Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 1791-1799 Faktor-faktor yang Memengaruhi Minat Generasi Muda terhadap Sektor Pertanian: Literature Review Factors that Influence the Young Generation's Interest in the Agricultural Sector: Literature Review Andreas Sitanggang*1. Hendra Alfi2. Edi Syafri3 Program Studi Magister Terapan Ketahanan Pangan Jurusan Budidaya Tanaman Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Kabupaten Lima Puluh Kota. Sumatera Barat Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian Jurusan Rekayasa Pertanian dan Komputer Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Kabupaten Lima Puluh Kota. Sumatera Barat *Email: pagandreas049@gmail. (Diterima 14-01-2025. Disetujui 25-06-2. ABSTRAK Sumberdaya manusia di sektor pertanian dihadapkan pada permasalahan penuaan tenaga kerja yang tidak disertai regenerasi tenaga kerja. Permasalahan ini disebabkan oleh rendahnya minat generasi muda untuk berpartisipasi dalam sektor pertanian dimana minat tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Kajian ini dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari artikel penelitian yang berkaitan dengan minat generasi muda terhadap sektor pertanian, serta data-data lain yang mendukung. Analisis data yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis interaktif dan analisis bibliometrik. Hasil kajian menunjukkan bahwa minat generasi muda (<25 tahu. terhadap sektor pertanian masih sangat rendah selama beberapa tahun terakhir (<10%), dengan tingkat pendidikan terbesar tenaga kerja di sektor pertanian didominasi pendidikan rendah (>60%). Hasil analisis bibliometrik dari 34 artikel yang berkaitan dengan minat generasi muda terhadap sektor pertanian terdapat 11 faktor yang Kesebelas faktor tersebut terkelompokkan menjadi 2 klaster yaitu klaster A yang terdiri dari 7 faktor . sia, pendidikan, pengalaman, jenis kelamin, pendapatan, luas lahan serta orang tu. , sedangkan klaster B sebanyak 4 faktor . aktor eksternal, motivasi, persepsi dan teknolog. Terdapat tiga faktor yang sangat dominan yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian yaitu faktor pendapatan, pendidikan dan umur. Kata kunci: faktor, minat, generasi muda, pertanian ABSTRACT Human resources in the agricultural sector are faced with the problem of an aging workforce not accompanied by workforce regeneration. This problem is caused by the low interest of the younger generation to participate in the agricultural sector where various factors influence this interest. This study aims to provide an overview of the factors that influence the interest of the younger generation in the agricultural sector. This study was conducted using a descriptive approach with secondary data obtained from research articles related to the interest of the younger generation in the agricultural sector, as well as other supporting data. The data analysis used in this study is interactive analysis and bibliometric analysis. The results of the study show that the interest of the younger generation (<25 year. in the agricultural sector has been very low for the past few years (<10%), with the largest level of education of the workforce in the agricultural sector dominated by low education (>60%). The results of the bibliometric analysis of 34 articles related to the interest of the younger generation in the agricultural sector showed 11 influencing The eleven factors are grouped into 2 clusters, namely cluster A consisting of 7 factors . ge, education, experience, gender, income, land area, and parent. , while cluster B consists of 4 factors . xternal factors, motivation, perception, and technolog. There are three very dominant factors that influence the interest of the younger generation in the agricultural sector, namely income, education, and Keywords: factors, interests, young generation, agriculture