Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENERAPAN ART THERAPY MELUKIS BEBAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN Widya Arisandy1. Kurniawaty2 . Nopianti 3 . Suherwin 4 . Cindy Nonta5 . Arly Febriyanti 6 Program Studi D3 Keperawatan Universitas AoAisyiyah Palembang1,2,3,4,5 Program Studi D3 Keperawatan STIKES HESTI Wira Sriwijaya6 widyaarisandystikesaisyiyah@gmail. kurniawaty@stikes-aisyiyah-palembang. nopiantiratnawati@gmail. Suherwin. djalaludin@gmail. khoirasndrina@gmail. arlyfebrianti@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Penerapan art therapy melukis bebas pasien gangguan halusinasi bentuk terapi psikologis menggunakan proses kreatif melukis. Pasien dapat mengekspresikan emosi, pikiran, dan pengalaman yang sulit diungkapkan secara verbal, sehingga dapat membantu pasien memahami dan mengelola halusinasi. Tujuan: Melakukan penerapan Art Therapy melukis bebas untuk meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif analitik dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian diambil 2 pasien halusinasi di Yayasan Bagus Mandiri Insani Palembang tanggal 02-06 Juni 2024. Hasil: Terdapat perbedaan pasien 1 didapatkan hasil sebelum dilakukan terapi dengan nilai 2 . idak mamp. , setelah dilakukan terapi didapatkan nilai 5 . Pasien 2 sebelum dilakukan terapi didapatkan nilai 2 . idak mamp. , setelah dilakukan terapi didapatkan nilai 5 . Saran: Diharapkan art therapy melukis bebas dapat diterapkan secara mandiri oleh pasien dengan gangguan halusinasipendengaran sehingga pasien dapat mengontrol halusinasi dengan memasukkan ke aktifitas jadwal harian. Kata Kunci: Art Therapy. Melukis Bebas. Halusinasi Pendengaran ABSTRACT Background: The application of free painting art therapy to patients with hallucination disorders is a form of psychological therapy using the creative process of painting. Through creative painting activities, patients can express emotions, thoughts, and experiences that are difficult to express verbally, so that they can help patients understand and manage hallucinations. Objective: To implement free painting art therapy to improve the ability to control hallucinations. Method: This type of research is descriptive analytical in the form of a case study with the approach used is the nursing care approach which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation of the study taken 2 hallucination patients at the Bagus Mandiri Insani Foundation Palembang on June 2-6, 2024. Results: There was a difference in patient 1 obtained results before therapy with a value of 2 . , after therapy obtained a value of 5 . Patient 2 before therapy obtained a value of 2 . , after therapy obtained a value of 5 . Suggestion: It is hoped that free painting art therapy can be applied independently by patients with auditory hallucination disorders so that patients can control hallucinations by including them in their daily schedule activities. Keywords: Art Therapy, free painting, ringing hallucinations | 128 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana Puskesmas Rumah Sakit Kota seorang individu merasakan sehat secara Palembang tahun 2019 terdapat sebanyak fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga 427 orang laki-laki dan 4. 