Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 STRATEGI PELAYANAN PUBLIK YANG BERORIENTASI KEPADA PENGGUNA LAYANAN PUBLIK Yadisar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Univesitas Kapuas Sintang. Jl. Oevang Oeray No. Sintang. Indonesia, email: yadisar75@gmail. Abstract: Classic problems in public services such as complicated procedures and low user satisfaction require a strategy update that is oriented to the needs of the community. This study aims to formulate a strategy for developing user-based public services at the Population and Civil Registration Office of Sintang Regency through a qualitative approach. Using in-depth interviews and document studies, this study found that bureaucratic reform and organizational culture have a significant influence on service Implementation of the values of service ethics, accountability, and public responsibility are key Public service development strategies will be effective if they are designed integratively-involving organizational structure, technology, human resources, and institutional values together. Service strategies cannot stand alone without the support of cross-field coordination, simplification of regulations, and databased evaluation. The conclusion confirms that the success of public service development lies in changing the work culture of the apparatus that focuses on user satisfaction and procedural efficiency. It is expected that service providers can develop a roadmap, increase human resource capacity, strengthen participatory evaluation systems, develop user-friendly digital applications, simplify service structures and procedures adaptively, instill a work culture of public services, increase public digital literacy, ensure the sustainability of service innovation. Keywords: Strategy. Public Service. User Abstrak: Permasalahan klasik dalam pelayanan publik seperti prosedur yang berbelit dan rendahnya kepuasan pengguna menuntut adanya pembaharuan strategi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan pelayanan publik berbasis pengguna layanan publik pada Dinas Kependudukan dan Pencatanan Sipil Kabupaten Sintang melalui pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan wawancara mendalam dan studi dokumen, penelitian ini menemukan bahwa reformasi birokrasi dan budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan. Implementasi nilai-nilai etika pelayanan, akuntabilitas, dan tanggung jawab publik menjadi faktor kunci. Strategi pengembangan pelayanan publik akan efektif apabila didesain secara integratifAi melibatkan struktur organisasi, teknologi, sumber daya manusia, serta nilai-nilai kelembagaan secara bersamaan. Strategi pelayanan tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan koordinasi lintas bidang, penyederhanaan regulasi, serta evaluasi berbasis data. Kesimpulan menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan pelayanan publik terletak pada perubahan budaya kerja aparatur yang berfokus pada kepuasan pengguna dan efisiensi prosedur. Diharapkan penyedia layanan dapat menyusun peta jalan . , meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat sistem evaluasi partisipatif, mengembangkan aplikasi digital yang ramah pengguna, menyederhanakan struktur dan prosedur pelayanan secara adaptif, menanamkan budaya kerja pelayanan public, meningkatkan literasi digital masyarakat, menjamin keberlanjutan inovasi layanan. Kata Kunci: Strategi. Pelayanan Publik. Pengguna FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 PENDAHULUAN Pelayanan fondasi utama dalam penyelenggaraan menempatkan negara sebagai pelayan bagi masyarakat. Dalam konteks Ilmu Administrasi Publik, pelayanan publik tidak hanya dipahami sebagai kewajiban instrumen strategis dalam mewujudkan good governance melalui praktik-praktik administratif yang efisien, responsif, dan Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap layanan yang berkualitas, strategi pengembangan pelayanan publik harus bergeser dari menuju pendekatan yang berorientasi pada pengguna . ser-oriented approac. , yaitu suatu model pelayanan yang mengutamakan kebutuhan, persepsi, dan kepuasan masyarakat sebagai penerima layanan (Mustabir, 2. Namun, penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan sistemik, seperti prosedur yang berbelit, rendahnya akuntabilitas petugas pelayanan, hingga minimnya pelibatan masyarakat dalam proses Penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesenjangan antara harapan masyarakat dan kenyataan birokrasi yang mereka hadapi (Rinaldi, 2. Permasalahan tersebut tidak hanya berdampak pada citra birokrasi, tetapi juga pada publik secara menyeluruh. P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Dalam kerangka Ilmu Administrasi Publik, pelayanan publik berorientasi pengguna mensyaratkan adanya pergeseran nilai "melayani" "mengelola layanan secara adaptif dan berbasis kebutuhan". Hal ini selaras dengan prinsip administrasi publik baru (New Public Administratio. menekankan pentingnya pendekatan humanistik dan partisipatif dalam pelayanan (Daming, 2. Salah satu elemen krusial dalam strategi ini adalah reformasi budaya organisasi birokrasi yang masih cenderung hierarkis dan paternalistik, menjadi lebih inklusif dan kolaboratif (Rinaldi, 2. Penggunaan teknologi informasi juga menjadi elemen penting dalam Penelitian Desi Julianti . menunjukkan bahwa penerapan aplikasi berbasis digital seperti OSS RBA dan SI CANTIK Cloud di Kota Lhokseumawe mampu meningkatkan efisiensi dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang juga menyediakan layanan online dengan nama Sistem Informasi Pelayanan Online Administrasi Kependudukan (SIPLAN). Namun peningkatan kapasitas sumber daya masyarakat pengguna agar digitalisasi benar-benar berdampak positif. Lebih lanjut, studi oleh Djakit Prihartono pentingnya e-governance dalam era Revolusi Industri 4. 0 sebagai bentuk FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan partisipatif. E-governance dinilai efektif dalam menyederhanakan prosedur birokrasi dan mengurangi praktik korupsi. Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur digital dan ketimpangan literasi digital masyarakat, yang dapat menghambat realisasi pelayanan publik berbasis pengguna secara merata. Dalam dimensi perilaku organisasi, keberhasilan strategi pelayanan publik sangat dipengaruhi oleh sikap dan Mustabir Daming . menegaskan bahwa perilaku yang ramah, responsif, dan empatik dari aparatur negara menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan prima yang meningkatkan Ini menunjukkan bahwa publik tidak hanya berbasis sistem, tetapi juga budaya dan nilai-nilai kerja. Studi Kabupaten Ponorogo oleh Furqoni . juga peningkatan kualitas pelayanan publik memerlukan pembenahan pada lima dimensi utama: struktur organisasi, sistem prosedur, infrastruktur, budaya Penelitian ini mempertegas bahwa keberhasilan strategi pelayanan publik harus mengintegrasikan dimensi Berdasarkan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 publik dapat dikembangkan dengan pendekatan yang berorientasi pada Pendekatan ini menjadi Ilmu Administrasi Publik kontemporer, yang menekankan pentingnya pelayanan yang bukan hanya administratif, tetapi juga adaptif, manusiawi, dan berbasis bukti serta kebutuhan riil masyarakat. Melalui metode kualitatif, penelitian ini berupaya merumuskan model strategi pelayanan yang mampu meningkatkan efektivitas birokrasi dan kepuasan publik secara simultan. Dalam studi Ilmu Administrasi Publik, pelayanan publik menempati posisi sentral sebagai representasi kehadiran negara dalam menjawab Pelayanan publik tidak semata menjadi tugas birokrasi, melainkan telah berkembang menjadi ukuran kinerja pemerintah dalam menjalankan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik . ood Oleh karena itu, strategi pengembangan pelayanan publik yang berorientasi pada pengguna harus prinsip-prinsip akuntabilitas, dan responsivitas, yang semuanya merupakan pilar utama dalam teori administrasi negara klasik maupun kontemporer. Strategi pengembangan pelayanan publik dalam konteks administrasi publik menekankan bahwa kualitas layanan sangat dipengaruhi oleh desain kebijakan, struktur organisasi, serta perilaku birokrasi yang adaptif terhadap Penelitian Rinaldi . yang dilakukan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 di Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara menunjukkan bahwa kendala pelayanan publik tidak hanya terletak pada aspek