JURNAL PERTANIAN BERBASIS KESEIMBANGAN EKOSISTEM http://e-journal. id/index. php/agrimeta Vol . 12 No 23 (APRIL, 2. 14 - 18 e-ISSN : 2721-2556 . p-ISSN : 2088-2531 KUANTITAS DAN KUALITAS BUAH SALAK GULAPASIR DI BEBERAPA SENTRA PRODUKSI DI BALI Gidion Lobo Lenga. I Ketut Sumantra*. Farida Hanum. I Ketut Widnyana Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian dan Bisnis. Universitas Mahasaraswati Denpasar Corresponding Author: ketut. sumantra@unmas. ABSTRACT This study aims to determine the quantity and quality of salacca . Gulapasir in several production centers in Bali. The method used is the survey method for production. For the quality of fruit, use Complete Randomized Design (CRD) with four replicates, while for Vitamin C levels, total acid and TSS were repeated three times. Planting location as a treatment consists of salak from Karangasem. Badung. Tabanan. Bangli, and Gianyar Variable observed research is fruit weight per bunch and per seed, total fruit, the thickness of meat fruit, vitamin C content, total acid, and total solids dissolved (TSS). The results of the study show that produce fruit from Karangasem Regency shows the highest production in two seasons . etween season 1 and Gad. with a total production of 6 kg/tree. Salak Gulapasir comes from the districts of Karangasem. Badung. Tabanan. Bangli and Gianyar have different qualities. Salak Gulapasir harvested in Karangasem Regency shows weight, quantity, and thickness highest and different from districts Gianyar. Snake fruit Sugar from Karangasem gives the highest and different content of vitamin C. TSS, and total acid with salak from Gianyar. Plant location no show difference to shelf life. Shelf life salak Gulapasir range between 4. 75 days, with a shelf life shortest, happens to the salak from Bangli. Keywords: Salak gula pasir, quantity, quality, production center. Bali PENDAHALUAN Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan buah-buahan, salah satunya adalah buah salak. Salak merupakan salah satu tanaman buah yang di sukai dan mempunyai prospek yang baik untuk Varitas buah salak yang banyak di temukan di beberapa daerah adalah salak pondoh, salak bali, salak Manonjaya, salak Sidempuan, salak Bali dan salak Gulapasir . ttps://rahasiabelajar. com/jenis-salak/ Di Pulau Bali, salak merupakan salah satu jenis buah yang dibudidayakan hampir disetiap Kabupatan kecuali Kota Denpasar (BPS,2. Salak di Propinsi Bali ditetapkan sebagai salah satu komoditas strategis dan tergolong sebagai komoditi spesifik daerah karena memberikan kontribusi yang cukup penting dalam struktur perekonomian Bali. Dari beberapa jenis salak yang tumbuh di Bali, dua diantaranya sudah dilepas sebagai varietas unggul nasional yaitu varietas salak Bali (Salacca zalacca var. Bal. dan varietas salak Gulapasir (Salacca zalacca var. Gulapasi. Salak Gulapasir dilepas oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia pada tahun 1994 melalui Kepmentan No. 584/Kpts/TP. 240/7/1994. Kelebihan yang dimiliki diantaranya rasa buah manis walaupun umur buah masih muda, tidak ada rasa sepat, tidak masir, daging buah tebal dan biji tidak melekat pada daging buah (Sumantra dan Pura, 2. Sifat buah salak seperti itu tergolong ideal untuk memenuhi tuntutan pasar komoditas salak, baik untuk pasar domestik maupun ekspor (Bank Indonesia, 2. Untuk dikonsumsi, dalam 100 g daging buah salak memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti karbohidrat 20,9 g, kalori 77,0 kal, protein 0,40 g, kalsium 28,00 mg, fosfor 18,0 mg, zat besi 4,20 mg, vitamin B 0,04 mg, vitamin C 2,00 mg dan air 78,00mg (Mandiri, 2. Kabupaten Karangasem merukapakan daerah dengan populasi salak terbesar dan terkenal di Bali. Berdasarkan peraturan daerah Karangasem, tanaman salak Gulapasir merupakan maskot Karangasem. Alasan menjadikan tanaman buah itu sebagai maskot Karangasem, karena sejumlah