Jurnal Peduli Masyarakat Volume 7 Nomor 4. Juli 2025 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM UPAYA PENINGKATAN NAFSU MAKAN PADA BALITA GIZI KURANG UMUR 2-5 TAHUN DENGAN TUINA MASSAGE DAN PEMBERIAN CARICA PAPAYA L Kiki Fatmala*. Fauziah Hanum Nur Adriyani. Linda Yanti Fakultas Kesehatan. Universitas Harapan Bangsa. Jl. Raden Patah No. Kedunglongsir Ledug. Kembaran Banyumas. Jawa Tengah 53182. Indonesia *kikifatmalia1208@gmail. ABSTRAK Gizi kurang merupakan kondisi kompleks yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk asupan makanan yang tidak memenuhi kebutuhan gizi. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nafsu makan pada balita gizi kurang yaitu dengan terapi non farmakologi seperti tuina massage dan pemberian makanan tambahan yang berbahan dasar pangan lokal yaitu buah carica papaya l. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu menganalisis peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan sebelum dan setelah dilakukan tuina massage dan pemberian carica papaya l. Metode pengabdian masyarakat ini melalui tahap persiapan, skrining peserta, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi peserta PkM adalah balita usia 2-5 tahun dengan gizi kurang di Puskesmas Mandiraja 2 sebanyak 10 responden, evaluasi dilakukan dengan pengukuran berat badan dan peningkatan nafsu makan. Hasil PkM menunjukkan bahwa rata-rata balita berumur 3 tahun 50%, laki-laki 50% dan perempuan 50%, balita yang tidak mendapatkan asi esklusif 70%, pendidikan ibu rata-rata SMA/SMK 60%, rata-rata penghasilan orangtua kurang dari 2 juta/bulan, berat badan rata-rata 10. 82 kg dan tinggi badan 90. 5 cm. pengetahuan dan keterampil ibu setelah dilakukan penyuluhan 100% meningkat, pengaruh tuina massage dan pemberian carica papaya l terhadap peningkatan nafsu makan pada balita gizi kurang rata-rata peningkatan 0. 839 sendok, dan berat badan balita ada peningkatan dengan rata-rata peningkatan 0,28 kg. Kata kunci: balita. gizi kurang. tuina massage. carica papaya l EFFORTS TO INCREASE APPETITE IN MALNUTRITIONAL TODDLERS AGED 2-5 YEARS WITH TUINA MASSAGE AND CARICA PAPAYA L ABSTRACT Malnutrition is a complex condition influenced by various factors, including food intake that does not meet nutritional needs. Efforts that can be made to increase appetite in malnourished toddlers are with nonpharmacological therapy such as tuina massage and providing additional food made from local food, namely carica papaya l. The purpose of this community service is to analyze the increase in appetite and weight gain before and after tuina massage and administration of carica papaya l. This community service method goes through the stages of preparation, participant screening, implementation, monitoring and evaluation of PkM participants are toddlers aged 2-5 years with malnutrition at Mandiraja 2 Health Center as many as 10 respondents, evaluation is done by measuring body weight and increasing appetite. The results of PkM show that the average toddler is 3 years old 50%, male 50% and female 50%, toddlers who do not receive exclusive breastfeeding 70%, maternal education average high school / vocational school 60%, average parental income less than 2 million / month, average body weight 10. 82 kg and height 5 cm. The knowledge and skills of mothers after counseling increased 100%, the effect of tuina massage and giving carica papaya l on increasing appetite in malnourished toddlers was an average increase of 839 spoons, and the weight of toddlers increased with an average increase of 0. 28 kg. Keywords: carica papaya l. tuina massage. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group PENDAHULUAN Prevalensi gizi kurang menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 melaporkan di benua Asia Tenggara dimana 6-13% diantaranya mengalami gizi kurang (World Health & Organization, 2. Pada tahun 2022, 167 juta anak balita di dunia mengalami gizi kurang, kasus besar paling banyak ditemukan di Asia Selatan yaitu 52%, disusul Asia Barat sebesar 15%, dan Asia Tenggara sebesar 17% (UNICEF, 2. Di Indonesia gizi kurang pada tahun 2018 sebesar 17,7%, tahun 2019 mengalami penurunan yaitu 16,3% tetapi mengalami kenaik kembali pada tahun 2021 sebanyak 17,0% dan pada tahun 2022 17,1% (SSGI, 2. Di Jawa Tengah prevalensi gizi kurang pada tahun 2021 sebanyak 14% 2023 sebanyak 8,0 % (Dinkes Jateng. Kurangnya gizi pada anak tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, namun juga karena adanya penyakit. Anak yang mendapat makanan bergizi namun sering mengalami diare atau demam tetap berisiko mengalami gizi buruk. Begitu pula anak yang kurang mendapat asupan makanan yang baik akan memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Kondisi ini membuatnya lebih rentan terhadap infeksi yang pada akhirnya menurunkan nafsu makan dan dapat menyebabkan stunting (Sunarya, 2. Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 21,6% . Meskipun terjadi penurunan dari 24,4% pada tahun 2021, namun masih diperlukan upaya yang signifikan untuk mencapai target penurunan stunting sebesar 14% pada tahun 2024 (KemenKes RI, 2. Stunting dapat dicegah dengan mengatasi faktor penyebabnya, terdapat berbagai upaya yang dilakukan orang tua untuk mengatasi anak yang sulit makan atau cenderung pilih-pilih makanan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah terapi non farmakologi, seperti Tuina Massage merupakan salah satu metode terapi, dimana tekanan dilakukan dengan menggunakan ujung jari pada area tubuh tertentu dengan tujuan untuk memperlancar aliran darah ke limpa dan organ pencernaan lainnya. Teknik yang digunakan dalam tuina massage antara lain pijat meluncur (Effleurage atau Tu. , memijat (Petrissage atau Ni. , dan mengetuk (Tapotement atau D. (Anggraini et al. , 2. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi balita selain terapi non farmakologi yang diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi balita. Program pangan tambahan ini mengutamakan penggunaan bahan pangan lokal seperti makanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi, antara lain sumber karbohidrat, sumber protein hewani, serta protein nabati dan makanan olahan lainnya. Selain itu, makanan ini juga kaya akan vitamin dan mineral yang didapat dari sayur dan buah (Kemenkes RI, 2. Salah satu contoh adalah buah Carica papaya L, buah ini merupakan tanaman tropis yang kaya akan vitamin dan enzim. Selain menyehatkan, pepaya juga bisa menambah nafsu makan. Hal ini disebabkan oleh adanya enzim papain atau dikenal juga sebagai enzim proteolitik yang membantu memecah protein. Ketika protein dipecah, produksi hormon ghrelin . ormon pemicu rasa lapa. akan kembali meningkat. Hormon ghrelin ini kemudian mengirimkan sinyal ke hipotalamus, yang diaktifkan sebagai rasa lapar (Anggraini et al. , 2. Berdasarkan data di Kabupaten Banjarnegara tahun 2023 hasil penimbangan balita di Posyandu dengan metode BB/TB, dari 51. 588 balita yang diukur, ditemukan 168 balita . ,2%) mengalami gizi kurang. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2022 yang jumlah balita gizi kurang hanya 60 . ,1%). Hasil survey di Puskesmas Mandiraja 2 pada bulan Mei-Juni 2024 terdapat 132 balita dengan gizi kurang dari 1736 balita. Dari data diatas dan mengetahui bahwa angka kejadian gizi kurang dan dampaknya yang akan ditimbulkan maka diperlukan perhatian serius dan upaya pencegahan sedini mungkin maka peneliti tertarik melakukan program Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu AuUpaya Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita Gizi Kurang Dengan Tuina Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Massage