JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 14. No. Tahun 2026 https://doi. org/10. 21067/jrma. Pengaruh Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial dan Profitabilitas terhadap Harga Saham dengan Ukuran Perusahaan sebagai Moderasi Fahmi Rumansyaha1*. Ai Hendrania2 Universitas Esa Unggul. Indonesia 1fahmirumansyah@gmail. *Fahmi Rumansyah1 Received: 26 Februari 2026. Revised: 9 Maret 2026. Accepted: 25 Maret 2026 Abstrak Penelitian ini termasuk kuantitatif kausalitas untuk menganalisis sebab akibat pengungkapan tanggung jawab sosial dan profitabilitas terhadap harga saham, dengan membawa peran ukuran perusahaan menjadi Penelitian dengan data sekunder yang didapat dari laporan tahunan perusahaan sektor energi selama empat tahun, yaitu tahun 2021 hingga 2024, diperoleh lewat situs Bursa Efek Indonesia. Penggunaan sampel melalui metode purposive sampling untuk mencari sesuai kriteria khusus untuk mengeliminasi perusahaan yang tidak memenuhi penelitian sehingga menghasilkan 41 sampel perusahaan. Metode penelitian memakai regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Secara simultan harga saham terpengaruh oleh variabel independen. Secara parsial, pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan tidak berpengaruh atas harga saham, untuk profitabilitas berpengaruh mengenai harga saham. Peran ukuran perusahaan tidak memoderasi pengaruh CSR terhadap harga saham, dan ukuran perusahaan juga belum mampu memperkuat hubungan antara pengungkapan tanggung jawab sosial dan profitabilitas mengenai harga saham. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor sektor energi masih lebih memprioritaskan kinerja keuangan dibandingkan non keuangan dalam pengambilan keputusan investasi. Kata kunci - pengungkapan tanggung jawab sosial. ukuran perusahaan. harga saham Abstract This study is a causal quantitative research aimed at analyzing the causal relationship between corporate social responsibility disclosure and profitability on stock prices, with firm size as a moderating variable. The study uses secondary data obtained from the annual reports of energy sector companies over a four-year period, from 2021 to 2024, collected through the Indonesia Stock Exchange website. The sample was selected using purposive sampling based on specific criteria to eliminate companies that did not meet the research requirements, resulting in 41 sample companies. The research method employed multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA). Simultaneously, stock prices are influenced by the independent variables. Partially, corporate social responsibility disclosure does not affect stock prices, while profitability has a significant effect on stock Firm size does not moderate the relationship between CSR and stock prices, and firm size is also unable to strengthen the relationship between CSR and profitability on stock prices. These findings indicate that investors in the energy sector tend to prioritize financial performance over non-financial performance when making investment decisions. Keywords - Corporate social responsibility disclosure. firm size. stock price How to Cite : Rumansyah. , & Hendrani. Pengaruh Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial dan Profitabilitas terhadap Harga Saham dengan Ukuran Perusahaan sebagai Moderasi . Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 14. , 73Ae85. https://doi. org/10. 21067/jrma. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 73 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Rumasyah. Hendrani PENDAHULUAN Investasi saham seringkali dipilih investor, berinvestasi saham akan memberikan peluang keuntungan tinggi bagi investor, namun tingkat risiko juga tinggi, sehingga diperlukan informasi yang benar dan relevan sebagai bentuk gambaran mengenai kinerja perusahaan untuk mengukur harga saham (Yuliana & Maharani, 2. Investor tidak melakukan investasi tanpa pertimbangan, karena saham memiliki sifat fluktuatif yang artinya harga saham tidak menetap dan dapat berubah kapan saja. Perubahan harga saham dapat terpengaruh dari sejumlah informasi mengenai perusahaan yang dapat merubah keputusan investor, sehingga memicu kenaikan atau penurunan harga saham, informasi ini biasanya mengenai kondisi perusahaan, perekonomian negara atau regulasi pemerintah (Yogaswara & Sari, 2. Harga saham menjadi sangat penting untuk diteliti, karena tidak hanya berfungsi menjadi indikator utama kinerja dan nilai perusahaan, tetapi sebagai bentuk loyalitas investor mengenai prospek usaha periode mendatang (Novianti & Oktapiani, 2. Pemahaman yang mendalam terhadap aspek yang bisa merubah harga saham sangat dibutuhkan agar entitas bisnis dapat menjaga stabilitas nilai pasarnya dan investor mampu membuat keputusan investasi yang lebih rasional dan tepat sasaran (Sudewi et al. , 2. Sektor energi periode 2021-2024 isu yang dapat memengaruhi keputusan investor, sehingga berdampak terhadap fluktuasi harga saham di perusahaan sektor energi. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) terlihat selama 4 tahun terakhir dari 2021 sampai 2024 mengalami fluktuasi, pada tahun 2022 ADRO mencatat nilai terendah di Februari dengan harga penutupan 2. 170, lalu kembali naik pada Oktober 2022 dengan harga penutupan 4. Pada tahun 2024, hari Jumat 29 November menjadi turun sebesar 24,8% pindah posisi 2. 760 (Amani, 2. Dikutip dari Yahoo Finance, . PT Medco Energi Internasional (MEDC) tahun 2023 sampai berlanjut ke tahun 2024, banyak dikritik mengenai isu lingkungan. Setelah PT. MEDC menerbitkan laporan keuangan dan keberlanjutan di tahun 2024, terlihat harga saham penutupan PT MEDC mengalami penurunan pada September 2023 di 1. 630 menjadi turun pada April 2024 dengan harga 1. 050, setelah perilisan laporan keuangan dan keberlanjutan. Fluktuasi harga saham di perusahaan sektor energi membuat khawatir investor mengenai pengambilan keputusan, sehingga menyebabkan tingkat kepercayaan dan daya tarik investor menjadi turun. Inilah yang melatarbelakangi pemilihan sektor energi, karena perusahaanya berhubungan langsung dengan lingkungan. Seiring berkembangnya zaman, teknologi, dan mulainya sadar terhadap keberlanjutan, perusahaan juga mulai mempertimbangkan kewajiban sosial yang timbul dari operasionalnya. Situasi ini mendorong munculnya konsep pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), menjadi bentuk kewajiban entitas bisnis mengenai imbas lingkungan sekitar yang diciptakan dari tindakan usahanya (Sulaeman et al. , 2. Jika perusahaan tidak peduli mengenai kewajiban sosial dan lingkungan, akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan sosial yang merugikan semua dan menimbulkan kesenjangan antara perusahaan dan masyarakat yang bisa memengaruhi fluktuasi harga saham (Prasetyo & Nani, 2. Pengungkapan tanggung jawab sosial bisa dijadikan patokan guna memberikan prosedur kepada perusahaan untuk menerapkan dan menyatukan bisnis mereka ke dalam semua isu sosial dan lingkungan pada pemangku kepentingan (Ardian & Wahyudi, 2. Profitabilitas yang dihitung menunjukkan seberapa besar potensi perusahaan dalam mengolah modal investor yang ditanamkan, serta diharapkan terampil dalam menghasilkan keuntungan tinggi sesuai kualitas aset dan modal yang dimiliki perusahaan (Ardian & Wahyudi, 2. Dengan adanya laba yang tinggi, maka pembagian dividen juga akan besar, sehingga bisa memberikan sinyal baik untuk investor yang berdampak kepada fluktuasi harga saham (Novianti & Oktapiani, 2. Profitabilitas menjadi faktor berharga bagi keberlanjutan operasional perusahaan, tidak ada keuntungan perusahaan bisa mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas operasional, menarik minat investor, dan menerapkan tanggung jawab sosial perusahaan (Kurnia & Akbar, 2. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 74 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Rumasyah. Hendrani Ukuran perusahaan dilihat dari jumlah aktiva, total penjualan, laba, hingga banyaknya karyawan (Bungsu et al. , 2. Perusahaan yang memiliki aset tinggi, akan menguasai kontrol yang bagus terhadap situasi pasar, maka perusahaan sanggup menghadapi persaingan ekonomi dan operasional perusahaan (Kurnia & Akbar, 2. Ukuran perusahaan berguna untuk penggolongan besar atau kecilnya sebuah entitas bisnis. Ukuran perusahaan bisa memengaruhi besarnya pemaparan keterangan laporan keuangan perusahaan, seperti informasi tanggung jawab perusahaan terhadap sosial, guna dijadikan pengukuran untuk pengambilan keputusan investor dalam berinvestasi di saham (Bungsu et al. , 2. Spence . menyatakan teori pensinyalan, seperti apa proses perusahaan dapat menyampaikan sinyal kepada pemangku kepentingan. Perusahaan menjadi pihak pusat informasi mengenai keadaan perusahaanya, perusahaan akan mengirim informasi perusahaan kepada pihak luar dengan