Minat Remaja Masjid terhadap Kegiatan Dakwah di Kampung Buatan II Kecamatan Kotogasib Kabupaten Siak Muhammad Hafiz STAI Diniyah Pekanbaru Email: hafiz@diniyah. Abstrak Ikatan remaja masjid merupakan, perkumpulan remaja-remaji, untuk memkamurkan masjid, membina dan menanamkan nilai-nilai agama, agar tidak menyimpang kepada aturanaturan yang berlaku, organisasi remaja masjid ini telah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya membangun akhlak dan budi pekerti, remaja iku andil dalam pelaksanaan kegiatan dakwah tersebut seperti, taAoziah, wirid remaja, bergotong royong. Permasalahan yang di angkat dalam penelitian ini bagaimana minat remaja masjid terhadap kegiatan dakwah. Penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Researc. , serta tehnik yang digunakan adalah purpusive sampling, penelitian ini berkenaan minat remaja masjid terhadap kegiatan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja masjid berperan aktif mengikuti setiap pelaksanaan kegiatan dakwah tersebut. Kata Kunci: Minat. Remaja Masjid. Kegiatan Dakwah Pendahuluan Minat memiliki arti rasa ketertarikan pada suatu hal ataupun aktifitas, minat pada dasarnya penerimaan hubungan antara diri sendiri dengan suatu dari luar, semakin dekat hubungan tersebut maka semakin besar pula minat seseorang. Minat tidak dibawa dari sejak lahir melainkan diperoleh melalui apa yang dipelajarinya jika sesuai dengan keinginan yang ada pada dirinya. Asumsi umum menyatakan bahwa minat akan membantu seseorang Dengan demikian jika penulis memahami makna kutipan diatas penerimaan sesuatu hubungan seseorang antara diri yang didapati dari luar diri semakin dekat maka itu semakin besar minat yang ada pada diri seseorang. Bila kita melihat remaja di kampung buatan II sangat mudah terpengaruh dengan budaya-budaya yang diapati dari luar. Remaja merupakan harapan bangsa masa depan, jika remaja rusak maka rusaklah negara, maju dan mundurnya suatu negara terltak pada diri remaja. Remaja memilki arti individu yang berada dalam satu waktu yang telah balig sebagai harapan bangsa menuju masa Slameto. Belajar dan Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta, 1987, hlm. Vol. No. Desember 2020 . M u h a m m a d H a f i z depan dimana individu tersebut dalam proses pertumbuhan . erutama Fisi. telah mencapai Proses kematangan pertumbuhan telah mencapai fisik juga pola pikir akan semakin setiap individu mampu membedakan mana yang baik dan buruk, maka remaja-remaji perlunya mendahulukan terhadap kegiatan-kegiatan yang dapat mengantarkan kehidupan aman, sejahtera, damai melaui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh remaja demasjidmasjid maupun surau-surau. Sebagaimana dakwah itu adalah tugas nabi dan rosul sedangkan ulama sebagai pewaris nabi Muhammad SAW, dengan demikian bagi remaja melakukan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan hendaknya mampu mencontoh sifat yang dimiliki nabi Muhammad SAW. Tugas dakwah itu tugas mulia yang mengajak manusia dekat kepada Allah SWT, dengang mengajak yang maAoruf dan melarang yang mungkar supaya tercapai berbahagia dunia dan akhirat. Dari uraian diatas dapat kita pahami bahwa menjadi seorang pendakwah sekurangkurangnya mempunyai sifat-sifat yang dimiliki oleh nabi Muhammad SAW, serta apa yang disampaikan pada orang lain telah dimiliki dan dilaksanakan oleh seorang pendakwah, sebab kegiatan-kegiatan dakwah itu bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran, penghayatan dan pengalaman ajaran agama yang dibawa oleh pendaAoi. Dalam dakwah hendaknya mempunyai metode-metode antara lain: lisan, seni, tulisan dan hal, dari lisan dapat dilihat yang berupa ceramah, diskusi, khutbah dan lain-lain, sedangkan dakwah dengan tulisan berupa buku-buku, surat kabar, majalah