E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Islam Ratu Atikah Sukainten atikahratu1@gmail. Iif Nasikhatul Ummah Iifnu51@gmail. Fahad Achmad Sadat fahad@stit-buntetpesantren. Delis Sri Maryati maryati@gmail. STIT Buntet Pesantren Cirebon Abstract This article aims to find out: . The Nature of Islamic Religious Education Supervision. Purpose of Supervision of Islamic Religious Education. Processes and Supervision Techniques for Islamic Religious Education. This article uses the literature study method by collecting literature . sourced from various kinds of journals, the internet and books written by people who understand the Nature of Supervision of Islamic Religious Education. The Purpose of Supervision of Islamic Religious Education. Processes and Techniques Supervision of Islamic Religious Education. Based on the explanation that has been presented, the following conclusions can be drawn: Supervision is very helpful in developing teaching and learning situations to achieve better framework conditions. Even though the ultimate goal is student learning outcomes, the priority in supervision is assistance to teachers. According to the implementation of the supervision process is divided into five namely corrective supervision, preventive supervision, constructive supervision, creative supervision and cooperative In terms of technique, supervision is divided into two major groups, namely individual supervision techniques and group supervision techniques. Individual supervision techniques are divided into class visits, class observations, individual meetings, inter-class visits and self-assessment. The group supervision technique is a way to implement a supervision program aimed at two or more people. There are thirteen group supervision techniques, namely committees, group work, curriculum laboratory, guided reading, learning demonstrations, field trips, lectures/studies, panel discussions, office libraries, professional organizations, supervision bulletins, teacher meetings, workshops or group conferences. Keywords : The Essence of Supervision of Islamic Religious Education. The Purpose of Supervision of Islamic Religious Education. The Process and Techniques of Supervision of Islamic Religious Education. Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Islam Ratu Atikah Sukainten. Iif Nasikhatul Ummah. Fahad Achmad Sadat. Delis Sri Maryati E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengetahui: . Hakikat Supervisi Pendidikan Agama Islam. Tujuan Supervisi Pendidikan Agama Islam. Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Agama Islam. Artikel ini menggunakan metode studi literatur dengan cara mengumpulkan literatur . ahan-bahan mater. yang bersumber dari berbagai macam jurnal, internet dan buku yang ditulis oleh orang-orang yang faham tentang Hakikat Supervisi Pendidikan Agama Islam. Tujuan Supervisi Pendidikan Agama Islam. Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan penjelasan yang sudah dipaparkan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Supervisi sangat membantu dalam pengembangan situasi belajar mengajar untuk mencapai kondisi kerangka kerja yang lebih baik. Walaupun tujuan akhirnya adalah hasil belajar siswa, namun prioritas dalam supervisi adalah bantuan untuk guru. Menurut pelaksanaannya proses supervise dibagi menjadi lima yaitu supervise korektif, supervisi preventif, supervisi konstruktif, supervise kreatif dan supervisi kooperatif. Ditinjau dari tekniknya supervise dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu teknik supervise individu dan teknik supervise kelompok. Teknik supervisi individu dibagi menjadi kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antar kelas dan penilaian diri. Teknik supervise kelompok adalah cara untuk menerapkan program pengawasan yang ditujukan untuk dua orang atau lebih. Terdapat tiga belas teknik supervise kelompok, yaitu kepanitiaan-kepanitiaan, kerja kelompok, laboratorium kurikulum, baca terpimpin, demonstrasi pembelajaran, darmawisata, kuliah/studi, diskusi panel, perpustakaan jabatan, organisasi professional, buletin supervise, pertemuan guru, lokakarya atau konferensi kelompok. Kata kunci : Hakikat Supervisi Pendidikan Agama Islam. Tujuan Supervisi Pendidikan Agama Islam. Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Agama Islam Pendahuluan Hakikat pembangunan nasional adalah membangun manusia Indonesia Sebagaimana kita ketahui, tingkat kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari kesesuaian sandang dan pangan, tetapi harus diikuti dengan upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat dan Membangun bangsa Indonesia berarti mempersiapkan manusia Indonesia menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Eva Maghfiroh mengutip Hasbullah (Maghfiroh, 2014, hlm. meyakini bahwa pendidikan merupakan fenomena manusia yang fundamental dan bersifat konstruktif Melalui pendidikanlah suatu bangsa berkembang, yaitu bergerak dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat atau tahapan kehidupan yang lebih tinggi. Oke Supervisi berasal dari bahasa Inggris, jadi supervision yang berarti bimbingan dan pengawasan. Sementara itu. Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Islam Ratu Atikah Sukainten. Iif Nasikhatul Ummah. Fahad Achmad Sadat. Delis Sri Maryati Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 kontrol morfologis terdiri dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan vision. Ametebun lebih mengartikan kontrol, sedangkan vision berarti memiliki, melihat dan mengontrol. Jadi gabungan dari dua arti kata tersebut, pengawasan berarti melihat dari atas, mengawasi atau mengamati dan memberitahukan atau menunjukkan bahwa orang yang melakukan pengawasan itu derajatnya lebih tinggi dari pada orang yang melakukan pemeriksaan atau sedang Kemudian ahli pemeriksa semantik memberikan definisi yang berbeda tetapi memiliki prinsip atau makna yang Wiles mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik (Haq et al. , 2021, p. Supervisi berasal dari dua kata bahasa Inggris super dan vision. Super artinya melihat dari atas dan vision artinya melihat secara keseluruhan, melihat dari Oleh karena itu, pengawasan berarti mengawasi dan memeriksa tindakan, kreativitas, dan kinerja bawahan dari atas atau mengawasi dan mengevaluasi mereka dari bawah. Hal ini juga terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang pengendalian utama atau pengendalian atasan (Supriadi, 2019, hlm. Karena pentingnya pendidikan dan kenyataan bahwa pendidikan adalah sistem yang terus berkembang dan berubah yang berkembang sesuai dengan tuntutan zaman, maka diperlukan tujuan tertentu yang ingin dicapai sebagai arah dan gerak pendidikan itu Di Indonesia, tujuan sistem pendidikan nasional menurut Undang- E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Undang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) adalah: Kebudayaan nasional mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bernilai dalam rangka pendidikan kehidupan bangsa, serta berupaya mengembangkan kesempatan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berakhlak, sehat, berilmu, dan cakap. , kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Indonesia, 2. Peningkatan mutu pengajaran tidak lepas dari peran guru sebagai pendidik yang secara sadar membimbing siswanya menuju Bahwa tujuan konseling adalah program yang meningkatkan pengajaran. Peningkatan pengajaran dan pembelajaran bertujuan untuk mencapai tujuan akhir pendidikan, yaitu pembentukan kepribadian tenaga pendidik seutuhnya. Istilah supervisi lebih lanjut berarti pemeriksaan, pemeriksaan dan pengawasan serta pengendalian dalam arti bahwa kegiatan tersebut dilakukan oleh atasan dari orang yang kedudukannya lebih tinggi yaitu kewenangannya yaitu bawahannya. Ada gumpalan-gumpalan tersebut, pemeriksaan berarti memecahkan Menyelidiki berarti melihat apa yang terjadi dalam tindakan. Pemantauan dan kontrol, yang berarti melihat positif dan Panduan untuk melihat bagian sekolah mana yang masih negatif untuk diupayakan yang positif dan melihat bagian dikembangkan lebih positif lagi, yang Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Islam Ratu Atikah Sukainten. Iif Nasikhatul Ummah. Fahad Achmad Sadat. Delis Sri Maryati Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 terpenting adalah pembinaan. Kontrol adalah istilah yang termasuk dalam keluarga kontrol tetapi bersifat manusiawi. Dalam supervisi, pelaksanaannya tidak mencari kesalahan, tetapi lebih banyak memasukkan unsur pelatihan, sehingga dapat diketahui keadaan pekerjaan supervisi dari segi kekurangan . idak hanya dari segi kesalaha. , sehingga dapat dilaporkan bagian-bagian yang akan diperbaiki. (Suharsimi Arikunto, 2004, hal. Penyuluhan merupakan salah satu tugas kepala sekolah yang didukungnya untuk menciptakan kondisi kerja yang baik bagi guru dan staf sekolah untuk organisasi sekolah. Seperti yang dikatakan penulis Islam Kimball Wiles: "Pengawasan adalah bantuan dalam pengembangan situasi pengajaran yang lebih baik, tujuan, bahan, teknik, metode, guru, siswa, dan lingkungan yang lebih baik. " Melalui desain ini, penawaran penasihat mencakup seluruh proses belajar mengajar. situasi Justru situasi belajar mengajar inilah yang harus diperbaiki dan diperbarui melalui layanan layanan pengawasan mencakup semua aspek pengajaran dan pembelajaran di sekolah (Islam, 2. Semua kegiatan organisasi sekolah harus berada di bawah pengawasan kepala Hal ini penting karena tanpa pengawasan, semua program sekolah tidak akan berjalan dengan baik. Dalam hal ini, penyimpangan tidak dapat diketahui secara tepat waktu dan detail. Peran kepala sekolah sangat penting dalam hal ini. Keberhasilan pengawasan sangat ditentukan oleh keterampilan pengawas. Kontrol E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 berasal dari kata AuatasAy dan AuvisiAy, artinya melihat dan meninjau dari atas, atau mengamati dan menilai dari atas apa yang dilakukan oleh atasan dalam kaitannya dengan kinerja, kreativitas dan efisiensi di bawah (Mulyasa, 2. Konseling profesional dalam bidang akademik, dilakukan atas dasar landasan keilmuan pembelajaran yang lebih dalam dari pada konselor biasa. Pengawas profesional membutuhkan keterampilan akademik yang mendalam dan kemampuan untuk melihat Peran utama pembelajaran berkualitas bagi guru yang memungkinkan guru untuk mengajar secara Berkolaborasi dengan guru atau staf pembelajaran, mengembangkan kurikulum dan mendorong pertumbuhan profesional bagi semua anggota. Metode Artikel ini menggunakan metode mengumpulkan literatur . dari berbagai jurnal, internet dan buku-buku yang ditulis oleh orang-orang yang memahami prinsip dan tujuan/sasaran supervisi pendidikan. Berdasarkan bahan pustaka yang diperoleh dari jurnal, internet dan buku-buku, kemudian artikel ini disusun dengan cara menghimpun semua literatur yang diperoleh tentang supervisi pendidikan. Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Islam Ratu Atikah Sukainten. Iif Nasikhatul Ummah. Fahad Achmad Sadat. Delis Sri Maryati Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 khususnya hakikat supervise pendidikan, tujuan supervise pendidikan, supervise pendidikan dan teknik supervise Hasil dan Pembahasan Hakikat Supervisi Pendidikan Agama Islam Secara Etimologi Supervisi secara etimologis berasal dari bahasa Inggris, supervisi yang berarti bertanggung jawab. Kurniati mengutip Sahertia yang mengatakan bahwa supervisi adalah pelayanan kepada guru. Istilah supervisi sangat populer sebagai supervisi pendidikan, yang dapat dijelaskan secara etimologis, morfologis, dan semantik (Kurniati, 2020, hlm. Secara etimologis, istilah supervisi berasal dari kata bahasa Inggris supervisor, artinya pengawasan, secara morfologis supervisi terdiri dari dua kata, super, artinya di atas, dan vision, artinya melihat, (Echols dan Shadily, 2009, hal. Bahkan, supervisor harus memiliki posisi yang lebih tinggi atau lebih tinggi dari yang Dalam pelaksanaan tidak mencari kesalahan, tetapi kekurangan dalam kondisi kerja yang dipantau . idak hanya kesalaha. dapat diketahui sehingga dapat dilaporkan bagianbagian yang akan diperbaiki. Istilah supervise yang digunakan dalam pendidikan Islam adalah almusyarafah, yang secara linguistik masih satu akar kata dengan saraf, yang selalu dikaitkan dengan posisi E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 angkat kebangsawanan, keistimewaan, keutamaan. Dalam hal ini, al-musyarafah mengacu pada pengabaian yang berasal dari mereka yang berstatus terhormat (Siddik, 2. Status terhormat dalam Islam tidak selalu berarti pangkat dan status atau didasarkan pada tingkat keimanan dan Al-Qur'an mengatakan bahwa Allah meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu di antara manusia. Menurut konsep ini, pengawas . harus menjadi orang yang menghasilkan nilai tambah, yang siap mentransfer dan menginternalisasikan nilai tambah tersebut kepada