tujuan untuk menarik sinyal (Widiantoro & Khoiriawati, 2. Pada saat informasi perusahaan ini dikeluarkan ke pasar dengan tujuan untuk memberikan sinyal kepada pihak luar, maka pihak luar akan mendapatkan sinyal dari informasi yang dikeluarkan, informasi ini bisa menjadi berita baik atau menjadi berita buruk (Hermanto & Tjahjandi, 2. Dengan sinyal informasi yang positif dari perusahaan, ini akan direspons baik oleh pihak luar, untuk membuat keputusan dalam menanamkan modalnya (Kurnia & Akbar, 2. Teori ini mendorong bagaimana perusahaan melakukan pemberian informasi terkait kondisi perusahaan untuk pihak luar, sehingga pihak luar akan merespon sinyal tersebut dengan baik jika informasi yang diberikan baik, begitupun sebaliknya (Prasetyo & Nani, 2. Ini akan menjadikan gambaran dalam menentukan keputusan untuk investasi, sehingga bisa menjadi penyebab naik turunnya nilai jual saham di pasar modal (Hatuwe & Hamidah, 2. Penelitian terdahulu dalam artikel rujukan menunjukkan bahwa kegiatan CSR yang responsif memperoleh kinerja pasar saham yang positif (Kumar et al. , 2. , sedangkan penelitian Bungsu et al . menunjukkan CSR tidak ada pengaruh kepada harga saham. Penelitian oleh Novianti & Oktapiani . menunjukan pengaruh profitabilitas kepada perubahan harga saham, sedangkan hasil Laili & Mukhibad . menunjukan bahwa profitabilitas tidak ada pengaruh kepada kenaikan harga saham. Hasil yang dijalankan Sauwamah et al . memperoleh hasil jika peran moderasi dari ukuran perusahaan belum mampu memperkuat hubungan profitabilitas mengenai harga saham, berbeda hasil dengan Kumaralita et al . memperoleh hasil adanya pengaruh kepada harga saham dari profitabilitas yang diperkuat dengan ukuran perusahaan. Berbeda dari artikel rujukan, penelitian yang dijalankan menambah profitabilitas menjadi variabel independen dan menambahkan peran moderasi dari ukuran perusahaan, selain itu berbeda dalam objek penelitian, memakai perusahaan yang ada di BEI terutama sektor energi dengan periode Dari uraian dapat diangkat penelitian ini mempunyai tujuan untuk memberikan hasil pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial dan profitabilitas kepada harga saham dengan peran ukuran perusahaan menjadi moderasi pada perusahaan yang terdaftar di BEI terutama sektor energi periode 2021-2024. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dalam menilai dan pengambilan keputusan investasi saham pada perusahaan sektor energi. Hipotesis Pengaruh Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Terhadap Harga Saham Pelaksanaan CSR dapat menggambarkan sifat peduli perusahaan mengenai dampak sosial dan lingkungan, sehingga bisa menjadi sinyal baik bagi pihak luar (Wicaksana et al. , 2. Jika pengungkapan tanggung jawab sosial dijalankan dengan baik akan meningkatkan citra positif di mata investor sehingga berpengaruh terhadap kenaikan harga saham. Harga saham merupakan nilai yang harus dibayar bagi calon pemilik guna mendapatkan kepemilikan atas perusahaan (Munandar et al. Pengungkapan tanggung jawab sosial diyakini dapat memengaruhi harga saham. Jika program CSR dijalankan konsisten, akan mampu memberikan respons yang sehat yang bisa dilihat dari perubahan harga saham (Afiatin et al. , 2. Penelitian yang dijalankan Hatuwe & Hamidah . CSR berpengaruh kepada harga saham, hasil yang sama dengan Saifudin & Nurhadi . CSR juga Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 75 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Rumasyah. Hendrani berpengaruh, sama halnya hasil penelitian Silmi & Sari . secara simultan CSR berpengaruh kepada kenaikan harga saham. Penjelasan di atas, maka hipotesis awal. H1: Pengungkapan tanggung jawab sosial berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan sektor energi. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham Perusahaan dengan tingkat profitabilitas baik akan mendapatkan perhatian dari investor dan pihak luar, dengan tingginya profitabilitas akan menunjukan kondisi perusahaan mampu dalam memperoleh laba tinggi dari operasionalnya (Suhendar, 2. Tingginya profitabilitas akan membuat perusahaan lebih mampu dalam mengarahkan aset yang dimiliki untuk meraih keuntungan yang lebih besar, selain itu sebagian dari laba tersebut akan diberikan kepada investor sebagai dividen (Suleiman & Permatasari, 2. Dalam teori sinyal, jika perusahaan mendapatkan keuntungan itu menjadi sinyal positif untuk perusahaan, menjadikan investor lebih tertarik untuk membeli saham, dan otomatis nilai jual saham akan naik (Novianti & Oktapiani, 2. Dukungan empiris ditemukan dalam hasil penelitian terdahulu, seperti Hertina et al . mengemukakan adanya pengaruh positif kepada harga saham dari profitabilitas, serta oleh Mulatsih & Dewi . yang mendapatkan hubungan positif mengenai profitabilitas dan kenaikan harga saham. Penelitian yang dijalankan oleh Muhidin & Situngkir . menunjukan hasil profitabilitas berpengaruh kepada harga saham. Sebab karena uraian tersebut, hipotesis berikutnya yang diteliti adalah. H2: Profitabilitas berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan sektor energi. Pengaruh Ukuran Perusahaan Memperkuat Pengaruh Antara Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Dengan Harga Saham Ukuran perusahaan merupakan klasifikasi ukuran yang digunakan investor dalam mempertimbangkan pengambilan keputusan investasi. Besarnya ukuran perusahaan, dilihat dari total aset, maka perusahaan tersebut dianggap mempunyai kestabilan yang lebih tinggi secara finansial, sehingga memiliki peluang yang baik untuk memberikan keuntungan kepada pemegang saham (Kurnia & Akbar, 2. Perusahaan dengan ukuran besar memperoleh akses lebih mudah dan mampu menjalankan program pengungkapan tanggung jawab sosial (Rasyid et al. , 2. Penelitian yang sudah dijalankan Handayati et al . dan Aprilia & Yanti . memperlihatkan jika ukuran perusahaan mampu memoderasi pengungkapan CSR kepada nilai perusahaan yang diukur menggunakan harga Uraian tersebut maka hipotesis ketiga yang diteliti. H3: Ukuran perusahaan memperkuat pengaruh antara pengungkapan tanggung jawab sosial dengan harga saham. Pengaruh Ukuran Perusahaan Memperkuat Pengaruh Antara Profitabilitas Dengan Harga Saham Ukuran perusahaan memperkuat hubungan mengenai profitabilitas dengan harga saham, karena ukuran perusahaan menggambarkan mengenai kondisi kekayaan dan stabilitas keuangan perusahaan (Arianti & Handayani, 2. Ukuran perusahaan dengan ukuran besar akan memberikan perhatian lebih bagi investor kepada perusahaan tersebut (Sakinah & Hendrani, 2. Perusahaan menghasilkan keuntungan dari aset yang dimilikinya, investor mengandalkan profitabilitas untuk pengambilan keputusan dalam berinvestasi, karena perusahaan lebih mampu memberikan keuntungan besar kepada pemegang saham, sehingga menaikkan minat investasi dan mampu menaikkan harga saham (Sauwamah et al. , 2. Dukungan empiris dari hasil penelitian Wulansari . ukuran perusahaan mampu memperkuat profitabilitas kepada harga saham, sama dengan hasil Kumaralita et al . peran ukuran perusahaan sebagai moderasi mampu memengaruhi profitabilitas dengan harga saham, dan didukung juga oleh hasil Sudewi et al . yang memperoleh hasil ukuran perusahaan memperkuat hubungan profitabilitas dengan harga saham. Maka hipotesis keempat yaitu. H4 : Ukuran perusahaan memperkuat pengaruh antara profitabilitas dengan harga saham. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 76 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Rumasyah. Hendrani METODE Penelitian ini termasuk dalam kategori kuantitatif kausalitas untuk menganalisis sebab akibat mengenai pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial dan profitabilitas terhadap harga saham dengan ukuran perusahaan sebagai pemoderasi. Penelitian dengan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan dan laporan keberlanjutan perusahaan melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia . dan juga situs resmi dari para emiten. Fokus penelitian diarahkan pada perusahaan sektor energi dengan populasi awal 90 perusahaan. Pengambilan sampel yang dipakai yaitu purposive sampling, dengan ketentuan sampel berdasarkan kriteria khusus yang relevan kepada tujuan penelitian (Saragih & Said, 2. Dengan kriteria yaitu perusahaan-perusahaan sektor energi yang melaporkan laporan keuangan dan laporan keberlanjutan mulai kurun waktu 2021 hingga 2024 dan mempunyai profitabilitas yang positif. Sehingga menghasilkan 164 data yang diperoleh dari 41 perusahaan dengan periode 4 tahun. Tabel 1. Pengukuran Variabel Variabel Indikator Dependen Stock Price Independen Corporate Social Responsibility Independen Return on Assets Moderasi Firm Size Sumber: Olah data tahun 2026 Operasionalisasi Harga saham penutupan setelah 1 bulan terbit laporan keuangan. Merujuk GRI 2021, item yang diungkapkan dibagi dengan jumlah item