dan lainya, dan yang terakhir dakwah dengan bil hal yakni berprilaku yang sopan sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. Dari beberapa metode diatas dapat disimpulkan bahwa dakwah itu mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah SWT untuk kemaslahatan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan demikian untuk mengajak orang kepada jalan yang diridoi Allah SWT, seorang remaja tentunya mempersiapkan dirinya, hendaknya seorang remaja mempunyai keinginan dengan hati yang tulus untuk mengajarkan nilai-nilai keagamaan dalam menyampaikan kepada orang lain melalui kegiatan-kagiatan keagamaan jika ia seorang daAoi. Dadang Sulaeman. Psikologi Remaja. Bandung: W. Mandar Maju, 1995, hlm. Mahlmmud Yunus. Pedoman Dakwah Islamiyah. Jakarta: PT. Hidakarya Agung, hlm. Arifin. Psikologi Dakwah. Jakata: Bulan Bintang, 1997, hlm. Wardi Bachtiar. Metode Penelitian Ilmu Dakwah. Ciputat: Logos. Wacana Ilmu Pemalang Timur, 1997, hlm. Toha Yahya Omar. Ilmu Dakwah. Jakarta: Widjaya, 1967, hlm. Jurnal Dakwatul Islam Minat Remaja Masjid Terhadap Kegiatan Dakwah Di Kampung Buatan IIKecamatan Kotogasib Kabupaten Siak | 5 3 demikian juga bagi remaja-remaji hendaknya berperan aktif mengikuti kegiatan tersebut, sehingga misi untuk menyiarkan Islam di daerah tersebut dapat terlaksana dengan baik, pelaksanaan kegiatan dakwah dikampung buatan II Kecamatan Kotogasib Kabupaten Siak telah melaksanakan program yang telah direncanakan. Metode Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Researc. , yaitu metode yang di peroleh melalui survei dilapangan, yang menjadikan subjek dalam penelitian ini adalah remaja masjid dan sebagai objeknya minat remaja masjid terhadap kegiatan dakwah, sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Sumber primer: merupakan data umum yang diperoleh melalui wawancara dengan pengurus remaja masjid, kemudian sumber sekunder diperoleh melalui dokumentasi, buku-buku maupun jurnal yang berkaitan dalam konteks pembahasan ini. Metode analisa dengan cara mengumpulkan data selanjutnya dianalisa dengan menggunakan metode Deskriptif Analisis menggambarkan yang akan diteliti kemudian dianalisis. Proses kegiatan dakwah maupun mengajarkan nilai-nilai agama harus dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat, dalam hal ini terdapat beberapa faktor pedagogik yang menyebabkan kegiatan dakwah berjalan dengan baik, faktor-faktor tersebut meliputi beberapa hal antara lain: Pelaksanaan Dakwah atau disebut juga dengan penerangan Agama dimasyarakat kita kenal dengan mubaligh. Faktor ini merupakan kuncinya penerang agama, untuk memperoleh sebuah keberhasilan dan kegagalan berada ditangan mubaligh. Obyek sasaran dakwah harus dibina agar menjadi manusia beragama agar sesuai dengan tujuan dakwah. Lingkungan dakwah, hal ini merupakan suatu faktor yang besar pengaruhnya bagi perkembangan sasaran dakwah baik secara individu maupun kelompok. Media dakwah dalam hal ini sebagai faktor untuk menentukan lancarnya proses Faktor ini disebut dependent variabel dalam penggunaannya bergantung pada faktot lainnya. Tujuan dakwah merupakan faktor yang menjadi pedoman arah proses secara sistematis. Penerang agama yaitu proses belajar-mengajar yang dikembangkan melalui motivasi individu maupun kelompok, motivasi tersebut kegunaannya melalui interaksi dan komunikasi Maka dengan demikian dapat kita katakan bahwa proses interaksi adalah faktor komunikasi, antisipasi . engharapan akan adanya respon dari orang lai. , bagaimana Vol. No. Desember 2020 . M u h a m m a d H a f i z tanggapan baik dari diri sendiri maupun orang lain, serta symbol yang mendorongnya untuk melakukan response, yang mengandung ciri-ciri dapat merangsang manusia terhadap diri Maka untuk menentukan minat remaja