https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 Menyingkap Peran Penting Evaluasi dalam Pembelajaran Anwar Fathoni Dosen PGMI STIT Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan Email : anwarfathoni@stitmakrifatulilmi. Abstrak Tujuan penelitian untuk melihat seberapa penting evaluasi dalam pembelajaran yang ada disatuan pendidikan di Indonesia, secara teori evaluasi pembelajaran telah disampaikan secara konkret oleh beberapa ahli yang memahami dengan baik semua aspek pendidikan yang mampu memengaruhi nilai akhir dari hasil pembelajaran. Pengertian evaluasi yang disampaikan oleh Sudjana, lebih banyak ditekankan pada batasan sebagai proses menyalurkan atau memberikan nilai kepada suatu objek tertentu dengan mempertimbangkan suatu kriteria tertentu. Dalam hal ini penelitian menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dan studi literatur sebagai metode penelitian dengan digunakannya berupa jurnal dan buku yang terkait dengan evaluasi Pendekatan kualitatif adalah pengamatan yang mendalam cenderung menganalisis suatu hal yang menjadi tujuan. Sedangkan Studi literature adalah sebuah cara untuk menyelesaikan suatu masalah dengan mecari sumber-sumber kajian, hasil penelitian ini menyimpulkan Peran tenaga pendidik yang bertanggung jawab atas penyempurnaan pengajarannya, maka ia harus mengevaluasi pengajarannya itu agar mengetahui perubahan apa yang seharusnya diadakan. Siswa juga harus dievaluasi. Evaluasi harus dilakukan secara sistematis dan continue agar dapat menggambarkan kemampuan para siswa yang dievaluasi. Maka dalam hal ini jelas bahwa kedudukan evaluasi pembelajarn sangat penting dan memang menjadi alat ukur dan ladasan ketercapaian pendidikan Kata kunci : Peran. Evaluasi. Pembelajaran Abstract The purpose of the research was to see how important evaluation is in learning in education units in Indonesia, in theory learning evaluation has been conveyed concretely by several experts who understand well all aspects of education that are able to influence the final grade of learning outcomes. The definition of evaluation conveyed by Sudjana emphasizes more on boundaries as the process of channeling or giving value to a certain object by considering certain criteria. In this case the research used a qualitative research approach and literature study as a research method using journals and books related to learning evaluation. qualitative approach is an in-depth observation that tends to analyze a thing that is the goal. While literature study is a way to solve a problem by looking for sources of study, the results of this study conclude that the role of educators is responsible for perfecting their teaching, so they must evaluate their teaching in order to find out what changes should be made. Students should also be evaluated. Evaluation must be carried out systematically and continuously in order to describe the abilities of the students being evaluated. So in this case it is clear that the position of learning evaluation is very important and indeed becomes a measuring tool and the basis for educational achievement Keywords: Role. Evaluation. Learning Jurnal El-Makrifat Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislama. 31 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 PENDAHULUAN Mengungkap terkait sistem pendidikan yang berlaku di Indonesia dari waktu ke waktu tentunya akan selalu mengalami perkembangan untuk mencapai kualitas yang lebih baik lagi. Proses pendidikan yang berlangsung disuatu lembaga tidak bisa dilepaskan dari bagaimana terlaksananya kegiatan belajar mengajar di dalam kelas secara formalnya. Kegiatan belajar mengajar atau lebih sering juga disebut dengan istilah KBM pada pelaksanananya pasti memiliki unsur-unsur penting yang menunjang kegiatan tersebut untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Salah satu unsur penting yang harus ada pada sistem pendidikan tersebut adalah evaluasi. Evaluasi dalam pendidikan merupakan komponen yang penting dalam proses pembelajaran. Ketika pembelajaran dipandang sebagai proses perubahan tingkah laku, maka peran evaluasi bisa dikatakan sebagai alat atau perantara untuk mengetahui terkait hal itu. Sistem evaluasi yang baik akan mampu memberikan gambaran tentang kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya mampu membantu tenaga pendidik atau pengajar untuk merencanakan strategi pembelajaran. Jika dilihat dari segi peserta didik sendiri, sistem evaluasi yang baik akan mampu memberikan motivasi untuk mereka senantiasa meningkatkan kemampuannya. Kesuksesan pada proses pembelajaran berkaitan erat dengan peran seorang tenaga pendidik atau guru. Keterkaitan antara kegiatan guru dan peserta didik akan menentukan keberhasilan pembelajaran yang berpengaruh pada pencapaian tujuan pendidikan. Tujuan pembelajaran pun akan mencapai hasil yang maksimal apabila proses pembelajaran berjalan efektif. Pembelajaran yang efektif berarti mampu melibatkan seluruh peserta didik secara aktif di setiap bagian proses didalamnya. Peran seorang guru untuk dapat melaksanakan evaluasi dengan baik untuk memperoleh informasi, menganalisis setiap kekurangan yang mungkin ada dalam kegiatan belajar mengajar sangat diperlukan. Seorang guru diamanahi untuk dapat memahami, lalu meimplementasikanya dalam penerapan dilapangan maksud dari evaluasi itu. Jika seorang guru tidak dapat bertanggung jawab dengan proses evaluasi maka akan terjadi hal yang buruk. Evaluasi merupakan hal yang sangat krusial yang harus dilakukan dengan benar selain proses pembelajaran di kelas karena evaluasi seorang guru mendapatkan data-data yang valid terkait kemampuan peserta didiknya. Data-data tersebut nantinya akan mejadi dasar guru dalam menentukan keputusan sehubungan dengan pembelajaran. Namun pada kenyataanya masih Jurnal El-Makrifat Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislama. 32 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 banyak saat ini guru yang kurang menghiraukan kegiatan evaluasi, yang penting ia masuk kelas, mengajar, dan pada akhir semester ia mencapai target kurikulum. Selain itu masih marak terjadinya pemalsuan nilai hasil evaluasi diberbagai jenjang satuan pendidikan bahkan mulai dari sekoalah dasar. Hal ini mungkin saja terjadi karena para guru belum mampu menguasai ilmu evaluasi itu sehingga mereka tidak mau disulitkan dengan melakukan evaluasi. Ditambah lagi sebagian mereka beranggapan teralalu bnyak tahapan yang harus dilakukan dan dilalui jika mereka melakukan proses evaluasi. Padahal hal ini sebenarnya menjadi tanggung jawab mereka sebagai seorang guru. Dalam hal ini penelitian akan melihat severapa penting evaluasi dalam pembelajaran LANDASAN TEORI Dimuat pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar yang berlangsung dalam suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran merupakan suatu sistem, yaitu satu kesatuan komponen yang satu sama lain saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pengertian evaluasi pembelajaran telah disampaikan secara konkret oleh beberapa ahli yang memahami dengan baik semua aspek pendidikan yang mampu memengaruhi nilai akhir dari hasil pembelajaran. Pengertian evaluasi yang disampaikan oleh Sudjana, lebih banyak ditekankan pada batasan sebagai proses menyalurkan atau memberikan nilai kepada suatu objek tertentu dengan mempertimbangkan suatu kriteria tertentu. (Idrus, 2. Dengan adanya batasan-batasan tertentu, seseorang harus melewati semua kriteria tertentu untuk mencapai tujuan akhir yang diinginkan. Evaluasi telah mencakup sejumlah metode atau teknik yang tidak akan pernah bisa dilanggar maupun diabaikan oleh seorang pendidik (Magdalena et al. , 2. Seyogya nya, evaluasi bukanlah suatu kumpulan teknik semata, namun lebih kepada proses berkelanjutan yang tentunya akan mendasari keseluruhan kegiatan atau aktivitas pembelajaran. Evaluasi pembelajaran juga dapat dimaksudkan sebagai suatu tindakan terorganisir yang mana sengaja diciptakan untuk mengetahui kondisi suatu objek dengan cara memakai instrumen yang kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan sebuah tolak ukur sehingga memperoleh Jurnal El-Makrifat Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislama. 