dan Pemberian Carica Papaya L yang bertujuan untuk menganalisis peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan sebelum dan setelah dilakukan tuina massage dan pemberian carica papaya l. METODE Metode pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu: Persiapan dan Penyaringan Peserta Kegiatan diawali dengan koordinasi dengan Bidan Puskesmas Mandiraja 2 untuk mendapatkan data balita gizi kurang. Dari data tersebut dilakukan proses penyaringan melalui kunjungan rumah untuk memastikan kondisi, melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan awal, serta menjelaskan tujuan kegiatan. Sebanyak 10 orang tua balita yang memenuhi kriteria dan bersedia berpartisipasi kemudian menandatangani lembar persetujuan Pelaksanaan Intervensi Intervensi dilaksanakan di rumah masing-masing responden. Sebelum kegiatan inti, dilakukan pretest untuk mengukur pengetahuan awal ibu. Selanjutnya ibu diberikan penyuluhan tentang gizi kurang, manfaat carica papaya l, serta manfaat dan teknik pijat tuina disertai pemutaran video dan pelatihan praktik langsung. Keterampilan pijat ibu dievaluasi segera setelah pelatihan. Di akhir sesi, setiap responden diberikan minyak bayi, buah carica papaya l. untuk dikonsumsi, dan formulir catatan makanan untuk mencatat asupan makanan anak. Monitoring dan Evaluasi Proses monitoring dan evaluasi dilakukan selama tujuh hari. Monitoring harian dilakukan melalui whatsApp, dengan kunjungan rumah pada hari ke-3 dan ke-7 untuk validasi data dan pemberian pendampingan. Evaluasi akhir pada hari ke-7 meliputi pengukuran ulang berat badan balita dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan ibu setelah intervensi. Keberhasilan program dinilai dari peningkatan frekuensi makan, pertambahan berat badan balita, serta peningkatan skor pengetahuan dan keterampilan ibu. PkM ini telah mendapatkan sertifikat kelayakan etik (No. LPPM-UHB/654/06/2. dari Komite Etik Penelitian Kesehatan untuk Upaya Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita Gizi Kurang Umur 2-5 Tahun Dengan Tuina Massage Dan Pemberian Carica Papaya L. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Data Subyektif Responden Karakteristik Usia anak Jenis kelamin anak Asi Esklusif Pendidikan ibu Penghasilan orangtua 2 tahun 3 tahun 4 tahun Laki-laki Perempuan Iya Tidak SMP SMA/SMK < 2 juta > 2 juta Pada tabel 1. dari data subjektif rata-rata balita dengan usia 3 tahun yitu 5 . %). Balita dengan jenis kelamin laki-laki 5 . %) dan perempuan 5 . %). Lalu untuk balita yang tidak mengkonsumsi ASI esklusif yaitu 7 . %). Berdasarkan pendidikan ibu rata-rata sebanyak Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group SMA/SMK 6 . %) dan untuk penghasilan orangtua rata-rata dengan penghasilan kurang dari 2 juta/bulan. Tabel 2. Data obyektif responden Nama Partisipan An. An. An. An. An. An. An. An. An. An. Rata-rata Berat Badan . Tinggi Badan . Berdasarkan tabel 2. menunjukan dari 10 balita rata-rata berat badannya 10. 82 kg dan tinggi badan balita yaitu dengan rata-rata 90. 5 cm. Tabel 3. pengetahuan ibu terhadap peningkatan nafsu makan pada balita gizi kurang melalui tuina massage dan pemberian carica papaya l. Skor Pengetahuan Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Prete Postest Pada tabel 3. menunjukan hasil perhitungan dalam penilaian sebelum diberikan penyuluhan tentang peningkatan nafsu makan pada balita gizi kurang dengan tuina massage dan pemberian carica papaya l yaitu sebagian besar 7 dari 10 ibu berpengetahuan kurang 7 . %), 2 . %) ibu berpengetahuan cukup dan 1 ibu . %) berpengetahuan baik, setelah diberikan penyuluhan penilaian pengetahuan responden didapatkan seluruhnya . %). Tabel 4. keterampilan ibu terhadap tuina massage Kategori Baik Cukup Kurang Pretest Skor Pengetahuan Postest Tabel 