Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Sistem Manajemen Bank Sampah : Peran Bank Sampah Sebagai Solusi Berkelanjutan Bagi Ekonomi Sirkular Palahudin. Awa. Erni Amriani Asmin. Saepul Alam. Siti Nabila Faujiah. Siti Nur Fadilah. Anisa Agustin Universitas Djuanda Bogor Artikel Info Genesis Artikel: Dikirim, 15 November 2024 Diterima, 26 November 2024 Diterbitkan, 25 Desember 2024 Kata Kunci: Sistem Manajemen Bank Sampah Ekonomi Sirkular ABSTRAK Latar Belakang: Bank sampah Desa Kertaraharja masih menghadapi tantangan dalam sistem manajerial, dimana pencatatan transaksi yang masih bersifat manual, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan dan keterlambatan penyampaian informasi. Tujuan: memajukan manajemen bank sampah di Desa Kertaraharja berbasis digital. Metode: Metode yang digunakan dalam Studi ini yaitu persuasif, yang terdiri dari beberapa langkah, seperti pemahaman tentang kondisi masalah melalui pengamatan, wawancara, survei di lokasi, dan wawancara dengan pemangku Hasil: sistem manajerial bank sampah berbasis digitalisasi merupakan solusi efektif untuk memfasilitasi pencatatan dan pengelolaan transaksi sampah, terbukti mampu meningkatkan efisiensi serta keakuratan pengelolaa bank sampah sebagai solusi berkelanjutan bagi ekonomi sirkular. Kesimpulan: kesimpulan dari program ini menunjukkan bahwa Pengabdian kepada Masyarakat melalui program bank sampah di Desa Kertaraharja bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan. ABSTRACT Keywords: Management System Waste Bank Circular Economy Background: The Kertaraharja Village waste bank still faces challenges in the managerial system, where the recording of transactions is still manual, so it has the potential to cause recording errors and delays in information Objective: to advance the management of waste banks in Kertaraharja Village based on digital. Methods: The method used in this study is persuasive, which consists of several steps, such as understanding the problem condition through observation, interviews, on-site surveys, and interviews with stakeholders. Results: The digitalization-based waste bank managerial system is an effective solution to facilitate the recording and management of waste transactions, proven to be able to increase the efficiency and accuracy of waste bank managers as a sustainable solution for the circular economy. Conclusion: the conclusion of this program shows that Community Service through the waste bank program in Kertaraharja Village aims to increase community awareness and participation in sustainable household waste management. This is an open access article under the CC BY-SA License. Penulis Korespondensi: Palahudin. Manajemen. Universitas Djuanda. Email: palahudin@unida. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. PENDAHULUAN Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah aspek penting dari pembangunan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Istilah ini mencakup berbagai tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk membantu komunitas, terutama dalam menangani masalah lingkungan, sosial, dan ekonomi. Untuk menanamkan teori dalam konteks yang lebih luas dan berdampak langsung. Pengabdian kepada Masyarakat berfungsi sebagai penghubung antara akademi pengetahuan dan kebutuhan lapangan yang sebenarnya. Sampah menjadi masalah besar yang meresahkan di seluruh negeri, terutama dalam konteks masalah ekologi perkotaan yang semakin kompleks (Yudiatmaja et al. , 2. Banyaknya timbunan sampah rumah tangga adalah salah satu masalah lingkungan yang paling umum dihadapi masyarakat. Jumlah sampah rumah tangga meningkat seiring dengan populasi, dan berbagai jenis sampah juga Kesadaran masyarakat tentang keuntungan dan dampak kelestarian lingkungan terhadap kesehatan adalah salah satu penyebab banyaknya sampah rumah tangga yang menimbun (Selomo Makmur et al. , 2. Fenomena ini tidak hanya disebabkan oleh peningkatan populasi, tetapi juga karena kompleksitas aktivitas manusia yang menghasilkan sampah dalam berbagai bentuk dan jenis (Budihardjo et al. , 2. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Sampah dapat didefinisikan sebagai berbagai bahan padat yang dibuat oleh manusia dan hewan dan membuat aktivitas sehari-hari terhambat dan lebih sulit. Setelah dianggap tidak berguna lagi, bahanbahan ini dibuang, menambah beban pada lingkungan dan menimbulkan masalah baru untuk menjaga ekologi kota (Putra Rananda et al. , 2. Misalnya, sampah rumah tangga dapat diartikan sebagai segala jenis sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari di dalam rumah, kecuali tinja dan jenis sampah tertentu. Namun, sampah rumah tangga juga dapat mengacu pada sampah yang berasal dari berbagai tempat, seperti industri, komersial, area khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan fasilitas lain yang tidak termasuk dalam kategori sampah rumah tangga. Program bank sampah menghimpun kelompok masyarakat yang berbeda untuk mengelola sampah rumah tangga (Priyono et al. , 2. Bank sampah adalah bagian penting dari sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Bank sampah adalah sistem yang mendorong partisipasi masyarakat (Miftahorrozi et al. , 2. Sistem ini akan memilah dan menjual sampah untuk menghasilkan keuntungan finansial (Adiyanto et al. , 2. Pendekatan pengelolaan sampah berkelanjutan menghasilkan keuntungan ekonomi selain mengurangi volume sampah (Adiyanto et al. Pengelolaan sampah yang lebih baik dapat menjadikan lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat. Bank sampah memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lokal selain membantu dalam pengelolaan sampah (Putra & Ismaniar, 2. Dengan mengumpulkan dan mengolah sampah, bank sampah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengelola dan berinvestasi dalam tabungan terpadu (Finkelman, 2. Bukan sekadar bank sampah, sebuah langkah penting Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. dalam pengelolaan sampah dalam meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pelestarian lingkungan (Marlina et al. , 2. Bank sampah membantu pertumbuhan ekonomi kerakyatan selain membangun masyarakat yang lebih sehat dan sadar lingkungan (Gunartin et al. , 2. Pengelolaan bank sampah ini sangat penting dilakukan untuk kemajuan lingkungan yang berkelanjutan. peningkatan ekonomi masyarakat (Lathif et al. , 2. Di era digitalisasi, penerapan sistem bank sampah berbasis komputer secara signifikan mendukung peningkatan efektivitas dan efisiensi manajerial (Yusuf et al. , 2. Dengan pemanfaatan aplikasi Mysmash pengelolaan bank sampah akan lebih mudah. Penggunaan aplikasi tersebut untuk mendukung digitalisasi bank sampah yang ada di Desa Kertaraharja. Tujuannya BUMDes dan nasabah akan lebih sadar akan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan manajerial bank sampah di Desa Kertaraharja (Mislan et al. , 2. Bank sampah Desa Kertaraharja masih menghadapi tantangan dalam sistem manajerial, dimana pencatatan transaksi yang masih bersifat manual, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan dan keterlambatan penyampaian informasi. Kondisi ini mempengaruhi efisiensi operasional serta keakuratan pengelolaan data nasabah. Penggunaan sistem manajerial yang masih manual memicu beberapa risiko, antara lain kemungkinan terjadinya redundansi data, kerentanan terhadap kerusakan dokumen fisik, keterbatasan ruang penyimpanan dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mencari data (Yusuf et al. , 2. , serta sistem manual akan memicu ketidaksamaan data pencatatan antara pengelola dan nasabah (Utami et al. , 2. Bagi nasabah yang ingin memperoleh informasi atau mengetahui detail transaksi yang telah dilakukan diharuskan datang langsung ke lokasi bank sampah, sehingga membatasi aksesibilitas dan kenyamanan dalam mendapatkan data secara cepat dan efisien (Muhardono et al. , 2. Ada dua tujuan dalam pengabdian ini. Pertama, pengabdian ini menyelidiki pengelolaan bank sampah oleh mahasiswa di Desa Kertaraharja. Kecamatan Cikembar. Kabupaten Sukabumi. Pengabdian ini