Jurnal Bisnis Terapan. Volume 09 Nomor 02 (Desember, 2. 217 - 227 DOI: https://doi. org/10. 24123/jbt. PENGARUH LIKUIDITAS. PROFITABILITAS, SOLVABILITAS. DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN TEKSTIL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2020 Ae 2024 Siti Fatimah Azzahra. Ade Onny Siagian Universitas Bina Sarana Informatika. Jakarta. Indonesia Email: sfazzahra02@gmail. Masuk 3 September 2025. Revisi 1 Desember 2025. Diterima 1 Desember 2025. Terbit 22 Desember 2025 Abstract Indonesian textile companies face significant challenges in maintaining their financial stability, especially considering economic changes and strong competition in the One of the main risks is financial distress, which is a state when a company begins to experience financial pressure that can lead to bankruptcy. The purpose of this study is to determine how financial ratios such as Liquidity (Current Rati. Profitability (Return on Asse. Solvency (Debt to Equity Rati. , and Sales Growth impact Financial Distress in textile companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020 - 2024. The data used for this study came from the annual financial statements of eight sample textile companies. A quantitative approach, multiple linear regression method, was used. The results of this study indicate that the liquidity and solvency ratios have a significant effect on financial distress partially, the four factors simultaneously affect financial distress. These results can help company management make the right financial decisions to continue operating in the future. Copyright A2025 by Authors. Published by Jurnal Bisnis Terapan. This work is licensed under a Creative Commons. Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Keywords: Financial Distress. Liquidity. Profitability. Solvency. Sales Growth Pendahuluan Industri tekstil adalah salah satu sektor ekonomi penting di Indonesia yang berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan nilai ekspor negara. Namun, sektor ini telah menghadapi banyak tantangan dalam beberapa tahun terakhir karena biaya produksi yang meningkat, persaingan dengan produk impor, perubahan tren konsumsi di seluruh dunia, dan dampak pandemi COVID-19 yang memperburuk keadaan keuangan Situasi ini menyebabkan banyak perusahaan tekstil besar yang sebelumnya stabil mengalami penurunan drastis, yang membuat mereka menghadapi risiko kesulitan keuangan atau financial distress. Ini penting untuk dikaji lebih dalam karena merupakan fase awal kebangkrutan, yang berdampak negatif pada investor, tenaga kerja, dan stabilitas pasar modal secara keseluruhan. Likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan pertumbuhan penjualan adalah beberapa indikator yang dapat digunakan dalam literatur keuangan untuk memprediksi financial Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, profitabilitas menunjukkan efektivitas manajemen dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki, solvabilitas menunjukkan keseimbangan antara utang dan modal sendiri perusahaan, sementara pertumbuhan penjualan mengindikasikan keberhasilan perusahaan mempertahankan daya saing dan kinerja pasar. Teori sinyal (Signaling theor. , mengatakan bahwa laporan keuangan dapat menunjukkan kondisi penting perusahaan kepada investor dan pemangku kepentingan lainnya. Analisis rasiorasio keuangan ini sejalan dengan teori ini. Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang beragam. Misalnya. Menurut (Silanno. Glousa Lera & Loupatty, 2. menyatakan bahwa return on asset berpengaruh signifikan terhadap financial distress, sedangkan current ratio dan debt to equity ratio tidak berpengaruh signifikan. Hasil berbeda ditunjukkan oleh (Rachmawati & Suprihhadi, 2. mengatakan bahwa likuiditas dan pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan dalam menurunkan risiko financial distress, sedangkan leverage justru meningkatkan risikonya. Perbedaan penelitian ini menandakan adanya perbedaan penelitian, khususnya dalam konteks sektor tekstil yang memiliki karakteristik berbeda dengan industri lain. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan pertumbuhan penjualan terhadap financial distress pada perusahaan tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020Ae2024. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi teoritis mengenai prediksi financial distress, sekaligus memberikan kontribusi praktis berupa bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan strategis, serta bagi investor dalam menilai risiko investasi pada sektor tekstil. Metode penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yang mana data kuantitatif Adalah data dalam penilitian yang sudah memenuhi standar ilmiah serta penelitian kuantitatif ini merupakan sebuah teknik penelitian dengan tujuan untuk menggambarkan suatu masalah atau gejala sosial dengan cara menganalisa apakah ada hubungan sosial antara masalah yang terjadi dengan masyarakat lain (Silvia & Yulistina, 2. Metode ini melibatkan analisis data berupa angka dan perhitungan statistik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Likuiditas. Profitabilitas. Solvabilitas, dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Financial Distress pada perusahaan tekstil di Bursa Efek Indonesia tahun 2020 2024. Pada penelitian ini, penulis memakai metode purposive sampling. Menurut Sugiyono . metode purposive sampling yaitu dimana pemilihan sampel dilakukan berdasarkan kriteria tertentu yang relevan (Aditya Yunanto, 2. Dalam penelitian ini penulis memilih sampel dengan kriteria, yakni: Perusahaan Tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan mempublikasikan laporan keuangan antaran tahun 2020 Ae 2024. Perusahaan yang menyediakan data lengkap yang akan diteliti. Hasil dan Pembahasan Statistik deskriptif ini memberikan pengertian yang lebih jelas tentang data kuantitatif yang ada agar mudah dimengerti. Analisis ini menjelaskan tentang karakteristik populasi nilai minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi dari semua variabel. Pengujian ini menggunakan software SPSS versi 27 dengan variabel dependennya financial distress dan variabel independennya likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan pertumbuhan penjualan. Berikut ini hasil uji statistik deskriptif: Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Minimum Maximum Likuiditas Std. Deviation Profitabilitas Solvabilitas Pertumbuhan Penjualan Financial Distress Valid N . Mean Berlandaskan Tabel 1 uji statistik deskriptif diatas menampilkan informasi mengenai nilai minimum, maximum, mean, dan standar deviasi. Dalam penelitian ini variabel Financial Distress adalah variabel dependen. Variabel Likuiditas. Profitabilitas. Solvabilitas, dan Pertumbuhan Penjualan adalah variabel independen. Dapat dijelaskan. Variabel Financial distress dari 40 sampel pada perusahaan Tekstil mempunyai nilai minimum Ae 39,33 ditempati PT. Panasia Indo Resources Tbk (HDTX) pada tahun 2024 yang artinya perusahaan ini tidak mengalami financial distress. Nilai maksimum sebesar 6696,43 ditempati oleh PT Ever Shine Textile Industry Tbk pada tahun 2021 yang artinya perusahaan mengalami financial distress. Dengan nilai rata-rata sebesar 1023,0545 dan nilai standar deviasi 1639,82204. Variabel Likuiditas dari 40 sampel perusahaan tekstil mempunyai nilai minimum 0,02 ditempati PT. Panasia Indo Resources Tbk (HDTX) pada tahun 2024, nilai ini menyatakan bahwa adanya risiko perusahaan yang tidak bisa memenuhi kewajiban Sedangkan, nilai maksimum 16,28 ditempati oleh PT. Pan Brother Tbk (PBRX) pada tahun 2022 yang menyatakan bahwa perusahaan mampu memenuhi kewajiban lancarnya. Dengan nilai rata-rata 1,6822 dan nilai standar deviasi sebesar 2,52161. Variabel Profitabilitas dari 40 sampel perusahaan tekstil mempunyai nilai minimum -1,55 ditempati PT. Pan Brothers Tbk pada tahun 2024, nilai ini menyatakan bahwa perusahaan mengalami kerugian terhadap aset yang dimiliki. Ini menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak efisien atau kondisi keuangan yang Sedangkan, nilai maksimum 0,50 ditempati PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) pada tahun 2023, nilai ini menyatakan bahwa perusahaan hanya mampu menghasilkan keuntungan 5% dari total asetnya. Tetapi, ini masih relatif rendah karena ROA yang baik umumnya diatas 10%. Dengan nilai rata-rata -0,0795 dan standar deviasi sebesar 0,30995 yang artinya terdapat perusahaan yang sangat merugi dan ada yang sedikit untung. Variabel Solvabilitas dari sampel 40 sampel perusahaan tekstil mempunyai nilai minimum -19,06 ditempati PT. Century Textile Industry Tbk (CNTX) pada tahun Nilai ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki utang yang lebih besar dari modal sendiri. Kondisi ini sangat tidak sehat, biasanya terjadi karena perusahaan mengalami kerugian besar secara terus-terusan sehingga modal menjadi negatif. Kondisi ini sedang diambang kebangkrutan. Sedangkan nilai maksimum 17,30 ditempati PT. Panasia Indo Resources Tbk (HDTX) pada tahun Dengan nilai rata-rata sebesar -0,0087 dan standar deviasi 6,03144. Ini menunjukkan bahwa ada kombinasi perusahaan dengan kondisi keuangan sangat buruk dan sangat agresif secara pembiayaan. Variabel Pertumbuhan Penjualan dari 40 sampel perusahaan tekstil mempunyai nilai minimum -1,00 ditempati PT. Panasia Indo Resources Tbk (HDTX) pada Nilai ini menunjukkan bahwa perusahaan ini mengalami penurunan penjualan drastis dan mengalami kesulitan keuangan berat. Sedangkan nilai maksimum 0,92 ditempati PT Century Textile Industry Tbk (CNTX) pada tahun Sedangkan nilai rata-rata sebesar -0,0860 dan standar deviasi 0,37567. Standar deviasi ini menunjukkan bahwa peningkatan atau penurunan penjualan antar perusahaan bervariasi. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 2. Hasil Uji Kolmogrov Ae Smirnov Sebelum Outlier Unstandardized Residual Normal Parametersa. Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. c Sig. Monte Carlo Sig. d 99% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Test distribution is Normal Calculated from data Lilliefors Significance Correction Lilliefors method based on 10000 Monte Carlo samples with starting seed Gambar 1. Hasil Normalitas P- P Plot Dari grafik uji Normal P-P Plot maka didapat data yang tidak normal sehingga untuk melanjutkan penelitian, peneliti membuat data outlier. Outlier adalah data yang memiliki nilai yang ekstrem atau sangat menyimpang jauh dari sebagian besar lainnya. Berikut ini Uji Normal P-P Plot setelah outlier: Gambar 2. Hasil Uji Normalitas P-P Plot Setelah Outlier Berlandaskan hasil Gambar 2 menampilkan bahwa titik-titik yang ada tersebut mendekati garis diagonal dan dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal, akan tetapi agar menghasilkan data yang tidak bias sehingga dilakukan kembali uji Kolmogorov Ae Smirnov. Hasilnya sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Kolmogrov Ae Smirnov Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Normal Parametersa. Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Sig. 99% Confidence Interval Monte Carlo Sig. e Lower Bound Upper Bound Test distribution is Normal Calculated from data Lilliefors Significance Correction This is a lower bound of the true significance Lilliefors method based on 10000 Monte Carlo samples with starting seed Dari Tabel 3 didapat nilai sig 0,200 maka berlandaskan pengambilan keputusan data normal yang dimana nilai sig. > 0,05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa data berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Pengujian ini dipakai untuk mengetahui apakah dalam model regresi terdapat hubungan antar variabel independen. Besaran dari Variance Inflation Factor (VIF) adalah metode yang dimanfaatkan untuk mendeteksi adanya multikolinearitas. Nilai cut off tolerance umumnya dipakai untuk pengujian ini adalah nilai > 0,10 dan VIF < 10. Kesimpulannya bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independen pada model Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std Error (Constan. Likuiditas Profitabilitas Solvabilitas Pertumbuhan Penjualan Collinearity Statistics Standardized Coefficients Sig. <,001 