639 perempuan. seorang tersebut menyadari kemampuan Berdasarkan data wawancara yang didapat sendiri mampu menghadapi tantangan dari pihak Yayasan Bagus Mandiri Insani hidup, dapat bekerja secara produktif dan Kota Palembang pasien dengan halusinasi mempunyai sikap yang positif kepada diri tahun 2020 terdapat 80 pasien, pada tahun Kondisi 2021 terdapat 102 pasien, pada tahun 2022 perkembangan seseorang yang tidak sesuai terdapat 146 pasien, dan pada tahun 2023 pada individu disebut gangguan jiwa terdapat 118 pasien, tahun 2024 terdapat (Kemenkes RI, 2. 102 pasien. Menurut WHO (World Health Organizatio. , perasaan seseorang dimana orang tersebut gangguan kesehatan jiwa di seluruh dunia merasakan suatu stimulus yang sebenarnya sudah menjadi masalah yang serius. WHO tidak ada sumber stimulus atau tidak nyata, memperkirakan sekitar 450 juta orang di baik stimulus suara, bayangan, bau-bau, dunia yang mengalami gangguan kesehatan jiwa, 135 juta orang diantaranya mengalami Karakteristik lainnya seperti klien berbicara halusinasi (Widadyasih, 2. sendiri, senyum dan tertawa sendiri. Menurut Riskesdas . pembicaraan kacau dan kadang-kadang tidak masuk akal, tidak dapat membedakan Indonesia terdapat di Bali dan Yogyakarta hal yang nyata dan tidak nyata, menarik diri dengan masing masing 11,1 dan 10,4 per dan menghindar dari orang lain, perasaan 1000 rumah tangga yang mempunyai curiga, takut, gelisah, bingung, dan kontak mata kosong (Zompi et al. , 2. Halusinasi Orang dengan gangguan halusinasi Berdasarkan data di Provinsi Sumatera pendengaran jika tidak segera ditangani Selatan Tahun 2021 kesehatan terdapat akan memberi dampak yang sangat buruk 199 jiwa . ODGJ berat yang bagi dirinya sendiri, orang lain, dan mendapatkan pelayanan. Berdasarkan data lingkungan sekitarnya. keadaan seperti ini dari Dinas Kota Palembang perkembangan pasien dapat mengalami jumlah kunjungan Gangguan Jiwa di diri dan dapat merusak lingkungan (Intan | 129 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Mouliza et al. , 2. Penatalaksanaan rendah yaitu berjumlah 4 . , setelah pasien halusinasi berupa psikofarmakologi, peningkatan dengan jumlah terbanyak 8 keperawatan, dan terapi modalitas. %). Hasil uji tersebut menandakan Norsyehan, 2. Art Therapy. Art Therapy yang diberikan untuk pemberian Art Therpay melukis bebas pasien halusinasi dapat mengetahui latar terhadap perubahan gejala halusinasi pada belakang konsep diri dan percaya diri yang pasien skizofrenia. rendah pada masa anak-anaknya, namun Begitu pula penelitian terdahulu hingga masa dewasa (Anoviyanti, 2. Nanang Khosim Azhari . didapatkan Klien juga diajarkan untuk mengenali hasil studi kasus mengatakan subyek I perasaan yang muncul dari cara klien sebelum diberikan Art Therapy Melukis Bebas pada skor 8, setelah dilakukan art dialaminya dan tindakan yang diambil therapy melukis bebas skor menjadi 10. setelah mengalami perasaan tersebut (Nur subyek II sebelum diberikan art therapy Oktavia Hidayati et al. , 2. melukis bebas pada skor 5, setelah Berdasarkan penelitian Depi Suryani, diberikan intervensi menjadi skor 8. Depi . didapatkan hasil studi kasus menunjukkan adanya perubahan gejala halusinasi setelah diberikan intervensi METODE PENELITIAN Desain mengalami penurunan tanda dan gejala deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk halusinasi dari yang tertinggi 8 . ,14%) mengeksplorasi Asuhan Keperawatan pada menjadi 3 . ,43%). Sedangkan berdasarkan penelitian oleh persepsi sensori halusinasi pendengaran di Agnes Adelia Fekaristi, at al . dimana Yayasan Bagus Mandiri Insani Kota didapatkan hasil, gejala halusinasi pada Palembang Tahun 2024. Pendekatan yang penerapan terbanyak dalam kategori berat keperawatan yang meliputi pengkajian, dengan 10 tanda gejala . %). Setelah diagnosa