GRI. Laba bersih dibagi total aset Logaritma natural total aset Penelitian Sebelumnya Widiantoro & Khoiriawati . Jihadi et al . Agustin et al . Bungsu et al . Teknik Analisis Penelitian ini menerapkan pendekatan analisis regresi linier berganda. Adapun untuk mengukur peran ukuran perusahaan sebagai moderasi dalam pengujian ini, digunakan metode Moderated Regression Analysis (MRA). Untuk meningkatkan keakuratan hasil, analisa data memanfaatkan software statistik Stata. Dalam memilih model regresi yang tepat, penelitian ini mempertimbangkan tiga jenis model utama, yaitu Ordinary Least Square (OLS), model Fixed Effect (FE), dan model Random Effect Model (RE). Penentuan model harus diuji berdasarkan hasil uji Hausman, uji Chow dan uji Lagrange Multiplier (LM). Setelah penentuan model, pengujian dilakukan dengan asumsi klasik seperti uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji simultan . ji F), uji parsial . ji T), dan uji koefisien determinasi (R . Model persamaan yang dipakai. ycycyeOyei = yuya yuya ycycycyeOyei yuya ycycycyeOyei yuyc . cycyc O ycycyeAy. yeOyei yuye . cycyc O ycycyeAy. yeOyei yuyeOyei PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Statistik Deskriptif Berdasarkan hasil pengolahan data sebanyak 164 yang didapat dari 41 sampel perusahaan selama periode empat tahun pengamatan. Memakai metode purvosipe sampling, sehingga memperoleh sampel perusahaan yang sesuai dengan kriteria penelitian yang dianalisis lebih lanjut. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 77 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Rumasyah. Hendrani Tabel 2. Statistik Deskriptif Variabel Descriptive Statistics Obs Mean Std. Dev. Harga Saham (Y) Corporate Social Responsibility (X. Profitabilitas (X. Ukuran Perusahaan (Z) Sumber: olah data STATA 18 . Min Max Variabel harga saham memiliki nilai mean sebesar 6,90299. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa secara umum harga saham perusahaan sampel selama periode pengamatan berada pada tingkat menengah, yang mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil namun tetap menunjukkan adanya perbedaan kinerja antar perusahaan. Nilai minimal harga saham tercatat sebesar 3,912023, yang ditemukan pada perusahaan Pelayaran Nasional Bina Buana Tbk periode 2021, sedangkan nilai tertinggi mencapai 12,26434, pada perusahaan Dian Swastatika Sentosa Tbk periode Standar deviasi yang relatif besar, yaitu 1,628893, menunjukkan bahwa harga saham setiap perusahaan dalam sampel penelitian mempunyai variasi yang cukup tinggi selama periode Variabel pengungkapan tanggung jawab sosial (CSR) menunjukkan nilai mean sebesar 0,5485 atau 54,85%. Nilai rata-rata ini mengindikasikan bahwa perusahaan sampel, secara umum, telah mengungkapkan lebih dari separuh item pengungkapan CSR yang ditetapkan, namun tingkat pengungkapan tersebut masih belum optimal. Nilai pengungkapan CSR terendah sebesar 17,09% ditemukan pada perusahaan Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk pada periode 2022, sementara nilai tertinggi sebesar 100% terdapat pada perusahaan Indo Tambangraya Megah Tbk periode 2023 dan Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial antar perusahaan masih belum merata. Variabel profitabilitas yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA) memiliki nilai mean sebesar 14,16%. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa secara umum perusahaan sampel memiliki kemampuan yang baik dalam menghasilkan laba dari total aset yang dimiliki. Hal ini sejalan dengan parameter pada tinjauan pustaka yang menyatakan bahwa ROA dikategorikan baik apabila berada di atas 5,98%, sehingga nilai rata-rata ROA dalam penelitian ini telah melampaui batas tersebut. Nilai minimal ROA sebesar 0,24% terdapat pada perusahaan Dwi Guna Laksana Tbk pada tahun 2022, sedangkan nilai tertinggi sebesar 61,63% dicapai oleh perusahaan Golden Energy Mines Tbk pada Standar deviasi yang mendekati nilai rata-ratanya menunjukkan adanya perbedaan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba selama periode pengamatan. Variabel ukuran perusahaan (SIZE) memiliki nilai mean sebesar 29,61. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa secara umum perusahaan sampel memiliki total aset yang relatif besar, sehingga mencerminkan perusahaan dengan skala usaha yang mapan dan stabil. Nilai ini mengindikasikan bahwa sebagian besar perusahaan dalam penelitian memiliki kapasitas operasional dan sumber daya yang cukup besar untuk menjalankan aktivitas usahanya. Ukuran perusahaan terendah sebesar 25,97 tercatat pada Semacom Integrated Tbk tahun 2021, sedangkan nilai maksimal sebesar 32,76 terdapat pada perusahaan Alamtri Resources Indonesia Tbk tahun 2022. Moderated Regression Analysis Hasil analisis yang diperoleh sebagai berikut: Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 78 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Rumasyah. Hendrani Variabel Konstanta X1Z X2Z Tabel 3. The Result of Moderated Regression Analysis Coefisien t-value Signifikansi 23,62959 0,004 -6,872855 -1,02 0,313 10,49287 2,49 0,017 ,2346025 0,292 -,3536672 -2,79 0,008 Kesimpulan Ditolak Diterima Ditolak Ditolak Adjusted R2 0,1536 F-Test 7,39 P-Value 0,0001 Sumber : Data diolah 2016 Pembahasan Pengaruh Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial terhadap Harga Saham. Hipotesis pertama pengungkapan CSR berpengaruh terhadap harga saham ditolak. Dapat digambarkan dari hasil yang didapat jika program pengungkapan CSR yang dijalankan perusahaan kurang mampu untuk memengaruhi fluktuasi harga saham yang terjadi di sektor energi. Mengacu pada teori sinyal. CSR yang dijalankan dengan baik seharusnya bisa memberikan sinyal baik bagi pihak luar, karena perusahaan tersebut peduli terhadap lingkungan operasional perusahaan, sehingga bisa meningkatkan kepercayaan pasar (Wicaksana et al. , 2. Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan memperoleh rata-rata sebesar 54,85%, yang menunjukkan bahwa tingkat pengungkapan CSR sektor energi pada penelitian tergolong cukup tinggi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sinyal yang diberikan melalui program CSR belum sepenuhnya direspons oleh pasar. Kondisi seperti ini menandakan informasi pengungkapan tanggung jawab sosial itu belum menjadi faktor utama proses pengambilan keputusan dalam berinvestasi. Karakteristik praktik CSR di Indonesia merupakan salah satu penyebab yang masih sering dipandang sebagai bentuk kewajiban regulasi dari pemerintah, bukan sebagai bentuk strategi bisnis yang mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan sosial (Bungsu et al. , 2. Sehingga investor beranggapan jika CSR sebagai hal wajar dan tidak ada kontribusi terhadap nilai ekonomi yang Dalam kondisi seperti ini, investor lebih memilih informasi kinerja keuangan dibandingkan informasi non keuangan seperti program CSR atau kepedulian lingkungan dalam memperhatikan keputusan untuk investasi (Valentino & Setiawan, 2. Hasil yang diperoleh ini memiliki hasil sama dengan yang dijalankan Bungsu et al . memperoleh jika CSR tidak berpengaruh terhadap harga saham. Penelitian ini menjelaskan program CSR belum dipandang sinyal yang baik oleh pasar, karena aktivitas CSR masih sering dijadikan kewajiban, khususnya pada perusahaan sektor energi. Temuan ini selaras dari penelitian Khairunnisa et al . yang sama-sama memperoleh CSR tidak berpengaruh terhadap harga saham. Disimpulkan perolehan ini menjadi penguat hasil penelitian sebelumnya jika pengungkapan tanggung jawab sosial bukan jadi faktor utama yang bisa merubah harga saham perusahaan terutama perusahaan sektor Pengaruh Profitabilitas terhadap Harga Saham Hipotesis kedua dari profitabilitas berpengaruh terhadap harga saham dapat diterima. Temuan ini menggambarkan jika profitabilitas merupakan faktor yang secara nyata memengaruhi harga saham perusahaan. Profitabilitas memiliki rata-rata 14,16%. Nilai berada di atas batas ROA yang dikategorikan baik, yaitu sebesar 5,98%. Mengacu pada teori sinyal, kondisi perusahaan mendapatkan laba yang tinggi dapat menjadi informasi atau sinyal bagi investor. Perolehan keuntungan yang besar Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 79 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Rumasyah. Hendrani mencerminkan keadaan perusahaan dalam posisi yang mampu untuk menghasilkan keuntungan dari pemanfaatan total aset dimiliki secara efisien (Rachman & Wahyudi, 2. Sehingga proses ini menjadikan sinyal langsung terhadap investor guna mengetahui kondisi keuangan perusahaan untuk dijadikan bahan pengambilan keputusan investasi. Sebab itu, peningkatan profitabilitas akan direspons baik oleh pasar dilihat dari banyaknya peningkatan permintaan saham sehingga harga saham menjadi naik (Novianti & Oktapiani, 2. Temuan yang didapat diperkuat penelitian Yuliana & Maharani . yang