hal. Pertama, salak merupakan komoditi buah yang menjadikan Karangasem cukup terkenal. Lokasi budidaya salak Gulapasir berada di Desa Sibetan. Kecamatan Bebandem. Keberhasilan Kabupaten Karangasem dalam mengembangkan salak Gulapasir, membuat daerah lain tertarik mengembangkannya sehingga salak Gulapasir dapat dijumpai disetiap kabupaten di Bali bahkan sudah berkembang ke luar Bali (Sumantra et al. , 2. Kabupaten Tabanan memiliki keragaman komoditas pertanian yang jadi unggulan. Selain manggis, kabupaten lumbung beras ini juga dikenal memiliki komoditas salak Gulapasir. Buah ini sebagian besar berkembang di Kecamatan Pupuan. Selanjutnya buah-buahan yang tergolong buah unggulan di masingmasing kecamatan di Kabupaten Bangli juga berpotensi untuk dikembangkan hal ini dilakukan untuk mempertahankan buah unggul tersebut, salah satunya adalah buah salak (Sumantra dan Martini, 2. Untuk Kabupaten Gianyar berdasarkan sifat-sifat unggulnya, salak varietas Gulapasir sudah mulai dikembangkan dan menjadi sentra produksinya di Kecamatan Payangan. Kabupaten terakhir yang membudidayakan salak Gulapasir adalah Kabupaten Badung. Salah satu lokasi pengembangan salak Gulapasir di derah tersebut adalah Kecamatan Petang. Tanaman salak berbuah sepanjang tahun, dalam satu tahun dapat memberikan hasil panen serentak di beberapa daerah. Hal lain yang menjadi pendorong dalam meningkatkan kualitas mutu buah salak karena banyaknya permintaan salak di Provinsi Bali. Permintaan salak sangat tinggi, terutama yang berasal dari daerah Bebandem. Karangasem. Nilai jual salak Gulapasir 4 kali lebih tinggi dari salak bali (Sumantra al 2. , kini salak Gulapasir telah meluas dibudidayakan di berbagai lokasi di Bali. Sejauh ini kualitas dan kuantitas salak Gulapasir yang ditanam di luar asalnya yaitu Sibetan belum Pertumbuhan dan produksi tanaman dipengaruhi oleh faktor lingkungan khususnya iklim mikro dan faktor endogen, seperti kandungan karbohidrat dan hormon pertumbuhan (Kinet, et al. , ketinggian tempat dari permukaan laut (Sumantra et. Atmaja 2. , dan kondisi kesuburan tanah (Sukawijaya, et al. , 2. Sumantra et al. melaporkan produksi dan harga jualnya salak yang berasal dari luar Sibetan jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang berasal dari Karangasem. Berdasarkan informasi dari konsumen, rendahnya harga jual salak Gulapasir yang berasal dari daerah lain selain dari Karangasem karena rasanya tidak seperti salak Gulapasir dari Karangasem. Hal tersebut menjadi perhatian serius guna merespon permintaan pasar yang tinggi serta memberikan keseragaman dalam kualitas mutu buah salak Gulapasir di Provinsi Bali. Sudjatha Wisaniyasa merekomendasikan bahwa pascapanen merupakan salah satu tindakan yang baik agar hasil tanaman pangan siap dan aman digunakan oleh konsumen dan layak diolah lebih lanjut dalam industri. Penanganan pascapanen yang kurang baik akan menyebabkan susut pasca panen (Pantastico, 1993. Rahmawati, 2. Susut fisik yang diukur dengan berat, susut kualitas karena perubahan wujud . , cita rasa, warna atau tekstur yang menyebabkan bahan pangan kurang disukai konsumen, susut gizi yang berpengaruh terhadap kualitas buah (Nofriati dan Asni. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari karakter dan perbedaan kualitas buah salak Gulapasir yang berasal dari Karangasem dengan salak Gulapasir yang berasal dari Kabupaten Tabanan. Badung. Gianyar dan Bangli. Berdasarkan pertimbangan di atas maka mendorong peneliti untuk mengkaji lebih lanjut dengan tujuan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas buah salak Gulapasir di beberapa sentra produksi di Bali. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilakukan di lima sentra produksi salak dan kelima daerah ini sekaligus sebagai perlakuan. Metode yang digunakan adalah metode survey untuk produksi dan uji kualitas buah dengan mempergunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat kali ulangan, sedangkan untuk kadar vitamin C, total asam dan TPT diulang tiga kali. Lokasi tanam sebagai perlakukan terdiri dari salak yang berasal dari Sibetan Kabupaten Karangasem (K. Petang Kabupaten Badung (B. Pupuan Kabupaten Tabanan (Tb. Yang Api Kabupaten Bangli (Bg. dan Buahan Payangan Kabupaten Gianyar (Gn. Variabel penelitan yang diamati adalah berat buah per tandan dan per biji, jumlah buah, tebal daging buah, kadar vitamin C, total asam dan total padatan terlarut (TPT). Bahan penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah buah salak yang dipanen pada musim gadu dengan umur tanaman rata-rata 6 tahu. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain jangka sorong, timbangan, kotak kue, alat tulis dan HASIL DAN PEMBAHASAN Produksi buah salak Musim Sela 1 dan Gadu Salak Gulapasir merupakan salah satu kultivar dari salak bali. Kelebihan salak ini adalah rasa daging buahnya yang sangat manis. Karena manisnya hingga mendekati kemanisan gula sehingga dinamakan salak Gulapasir. Daging buahnya berwarna put ih kusam dan Hasil survei produksi buah salak Gulapasir di sentra produksi di Bali di tunjukkan pada Tabel 1. AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Tabel 1. Produksi Buah Salak Gulapasir Di Sentra Produksi Di Provinsi Bali Tahun 2021 Kabupaten Jumlah per area Karangasem Badung Tabanan Bangli Gianyar Sumber: Data primer diolah, 2021 Produksi . JanuariMaret Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi buah salak Gulapasir di lima kabupaten di Provinsi Bali tercatat ada perbedaan produksi buah. Kabupaten Karangasem menunjukkan produksi yang paling tinggi walaupun tidak berbeda dengan Kabupaten Tabanan dengan produksi untuk dua musim masing-masing 6 kg/pohon. Posisi kedua ditempati Kabupaten Badung dan kabupaten Gianyar dengan total produksi masingmasing 5 kg/pohon. Urutan terakhir adalah Kabupaten Bangli dengan total produksi dua musim 4,7 kg/ Produksi buah salak Gulapasir di Kabupa-ten Karangasem dan Tabanan memberikan pros-pek pengembangan di masa mendatang. Kedua usahatani tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang besar jika dibandingkan dengan usahatani salak Gulapasir di tiga kabupaten yang menjadi lokasi penelitian. Perbedaan produksi buah salak Gulapasir di beberapa Kabupaten di Bali adalah wilayah ter-sebut memiliki letak geografis yang berbeda. Hasil penelitian Rubiyo dan Sunarso . persyaratan untuk tumbuhnya salak adalah keada-an tanah yang memiliki tekstur lempung berpasir, ketinggian tempat sekitar 400-700 meter dpl, serta daerah dengan curah hujan yang sepanjang tahun merupakan bulan basah. Ragam AgustusOktober Jumlah per 2 musim 6 . Kg per lokasi menye-babkan variabilitas fenotip beragam dengan kisaran luas yang meliputi panjang bunga tanpa seludang, jumlah buah tandan-1 dan tebal daging (Sumantra, 2. Kualitas Salak Gulapasir Di Beberapa Sentra Produksi di Bali Hasil penelitian menunjukkan, kualitas buah salak Gulapasir yang dipanen di kabupaten Karangasem. Badung. Tabanan. Bangli dan Gia-nyar memiliki kualitas yang berbeda. Hasil analisis kimia pada vitamin C dari buah salak Gulapasir yang dipanen di Kabupaten Karang-asem lebih tinggi kandungan vitamin C dibanding dengan kabupaten lain. Pada Tabel 2 dapat dilihat, kandungan vitamin C buah salak Gulapasir yang dipanen di Kabupaten Karangasem mempunyai kadar sebesar 199,6100 mg dan tidak berbeda nyata dengan salak Gulapasir yang berasal dari Kabupaten Badung dan Tabanan dengan kandungan masing-masing 171. 674 mg 133. mg/100 gram. Sedangkan salak dari Kabupaten Gianyar dan Bangli dengan kadungngan vitamin C masing-masing 131. 93 dan 123. 