Ekuivalensi J u r n a l Eko nom i B i s n i s Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dalam upaya pengendalian intern di Omah Jenang Blitar Endah Masrunik1. Saiful Nggufron Efendi2 . Evina putri Wahyuni3 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Islam Balitar Penulis Korespondensi: Endah Masrunik . ndahmasrunik@gmail. Abstrak Sistem akuntansi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang lengkap yang mendukung terbentuknya suatu pengendalian internal yang baik. Sehingga hal tersebut sangat penting untuk dilakukan didunia usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem akuntansi penerimaan kas dalam upaya pengendalian intern di Omah Jenang Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian di Omah Jenang Blitar menunjukkan bahwa sistem penerimaan kas dilakukan dengan baik, akan tetapi beberapa prosedur dan dokumen masih ada yang belum lengkap. Selain itu sering terjadi keterlambatan dalam proses rekonsiliasi bulanan, yang menyebabkan perusahaan mengandalkan catatan manual untuk sementara waktu. meskipun masih menghadapi beberapa kendala teknis, program tersebut telah berjalan secara efektif sesuai dengan kebijakan Omah Jenang dan telah berkontribusi pada terlaksananya pengendalian ientern yang baik di Omah jenang Blitar. Dengan melaksanakan sistem akuntansi penerimaan kas yang baik dapat memastikan bahwa semua transaksi keuangan tercatat dengan baik, arus kas dapat dipantau secara jelas dan laporan keuangan yang akurat dapat dihasilkan untuk pengambilan keputusan yang tepat. Keterbatasan penelitian ini hanya fokus pada penerimaan kas tanpa membahas sistem akuntansi secara keseluruhan, sehingga hasil penelitian belum menggambarkan efektifitas sistem akuntansi Omah Jenang secara Keseluruhan. Kata kunci: Sistem Akuntansi. Penerimaan Kas. Pengendalian Internal. Endah Masrunik. Saiful Nggufron Efendi . Evina putri Abstract An accounting system is a comprehensive series of activities that support the establishment of sound internal control. Therefore, this system is crucial in the business world. The purpose of this study is to analyze the cash receipts accounting system as part of internal control efforts at Omah Jenang Blitar. The research method used is descriptive qualitative research, utilizing data collection techniques such as interviews, observation, and documentation. The research findings at Omah Jenang Blitar indicate that the cash receipts system has been implemented well, but several procedures and documents remain incomplete. Furthermore, delays in the monthly reconciliation process frequently occur, forcing the company to temporarily rely on manual recording. Although some technical challenges remain, the program has been running effectively in accordance with Omah Jenang's policies and has contributed to the implementation of sound internal control at Omah Jenang Blitar. The implementation of a sound cash receipts accounting system ensures that all financial transactions are recorded correctly, cash flow can be clearly monitored, and accurate financial reports can be generated for informed decision-making. The limitation of this research is that it only focuses on cash receipts without discussing the accounting system as a whole, so the research results do not yet describe the effectiveness of the Omah Jenang accounting system as a whole. Keywords: Accounting System. Cash Receipts. Internal Control . PENDAHULUAN Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Kontribusi UKM terhadap perekonomian nasional tidak dapat diragukan lagi, baik dalam hal peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, maupun dalam mendukung pemerataan pembangunan ekonomi di berbagai daerah (Novitasari, 2. (Farisi, 2. (Janah & Tampubolon, 2. (Janianda et al. , 2. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa lebih dari 64 juta unit usaha di Indonesia tergolong dalam kategori usaha mikro, kecil, dan Angka ini menyumbang lebih dari 99 persen total unit usaha yang ada di Indonesia, serta mampu menyerap lebih dari 117 juta tenaga kerja. Dengan demikian. UKM dapat disebut sebagai tulang punggung perekonomian nasional. 