Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT MELALUI EDUKASI PARTISIPATIF BERBASIS VIDEO PENGELOLAAN SAMPAH: STUDI KASUS DI DESA MATESIH. KARANGANYAR I Gusti Ngurah Tri Marutama1. Alfan Setyawan 2. Dedy Eka Timbul Prayoga3, dan Nidyah Widyamurti4 1,2,3,4 Universitas Sebelas Maret. Surakarta marutama@staff. id1, alfan_setyawan@staff. dedyeka@staff. id3, nidyah_123@staff. ABSTRAK Pengelolaan sampah merupakan tantangan utama di Desa Matesih. Karanganyar, yang ditandai dengan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan sampah dan terbatasnya akses terhadap informasi edukasi yang mudah dipahami. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendekatan edukasi partisipatif berbasis video, yang menjangkau warga secara lebih visual dan komunikatif. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, pengembangan materi edukasi, produksi video, dan penjangkauan interaktif dengan keterlibatan aktif masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman warga yang signifikan tentang prinsip-prinsip pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Edukasi visual yang dikembangkan bersama warga terbukti efektif dalam membangun kesadaran lingkungan dan mendorong perubahan perilaku kolektif. Kegiatan ini merekomendasikan penerapan model serupa di wilayah pedesaan lain dengan karakteristik dan tantangan sosial yang Kata Kunci: edukasi partisipatif. video edukasi. pengelolaan sampah. masyarakat desa. ABSTRACT Waste management is a major challenge in Matesih Village. Karanganyar, characterised by low public awareness of the importance of waste sorting and limited access to easy-tounderstand educational information. The objective of this community service activity was to increase community capacity through a video-based participatory educational approach, which reaches residents more visually and communicatively. Implementation methods included field observation, development of contextual educational materials, video production, and interactive outreach with active community involvement. The results of the activity demonstrated a significant increase in community understanding of the principles of household waste sorting and management. The visual education developed with residents proved effective in building environmental awareness and encouraging collective Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 I Gusti Ngurah Tri Marutama. Alfan Setyawan. Dedy Eka Timbul Prayoga. Nidyah Widyamurti Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Edukasi Partisipatif Berbasis Video Pengelolaan Sampah: Studi Kasus di Desa Matesih. Karanganyar behavioural change. This activity recommends the application of a similar model in other rural areas with similar characteristics and social challenges. Keywords: participatory education. educational video. waste management. PENDAHULUAN Pengelolaan sampah merupakan isu lingkungan yang masih menjadi tantangan utama di berbagai daerah pedesaan di Indonesia, termasuk Desa Matesih. Kabupaten Karanganyar. Jawa Tengah. Praktik pembuangan sampah terbuka dan tanpa pemilahan masih menjadi praktik yang umum. Sampah rumah tangga, baik organik maupun non-organik, umumnya dicampur dan langsung dibuang atau dibakar tanpa pemilahan yang tepat. Situasi ini tidak hanya berdampak pada pencemaran tanah, udara, dan udara, tetapi juga menghambat proses daur ulang yang dilakukan oleh BumDes Maju Sejahtera. Upaya pengelolaan sampah melalui unit daur ulang di bawah Bumdes belum optimal karena terbatasnya sumber daya manusia dalam pengelolaan sampah. Permasalahan ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran, keterbatasan pengetahuan, dan kurangnya infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan edukasi yang partisipatif dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan ini secara komprehensif. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah warga dan BumDes Maju Sejahtera Desa Matesih, yang sebagian besar bekerja di sektor informal dan memiliki latar belakang pendekatan yang beragam. Untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang situasi, kebutuhan, dan potensi mitra, tim pengabdian masyarakat melakukan observasi lapangan dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan perwakilan warga, pengurus kelurahan dan anggota BumDes. Hasil FGD menunjukkan bahwa masyarakat peduli dengan masalah sampah, namun kurang memiliki pengetahuan praktis tentang cara memisahkan sampah organik dan non-organik serta pengelolaannya. Sebagian besar warga