Journal Computer Science and Informatics System : J-Cosys Vol 2 No. 2 September 2022 ISSN 2356-3974 Sistem Pendukung Keputusan dalam Merekomendasikan Motor Trail Untuk Kalangan Pemuda dengan Metode Topsis Guna Yanti Kemala Sari Siregar, 2Ika Arthalia Wulandari Universitas Muhammadiyah Metro Gunayanti2017@gmail. com ,2 Ikaarthalia@gmail. ABSTRAK Kendaraan bermotor saat ini sudah sangat mudah sekali di jumpai dalam beberapa keadaan yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Karena semua aktifitas sangat membutuhkan kendaraan untuk menunjang mobilitas manusia saat ini. Jadi untuk kendaraan roda 2 saat ini bukan barang mewah lagi namun menjadi kebutuhan pokok yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk merekomendasikan jenis Kendaraan Roda 2 bermotor jenis Trail sesuai dengan tingkat kebutuhan kalangan pemuda saat ini. Motor trail sangat berguna ketika digunakan di area seperti Jalan Tanah. Bebatuan dan medan yang sulit dan terjal di lalui oleh kendaraan lain pada umumnya. Pemilihan metode ini didasarkan pada konsep bahwa alternatif yang terbaik tidak hanya memiliki klasifikasi kendaraan roda 2 trail. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa dari 4 alternatif yang ada maka akan diklasifikasikan menjadi kendaraan roda 2 yang layak digunakan sesuai dengan kebutuhan. Kata kunci: Roda 2. Trail. AHP PENDAHULUAN Sepeda motor adalah kendaraan beroda dua yang ditenagai oleh sebuah mesin. Rodanya sebaris dan pada kecepatan tinggi sepeda motor tetap tidak terbalik dan stabil disebabkan oleh gaya Istilah Trail sendiri merupakan sebuah kata serapan yang berasal dari bahasa inggris dengan arti jalan kecil setapak sebagaimana kamus besar bahasa inggris - indonesia. Sedangkan motor trail merupakan sebuah kendaraan yang kini sedang banyak diminati tidak hanya oleh pribadi . ,perusahaan, maupun instansi pemerintahan seperti Kepolisian Republik Indonesia. Badan Search and Rescue, dan instansi lainnya, memiliki fungsi sebagai pendukung motor trail meraih predikat akan kehandalan serta ketangguhan motor tersebut tidak hanya pada ranah hobby tetapi telah masuk hingga pendukung operasional pekerjaan dilapangan. Perbedaan yang sangat signifikan antara motor trail, motor bebek dan motor sport adalah desain serta kelincahan pada medan sulit dengan ciri khan ban serta shockbreaker motor yang tinggi tidak seperti motor umumnya. Seiring perkembangan motor trail dalam menjelajahi medan-medan sulit, akan sangat berguna terutama bagi pekerja lapangan serta operasional kebencanaan. Motor trail dapat digunakan lebh lanjut terutama bagi team pendahulu atau yang sering dikenal dengan sebutan team advance guna melakukan tindakan awal . enanganan korba. dan tindakan pengolahan yang akan disampaikan kepada team markas untuk tindakan selanjutnya . eperti pendataan atau assesmen. Berangkat dari sedikit penjelasan diatas,penulis mencoba menghadirkan sedikit wawasan tentang persiapan seorang motoris trail agar segala sesuatunya dapat dipersiapkan secara matang dan terperinci agar tujuan dan tugas di lapangan tidak terganggu oleh faktor yang tidak diinginkan seperti kurangnya persiapan atau pengetahuan yang minim, baik permasalahan yang datang dari pengendara, motor dan medan serta assessment awal di lapangan. Bagaimanapun juga bencana alam