CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2023 Upaya Penumbuhan Karakter dan Disiplin Peserta Didik Melalui Program Sekolah Apel Pagi dan Dhuha Wajib di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo Ana Setiyaningrum1. Aryo Danurwindo2. Suyahman3 Email : anasetiyaningrum2710@gmail. com , aryodw21@gmail. suyahman@yahoo. PPKn. Universitas Veteran Bangun Nusantara Abstract This study aims to foster the disciplined character of students through the Morning Apple and Dhuha Prayer school programs in the Muhammadiyah 1 Vocational School. Sukoharjo. In this study, the authors used data collection techniques, namely samples in class XI PPLG 1. XI PPLG 2, and XI PPLG 3. In this study, it was concluded that the Morning Apple and Dhuha Prayer school programs were effective in an effort to foster the disciplined character of students in SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo especially in class XI PPLG 1. XI PPLG 2. XI PPLG The research methodology used is descriptive qualitative with an emphasis on depicting the description of the school's program being implemented. The conclusion obtained is that the morning apple program at Muhammadiyah 1 Vocational School Sukoharjo aims to foster the character of discipline and the spirit of work ethic while the Dhuha Obligatory program fosters the character of discipline in increasing religious activity and piety to Allah SWT. Keywords: Character. Discipline. PPKn. School Program Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter disiplin peserta didik melalui program sekolah Apel Pagi dan Sholat Dhuha di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Pada penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data yaitu sampel pada kelas XI PPLG 1. XI PPLG 2, dan XI PPLG 3. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa program sekolah Apel Pagi dan Sholat Dhuha efektif dalam upaya menumbuhkan karakter disiplin peserta didik di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo khususnya di kelas XI PPLG 1. XI PPLG 2. XI PPLG 3. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan penekanan pada penggambaran gambaran program sekolah yang dilaksanakan. Kesimpulan yang diperoleh adalah program apel pagi di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo bertujuan untuk menumbuhkan karakter disiplin dan semangat etos kerja JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2023 sedangkan program Wajib Dhuha menumbuhkan karakter disiplin dalam meningkatkan aktivitas keagamaan dan takwa kepada Allah SWT. Kata Kunci: Karakter. Disiplin. PPKn. Program Sekolah Pendahuluan Pendidikan menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat 2 bahwa pemerintah menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam hal ini jelas bahwa pendidikan formal di sekolah tentu harus dapat membentuk peserta didik yang mempunyai karakter yang baik. Pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada semua warga di sekolah yang terkait dengan pengetahuan, sikap, kesadaran ataupun kemauan, dan terdapat tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, dimana semua perilakunya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen . harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana, prasarana, dan, pembiayaan, dan, ethoskerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. AuPendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk anak-anak muda menjadi pribadi yang cerdas dan baik, melainkan juga membentuk mereka menjadi pelaku baik bagi perubahan dalam hidupnya sendiri, yang pada gilirannya akan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyarakatan menjadi lebih adil, baik, dan Ay(Doni Koesoema, 2. Pentingnya memberikan pendidikan karakter di sekolah, salah satunya disiplin peserta didik di SMK yang perlu ditanamkan dalam dirinya yang difokuskan pada siap kerja karena menyangkut jiwa generasi muda di dunia industri, dalam hal ini adalah karakter disiplin. pendidikan melalui kegiatan Apel Pagi dan Sholat Dhuha. dengan tujuan peserta didik menjadi peserta didik generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan berakhlak mulia untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang adil dan makmur sesuai dengan Pancasila. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2023 Disiplin merupakan salah satu karakter yang perlu dimiliki peserta didik. Dengan kedisiplinan, peserta didik akan merasa lebih siap dan terampil dalam menghadapi dunia kerja . , serta memiliki kemampuan kecerdasan spiritual yang baik. Maka, di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, sekolah berbasis Muhammadiyah ini memiliki visi penumbuhan karakter melalui pembiasaan nilainilai Islam melalui program Wajib Dhuha dan membangun sumber daya manusia (Sumber Daya Manusi. yang berkualitas dan profesional melalui Apel Pagi. program sekolah sesuai dengan visi sekolah unggul yang menghasilkan lulusan yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cakap, mandiri, dan tangguh menghadapi era global. Metode Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan tipe Metode penelitian kualitatif deskriptif dalam buku Quantitative Research Approach Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok orang, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran atau suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Jenis penelitian deskriptif menggambarkan fenomena-fenomena yang terjadi secara nyata, realistik, aktual, nyata, dan saat ini, karena penelitian ini untuk membuat deskripsi, deskripsi, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, ciri-ciri dan hubungan antar fenomena yang diselidiki. (Rukajat, 2018: . Tata tertib Wajib Pagi Apel dan Dhuha dilaksanakan dengan berkumpul bersama seminggu sekali di Lapangan dan masjid SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Program Apple morning school di hari Senin dan Wajib Dhuha di hari Rabu. Kedua program tersebut diikuti oleh warga sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, guru, mahasiswa PAM (Program Asistensi Mengaja. , serta peserta didik kelas X dan XI sesuai jadwal yang telah tertulis. Program-program tersebut bertujuan untuk menumbuhkan dan membentuk karakter disiplin bagi mahasiswa baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Hasil dan Pembahasan Pendidikan adalah proses mengubah tingkah laku, menambah pengetahuan, dan menambah pengalaman peserta didik agar menjadi pribadi yang lebih matang dalam berpikir dan bersikap. Pendidikan juga merupakan usaha manusia dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam masyarakat. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa AuPendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2023 aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dimiliki dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Jadi pendidikan di Indonesia menurut undang-undang bukan sekedar pengajaran tetapi pendidikan berperan dalam membentuk pembinaan dan pengembangan kesadaran diri antar individu sehingga terbentuk suatu generasi yang bias dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara secara efektif dan efisien. Pendidikan karakter merupakan usaha sadar dan terencana untuk menanamkan nilai-nilai. Kemudian dengan nilai-nilai tersebut akan diinternalisasikan ke dalam diri peserta didik sehingga dapat mendorong dan mewujudkan perilaku dan sikap yang baik (Nurjannah, 2018: . Pendidikan karakter merupakan amanat UU No 20 Tahun 2003 pasal 3 menjelaskan bahwa AuPendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan untuk membentuk watak dan peradaban bangsa yang lebih bermartabat. Hal ini dilakukan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi pribadi yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta negara yang bertanggung jawab. Dengan demikian pendidikan karakter merupakan upaya membentuk perilaku dan sikap manusia Indonesia agar menjadi watak/kebiasaan yang sesuai dengan nilainilai luhur manusia Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Pendidikan karakter memiliki berbagai fungsi untuk membentuk karakter peserta didik, yaitu sebagai . Mengembangkan potensi dasar agar memiliki sikap baik, berpikir baik dan berperilaku baik . Pemantapan dan Pembinaan Perilaku Bangsa yang Baik Pendidikan karakter di sekolah bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang adil dan makmur sesuai dengan Pancasila. Tujuan pendidikan karakter Menurut Depdiknas, tujuan pendidikan karakter antara lain sebagai berikut . Mengembangkan potensi afektif agar menjadi manusia yang memiliki nilai budaya dan kepribadian bangsa . Mengembangkan perilaku terpuji dan sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan tradisi budaya bangsa . Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab . Membangun dan mengembangkan kemampuan menjadi manusia yang kreatif, mandiri dan berkepribadian bangsa JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2023 Pembentukan karakter khususnya karakter disiplin di sekolah khususnya pada jenjang SMK dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan mengintegrasikan dan memperkuat nilai-nilai karakter dan disiplin ke dalam mata pelajaran di kelas, selain itu dapat dilakukan dengan kegiatan pembiasaan seperti kegiatan wajib apel pagi seperti yang dilakukan di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Kegiatan apel pagi di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo dilaksanakan pada hari senin pagi yang diikuti oleh kelas 10, hari rabu untuk kelas 11 dan hari jumat untuk kelas 12, serta dihadiri juga oleh para guru. Pelaksanaan apel dimulai 00 WIB dan berakhir pukul 07. 30 WIB kemudian pembelajaran dimulai 40 WIB. Siswa berbaris sesuai jurusan masing-masing yang terdiri dari PPLG. TO. TE dan TJKT, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada apel pagi berupa persiapan barisan, doa, pengucapan nazar peserta didik Muhammadiyah dan pengumuman dari sekolah mengenai sejumlah hal-hal yang perlu Kegiatan apel pagi yang diikuti oleh peserta didik SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo ini memiliki berbagai manfaat terutama dalam proses pembentukan karakter dan kedisiplinan peserta didik di sekolah tersebut. Selain karakter disiplin, apel pagi juga dapat membentuk karakter baik lainnya seperti tanggung jawab, santun, nasionalisme. Apel pagi merupakan kegiatan yang tepat dalam membentuk karakter kedisiplinan peserta didik. Disiplin berasal dari kata AudiscipleAy yang berarti seseorang yang belajar secara sukarela untuk mengikuti seorang pemimpin. AuDiscipline is readiness or ability to respect authority and observe conventional or estlablished laws of the society or any other organitationAy (Asare. Mensah. Laryea, & Gyamera, 2015, hal. Disiplin adalah kesiapan atau kemampuan untuk menghormati mereka yang berwenang dan mematuhi sesuatu yang biasa diterapkan . yang menetapkan aturan suatu masyarakat atau organisasi lain (Asare. Mensah. Laryea & Gyamera, 2015, p. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), disiplin adalah latihan budi pekerti dan budi dengan maksud agar perhatian selalu ditaati dan dilaksanakan dalam peraturan sekolah dan militer dalam suatu pesta. Jadi berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah sikap seseorang yang secara sadar mentaati peraturan-peraturan yang ditetapkan dan berlaku dalam masyarakat dan organisasi. Dengan adanya sikap disiplin pada diri anak diharapkan dapat berperilaku positif sesuai dengan peran yang akan ditentukan oleh budaya dan adat istiadat. Menurut Harlock dalam Aulia . dalam disiplin terdapat empat unsur penting yaitu aturan, hukuman, penghargaan dan konsistensi. Elemen Aturan Aturan ditetapkan dan disetujui pola untuk mengatur perilaku dalam Unsur tata tertib dapat dilihat pada pelaksanaan apel pagi di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. dimulai ketika peserta didik harus datang ke sekolah sebelum pukul 07. 00 dan harus siap serta berbaris rapi di lapangan pada pukul 06. Selain itu, pada saat melaksanakan panggilan, peserta JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2023 didik harus memperhatikan dengan tertib dan peserta dilarang berbicara atau Dengan adanya peraturan tersebut diharapkan peserta didik menjadi terbiasa dan disiplin dalam menjalankan peraturan yang berlaku baik di dalam maupun di luar sekolah. Unsur Hukuman Hukuman diberikan atas suatu kesalahan atau pelanggaran, kemudian diberikan ganjaran kepada orang/kelompok yang melanggarnya. Dalam hal ini unsur hukuman sudah dapat dilihat sebelum pelaksanaan unjuk rasa dimulai, yaitu apabila ada peserta didik yang datang setelah pukul 07. yang terlambat tidak boleh masuk dan harus menunggu di depan gerbang sekolah sambil berbaris rapi. peserta didik yang terlambat mendapat hukuman yang berbeda-beda yang terdiri dari sanksi disiplin ringan, sanksi disiplin sedang dan sanksi disiplin berat. Contoh hukumannya antara lain hukuman fisik . ush-u. , disuruh menulis surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya yang terlambat, dan wali murid dipanggil pihak sekolah jika peserta didik tetap mengulangi perbuatannya dan datang terlambat ke sekolah. Sedangkan pada saat pelaksanaan apel dapat dilihat apabila ada peserta didik yang berbicara sendiri maka guru akan memberikan teguran kepada peserta didik yang bersangkutan . Unsur penghargaan dan konsistensi Penghargaan merupakan hadiah atas hasil yang baik dari seseorang dalam proses pendidikan. Sedangkan konsistensi adalah tingkat kemantapan dan kecenderungan pada kesamaan dan mencirikan semua aspek disiplin. Unsur apresiasi dan konsistensi, sejauh yang peneliti lihat berdasarkan observasi sudah tampak pada pelaksanaan apel