belum memahami manfaat dari proses pemilahan, seperti pemanfaatan sampah organik untuk kompos dan pengelolaan sampah non-organik untuk daur ulang. Lebih lanjut, warga mengeluhkan bahwa metode penyuluhan yang ada saat ini hanya satu arah, menggunakan Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 bahasa teknis yang kurang komunikatif, dan minimnya contoh-contoh praktis. Di sisi lain, warga menunjukkan potensi sosial yang signifikan, seperti semangat kerja sama, keberadaan kelompok masyarakat yang aktif, dan keterbukaan terhadap penggunaan media visual sebagai medium pembelajaran. Gambar 1. FGD Dan Sosialisasi Strategi Edukasi Berbasis Video Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, tim pengabdian masyarakat merancang program edukasi pengelolaan sampah menggunakan pendekatan partisipatif berbasis video. Pendekatan ini mengacu pada pedagogi kritis Freire, yang menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif dan reflektif dalam proses pembelajaran (Humaeroh dkk. , 2021, hal. Video dipilih karena menyampaikan informasi secara visual dan kontekstual, serta mudah disebarkan di forum-forum komunitas. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pemisahan sampah organik dan non-organik, teknik rumah tangga sederhana, dan contoh penerapan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. (Hamid dkk. , 2024, hal. Penelitian Studi terbaru menyoroti efektivitas pendidikan video partisipatif dalam mendorong kesadaran lingkungan dan perubahan perilaku. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa program edukasi berbasis masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan publik tentang pengelolaan sampah secara signifikan, dengan peserta menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pemilahan sampah dan praktik daur ulang (Aditya dkk. Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 I Gusti Ngurah Tri Marutama. Alfan Setyawan. Dedy Eka Timbul Prayoga. Nidyah Widyamurti Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Edukasi Partisipatif Berbasis Video Pengelolaan Sampah: Studi Kasus di Desa Matesih. Karanganyar 2025, hal. Inisiatif komunitas media memainkan peran penting dalam pendidikan lingkungan, mendorong pendekatan partisipatif meskipun terdapat keterbatasan sumber daya (Angraini dkk. , 2024, hal. Sebuah studi kasus di Jakarta Utara mengungkapkan bahwa video, khususnya yang menggunakan konten bergaya vlog, dapat secara efektif menyasar remaja untuk meningkatkan kesadaran tentang kebersihan di ruang publik seperti pasar (Prasetyo & Ricky, 2022, hal. Temuan-temuan ini secara kolektif menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan konten edukasi yang partisioasi dalam menangani isu-isu lingkungan (Farihin, 2023, hal. Studi-studi ini menunjukkan bahwa menggabungkan edukasi dengan partisipasi aktif dapat menghasilkan perubahan positif dalam kesadaran dan perilaku lingkungan di antara beragam komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk melahirkan empat capaian utama, yaitu: . meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga, terutama perpecahan sampah organik dan non-organik. pembuatan video edukasi berbasis partisipasi masyarakat. Penguatan Peran BumDes Maju Sejahtera dalam menginisiasi pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat. publikasi ilmiah hasil kegiatan dalam jurnal pengabdian masyarakat. Melalui paduan pendekatan partisipatif, media edukasi yang komunikatif, dan potensi sosial yang dimiliki warga, program ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif dan menjadi model pendekatan lingkungan yang aplikatif dan dapat direplikasi untuk diterapkan di wilayah pedesaan lainnya. METODE Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Matesih. Karanganyar. Jawa Tengah, pada bulan Juni 2025, dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari warga . bu rumah tangga, anak-ana. , pengelola BumDes Maju Sejahtera dan karang taruna serta pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Kegiatan dirancang dengan pendekatan partisipatif melalui empat metode utama: pelatihan teknis, pendekatan berkelanjutan. Forum Group Discussion (FGD), dan pendampingan lapangan. Metode ini dipilih untuk mengatasi rendahnya pemahaman warga terkait pemilahan sampah dan pengelolaan sampah 95rganic. Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Pelatihan meliputi materi tentang pemilahan sampah 96rganic dan non-organik, pemilahan jenis sampah, pengomposan rumah tangga, dan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi biologis yang efektif untuk menguraikan sampah 96rganic dan menghasilkan larva bernilai ekonomi . awancara, pak Gato. Video edukasi partisipatif digunakan sebagai medium pembelajaran visual yang efektif dan mudah dipahami. FGD dilakukan untuk menggali persepsi warga dan mengembangkan strategi kolektif, sementara pendampingan dilakukan langsung di rumah peserta untuk memastikan implementasi praktik berjalan sesuai Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teknis warga, sekaligus membangun kesadaran dan kemandirian kolektif dalam pengelolaan sampah berbasis HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 2. Praktik Perancangan video edukasi Kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan pemahaman dan partisipasi masyarakat yang signifikan dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Setelah serangkaian pelatihan dan penyuluhan, sebagian besar peserta mampu membedakan sampah Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 I Gusti Ngurah Tri Marutama. Alfan Setyawan. Dedy Eka Timbul Prayoga. Nidyah Widyamurti Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Edukasi Partisipatif Berbasis Video Pengelolaan Sampah: Studi Kasus di Desa Matesih. Karanganyar organik dan non-organik dengan benar serta menerapkan pemilahan sampah di rumah Berdasarkan observasi lapangan dan wawancara singkat pascapelatihan, 85% peserta mulai secara konsisten memilah sampah di sumbernya. Video edukasi yang diproduksi bersama warga terbukti menjadi media pembelajaran yang efektif. Warga menyatakan bahwa pendekatan visual dan penggunaan bahasa daerah memudahkan pemahaman konsep pengelolaan sampah. Video tersebut kini digunakan kembali dalam pertemuan RT dan kegiatan PKK sebagai sumber diskusi lingkungan. BumDes Maju Sejahtera ini juga mempelopori penggunaan larva Black Soldier Fly (BSF) untuk menguraikan sampah dapur organik. Dalam satu bulan, kelompok ini berhasil mengolah sekitar 15Ae20 kg sampah organik per minggu menjadi media perkembangbiakan belatung, sekaligus mengurangi bau dan volume sampah di sekitar rumah . Pak Gatot, 2. Gambar 3. Perbandingan Praktik Pemilahan Sampah Rumah Tanga Sebelum dan Sesudah Kegiatan. Kegiatan pendampingan juga berkontribusi signifikan dalam menjaga keberlanjutan praktik pengelola, pemilahan sampah lebih kondusif. Secara keseluruhan, kegiatan ini bukan sekedar meningkatkan kesadaran individu melainkan membangun basis sosial yang mendukung gerakan pengelolaan sampah secara kolektif. Model pendekatan partisipatif Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 berbasis video yang digunakan telah terbukti dapat direplikasi dan berpotensi diterapkan di daerah pedesaan lain dengan kondisi serupa. Penerapan edukasi partisipatif berbasis video dalam program pengabdian masyarakat ini terbukti efektif dalam mengatasi rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Solusi yang ditawarkan berhasil menjawab kekhawatiran mitra (BumDes Maju Sejahter. terkait praktik pembuangan sampah campuran tanpa pemilahan, yang selama ini menghambat pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dengan mengutamakan prinsip partisipasi aktif, program ini mampu mentransfer pengetahuan teknis, sekaligus membangun kesadaran kolektif warga akan pentingnya pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Pendekatan partisipatif ini sejalan dengan teori kritis Freire . 1, hal. dalam buku Education for Critical Consciousness, yang menekankan bahwa pendekatan yang bersifat dialogis dan menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Dalam konteks ini, warga diposisikan bukan sebagai objek penerima informasi, melainkan sebagai aktor kunci dalam pengembangan materi video, identifikasi masalah, dan pengembangan solusi Proses ini mendorong penyadaran, yaitu kesadaran . , yaitu kesadaran akan struktur sosial dan peran individu dalam perubahan. Kegiatan ini juga mengadopsi perspektif Chambers tentang prinsip-prinsip Participatory Rural Appraisal (PRA), yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam eksplorasi kebutuhan, pengambilan keputusan, dan perencanaan aksi lokal (Lestari dkk. 2021, hal. Melalui Forum Group Discussion (FGD), pemetaan sosial, dan observasi partisipan, program ini berhasil mengeksplorasi pengetahuan lokal dan menyusunnya menjadi solusi yang efektif dan aplikatif. Pendekatan ini memperkuat kapasitas warga sebagai pemilik sekaligus pelaksana perubahan sosial yang berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang dapat dijadikan indikator