4. menunjukan setelah dilakukan pelatihan teknik tuina massage keterampilan ibu sebelum dilakukan penyuluhan dan pelatihan tuina massage 10 . %) keterampilan ibu kurang, dan setelah postest sejumlah 10 . %) ibu dengan keterampilan baik. Tabel 5. peningkatan nafsu makan sesudah dilakukan tuina message dan pemberian carica papaya l Partisipan An. Nafsu Makan Porsi/hari Frekuensi/hari A piring 16 sendok makan A piring A piring A piring 1 A piring 1 A piring 1 A piring 13 sendok makan 17 sendok makan 17 sendok makan 17 sendok makan 28 sendok makan 23 sendok makan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Partisipan Jumlah rata-rata An. Jumlah rata-rata An. Jumlah rata-rata An. Jumlah rata-rata An. Jumlah rata-rata An. Jumlah rata-rata An. Jumlah rata-rata An. Nafsu Makan Porsi/hari 7 piring selama 7 hari 2 A piring 3 piring 2 A piring 1 A piring 2 A piring 2 piring 2 piring 29 piring selama 7 hari 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring selama 7 hari 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring selama 7 hari 3 piring 2 piring 2 A piring 3 piring 2 A piring 2 A piring 3 piring 6 piring selama 7 hari 1 A piring 1 A piring 1 A piring 1 A piring 1 A piring 1 A piring 1 A piring 5 piring selama 7 hari 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring selama 7 hari 1 A piring 1 A piring 1 A piring 1 A piring 1 A piring 2 piring Frekuensi/hari 1 sendok makan selama 7 hari 12 sendok makan 15 sendok makan 18 sendok makan 14 sendok makan 13 sendok makan 16 sendok makan 18 sendok makan 85sendok makan selama 7 hari 23 sendok makan 30 sendok makan 34 sendok makan 37 sendok makan 39 sendok makan 40 sendok makan 42 sendok makan 71 sendok makan selama 7 hari 17 sendok makan 16 sendok makan 19 sendok makan 16 sendok makan 21 sendok makan 25 sendok makan 26 sendok makan 28 sendok makan selama 7 hari 25 sendok makan 21 sendok makan 24 sendok makan 23 sendok makan 23sendok makan 24sendok makan 26 sendok makan 0,42 sendok makan selama 7 hari 14 sendok makan 15 sendok makan 15 sendok makan 19 sendok makan 18 sendok makan 22 sendok makan 20 sendok makan 71 sendok makan selama 7 hari 22 sendok makan 24 sendok makan 19 sendok makan 22 sendok makan 23 sendok makan 25 sendok makan 26 sendok makan 57 sendok makan selama 7 hari 11 sendok makan 15 sendok makan 16 sendok makan 11 sendok makan 19 sendok makan 22 sendok makan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Partisipan Jumlah rata-rata An. Jumlah rata-rata An. Jumlah rata-rata Nafsu Makan Porsi/hari 1 A piring 57 piring selama 7 hari 2 A piring 2 A piring 2 A piring 2 A piring 2 A piring 2 A piring 2 A piring 5 piring selama 7 hari 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring 3 piring selama 7 hari Jumlah rata-rata peningkatan frekuensi makan Frekuensi/hari 11 sendok makan 0 sendok makan selama 7 hari 15 sendok makan 16 sendok makan 20 sendok makan 18 sendok makan 18 sendok makan 17 sendok makan 20 sendok makan 0,71 sendok makan selama 7 hari 36 sendok makan 31 sendok makan 34 sendok makan 36 sendok makan 32 sendok makan 37 sendok makan 0,14 sendok makan selama 7 hari 839 sendok makan/hari Berdasarkan tabel 5. menunjukkan bahwa balita gizi kurang mengalami peningkatan nafsu makan berdasarkan frekuensi dan kualitas asupan setelah mengkonsumsinya. Terjadi peningkatan frekuensi sebanyak 0,839 sendok perhari, terdapat kenaikan frekuensi makan pada 9 balita dan tidak ada perubahan jumlah frekuensi pada 1 balita. Tabel 6. Peningkatan Berat Badan Responden Partisipan An. An. An. An. An. An. An. An. An. An. Rata-rata berat badan Sebelum. Sesudah. Kenaikan berat badan. 