248 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dalam upaya pengendalian A Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 1998. UKM didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil yang perlu mendapat perlindungan dari persaingan usaha yang tidak sehat. Definisi ini menekankan bahwa UKM adalah kelompok usaha yang rentan menghadapi tekanan, baik dari pesaing lokal maupun produk impor, sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan. Dukungan tersebut tidak hanya berupa permodalan, melainkan juga dalam aspek teknologi, pemasaran, dan yang paling penting adalah manajemen keuangan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi UKM adalah keterbatasan dalam pengelolaan keuangan. Banyak pelaku UKM masih mengandalkan pencatatan sederhana, bahkan sebagian tidak memiliki pencatatan sama sekali. Hal ini tentu berisiko menimbulkan berbagai masalah, seperti kesalahan pencatatan, informasi keuangan, hingga potensi kecurangan. Padahal, sistem kelangsungan usaha. Dalam memegang peranan yang sangat penting. Penerimaan kas merupakan semua bentuk arus kas masuk yang diperoleh dari penjualan tunai, pelunasan piutang, atau sumber pendapatan Proses pencatatan penerimaan kas harus dilakukan dengan hati-hati, karena kas adalah aset yang paling likuid dan sangat rawan disalahgunakan (Hana, 2. Oleh sebab itu, dibutuhkan sistem akuntansi penerimaan kas yang efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Vol. 114 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 249 Endah Masrunik. Saiful Nggufron Efendi . Evina putri Sistem akuntansi penerimaan kas sendiri mencakup prosedur, dokumen, catatan, dan peralatan yang digunakan untuk mengolah bermanfaat bagi pengguna internal maupun eksternal. Sistem yang baik tidak hanya menjamin pencatatan yang akurat, tetapi juga menyediakan informasi yang cepat untuk pengambilan keputusan. Selain itu, sistem akuntansi yang terintegrasi memungkinkan kecurangan dan kesalahan. Dalam praktiknya, banyak UKM di Indonesia, masih menghadapi kendala dalam penerapan sistem akuntansi. Beberapa usaha masih menggunakan sistem akuntansi secara manual (Permata & Fithri. Namun tak sedikit juga yang sudah terkomputerisasi (Trisusena et al. , 2. Omah Jenang Blitar, sebuah usaha kecil yang memproduksi makanan tradisional khas Jawa Timur seperti jenang, wajik intan, ketan intan, dan madumongso. Produk-produk ini dibuat dari bahan-bahan alami, antara lain beras ketan, gula merah, kelapa, serta nanas segar, yang sebagian besar diperoleh dari petani lokal. Keberadaan usaha ini tidak hanya memberi nilai tambah ekonomi, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Namun demikian. Omah Jenang Blitar masih menghadapi permasalahan dalam sistem pencatatan keuangan, terutama terkait penerimaan kas. Proses pencatatan masih dilakukan secara manual dengan menggunakan buku kas sederhana. Cara ini sering menimbulkan kendala, antara lain: sulitnya memantau arus kas 250 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dalam upaya pengendalian A masuk secara real-time, adanya risiko kesalahan pencatatan atau penghilangan data transaksi, keterlambatan dalam penyusunan laporan keuangan, tidak adanya pemisahan tugas yang jelas, sehingga rawan menimbulkan ketidaktransparanan. Padahal, pencatatan yang akurat dan sistematis akan membantu manajemen dalam menyusun laporan keuangan yang transparan, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan tepat. Misalnya, dengan adanya data penjualan yang akurat, pemilik usaha dapat mengetahui produk mana yang paling laris, menentukan strategi harga, atau merencanakan ekspansi usaha. Selain itu, sistem akuntansi penerimaan kas yang terintegrasi dapat membantu UKM seperti Omah Jenang Blitar meningkatkan kredibilitasnya di mata pihak eksternal. Maliq menunjukkan, meskipun sudah ada pemisahan tugas, penerapan sistem akuntansi belum efektif karena kurangnya pemanfaatan Hal menunjukkan bahwa persoalan yang sama juga dihadapi oleh banyak UKM, termasuk Omah Jenang Blitar. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini difokuskan pada AuAnalisis Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dalam Upaya Pengendalian Intern di Omah Jenang BlitarAy. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi sistem akuntansi penerimaan kas di UKM serta menawarkan solusi praktis untuk perbaikan. TINJAUAN PUSTAKA Teori Sistem Akuntansi Vol. 114 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 251 Endah Masrunik. Saiful Nggufron Efendi . Evina putri Sistem akuntansi merupakan suatu rangkaian prosedur yang terorganisasi dan dirancang untuk mengolah data keuangan menjadi informasi yang dapat digunakan oleh berbagai pihak yang Menurut Mulyadi, . , sistem akuntansi terdiri atas formulir, catatan, serta prosedur yang dipakai dalam mengolah transaksi ekonomi ke dalam bentuk laporan yang bermanfaat. Proses tersebut tidak hanya terbatas pada pencatatan transaksi, tetapi juga mencakup proses verifikasi, pengendalian internal, serta penyusunan laporan keuangan yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan. Bagi usaha kecil dan menengah (UKM), keberadaan sistem akuntansi menjadi semakin penting karena skala usaha yang relatif terbatas menuntut adanya efisiensi dalam pengelolaan sumber daya. Sistem akuntansi yang terstruktur memungkinkan UKM untuk meminimalkan risiko kesalahan pencatatan, meningkatkan akurasi informasi, serta menyediakan laporan yang relevan bagi manajemen. Dengan demikian, sistem akuntansi tidak hanya sekadar alat administrasi, tetapi juga sarana strategis yang membantu usaha menjaga keberlangsungan bisnis di tengah persaingan. Salah satu aspek penting dalam sistem akuntansi adalah sistem penerimaan kas. Penerimaan kas berhubungan langsung dengan aliran dana masuk dari aktivitas penjualan maupun pembayaran piutang. Karena sifat kas yang sangat likuid, maka sistem penerimaan kas harus memiliki prosedur pengendalian yang ketat agar terhindar dari penyalahgunaan maupun kecurangan. Oleh sebab itu, sistem akuntansi penerimaan kas umumnya dilengkapi dengan dokumen pendukung, mekanisme otorisasi, serta prosedur verifikasi untuk memastikan keandalan informasi keuangan. 252 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dalam upaya pengendalian A Manajemen Arus Kas Manajemen arus kas adalah suatu proses yang berkaitan dengan pengaturan, pemantauan, dan pengendalian aliran kas masuk maupun kas keluar dari suatu entitas. Putri & Noviardy, . menyebutkan bahwa pengelolaan arus kas yang baik memungkinkan perusahaan menjaga stabilitas keuangan sekaligus memastikan tersedianya likuiditas untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari. Dalam konteks UKM, manajemen arus kas sering kali menjadi tantangan karena keterbatasan sumber daya manusia maupun teknologi yang digunakan. Banyak pelaku UKM masih mengandalkan pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan. Hal ini dapat mengakibatkan ketidaksesuaian antara kas yang tercatat dengan kas yang sebenarnya Padahal, informasi mengenai arus kas sangat vital bagi pemilik menghasilkan penerimaan yang cukup guna menutup pengeluaran rutin. Sistem penerimaan kas yang efektif memberikan manfaat langsung bagi manajemen arus kas. Pertama, sistem ini memastikan adanya transparansi sehingga setiap transaksi yang terjadi dapat ditelusuri dengan jelas. Kedua, sistem yang baik mampu meminimalkan kesalahan pencatatan, baik yang bersifat teknis maupun yang disebabkan oleh faktor manusia. Ketiga, data penerimaan kas yang tercatat secara akurat dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun laporan keuangan, yang pada akhirnya mendukung proses pengambilan keputusan strategis, seperti penentuan harga jual, strategi pemasaran, maupun perencanaan ekspansi usaha. METODE Vol. 114 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 253 Endah Masrunik. Saiful Nggufron Efendi . Evina putri Penelitian ini menerapkan pendekatan studi kasus kualitatif dengan tujuan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik sistem akuntansi penerimaan kas yang diterapkan di Omah Jenang Blitar. Pendekatan studi kasus dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menelaah fenomena dalam konteks nyata secara komprehensif. Menurut Sugiyono, . , studi kasus kualitatif merupakan salah satu metode yang tepat untuk meneliti proses, praktik, atau sistem yang berlangsung pada unit analisis tertentu secara intensif. Data primer penelitian ini dikumpulkan secara langsung dari lapangan melalui wawancara interaksi dengan pihak internal Omah Jenang terkait dengan transaksi penerimaan kas dan pengendalian intern. Lebih lanjut. Data sekunder diperoleh dari dokumen internal dan catatan tertulis yang dimiliki oleh Omah Jenang. Dokumen tersebut meliputi laporan keuangan, catatan kas harian, faktur penjualan, nota pembelian, serta dokumen lain yang mendukung proses penerimaan dan pengendalian intern. HASIL DAN PEMBAHASAN Sistem akuntansi penerimaan kas di Omah Jenang Blitar dianalisis melalui dua