Faktor-faktor yang Memengaruhi Minat Generasi Muda terhadap Sektor Pertanian: Literature Review Andreas Sitanggang. Hendra Alfi. Edi Syafri PENDAHULUAN Sektor pertanian memegang peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi nasional dan kelangsungan hidup masyarakat melalui penyediaan pangan dalam negeri dan lapangan pekerjaan. Pertanian menurut Nadziroh . memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Badan Pusat Statistik . melaporkan bahwa sektor pertanian berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja nasional dengan nilai kontribusi sebesar 28,18%. Sektor pertanian juga berperan sebagai penyedia input, yang pada akhirnya memengaruhi pertumbuhan perekonomian nasional melalui empat skema yang meliputi . sebagai bahan baku industri dan pengolahan, . ekspor-impor, . sumber pendapatan pedesaan, dan . sebagai reinvestasi sebagian dari pendapatan pertanian untuk sektor industri (Widyawati, 2. Melihat peranan penting dan besarnya kontribusi sektor pertanian dan pentingnya sektor pertanian maka sektor pertanian perlu untuk menjadi perhatian bagi berbagai pihak agar pembangunan pertanian berkelanjutan dapat Ritonga et al. , menuturkan bahwa pembangunan pertanian berkelanjutan membutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas serta berkomitmen untuk membangun pertanian. Namun demikian, sumberdaya manusia di sektor pertanian dihadapkan pada permasalahan penuaan tenaga kerja di bidang pertanian. Badan Pusat Statistik . melaporkan bahwa tahun 2020-2024 telah terjadi penuaan tenaga kerja sektor pertanian dan penurunan jumlah tenaga kerja usia muda. Susilowati . menambahkan bahwa penuaan tenaga kerja di sektor pertanian dan berkurangnya tenaga kerja dengan usia muda turut menambah permasalahan pada sumberdaya manusia di sektor pertanian yaitu rendahnya tingkat pendidikan tenaga kerja sektor pertanian. Pernyataan tersebut juga didukung oleh data Badan Pusat Statistik . yang melaporkan bahwa sepanjang tahun 2020-2024 tenaga kerja di sektor pertanian didominasi oleh tenaga kerja dengan pendidikan tingkat dasar dengan proporsi lebih dari 60%. Berkurangnya jumlah tenaga kerja usia muda di bidang pertanian perlu mendapat perhatian mengingat bahwa generasi muda menjadi peluang bagi perekonomian Indonesia karena akan menjadi tenaga kerja yang sangat baik dan efektif, terlebih dalam pencapaian ketahanan pangan dan kesejahteraan petani melalui peningkatan kualitas petani dan sumberdaya manusia pertanian pada agenda Indonesia Emas tahun 2045 (Kementerian PPN/Bappenas, 2. Berkurangnya tenaga kerja usia muda di bidang pertanian mengindikasikan rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke bidang pertanian. Marpaung & Bangun . , menuturkan bahwa minat yang rendah terhadap sektor pertanian disebabkan adanya anggapan pertanian kurang menguntungkan dari segi ekonomi dan mempunyai tingkat risiko kegagalan yang tinggi. Makabori & Tapi . , menambahkan penyebab dari rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian yaitu anggapan bekerja di bidang pertanian tidak dapat menopang masa depan. Peran generasi muda dalam regenerasi sumberdaya manusia di sektor pertanian sangat diperlukan untuk mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan dan mencapai ketahanan pangan. Penelitian-penelitian yang mengkaji tentang minat generasi muda terhadap pertanian melaporkan bahwa terdapat berbagai faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap pertanian, namun penelitian tersebut belum memberikan gambaran yang cukup tentang faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian dan sejauh mana penelitian dan isu-isu topik tersebut telah dilaksanakan. METODE PENELITIAN Kajian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2024. Kajian ini dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif berdasarkan literatur-literatur yang berhubungan dengan