0,28 Berdasarkan tabel 6. menunjukkan bahwa adanya peningkatan berat badan pada balita gizi kurang setelah dilakukan tuina message dan pemberian Carica papaya L selama 7 hari. Balita yang mengalami pengkatan berat badan sebanyak 10 anak dengan rata-rata kenaikan 0,28. Data subyektif dan Data Obyektif Responden Berdasarkan tabel 1. menunjukan bahwa sebagian besar balita yang mengalami gizi kurang ratarata usia 3 tahun yaitu 5 . %). Pada umumnya sering terjadi masalah makan yang disebabkan anak cenderung memilih makanan yang akan dikonsumsi. Pola makan pada anak usia dini sangat berperan penting dalam proses pertumbuhannya, jika pola makan tidak tercapai dengan baik pada anak maka pertumbuhan anak akan terganggu, tubuh kurus, pendek bahkan bisa menjadi gizi buruk pada anak (Zahara, 2. Data subyektif balita dengan usia 2 tahun sebanyak 3 . %), balita usia 4 tahun sebanyak 2 . %) dan balita dengan gizi kurang terbanyak yaitu umur 3 tahun 5 . Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Berdasarkan data subyektif balita dengan jenis kelamin laki-laki 5 . %) dan perempuan 5 . %). Hal ini menunjukan tidak ada perbedaan antara jenis kelamin perempuan dan laki-laki, beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan status gizi (Anggraeni et al. , 2. Balita memiliki kebutuhan gizi yang sama selama periode emas . olden perio. baik balita laki-laki maupun perempuan namun, kecenderungan memilih makanan ringan dapat mengurangi asupan nutrisi yang dibutuhkan. Jika tidak dikontrol, hal ini dapat menyebabkan masalah gizi. Oleh karena itu, orang tua perlu mengawasi pola makan balita agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi (Kurniawati & Yulianto, 2. Data subjektif pemberian esklusif yaitu balita yang tidak mengkonsumsi ASI esklusif yaitu 7 . %) lebih banyak dari pada yang mengkonsumsi ASI esklusif karena faktor BBLR. Tumbuh kembang balita memerlukan asupan gizi yang seimbang, namun kemampuan pencernaan bayi masih dalam tahap berkembang sehingga membatasi jenis makanan yang boleh dikonsumsi. ASI merupakan sumber nutrisi utama yang cocok untuk pencernaan bayi dan mencukupi kebutuhan nutrisinya selama beberapa bulan pertama. Kekurangan ASI dapat menyebabkan gizi buruk yang berdampak pada perkembangan psikomotorik, kognitif, dan sosial bayi, serta berakibat pada gangguan pertumbuhan. Hal ini mencerminkan pentingnya memperhatikan kesehatan dan status gizi anak di Indonesia (Rakhmawati, 2. Pendidikan mempengaruhi proses belajar seseorang, semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin mudah untuk mendapatkan informasi pengetahuan kesehatan yang akan diberikan untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak (Fitria Dhirisma & Idhen Aura Moerdhanti, 2. Berdasarkan pendidikan ibu rata-rata berpendidikan SMA/SMK 6 . %) lebih rendah tingkat pengetahuannya hal ini karena perbedaan latar belakang dalam lingkungan faktor utama yang berkontribusi adalah perilaku, kebiasaan sosial, dan dampak lingkungan sekitar. perkotaan cenderung memiliki akses lebih baik, siswa di pedesaan sering menghadapi keterbatasan infomasi yang kurang memadai, yang berpengaruh pada mereka. Kesenjangan ini disebabkan oleh perbedaan dalam sumber daya fisik dan kualitas tenaga pendidik yang tersedia di masing-masing wilayah (Muvera et al,. Berdasarkan penghasilan orang tua rata-rata dengan penghasilan kurang dari 2 juta/bulan yaitu 6 . %) orangtua, hasil yang diperoleh pada lahan terdapat kesesuaian dengan penelitian penghasilan kurang dari 2 juta/bulan dalam keluarga termasuk kedalam resiko terjadinya gizi kurang. Dimana kemampuan dalam pembelian suatu kebutuhan pangan dipengaruhi dengan perekonomian keluarga dimulai dari besar kecilnya pendapatan, harga pangan dan lain sebagainya. Perekonomian keluarga yang rendah dapat menimbulkan permasalahan pemenuhan kebutuhan seperti kurangnya pemenuhan kebutuhan makanan yang nantinya berujung pada zat gizi anak (Apriluana & Fikawati, 2. Data pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang peningkatan nafsu makan pada balita dengan tuina massage dan pemberian carica papaya l. Penilaian pengetahuan dilakukan sebelum memberikan pendidikan kepada ibu mengenai peningkatan nafsu makan pada balita gizi kurang dengan tuina massage dan pemberian carica papaya l, sehingga 7 dari 10 ibu memperoleh skor . %) kategori kurang, 2 . %) ibu berpengetahuan cukup dan 1 ibu . %) berpengetahuan baik. Informasi menunjukan adanya sebelum penyuluhan, mayoritas ibu memiliki pengetahuan yang kurang terhadap gizi kurang, tuina massage dan carica papaya l yang bisa meningkatkan nafsu makan. Tingkat pendidikan memiliki dampak yang signifikan terhadap wawasan yang dimiliki masyarakat. Seseorang yang berpendidikan akan lebih besar peluangnya untuk menangkap informasi yang diterimanya (Darmini, et al. , 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Setelah dilakukan pemberian materi penyuluhan, dinilai pengetahuan ibu secara keseluruhan . %) baik, sebab penyuluhan dilakukan dengan cara yang mudah dimengerti dan didukung oleh media yang menampilkan video untuk meningkatkan edukasi kesehatan masyarakat (Ambartana, 2. Pada penelitian ini menggunakan vidio tuina message dan leaflet sehingga pengetahuan ibu meningkat, karna dengan menggunakan vidio dapat membantu seseorang mengingat informasi lebih baik, dan dengan menggunakan leflet mudah dibaca dan dicerna. Pada penelitian sebelumnya ada perbedaan dalam skor rata-rata pengetahuan sebelum dan setelah intervensi, menunjukkan bahwa responden menerima dan meningkatkan pengetahuannya berdasarkan informasi yang diberikan melalui media video dan leaflet (Lolan et al. , 2. Keterampilan ibu setelah dan sebelum dilakukan penyuluhan tuina massage Keterampilan adalah kemampuan seseorang dalam menciptakan sesuau yang bernilai, keterampilan dapat menjadi modal untuk mencapai tujuan dan impian. Sebelum dilakukan pemberian materi penyuluhan dengan media audiovisual dan pelatihan teknik tuina massage 10 . %) ibu berketerampilan sangat kurang, lalu setelah dilakukan pemberian materi penyuluhan dan pelatihan teknik tuina massage yaitu 10 . %) ibu keterampilannya meningkat menjadi Faktor yang berpengaruh dalam tingkat keterampilan seseorang antara lain, tingkat pendidikan, sumber informasi. Hasil pengabdian masyarakat ini mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan tuina massage terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan (Ratnaningsih, et al. Hal ini menunjukkan bahwa ibu dengan pengetahuan yang bagus akan bisa berpengaruh terhadap praktik tuina massage serta perubahan perilaku aktivitasnya, yang kemudian dapat meningkatkan berat badan balita. Pada penelitian ini menggunakan sumber informasi dengan metode ceramah, tanya jewab demokrasi dengan menggunakan vidio tuina massage dan leflet. Hasil pengabdian masyarakat tuina massage efektif dalam mengatasi kesulitan makan pada balita. Kesimpulannya adalah edukasi dan penyuluhan sangat berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan serta keterampilan, yang nantinya dapat meningkatkan nafsu makan dan berat badan Keterampilan akan meningkat melalui edukasi, ibu yang mendapatkan informasi atau penyuluhan, maka akan diimbangi dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan (Melly, et al. Hal ini juga dibantu dengan taknik penyuluhan melalui media video dan demokrasi. Penyuluhan kombinasi dengan metode demonstrasi audiovisual mampu meningkatkan pengetahuan (Idaryati, 2. Dengan metode ini responden menjadi cepat tanggap untuk memahami materi yang dipaparkan serta termotivasi dan berperan aktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan. Data peningkat nafsu makan sesudah dilakukan tuina massage dan pemberian carica Hasil dari kegiatan ini membuktikan bahwa balita gizi kurang terbukti mengalami peningkatan frekuensi dan jumlah nafsu makan. Terjadi peningkatan frekuensi dengan 0. 