JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 1-8 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Journal Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski doi :x/x. PERAN OSIS DALAM MEMBANGUN KARAKTER KEPEMIMPINAN SISWA DI SMA ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT TULUNGAGUNG Moh Mambaul Hikam1 Mohamad Hasib2 Universitas Bhineka PGRI Tulungagung1,2 mambaul87@gmail. mohammadhasib0207@gmail. Abstract Each educational institution has an organization for its students, especially at the junior high and high school levels. Maybe we are familiar with the name, namely the Intra-School Student Organization (OSIS). This needs to be considered because the importance of an organization for students is considered important because the Student Council is a forum to facilitate students to be able to do the tasks that are their responsibility for the benefit of the school and all students. Just like the program carried out by the student council must run according to expectations and be a good example for other students in acting and speaking. With the presence of the Student Council, it is hoped that it will be able to encourage students to build their leadership character through the tasks that have been given. This study uses descriptive-qualitative research, using data collection methods such as: observation, interviews, and With the above explanation, it raises the formulation of problems about how the student council efforts in building student leadership character and how important the role of the student council is in building student leadership character. Through the results of research conducted by researchers, the efforts of the student council at the school have been carried out in accordance with the program made at the beginning of the school year, as well as the basic student leadership training program and the flag ceremony. Then the role of the student council in building student leadership character is by enforcing student discipline and fostering physical and spiritual training. Keywords: Student Council Role. Character Building. Students Abstrak Setiap instansi pendidikan itu mempunyai organisasi untuk peserta didiknya, terutama ditingkat SMP dan SMA. Mungkin kita sudah tidak asing dengan namanya, yaitu Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Hal ini perlu diperhatikan karena pentingnya sebuah organisasi bagi siswa, dianggap penting karena OSIS merupakan wadah untuk memfasilitasi para siswa agar mampu mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya demi kepentingan sekolah dan seluruh siswa. Seperti halnya program yang dilakukan OSIS harus berjalan sesuai harapan dan menjadi contoh yang baik bagi siswa yang lain dalam bertindak dan bertutur kata. Dengan kehadiran OSIS, diharap mampu mendorong para siswa agar bisa membangun karakter kepemimpinannya melalui tugastugas yang telah diberikan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif-kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data seperti: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan paparan di atas, menimbulkan rumusan masalah tentang bagaimana upaya OSIS dalam membangun karakter kepemimpinan siswa dan seberapa pentingkah peran OSIS dalam membangun karakter kepemimpinan siswa. Melalui hasil penelitian yang di lakukan peneliti, upaya OSIS yang ada di sekolah tersebut sudah terlaksana sesuai dengan program yang dibuat di awal tahun ajaran, seperti halnya program latihan dasar kepemimpinan siswa dan upacara bendera. Lalu peran OSIS dalam membangun karakter kepemimpinan siswa yaitu dengan adanya penegak kedisiplinan siswa dan pembinaan pelatihan jasmani dan rohani. Kata kunci: Peran OSIS. Membangun Karakter. Siswa Pendahuluan Pendidikan merupakan sebuah aset berharga dan suatu kebutuhan bagi setiap bangsa, untuk mengantarkan manusia dari ketidaktahuan menjadi suatu insan yang berpengetahuan. Pendidikan Moh Mambaul Hikam dan Mohamad Hasib ditunjukkan untuk selalu mencetak sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas, sehingga memiliki kontribusi yang cukup untuk memajukan Indonesia. Hal ini sesuai dengan pendapat (Kompri 2. AuPendidikan mengarahkan manusia pada kehidupan yang lebih baik, menyangkut derajat kemanusiaan untuk mencapai tujuan hidupnyaAy. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, siswa atau peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Lalu Intra adalah bagian dalam. Maksudnya suatu organisasi yang terletak di dalam atau lingkungan sekolah yang bersangkutan. (Badrudin 2. Sekolah atau satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Guna upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, diperlukan wadah untuk menampung sumberdaya manusia agar lebih berkembang yaitu dengan satuan pendidikan. Sekolah adalah lembaga formal yang di dalamnya ada proses pengembangan peserta didik. Melalui sebuah sekolah, peserta didik akan mendapatkan ilmu untuk memajukan sumber daya manusia, memperluas wawasan, mendapat pengalaman dan juga pendidikan mengenai nilai-nilai sosial. Selain dari itu peserta didik perlu memperoleh penanaman nilai-nilai akhlak, moral, serta adanya jiwa kepemimpinan yang baik untuk proses membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Secara umum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) itu mempunyai maksud disetiap katanya, yaitu: Organisasi adalah sekumpulan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan suatu ikatan ketentuan yang telah disepakati bersama. (Ibrahim 2. Siswa yaitu masyarakat yang ingin mengembangkan potensi pada dirinya dengan kegiatan pembelajaran yang sudah terstruktur secara sistematis. Intra yaitu terletak di bagian dalam. Maksudnya yaitu suatu organisasi yang berada di dalam lingkup satuan Melalui sekolah sebuah satuan pendidikan akan melayani dan pendidikan akan terselenggara dengan jalur formal, informal dan non formal di setiap jenjangnya. Pada realitanya di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung terdapat beberapa masalah yang seharusnya bisa diselesaikan melalui OSIS, yaitu masalah siswa yang berangkat sekolah sering telat atau bahkan siswa yang bolos pelajaran di waktu tertentu, selain itu sebagian kecil siswa kurang menyadari akan keberadaan OSIS dan kurang tahu menahu tentang OSIS. Hal ini perlu adanya tindak lanjut agar kejadian seperti masalah di atas bisa dikurangi atau bahkan bisa Namun, yang menjadi masalah adalah karakter kepemimpinan OSIS yang masih kurang Hal ini terlihat dari anggota OSIS yang terkadang masih merasa sungkan dengan sesama siswa bahkan sampai takut untuk saling mengingatkan, kurangnya rasa kepemimpinan pada diri anggota OSIS menyebabkan kurang berjalannya proses membangun karakter kepemimpinan pada anggota OSIS tersebut bahkan juga kepada siswa itu sendiri. Berdasarkan sistem Talcott Parsons. OSIS sebagai suatu sistem merupakan tempat kehidupan berkelompok peserta didik yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. 2 Dalam hal ini. OSIS dinilai sebagai suatu sistem, dimana sekumpulan para peserta didik mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan suatu organisasi yang mampu mencapai tujuan. OSIS sebagai suatu sistem ditandai dengan beberapa ciri pokok yaitu: Berorientasi pada tujuan Memiliki susunan kehidupan berkelompok Memiliki sejumlah peranan Terkoordinasi Berkelanjutan dalam waktu tertentu Suatu organisasi bisa dikatakan sebagai sistem sosial apabila memenuhi syarat sebagai berikut: pertama, sistem sosial harus terstruktur. Kedua, agar dapat selalu bertahan sistem sosial harus didukung oleh sistem yang lain. Ketiga, sistem harus signifikan memenuhi kebutuhan Keempat, sistem harus menimbulkan partisipasi yang memadai dari anggota1 Kompri. Motivasi Pembelajaran Perspektif Guru dan Siswa. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2015. 