terhadap kegiatan dakwah perlunya peneliti meninjau pengertian dari pada minat sebagai berikut: Wikerl mengatakan minat adalah kecendrungan yang menetap pada diri seseorang untuk merasa tertarik pada suatu bidang dan ia merasa senang. Andi Mapiere berpendapat bahwa minat itu merupakan perangkat mental yang terdiri dari suatu camuran dan perasaan, harapan yang mengarah individu kepada suatu Slameto berpendapat minat merupakan kecendrungan yang tetap memperhatikan beberapa kegiatan yang diminati seseorang dan diminati seseorang yang diperhatikan secara terus menerus yang disertai rasa senang. Pada diri seseorang memliki jiwa untuk mendorong suatu keinginan yang kuat kepada suatu benda atau objek yang menimbulkan minat seseorang disebabkan beberapa hal berikut: Kemauan. Kemauan merupakan dorongan dari diri seseorang yang berdasarkan pertimbangan pikiran dan perasaan, serta seluruh pribadi seseorang yang menimbulkan kegiatan kegiatan terarah agar tercapainya tujuan tertentu berhubungan dengan kebutuhan Lingkungan Lingkungan merupakan tempat untuk melakukan kegiatan sosial dan ini berpengaruh pada diri seseorang untuk menentukan minatnya. Bakat Pada diri seseorang menyukai sesuatu hal, dikernakan adanya bakat untuk Untuk menetukan minat seseorang ada beberapa Faktor yang mempengaruhinya sebagai berikut: Faktor Internal Faktor internal meliputi: Arifin. Psikologi Dakwah, hlm. WS. Winkel. Psikologi pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia, 1986, hlm. Andi Mapiere. Psikologi Agama. Surabaya: Usaha Nasional, 1982, hlm. Slameto. Belajar dan Faktor Yang Mempengarahinya,hlm. Jurnal Dakwatul Islam Minat Remaja Masjid Terhadap Kegiatan Dakwah Di Kampung Buatan IIKecamatan Kotogasib Kabupaten Siak | 5 5 Faktor Biologis, didalam keadaan lapar seluruh pikiran dinominasikan oleh makanan, bagi orang yang lapar diminati adalah makanan. Faktor Sosiopsikologis, manusia merupakan makhluk sosial dari proses sosial ia memperoleh beberapa karakteristik yang mempengaruhi prilaku seseorang semisal, pekerjaan, pendidikan, lelah, sakit, tinggi, penglihatan, pendengaran dan sebagainya. Faktor Eksternal Faktor Eksternal meliputi: Faktor eksternal ini faktor yang berpengaruh dari luar seseorang hal ini adanya stimulus dari lingkungan yang terjadi dimasyarakat, kemudian faktor sitiasional yang mempunyai karakteristik seperti gerakan. Aktifitas seseorang akan berhasil apabila diinringi dengan minat yang ada pada dirinya, karena seseorang yang memiliki minat terhadap sesuatu ia akan berusaha untuk mempelajari sacara mendalam disertai dengan rasa senang. Hal ini dapat kita pahami dari bentuk-bentuk minat yang dimiliki seseorang sebagai berikut: Minat yang di expresikan Minat yang di expresikan dapat mengungkapkan minatnya melalui dengan kata tertentu seperti seseorang yang mempunyai keinginan untuk berdakwah ia harus tertarik untuk berdakwah. Minat yang diwujudkan Individu dapat mewujudkan minatnya dengan cara tindakan ataupun perbuatan contoh minat dalam menuntut ilmu. Minat yang diinventarisasikan Setiap individu dapat menilai minatnya diukur dengan menjawab sejumlah pertanyaan tertentu dan urutan pilihannya untuk keaktifisan tertentu, apabila minat itu dikaitkan dengan pemilihan tertentu. Apabila minat pada diri seorang remaja dikaitkan dengan pemilihan kegiatan dakwah maka dapat dilihat dari minat tersebut akan dipengaruhi oleh bentuk Dakwah-dakwah. Remaja akan menunjukkan minat terhadap dakwahnya yang benar-benar menyentuh kebutuhan yang diperlukan dalam proses perkembangan individu ketika menjalani Berbicara mengenai remaja memiliki makna tersendiri. Konsep tentang remaja bukanlah berasal dari bidang hukum melainkan berasal dari bidang ilmu-ilmu sosial seperti Vol. No. Desember 2020 . M u h a m m a