keperawatan, perencanaan, dan diberikan penerapan hasil terendah dengan kategori ringan sebanyak 3 tanda gejala Penelitian . %). dan tingkat kemampuan melukis dilaksanakan di Yayasan Bagus Mandiri pasien sebelum dilakukan penerapan masih Insani Kota Palembang. Waktu | 130 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 pengambilan data pelaksanaan kegiatan diperoleh langsung dari klien melalui pada tanggal 02-06 Juni 2024. Teknik pertemuan atau percakapan terdiri dari pengumpulan data dilakukan tahap awal wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dalam proses keperawatan dan informasi implementasi tindakan. Sedangkan data yang terkumpul, dengan cara menentukan sekunder adalah data yang didapat oleh suatu lembaga atau instansi. Data yang diperoleh berdasarkan arsip dan catatan tindakan keperawatan untuk mengatasi tertulis dari profil dan laporan Yayasan, masalah- masalah pasien. buku dan internet yang terdiri dari Sumber data yang didapatkan yaitu dokumentasi dan kepustakaan. melalui data primer yang berarti data yang Tabel 1. Standar Operasional Prosedur Art Therapy Melukis Bebas Unsur Pertanyaan Definisi Tujuan Setting Alat No. Prosedur Tindakan Art Therapy adalah sebuah teknik terapi yang menggunakan media seni untuk mengeksplorasi perasaan, mendamaikan konflik emosional, menumbuhkan kesadaran diri, mengelola perilaku, mengembangkan keterampilan sosial, meningkatkan orientasi realitas, mengurangi kecemasan dan meningkatkan harga diri ( Furyanti & Sukaesti, 2018 ). Pasien mampu mengekspresikan perasaan melalui gambar pemandangan, benda mati, bangunan dll. Dengan ketentuan pasien dapat memberi makna gambar seperti tema pemadangan persawahan, pegunungan, pantai, pedesaan, dan tanaman. Pengetahuan tentang definisi skizofrenia, gejala, penyebab. Pasien dapat melakukan aktivitas terjadwal untuk mengurangi tanda gejala halusinasi . Media Terapi penyembuhan untuk permasalahan gangguan kejiwaan dengan melukis ekspresi . Terapis dan pasien duduk bersama . Ruang nyaman dan tenang . Pensil . Peraut . Pena warna . Spidol permanen . Kertas | 131 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Metode Langkah . Kuas . Cat warna . Wadah air . Tissu Metode pelaksanaan dapat dilakukan secara individu atau Persiapan Memilihan pasien yang sesuai dengan indikasi Membuat kontra dengan pasien Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan Orientasi Salam terapeutik . Salam dari terapis kepada pasien . Pasien dan terapis menggunakan papan nama Evaluasi/validasi . Menanyakan perasaan pasien saat ini . Tanyakan apakah kegiatan terapi okupasi aktivitas menggambar sudah dilakukan Kontrak waktu . Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mengurangi terjadi . Menjelaskan aturan main seperti jika pasien ingin meninggalkan kelompok maka harus memintak izin kepada terapis, lama kegiatan 35 menit, setiap pasien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Tahap kerja . Persiapan alat seperti, pensil, spidol, kertas, kuas, cat, kanvas, wadah air, palet, lap. Membagikan kertas, pensil, kuas, cat warna, wadah air, palet, kanvas spidol. Menjelaskan tema lukisan yaitu melukis sesuatu yang disukai atau perasaan saat ini . Setelah selesai melukis terapis meminta klien untuk menjelaskan lukisan apa dan makna lukisan yang telah di . Terapis memberikan pujian kepada klien setelah klien selesai menjelaskan isi lukisannya Terminasi Evaluasi Menanyakan perasaan klien setelah melakukan Tindakan, terapis memberikan pujian pada klien | 132 