Jurnal Dimas Canthing Volume x No x Tahun 2023 P-ISSN: x-x E-ISSN: x-x SOSIALISASI MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA TUNJUNGSARI M Rizka Wahyu H1. Rizal Mantopani2. Nuridin3. Desi Kurniasari4. Retno Dwi Ningsih5. Nida Andini M6. Rizatul Aliyah7. Sumiri8. Kharisma Fitriami9 1,2,4,5,9Program Studi Ekonomi Syariah FEB Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan 7,8Program Studi Akuntansi FEB Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan 6Program Studi Manajemen FEB Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan 3Program Studi Informatika Fastikom Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Korespondensi : rizalmantopani061@gmail. ABSTRACT This community service activity was carried out to start a waste bank program which has become a work program plan for Tunjungsari Village in 2024. The waste bank is a form of waste management in the community where waste is collected, sorted and sold back to Through a waste bank, waste can be managed into something of economic value. The management of the waste bank follows the existing system in banking but is even more Customers of the Tunjung Dusun Garbage Bank are residents of Tunjung Hamlet and its surroundings who deposit garbage and then record it in a savings book according to the quantity of waste. In its implementation, there are still some obstacles. In addition, assistance is also provided for processing waste such as plastic waste which can be processed into flower Keywords : Management, garbage bank, public. Tunjungsari, rubbish ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memulai program bank sampah yang sudah menjadi rencana program kerja Desa Tunjungsari tahun 2024. Bank sampah merupakan salah satu bentuk pengelolaan sampah dimasyarakat dimana sampah dikumpulkan, dipilah dan dijual kembali kepada pengepul. Melalui bank sampah, sampah bisa dikelola menjadi suatu hal yang bernilai ekonomi. Pengelolaan bank sampah mengikuti sistem yang ada di perbankan namun lebih disederhanakan lagi. Nasabah bank sampah dusun tunjung merupakan warga dusun tunjung dan sekitarnya yang menyetorkan sampah dan kemudian dicatat dibuku tabungan sesuai dengan kuantitas sampahnya. Dalam pelaksanaannya juga masih ada beberapa kendala. Selain itu juga dilakukan pendampingan pengolahan sampah seperti sampah plastik yang bisa diolah menjadi hiasan bunga. Kata kunci : Pengelolaan, bank sampah, masyarakat, tunjungsari, sampah Dimas Canthing | 22 Jurnal Dimas Canthing Volume x No x Tahun 2023 P-ISSN: x-x E-ISSN: x-x PENDAHULUAN Desa Tunjungsari merupakan salah satu desa yang ada di wilayah Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah Indonesia. Jarak tempuh ke ibu kota kecamatan 6 km sedangkan jarak dari ibu kota kabupaten 13,6 km. Pusat pemerintahannya sendiri berada di Dukuh Tunjung, dengan titik koordinat kantor desa di 0692Ao44Ay (LS) 10959Ao63,3Ay (BT). Desa Tunjungsari menjadi 4 pedukuhan, diantaranya Dukuh Kauman. Dukuh Tunjung. Klanyah dan Dukuh Gempol, jumlah RW = 4. Jumlah RT= 17 Dengan jumlah penduduk pada tahun 2020 tercatat 2. 894 diantaranya jumlah laki-laki 1. 447 jiwa dan perempuan 1. 447 jiwa. Saat ini masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat Desa Tunjungsari salah satunya adalah penanganan sampah. Menurut Undang-undang nomor 18 tahun 2008 Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan proses alam yang berbentuk padat. Sampah adalah material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses (Nuha , 2. Sampah adalah limbah yang berbentuk padat dan juga setengah padat dari bahan organik atau non organik baik benda logam maupun non logam yang dapat terbakar dan yang tidak dapat terbakar. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sampah adalah limbah atau sisa kegiatan sehari-hari manusia yang sudah tidak digunakan lagi baik dari sisa kegiatan rumah tangga maupun industri. Secara umum sampah dibedakan menjadi 2 jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari hewan dan tumbuhan . akhluk hidu. dan mudah terurai contohnya adalah daun, kayu, ranting pohon, sisa makanan dan sejenisnya. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari proses industri dan tidak mudah terurai contohnya adalah plastik, gelas, kaca, kertas dan lain sebagainya. Dari kedua jenis tersebut perbedaan yang paling mencolok adalah sampah organik mudah terurai dan sampah anorganik tidak mudah terurai. Tentunya dari kedua jenis tersebut memiliki cara pengelolaan yang berbeda juga agar tidak menimbulkan masalah di lingkungan masyarakat. Menurut Undang-Undang nomor 18 tahun 2008 Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Pengelolaan sampah merupakan kewajiban bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan, kebersihan masyarakat dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu masalah sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja akan tetapi menjadi tanggung jawab masyarakat juga. Kesadaran masyarakat Desa Tunjungsari akan peduli lingkungan maupun pengelolaan sampah masih tergolong kurang. Setelah melihat keadaan di Desa Tunjungsari yang sebagian besar sampahnya di bakar dan beberapa ada yang dibuang ke sungai yang dapat menimbulkan masalah di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, perlu diadakannya Pelatihan Manajemen Pemilahan Sampah Mandiri di Desa Tunjungsari dengan tema AuPengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Dari acara pelatihan tersebut diharapkan warga Desa Tunjungsari mendapat pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan. Selain mendapatkan pemahaman masyarakat juga mendapat pelatihan tentang Dimas Canthing | 23 Jurnal Dimas Canthing Volume x No x Tahun 2023 P-ISSN: x-x E-ISSN: x-x pengelolaan sampah yang baik sehingga dari kegiatan ini diharapkan bisa menambah kebersihan dan keindahan dari Desa Tunjungsari itu sendiri. METODE PELAKSANAAN Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dibagi menjadi empat tahapan yakni survey, pelaksanaan, tindak lanjut dan evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukan survei dan pendataan terlebih dahulu mengenai permasalahan lingkungan yang ada. Pada tahap pelaksanaan diadakan Pelatihan Manajemen Pemilahan Sampah Mandiri. Kegiatan tersebut dilakukan di Balai Desa Tunjungsari pada hari Selasa, 25 Juli 2023 dengan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Adapun materi pada kegiatan ini yaitu mengenai . cara pengeloaan sampah. peran masyarakat dan . bank sampah. Pelatihan Manajemen Pemilahan Sampah Mandiri dilaksanakan dengan metode talkshow. Talkshow adalah sebuah program dimana beberapa orang atau grip berkumpul untuk mendiskusikan berbagai hal topik dengan suasana santai tapi serius, yang dipandu oleh seorang moderator (Sari, 2. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah terciptanya lingkungan Desa Tunjungsari yang bersih dan sehat, terutama dapat mengurangi sampah yang dibakar ataupun dibuang secara sembarangan khususnya ke ungai yang dapat menimbulkan pencemaran Pada tahap evaluasi dilakukan tindak lanjut dengan melakukan koordinasi dengan kepala dusun, kepala desa dan ketua RT terkait pengadan bank sampah atau bak sampah di lingkungan khususnya di Dusun Tunjung. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pertama Sebelum melakukan kegiatan program bank sampah itu kami melakukan survey terlebih dahulu di Dusun Tunjung Desa Tunjungsari. Berdasarkan hasil survey masyarakat Desa Tunjungsari mayoritas mereka membakar sampah di halaman rumah masing-masing, selain itu ada juga yang langsung membuangnya ke sungai dan ada juga yang membuang ke TPA di desa sebelah karena memang disini belum ada TPA sehingga sampah merupakan permasalahan yang kemungkinan tidak akan terselesaikan jika tidak coba untuk menyelesaikannya secara bertahap. Kegiatan Kedua Dimas Canthing | 24 Jurnal Dimas Canthing Volume x No x Tahun 2023 P-ISSN: x-x E-ISSN: x-x Salah satu pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tunjungsari khususnya Dusun Tunjung adalah salah satunya dengan Sosialisasi Manajemen Pengelolaan Sampah. Sosialisasi di adakan pada hari Selasa, 25 Juli 2023 di Balai Desa Tunjungsari dengan sasaran Masyarakat Desa Tunjungsari, yang di wakilkan oleh Kepala Dusun. Ketua RW, dan Ketua RT. Sosialisasi tersebut di laksanakan dengan konsep Talkshow yang diawali dengan membahas permasalahan sampah di Desa Tunjungsari yang diwakilkan dari masing-masing kepala dusun. Tabel 1. Rundown Sosialisasi Manajemen Sampah Waktu Agenda 30 Ae 08. 