d H a f i z Antropologi, sosiologi, psikologi. Remaja juga merupakan konsep yang lebih baru muncul setelah era Industrialisasi merata di belahan dunia Eropa. Dalam tahapan perkembangan remaja menurut Sarwono . sebagai berikut: Remaja Awal: Pada masa ini ada perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan yang menyertai perubahan itu. Mereka mengembangkan fikiran baru cepat tertarik pada lawan jenisnya dan mudah terangsang secara erotis. Remaja Madya: Pada masa ini remaja sangat membutuhkan kawan-kawan senang kalau banyak teman, maknai ia mencintai diri sendiri dengan menyukai teman-teman yang mempunyai sifat yang sama dengan dirinya. Remaja Akhir: masa ini dimana masa menuju kedewasaan dirinya, baik dari segi inteleknya, eg, dan terbentuk seksualitasnya serta suka memisahkan diri pribadinya. Dengan demikian dimasa perkembangan seorang remaja memiliki ciri-ciri tersendiri menurut (Kauma, 2003: . sebagai berikut: Perkembangan Fisik Pertumbuhan fisik mengalami perubahan dengan cepat, remaja dalam perubahan fisiknya lebih cepat dari pada perubahan fisik yang terjadi pada anak-anak. Perkembangan seksual Seksual akan selalu mengalami perkembangan jika demikian maka akan menyebabkan timbulnya prilaku yang tidak baik, karena disebabkan matangnya organ-organ prosuksi pada diri remaja. Cara berpikir kausalitas Cara berpikir kausalitas ini adalah menyangkut dengan hubungan sebab dan akibat. Emosi menjadi tinggi Kondisi emosi remaja label karena erat hubungannya dengan keadaan hormon. Suatu saat dia akan bersedih, lain waktu marah hal ini dapat kita liaht pada diri seorang remaja tersinggung perasaanya. Minat tertarik dengan lawan jenis Manusia terbagi dua jenis laki-laki dan perempuan, ketika menjalani kehidupan kedua insan akan timbul ketertarikkan pada lawan jenis. Dari beberapa penjelasan diatas jika kita melihat dalam konteks kegiatan dakwah yang dilakukan remaja masjid di kampung Buatan II, tidak terlepas dari minatnya seorang remaja mengikuti kegiatan tersebut. Jurnal Dakwatul Islam Minat Remaja Masjid Terhadap Kegiatan Dakwah Di Kampung Buatan IIKecamatan Kotogasib Kabupaten Siak | 5 7 Jika kita meninjau dari tujuan dakwah itu adalah dalam proses penyelenggaraan dakwah yang terdiri dari berbagai aktifitas, hal ini dilakukan dalam rangka mencapai nilainilai tertentu. Nilai-nilai tertentu untuk mencapainya melalui kegiatan dakwah itulah disebut tujuan dakwah. Setiap dalam penyelenggaraan dakwah harus mempunyai tujuan. Tanpa adanya tujuan tertentu yang harus diwujudkan. Bagi proses dakwah tujuan merupakan salah satu faktor yang paling penting dan sentral. Pada tujuan inilah dilandaskan segenap tindakan dalam rangka usaha kerjasama dakwah tersebut. Maka dengan demikian tujuan itu adalah merupakan sesuatu yang senantiasa memberikan inspirasi dan motivasi yang menyebabkan mereka bersedia melakukan tugastugas yang diserahkan kepada mereka begitu juga dalam tindakan-tindakan control dan evaluasi, yang menjadi pedoman adalah tujuan itu. Berarti tujuan merupakan pedoman yang tidak boleh diabaikan dalam proses penyelenggaraan dakwah. Dakwah itu terbagi 2 macam: Memberi pengajaran Memberi pengajaran bermakna menerangkan iAotiqad ketauhidan dan keimanan sesuai dengan keadan pendengar-pendengar begitu juga menerangkan hukum-hukum syaraAo seperti wajib, haram, sunnah, makhruh dan mubah. Memperbaiki Akhlak Memperbaiki akhak dengan menerangka taAorif . akhlak-akhlak yang baik, misalnya, jujur, amanah, pemberani, pengamatan dan lain sebagainya. Kemudian ia mengajarkan kepada masyarakat agar senantiasa bertingkah laku yang baik ketika menjalani kehidupan ini. Dalam hal ini cara memberikan pemahaman agama kepada remaja masjid perlu adanya semacam program Dakwah sehingga mampu menjadikan insan yang