minat generasi muda terhadap pertanian. Kajian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari artikel-artikel penelitian, data statistik dan laporan-laporan dari instansi yang terkait dengan topik kajian, dan sumber lain yang menunjang kajian ini. Artikel-artikel penelitian yang dikaji dalam kajian ini diunduh dari beberapa situs penyedia artikel ilmiah meliputi Google Scholar. DOAJ. Researchgate, dan lain-lain. Kata kunci yang digunakan adalah minat, generasi muda, dan Analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis interaktif yang dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan mengambil kesimpulan (Mutolib et al. , 2. Artikel tentang faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian yang diunduh dianalisis menggunakan analisis bibliometrik dengan software VOSviewer untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap minat generasi muda terhadap sektor HASIL DAN PEMBAHASAN Partisipasi dan keterlibatan generasi muda di bidang pertanian akan menentukan keberhasilan dari pembangunan pertanian. Penuaan tenaga kerja bidang pertanian yang tidak diiringi dengan regenerasi menjadi permasalahan serius dalam pembangunan pertanian. Minat generasi muda untuk terjun ke bidang pertanian masih tergolong rendah. Data pada tabel 1 menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2020 sampai 2024 proporsi tenaga kerja usia tua telah mengalami peningkatan dari 21,17% menjadi 23,15% sedangkan tenaga kerja usia 15 Ae 24 tahun mengalami penurunan dari 9,92% menjadi 9,43%. Data ini menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi penurunan partisipasi generasi muda dalam sektor pertanian. Rozci & Oktaviani . menyebutkan bahwa fenomena tersebut dapat mengancam keberlanjutan dari sektor pertanian dan ketahanan pangan. Penuaan tenaga kerja bidang pertanian dan berkurangnya tenaga kerja usia muda menurut Susilowati . juga menimbulkan permasalahan lain yaitu rendahnya rata-rata tingkat pendidikan tenaga kerja bidang pertanian. Data pada tabel 2 menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir . 0 Ae 2. tenaga kerja didominasi oleh tenaga kerja dengan pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD) ke bawah (>60%), sedangkan untuk tenaga kerja dengan tingkat pendidikan tinggi (Diploma I/II/i dan Universita. masih tergolong minim (<2%). Tabel 1. Persentase Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Kelompok Umur (%) Tahun Kelompok Umur . 15 Ae 19 3,42% 3,23% 2,94% 3,51% 3,95% 20 Ae 24 6,02% 6,11% 5,35% 5,79% 5,97% 25 Ae 29 7,18% 7,37% 6,83% 7,27% 7,37% 30 Ae 34 8,19% 8,35% 8,20% 8,74% 8,82% 35 Ae 39 9,31% 9,41% 9,49% 9,76% 9,69% 40 Ae 44 10,29% 10,24% 10,57% 10,74% 10,64% 45 Ae 49 11,04% 11,17% 11,50% 11,40% 11,19% 50 Ae 54 10,95% 11,00% 11,38% 11,17% 10,95% 55 Ae 59 10,46% 10,60% 10,55% 10,24% 10,25% >60 23,15% 22,51% 23,20% 21,37% 21,17% Total Sumber: Badan Pusat Statistik . Tabel 2. Persentase Tenaga Kerja Pertanian Berdasarkan Tingkat Pendidikan (%) Tahun Tingkat Pendidikan Sekolah Dasar Ke Bawah 61,96% 63,09% 66,26% 64,28% 65,23% Sekolah Menengah Pertama 18,06% 17,90% 16,90% 17,57% 17,77% Sekolah Menengah Atas 13,35% 12,82% 11,30% 11,47% 10,96% Sekolah Menengah Kejuruan 4,65% 4,32% 3,90% 4,76% 4,22% Diploma I/II/i 0,43% 0,41% 0,43% 0,51% 0,50% Universitas 1,55% 1,44% 1,22% 1,40% 1,32% Total Sumber: Badan Pusat Statistik . Marpaung & Bangun . , menuturkan bahwa minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian tergolong rendah, hal tersebut disebabkan adanya anggapan bahwa sektor pertanian kurang menguntungkan dari segi ekonomi dan mempunyai tingkat risiko kegagalan yang tinggi. Susilowati . menambahkan bahwa keengganan generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian disebabkan adanya persepsi terhadap sektor pertanian yang sebatas on farm yang kurang menarik dan harus bekerja di bawah terik