keberhasilan program. Pertama, praktik pemilahan sampah rumah tangga meningkat secara signifikan. mayoritas peserta yang sebelumnya tidak memilah sampah, mulai secara konsisten memisahkan sampah organik dan non-organik. Kedua, video edukasi yang diproduksi bersama warga tidak sekedar berfungsi sebagai medium pembelajaran tetapi juga digunakan dalam pertemuan RT dan forum Perberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai medium advokasi lingkungan. Ketiga, memperkuat propgram pengelolaan sampah BumDes Maju Sejahtera dan Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 I Gusti Ngurah Tri Marutama. Alfan Setyawan. Dedy Eka Timbul Prayoga. Nidyah Widyamurti Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Edukasi Partisipatif Berbasis Video Pengelolaan Sampah: Studi Kasus di Desa Matesih. Karanganyar membudidayakan (Maggo. dari larva Black Soldeir Fly (BSF) menjadi wujud nyata dari kemandirian warga dalam pengelolaan sampah. Budidaya Maggot memberikan solusi biologis untuk menguraikan sampah organik sekaligus menghasilkan larva bernilai (Solekha , 2022, hal. Pendekatan ini juga sejalan dengan kerangka kerja Community-Based Environmental Education (CBEE), yang menekankan pentingnya pendekatan berbasis nilai-nilai komunitas, lokalitas, dan partisipasi dalam proses pembelajaran lingkungan (Suhardi dkk. , 2025, hal. CBEE memposisikan pendekatan lingkungan sebagai medium pemberdayaan yang mampu mengubah perilaku individu dan kolektif secara berkelanjutan. Kegiatan ini menerapkan prinsip-prinsip tersebut melalui produksi media lokal, diskusi reflektif dengan warga, dan praktik langsung di lingkungan rumah tangga. Faktor-faktor pendorong keberhasilan kegiatan ini antara lain tingginya partisipasi masyarakat, semangat gotong royong, dukungan informal dari tokoh masyarakat, dan efektivitas media video yang dirancang secara efektif dan komunikatif. Pada sisi lain, kendala utama yang dihadapi antara lain terbatasnya waktu pelaksanaan, kurangnya fasilitas pendukung seperti tempat sampah terpisah, serta pemahaman dan motivasi yang belum merata di antara warga. Budidaya maggot, meskipun inovatif, juga menghadapi tantangan teknis berupa kebutuhan akan permediuman sederhana yang belum tersedia secara luas. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa model pendekatan partisipatif berbasis media visual lokal dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi solusi strategis untuk pengelolaan sampah di pedesaan. Keberhasilan ini membuka peluang untuk mereplikasi model serupa di desa-desa lain dengan adaptasi terhadap karakteristik lokal dan konteks sosial budaya. PENUTUP Program pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Matesih dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui pendekatan partisipatif berbasis video. Keberhasilan ini signifikan karena permasalahan utama yang dihadapi para mitra (BumDes Maju Sejater. adalah rendahnya kesadaran dan praktik pemilahan sampah Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 yang buruk, yang mengakibatkan tingginya volume sampah dan menghambat upaya daur ulang di tempat pengelolaan akhir(BumDes Maju Sejater. Keberhasilan ini terletak pada pendekatan dialogis dan kontekstual yang sejalan dengan prinsip pedagogi kritis dan pendekatan lingkungan berbasis masyarakat. Warga bukan sekedar menerima materi tetapi juga terlibat aktif dalam produksi video, diskusi kelompok, dan praktik langsung di rumah mereka, yang menumbuhkan kesadaran kolektif dan rasa memiliki terhadap solusi Bersama. Contoh konkret setelah program ini dilaksanakan, sebagian besar warga mulai memisahkan sampah organik dan non-organik secara mandiri, dan mendukungkung keberlangsungan BumDes Maju Sejatera beroperasi optimal serta mengembangkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) lebih terkondisi. Video yang dihasilkan terus digunakan dalam berbagai pertemuan masyarakat, menunjukkan efektivitas dan nilai edukasinya yang Namun, program ini masih menghadapi beberapa tantangan, seperti terbatasnya. SDM, fasilitas pengelolaan sampah yang lebih banyak daya tampung dan Berdasarkan keberhasilan dan tantangan ini, direkomendasikan agar program ini diintegrasikan ke dalam agenda lingkungan desa, diperkuat melalui peraturan desa tentang pemilahan sampah rumah tangga, dan direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik sosial Sinergi antara warga, akademisi, dan pemerintah desa merupakan kunci untuk memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang. DAFTAR PUSTAKA