memberikan gambaran bahwa harga saham dipengaruhi oleh profitabilitas. Penelitian ini menjelaskan semakin tinggi profit yang diraih dari aset yang dimiliki, sehingga investor akan semakin baik dalam melakukan penilaian kepada kinerja keuangan perusahaan. Temuan ini menunjukkan keselarasan dengan penelitian Widiantoro & Khoiriawati . menegaskan jika perusahaan memperoleh profit dengan tingkat baik, akan memperoleh respons positif karena mempunyai kondisi keuangan sehat. Hubungan Ukuran Perusahaan Memperkuat Pengaruh antara Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial dengan Harga Saham Perolehan pengujian variabel moderasi antara CSR dan ukuran perusahaan (CSR y SIZE) hipotesis ketiga yaitu pengungkapan CSR berpengaruh terhadap harga saham yang diperkuat dengan ukuran perusahaan sebagai moderasi dinyatakan ditolak. Sehingga menunjukkan gambaran jika ukuran perusahaan belum mampu memoderasi CSR terhadap harga saham. Perusahaan pada sektor energi secara umum memiliki karakteristik aset dan sumber daya yang relatif besar. Perbedaan yang ada lebih terletak pada jumlah aset yang dimiliki, namun terlepas dari banyak atau sedikitnya total aset tersebut, seluruh perusahaan tetap memiliki kewajiban untuk melaksanakan program CSR. Perusahaan yang memiliki total aset lebih besar umumnya mempunyai tingkat keterbukaan informasi yang tinggi serta jangkauan pasar yang luas (Lama et al. , 2. Namun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi CSR dan ukuran perusahaan tidak signifikan, sehingga ukuran perusahaan tidak mampu memoderasi hubungan antara CSR dan harga saham. Kondisi ini memberikan gambaran mengenai realita praktik CSR di Indonesia, di mana perusahaan menghadapi tuntutan untuk menunaikan kewajiban regulasi dan memenuhi ekspektasi sosial yang lebih tinggi mengenai pelaksanaan CSR (Arafat & Surbakti, 2. Sehingga aktivitas CSR pada perusahaan besar cenderung dipandang sebagai kewajiban bukan strategi. Kesimpulan penelitian ini didukung dengan riset Rahmantari . yang menyatakan ukuran perusahaan tidak mampu memoderasi CSR kepada nilai perusahaan. Hasil ini menjelaskan bahwa perusahaan besar maupun kecil, sudah mempunyai dana tersendiri untuk mengalokasikan kegiatan CSR, sehingga tidak terpengaruh lagi oleh ukuran perusahaan. Standar pengukuran CSR yang merujuk pada Global Reporting Initiative (GRI) tidak membedakan antara perusahaan besar atau kecil. Dengan demikian, bisa disimpulkan jika ukuran perusahaan belum mampu memoderasi pengungkapan CSR kepada harga saham. Investor di Indonesia cenderung tidak membedakan nilai CSR pada besar kecilnya perusahaan, sehingga CSR tetap dipandang sebagai kewajiban perusahaan, bukan sebagai sinyal strategis yang dapat memengaruhi harga saham secara signifikan (Kristin & Anik, 2. Hubungan Ukuran Perusahaan Memperkuat Pengaruh antara Profitabilitas dengan Harga Saham Hipotesis keempat ukuran perusahaan memperkuat profitabilitas dan harga saham dinyatakan tidak diterima. Memperoleh hasil jika ukuran perusahaan memperlemah hubungan profitabilitas dengan harga saham. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada perusahaan sektor energi secara karakteristik memiliki jumlah aset besar, peningkatan profitabilitas tidak selalu direspons secara signifikan oleh pasar karena informasi laba umumnya telah dapat diprediksi dan dianggap sebagai kondisi yang wajar. Investor lebih mempertimbangkan faktor lain seperti stabilitas usaha, reputasi, serta keberlanjutan kinerja jangka panjang, sehingga profitabilitas bukan satu-satunya dasar dalam menentukan keputusan investasi (Agustina et al. , 2. Karakteristik industri energi yang berskala besar dan padat modal menyebabkan tingkat laba perusahaan relatif dapat diprediksi terlebih dahulu Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 80 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Rumasyah. Hendrani oleh investor, sehingga tidak menjadi hal yang mengejutkan dan tidak banyak memengaruhi pergerakan harga saham (Rachman & Wahyudi, 2. Hasil penelitian ini memperlihatkan kesesuaian dengan Sauwamah et al . menyatakan bahwa ukuran perusahaan memperlemah hubungan profitabilitas terhadap harga saham. Riset tersebut memperlihatkan meskipun ukuran perusahaan mencerminkan skala dan stabilitas usaha, faktor tersebut tidak secara langsung menguatkan hubungan profitabilitas terhadap harga saham. Berdasarkan hasil tersebut, baik perolehan ini