pengawas. Secara Terminologi Supervisi berasal dari dua kata yaitu AusuperAy dan AuvisionAy. Kata AusuperAy berarti pangkat atau status yang lebih tinggi, lebih baik, unggul, lebih besar atau lebih baik. Sementara itu, kata AuvisionAy berarti kemampuan mewujudkan sesuatu yang sebenarnya tidak tampak (Kristiawan & Fitria, 2019, hlm. Dari gabungan dua unsur penyusun kata supervisi, dapat disimpulkan bahwa supervisi adalah cara pandang seseorang yang terdidik dalam sesuatu dan memiliki keahlian di bawahnya. Jabatan pengawas atau supervisi bersifat profesional dalam menjalankan Ia bekerja atas dasar kaidah ilmiah untuk meningkatkan mutu pengajaran, perlu kemampuan lebih dalam melakukan supervisi agar ia dapat melihat dengan jelas permasalahan peningkatan mutu pengajaran dan ada kepekaan tidak hanya dengan Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Islam Ratu Atikah Sukainten. Iif Nasikhatul Ummah. Fahad Achmad Sadat. Delis Sri Maryati Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 pengertian biasa, karena yang diamatinya bukan hanya masalah-masalah konkrit yang terlihat, tetapi juga yang membutuhkan kepekaan mata batin. Menurut Purwanto . , supervisi adalah kegiatan pelatihan terencana yang tujuannya membantu guru dan staf sekolah lainnya melakukan pekerjaannya secara efektif (Somad, 2. Menurut Manullang . , supervisi adalah suatu proses dimana pekerjaan yang dilakukan kemudian dievaluasi dan diperbaiki bila perlu dikoreksi agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula (Somad, 2. Hasil temuan Renata et al. menemukan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki dampak yang signifikan terhadap guru yang efektif. Kepala sekolah harus memperbaharui bimbingan guru dimana akan mewujudkan guru yang efektif (Kristiawan & Fitria, 2019, p. Tim dosen Administrasi Pendidikan Universitas Indonesia . menyatakan profesional guru. Bimbingan profesional pekerjaan yang memberikan kesempatan profesional sehingga lebih maju dalam kinerjanya tugas utamanya yaitu untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran Dalam Pasal 57 PP No. 19 Tahun 2005 supervisi dibagi menjadi dua bagian, yaitu supervisi akademik dan supervise manajerial/pengelolaan. Perbedaan utama terletak pada supervise manajerial mampu membimbing kepala sekolah dan staf dalam meningkatkan kinerja sekolah. Sedangkan E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 supervise akademik dapat memotivasi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dari pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa supervisi hampir sama dengan pengawasan, tetapi supervisi lebih seperti pembinaan. Supervisi sangat diperlukan dalam lembaga pendidikan, karena salah satu tanggung jawab kepala sekolah adalah supervisi. Supervisi dalam lembaga pendidikan memiliki dua aspek, yaitu supervisi akademik, yaitu mendukung meningkatkan kualitas proses pembelajaran meningkatkan hasil pembelajaran. Supervisi akademik ini juga memiliki dua komponen, yaitu supervise kelas dan supervise klinis. Fokus dari supervise kelas dan supervisi klinis adalah guru. Kemudian yang kedua pengawasan terhadap orang yang menjadi kepala sekolah atau menjadi pengawas yang terdiri dari staf/staf pelatihan serta pengukuran kinerja kepala sekolah. Obyek pengawasan supervise adalah manusia dan Mengikuti Alfonso . Neagley dan Evans . Maks Stroops . dilanjutkan dengan Djam'an Satori, hubungan antara kepemimpinan, proses belajar mengajar dan hasil belajar digambarkan seperti disajikan dalam model berikut (Universitas Pendidikan Indonesia Kelompok Dosen Manajemen Pendidikan. Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Islam Ratu Atikah Sukainten. Iif Nasikhatul Ummah. Fahad Achmad Sadat. Delis Sri Maryati Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Karena mengajar sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengajar, maka kegiatan supervise menitikberatkan terutama pada peningkatan kompetensi profesional guru yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya, kualitas kepemimpinan tercermin dari peningkatan hasil belajar siswa. Tujuan Supervisi Pendidikan Agama Islam Mengacu pada supervise pendidikan Islam yang bertujuan untuk memberikan bimbingan dan arahan bagi pengembangan keterampilan individu dan peningkatan mutu meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, membangun dan berjalan bersama. Tujuan umum dari supervise Pendidikan agama islam adalah untuk memberikan dukungan dan bimbingan profesional kepada guru . an staf sekolah lainny. untuk meningkatkan kualitas menyelesaikan pembelajaran. Selanjutnya Ketika kualitas kinerja guru dan staf meningkat, maka kualitas pembelajaran juga meningkat dan diharapkan kinerja siswa juga meningkat. Dukungan pelatihan dan E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 pendampingan dapat diberikan secara langsung maupun tidak langsung kepada guru yang bersangkutan (Sarkati, 2019, hal. Dan yang paling penting adalah pemberian bantuan dan bimbingan tersebut didasarkan pada informasi yang lengkap, akurat, ringkas dan rinci serta benar -benar harus sesuai kenyataan. Tujuan umum ini tidak mudah untuk dicapai, tetapi perlu dirinci menjadi tujuan yang spesifik, detail dan jelas. Menurut komponen-komponen sistem pembelajaran atau faktor-faktor keberhasilan belajar sebagaimana telah diuraikan tadi maka tujuan khusus supervisi Meningkatkan kinerja siswa sekolah dalam perannya sebagai peserta didik yang belajar dengan semangat tinggi, agar dapat mencapai prestasi belajar secara optimal Meningkatkan mutu kinerja guru Membantu memahami tujuan pendidikan dan peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut. Membantu guru dalam melihat kebutuhan siswanya. Membentuk moral kelompok yang kuat dan mempersatukan guru dalam satu tim yang efektif, bekerjasama secara akrab dan menghargai satu dengan lainnya. Meningkatkan pembelajaran yang pada akhirnya Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Islam Ratu Atikah Sukainten. Iif Nasikhatul Ummah. Fahad Achmad Sadat. Delis Sri Maryati Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 meningkatkan prestasi belajar Meningkatkan pengajaran guru baik itu dari segi strategi, keahlian dan alat Menyediakan sebuah sistem berupa penggunaan teknologi yang dapat membantu guru dalam pengajaran. Sebagai salah satu pengambilan keputusan bagi kepala sekolah untuk reposisi Meningkatkan keefektifan kurikulum terlaksana dengan baik Meningkatkan keefesiensian sarana dan prasarana yang ada untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sehingga keberhasilan siswa Meningkatkan kualitas pengelolaan terciptanya suasana kerja yang optimal yang selanjutnya siswa dapat mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan. Meningkatkan mutu keadaan umum sekolah dengan menciptakan suasana tenang dan damai serta kondusif pembelajaran yang menjadi indikasi keberhasilan lulusan. Proses Teknik Supervisi Pendidikan Agama Islam Proses Supervisi Pendidikan Agama Islam E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Ditinjau dari pelaksanaannya proses supervisi terbagi menjadi 5 yaitu: Supervisi Korektif Supervisi ini menekankan upaya untuk menemukan kesalahan guru. Supervisi korektif ini tidak membantu karena dapat membuat frustrasi guru dan secara negatif mempengaruhi program pembelajaran. Supervisi Preventif Supervisi preventif menekankan pada upaya mencegah guru melakukan kesalahan, misalnya melalui larangan atau instruksi tertulis. Supervisi ini tidak membantu guru meningkatkan keterampilan Guru takut untuk bertindak kecuali sesuai dengan yang dipaparkan. Hal ini dapat merusak kepercayaan diri guru. Tidak ada salahnya mencegah guru melakukan kesalahan, tetapi yang lebih penting adalah mempersiapkan guru untuk menghadapi setiap masalah yang mungkin timbul. Supervisi Konstruktif Supervisi supervise yang berorientasi pada masa Supervisi semacam itu didasarkan pada kenyataan dan keyakinan dalam melihat kesalahan masa lalu dan mencegah guru melakukan kesalahan. Ini tidak membantu guru tumbuh secara profesional atau pribadi. Hakikat pendidikan adalah membangun yang lebih baik. Peran supervisi adalah memelihara dan membangun. Kesalahan masa lalu dapat digunakan sebagai pengalaman dan penemuan untuk masa depan. Oleh karena itu peran supervisi adalah untuk membantu guru selalu melihat ke depan, melihat hal-hal baru dan antusias terhadap perkembangan. Supervisi Kreatif Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Islam Ratu Atikah Sukainten. Iif Nasikhatul Ummah. Fahad Achmad Sadat. Delis Sri Maryati Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Dalam supervisi kreatif