merupakan suatu kejadian yang tidak diharapkan oleh semua manusia yang ada dimuka bumi, selain menimbulkan kerugian moril, material dan nyawa juga dapat menimbulkan trauma serta rasa takut berkepanjangan bagi korban maupun masyarakat sekitar daerah bencana. Menurut UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam, mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/ atau faktor non alam Copyright @ 2022 Author. Published by STMIK Dharma Wacana Journal Computer Science and Informatics System : J-Cosys Vol 2 No. 2 September 2022 ISSN 2356-3974 C6 Warna maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan,kerugian harta benda, dan dampak Alternatif: A1 Honda CRF (TRABAS) sendiri telah seringkali A2 Kawasaki KLX berpartisipasi dibidang kebencanaan melalui A3 Yamaha WR 155 R TRABAS rescue team seperti kegiatan AuApel A4 Kawasaki KLX 150BF-SE Siaga BencanaAy Rabu tanggal 8 Febuari 2012 yang di dikoordinasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Tabel Konversi Alternatif Kriteria dengan diikuti seluruh komunitas masyarakat baik (BPBD. TAGANA) maupun organisasi kemasyarakat maupun non pemerintahan seperti (BBC. ORARI. WANADRI. PJB DLL). TRABAS mengirimkan 10 orang perwakilan yang mengikuti simulasi penaggulangan bencana bersama Team SAR (BASARNAS). Team Rescue TNI-AL. Pramuka dalam penyelamatan korban bencana baik longsor 1. Menentukan matriks keputusan maupun banjir. Diharapkan dari kegiatan tersebut akan melahirkan sinergi antar instansi di bidang ycUycn = Oo. 2 = 1. kebencanaan agar kelak tidak terjadi tumpang ycI11= 0,4818 ycI = 0,2676 tindih kepentingan atau branding image antar ycI21 31= 0,4818 ycI41= 0,4818 ycI51= 0,4818 METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan metode penulisan deskriptip. Menurut Creswell metode penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian untuk memahami masalah manusia atau social dengan menciptakan gambaran menyeluruh dan kompleks yang disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan terperinci yang diperoleh dari para sumber informasi, serta dilakukan dlaam latar yang alamiah. Penelitian kualitatif berupaya untuk memahami proses terjadinya berbagai peristiwa dan tindakan, bukan hanya hasil studinya . melainkan juga prosesnya, yaitu proses yang mengarah kepada terjadinya hasil . HASIL DAN PEMBAHASAN Penentuan variable dan kriteria Untuk menentukan variable dan kriteria peneliti telah melakukan quisioner untuk 15 pembeli motor trail dan hasilnya telah dibuat dalam bentuk tabel sbb: Kriteria : KRITERIA Tipe Kendaraan Kecepatan Bahan Bakar Kualitas Mesin Body ycU2 = Oo. 2 = 2. ycI12 = 0,4472 ycI22= 0,4472 ycI32= 0,4472 ycI42= 0,4472 ycI52= 0,4472 ycU3 = Oo. 2 = 1. ycI13 = 0,4874 ycI21= 0,3791 ycI33= 0,3791 ycI43= 0,4874 ycI53= 0,4874 ycU4 = Oo. 2 = 1. ycI14 = 0,3562 ycI24= 0,3562 ycI34= 0,4987 ycI44= 0,4987 ycI54= 0,4987 ycU5 = Oo. 2 = 1. ycI15 = 0,4096 ycI25= 0,5735 ycI35= 0,4096 ycI45= 0,4096 ycI55= 0,4096 ycU6 = Oo. 2 = 1. ycI16 = 0,5258 ycI26= 0,5258 ycI36= 0,2921 ycI46= 0,5258 ycI56= 0,2921 Copyright @ 2022 Author. Published by STMIK Dharma Wacana Journal Computer Science and Informatics System : J-Cosys Vol 2 No. 2 September 2022 Table 1 Tabel matriks keputusan ternormalisasi . Alterna 0,481 0,267 0,481 0,481 0,447 0,447 0,447 0,447 0,487 0,379 0,379 0,487 0,356 0,356 0,498 0,498 0,409 0,573 0,409 0,409 0,525 0,525 0,292 0,525 Membuat matriks keputusan ternormalisasi terbobot W=(. , . , . , . , . ) Yij=wi. Table 2 Tabel matriks keputusan ternormalisasi Altern 0,07 0,04 0,07 0,07 0,06 0,06 0,06 0,06 0,02 0,01 0,01 0,02 0,03 0,03 0,04 0,04 0,10 0,14 0,10 0,10 0,05 0,05 0,02 0,05 Solusi ideal positif A dan solusi ideal negatif AY11= max. ,07230. 