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Evaluasi Dokumentasi . Rencana Tindakan lanjut: terapis menuliskan kegiatan melukis pada Tindakan harian klien . Kontrak yang akan datang . Menyepakati Tindakan terapi melukis yang akan datang . Menyepakati waktu dan tempat Berpamitan dan mengucapkan salam Evaluasi dilakukan saat proses Art therapy melukis bebas berlangsung khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan pasien sesuai dengan tujuan Art Therapy melukis, kemampuan yang diharapkan adalah mampu mengekspresikan perasaan melalui lukisan, memberi makna lukisan, dan mengurangi halusinasi pendengaran, terdiri dari: mengekspresikan perasaan melalui lukisan, memberi makna lukisan, mengurang halusinasi. Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki pada catatan proses keperawatan tiap pasien. Contoh pasien mengikuti. Art Therapy melukis bebas. Pasien mampu mengekspresikan perasaan memberi makna lukisan, dan mengurangi halusinasi pendengaran. HASIL PENELITIAN Kasus 1 melaksanakan kegiatan ibadah. Dilihat dari Penelitian ini dimulai dari proses pengkajian pada pasien I, usia 41 tahun dilakukan pada tanggal 02 Juni 2024. Pasien beragama Islam. Pasien mengatakan Insani karena di rumah pasien bertengkar dengan adik kandungnya. Pasien pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya, sering mendengar bisikan-bisikan orang marah-marah di malam hari, pasien tidak mengalami gangguan jiwa. Dilihat dari konsep diri pasien memiliki masalah keperawatan yakni mengalami gangguan keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran dan resiko perilaku Pasien tidak memiliki masalah pada tanggal 29 September 2023 diantar oleh keluarga ke Yayasan Bagus Mandiri Diagnosa Terapi yang diberikan pada kasus ini ialah dengan cara menerapkan art therapy melukis bebas untuk meningkatkan halusinasi pendengaran pasien tersebut dapat teratasi. Selama 5 hari dimana pada halusinasi pendengaran dan kegiatan selalu | 133 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 mengontrol halusinasi pendengaran pasien . , pada hari keempat penilaian 1 dengan hasil nilai 2 . idak mamp. , lalu pada hari kedua penilaian kemampuan pendengaran dengan nilai 5 . , dan mengontrol halusinasi pendengaran pasien pada hari kelima penilaian kemampuan 1 didapatkan nilai 3 . , pada hari mengontrol halusinasi pendengaran dengan ketiga penilaian kemampuan mengontrol nilai 5 . angat mamp. halusinasi pendengaran dengan nilai 4 Tabel 2. Kemampuan Mengontrol Halusinasi Pendengaran Sesudah Pemberian Art Therapy Melukis Pada Pasien 1 (Ny. No. Pertanyaan Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Iya Tidak Iya Tidak Iya Tidak Iya Tidak Iya Tidak Mampu Oo Oo Oo Oo Oo Mampu Oo Oo Oo Oo Oo alat dan bahan. Mampu Oo Oo Oo Oo Oo cara melukis Mampu menjelaskan isi Oo Oo Oo Oo Oo Melukis sampai Oo Oo Oo Oo Oo Mampu Oo Oo Oo Oo setelah melukis Dari tabel 2 diatas dapat dilihat hasil pada pikiran saat muncul. Pada hari kedua pasien hari pertama pasien mampu menyampaikan masih tidak mampu menjelaskan manfaat perasaannya setelah melukis dan yang tidak mampu menyebutkan cara melukis. Tidak perasaannya setelah melukis. Pada hari ketiga pasien mulai mampu menyebutkan halusinasi, dan tidak mampu semua cara melukis hanya belum terlalu | 134 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 bisa menjelaskan manfaat melukis. Pada Diagnosa medis pasien adalah hari ke 4 dan 5 pasien mampu menjelaskan Kasus 2 Penelitian ini dimulai dari proses Terapi yang diberikan pada pengkajian pada pasien 2, 28 tahun