jalur utama, yaitu penjualan tunai di outlet dan penjualan melalui jaringan distribusi eksternal. Kedua saluran ini memiliki karakteristik yang berbeda, baik dalam alur transaksi, dokumentasi, maupun metode pencatatannya. Untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan pemilik (Pak Hendr. dan sekretaris (Bu Jamil. , observasi langsung terhadap operasional harian, serta 254 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dalam upaya pengendalian A telaah dokumen-dokumen keuangan seperti buku kas harian, faktur penjualan, dan laporan bulanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Omah Jenang Blitar masih mengandalkan kombinasi antara sistem manual dan sistem komputerisasi dalam mengelola penerimaan kas. Penerimaan kas yang berasal dari transaksi harian pertama-tama dicatat secara manual dalam buku kas harian. Proses ini dilakukan oleh kasir yang bertugas mencatat setiap transaksi masuk secara terperinci. Setelah dilakukan pencatatan, kasir juga memverifikasi kebenaran data dengan membandingkan saldo kas fisik dan catatan harian. Pada akhir periode, biasanya satu bulan sekali, dilakukan proses rekonsiliasi untuk memastikan bahwa jumlah kas yang tercatat sesuai dengan kas yang benar-benar tersedia. Selain menggunakan sistem komputerisasi sebagai pelengkap. Data yang sudah direkap dalam buku kas kemudian dipindahkan oleh sekretaris ke dalam aplikasi akuntansi sederhana. Sistem komputerisasi ini digunakan untuk melakukan entri jurnal umum dan menyusun laporan keuangan bulanan. Dengan cara ini, usaha dapat memperoleh catatan keuangan yang lebih sistematis dan Secara garis besar, sistem penerimaan kas di Omah Jenang dapat diklasifikasikan ke dalam dua jalur utama, yaitu: Penjualan Outlet (Transaksi Tunai Langsun. Pada jalur ini, transaksi berlangsung secara sederhana dan langsung antara pelanggan dengan kasir. Pelanggan memilih produk yang dipajang di outlet, melakukan pembayaran tunai, lalu kasir Vol. 114 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 255 Endah Masrunik. Saiful Nggufron Efendi . Evina putri menerima pembayaran tersebut. Transaksi dicatat dalam buku kas harian sehingga setiap penerimaan tercatat secara Keunggulan dari jalur ini adalah kas dapat diterima secara langsung tanpa jeda waktu, sehingga usaha memiliki likuiditas yang cepat. Pencatatan rutin setiap hari juga metode manual masih membuka kemungkinan terjadinya kesalahan teknis dalam pencatatan. Penjualan melalui Tim Penjualan (Distribusi Eksterna. Selain outlet. Omah Jenang juga mendistribusikan produknya ke berbagai toko mitra, terutama toko oleh-oleh di wilayah Jawa Timur. Proses distribusi ini dilengkapi dengan faktur penjualan Satu lembar faktur diberikan kepada toko mitra sebagai bukti penerimaan barang, sedangkan lembar lainnya disimpan sebagai arsip internal perusahaan. Pembayaran dari toko mitra tidak selalu dilakukan secara langsung pada saat Sebaliknya, dilakukan secara berkala, kemudian dikumpulkan oleh tim penjualan dan diserahkan ke bagian kasir. Setelah itu, transaksi dicatat dalam buku kas harian, kemudian dimasukkan ke dalam sistem komputerisasi untuk entri jurnal umum. Sistem pengendalian internal agar setiap transaksi dapat ditelusuri dengan jelas. Sistem akuntansi penerimaan kas yang diterapkan di Omah Jenang Blitar memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga keberlangsungan usaha, terutama dalam aspek 256 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dalam upaya pengendalian A transparansi, akurasi pencatatan, serta efektivitas pengendalian Dengan bersamaan, yaitu sistem manual dan komputerisasi, usaha ini berusaha menyeimbangkan antara kebiasaan tradisional dalam kecepatan dan ketepatan informasi. Pencatatan manual berlangsung di gerai, sedangkan sistem komputerisasi dipakai dalam tahap lanjutan, yakni untuk menyusun laporan bulanan. Dengan demikian, perusahaan memiliki mekanisme ganda yang saling melengkapi: manual sebagai dasar dokumentasi langsung, dan komputerisasi sebagai sarana pengolahan data yang lebih sistematis dan terstruktur. Vol. 114 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 257 Endah Masrunik. Saiful Nggufron Efendi . Evina putri Pada jalur penjualan gerai, interaksi langsung dengan pelanggan menjadi titik utama penerimaan kas. Setiap transaksi yang dilakukan segera dicatat oleh kasir dalam buku kas harian. Selanjutnya, kasir