maupun perolehan terdahulu menegaskan bahwa respons investor terhadap informasi laba tidak selalu dipengaruhi oleh besar kecilnya aset, melainkan oleh pertimbangan lain yang melekat pada kondisi dan karakteristik perusahaan. KESIMPULAN Penelitian ini meneliti faktor-faktor yang memengaruhi harga saham melalui pengungkapan CSR dan profitabilitas dengan ukuran perusahaan menjadi moderasi untuk perusahaan sektor energi periode 2021Ae2024 yang ada di BEI. Berlandaskan pada hasil uji hipotesis, menghasilkan beberapa perolehan terkait hubungan antarvariabel pada nilai yang diperoleh. Pengungkapan CSR tidak berpengaruh kepada harga saham merupakan hasil dari hipotesis pertama. Hipotesis kedua dari variabel profitabilitas terbukti berpengaruh kepada harga saham. Hipotesis ketiga, ukuran perusahaan tidak mampu memoderasi pengaruh pengungkapan CSR kepada harga saham. Namun hipotesis keempat, peran ukuran perusahaan memperlemah hubungan pengaruh profitabilitas terhadap harga Penelitian ini terdapat limitasi dalam prosesnya. Populasi awal perusahaan energi di BEI sebanyak 90, namun yang digunakan hanya 41 perusahaan yang memenuhi kriteria purposive sampling, sehingga lebih dari 50% perusahaan tidak masuk dalam sampel penelitian. Kondisi ini menyebabkan hasil penelitian mempunyai keterbatasan dalam hal generalisasi terhadap seluruh perusahaan sektor energi. Adanya perbedaan dalam proses penyajian laporan keuangan antarperusahaan, terutama mengenai penggunaan mata uang yang berbeda USD dan IDR, serta perbedaan pembulatan angka. Oleh karena itu perlu penyesuaian kurs dan penyamaan pembulatan agar data dapat diolah secara seragam. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa model penelitian yang digunakan masih tergolong lemah karena hanya satu variabel independen yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap harga saham, yaitu profitabilitas. Kondisi ini mengindikasikan bahwa harga saham perusahaan sektor energi tidak hanya dipengaruhi oleh pengungkapan CSR dan profitabilitas saja, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain baik faktor internal maupun eksternal perusahaan yang belum dimasukkan dalam model penelitian ini. Oleh karena itu, kemampuan model dalam menjelaskan variasi harga saham masih terbatas sehingga diperlukan pengembangan model penelitian yang lebih komprehensif pada penelitian selanjutnya. Berdasarkan keterbatasan tersebut, penelitian mendatang disarankan menggunakan variabel moderasi yang berbeda seperti Good Corporate Governance (GCG), kualitas audit atau kepemilikan institusional, karena variabel-variabel tersebut mencerminkan tingkat pengawasan dan kredibilitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pengungkapan CSR dan membuat informasi CSR lebih relevan dalam memengaruhi harga saham. Variabel-variabel tersebut juga diprediksi memiliki pengaruh yang lebih kuat dalam model penelitian karena berkaitan langsung dengan mekanisme pengawasan perusahaan, transparansi informasi, serta tingkat kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan. Selain itu, penelitian selanjutnya juga dapat mempertimbangkan variabel lain seperti leverage, likuiditas, dan kinerja lingkungan perusahaan yang dalam berbagai penelitian sering dikaitkan dengan pergerakan harga saham. Selanjutnya, penelitian mendatang diharapkan untuk memfokuskan objek penelitian pada perusahaan yang menggunakan standar GRI yang sama, sehingga proses pengolahan data menjadi lebih mudah dan setara. Peneliti berharap hasil ini menjadi acuan untuk pertimbangan bagi investor, khususnya untuk mengambil keputusan investasi saham di perusahaan sektor energi. Investor disarankan untuk tidak Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 81 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Rumasyah. Hendrani berfokus pada pengungkapan CSR saja tetapi harus memprioritaskan profit dan ukuran perusahaan sebagai dasar utama dalam menilai prospek kerja perusahaan. Untuk manajemen perusahaan, hasil penelitian menjadi evaluasi bagi perusahaan bahwa pengungkapan CSR bukan hanya sebagai bentuk kewajiban atau formalitas saja, namun juga bentuk strategi dan rasa peduli kepada lingkungan Temuan ini juga memberikan gambaran bahwa kepedulian lingkungan dalam praktik CSR perusahaan sektor energi di Indonesia masih perlu ditingkatkan, supaya CSR dapat memberikan dampak nyata bagi alam dan meningkatkan kepercayaan investor. Daftar Pustaka