Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Edukasi dan Implementasi Teknologi Digital pada UMKM Klinik Hewan: Studi Kasus Zenith Animal Care Nur Fitriana1*. Ami Jumiati2. Yogi Surya Tantra3. Indah Mawaddah Lubis4. Valensia Bertha Gozali5. Nadia Meldiana6 Universitas Muhammadiyah Riau. Pekanbaru. Indonesia Email korespendensi: nurfitri@umri. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keuangan pada UMKM yang bergerak di bidang layanan kesehatan hewan, yaitu Klinik Hewan Zenith Animal Care, yang terletak di Pekanbaru. Sebelumnya klinik ini tidak memiliki sistem digital untuk pengelolaan rekam medis pasien, aplikasi kasir, dan sistem pembayaran modern yang mengakibatkan rendahnya efisiensi pelayanan dan akuntabilitas transaksi keuangan. Dalam kegiatan ini, tim pengabdian memberikan edukasi dan pendampingan dalam penggunaan aplikasi SIMRAISHA sebagai sistem rekam medis digital dan sistem kasir terintegrasi, serta menerapkan metode pembayaran digital berbasis QRIS. Selain itu, tim juga membantu menyusun daftar harga layanan klinik agar informasi harga lebih transparan dan mudah diakses oleh pelanggan. Metode kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, pelatihan langsung, dan evaluasi hasil implementasi selama dua minggu. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mitra mampu mengoperasikan kedua aplikasi secara mandiri, serta terjadi peningkatan efisiensi waktu transaksi dan kemudahan dalam pelacakan rekam medis pasien hewan. Penggunaan QRIS juga memberikan kemudahan pembayaran bagi pelanggan yang sebelumnya terbatas pada metode tunai. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya edukasi digitalisasi sistem operasional bagi UMKM layanan kesehatan sebagai bagian dari penguatan ekonomi digital. Kata Kunci: UMKM. Klinik Hewan. Digitalisasi. Rekam Medis. QRIS Abstract This community service activity aims to improve operational and financial efficiency for MSMEs engaged in animal health services, namely Zenith Animal Care Animal Clinic, located in Pekanbaru. Previously, this clinic did not have a digital system for managing patients' medical records, cashier applications, and modern payment systems, which resulted in low service efficiency and accountability of financial In this activity, the service team provided education and assistance in the use of the SIMRAISHA application as a digital medical record system and integrated cashier system, as well as implementing QRIS-based digital payment methods. In addition, the team also helps compile price lists for clinic services so that price information is more transparent and easily accessible to customers. The method of the activity was carried out through a participatory approach, direct training, and evaluation of implementation results for two weeks. The results of this activity show that the partners are able to operate both applications independently, as well as an increase in transaction time efficiency and ease of tracking veterinary medical records. The use of QRIS also provides ease of payment for customers who were previously limited to cash methods. This activity shows the importance of education on the digitization of operational systems for health service MSMEs as part of strengthening the digital economy. Keywords: MSMEs. Veterinary Clinics. Digitalization. Medical Records. QRIS Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian nasional Indonesia karena berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sebagian besar tenaga kerja (Adolph. Di sektor layanan kesehatan hewan. UMKM seperti klinik hewan meningkatnya populasi hewan peliharan di wilayah perkotaan (Wibowo, 2. Namun, masih banyak klinik hewan skala kecil cenderung mengandalkan pencatatan manual untuk rekam medis dan transaksi keuangan (Wulan et al. Praktik ini menimbulkan berbagai masalah, mulai dari resiko kehilangan data, lambatnya pencarian informasi, hingga keterbatasan dalam memantau transaksi secara real-time. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif dan praktis untuk mengenalkan teknologi digital yang relevan dan mudah diterapkan oleh pelaku UMKM sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas mitra. Berdasarkan tersebut, kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memberikan edukasi dan implementasi sistem berbasis digital kepada Klinik Hewan Zenith Animal Care yang terletak di Pekanbaru. Klinik ini merupakan salah satu contoh nyata UMKM menggunakan sistem manual untuk melakukan pengelolaan data medis pasien, transaksi kasir, serta sistem Solusi yang ditawarkan SIMRAISHA (Sistem Informasi Manajemen Rekam Medis Hewa. Aplikasi ini dirancang khusus untuk memfasilitasi pencatatan riwayat medis pasien hewan secara terstruktur, cepat, dan berbasis cloud, sehingga dapat mengurangi risiko kehilangan data dan meningkatkan akurasi pelayanan medis (Simraisha. Selain Vol. 9 No. Mei 2025 SIMRAISHA juga dilengkapi dengan fitur pencatatan transaksi keuangan, yang dapat membantu pemilik usaha dalam memantau pemasukan secara realtime dan meningkatkan transparansi pengelolaan klinik. Selain itu, untuk mendukung transaksi non-tunai yang aman dan efisien, juga dilakukan pengenalan dan implementasi sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. Dengan QRIS, pelanggan cukup memindai kode QR untuk melakukan pembayaran melalui berbagai aplikasi dompet digital atau mobile banking. QRIS kini menjadi standar pembayaran digital nasional dan telah digunakan secara luas oleh UMKM sebagai bentuk adaptasi terhadap perilaku konsumen yang semakin cashless (Bank Indonesia, 2. Bagi klinik hewan seperti Zenith Animal Care, integrasi QRIS tidak hanya memperluas opsi pembayaran, tetapi juga mempermudah pencatatan transaksi Dengan pendampingan ini, diharapkan Klinik Zenith dapat meningkatkan efisiensi kerja, memperbaiki sistem pencatatan, dan memperluas akses pembayaran, berkembang dalam ekosistem UMKM METODE PELAKSANAAN Kegiatan partisipatif-edukatif, yang mana mitra UMKM dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Metode ini dipilih agar mitra tidak hanya menerima solusi secara instan, tetapi juga memahami dan mampu mengoperasikan sistem digital tersebut secara mandiri dalam jangka panjang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama lima minggu Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pada bulan Mei-Juni 2025, bertempat di Klinik Hewan Zenith Animal Care yang berlokasi di Kota Pekanbaru. Riau. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah pemilik dan staff operasional Klinik Hewan Zenith Animal Care. Klinik ini merupakan UMKM yang bergerak di bidang layanan kesehatan hewan yang masih menggunakan sistem manual untuk rekam medis dan transaksi Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahapan. Pendampingan Implementasi Sistem Evaluasi dan Monitoring Efektivitas Sistem Tabel 1. Tahapan Kegiatan Pelaksanaan No. Tahapan Kegiatan Deskripsi Aktivitas Observasi Awal Wawancara Mitra Identifikasi Masalah dan Pencarian Solusi Melakukan kunjungan ke lokasi Klinik Hewan Zenith Animal Care pemilik serta staf klinik. Menganalisis observasi dan kasi kendala utama, lalu digital yang Melakukan riset terhadap 659ystem/apl ikasi digital, yang paling cocok untuk Memberikan dan pelatihan sistem kepada pemilik dan melalui sesi tatap muka Observasi Sistem Digital Seleksi Aplikasi Edukasi dan Pelatihan kepada Mitra Wakt Pelak Ming gu ke1 Ming gu ke1 s. Jadwal Kegiata Hasil yang Diharapka 22 Mei Data awal 24 Mei 2025 Ae 27 Mei Rekomenda . ekam digital dan Ming gu ke2 30 Mei 2025 Ae 04 Juni Penentuan yang tepat SIMRAISH A dan QRIS. Ming gu ke3 06 Juni 2025 Ae 09 Juni Mitra fungsi, fitur. Vol. 9 No. Mei 2025 atau simulasi Mendamping i mitra dalam proses awal kerja seharihari dengan baik. Melakukan dan umpan Ming gu ke3 s. 13 Juni 2025 Ae 18 Juni Sistem secara nyata Ming gu ke5 20 Juni Tersusunny i perbaikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama lima minggu di Klinik Hewan Zenith Animal Care melalui enam tahapan utama. Tahap awal berupa observasi dan wawancara yang dilakukan guna memahami kondisi eksisting manajemen klinik, khususnya dalam hal pengelolaan data pasien dan transaksi keuangan. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa proses pencatatan rekam medis pasien masih dilakukan secara manual menggunakan buku tulis, sedangkan transaksi keuangan hanya tercatat tanpa pelaporan terstruktur. Gambar 1. Kondisi Klinik Hewan Zenith Animal Care Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Hasil wawancara dengan pemilik klinik mengungkapkan bahwa sistem manual seringkali menyebabkan keterlambatan pelayanan, kehilangan data pasien, serta kesulitan merekonsiliasi pendapatan dan Hal ini berdampak pada efisiansi operasional dan akurasi pengambilan keputusan manajerial. Setelah dilakukan identifikasi masalah, tim pengabdi merumuskan solusi berupa pemanfaatan sistem digital berbasis aplikasi yang mudah diakses, efisien, dan sesuai dengan kapasitas teknis mitra. Aplikasi yang tim rekomendasikan adalah SIMRAISHA sebagai solusi digital untuk manajemen rekam medis dan laporan keuangan, sementara QRIS diimplementasikan sebagai metode pembayaran digital yang terintegrasi. Vol. 9 No. Mei 2025 pencatatan dan mempercepat waktu Gambar 3. Tampilan Sistem Digital SIMRAISHA dan QRIS Pada minggu ketiga, kegiatan difokuskan pada pendampingan dan implementasi sistem secara penuh. Tim mendampingi proses operasional harian dengan menggunakan sistem digital. Mitra mulai terbiasa menggunakan aplikasi untuk mencatat data pasien saat registrasi dan menginput transaksi QRIS digunakan oleh pelanggan sebagai metode pembayaran yang lebih cepat dan efisien. Disisi lain, tim juga melakukan kegiatan penyusunan daftar harga layanan klinik yang bertujuan konsistensi tarif, dan profesionalisme dalam pelayanan. Daftar harga disusun berdasarkan jenis layanan medis hewan yang tersedia, seperti konsultasi, vaksinasi, grooming, serta tindakan operasi minor. Daftar harga ini kemudian dicetak dan dipajang di area resepsionis serta diintegrasikan dalam sistem Gambar 2. Kegiatan Wawancara Pemilik Klinik Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan edukasi dan pelatihan kepada pemilik sekaligus staff klinik SIMRAISHA, meliputi input data pasien, pencatatan tindakan medis, serta rekap transaksi harian. Pelatihan dilakukan secara langsung dengan pendekatan demonstratif dan partisipatif. Kegiatan ini menghasilkan partisipasi aktif dari mitra, yang mengungkapkan bahwa sistem digital ini memudahkan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) SIMRAISHA untuk pencatatan otomatis saat transaksi. Vol. 9 No. Mei 2025 Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa transformasi digital dalam UMKM layanan Kesehatan, khususnya klinik hewan, memberikan dampak positif yang signifikan terhadap efisiensi dan efektivitas operasional. Penggunaan sistem informasi seperti SIMRAISHA berkontribusi terhadap peningkatan pencatatan data. Hal ini selaras dengan menyatakan bahwa digitalisasi dalam praktik layanan kesehatan dapat mempercepat pengambilan keputusan klinis dan meningkatkan kepuasan pelanggan (Amallia, 2. Penerapan QRIS juga memberikan kemudahan transaksi non-tunai yang relevan dengan perubahan perilaku konsumen di era digital. QRIS terbukti meningkatkan inklusi keuangan dan UMKM (Bambang Budiarto et al. , 2. Penyusunan daftar harga layanan turut berperan dalam memperkuat sistem manajemen klinik. Dalam konteks pengelolaan UMKM berbasis jasa, transparansi harga menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan efisiensi administrasi (Diantoro & Arianto, 2. Integrasi daftar harga ke dalam sistem digital memperkecil risiko kesalahan input transaksi dan mempercepat pelayanan. Namun demikian, adopsi