769 mg/100g. Total asam menunjukkan perbedaan yang nyata antara salak dari lima lokasi (Tabel . Tabel 2. Kandungan Vitamin C, total asam. TPT dan masa simpan buah salak Gulapasir Total asam Masa simpan Lokasi Vit C mg /100 g TPT oBrix (%) SGP Bangli SGP Gianyar SGP Tabanan SGP Badung SGP Karangasem 1178 ab 710 ab 613 ab 877 ab BNT 5% Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbedanyata pada BNT 5% Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata pada variabel TPT dan masa simpan buah. Kadar gula (TPT) salak Gulapasir yang berasal dari lima likasi berkisar 17,733-18,533 o AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Brix. Nilai TPT yang diperoleh lebih tinggi dari yang dilaporkan Sumantra et al. Salak Gulapasir yang berasal dari lima setra tidak menunjukkan perbedaan masa simpan. Masa simpan salak Gulapasir berkisar antara 4,75 hari Ae 7,75 hari. Salak yang berasal dari Karangasem dan salak yang berasal dari Tabanan mampu disimpan antara 5-5,75 hari. Hal ini diduga masa simpan sangat berhubungan dengan jumlah buah per tandan dan factor lingkungan terutama air. Salak dari Karangasem dan dan Tabanan mengghasilkan jumlah buah per tandan lebih banyak, sehingga kemungkinan buah rusak sewaktu di panen sangat besar, mengingat buah yang banyak akan menimbulkan gesekan satu dengan yang lainnya. selama masa penyimpanan buah, berat buat terus menurun. Salak Gulapasir dari Sibetan dan Yang api terjadi penurunan berat awal hari 1 sampai berat akhir . rata-rata 56%, kemudian disusul salak dari Pupuan. Petang dan Payangan berturut-turut 46, 28 dan 25% (Gambar . Dari data tersebut didukung dengan hasil survey dilapangan yang menunjukkan bahwa praktik di lapangan oleh petani pada kelima lokasi berbeda tidak menyimpan buah salak dengan sekala yang besar, buah salak hanya akan di petik ketika ada permintaan dari konsumen sehingga mengurangi sosot bobot yang terjadi pada salak Gulapasir tersebut Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa jumlah buah per tandan pada kelima lokasi penelitian menunjukkan pengaruh yang nyata. Salak Gulapasir asal Karangasem menunjukkan jumlah tertinggi walaupun tidak menunjukkan perbedaan dengan salak Gulapasir asal Gianyar. Badung dan Tabanan (Tabel . Hr1 HR2 Hr3 Sbt Yang Hr4 Hr5 Pyg Hr6 Hr7 Ptg Hr8 Ppn Gambar 1. Susut Bobot Buah Salak Gulapasir Selama Penyimpan Tabel 3. Jumlah Buah Per Tandan. Berat buah dan Tebal daging buah Jumlah Buah per Berat buah per Lokasi Tebal daging buah SGP Karangasem SGP Bangli SGP Gianyar 24,50 17,50 20,50 0,875 0,65 SGP Badung SGP Tabanan 20,25 23,00 0,65 0,775 BNT 5% 7,023 435,86 Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan perbedaan yang tidak nyata pada BNT 5% Salak Gulapasir yang berasal dari Sibetan-Karangasem menghasilkan jumlah buah per tandan lebih besar, dan tebal daging buah lebih tebal. Jumlah buah lebih banyak sangat ditentukan oleh faktor lingkungan yang mempengaruhi keberhasilan penyerbukan antara lain suhu (Sumantra et al. , 2. , curah hujan, serta serangan hama dan penyakit yang menginfeksi bunga (Widiastuti dan Palupi, 2. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: . Produksi buah salak Gulapasir dari Kabupaten Karangasem dan Tabanan menunjukkan produksi yang paling tinggi dalam dua musim panen . usim sela 1 dan Gad. dengan total produksi 6 kg/pohon. Kualitas buah salak Gulapasir yang berasal dari Kabupaten Karangasem. Badung. Tabanan. Bangli dan Gianyar memiliki kualitas yang berbeda. Buah salak Gulapasir yang dipanen di Kabupaten Karangasem, menunjukkan berat, jumlah dan tebal buah paling tinggi dan berbeda dengan salak yang bearasal dari Kabupaten Gianyar. Salak Gulapasir yang berasal dari Karangasem memberikan nilai kandungan vitamin C. TPT dan total asam paling tinggi dan berbeda dengan salak yang berasal dari Gianyar. Lokasi tanaman tidak AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 menunjukkan perbedaan terhadap masa simpan. Masa simpan salak Gulapasir berkisar antara 4,75-7,75 hari, dengan masa simpan terpendek terjadi pada salak Gulapasir yang berasal dari Bangli. REFERENSI