peran supervisor lebih besar daripada peran guru, dalam supervisi kreatif peran guru lebih kelemahan supervisor yang ada. Peran menyemangati guru. Dengan kata lain, supervisor menciptakan situasi yang dapat meningkatkan kreativitas guru. Hal-hal baru hanya mungkin terjadi berkat kreativitas tingkat tinggi. Kreativitas hanya muncul dalam situasi di mana orang merasa aman untuk mencoba hal baru dan berisiko melakukan kesalahan. Apabila supervisor mengawasi guru, kepala sekolah, dan kepala sekolah, maka supervisi ini disebut supervisi fungsional karena berkaitan dengan Ketika memberikan pengawasan terhadap guru. TU, dll, maka pengawasan itu disebut pengawasan struktural karena berkaitan dengan jabatannya sebagai kepala sekolah. Karena kepala sekolah juga bertanggung jawab atas kepemimpinan, maka dikenal istilah kepemimpinan alamiah . Jika supervisor mensupervisi guru disebut mensupervisi kepala sekolah, tata usaha dan lain-lain disebut supervisi administrasi. Pengawas melakukan kunjungan kelas, kesenjangan, dan kemudian membuat instrumen untuk melakukan pengawasan kelas. Sebelum melakukan supervisi, langkah-langkah yang dilakukan adalah monitoring, evaluasi dan support harus diselesaikan. Harus dipahami bahwa supervisor bukanlah pengawas, melainkan orang yang memberikan pertolongan. Bantuan yang ditawarkan tidak sama di E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 setiap sekolah, tergantung permasalahan yang dihadapi. Supervisi Kooperatif Dalam proses evaluasi di bidang guru dapat mempertimbangkan untuk melakukannya sendiri . roses individ. atau bersama-sama dengan karyawannya . roses kooperati. Karena Pendidikan tanggung jawab guru pribadi, melainkan kerja dan tanggung jawab bersama, maka evaluasi sebagai bagian penting dari keberhasilan evaluasi supervisi pelajaran harus dilakukan secara kolaboratif sesuai dengan prinsip-prinsip supervisi. sama sesuai dengan prinsip pendidikan demokrasi, di mana semua karyawan dan pihak yang berkepentingan terlibat atau perwakilan mereka dikirim ke "forum diskusi" dalam proses evaluasi. Proses evaluasi supervisi Pendidikan pada dasarnya adalah berupa prosedur , tahapan-tahapan langkah-langkah kepemimpinan supervisi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah: perumusan tujuan penilaian, pemilihan instrumen penilaian, penyusunan instrumen penilaian, penerapan instrumen penilaian, penyusunan hasil penilaian, kesimpulan hasil penilaian dan terakhir tindak lanjut. Teknik Supervisi Pendidikan Agama Islam . Teknik Supervisi Individual Teknik supervisi individual di sini adalah pelaksanaan supervisi yang diberikan kepada guru tertentu yang mempunyai masalah khusus dan bersifat perorangan. Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Islam Ratu Atikah Sukainten. Iif Nasikhatul Ummah. Fahad Achmad Sadat. Delis Sri Maryati Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Supervisor di sini hanya berhadapan dengan seorang guru yang dipandang memiliki persoalan tertentu. Teknik-teknik supervisi yang dikelompokkan sebagai teknik individual adalah sebagai berikut: Kunjungan Kelas Kunjungan kelas adalah teknik pendidikan guru yang digunakan oleh kepala sekolah, pembina dan pendidik lainnya untuk memantau pelaksanaan proses belajar mengajar guna memperoleh informasi yang diperlukan terkait dengan pembinaan guru. Tujuan dari kunjungan ini hanya untuk membantu para guru mengatasi kesulitan atau masalah mereka di kelas. Kunjungan kelas membantu guru melihat dengan jelas masalah yang mereka hadapi. Menganalisis mereka secara kritis dan mendorong mereka Kunjungan kelas ini bisa dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan bisa juga atas undangan guru sendiri. Kunjungan kelas memiliki empat fase. Pertama tahap Pada merencanakan waktu kunjungan kelas, tujuan dan cara observasi. Kedua, tahap observasi selama kunjungan. Pada fase ini, pelatih memantau kemajuan pembelajaran. Ketiga, tahap terakhir kunjungan. Pada fase ini pelatih dan guru menyepakati hasil observasi dan fase keempat merupakan fase Ada partisipasi kelas yang baik, yaitu memiliki tujuan tertentu, mengidentifikasi aspekaspek keterampilan guru, menggunakan alat observasi tertentu untuk mendapatkan kekuatan objektif, terjadi interaksi antara Pembina dan yang dibina sehingga tercipta