prosedural, tetapi juga pada kualitas sumber manusia, ketiadaan standar pelayanan minimal, dan kurangnya kesadaran Hal ini menandakan bahwa strategi pelayanan harus mencakup dimensi struktural . rosedur, regulasi, dan siste. , kultural . tos kerja dan nilai pelayana. , serta instrumental . aranaprasarana dan SDM) secara simultan dan Lebih jauh lagi, pendekatan . ser-oriente. adanya reformulasi peran pemerintah dari yang semula sebagai penyedia tunggal layanan menjadi fasilitator yang adaptif dan terbuka terhadap partisipasi Prihartono . dalam penelitiannya tentang penerapan egovernance dalam pelayanan publik menyebutkan bahwa teknologi dapat digunakan sebagai instrumen untuk mendekatkan negara kepada warganya, sekaligus meningkatkan akses dan E-governance, menurutnya, bukan hanya alat teknis, tetapi juga simbol dari perubahan paradigma layanan dari birokrasi yang tertutup menuju sistem yang lebih partisipatif dan inklusif. Temuan ini mengafirmasi bahwa strategi pelayanan publik di era digital tidak dapat dilepaskan dari integrasi teknologi Dalam konteks ini, pendekatan New Public Service yang dikembangkan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 oleh Denhardt dan Denhardt . Pendekatan menekankan bahwa pegawai publik melainkan untuk melayani warga secara partisipatif dan dialogis. Gagasan ini diperkuat oleh Mustabir Daming . yang meneliti peran perilaku petugas dalam menciptakan pelayanan prima. menemukan bahwa pelayanan tidak semata bergantung pada sistem dan kebijakan, tetapi juga pada sikap empatik, profesional, dan komunikatif Dalam perspektif administrasi publik, perilaku birokrasi adalah manifestasi dari nilainilai institusi yang ditransformasikan dalam praktik kerja sehari-hari, dan menjadi bagian penting dari strategi Penelitian lain oleh Julianti . menyoroti pentingnya strategi kebijakan pelayanan publik melalui digitalisasi layanan perizinan usaha di Kota Lhokseumawe. Ia menunjukkan bahwa penguatan keamanan siber merupakan bagian dari strategi pelayanan yang berbasis kebutuhan masyarakat. Dalam analisisnya, penggunaan aplikasi OSS RBA dan SI CANTIK CLOUD mampu mempermudah proses birokrasi, dan meningkatkan transparansi. Namun, ia juga menekankan bahwa strategi semacam ini harus dibarengi dengan pelatihan bagi petugas dan edukasi publik untuk mencegah resistensi FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 terhadap teknologi. Perspektif ini menunjukkan pentingnya sinergi antara strategi teknokratik dan humanistik dalam merancang kebijakan pelayanan yang efektif. Dalam kasus lokal lainnya. Furqoni . meneliti strategi peningkatan kualitas pelayanan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ponorogo. Ia mengemukakan bahwa keberhasilan pelayanan publik di tingkat daerah sangat ditentukan oleh lima strategi utama: pengembangan struktur organisasi, penyederhanaan organisasi, dan sosialisasi kepada Studi pendekatan yang bersifat holistik dan terintegrasi dalam perumusan strategi kebutuhan lokal dan karakteristik Keseluruhan temuan dalam lima jurnal tersebut merefleksikan bahwa publik yang berorientasi pengguna tidak bisa dirancang secara tunggal. Ia harus administrasi, termasuk kelembagaan, perilaku, teknologi, regulasi, serta Dalam pendekatan administrasi publik, model ideal dari strategi tersebut berada pada titik temu antara struktur birokrasi yang (Weberian pendekatan manajerial yang efisien (New Public Managemen. , serta nilai-nilai partisipatif dan responsif (New Public Governanc. P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Strategi pelayanan publik yang berorientasi pada pengguna layanan publik merupakan perwujudan dari sintesis teori dan praktik administrasi negara yang menempatkan masyarakat sebagai pusat Ini menuntut birokrasi untuk berubah, baik secara struktural maupun kultural, agar mampu menjawab tantangan masyarakat yang semakin kompleks dan METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif dengan desain Pendekatan ini dipilih karena dinilai paling tepat dalam memahami secara mendalam fenomena strategis yang berkaitan dengan pengembangan pelayanan publik yang berorientasi pada Kualitatif deskriptif tidak bertujuan untuk menguji hipotesis atau menggeneralisasi temuan, melainkan untuk