839 sendok makan per hari, terdapat kenaikan frekuensi makan pada 9 balita, dan pada 1 balita tidak ada perubahan jumlah dan frekuensi. Data ini menyimpulkan bahwa tuina massage dan pemberian carica papaya l terbukti dapat meningkatkan nafsu makan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tuina massage dan carica papaya l dapat memicu nafsu makan karena tuina massage dapat melancarkan aliran limpa dan pencernaan anak sehingga memaksimalkan penyerapan nutrisi pada tubuh anak (Affanin, 2. carica papaya l dapat memicu nafsu makan karena mengandung enzim papain atau enzim proteolitik yang membantu memecahkan protein, karena akan meningkatkan produksi hormon ghrelin atau hormon pemicu rasa lapar (Adriyani, et al. , 2. Para ahli dari Institute of Plant Breeding. Universitas Filipina di Los Bayos menyatakan bahwa enzim dalam pepaya mampu mempercepat pencernaan protein. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Pendapat tersebut diperkuat oleh para ahli gizi yang menjelaskan bahwa pepaya berperan dalam meningkatkan nafsu makan anak dan mempercepat penyerapan nutrisi. Proses penyerapan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti daya cerna, kandungan nutrisi, kondisi normal selaput lendir usus halus, keseimbangan hormonal, dan kecukupan asupan vitamin (Partini at al,. Penyakit flu pada balita seringkali menyebabkan melemahnya daya tahan tubuh, yang secara langsung berdampak pada penurunan nafsu makan (Fitria Dhirisma & Idhen Aura Moerdhanti. Dalam PkM ini, meskipun intervensi telah dilaksanakan, ditemukan satu balita yang tidak menunjukkan perubahan signifikan pada jumlah maupun frekuensi asupan makannya. Data kenaikan berat badan sebelum dan sesudah dilakukan tuina massage dan pemberian carica papaya l Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan berat badan pada balita gizi kurang setelah dilakukan tuina message dan pemberian carica papaya l selama tujuh hari dengan rata-rata peningkatan berat 0,28. Berat badan naik karena tuina massage dapat meningkatkan aktivitas saraf vagus yang merangsang pelepasan hormon gastrin dan insulin, sehingga penyerapan makanan menjadi efektif (Hadi et al. ,2. Tuina massage bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan meningkatkan nafsu makan pada balita yang mengalami masalah pencernaan (Kursani et al. , 2. Selain itu, pijat berkontribusi pada peningkatan berat badan yang merupakan indikator status gizi baik, mendukung pertumbuhan fisik yang optimal melalui penyerapan nutrisi yang efisien (Afriyani, 2. Carica papaya l mengandung mengandung enzim papain atau enzim proteolitik yang membantu memecahkan protein, karena akan meningkatkan produksi hormon ghrelin atau hormon pemicu rasa lapar sehingga asupan nutrisinya terpenuhi dan berat badan akan ikut meningkat (Adriyani, et al. , 2. Konsumsi buah pepaya akan diberikan sebanyak 200 gram setiap 2x/hari selama 1 Dalam 200 gram pepaya, terdapat 900 miligram vitamin A, 148 miligram vitamin C, 173,2 gram udara, 1 gram protein, dan 1,4 gram serat. Kandungan nutrisi tersebut dapat membantu meningkatkan nafsu makan pada balita yang pada akhirnya dapat memberikan efek positif pada peningkatan berat badannya (Susant et al. , 2. SIMPULAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam peningkatan nafsu makan pada balita gizi kurang umur 2-5 tahun dengan tuina massage dan pemberian carica papaya l di Puskesmas Mandiraja 2 terlaksana dengan lancar dan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menjadi 100% baik yang berdampak langsung pada 10 balita gizi kurang dengan adanya peningkatan frekuensi makan pada 9 anak dan kenaikan berat badan pada semua anak setelah tujuh hari dilakukan tuina massage dan pemberian carica papaya l. DAFTAR PUSTAKA