0,0723. 0,0723. 0,0. =0,0723 Y2 = max( 0,0671, 0,0671, 0,0671, 0,0671, 0,0671 )= 0,0671 Y3 = max( 0,0244, 0,0190, 0,0190, 0,0244, 0,0244 )= 0,0244 Y4 = max( 0,0356, 0,0356, 0,0499, 0,0499, 0,0499 )= 0,0499 Y5 = min( 0,1024, 0,1434, 0,1024, 0,1024, 0,1024 )= 0,1024 Y6 = max( 0,0526, 0,0526, 0,0292, 0,0526, 0,0292 )= 0,0526 A = . ,0723, 0,0671, 0,0244, 0,0447, 0,1024, 0,0. Y1- =min. ,0723. 0,0401, 0,0723, 0,0723, 0,0. = 0,0401 Y2- =min. ,0671, 0,0671, 0,0671, 0,0671, 0,0. = 0,0671 Y3- =min. ,0244, 0,0190, 0,0190, 0,0244, 0,0. = 0,0190 Y4- =min. ,0356, 0,0356, 0,0499, 0,0499, 0,0. = 0,0356 Y5- =max. ,1024, 0,1434,0,1024, 0,1024, 0,1. = 0,1434 Y6- =min( 0,0526,0,0526, 0,0292, 0,0526, 0,0. = 0,0292 A- = . ,0401, 0,0671, 0,0190, 0,0447, 0,1434, 0,0. Jarak antara nilai terbobot setiap alternatif terhadap solusi ideal positif D0,0142 0,0573 0,0542 0,0234 0,0240 0,0540 0,0000 0,0591 ISSN 2356-3974 Menentukan preferensi setiap alternatif 0,8009 0,3011 0,6923 1,0000 Dari perhitungan dengan menggunakan TOPSIS tentang merekomendasikan Motor Trail untuk kalangan pemuda maka diperoleh hasil terbaik pertama adalah 1 (A4 Kawasaki KLX 150BF-SE) dan Kedua adalah (A1 Honda CRF ). SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan uraian pembahasan dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Metode TOPSIS adalah salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan dan menjadi solusi pelihan yang tepat dalam menentukan Pemilihan Motor Trail bagi kalangan Dan beberapa kesimpulan yang dijabarkan sebagai berikut : Metode Topsis dapat di implementasikan untuk membantu proses pemilihan Motor Trail bagi kalangan pemuda saat ini. Metode TOPSIS dapat menentukan Kategori Motor Trail dimana sesuai kebutuhan dalam pemilihan Kendaraan roda 2 tersebut. DAFTAR RUJUKAN Guna Yanti Kemala . Pengukuran n Kinerja Dosen menggunakan Balance Scorecard (BSC) dan Analythical Hierarchy Process (AHP). Tesis Prodi Magister Informatika IBI Darmajaya Bandar Lampung Alif Wahyu Oktaputra. Dr. Ir Edi Noersasongko. , 2014. Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Pemberian Kredit Motor Menggunakan Metode Simple Additive Weighting Pada Perusahaan Leasing Hd Finance Alif. Tugas Akhir Fakultas Ilmu Komputer, 1Ae9. Agus Perdana Windarto. AuImplementasi Metode Topsis Dan Saw Dalam Memberikan Reward PelangganAy. Klik-Kumpulan Jurnal Ilmu Komputer, 4 . , pp. Guna Yanti Kemala . Implementasi Metode Fuzzy Dalam Proses Pemilihan Copyright @ 2022 Author. Published by STMIK Dharma Wacana Journal Computer Science and Informatics System : J-Cosys Vol 2 No. 2 September 2022 Guru Terbaik Murnawan & Akhmad Fadjar Siddiq, 2012. Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan Metode Technique for Order by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Jurnal Sistem Informasi, 4. , 398Ae412 Copyright @ 2022 Author. Published by STMIK Dharma Wacana ISSN 2356-3974