membahas berbagai aspek penting dari pengelolaan bank sampah, termasuk struktur kelembagaan, elemen teknis operasional, peraturan yang berlaku, metode pembiayaan, dan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya. Pengabdian ini dapat memberikan gambaran mendalam tentang seberapa efektif dan bagaimana keberadaan bank sampah berdampak berkat pendekatan luas ini di Desa Kertaraharja. Kecamatan Cikembar. Kabupaten Sukabumi, mahasiswa bekerja sama dengan BUMDes untuk membuat saran yang dapat meningkatkan kinerja bank sampah dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar METODE PENGABDIAN Kegiatan pelaksanaan studi ini dilakukan di Desa Kertaraharja. Kecamatan Cikembar. Kabupaten Sukabumi. Pengabdian ini dilakukan pada 17 Juli sampai 19 Agustus 2024. Narasumber dalam kegiatan ini termasuk staf bank sampah, program pemerintah lokal, pelanggan, praktisi dan pakar. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengelolaan bank sampah di Desa Kertaraharja. Upaya ini termasuk penerapan sistem pengelolaan sampah digital, pendampingan Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. dan pelatihan tentang cara memilih sampah organik dan non-organik, dan investasi dalam bank sampah. Studi ini menggunakan metode persuasif, yang terdiri dari beberapa langkah, seperti : Gambar 1. Alur Penyelesaian Masalah Pada alur penyelesaian masalah dan metode pelaksanaan ditunjukkan pada gambar 1. Langkah pertama adalah mendapatkan pemahaman tentang kondisi masalah melalui pengamatan, wawancara, survei di lokasi, dan wawancara dengan pemangku kepentingan bank sampah. Setelah identifikasi masalah, selanjutnya dilakukan sosialisasi yang berguna untuk memberikan motivasi dan informasi kepada nasabah (Lathif et al. , 2. Setelah tahap observasi dan indentifikasi masalah, dilakukan pelatihan pengelolaan sampah dan penggunaan sistem digital Mysmash . plikasi bank sampa. Pada tahap ini, tim PkM memberikan pelatihan intensif serta pendampingan langsung kepada pengguna untuk memastikan pemahaman yang komprehensif terkait mekanisme kerja aplikasi, sehingga dapat diterapkan dengan optimal dalam kegiatan oprasional bank sampah di Desa Kertaraharja. HASIL DAN ANALISIS 1 Eksisting Pengelolaan Sampah Di Desa Kertaraharja Kondisi Awal Pengelolaan Sampah Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kertaraharja sebagian besar berasal dari sampah domestik yang belum diintegrasikan ke dalam program 3R dan dalam kondisi masih tercampur, terutama karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang metodologi pemilahan sampah. Pola Pengumpulan Pengangkutan sampah dilakukan di setiap rumah warga. Dua metode pengangkutan sampah adalah door-to-door dan pengangkutan langsung, di mana petugas sampah mengangkut sampah dari rumah warga dengan truk sampah. Pengangkutan langsung dilakukan seminggu sekali, terutama pada hari Jumat, mulai pukul 07. 2 Sistem Manajemen Bank Sampah Sistem ini mencakup pengelolaan operasional yang lebih terstruktur melalui penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi manajemen sampah dan website khusus yang memfasilitasi pencatatan, pelacakan, dan pengolahan data sampah. Dengan adanya sistem digital ini, proses pengumpulan. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. penyortiran, dan pendistribusian sampah menjadi lebih efisien, mengurangi risiko human error, dan meningkatkan transparansi operasional . Gambar 2. Alur Manajemen Bank Sampah Bank sampah yang terletak di Desa Kertaraharja. Kecamatan Cikembar. Kabupaten Sukabumi berfungsi untuk mendukung ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi sumber daya yang berharga secara ekonomi. Limbah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam didaur ulang dan dijual kembali melalui bank sampah yang menghasilkan lebih banyak pendapatan bagi masyarakat. Terbukti bahwa edukasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa/i PkM Fakultas Ekonomi dan Bisnis melalui kegiatan langsung di komunitas, buku, dan media sosial dapat meningkatkan partisipasi Banyak anggota komunitas sekarang terlibat aktif dalam program bank sampah setelah sebelumnya tidak menyadari pentingnya pemilahan sampah. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan jumlah anggota bank sampah dan jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan dan dikelola setiap bulan. Selain itu, pendidikan mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara lebih bertanggung jawab. Pengelolaan sampah sangat penting untuk dilakukan, karena dengan pengelolaan sampah yang baik dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta nilai ekonomi bagi masyarakat (Darmaraja et al. , 2. Pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah dimulai dengan beberapa tahapan, di antaranya: Mengenalkan Cara Mengelola Sampah Melalui Bank Sampah Kepada Masyarakat Desa Kertaraharja Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi langkah awal untuk menjadikan warga sekitar lebih mengenal mengenai jenis-jenis sampah. Mahasiswa/i Kelompok 7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Djuanda Bogor melakukan sosialisasi . kepada masyarakat di Desa Kertaraharja terkait cara mengelola limbah untuk di daur ulang sehingga menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis demi meningkatkan perekonomian di desa tersebut. Gambar 3. Sosialisasi Pengelolaan Bank Sampah Pengenalan Aplikasi Pengelolaan Sampah Guna Menabung di Bank Sampah Aplikasi bank sampah digital untuk pengelolaan sampah terbagi menjadi dua bagian. Pertama, orang yang akan menyetor sampah dapat dengan mudah menyetor jenis sampah yang mereka inginkan. Kedua, orang dapat memilih jenis sampah secara langsung melalui aplikasi. Terakhir, pengelola bank sampah yang menentukan jenis sampah mana yang dapat diterima oleh bank sampah tertentu. Sistem manajemen dalam aplikasi MySmash dibuat oleh mahasiswa/kelompok 7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Djuanda. Pengabdian Masyarakat Bogor. Menabung di bank sampah hampir mirip dengan menabung di bank biasa. Untuk menjadi anggota, nasabah harus mengisi formulir, yang kemudian akan dicatat sebagai nasabah oleh pengelola di buku Setiap nasabah harus memasang aplikasi yang dirancang khusus untuk nasabah bank sampah sehingga mereka dapat melihat uang yang ditabung. Pencairan tabungan dilakukan setiap enam bulan sekali, sesuai dengan perjanjian antara pengelola dan nasabah. Ketika nasabah menabung paling banyak, pengelola bank sampah akan memberikan hadiah . Gambar 4. Aplikasi Bank Sampah Bagi Pengelola dan Nasabah Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Manajemen Pengelolaan Bank Sampah Bank sampah didirikan pada tahun 2024 oleh Mahasiswa/i PkM Kelompok 7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Djuanda Bogor bekerja sama dengan BUMDes Desa Kertaraharja. Kecamatan Cikembar. Kabupaten Sukabumi, yang sangat peduli dengan lingkungan. Pengurusan bank sampah bergabung dengan BUMDes Desa Kertaraharja, yang memiliki 57 nasabah. Nasabahnya terdiri dari penduduk yang tinggal di Desa Kertaraharja, dan pengelolaannya dilakukan oleh ibu-ibu PKK. Jadwal penjualan sampah anorganik dilakukan satu bulan sekali, sedangkan jadwal menabung dilakukan pada hari Selasa dan Jum'at. Struktur Organisasi Pengelola Struktur organisasi pengelola bank sampah Desa Kertaraharja. Kecamatan Cikembar. Kabupaten Sukabumi . Gambar 5. Struktur Kepengurusan Bank Sampah Pembina: Camat dan Lurah Penasehat: BUMDes Manajer/Ketua . Bertanggung jawab atas pengeluaran yang terkait dengan operasional bank sampah. Bertanggung jawab atas kerja sama yang dilakukan dengan orang lain. Menjaga kegiatan pengurus agar sesuai dengan prosedur bank sampah yang telah ditetapkan. Menyusun strategi dan tujuan yang akan dicapai oleh bank sampah di masa mendatang. Sekretaris . Bertanggung jawab atas pengelolaan bank sampah: mencatat nilai sampah dari penimbangan sampah nasabah ke buku tabungan dan buku induk . Bekerja sama dengan bendahara untuk membuat dan meringkas catatan penimbangan dan penjualan sampah ke buku induk dan laporan harian . Mengarsipkan surat masuk dan keluar dari pihak lain . Melaporkan kepada bendahara tentang seluruh kegiatan administrasi. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Bendahara . Membuat laporan keuangan harian dan bulanan tentang penerimaan dan pengeluaran uang bank sampah dengan bukti dan arsip . membuat laporan keuangan tentang laba rugi dari hasil kegiatan bank sampah . Memberikanuang untuk pembayaran kepada nasabah dan pihak lain berdasarkan nota pengajuan yang disetujui oleh pengurus atau ketua. Tim Pemeriksa . Memeriksa apakah sampah yang disetorkan klien sesuai dengan daftar jenis sampah yang diterima oleh bank sampah. Sebelum diserahkan kepada tim penimbangan, sampah pelanggan harus dikategorikan dan dipilih berdasarkan jenisnya . Berkolaborasi dengan tim penimbang dalam proses menghitung sampah klien. Tim Penimbang . Bertanggung jawab penuh atas proses penimbangan sampah . Menanggapi bahwa tim pemeriksa telah menghitung setoran sampah nasabah secara kolektif, pemeriksa menimbang sampah dengan tepat . Mencatat hasil penimbangan pada slip setoran dan kemudian menyerahkannya kepada sekretaris untuk administrasi . Bertanggung jawab penuh atas proses penimbangan sampah. Tim Pemilah Memilah sampah setelah ditimbang, mengumpulkan sampah yang akan disetorkan ke toko, pengepul, atau tempat lain. Memilah sampah yang akan diserahkan ke tim kreatif untuk didaur ulang atau digunakan untuk membuat karya seni yang bernilai jual. Tim Kreatif . Bertanggung jawab untuk melakukan inovasi dan mengubah uang simpanan klien menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai tinggi. Menjalankan strategi pemasaran produk kerajinan sehingga dapat menghasilkan keuntungan bagi bank sampah Tim Penghijauan Bertanggung jawab langsung untuk membuat program penghijauan di sekitar area yang digunakan sebagai bank sampah agar pelanggan dan orang lain yang datang ke bank sampah merasa nyaman dan bekerja sama dengan pelanggan dan warga sekitar untuk membuat lingkungan yang asri dan nyaman Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Hasil pelaksanaan kegiatan PkM ini menunjukkan bahwa sistem manajerial bank sampah berbasis digitalisasi merupakan solusi efektif untuk memfasilitasi pencatatan dan pengelolaan transaksi sampah, terbukti mampu meningkatkan efisiensi serta keakuratan pengelolaan. Aplikasi yang dikembangkan memungkinkan pengurus melakukan pencatatan secara lebih cepat dan transparan, sekaligus memberikan kemudahan bagi nasabah dalam memantau transaksi mereka. Selain itu, aplikasi ini juga membuka peluang untuk pengembangan bank sampah sebagai solusi berkelanjutan bagi ekonomi Dengan demikian hasil PkM ini sejalan dengan pengabdian yang dilakukan oleh (Yusuf et al. Utami et al. , 2021. Muhardono et al. , 2. bahwa teknologi digital bank sampah berkontibusi positif terhadap proses bisnis bank sampah sebagai solusi berkelanjutan bagi ekonomi sirkular. KESIMPULAN Melalui program bank sampah di Desa Kertaraharja. Kecamatan Cikembar. Kabupaten Sukabumi, bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan. Bank sampah dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat selain membantu mengurangi volume sampah dan menjaga kelestarian lingkungan. Pengabdian ini mengevaluasi pengelolaan bank sampah dari berbagai aspek, termasuk partisipasi masyarakat, serta dampaknya terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan, guna memberikan rekomendasi perbaikan yang bermanfaat. Pengelolaan sampah di Desa Kertaraharja belum optimal, karena sampah rumah tangga masih tercampur dan belum dipilah. Pengumpulan dilakukan secara door-to-door setiap minggu. Untuk meningkatkan pengelolaan, sistem manajemen bank sampah diterapkan, termasuk penggunaan aplikasi MySmash untuk memudahkan pencatatan dan penabungan sampah. Program ini didukung oleh mahasiswa Universitas Djuanda Bogor dan BUMDes, yang berhasil meningkatkan partisipasi Bank sampah, yang dikelola oleh ibu PKK, berfokus pada daur ulang sampah anorganik untuk mendukung ekonomi sirkular dan kesejahteraan masyarakat REFERENSI