalam implementasi teknologi ini, seperti kebutuhan untuk pelatihan sumber daya manusia dan pengembangan infrastruktur yang mendukung, masih ada. Keberhasilan penggunaan teknologi digital sangat bergantung pada kesiapan lembaga untuk menghadapi perubahan ini dan kemampuan untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi yang ada. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Lalu Hamdi Usman. Syaharuddin Syaharuddin. Fathul Maujud Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital di Lembaga Pendidikan Islam Tantangan yang Dihadapi oleh Lembaga Pendidikan Islam dalam Mengimplementasikan Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital Kendala yang berhubungan dengan infrastruktur teknologi sering kali menghalangi pengembangan dan penerapan sistem digital di berbagai sektor. Salah satu masalah utama adalah akses internet yang tidak merata, terutama di daerah Penelitian oleh Sari et al. mengungkapkan bahwa 62% lembaga pendidikan di kawasan pedesaan menghadapi kesulitan dalam mendapatkan akses internet yang stabil, sehingga berdampak buruk pada proses pembelajaran dan Perangkat keras yang sudah ketinggalan zaman juga menjadi tantangan yang Rahman & Ahmed . melaporkan bahwa sekitar 45% organisasi tidak memiliki perangkat yang cukup untuk mendukung penggunaan teknologi informasi secara efektif. Akibatnya, hal ini menyebabkan penurunan produktivitas dan meningkatkan kesulitan dalam menjalankan operasi sehari-hari. Kurangnya sumber daya manusia yang terampil dalam teknologi informasi juga menjadi hambatan yang besar. Studi oleh Adnan & Riana . menunjukkan bahwa 70% perusahaan di sektor usaha kecil dan menengah mengalami kesulitan dalam menemukan tenaga kerja dengan keterampilan digital yang memadai, yang akhirnya menghambat inovasi dan pertumbuhan. Integrasi sistem keuangan digital dengan praktik manajemen keuangan tradisional sering kali menemui berbagai tantangan, termasuk adanya resistensi terhadap perubahan di kalangan staf dan manajemen lembaga. Penelitian yang dilakukan oleh Ramadhani et al. menunjukkan bahwa salah satu hambatan utama dalam penerapan sistem digital adalah rasa tidak pasti dan kekhawatiran mengenai potensi kehilangan pekerjaan di antara staf, yang berujung pada penolakan terhadap teknologi baru. Dalam studi tersebut, 65% responden mengaku merasakan kecemasan akibat perubahan ini. Nurdiana & Siti . mengemukakan bahwa manajemen sering merasa lebih nyaman dengan praktik tradisional dan ragu untuk menginvestasikan sumber daya dalam pelatihan serta pengembangan keterampilan baru yang diperlukan untuk mengoperasikan sistem digital. Sekitar 58% manajer dalam penelitian tersebut lebih memilih metode lama karena sudah terbiasa dengan cara kerja Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Lalu Hamdi Usman. Syaharuddin Syaharuddin. Fathul Maujud Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital di Lembaga Pendidikan Islam Lebih jauh, penelitian Kurniawan & Rahmadani . menemukan bahwa perbedaan pemahaman antara manajemen dan staf mengenai keuntungan dari sistem keuangan digital juga berkontribusi terhadap resistensi yang ada. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa 72% staf merasa tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan terkait integrasi teknologi yang baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam menghadapi sejumlah tantangan yang menghambat penerapan manajemen keuangan berbasis teknologi digital. Ketidakmerataan akses internet di daerah pedesaan berpengaruh besar terhadap efektivitas sistem digital, di mana tanpa koneksi yang stabil, penggunaan aplikasi dan perangkat lunak akuntansi tidak dapat dilakukan secara Perangkat keras yang sudah ketinggalan zaman memperburuk keadaan, membuat lembaga sulit memanfaatkan teknologi informasi dengan baik. Dari sisi sumber daya manusia, minimnya tenaga kerja terampil dalam teknologi informasi menjadi penghalang bagi adopsi teknologi baru, sehingga menunjukkan pentingnya pelatihan dan peningkatan keterampilan agar staf dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi. Ketidakpastian dan kekhawatiran staf mengenai kemungkinan kehilangan pekerjaan menciptakan resistensi terhadap perubahan, yang dapat memperlambat atau bahkan menghalangi implementasi sistem digital. Manajemen yang cenderung mempertahankan metode tradisional juga berkontribusi terhadap tantangan ini, karena mereka mungkin tidak melihat potensi keuntungan dari sistem baru. Gambar 2. Perkembangan Variabel Riset sesuai dengan topik penelitian Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Lalu Hamdi Usman. Syaharuddin Syaharuddin. Fathul Maujud Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital di Lembaga Pendidikan Islam Gambar 2 menunjukkan Penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan di lembaga pendidikan telah mengalami perkembangan yang signifikan dari tahun 2014 hingga 2024. Pada periode 2014-2016, perangkat lunak akuntansi seperti QuickBooks dan sistem pembayaran online seperti PayPal mulai diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam transaksi keuangan. Kemudian, antara 2017-2019, perhatian beralih pada peningkatan transparansi dan akuntabilitas melalui sistem informasi akuntansi berbasis digital, yang memungkinkan penghematan waktu dan biaya dalam penyusunan laporan Pada tahun 2020-2022, penggunaan laporan real-time dan analitik data mempermudah pengambilan keputusan yang cepat dan mengurangi kesalahan pengolahan data hingga 30%, serta menghasilkan penghematan biaya operasional sekitar 25% per tahun. Namun, pada tahun 2023-2024, lembaga pendidikan menghadapi tantangan terkait infrastruktur teknologi, termasuk akses internet yang tidak merata dan resistensi staf terhadap perubahan, serta kurangnya tenaga kerja yang terampil dalam bidang teknologi informasi. Hal ini menunjukkan perlunya manajemen perubahan dan investasi dalam pelatihan untuk memaksimalkan manfaat dari penerapan teknologi digital. KESIMPULAN Berdasarkan hasil evaluasi, dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen keuangan berbasis teknologi digital di lembaga pendidikan Islam menghadapi sejumlah tantangan yang bersifat teknis maupun sosial. Meskipun teknologi digital menawarkan potensi yang besar untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan, hambatan seperti infrastruktur yang kurang memadai, keterbatasan keterampilan sumber daya manusia, dan resistensi terhadap perubahan menjadi kendala utama yang perlu Kesenjangan yang teridentifikasi meliputi kurangnya integrasi antara manajemen dan staf dalam pengambilan keputusan terkait teknologi, serta perlunya program pelatihan yang lebih sistematis dan fokus pada keterampilan digital. Oleh karena itu, topik riset yang mendesak untuk diteliti di masa depan adalah "Strategi Pengembangan Keterampilan Digital dan Peningkatan Kolaborasi Antara Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Lalu Hamdi Usman. Syaharuddin Syaharuddin. Fathul Maujud Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital di Lembaga Pendidikan Islam Manajemen dan Staf dalam Implementasi Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi Digital di Lembaga Pendidikan Islam. " Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan solusi konkret untuk meningkatkan efektivitas penerapan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan di lembaga pendidikan Islam, sehingga mendukung pencapaian tujuan jangka panjang yang lebih baik. REFERENSI