00 WIB Registrasi Peserta 00 Ae 09. 00 WIB Pembukaan 00 Ae 10. 30 WIB Penyampaian materi dari DLH 30 Ae 11. 00 WIB Follow up masing-masing RW 00 Ae 11. 30 WIB Penutup Dalam sosialisasi, pihak dinas lingkungan hidup menyampaikan bagaimana meminimalisir permasalahan yang terjadi di desa tunjungsari mulai dari cara pengolahan sampah yang tepat seperti pemanfaatan sampah untuk dijadikan bahan kerajinan ataupun dengan program Bank Sampah untuk menjadi masyarakat yang mandiri sampah. Tujuan utama dari program ini sendiri adalah untuk setidaknya membantu menangani dari permasalahan sampah sehingga nanti dengan berjalannya waktu mungkin bisa menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah. Selain itu bank sampah juga bisa untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat dan memiliki nilai jual . Sistem pada program bank sampah adalah memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya dan kemudian disetorkan kepada pengepul, nantinya hasil tersebut akan ditabung dan dapat diambil dalam jangka waktu tertentu sama seperti dengan sistem perbankan, jadi nantinya penyetor akan mendapatkan buku tabungan sama seperti halnya nasabah di perbankan. Pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan lingkungan pada umumnya sudah lama diakui dan disadari sebagai faktor penting yang sangat mempengaruhi kegiatan daur ulang sampah rumah Selanjutnya para masyarakat dilatih untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya masing-masing seperti botol bekas, plastik, kardus, kaca dan sebagainya. Kegiatan Ketiga Kegiatan yang ketiga adalah penyuluhan pendampingan pemanfaatan sampah kepada ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) RW. yaitu dengan memanfaatkan sampah plastik kresek menjadi tanaman hias dan juga dompet. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menguragi dan memanfatkan kantong plastik bekas menjadi barang yang bernilai guna dan memiliki nilai Dimas Canthing | 25 Jurnal Dimas Canthing Volume x No x Tahun 2023 P-ISSN: x-x E-ISSN: x-x Kegiatan Keempat Kegiatan selanjutnya adalah mengumpulkan sampah rumah tangga dari tiap rumah di RW. 02 mulai dari RT. 07 sampai dengan RT. 11, namun masyarakat terlebih dahulu memilah berdasarkan jenisnya masing-masing. Setelah itu sampah itu ditimbang dan dicatat sebagai tabungan nasabah bank Dengan adanya Bank Sampah Dusun Tunjung ini semoga bisa setidaknya mengurangi pembuangan sampah dan pembakaran sampah oleh Setelah semua sampah telah terkumpul selanjutnya ditimbang dan dicatat dibuku tabungan sebelum di angkut oleh pengepul. Kendala yang dihadapi kami adalah masih ada beberapa masyarakat yang enggan untuk memilah sampah secara mandiri dan lebih memilih untuk Hal ini mungkin karena sudah menjadi kebiasaan dari masyarakat itu sendiri. Dengan terealisasinya program ini semoga masyarakat semakin terampil dalam memilah sampah sehingga bisa meminimalisir terjadinya bencana yang ditimbulkan dari sampah dan bisa menggali potensi masyarakat yang ada dalam setiap kegiatan sehingga bisa menghasilkan nilai ekonomi dari pemanfaatan sampah itu sendiri. Dimas Canthing | 26 Jurnal Dimas Canthing Volume x No x Tahun 2023 P-ISSN: x-x E-ISSN: x-x KESIMPULAN Melalui kegiatan pengabdian ini, telah terlaksana berbagai macam kegiatan diantaranya adalah yang pertama kegiatan survey, sosialisasi, pendampingan, dan yang terakhir adalah implementasi dari program bank sampah yang merupakan hasil dari sosialisasi. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sampah. Selain itu masyarakat juga bisa mengolah sampah plastik secara mandiri menjadi kerajinan ataupun hiasan. Dengan adanya kegiatan ini juga menjadikan masyarakat menjadi tahu tentang bagaimana implementasi dari program bank sampah sehingga jika pada tahun 2024 itu di Desa Tunjungsari jadi merealisasikan bank sampah maka sebagian masyarakat sudah tahu bagaimana cara kerja dari bank sampah. REFERENSI