dilakukan pada tanggal 02 Juni 2024. kelamin laki-laki, asal Kota Palembang, status pasien belum menikah, pasien dirawat pada tanggal 17 Juli 2018. Pasien kasus ini ialah dengan cara menerapkan art therapy melukis bebas untuk meningkatkan halusinasi pendengaran pasien tersebut dapat teratasi selama 5 hari dimana pada mendengar bisikan yang membuat pasien sering marah dan berhalusinasi, pasien mengatakan bahwa saat dirumah sering mendengar suara orang tertawa didekat pada tanggal 17 Juli 2018 pasien dibawa ke Yayasan Bagus Mandiri Insani oleh keluarganya. Dilihat dari konsep diri pasien merasa gagal menjadi anak sehingga masalah keperawatan yang muncul harga diri rendah. dilihat dari persepsi pasien memiliki masalah keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. mengontrol halusinasi pendengaran pasien 1 dengan hasil nilai 2 . idak mamp. , lalu pada hari kedua penilaian kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pasien 1 didapatkan nilai 3 . , pada hari ketiga penilaian kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran dengan nilai 4 . , pada hari keempat penilaian pendengaran dengan nilai 5 . , dan pada hari kelima penilaian kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran dengan nilai 5 . angat mamp. Pasien tidak memiliki masalah ekonomi. Tabel 3. Kemampuan Mengontrol Halusinasi Pendengaran Sesudah Pemberian Art Therapy Melukis Pada Pasien 2 (Tn. Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 No. Pertanyaan Iya Tidak Iya Tidak Iya Tidak Iya Tidak Iya Tidak Mampu Oo Oo Oo Oo Oo Mampu Oo Oo Oo Oo Oo alat dan bahan. | 135 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Mampu cara melukis Mampu menjelaskan isi Melukis sampai Mampu setelah melukis Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Dari tabel 2 diatas dapat dilihat hasil pada keperawatan halusinasi dengan masalah halusinasi pendengaran dengan keluhan menyebutkan semua pertanyaan masih pasien sering melamun dan tidak fokus termenung dengan halusinasinya, tidak dalam mengerjakan pekerjaan. Pasien juga mampu menyampaikan perasaannya setelah sering mendengar bisikan orang marah- melukis dan tidak mampu menyelesaikan marah dekat telinga. Sedangkan pada melukis, tidak mampu menjelaskan manfaat pasien 2 berusia 28 tahun berjenis kelamin melukis, pada hari kedua pasien masih laki-laki halusinasi dengan keluhan pasien sering melukis terhadap halusinasi, tidak mampu mendengar suara orang tertawa. menjelaskan isi lukisan, tidak mampu Pengkajian keperawatan jiwa adalah menyampaikan perasaanya setelah melukis proses pengumpulan data dengan cara dan tidak mampu menjelaskan manfaat lukisan, pada hari ketiga pasien mulai untuk menentukan status Kesehatan orang mampu menyelesaikan lukisan, mampu dokumentasi pengkajian harus disediakan menyampaikan perasaan setelah dilakukan berdasarkan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan serta memperhatikan pedoman Format aspek desain format dokumentasi yang PEMBAHASAN meliputi aspek fisik, aspek anatomi, dan Pengkajian Keperawatan aspek isi (Adityas dan Putra, 2. Pada pasien 1 berusia 41 tahun jenis Berdasarkan dilakukan Vega, et, al . Tanda dan | 136 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 halusinasi antara lain bicara atau tertawa yang mengurangi respon aktual atau potensial klien terhdap masalah Kesehatan memalingkan muka kearah telinga seperti yang dilakukan oleh perawat yang memiliki ijin dan kompeten untuk mengatasinya. marah-marah Peneliti berasumsi bahwa pasien 1 ketakutan pada sesuatu