33 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 suatu kesimpulan. Evaluasi pembelajaran memiliki tujuan, yakni untuk mengetahui sudah sejauh mana objek tersebut memahami materi pembelajaran yang diberikan dan sudah berapa persen siswa yang berhasil meraih nilai tertinggi sehingga pendidik dapat memutuskan untuk kembali mengulang materi pelajaran tertentu atau tidak. (Huljannah, 2. Simpelnya, evaluasi pembelajaran merupakan sebuah proses sistematik yang harus dilakukan untuk mengetahui dan menentukan persentase tingkat pencapaian dari tujuan pembelajaran, dan membandingkannya, apakah telah sesuai dengan apa yang ditentukan?. Berikut ini beberapa pengertian evaluasi pembelajaran yang disampaikan oleh para tokoh ahli: Menurut pendapat dari Grondlund serta Linn, evaluasi pembelajaran merupakan suatu proses menganalisa, mengumpulkan serta menginterpretasi suatu informasi secara runtut untuk menetapkan sudah sampai sejauh mana tujuan pembelajaran tersebut membuahkan hasil. Agar informasi yang diperoleh tepat, diperlukan kegiatan pengukuran. (Firmansyah & Triwahyuni, 2. Proses pemberian skor berupa angka terhadap suatu kondisi maupun gejala yang berdasarkan pada aturan tertentu disebut dengan pengukuran. Evaluasi pembelajaran menurut Erman merupakan suatu penentuan kesesuaian dari kedua sisi, yaitu, tampilan siswa dan tujuan pembelajaran itu sendiri. Yang dievaluasi adalah ciri khas atau karakteristik seorang siswa dengan memakai suatu tolak ukur. (Mahirah, 2. Ciri khas atau karakteristik tersebut meliputi beberapa kegiatan pembelajaran, enth dari segi kognitif, dari segi afektif, maupun segi psikomotor. Semua karakteristik tersebut dapat dievaluasi dengan baik, secara lisan maupun tertulis dan perilaku keseharian siswa. Jika dikaji secara lebih luas, kedua pendapat para ahli akan pengertian evaluasi pembelajaran sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pengertian evaluasi yang telah dipelajari secara umum. Evaluasi pembelajaran adalah proses yang dilakukan untuk menentukan nilai dari pembelajaran yang telah dilaksanakan, melalui berbagai kegiatan pengukuran maupun penilaian Melalui pengertian evaluasi pembelajaran seorang guru akan memahami dengan sebaikbaiknya, apa itu evaluasi pembelajaran dan bagaimana pengaruhnya terhadap proses pembelajaran seorang siswa. Evaluasi pembelajaran akan membantu seorang guru untuk membandingkan, mengumpulkan data, mengolah data yang telah diukur dan mengetahui berapa siswa yang telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran serta berapa siswa yang harus kembali Jurnal El-Makrifat Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislama. 34 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 dibimbing, diajarkan serta dididik sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan dan telah ditentukan sebelumnya. Meskipun sekilas pengertian evaluasi dengan evaluasi pembelajaran tampak mirip, bukan berarti pemahaman dan pendalamannya dapat dilakukan dengan cara yang sama, guru harus memahami semua aspek yang membedakan antara evaluasi dengan evaluasi pembelajaran supaya tidak terjadi kekeliruan disaat rencana untuk melakukan evaluasi pembelajaran akan Tujuan Evaluasi adalah suatu kegiatan yang disengaja dan bertujuan. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan sadar oleh guru dengan tujuan untuk memperoleh kepastian mengenai keberhasilan belajar siswa dan memberikan masukan kepada guru mengenai apa yang dia lakukan dalam kegiatan pengajaran. (Risdiany & Lestari, 2. Dengan kata lain, evaluasi yang dilakukan oleh guru bertujuan untuk mengetahui bahan bahan pelajaran yang disampaikan apakah sudah dikuasi oleh siswa ataukah belum. Selain itu, apakah kegiatan pegajaran yang dilaksanakannya itu sudah sesuai dengan apa yang diharapkan atau belum. Menurut Sudirman N, dkk, bahwa tujuan penilaian dalam proses pembelajaran adalah. Mengambil mengembangkan program pengajaran. Selanjutnya, mengatakan bahwa pengambilan keputusan tentang hasil belajar merupakan suatu keharusan bagi seorang guru agar dapat mengetahui berhasil tidaknya siswa dalam proses pembelajaran. Ketidakberhasilan proses pembelajaran itu disebabkan antara lain sebagai berikut. Kemampuan siswa yang rendah, kualitas materi pelajaran tidak sesuai dengan tingkat usia anak. jumlah bahan pelajaran terlalu banyak sehingga tidak sesuai dengan waktu yang diberikan, komponen proses belajar dan mengajar yang kurang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh guru itu sendiri. Seorang guru yang merasa bertanggung jawab atas penyempurnaan pengajarannya, maka ia harus mengevaluasi pengajarannya itu agar ia mengetahui perubahan apa yang seharusnya Siswa juga harus dievaluasi. (Nuriyah, 2. Evaluasi harus dilakukan secara sistematis dan kontinu agar dapat menggambarkan kemampuan para siswa yang dievaluasi. Dalam pembelajaran yang terjadi di sekolah atau khusunya di kelas, guru adalah pihak yang Jurnal El-Makrifat Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislama. 