https://journal. id/index. php/KESMAS P-ISSN: 2477-1880. E-ISSN: 2502-6623 June 2024. Vol. 10 No. COMPARISON OF THE EFFECTIVENESS OF OXYTOCIN MASSAGE AND MARMET TECHNIQUE IN INCREASING BREAST MILK PRODUCTION IN POSTPARTUM MOTHERS: A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY Author : Norlaila Sofia1 First Author E-mail: Midwifery. Indonesia1 DOI :10. 24903/kujkm. Received : June 2024 Accepted : June 2024 Published : June 2024 P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Abstract Background: Type your background brief here with your grand theory too. Use Calibri-Light 10 pts and justify align. Objectives: Type the research objectives. Use Calibri-Light 10 pts and justify align. Research Metodes: The research employ a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach. The sample consist of 60 pospartum mothers divided two group: the oxytocin massage group . and the marmet technique group . The intervention was conducted over 14 days, and breast milk production was measured using indicators of infant weight gain and urination frequency Results: It showed that both techniques are effective in increasing breast milk however, oxytocin massage demonstrates a more significant improvement . <0. In conclusion, oxytocin massage can be recommended as a primary intervention to enhance breast milk production in postpartum mothers. Keywords: Breast milk production, oxytocin massage. Marmet technique, postpartum Abstrak Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sangat penting untuk tumbuh kembang optimal bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, salah satunya karena produksi ASI yang kurang. Tujuan: membandingkan efektivitas pijat oksitosin dan teknik Marmet dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum. Metode Penelitian: desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 60 ibu postpartum yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok pijat oksitosin . dan kelompok teknik Marmet . Intervensi dilakukan selama 14 hari, dan produksi ASI diukur menggunakan indikator berat badan bayi dan frekuensi buang air kecil. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kedua teknik efektif meningkatkan produksi ASI, namun pijat oksitosin menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan . <0,. Kesimpulan: pijat oksitosin dapat direkomendasikan sebagai intervensi utama untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum. Kata kunci: Produksi ASI. Pijat oksitosin. Teknik marmet. Ibu Postpartum Copyright Notice This work is licensed under Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik untuk bayi baru lahir karena mengandung berbagai komponen penting seperti sel darah putih, zat kekebalan, enzim, hormon, dan protein yang sesuai dengan kebutuhan bayi (Jaclyn & Tammy, 2. World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal (Parker et al. , 2. Namun, data menunjukkan bahwa cakupan ASI di Indonesia masih rendah dan P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. cenderung menurun setiap tahunnya. Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, cakupan ASI eksklusif di Indonesia hanya mencapai 37,3%, jauh dari target nasional sebesar 80 persen (Siti & Desi, 2. Penurunan cakupan ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya produksi ASI yang sering kali terkait dengan kurangnya motivasi ibu dan rangsangan yang tidak adekuat (Dewi et al. Untuk mengatasi masalah ini, berbagai merangsang dan meningkatkan produksi ASI. Dua teknik yang sering digunakan adalah pijat oksitosin dan pijat Marmet. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada area tulang belakang yang bertujuan untuk merangsang pelepasan hormon oksitosin, yang berperan penting dalam refleks let-down ASI (Sinaga & Mufdlilah, 2. Sementara itu pijat marmet adalah teknik kombiasi dari pemijatan payudara dan pengeluaran ASI secara manual yang bertujuan untuk meningkatkan produksi ASI (Selistiyaningtyas & Pawestri, 2. Meskipun kedua teknik ini telah membandingkan efektivitas keduanya secara Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas teknik pijat oksitosin dan pijat marmet dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu Metode Penelitian Desain penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest dan post-test. Populasi