Dependent Variable: Financial Distress Beta Tolerance VIF Dari Tabel 4 bahwa hasil dari perhitungan nilai tolerance menampilkan bahwa tidak ada variabel dependen yang mempunyai nilai tolerance < 0,10. Artinya data bebas dari multikolinearitas karena nilai tolerance terkecil 0,352 atau > 0,10. Hasil perhitungan VIF terbesar adalah 2,845 atau < 10 yang menampilkan bahwa tidak ada variabel independen yang mempunya nilai VIF > 10. Oleh karena itu, model regresi pada penelitian ini tidak ada multikolinearitas sehingga layak untuk dipakai. Uji Heteroskedastisitas Dalam penelitian ini, pengujian dilakukan dengan menggunakan metode uji park, yang bertujuan untuk mendeteksi apakah terdapat pola yang mencerminkan adanya varian residual yang tidak konstan. Menurut (Ghozali, 2. uji park dilakukan dengan cara meregresikan nilai log dari kuadrat residual terhadap log salah satu variabel independen. Jika hasil regresi menunjukkan kofisien yang signifikan secara statistik, maka terdapat indikasi adanya heterokedastisitas. Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas (Uji Par. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients (Constan. LN_X1 Std Error LN_X2 LN_X3 LN_X4 Beta Sig. Dependent Variable: LN_RES2 Berdasarkan Tabel 5 Uji Heteroskedastisitas dengan metode Park diketahui bahwa seluruh variabel memiliki nilai signifikan > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak adanya heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Model regresi yang baik yaitu bebas dari autokorelasi. Penelitian ini menggunakan uji Durbin Watson untuk mendeteksi adanya autokorelasi. Uji ini dinilai dengan Du < dw < 4 Ae Du, maka tidak terjadi autokorelasi. Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi (Durbin Watso. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Predictors: (Constan. X4. X3. X2. X1 Dependent Variable: Y Berdasarkan Tabel 6 bahwa nilai Durbin-Watson adalah 1,483, yang berarti bahwa pengujian Durbin Watson mengalami masalah terhadap Autokorelasi. Oleh karena itu, peneliti memakai uji Breusch Godfrey untuk memperbaiki kondisi tersebut. Tabel 7. Hasil Uji Breusch Godfrey Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std Error (Constan. Likuiditas Profitabilitas Solvabilitas Pertumbuhan Penjualan Sig. LAG_RES Beta Dependent Variable: Unstandardized Residual Berdasarkan Tabel 7 hasil uji Breusch Godfrey, menunjukkan bahwa Lag_res memiliki signifikansi sebesar 0,179 yang dimana > 0,05. Sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak adanya autokorelasi. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 8. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std Error (Constan. Likuiditas Profitabilitas Solvabilitas Pertumbuhan Penjualan Collinearity Statistics Standardized Coefficients Beta Sig. Tolerance VIF <,001 Dependent Variable: Financial Distress Dari Tabel 8 dijelaskan bahwa koefisien untuk persamaan regresi dalam penelitian ini, memakai rumus Regresi Linear Berganda: Y = yu1ycU1 yu2ycU2 yu3ycU3 yu4ycU4 Y = 4182,934 Ae 2207,905X1 12522,581X2 170,721X3 2046,173X4 Konstanta Nilai konstanta sebesar 4182,934 diartikan jika variabel independen bernilai 0 . maka variabel dependen bernilai 4182,934 dan konstanta ini berdampak positif terhadap Financial Distress. Koefisien Regresi 1 (Likuidita. Nilai koefisien regresi Likuiditas bernilai negatif sebesar Ae2207,905 maka dapat diartikan bahwa jika likuiditas meningkat maka Financial Distress akan menurun. Koefisien Regresi 2 (Profitabilita. Nilai koefisien regresi Profitabilitas bernilai positif bernilai 12522,581 makadapat diartikan bahwa jika Profitabilitas meningkat maka Financial Distress akan meningkat. Koefisien Regresi 3 (Solvabilita. Nilai koefisien regresi Solvabilitas bernilai positif bernilai 170,721 maka dapat diartikan bahwa jika Solvabilitas meningkat maka Financial Distress akan meningkat. Koefisien Regresi 4 (Pertumbuhan Penjuala. Nilai koefisien regresi Pertumbuhan Penjualan bernilai positif bernilai 2046,173 maka dapat diartikan bahwa jika Pertumbuhan Penjualan meningkat maka