melakukan verifikasi jumlah kas yang diterima sehingga potensi ketidaksesuaian dapat ditekan seminimal mungkin. Mekanisme verifikasi ini berfungsi sebagai bentuk kontrol internal yang sederhana, tetapi cukup efektif dalam mencegah kesalahan pencatatan maupun potensi kebocoran kas. Sementara itu, dalam sistem penjualan melalui tim distribusi, mekanisme pencatatan melibatkan faktur duplikat yang berfungsi sebagai dokumen penunjang untuk menjamin ketertelusuran transaksi. Setiap produk yang disalurkan ke toko mitra, khususnya toko oleh-oleh yang tersebar di berbagai daerah di Jawa, dicatat dalam faktur. Faktur tersebut kemudian menjadi dasar dalam pencatatan penerimaan kas ketika pembayaran dilakukan oleh mitra. Keberadaan faktur ini bukan hanya berperan sebagai bukti transaksi, melainkan juga sebagai alat untuk menjaga kepercayaan dengan mitra bisnis, karena semua penyaluran produk dapat ditelusuri secara administratif. Namun demikian, meskipun sistem ini relatif sudah cukup efektif dalam mendukung kelancaran operasional, masih terdapat beberapa tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah keterlambatan rekonsiliasi bulanan yang terkadang menyebabkan manajemen harus bergantung lebih lama pada catatan manual. Kondisi ini dapat menimbulkan risiko, seperti keterlambatan dalam penyajian informasi keuangan yang 258 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dalam upaya pengendalian A seharusnya dibutuhkan segera untuk pengambilan keputusan. Selain itu, meskipun pencatatan transaksi dengan mitra bisnis sudah berjalan cukup baik, tingkat transparansi penuh antara perusahaan dengan mitra toko belum sepenuhnya terwujud. Masih terdapat celah dalam hal pelaporan penjualan di pihak mitra yang berpotensi menimbulkan perbedaan pencatatan antara Omah Jenang dengan mitra usahanya. Berdasarkan rekomendasi perbaikan yang dapat diterapkan. Pertama, penerapan digitalisasi penuh dalam pencatatan transaksi Dengan menggunakan aplikasi atau perangkat lunak akuntansi sederhana yang terintegrasi, pencatatan kas dapat dilakukan secara real-time dan langsung terhubung ke sistem pelaporan bulanan. Kedua, perlu adanya pelatihan rutin bagi kasir maupun staf penjualan agar mereka lebih memahami prosedur akuntansi dasar, termasuk pentingnya menjaga akurasi data dan disiplin dalam mencatat transaksi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pengendalian internal serta meminimalkan potensi kesalahan maupun kecurangan. Rekomendasi tersebut sejalan dengan temuan penelitian (S. Putri, 2. menunjukkan bahwa sistem manual dalam pengelolaan kas sering kali menimbulkan inefisiensi karena lambat dalam proses verifikasi dan Sementara itu,(Rahayu, menekankan pentingnya pengendalian internal yang kuat untuk mengurangi risiko manipulasi atau penyalahgunaan Dengan demikian, hasil penelitian pada Omah Jenang Vol. 114 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 259 Endah Masrunik. Saiful Nggufron Efendi . Evina putri Blitar mengonfirmasi sekaligus memperkuat argumen yang telah disampaikan oleh para peneliti terdahulu, bahwa pengelolaan kas yang baik harus menyeimbangkan aspek kecepatan, ketepatan, dan keandalan sistem akuntansi. PENUTUP Simpulan dan Saran Sistem Akuntansi Penerimaan Kas di Omah Jenang Blitar beroperasi secara efektif melalui dua saluran, penjualan outlet dan distribusi tim penjualan, yang menggabungkan proses manual dan Sistem manual menangani pencatatan dan produksi harian, sementara sistem komputerisasi mendukung pelaporan bulanan. Sistem ini memastikan transparansi dan akurasi melalui peran yang ditentukan untuk kasir, bagian penjualan, dan sekretaris, dengan rekonsiliasi berkala. Namun, digitalisasi penuh dan pelatihan staf dapat meningkatkan efisiensi. Sistem ini mendukung operasional Omah Jenang dan menyediakan fondasi untuk pertumbuhan di masa Sehingga pengendalian intern belum sepenuhnya dapat Sehingga sebaiknya Omah Jenang menerapkan digitalisasi penuh untuk pencatatan uang tunai harian guna mengurangi kesalahan Melakukan pelatihan rutin bagi kasir dan staf penjualan untuk memperkuat pengendalian internal. Tingkatkan transparansi dengan mitra bisnis melalui pelaporan standar Keterbatasan penelitian ini berfokus pada penerimaan kas tanpa membahas sistem penjualan secara keseluruhan. 260 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dalam upaya pengendalian A DAFTAR PUSTAKA