sistem tidak terlepas dari tantangan, terutama terkait kemampuan adaptasi SDM, keterbatasan pemahaman teknologi, dan kebutuhan pendampingan berkelanjutan. Hal ini konsisten dengan temuan Halimatus Sa'diyah . yang menekankan pentingnya literasi digital sebagai prasyarat keberhasilan transformasi teknologi pada sektor UMKM Keberlanjutan sistem juga menjadi Keberhasilan Gambar 4. Edukasi dan Pelatihan Kepada Mitra Tahap akhir kegiatan berupa evaluasi dan umpan balik mitra yang dilakukan melalui wawancara terstruktur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kecepatan layanan meningkat sebesar A30% karena berkurangnya waktu proses administrasi, pencatatan menjadi lebih sistematis, dan transaksi keuangan lebih mudah Mitra juga merasa lebih percaya diri dalam mengelola data klinik dan transaksi harian, serta merasa terbantu dengan kejelasan sistem tarif Gambar 6. Evaluasi dan Tahap Akhir Kegiatan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) implementasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kemudahan pemeliharaan sistem, dan keterlibatan aktif dari mitra pengguna (Etin Indrayani, 2. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhenti pada edukasi dan instalasi sistem, tetapi juga mencakup fase pendampingan intensif dan evaluasi untuk memastikan keberlangsungan pemanfaatan teknologi secara mandiri. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa digitalisasi layanan sektor kesehatan hewan dapat menjadi katalisator peningkatan mutu layanan, profesionalisme pengelolaan usaha Memastikan program, disarankan agar mitra secara berkala melakukan evaluasi internal SIMRAISHA QRIS, melakukan pembaruan data dan fitur yang relevan dengan kebutuhan Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga perlu terus dilakukan, baik melalui pelatihan lanjutan maupun berbagi praktik baik dengan pelaku UMKM lainnya. Bagi akademisi dan institusi pendidikan tinggi, kegiatan serupa dapat dijadikan model implementatif dalam pengabdian kepada masyarakat berbasis digitalisasi UMKM, khususnya pada sektor layanan Peran akademisi tidak hanya sebagai fasilitator teknologi, tetapi juga sebagai pendamping berkelanjutan dalam aspek manajerial, operasional, dan literasi digital. UMKM lain di sektor layanan kesehatan, disarankan untuk mulai mengadopsi sistem informasi digital secara bertahap sesuai dengan kapasitas masing-masing. Penggunaan teknologi yang tepat guna dapat mendorong efisiensi, akuntabilitas. Vol. 9 No. Mei 2025 dan daya saing usaha Penyusunan daftar harga layanan yang dilakukan secara sistematis turut kepercayaan pelanggan terhadap layanan Evaluasi akhir menunjukkan bahwa mitra merasa lebih percaya diri dan siap mengelola sistem secara mandiri, menandakan keberhasilan transfer pengetahuan dan keterampilan yang berkelanjutan. Dengan demikian, edukasi dan implementasi teknologi digital pada UMKM layanan kesehatan, khususnya klinik hewan, tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa efisiensi, tetapi juga memperkuat fondasi tata kelola yang profesional dan siap beradaptasi terhadap tuntutan era KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Klinik Hewan Zenith Animal Care selama lima minggu berhasil mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan utama dalam pengelolaan rekam medis dan transaksi keuangan yang sebelumnya dilakukan secara Melalui tahapan observasi, identifikasi masalah, seleksi sistem implementasi, serta evaluasi, diperoleh hasil bahwa penggunaan aplikasi SIMRAISHA untuk rekam medis dan manajemen keuangan, serta QRIS untuk sistem pembayaran digital, mampu profesionalisme operasional klinik. Penerapan sistem digital terbukti signifikan bagi mitra, antara lain peningkatan kecepatan layanan sebesar A30%, pencatatan data pasien yang lebih terstruktur, serta kemudahan dalam pelaporan dan rekonsiliasi keuangan. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) REFERENSI