E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 sikap saling pengertian, kunjungan kelas tidak mengganggu proses belajar mengajar, pelaksanaan diikuti dengan program tindak . Observasi Kelas Mengamati kelas/observasi kelas secara sederhana dapat diartikan sebagai melihat dan memperhatikan gejala yang Observasi kelas merupakan teknik pengamatan yang dilakukan oleh pengawas Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi tentang aspek-aspek seobjektif mungkin. Mengenai kesulitan yang dihadapi guru dalam situasi belajar mengajar ketika mereka mencoba untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Secara umum, aspek-aspek yang harus berlangsung adalah: usaha-usaha dan tindakan guru-siswa dalam pembelajaran, cara menghadapi media pembelajaran, reaksi mental siswa dalam proses belajar mengajar, kondisi alat mengajar yang digunakan yang berkaitan dengan materi. Pelaksanaan observasi kelas ini terdiri dalam beberapa langkah yaitu persiapan observasi kelas, melakukan observasi kelas, penutupan observasi kelas, pengawasan/tindak lanjut. Dalam melakukan observasi kelas ini, supervisor harus menggunakan alat observasi khusus, antara lain checklist penilaian dan daftar aktivitas. Pertemuan Individual Pertemuan pertemuan, diskusi, dialog dan tukar pikiran antara guru atau pengawas, guru dan guru Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Islam Ratu Atikah Sukainten. Iif Nasikhatul Ummah. Fahad Achmad Sadat. Delis Sri Maryati Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 profesional guru. Tujuannya adalah untuk memberi kesempatan peningkatan dalam posisi guru dengan memecahkan kesulitan yang dihadapi, mengembangkan pengajaran yang lebih baik, memperbaiki segala menghilangkan atau menghindari semua Swearingen mengklasifikasikan jenis-jenis percakapan individual ini menjadi empat jenis sebagai Classroom percakapan satu lawan satu yang berlangsung di dalam kelas pada saat siswa meninggalkan kelas . OfficeConference, yakni percakapan individual yang berlangsung di ruang kepala sekolah atau di ruang staf dengan dilengkapi alat untuk memberikan penjelasan kepada guru. CausalAeConference, percakapan tatap muka informal yang dilakukan melalui pertemuan dengan guru. Observational Visitation percakapan satu lawan satu yang terjadi setelah kunjungan kelas atau observasi pembelajaran guru. Dalam percakapan individual ini, supervisor harus berusaha mengidentifikasi aspek-aspek positif dari guru, mendorong guru untuk mengatasi kesulitannya dan membimbing hal-hal yang masih diragukan sehingga dapat dicapai kesepakatan tentang konsep konsep situasi belajar yang akan . Kunjungan Antar Kelas Kunjungan antar kelas juga dapat digolongkan sebagai teknik supervise tatap Guru mengunjungi kelas lain sendiri E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 di lingkungan sekolah. Dalam kunjungan antar kelas ini, guru mendapatkan pengalaman baru dari teman sejawatnya manajemen kelas, dll. Agar kunjungan lintas kelas ini benar-benar kondusif bagi pengembangan keterampilan guru, maka harus direncanakan dengan sebaik-baiknya. Supervisor harus mempertimbangkan beberapa hal saat Teknik melaksanakan supervise antara lain: - Guru yang akan dikunjungi harus dipilih sebaik mungkin. Cobalah untuk menemukan guru yang dapat memberikan pengalaman baru bagi para pengajar yang akan berkunjung. - Tentukan guru mana yang akan - Sediakan semua fasilitas yang diperlukan untuk kunjungan kelas. - Supervisor harus memantau acara ini dengan cermat. Perhatikan baik-baik apa yang ditampilkan dan catat dalam format tertentu. - Apakah ada tindak lanjut setelah kunjungan antar kelas. Misalnya dalam bentuk percakapan pribadi dan - Terapkan di sekolah atau di kelas guru tersebut, disesuaikan dengan situasi dan keadaan yang ada. - Mengatur kesepakatan kunjungan kelas berikutnya . Menilai Diri Sendiri Penilaian Penilaian diri adalah teknik pengembangan profesional guru. Penilaian Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Islam Ratu Atikah Sukainten. Iif Nasikhatul Ummah. Fahad Achmad Sadat. Delis Sri Maryati Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 diri memberi guru informasi objektif tentang peran mereka di kelas dan menawarkan kesempatan kepada guru untuk mempelajari lebih lanjut tentang metode pengajaran mereka yang memengaruhi siswa. Semua ini mengembangkan