mengeksplorasi makna, konteks, dan dinamika yang terjadi dalam praktik administrasi publik, khususnya dalam proses pelayanan publik oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang Dalam Ilmu Administrasi Publik, pengembangan pelayanan merupakan organisasi, perilaku aparatur, sistem informasi, serta persepsi masyarakat sebagai pengguna layanan. Oleh karena itu, pendekatan deskriptif kualitatif menangkap kompleksitas tersebut secara utuh dan mendalam, dengan melihat FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 berbagai faktor yang mempengaruhi kualitas dan arah kebijakan pelayanan publik dari berbagai sudut pandang yang saling terkait. Lokasi penelitian ditentukan secara purposif, yakni pada instansi pelayanan publik di tingkat daerah yang tengah pelayanan melalui inovasi digital dan Pemilihan lokasi ini didasarkan atas relevansi empiriknya terhadap rumusan masalah, yakni bagaimana strategi pelayanan dapat dikembangkan untuk lebih berorientasi pada pengguna. Subjek penelitian terdiri atas aktor-aktor kunci dalam proses pelayanan, seperti pejabat struktural, petugas pelayanan teknis, serta masyarakat pengguna layanan yang dipilih berdasarkan teknik mempertimbangkan keterlibatan mereka pelayanan publik. Pengumpulan melalui tiga teknik utama yaitu . n-depth intervie. , observasi partisipatif, dan Wawancara digunakan untuk menggali informasi kualitatif dari para informan mengenai persepsi mereka terhadap strategi pelayanan yang ada, kendala dalam pelaksanaan, serta harapan terhadap Observasi dilakukan untuk memahami situasi pelayanan secara langsung, mulai dari pola interaksi petugas dengan pengguna hingga dinamika internal organisasi. Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk menelaah data sekunder seperti P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 laporan pelayanan, maklumat layanan. SOP, serta dokumen kebijakan terkait pelayanan publik. Teknik analisis data menggunakan dikembangkan oleh Miles. Huberman, dan Saldana . , yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Proses reduksi data dilakukan dengan memilah memfokuskan pada data yang berkaitan dengan strategi pelayanan publik dan orientasi pengguna. Data yang telah direduksi kemudian disajikan dalam bentuk narasi deskriptif dan tabel Selanjutnya, kesimpulan dilakukan secara induktif dengan mempertimbangkan pola-pola temuan yang konsisten dalam konteks Untuk menjaga validitas dan menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Triangulasi dilakukan dengan membandingkan informasi dari pengumpulan data yang berbeda untuk memastikan akurasi temuan. Validasi data juga dilakukan melalui member check kepada informan utama guna memastikan bahwa interpretasi peneliti sesuai dengan apa yang dimaksud oleh Secara kualitatif dalam administrasi publik konstruksi sosial yang dinamis. Oleh karena itu, kebenaran dalam penelitian ini bersifat kontekstual, bergantung pada FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 pengalaman, persepsi, serta interaksi sosial antar aktor di lapangan. Penelitian ini tidak bertujuan menghasilkan model mendalam yang dapat menjadi dasar formulasi kebijakan strategis dalam pengembangan pelayanan publik yang lebih adaptif, partisipatif, dan berbasis pada kebutuhan pengguna layanan. Dengan pendekatan ini, diharapkan penelitian dapat memberikan kontribusi teoritis maupun praktis dalam ranah Ilmu Administrasi Publik, khususnya dalam upaya merumuskan strategi pelayanan publik yang tidak hanya efisien secara administratif, tetapi juga relevan secara sosial dan berdaya tanggap terhadap pengguna layanan negara. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil yang semakin meningkat. Sejalan dengan perkembangan dan perubahan kependudukan dan pencatatan sipil semakin meningkat. Untuk memenuhi tuntutan tersebut. Dinas Kependidukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang meluncurkan aplikasi layanan online yaitu Sistem Informasi Pelayanan Online Administrasi Kependudukan (SIPLAN). Aplikasi SIPLAN Kabupaten Sintang Layanan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 pengelolaan data kependudukan seperti permohonan kartu keluarga, pengurusan kedatangan penduduk, serta pengajuan akta kelahiran dan akta kematian, dan pengecekan status pencetakan Kartau Tanda Penduduk. Aplikasi SIPLAN dapat di unduh dengan mudah di Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS. Peneliti temuan penting yang menunjukkan bahwa pelayanan publik saat ini mengalami pergeseran paradigma, dari konvensional menuju model pelayanan yang lebih inklusif, responsif, dan berpusat pada kepentingan pengguna. Temuan pertama menunjukkan pengembangan pelayanan publik masih bersifat normatif dan administratif, belum sepenuhnya terfokus pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang masih terpaku pada penyederhanaan prosedur internal tanpa kemudahan akses, kejelasan informasi, atau transparansi bagi masyarakat sebagai penerima layanan. Dalam kerangka Ilmu Administrasi Publik, kondisi ini menunjukkan bahwa model pelayanan publik di tingkat daerah masih berada pada spektrum Weberian bureaucracy, di mana pelayanan bersifat hierarkis dan terstandarisasi. Padahal, kontemporer seperti New Public Service menekankan pentingnya mendengarkan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 pelayanan yang adaptif terhadap dinamika masyarakat (Denhardt & Denhardt, 2. Hal ini senada dengan temuan Rinaldi . yang menyatakan bahwa pelayanan publik cenderung belum memiliki dimensi moral dan etika Pelayanan yang semestinya menjadi perwujudan negara hadir dalam kehidupan warga, justru menjadi titik keluhan karena bersifat kaku, lamban, dan tidak manusiawi. Hasil bahwa digitalisasi pelayanan merupakan strategi paling menonjol yang saat ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang. Aplikasi digital seperti Sistem Informasi Pelayanan Online Administrasi Kependudukan (SIPLAN) telah digunakan sebagai instrumen pelayanan publik. Akan tetapi, meskipun digitalisasi memiliki potensi besar dalam hal efisiensi dan transparansi, tidak semua layanan digital berorientasi pada pengguna secara substansial. Desi Julianti . meskipun aplikasi layanan telah banyak digunakan, masih terdapat hambatan dalam bentuk rendahnya pemahaman pengguna, kesalahan teknis, hingga minimnya pelatihan bagi petugas. Digitalisasi hanya menjadi simbol efisiensi jika tidak disertai pendekatan adaptif yang menjamin kenyamanan dan kejelasan bagi pengguna akhir. Oleh P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 karena itu, strategi pengembangan pelayanan publik berbasis digital harus melibatkan proses co-design antara penyedia layanan dan pengguna, sehingga aplikasi yang dibangun benarbenar Prihartono . juga menekankan pentingnya penerapan e-governance dalam rangka menyelaraskan pelayanan publik dengan perkembangan teknologi informasi di era Revolusi Industri 4. Menurutnya, keberhasilan e-governance infrastruktur digital, tetapi juga oleh nilai-nilai seperti kapasitas, integritas, serta dukungan kelembagaan . upport, capacity, and valu. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi hanya akan berhasil jika dimaknai sebagai instrumen dalam kerangka manajemen strategis pelayanan publik, bukan sebagai solusi tunggal. Faktor perilaku aparatur menjadi temuan penting berikutnya dalam penelitian ini. Meskipun reformasi birokrasi telah mendorong efisiensi prosedur, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sikap, empati, dan mengakses layanan publik. Daming . keramahan, responsivitas, dan kejelasan berdampak langsung terhadap kepuasan Data memperkuat bahwa pengguna lebih menghargai pelayanan yang empatik FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 dan komunikatif dibanding sekadar cepat namun tidak menjawab kebutuhan Ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan pelayanan publik tidak bisa dilepaskan dari penguatan dimensi etis dan humanis dalam aparatur negara. Dalam perspektif administrasi publik, ini selaras dengan pendekatan administrative ethics yang menekankan pentingnya integritas, keadilan, dan kepedulian dalam pelayanan publik. Strategi pelatihan perilaku pelayanan, pembangunan budaya kerja yang melayani, serta sistem insentif berbasis kinerja pelayanan perlu menjadi bagian dari agenda strategis pengembangan pelayanan publik. Strategi yang berorientasi pada pengguna juga menuntut keterlibatan aktif masyarakat sebagai mitra dalam proses perancangan, pelaksanaan, dan