matahari dan kotor dengan sumberdaya lahan terbatas. Nuryaman et al. menyatakan bahwa berkurangnya minat generasi muda untuk terjun ke Faktor-faktor yang Memengaruhi Minat Generasi Muda terhadap Sektor Pertanian: Literature Review Andreas Sitanggang. Hendra Alfi. Edi Syafri sektor pertanian disebabkan oleh adanya rasa gengsi bila bekerja di sektor pertanian, ketidakpastian penghasilan, modal yang besar, dan dukungan orang tua yang tidak sepenuhnya. Terdapat beberapa penelitian yang menjelaskan tentang faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Kajian ini telah mengidentifikasi penelitian-penelitian yang berkaitan dengan minat generasi muda terhadap sektor pertanian selama 10 tahun terakhir. Faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian dapat dilihat pada Tabel 3. Faktor-faktor yang Memengaruhi Minat Generasi Muda terhadap Sektor Pertanian Sumber Penelitian Faktor yang Memengaruhi Minat Effendy et al. Faktor eksternal . egiatan penyuluhan, ketersediaan sumberdaya alam, dukungan kebijakan pemerinta. , dan motivasi . enghargaan, keinginan berprestasi, dan tuntutan Afista et al. Luas lahan orang tua, dan pendapatan orang tua. Nurjanah . Lingkungan ekonomi, lingkungan sosial, dan teknologi. Sophan et al. Jenis kelamin, jenis pendidikan, intensitas membantu orang tua pada usaha pertanian, kondisi ekonomi keluarga, luas lahan, alternatif peluang kerja lain. Yamin et al. Umur dan tingkat pendidikan Fathurrahman et al. Faktor psikologi Bahari et al. Faktor emosional Fahrozi et al. Tingkat pendapatan usahatani orang tua, jarak rumah dari pusat perkotaan, kepemilikan sosial media Dharmawan & Sunaryanto Pendidikan formal, luas lahan, dan persepsi . Wahyuni et al. Usia, keluarga, ketersediaan sumberdaya alam, dan tuntutan MaAorufah et al. Pendapatan dan pengetahuan. Ibrahim et al. Prestise, jaminan masa depan, dan luas lahan orang tua. Awaludin et al. Ekonomi keluarga, lingkungan, kepribadian, motivasi, pengalaman bertani Haharap & Siregar . Faktor internal . endidikan, jenis kelamin, status pernikahan, umur, keinginan dan harapan, kebutuha. , faktor eksternal . osialisasi, kepemilikan lahan, teknologi, ketertarikan terhadap pekerjaan lai. Maulana et al. Persepsi, pengalaman, lingkungan keluarga, lingkungan sosial Isyanto et al. Lingkungan sosial dan komunitas, status sosial Leatemia et al. Persepsi dan lingkungan mahasiswa Haeruddin et al. Ekonomi keluarga, keadaan lingkungan Hardina et al. Pendidikan dan pengalaman Pratiwi et al. Riwayat keluarga petani dan status pernikahan Suryana et al. Luas lahan, pengetahuan dan wawasan, pendapatan usahatani, kepastian usaha, stimulan pemerintah, dan modernisasi Annisah et al. Prestise, lingkungan keluarga, status sosial Wahyuni et al. Tingkat kosmopolitan Manurung et al. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, persepsi Rokhmawati et al. Pendapatan, lingkungan keluarga, dan lingkungan kerja Fauzi et al. Pekerjaan orang tua dan kosmopolitan Marza et al. Tingkat pendapatan usahatani, luas lahan usahatani, usia, tingkat pendidikan Abdillah et al. Latar belakang pendidikan, pekerjaan orang tua, pendapatan usahatani, dan motivasi Maure . Faktor eksternal dan motivasi Rosliana et al. Sumber informasi, kegiatan penyuluhan, dan dukungan Widayanti et al. Motivasi dan warisan berupa lahan Efendi et al. Usia, pendidikan, keluarga, pendapatan, luas lahan, gengsi. Koestedjo et al. Pendapatan, lingkungan pertanian, sosial ekonomi Sumber: Data Sekunder Diolah . Data pada tabel 3 menunjukkan artikel-artikel penelitian yang meneliti faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian dimana masing-masing penelitian menggunakan faktor-faktor yang beragam. Dari artikel-artikel penelitian terdahulu yang telah diidentifikasi, diketahui bahwa diperoleh hasil yang berbeda-beda meskipun menggunakan variabel yang sama. Untuk mengetahui faktor-faktor