35 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 paling bertanggung jawab atas hasilnya. Kesalahan utama yang sering terjadi di antara para guru adalah bahwa evaluasi hanya dilakukan pada saat-saat tertentu, seperti pada akhir materi, pertengahan, dan/atau akhir suatu program pengajaran. Penyimpanganpenyimpangan dalam mengevaluasi pun dapat terjadi apabila guru tersebut memanipulasi hasil belajar siswanya. Mengadakan evaluasi meliputi dua langkah yaitu mengukur dan menilai. Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. (Yudistira & Wijayanti, 2. Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan buruk. Guru sebelum melakukan evaluasi juga harus melakukan pengukuran dan penilaian terhadap siswanya. Evaluasi merupakan proses penilaian pertumbuhan siswa dalam proses belajar mengajar. Percapaian perkembangan siswa perlu diukur, baik posisi siswa dalam proses belajar individu maupun posisinya di dalam kegiatan kelompok. Hal yang demikian perlu disadari oleh guru karena pada umumnya siswa masuk kelas dengan kemampuan yang Ada siswa yang dengan cepat menangkap materi pelajaran, tetapi ada pula yang tergolong memiliki kecepatan biasa dan ada pula yang tergolong lambat. Guru dapat mengevaluasi pertumbuhan kemampuan siswa tersebutdengan mengetahui apa yang mereka kerjakan pada awal sampai akhir belajar. Sebelum mengevaluasi seorang guru hendaknya mengetahui prinsip-prinsip evaluasi. Keberadaan prinsip bagi seorang guru mempunyai arti penting, karena dengan memahami prinsip evaluasi dapat menjadi petunjuk atau keyakinan bagi dirinya atau guru lain guna merealisasi evaluasi dengan cara benar. Menurut Slameto evaluasi harus mempunyai minimal tujuh prinsip yakni terpadu, menganut cara belajar siswa aktif, kontinuitas, koherensi dengan tujuan, menyeluruh, membedakan . , dan METODE PENELITIAN Metode penelitian pada jurnal penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif dan diperkuat dengan studi literatur sebagai metode penelitian yang digunakan berupa jurnal, buku, artikel, serta website untuk mendukung data terkait topik pembahasan. Jenis penelitian deskriptif menjadi salah satu metode penelitian yang sering digunakan. (Fauzi & dkk, 2. Penelitian ini biasanya dilakukan untuk mendapat gambaran atau deskripsi tentang fenomena sosial yang diteliti. Penelitian deskriptif adalah suatu metode riset yang memiliki Jurnal El-Makrifat Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislama. 36 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 tujuan untuk menjelaskan secara spesifik peristiwa alam ataupun sosial yang terjadi di Pendekatan kualitatif ialah pengamatan yang mendalam cenderung menganalisis suatu hal yang menjadi sasaran atau tujuan. (Hikmawati, 2. Sedangkan studi literatur merupakan sebuah cara untuk menyelesaikan suatu masalah dengan mencari sumber-sumber kajian sebagai pustaka kajian dalam penelitian. Berangkat dari hal itu, peneliti ingin melihat secara deskriptif apa konsep sebenarnya dari evaluasi dalam pembelajaran?, bagaimana implementasi evaluasi yang dilakukan seorang guru dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan?. Sehingga kita sebagai tenaga pendidik atau calon tenaga pendidik nantinya mampu mehamami maksud dari evaluasi itu dan mampu menelaah evaluasi yang seperti apa yang paling tepat kita lakukan sehingga dapat memperoleh informasi yang baik terkait pencapaian kemampuan masing-masing peserta didik. Serta pengambil keputusan yang tepat pula untuk menyikapi kekurangan itu untuk mencapai PEMBAHASAN Peran tenaga pendidik yang bertanggung jawab atas penyempurnaan pengajarannya, maka ia harus mengevaluasi pengajarannya itu agar mengetahui perubahan apa yang seharusnya Siswa juga harus dievaluasi. Evaluasi harus dilakukan secara sistematis dan continue agar dapat