berbudi baik serta menanamkan nilai-nilai keislaman. Dalam organisasi Remaja Masjid kampung Buatan II telah melaksanakan kegiatankegiatan dakwah antara lain: Mengadakan wirid pengajian setiap bulannya BertaAoziah jika ada diantara masyarakat meninggal dunia Setiap minggu mencari dana untuk pembangunan masjid Melaksanakan PHBI disertai mengadakan beberapa perlombaan Abd Rosyad Shaleh. Manajemen Dakwah Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1977, hlm. Mahmud Yunus. Pedoman Dakwah Islamiyah, hlm. Vol. No. Desember 2020 . M u h a m m a d H a f i z Ikut andil didalam masyarakat jika ada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah kampung Bergotong royong setiap minggu. Dalam kegiatan dakwah yang dilaksankan oleh remaja masjid yang ada di kampung Buatan II, sejauhmana minat yang ada pada diri remaja untuk mengikuti kegiatan tersebut, peneliti telah melakukan observasi dilapangan melakukan wawancara dengan ketua remaja Dari keterangan beliau remaja yang ikut dalam setiap kegiatan dakwah tersebut sangat berperan aktif mengikutinya dari kegiatan-kegiatan yang telah diprogramkan pengurus remaja, yang sampai saat ini masih tetap bertahan dan ramai jika adanya kegiatan-kegaitan wirid pengajian dan bertaAoziah jika ada salah seorang meninggal dunia tingkat kehadiran remaja 60%. 13 Maka dapat disimpulkan tingginya keinginan atau minat remaja masjid Kampung Buatan II dalam mengikuti kegiatan dakwah tersebut. Dari beberapa penjelasan diatas dapat dilihat faktor apa yang mempengaruhi minat remaja masjid untuk mengikuti kegiatan dakwah tersebut antara lain: Faktor eksternal Keluarga Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang dikenal oleh seorang remaja, remaja dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang suka mendidik, membina, membimbing, berkasih sayang antara orang tua dan anak, yang selalu terjaga dan mampu meciptakan remaja yang ingin mencari kebenaran yang hakiki serta tidak memberikan pengajaran yang bertentangan nilai-nilai Islam. Masyarakat Lingkungan masyarakat sangat berpengaruh kepada minatnya seorang remaja, jika kondisi lingkungan tidak sehat merupakan faktor kondusif bagi seorang remaja untuk bergaul dan berinteraksi sosial dengan masyarakat yang berada disekitarnya. Faktor Internal yang berasal dari organisasi Remaja Masjid Kondisi yang dilatarbelakangi dari kegiatan-kegiatan dakwah yang dilaksanakan oleh organisasi remaja masjid Pergaulan antara sesama anggota remaja masjid. Wawancara dengan Rahman selaku ketua Remaja Masjid Kampung Buatan II. Rabu, 06 Januari, 2021, 10. 00 wib. Jurnal Dakwatul Islam Minat Remaja Masjid Terhadap Kegiatan Dakwah Di Kampung Buatan IIKecamatan Kotogasib Kabupaten Siak | 5 9 Kesimpulan Dakwah merupakan mengajak manusia kejalan yang benar, dalam kehidupan bermasyarakat hendaknya mampu menciptakan kehidupan yang mengarah kepada nilai-nilai Islam, untuk menanamkan nilai-nilai Islam pada diri seseorang melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan baik bagi orangtua maupun remaja. Dikampung Buatan II, semenjak adanya organisasi remaja masjid berbagai kegiatan keagamaan telah diselenggarakan diantaranya wirid pengajian. PHBI, bertaAoziah, bergotongroyong, mencari dana untuk pembangunan masjid dan lain sebagai, dari kegiatan dakwah tersebut keaktifan remaja sangat tinggi, disebabkan ada beberapa faktor antara lain: Faktor dari lingkungan keluarga. Lingkungan Masyarakat, faktor kondisi latarbelakang dari kegiatan-kegiatan dakwah yang dilakukan remaja masjid dan pergaulan antara sesama remaja Kegiatan dakwah yang dilakukan mampu berjalan dengan baik dikarnakan adanya minat remaja yang tinggi dan merasa senang setiap kegiatan-kegiatan keagamaan yang telah terprogramkan oleh remaja masjid. Daftar Pustaka