yang paling memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian, dalam kajian ini dilakukan analisis bibliometrik terhadap artikel-artikel penelitian yang Hasil analisis bibliometrik terhadap faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian dapat dilihat pada Gambar 1. dan Tabel 4. Gambar 1. Hasil Analisis Bibliometrik Tabel 4. Hasil Klasterisasi Analisis Bibiliometrik Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Generasi Muda terhadap Sektor Pertanian Links Total Link Strength Klaster Item Age (Umu. Education (Pendidika. Experience (Pengalama. Gender (Jenis Kelami. Income (Pendapata. Land Area (Luas Laha. Parent (Orang Tu. Sub Total External Factor (Faktor Eksterna. Motivation (Motivas. Perception (Perseps. Technology (Teknolog. Sub Total Sumber: Data Sekunder Diolah . Analisis bibliometrik pada Tabel 4. menunjukkan hasil 11 item faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian yang terbagi menjadi dua klaster yaitu klaster A dan B. Data ini merupakan hasil analisis bibliometrik terhadap artikel-artikel penelitian pada Tabel 3. Hasil analisis bibliometrik secara keseluruhan dan masih memuat item-item yang tidak berhubungan dengan faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian sehingga dalam kajian ini dilakukan seleksi item-item yang merupakan faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Faktor-faktor yang Memengaruhi Minat Generasi Muda terhadap Sektor Pertanian: Literature Review Andreas Sitanggang. Hendra Alfi. Edi Syafri Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap minat generasi muda terhadap sektor pertanian ditentukan dengan melihat skor Links dan Total Link Strength yang diperoleh dari analisis Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi muda pada klaster A . mur, pendidikan, pengalaman, jenis kelamin, pendapatan, luas lahan, dan orang tu. memiliki total nilai Links dan Total Link Strength yang lebih tinggi daripada klaster B . aktor eksternal, motivasi, persepsi, dan teknolog. Faktor pendapatan . merupakan faktor yang paling memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Hasil ini didukung oleh hasil penelitian Abdillah et al. Rokhmawati et al. Suryana et al. Efendi et al. Fahrozi et al. Koestedjo et al. MaAorufah et al. Afista et al. dan Marza et al. yang melaporkan bahwa pendapatan memiliki pengaruh terhadap minat generasi muda terhadap sektor Faktor pendidikan . menjadi faktor kedua yang paling memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian, hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Abdillah et al. Hardina et al. Efendi et al. Yamin et al. Sophan et . Dharmawan & Sunaryanto . Marza et al. dan Haharap & Siregar . yang melaporkan bahwa pendidikan berpengaruh nyata terhadap minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Faktor umur atau usia . menjadi faktor ketiga yang paling memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian dimana hasil ini diperkuat dengan hasil penelitian Wahyuni et al. Efendi et al. Yamin et al. Marza et al. dan Haharap & Siregar . KESIMPULAN Hasil kajian menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir . tergolong rendah (<10%). Tingkat pendidikan tenaga kerja di sektor pertanian masih didominasi oleh tingkat pendidikan dasar/rendah (>60%). Analisis bibliometrik menunjukkan bahwa terdapat 11 faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian yang terbagi menjadi 2 klaster yaitu klaster A yang terdiri dari 7 faktor . sia, pendidikan, pengalaman, jenis kelamin, pendapatan, luas lahan serta orang tu. , dan klaster B yang terdiri dari 4 faktor . aktor eksternal, motivasi, persepsi dan teknolog. Terdapat tiga faktor sangat dominan yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian yaitu faktor pendapatan, pendidikan dan umur dengan nilai total link strength masing-masingnya 42, 39 dan 33. DAFTAR PUSTAKA