menggambarkan kemampuan para siswa yang dievaluasi. Dalam pembelajaran yang terjadi di sekolah atau khusunya di kelas, guru adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas Kesalahan utama yang sering terjadi di antara para guru adalah bahwa evaluasi hanya dilakukan pada saat-saat tertentu, seperti pada akhir materi, pertengahan, dan/atau akhir suatu program pengajaran. Penyimpangan-penyimpangan dalam mengevaluasi pun dapat terjadi apabila guru tersebut memanipulasi hasil belajar siswanya. Mengadakan evaluasi meliputi dua langkah yaitu mengukur dan menilai, mengukur sendiri dapat diartikan sebagai perbandingan antara sesuatu dengan satu ukuran, sedangkan menilai sendiri yaitu pengambilan suatu keputusan terhadap suatu hal dengan ukuran baik dan Tenaga pendidik sebelum melakukan evaluasi juga harus melakukan pengukuran dan juga penilaian terhadap siswanya. Jurnal El-Makrifat Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislama. 37 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 Pada proses evaluasi memberi manfaat pada pertumbuhan siswa dalam proses belajar Suatu pencapaian perkembangan siswa harus diukur, baik posisi siswa dalam proses belajar individu maupun posisinya di dalam kegiatan kelompok. Hal tersebut perlu disadari oleh guru karena pada umumnya siswa masuk kelas dengan kemampuan yang bervariasi, ada siswa yang dengan cepat menangkap materi pelajaran, tetapi ada pula yang tergolong memiliki kecepatan menangkap suatu hal dengan biasa, namun ada juga yang tergolong lambat. Tenaga pendidik mampu mengevaluasi suatu pertumbuhan maupun kemampuan siswa dengan cara, mengetahui terlebih dahulu apa saja yang dilakukan selama proses pembelajaran. Tenaga hendaknya mengetahui sebuah sistematika evaluasi secara terarah, karena adanya sistematika dan juga sebuah prinsip bagi seorang tenaga pendidik tentunya memiliki sebuah arti penting, karena dengan memahami sistematika dan juga prinsip evaluasi akan menjadikan sebuah petunjuk dan keterarahan bagi para tenaga pendidik lainnya, untuk merealisasikan juga sebuah evaluasi dengan cara benar. Adapun sebuah manfaat terlaksananya evaluasi diantaranya yaitu : Mendapatkan sebuah pemahaman yang lebih baik dari hasil pembelajaran yang sudah terlaksana. Menjadikan salah satu keputusan tentang pelaksanaan maupun hasil pembelajaran, memberikan kualitas yang bagus bagi proses pembelajaran kedepannya. PENUTUP DAN KESIMPULAN Tingkat baik buruknya hasil belajar sangat ditentukan oleh tingkat baik buruknya proses pembelajaran, namun evaluasi ini kurang mendapat perhatian dari para pengajar dibandingkan evaluasi hasil belajar, seperti yang diketahui bahwa ruang lingkup evaluasi dalam bidang pendidikan di sekolah pada umumnya ada tiga yaitu evaluasi program pembelajaran, evaluasi proses pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Tuduhan kecurangan guru dalam memanipulasi terkadang ditepis dengan berbagai alasannya, seperti adanya rasa kasihan kepada peserta didik, agar guru dianggap berhasil dalam proses belajar mengajar atau dengan alasan media dan metode belajar yang digunakan belum Pemberian nilai yang tidak sesuai dengan kemampuan peserta didik akan berakibat pada rasa puas dan meningkatkan percaya diri yang tinggi bagi peserta didik, sehingga keinginan untuk belajar menjadi lebih baik lagi mulai rendah. Jurnal El-Makrifat Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislama. 38 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 Dalam kondisi dimana peserta didik mendapatkan nilai yang memuaskan, maka akan memberikan dampak berupa suatu stimulus, motivator agar peserta didik dapat meningkatkan Begitupun dalam keadaan hasil yang dicapai tidak memuaskan, maka peserta didik berusaha memperbaiki proses belajar, namun sangat diperlukan pemberian stimulus positif dari guru agar peserta didik tidak pantang menyerah. Peserta didik yang telah memiliki sikap belajar yang positif, ketika menemukan seseorang yang dikaguminya dalam konteks belajar, maka tidak menutup kemungkinan ia mampu melakukan imitasi atau peniruan terhadap sikap orang yang dikaguminya. Bahkan peserta didik dapat dengan mudah mengikuti cara-cara belajar orang yang dikaguminya karena pada dirinya ada sikap belajar yang positif. REFERENSI