pagi, misalnya unsur apresiasi terlihat bagi peserta didik yang patuh dengan cara memberikan apresiasi dan unsur konsistensi dapat dilihat dengan tertib, mahasiswa mengikuti rapat sebelum pelaksanaan rapat. Kegiatan rutin rapat pagi bertujuan untuk mengajarkan mahasiswa tentang disiplin waktu dan kerja cepat. Menurut Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Drs. Bambang Sahana. Pd dalam amanat kegiatan Apel Pagi mengatakan Aubahwa kedisiplinan harus menjadi bagian sikap dari mahasiswa karena menjadi soft skill yang sangat penting dalam dunia kerja. Dengan disiplin, maka akan terbentuk budaya kerja yang kondusif, teratur, serta produktif memperoleh hasil yang sesuai dengan ketentuan dan waktu bekerjaAy. Oleh karena itu, untuk membentuk karakter peserta didik yang disiplin perlu dibiasakan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan dengan hal tersebut peserta didik dapat membiasakan diri dan dapat membiasakan diri sehingga mampu membentuk karakter disiplin. Pelaksanaan program sekolah dhuha wajib, sholat Dhuha dilaksanakan secara berjamaah setiap Rabu pagi pukul 07. 30 WIB setiap minggunya. Kegiatan tersebut dilakukan secara bergilir untuk kelas X dan XI semua jurusan di JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2023 masjid sekolah. Sesuai dengan namanya, kegiatan program Wajib Dhuha bertujuan untuk menumbuhkan jiwa karakter disiplin dalam hal ibadah dan pembuktian dalam mengimplementasikan nilai-nilai sila pertama Pancasila. AuKetuhanan Yang Maha EsaAy, sehingga peserta didik tidak hanya disiplin dalam urusan dunia, tetapi juga dalam urusan akhirat. Setiap pelaksanaan kegiatan tersebut, peserta didik terpantau tertib dan lancar sesuai dengan waktu yang telah Kegiatan Wajib Dhuha telah berhasil menumbuhkan karakter disiplin ibadah dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam hal ini Agama Islam, yang merupakan salah satu sasaran dalam Renstra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 untuk mewujudkan Indonesia Maju. Peserta didik yang kami jadikan narasumber terdiri dari XI PPLG 1. XI PPLG 2. XI PPLG 3 dengan hasil Wajib Dhuha efektif membina kedisiplinan mereka dan menjadi kebiasaan yang baik setiap harinya. Dalam hal ini, saat melaksanakan ibadah dipahami bahwa Tuhan adalah sumber dan tujuan hidup manusia yang memiliki aturan dasar untuk mengatur kehidupan manusia dalam hal ibadah. Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo yakni pak BS dalam sambutan kegiatan Apel Pagi menyampaikan bahwa Program Wajib Dhuha merupakan program sekolah untuk membentuk karakter religius peserta didik dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Beliau juga menjelaskan bahwa shalat Dhuha adalah shalat sebagai pembuka dan pencukup pintu rezeki sesuai dengan hadits yang berbunyi. AuWahai anak Adam, jangan lewatkan empat rakaat di awal harimu, pasti akan aku berikan untukmu . sepanjang hariAy (HR. Ahma. Sebagai sekolah yang berkarakter Islami. SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo memiliki tanggung jawab yang besar dalam membekali peserta didik tidak hanya menjadi unggul dan cerdas dalam bidang akademik/intelektual, dengan serangkaian kompetensi keahlian yang diberikan tetapi juga berkarakter cerdas spiritual dan disiplin melalui Duha Duha. Kegiatan wajib. Simpulan Berdasarkan uraian hasil yang dicapai oleh peneliti, dapat di simpulkan bahwa program sekolah apel pagi dan dhuha wajib adalah contoh program yang diselenggarakan di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo dan menjadi program rutin unggulan setiap pekan. Program ini memiliki hasil sesuai dengan hipotesis peneliti yakni bersifat efektif dalam menanamkan karakter disiplin peserta didik di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Dalam pelaksanaannya, program sekolah tersebut juga menerapkan sanksi berupa hukuman sebagai bentuk peringatan dalam meningkatkan kesadaran peserta didik untuk menjaga bahkan ter-eskalasi karakter disiplin pada diri peserta didik. Karakter disiplin penting untuk ditumbuhkan mengingat jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dipersiapkan untuk memasuki dunia industri setelah lulus sekolah yang membutuhkan budaya dan peraturan kerja. Program apel pagi di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo bertujuan untuk menumbuhkan karakter disiplin dan JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2023 semangat etos kerja sedangkan program Wajib Dhuha menumbuhkan karakter disiplin dalam meningkatkan aktivitas keagamaan dan takwa kepada Allah SWT. Referensi