yang tidak jelas, dan pasien 2 memiliki kesamaan, yaitu mencium sesuatu seperti sedang membaui sering mendengar bisikan-bisikan di dekat bau-bauan tertentu, menutup hidung, sering telinga saat sedang sendiri dan malam hari meludah, muntah, dan menggaruk-garuk dan diagnosa keperawatan yang sama yaitu permukaan kulit. halusinasi pendengaran. Diagnosa yang menunjuk-nunjuk Peneliti berasumsi bahwa dengan diangkat sudah sesuai dengan hasil yang gejala yang di dapatkan pada pasien 1 dan pasien 2 terdapat kesamaan yaitu sering subjektif maupun objektif dan sesuai dengan perumusan diagnosa. bisikan-bisikan, masalah yang sama yaitu gangguan persepsi Intervensi keperawatan sensori halusinasi pendengaran sehingga Pada untuk mengurangi gejala tersebut dilakukan perencanaan, peneliti menyusun intervensi penerapan therapy non farmakologi dengan yang sesuai dengan diagnosa keperawatan art therapy melukis agar kedua pasien dapat yang ditemukan pada pasien 1 dan pasien 2 melatih kefokusan dalam berfikir dan yaitu halusinasi pendengaran. Perencanaan mengontrol halusinasinya. yang dibuat penulis pada pasien 1 dan Diagnosa keperawatan pasien 2 berdasarkan 3 komponen yaitu Berdasarkan observasi, teraupetik, dan edukasi. pengkajian pada pasien 1 dan pasien 2 Intervensi keperawatan adalah segala ditemukan masalah keperawatan yang sama treatmen yang dikerjakan oleh perawat yaitu halusinasi pendengaran menurut didasarkan pada pengetahuan dan penilaian Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia. klinis untuk mencapai luaran (Outcom. Diagnosa keperawatan jiwa adalah yang diharapkan. Sedangkan tindakan dasar pengambilan keputusan perawat keperawatan adalah perilaku atau tindakan dalam memilih intervensi untuk pasien jiwa yang spesifik yang dikerjakan oleh perawat (Sari dan Susmiatin, 2. Menurut peneliti Annang Kurniawan . diagnosa keperawatan pernyataan keperawatan setelah di dapatkan diagnosa | 137 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 sensori yang ditandai dengan mendengar direncanakan dalam asuhan keperawatan bisikan-bisikan (PPNI, 2. Tindakan keperawatan mencakup tindakan Berdasarkan independen . ecara mandir. dan juga dilakukan oleh Novianti Saptarani, dkk, kolaborasi antar tim medis (Omelliany, . Setelah Menurut penelitian terdahulu oleh Eli mengalami penurunan gejala halusinasi. Furyanti, at al . , art theraphy melukis Hal ini menunjukkan bahwa ada perubahan bebas untuk kemampuan pasien mengontrol dalam aktivitas melukis untuk mengontrol halusinasi dan terapi seni lukisan efektif halusinasi penerapan Art Therapy melukis bebas untuk meningkatkan kemampuan pasien mengontrol halusinasi pendengaran. penelitian dari MuAoizzul Hidayat, at al Berdasarkan Sedangkan . dimana didapatkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan terapi selama 5 kali kunjungan diharapkan pada menggambar terbukti dapat menurunkan tanda gejala halusinasi. Hasil observasi halusinasi setelah dilakukan art therapy sebelum dilakukan terapi terdapat 8 tanda melukis, dan dapat menerapkan art therapy melukis untuk mengisi aktivitas yang menggambar terdapat penurunan tanda kosong dengan memasukkan aktivitas gejala pada hari pertama dan kedua. Hari harian secara terjadwal agar menghindari munculnya halusinasi kembali. menggambar sudah tidak terdapat tanda Implementasi Keperawatan gejala halusinasi. Implementasi hasil dari diagnosa Setelah Berdasarkan asumsi peneliti bahwa gangguan persepsi sensori pada pasien halusinasi pendengaran di Yayasan Bagus Mandiri Insani telah diterapkan