postpartum yang datanya tercatat di Puskesmas Astambul. Sampel terdiri dari 60 ibu postpartum yang memenuhi kriteria inklusi: melahirkan bayi cukup bulan, tidak memiliki komplikasi persalinan, dan bersedia memberikan ASI eksklusif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intervensi yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu responden dibagi menjadi dua kelompok: kelompok pijat oksitosin . dan kelompok pijat marmet . Kelompok pijat oksitosin menerima intervensi berupa pemijatan pada area tulang belakang, menerima kombinasi pemijatan payudara da pengeluaran ASI secara manual. Kedua intervensi dilakukan dua kali sehari selama 15 menit, dalam periode 14 hari. Pengumpulan data berupa data produksi ASI diukur menggunakan indikator berat badan bayi dan frekuensi buang air kencing (BAK). Pengukuran dilakukan sebelum intervensi . re-tes. dan setelah 14 hari intervensi . Data dianalisis menggunakan software SPSS. Uji normalitas dilakukan dengan ShapiroWilk test. Perbandingan pre-test dan post-test masing-masing menggunakan paired t-test, sedangkan perbandingan antar kelompok menggunakan independent t-test. Hasil Penelitian 1 Karakteristik responden Tabel 1. Karakteristik responden Variabel Usia . ahun, mean A SD) Status paritas: Primipara Multipara Kelompok Pijat Oksitosin . 29,5 A 4,2 Kelompok Teknik Marmet . 28,9 A 4,5 . ,0%) . ,0%) . ,7%) . ,3%) Nilai >0,05 >0,05 Dari 60 responden, rata-rata usia ibu adalah 29,5 tahun (SD A 4,. Mayoritas responden . ,0%) merupakan primipara. Tidak ada perbedaan signifikan dalam P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. karakteristik demografi antara kedua kelompok . >0,. 2 Produksi ASI responden Tabel 2. Produksi ASI responden Variabel Produksi ASI Preintervensi . L/hari, mean A SD) Postintervensi . L/hari, mean A SD) Kelompok Pijat Oksitosin . Kelompok Teknik Marmet . 3220 A 3190 A >0,05 3580 A 3480 A <0,05 360 A 50 290 A 45 <0,05 Nilai Variabel Kedua peningkatan signifikan dalam produksi ASI setelah intervensi . <0,. Namun, kelompok pijat oksitosin menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan kelompok pijat marmet. 3 Berat badan bayi responden Tabel 2. Berat badan bayi responden Variabel Berat badan Preintervens i . ram, mean A SD) Postintervens i . ram, mean A SD) Peningkatan . ram, mean A SD) Rata-rata peningkatan berat badan bayi pada kelompok pijat oksitosin . SD A . lebih tinggi dibandingkan kelompok pijat marmet . SD A . <0,. 4 Frekuensi buang air kecil bayi responden Kelompo k Pijat Oksitosin Kelompo k Teknik Marmet Nilai p 320 A 55 315 A 50 >0,05 540 A 70 480 A 65 <0,00 Frekuensi buang air kecil bayi Preintervensi . ali/hari, mean A SD) Postintervensi . ali/hari, mean A SD) Kelompok Pijat Oksitosin . Kelompok Teknik Marmet . Nilai 6,2 A 1,1 6,1 A 1,0 >0,05 9,5 A 1,4 8,3 A 1,2 <0,05 Kelompok pijat oksitosin menunjukkan peningkatan frekuensi buang air kecil yang lebih signifikan . ari rata-rata 6,2 kali/hari menjadi 9,5 kali/har. dibandingkan kelompok pijat marmet . ari rata-rata 6,1 kali/hari menjadi 8,3 kali/har. <0,. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik teknik pijat marmet maupun pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum. Namun, pijat oksitosin menunjukkan efektivitas yang lebih Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang melaporkan manfaat pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI (Selistiyaningtyas & Pawestri, 2. (Weber et , 2. ,(Dewi et al. , 2. Pijat oksitosin bekerja dengan merangsang pelepasan hormon oksitosin, yang berperan penting dalam refleks let-down ASI (Meek & Noble, 2022. , (Yu et al. , 2. Peningkatan oksitosin P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. dapat meningkatkan kontraksi sel-sel mioepitel di sekitar alveoli mammae, sehingga meningkatkan aliran ASI (Nagel et al. , 2. (Kent et al. , 2. Selain itu, pijat oksitosin juga dapat mengurangi stres dan kecemasan ibu, yang diketahui dapat menghambat produksi ASI (Dewey, 2. (Carter & Altemus, 1. , (Yu et al. , 2. Di sisi lain, pijat marmet juga menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan produksi ASI, meskipun tidak setinggi pijat Teknik ini bekerja dengan merangsang secara langsung kelenjar susu dan meningkatkan aliran darah ke payudara (Selistiyaningtyas & Pawestri, 2. Namun, efeknya pada pelepasan oksitosin mungkin tidak sekuat pijat oksitosin. Peningkatan produksi ASI yang lebih signifikan pada kelompok pijat oksitosin tercermin dalam peningkatan berat badan bayi dan frekuensi BAK yang lebih tinggi. Hal ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan korelasi positif antara produksi ASI, berat badan bayi, dan frekuensi BAK (Sinaga & Mufdlilah, 2. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa pijat oksitosin dapat direkomendasikan sebagai intervensi utama untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum. Namun, pijat marmet tetap dapat menjadi alternatif yang baik, terutama jika ibu merasa lebih nyaman dengan teknik ini. Selain efektivitas pijat oksitosin dan pijat marmet dalam meningkatkan produksi ASI, penting untuk mempertimbangkan faktorfaktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan menyusui. Stres maternal, misalnya, telah terbukti memiliki dampak negatif pada laktogenesis dan produksi ASI (Dewey, 2. , (Dennis et al. , 2. Oleh karena itu, intervensi yang bertujuan untuk mengurangi stres, seperti teknik relaksasi, juga dapat menjadi komponen penting dalam manajemen laktasi (Meek & Noble, 2022. Pentingnya pemahaman tentang prinsipprinsip fisiologis dalam mempertahankan atau meningkatkan produksi ASI. Frekuensi dan efektivitas pengosongan payudara adalah faktor kunci dalam regulasi produksi susu. Dalam konteks ini, teknik pijat marmet dan pijat oksitosin dapat dilihat sebagai metode untuk mengoptimalkan proses ini ((Kent et al. (Nagel et al. , 2. dalam tinjauan sistematik mereka tentang pijat payudara dan ekspression ASI, menemukan bahwa meskipun ada bukti yang mendukung manfaat teknikteknik ini, masih diperlukan penelitian lebih lanjut dengan metodologi yang lebih ketat untuk mengonfirmasi efektivitasnya. Hal ini menegaskan pentingnya penelitian komparatif seperti yang dilakukan dalam studi ini. (Susmini, 2. , (Fewtrell et al. membahas tentang durasi optimal pemberian ASI eksklusif, menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk ibu Dalam konteks ini, intervensi seperti pijat oksitosin dan pijat marmet dapat dilihat sebagai bagian dari strategi komprehensif untuk mendukung menyusui jangka panjang (Umboh et al. , 2. (Ahluwalia et al. , 2. mengidentifikasi beberapa alasan umum mengapa ibu berhenti menyusui, termasuk persepsi produksi ASI yang tidak mencukupi. Temuan ini memperkuat pentingnya intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan produksi ASI, seperti yang diteliti dalam studi ini. (Abbass-Dick et al. , 2. , (Uvnys et al. , (Pillay & Davis. , 2. memberikan gambaran rinci tentang anatomi dan fisiologi laktasi, yang dapat membantu dalam memahami mekanisme kerja pijat oksitosin P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. dan pijat marmet. Pemahaman ini penting untuk mengoptimalkan penerapan teknikteknik tersebut dalam praktik klinis. (Parker et al. , 2. ,(Yu et al. menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam manajemen laktasi, yang mencakup tidak hanya intervensi fisik seperti pijat, tetapi juga dukungan psikososial dan edukasi yang memadai. Hal ini menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut yang mengintegrasikan berbagai aspek dukungan Dengan mempertimbangkan temuantemuan ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun pijat oksitosin menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dalam meningkatkan produksi ASI, pendekatan yang komprehensif dan individual tetap diperlukan dalam manajemen laktasi (Abbass-Dick et al. , (Meek & Noble, 2022. Penelitian di masa depan dapat fokus pada pengembangan protokol yang mengintegrasikan berbagai teknik dan intervensi untuk mengoptimalkan produksi ASI dan pengalaman menyusui secara Keterbatasan penelitian ini meliputi jumlah sampel yang relatif kecil dan durasi intervensi yang singkat. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan periode intervensi yang lebih panjang diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pijat oksitosin lebih efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum dibandingkan dengan teknik pijat Kedua peningkatan yang signifikan dalam produksi ASI, namun pijat oksitosin menghasilkan peningkatan yang lebih besar dalam berat badan bayi dan frekuensi BAK. Referensi