keterampilan profesional Penilaian diri bukanlah tugas yang mudah bagi seorang guru. Untuk mengukur kemampuannya dalam mengajar, ia tidak hanya menilai siswanya, tetapi juga dirinya Ada beberapa cara atau alat yang dapat digunakan untuk menilai diri sendiri, - Daftar pandangan atau pendapat yang disampaikan kepada siswa untuk mengevaluasi pekerjaan atau Biasanya disusun dalam bentuk pertanyaan baik secara menyebutkan nama. - Menganalisis pengujian unit kerja. - Menyimpan aktivitas pekerjaan siswa, apakah mereka bekerja sendiri atau dalam kelompok. Teknik supervisi kelompok Teknik supervisi kelompok adalah cara untuk menerapkan program supervise yang ditujukan untuk dua orang atau lebih. Guru yang berdasarkan penilaian kebutuhan diduga memiliki masalah atau kebutuhan atau kelemahan yang sama, dikelompokkan Kemudian ditawarkan layanan pemantauan sesuai dengan masalah atau kebutuhan mereka. Menurut Gwynn, ada tiga belas teknik supervise kelompok yaitu kepanitiaankepanitiaan, kerja kelompok, laboratorium kurikulum, baca terpimpin, demonstrasi E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 pembelajaran, darmawisata, kuliah/studi, diskusi panel, perpustakaan jabatan, organisasi professional, buletin supervise, pertemuan guru, lokakarya atau konferensi Teknik kepemimpinan kelompok ini tidak akan dibahas satu persatu karena sudah banyak buku yang khusus membahasnya. Satu hal yang perlu ditekankan di sini adalah tidak ada teknik supervisi kelompok di atas yang cocok atau bisa untuk diterapkan pada semua pembinaan guru di sekolah. Dengan kata lain, kepala sekolah harus mampu menemukan teknik tertentu yang dapat diterapkan untuk pengembangan guru tetapi tidak untuk guru lain. Oleh karena itu, mengidentifikasi teknik mana yang dapat meningkatkan kemampuan belajar guru. Kesimpulan Kualitas pembelajaran harus terus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial Pendekatan profesional guru ini dapat dilaksanakan melalui teknik supervisi, pembinaan budaya organisasi pembelajaran dan kegiatan Dengan dimungkinkan untuk terus meningkatkan pendidikan dengan meningkatkan profesionalisme guru, baik secara individu maupun kelompok. Di lembaga pendidikan Islam terdapat beberapa kiat dan kiat supervisi yaitu, meningkatkan kesadaran setiap guru dan staf di sekolah, meningkatkan pemahaman tentang tugas masing-masing Proses dan Teknik Supervisi Pendidikan Islam Ratu Atikah Sukainten. Iif Nasikhatul Ummah. Fahad Achmad Sadat. Delis Sri Maryati Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 profesi, kepedulian terhadap siswa dan lingkungannya di antara guru dan staf, dan komitmen untuk pekerjaan. Tujuan akhir supervisi adalah memperbaiki situasi belajar mengajar, memperbaiki proses belajar dan hasil belajar siswa, dan untuk memperbaiki situasi belajar mengajar terlebih dahulu harus meningkatkan keterampilan guru. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi kelemahan dan kelebihan guru agar supervisi . berfungsi efektif dan Setelah diidentifikasi, peran supervisor adalah membimbing guru, yang pada akhirnya mengarah pada pencapaian tujuan masing-masing. Supervisi sangat membantu dalam pengembangan situasi belajar mengajar untuk mencapai kondisi kerangka kerja yang lebih baik. Walaupun tujuan akhirnya adalah hasil belajar siswa, namun prioritas dalam supervisi adalah bantuan untuk guru. Menurut pelaksanaannya, proses supervise dibagi menjadi lima yaitu supervise korektif, supervisi preventif, supervisi konstruktif, supervise kreatif dan supervisi kooperatif. Ditinjau dari tekniknya supervise dibagi menjadi dua kelompok besar. Mereka adalah teknik supervise individu dan teknik supervise kelompok. Teknik supervisi individu dibagi menjadi kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antar kelas dan penilaian diri. Teknik supervise kelompok adalah cara untuk menerapkan program pengawasan yang ditujukan untuk dua orang atau lebih. Menurut Gwynn, ada tiga belas teknik supervise kelompok, yaitu kepanitiaankepanitiaan, kerja kelompok, laboratorium kurikulum, baca terpimpin, demonstrasi E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 pembelajaran, darmawisata, kuliah/studi, diskusi panel, perpustakaan jabatan, organisasi professional, buletin supervise, pertemuan guru, lokakarya atau konferensi Daftar Pustaka