Financial Distress akan meningkat. Hasil Uji Hipotesis Uji Parsial (T Ae Tes. Pengujian ini dipakai guna menampilkan koefisien regresi tersebut berdampak signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Dasar pengambilan keputusan: Jika Sig > 0,05 maka Ha ditolak, artinya variabel independen tidak berdampak signifikan pada variabel dependen. Jika Sig < 0,05 maka Ha diterima, artinya variabel independen berdampak signifikan pada variabel dependen. Tabel 9. Hasil Uji Parsial Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std Error (Constan. Likuiditas Profitabilitas Solvabilitas Pertumbuhan Penjualan Collinearity Statistics Standardized Coefficients Beta Sig. Tolerance VIF <,001 Dependent Variable: Financial Distress Berdasarkan hasil Tabel 9 dijelaskan bahwa: Likuiditas berdampak signifikan dan negatif terhadap Financial Distress Hasil pengujian Likuiditas sebesar -3,535 dengan signifikan 0,002 < 0,05. Oleh karena itu. Likuiditas berpengaruh signifikan dan negatif pada financial distress maka H1 Profitabilitas berdampak signifikan dan positif terhadap Financial Distress Hasil pengujian Profitabilitas sebesar 2,140 dengan signifikan 0,045 < 0,05. Oleh karena itu. Profitabilitas berpengaruh signifikan dan positif pada financial distress maka H2 Solvabilitas tidak berdampak signifikan dan positif terhadap Financial Distress Hasil pengujian Solvabilitas sebesar 1,560 dengan signifikan 0,134 > 0,05. Oleh karena itu. Solvabilitas tidak berpengaruh signifikan dan positif pada financial distress maka H3 ditolak. Pertumbuhan Penjualan tidak berdampak signifikan dan positif terhadap Financial Distress Hasil pengujian Pertumbuhan Penjualan sebesar 2,027 dengan signifikan 0,056 > 0,05. Oleh karena itu. Pertumbuhan Penjualan tidak berpengaruh signifikan dan positif pada financial distress maka H5 diterima. Uji Simultan (F - Tes. Uji ini bertujuan menggambarkan apakah variabel independen berdampak simultan terhadap variabel dependen. Dasar pengambilan hasil penelitian tersebut, yakni: Jika Sig < 0,05, maka Ha diterima dan berdampak simultan terhadap variabel dependen. Jika Sig > 0,05, maka Ha ditolak dan tidak berdampak simultan terhadap variabel Tabel 10. Hasil Uji Simultan (F Ae Tes. ANOVAa Sum of Squares Model Mean Square Regression 28720712. Residual Total Sig. Dependent Variable: Financial Distress Predictors: (Constan. Pertumbuhan Penjualan. Solvabilitas. Provibilitas. Likuiditas Berdasarkan Tabel 10 bahwa nilai F dihitung 3,901 dengan tingkat signifikan 0,017 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima sehingga secara simultan Likuiditas. Profitabilitas. Solvabilitas, dan Pertumbuhan Penjualan berdampak signifikan terhadap Financial Distress. Uji Koefisien Determinasi Adjusted (R. Tabel 11. Hasil Uji Koefisien Determinasi Adjusted (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Predictors: (Constan. Pertumbuhan Penjualan. Solvabilitas. Provibilitas. Likuiditas Dependent Variable: Financial Distress Berdasarkan Tabel 11 bahwa hasil uji Koefisien Determinasi menampilkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,326. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan bersama Ae sama sebesar 32,6%. Sedangkan sisanya 67,4% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model regresi ini. Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa likuiditas berpengaruh negatif secara signifikan terhadap financial distress, profitabilitas berpengaruh positif signifikan, sedangkan solvabilitas dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh Namun secara simultan, keempat variabel tersebut berpengaruh terhadap financial distress pada perusahaan tekstil yang terdaftar di BEI periode 2020Ae2024. Oleh karena itu, perusahaan perlu menjaga stabilitas likuiditas dan mengelola profitabilitas secara efektif, sementara investor disarankan memperhatikan indikator keuangan tersebut sebelum berinvestasi. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi akademik sekaligus dasar bagi penelitian selanjutnya dengan cakupan yang lebih luas. Daftar Pustaka