art therapy perbedaan antara pasien 1 dan pasien 2 melukis bebas oleh peneliti pada dua pasien yaitu pasien 1 lebih mampu dalam Art Therapy kerapian dalam melukis jika dibandingkan dengan pasien 2 yang masih belum mampu Implementasi atau tahap pelaksanaan sensori halusinasi pendengaran. dalam melakukan Art Therapy melukis, hal ini dikarenakan di pengaruhi oleh skill dan | 138 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 kemampuan dari individu masing-masing suara bisikan, pasien mengatakan suara dalam melukis dan kefokusan dalam melakukan kegiatan. Diagnosa Evaluasi Keperawatan Intervensi Hasil evaluasi yang didapatkan pada Keperawatan melakukan strategi pelaksanaan tindakan pasien 1 dan 2 dengan masalah gangguan keperawatan halusinasi persepsi sensori terdapat perubahan yang yaitu melatih cara menghardik, bercakap Ae signifikan setelah dilakukan tindakan art cakap, melakukan kegiatan salah satunya therapy melukis pada pasien 1 dan pasien 2 kegiatan Art Therapy, minum obat secara Implementasi dilakukan selama 7 mendengar bisikan-bisikan. Pada pasien 1 hari dan di dapatkan hasil sudah tidak mendengar mengontrol halusinasinya. bisikan-bisikan orang marah lagi pada saat Berdasarkan data di atas peneliti malam hari dan pada pasien 2 sudah tidak adalah keluhan lagi berupa bisikan-bisikan tindakan keperawatan pada pasien 1 dan orang tertawa. pasien 2 telah di dapatkan hasil terdapat Evaluasi merupakan perkembangan perubahan yang signifikan pada kedua kesehatan pasien dapat dilihat dari hasil pasien hal ini dipengaruhi oleh art therapy pengkajian Pasien yang tujuannya adalah melukis ini dapat membantu mempercepat memberikan umpan balik terhadap asuhan penyembuhan, mengurangi kecemasan, dan (Omelliany, 2. Terapi Karena menggambar/melukis memiliki pengaruh keperawatan pada asuhan keperawatan terhadap penelitian yang dilakukan oleh gangguan persepsi sensori dapat efektif Candra, dkk . yang menunjukkan ada mengatasi halusinasi, jika dilakukan secara fokus serta konsisten dimasukan kedalam aktivitas harian secara terjadwal, sehingga penurunan gejala halusinasi pada pasien dapat mengurangi aktivitas yang bisa Menurut pasien dapat mengontrol halusinasi nya. Toparoa. didapatkan keluhan pasien terlihat gelisah, sering mondar Ae mandir, pasien mengatakan mendengar | 139 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 KESIMPULAN Pengkajian Implementasi gangguan halusinasi pendengaran pada pasien 1 yaitu Ny. F pada tanggal 02 Juni satu tindakan yaitu Art Therapy Melukis. 2024 Pukul 10. 00 WIB dengan keluhan Evaluasi keperawatan setelah di lakukan pasien sering melamun dan tidak fokus penerapan Art therapy melukis pada dalam mengerjakan pekerjaan. Pasien pasien 1 (Ny. F) selama 5 hari didapatkan juga sering mendengar bisikan orang marah- marah dekat telinga. Sedangkan manfaat melukis pada halusinasi dan pasien 2 Tn. R dengan keluhan pasien mampu menyebutkan cara melukis, mengatakan sering mendengar suara sedangkan pada pasien 2 (Tn. R) mampu orang tertawa di dekat telinga. menjelaskan manfaat melukis pada Diagnosa keperawatan berdasarkan data hasil pengkajian pasien 1 dan 2 ditemukan masalah keperawatan yang SARAN Intervensi Diharapkan art therapy melukis intervensi atau perencanaan, peneliti menyusun intervensi yang sesuai dengan diagnosa keperawatan yang ditemukan pada pasien 1 dan 2 yaitu gangguan halusinasi pendengaran. Perencanaan bebas dapat diterapkan secara mandiri oleh memasukkan penerapan terapi ini ke aktifitas harian terjadwal pasien. DAFTAR PUSTAKA