Hasil masyarakat masih sangat terbatas, umumnya dilakukan dalam bentuk survei kepuasan atau kotak saran yang bersifat formalistik. Dalam Ilmu Administrasi Publik kondisi ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara nilai participatory governance dengan praktik birokrasi yang Strategi pengembangan pelayanan publik yang masyarakat secara substantif dalam proses pembuatan kebijakan, baik melalui forum konsultasi, mekanisme pengaduan yang proaktif, maupun P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 desain ulang layanan berdasarkan masukan pengguna secara berkala. Furqoni . dalam penelitiannya menekankan bahwa strategi pelayanan yang efektif tidak dapat dilepaskan dari Sosialisasi, pelatihan penggunaan layanan digital, serta edukasi kebijakan pelayanan merupakan bagian integral dari strategi pengembangan yang mengedepankan inklusi sosial. Data analisis menunjukkan bahwa publik yang berorientasi pengguna Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang akan efektif apabila didesain secara integratifAimelibatkan struktur organisasi, teknologi, sumber nilai-nilai kelembagaan secara bersamaan. Strategi pelayanan tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan koordinasi lintas bidang, penyederhanaan regulasi, serta evaluasi berbasis data. Dalam kebijakan instansi, ditemukan bahwa tidak semua program pengembangan pelayanan memiliki peta jalan . yang jelas dan berbasis evaluasi Hal ini membuat inovasi cenderung bersifat proyek temporer. Dalam perspektif administrasi strategis, hal ini menandakan bahwa pelayanan publik belum sepenuhnya dijalankan sebagai kebijakan publik berbasis hasil . esults-oriente. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 Dari temuan tersebut, diperlukan pendekatan strategi pelayanan publik yang berlandaskan pada empat dimensi utama: . desain organisasi yang adaptif dan berjejaring. budaya pelayanan yang responsif dan etis. pemanfaatan teknologi yang inklusif dan ramah dan . sistem evaluasi yang partisipatif dan berbasis data. Keempat dimensi ini, jika diimplementasikan secara konsisten, akan menciptakan sistem pelayanan yang tidak hanya efisien, tetapi juga adil, transparan, dan KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian pelayanan publik yang berorientasi pada pengguna layanan publik pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang menuntut perubahan administrasi publik, dari sistem birokrasi konvensional menuju pendekatan yang Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan strategi pelayanan tidak hanya bergantung pada reformasi prosedural atau digitalisasi semata, tetapi juga pada transformasi budaya organisasi, perilaku aparatur, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pelayanan. Digitalisasi terbukti meningkatkan efisiensi, namun tanpa didukung pelatihan sumber daya manusia dan pemahaman masyarakat, strategi ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pengguna. Di sisi lain, nilainilai etika pelayanan, sikap empatik P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 petugas, serta desain pelayanan yang inklusif menjadi faktor esensial dalam Dengan kualitatif deskriptif, penelitian ini pelayanan publik berbasis pengguna layanan publik harus dirancang secara dimensi struktural, kultural, teknologis, dan partisipatif untuk menciptakan layanan publik yang efektif, adil, dan Strategi pengembangan pelayanan publik yang berorientasi pada pengguna Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang diharapkan, dapat melakukukan hal-hal sebagai berikut: Menyusun peta jalan . strategi pelayanan publik yang berbasis kebutuhan pengguna. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pelayanan berbasis etika dan empati. Memperkuat masyarakat secara aktif. Mengembangkan aplikasi digital yang ramah pengguna melalui proses co-design. Menyederhanakan struktur dan prosedur pelayanan secara adaptif terhadap perubahan sosial. Menanamkan pelayanan publik yang berfokus pada transparansi dan akuntabilitas. Meningkatkan masyarakat agar mampu mengakses layanan secara mandiri. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Menjamin keberlanjutan inovasi layanan melalui regulasi dan dukungan kelembagaan yang kuat. DAFTAR PUSTAKA