2 Sari. Yuke Madu Ratna. AuPeran Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa dalam Menumbuhkan Sikap Kepemimpinan Siswa. Ay ejournal. id, 2017: 518. Peran Osis Dalam Membangun Karakter Kepemimpinan Siswa Di Sma Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung Kelima, sistem paling tidak harus memiliki kontrol minimum terhadap perilaku yang berpotensi merusak. Keenam, apabila konflik menjadi suatu yang menimbulkan kerusakan yang Berdasarkan syarat sistem yang dikemukakan oleh Talcott Pesons. OSIS memenuhi syaratsyarat tersebut. Pertama. OSIS mempunyai struktur organisasi yang jelas. Kedua. OSIS memiliki dukungan dari sistem yang lain, yaitu sekolah. Ketiga. OSIS memenuhi kebutuhan anggotanya dengan adanya kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan oleh anggotanya. Keempat, dalam setiap kegiatan yang dilakukan seluruh anggotanya turut berpartisipasi di dalamnya. Kelima. OSIS memiliki pembina yang selalu mengontrol seluruh kegiatannya. Keenam, setiap organisasi memiliki anggota yang memiliki perbedaan karakter yang dapat menimbulkan berbagai macam konflik. Sebagai sebuah organisasi. OSIS mempunyai nilai organisasi yang berfungsi memberikan berbagai pengalaman berorganisasi kepada peserta didik. Pengalaman tersebut yaitu pengalaman memimpin bagi para pengurus, pengalaman bekerja sama bagi anggota, hidup demokratis dan berjiwa toleransi terhadap beragam pendapat dan cara pandang yang berbeda, serta pengalaman mengendalikan organisasi dengan ilmu manajemen. (Zulkarnain 2. Setiap organisasi pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai, begitu juga dengan OSIS. Ada beberapa tujuan yang diinginkan OSIS, yaitu sebagai berikut: Menghimpun ide, pikiran, bakat, kreativitas dan minat peserta didik kedalam suatu wadah yang bebas dari berbagai macam pengaruh negatif dari luar sekolah. Mendorong sikap, jiwa, serta semangat kesatuan dan persatuan diantara peserta didik, sehingga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar. Sebagai tempat dan sarana peserta didik untuk berkomunikasi serta menyampaikan pemikiran dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berpikir, mengembangkan wawasan, dan pengambilan keputusan. (Zulkarnain 2. Salah satu kegiatan intrakurikuler adalah OSIS yang dijadikan sebagai wadah untuk belajar dan mengembangkan karakter kepemimpinan bagi siswa, melatih kreativitas, dan inovasi melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, dan belajar cara bersosialisasi dengan baik terhadap orang lain. Selain itu. OSIS juga sebagai wahana untuk membentuk karakter dan kepribadian yang baik, seperti meningkatkan keimanan dan ketakwaan, disiplin, sopan santun, akhlak mulia, tanggung jawab, mandiri, komunikatif, suka membantu, tanggap, dan yang tidak kalah penting adalah membangun karakter kepemimpinan. (Restu 2. Selain itu OSIS juga mempunyai peran yang sudah berjalan posistif seperti halnya kegiatan penyebrangan jalan yang dilaksanakan setiap hari sebelum memulai Kegiatan Belajar Mengajar. Anggota OSIS dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengatur lalu lintas yang setiap dua hari OSIS dibantu oleh pembina OSIS untuk mendisiplinkan seluruh siswa. Dengan kegiatan yang sudah di paparkan ini, akan tumbuh sebuah proses kepemimpinan antara anggota OSIS dengan siswa. Sebagai pemimpin yaitu anggota OSIS, lalu pengikutnya adalah seluruh siswa. Begitu pun juga kegiatan-kegiatan berbau islami seperti halnya peringatan hari besar islam, maulid nabi, dan peringatan israAo mikraj. Itu semua dipimpin oleh anggota OSIS melalui bimbingan dari Pembina OSIS. OSIS di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung tidak hanya sebagai wadah organisasi saja bagi siswa, namun juga menjadi wadah untuk berinteraksi dan saling bekerja sama antara satu siswa dengan siswa yang lainnya. Pembina OSIS sering mengajarkan tentang kerja sama kepada pengurus OSIS, sehingga pengurus OSIS bisa menjadi kompak dalam menjalankan kegiatan secara bersama. Karena mereka selalu memprioritaskan kebersamaan dan kekeluargaan dalam menjalankan setiap kegiatan. Dari penjelasan di atas, peneliti ingin mengetahui lebih dalam 3 Sari. Yuke Madu Ratna. AuPeran Kegiatan LatihanA518. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 1-8 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Moh Mambaul Hikam dan Mohamad Hasib mengenai peran OSIS dalam membangun karakter kepemimpinan siswa di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung. Sebagai bahan pertimbangan dan acuan, penelitian ini diharapkan dapat melengkap dari sudut pandang yang berbeda. Berikut ini beberapa penelitian terdahulu yang relevan berdasarkan pencarian peneliti: Pertama. Skripsi penelitian yang dilakukan oleh saudara Rendy Ferdian Anggriawan pada tahun 2014 dengan judul Pengaruh Partisipasi Kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah terhadap Berpikir Kreatif dalam Memecahkan Masalah Organisasi Pada Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah di SMP Negeri 1 Gedangan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif, jenis penelitiannya yaitu penelitian korelasional sebab-akibat, dimana penelitian korelasional bertujuan untuk melihat seberapa besar kaitan antara beberapa variabel satu sama lain. Kedua. Penelitian Skripsi yang dilakukan oleh saudara Abdullah pada tahun 2018 dengan judul Implementasi Pendidikan Karakter Pada OSIS SMP Negeri 1 Karangbinangun Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitiannya deskriptif, data-datanya berupa kata-kata tertulis atau lisan atau perilaku yang dapat diamati melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi peneliti di lapangan dan pendahuluan penelitian di atas, maka peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut: pertama, bagaimana upaya OSIS dalam membangun karakter kepemimpinan siswa di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung, dan kedua, bagaimana peran OSIS dalam membangun karakter kepemimpinan siswa di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung. Sesuai rumusan masalah yang peneliti lakukan, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: pertama, untuk mendeskripsikan tentang upaya apa saja untuk membangun karakter kepemimpinan siswa di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung, dan kedua, untuk mendeskripsikan apa saja peran OSIS dalam membangun karakter kepemimpinan siswa di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung. Metode Sesuai dengan topik yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu Peran Organisasi Siswa Intra Sekolah dalam Membangun Karakter Kepemimpinan Siswa, maka metode penelitian yang kami gunakan adalah deskriptif-kualitatif. Adapun pendekatan yang digunakan peneliti adalah Peneliti menggunakan pendekatan ini karena data yang dikaji dan dihasilkan adalah deskriptif yaitu berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat 4 Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu secara utuh. Jadi, dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai bahan dari suatu keutuhan. Penelitian dengan metode deskriptif merupakan penelitian yang menggambarkan keadaan suatu objek atau peristiwa tertentu berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana mestinya yang kemudian diiringi dengan upaya pengambilan kesimpulan umum berdasarkan fakta-fakta historis tersebut. Oleh sebab itu analis data yang digunakan bersifat induktif. Analisis data didasarkan pada data yang diperoleh yang kemudian dikembangkan dengan pola-pola tertentu. Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama yaitu menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat. (Martini 1. Dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan memperhatikan beberapa pertimbangan. Pertama, pendekatan kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan-kenyataan. Kedua, pendekatan ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan responden. Ketiga, pendekatan ini lebih peka dan dapat menyesuaikan diri. Subyek yang menjadi fokus peneliti adalah sebagian elemen yang ada di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung yang sekaligus menjadi informan dalam pengumpulan data. Informan penelitian ini berjumlah 6 partisipan yang terdiri atas Waka Kesiswaan. Pembina OSIS. Ketua OSIS. Wakil Ketua OSIS. Perwakilan Kelas. Anggota OSIS. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data ada 3 yaitu : metode observasi, metode wawancara dan dokumentasi. 4 Moleong. Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2022. Peran Osis Dalam Membangun Karakter Kepemimpinan Siswa Di Sma Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung pada tanggal 17 Februari 2024 Ae 04 Juni 2024 yang kurang lebih penelitian ini membutuhkan waktu kurang lebih 1 semester. Tempat penelitian ini berlokasi di Jalan Raya 1 Gang PDAM Ngunut. Kecamatan Ngunut. Kabupaten Tulungagung. Sekolah ini berstatus Swasta dan terakreditasi A Unggul. Sumber data dalam Instrumen Penelitian Waka Kesiswaan Pembina OSIS Ketua OSIS Wakil Ketua OSIS Perwakilan Kelas Anggota OSIS Tabel 1. Instrumen Penelitian Pengumpul data merupakan prosedur yang sistematik dengan memperhatikan penggarisan yang telah ditentukan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari data yang tidak terpakai karena jauhnya informasi yang diperoleh dengan keperluan peneliti. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data ada 3 yaitu : metode observasi, metode wawancara dan dokumentasi. Selain itu. Analisis data dari hasil pengumpulan data merupakan tahapan yang penting dalam penyelesaian suatu kegiatan penelitian. Data mentah yang dikumpulkan oleh peneliti lapangan akan berguna setelah dianalisis. Dengan analisis ini data yang ada akan terlihat manfaatnya terutama dalam memecahkan masalah penelitian dan mencapai tujuan akhir penelitian. Dalam analisis dipisahkan antara data terkait . dan data yang kurang terkait atau sama sekali tidak ada kaitannya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode analisis Miles dan Huberman sebagai berikut. 5 Reduksi Data. Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan atau verifikasi. Hasil Dan Pembahasan Peran OSIS dalam membangun karakter kepemimpinan bagi siswa memang sangat diperlukan, dikarenakan hanya OSIS lah organisasi siswa yang diakui oleh lembaga pendidikan dan pemerintah secara resmi. Namun, di setiap tahunnya pasti ada pergantian jabatan untuk menjadi ketua OSIS, yang awalnya menjabat satu tahun kemudian digantikan oleh adik kelas dari ketua OSIS Hal ini menyebabkan ketidak stabilan sebuah organisasi, namun kejadian seperti itu tidak bisa dipungkiri, karena memang jabatan yang dilaksanakan itu hanya satu tahun dan maksimalnya itu hanya dua tahun. Melalui OSIS siswa dapat menyalurkan bakat dan minatnya bahkan karakter kepemimpinan siswa bisa dikembangkan secara maksimal lewat OSIS. Kegiatan OSIS yang sangat berpengaruh dalam membangun karakter kepemimpinan siswa melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa, karena dalam kegiatan tersebut siswa diajarkan menjadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab. Selama proses membangun karakter kepemimpinan siswa berlangsung, ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. (MasAoud 2. Di antaranya yaitu kepribadian siswa, ruang lingkup/lingkungan sosial, metode atau cara pemberian ilmu kepemimpinan. Faktor lingkungan dan teknologi sangat berpengaruh terhadap pembangunan karakter kepemimpinan siswa. Sementara itu, setiap siswa juga memiliki karakter yang berbedabeda, oleh sebab itu pembangunan karakter siswa membutuhkan waktu yang sangat lama dan pendekatannya pun harus satu persatu. Padahal sebuah organisasi memerlukan kepemimpinan yang Berdasarkan hasil penelitian dari peneliti di semester 2 tahun ajaran 2023-2024 tentang Peran OSIS dalam membangun Karakter Kepemimpinan Siswa di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung adalah sebagai berikut: 5 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2009. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 1-8 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Moh Mambaul Hikam dan Mohamad Hasib Pertama, tentang Upaya OSIS dalam Membangun Karakter Kepemimpinan Siswa. Karakter seorang siswa berkembang dari waktu ke waktu. Menurut Sudarwan Danim, karakter tidak akan berubah dengan cepat. (Sudaryono 2. Perubahan karakter merupakan proses evolusi. Sebuah perilaku seseorang yang dapat diamati merupakan indikasi dari karakternya. Melalui kehadiran OSIS ini para siswa bisa berlomba-lomba untuk menjadi anggota organisasi tersebut, dengan tujuan agar bisa mengembangkan karakter yang ada pada dirinya. "Peran OSIS sangat penting dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa karena OSIS adalah patokan kedisiplinan dan cerminan perilaku yang baik bagi warga sekolah. " (Wawancara dengan Fahmi Azdan Setiawan selaku Wakil Ketua OSIS SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung. Tanggal 14 Mei Dengan ini menggambarkan peran OSIS sangat dibutuhkan di sekolah, terutama bagi para siswa gunan untuk mengembangkan karakter pada masing-masing siswa. Melalui pembahasan yang sudah peneliti lakukan di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung, upaya OSIS dalam menjalankan perannya sudah sangat optimal, seperti halnya sudah berjalannya kegiatan atau program kerja yang diadakan oleh OSIS, menunjukkan kekompakan antar anggota dalam menjalankan kegiatan yang menjadi program kerja OSIS, ikut andil dalam acaraacara yang diadakan oleh sekolah, sangat antusias dalam mengadakan event perlombaan yang bersifat jasmani maupun rohani. Namun dari seluruh kegiatan yang dijalankan tidak semuanya berjalan sesuai harapan, dikarenakan beberapa kendala yang dialami oleh para anggota OSIS tersebut, seperti halnya adanya sekat antara anggota satu dengan anggota yang lainnya dalam suatu kegiatan, sehingga timbul kesalah pahaman dalam menjalankan salah satu program kerja, lalu terjadinya kegiatan yang seharusnya berjalan maksimal, tetapi akhirnya tetap berjalan saja dikarenakan anggota yang bertugas sudah kelelahan dalam menyiapkan kegiatannya. Pada akhirnya upaya OSIS tersebut dalam membangun karakter kepemimpinan siswa sudah sangat optimal, karena hasil positif yang dilaksanakan oleh OSIS sangat banyak sekali, dibandingkan dengan hal negatif yang ada didalamnya. Kedua, tentang Peran OSIS dalam Membangun Karakter Kepemimpinan Siswa. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) membutuhkan figur seorang pemimpin yang dapat mendorong dan mengarahkan organisasi tersebut mencapai tujuan bersama. Tidak hanya itu, figur seorang pemimpin juga dibutuhkan sebagai agen perubahan, pembina, pemberi motivasi dan dorongan serta petunjuk untuk melaksanakan visi dan misi organisasi. (Bantam 2. Perkembangan karakter seorang siswa tidak bisa langsung menjadi baik, perlu adanya sebuah organisasi yang bisa memupuk karakter siswa menjadi lebih baik lagi. Hal ini akan tercermin melalui OSIS, karena organisasi ini adalah satu-satunya organisasi siswa yang resmi di dalam lingkup Salah satu fungsi OSIS ialah sebagai upaya preventif, yaitu secara internal OSIS dapat menggerakkan sumber daya yang ada dan secara eksternal OSIS mampu beradaptasi dengan lingkungan, seperti menyelesaikan persoalan perilaku menyimpang siswa dan sebagainya. 6 Dengan adanya OSIS di sekolah siswa akan mudah untuk mengadakan musyawarah, saling tukar pendapat, menghargai pendapat orang lain dan mengadakan evaluasi bersama atas program kerja yang sudah dijalankan, hal ini adalah wujud dari peran OSIS dalam membangun karakter siswa. Melalui hasil peneliti lakukan di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung, tentang Peran OSIS dalam Membangun Karakter Kepemimpinan Siswa. Peran ini amat sangat diperlukan dikarenakan OSIS di sekolah adalah sebagai wadah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa, baik dari segi rohani ataupun jasmani, segi pemikiran ataupun tindakan, olah bakat ataupun minat. Hal ini perlu diterapkan dan perlu di perkuat lagi, dikarenakan meskipun perkembangannya OSIS sudah berjalan sangat optimal tapi tetap harus dikembangkan lagi. OSIS dalam mewujudkan fungsinya sebagai wadah harus melakukan upaya-upaya bersama-sama dengan jalur yang lain, misalnya latihan kepemimpinan siswa yang bersifat ekstrakurikuler. (Supriatna 2. Beberapa kendala yang peneliti amati dan mempengaruhi peran OSIS dalam membangun kepemimpinan itu terjadi dikarenakan adanya oknum anggota OSIS yang kurang mampu mengemban kata AuperanAy, yaitu oknum tersebut kurang mampu berperan untuk menjadi contoh membangun karakter kepemimpinan siswa, karena masih ada karakter egois pada siswa yang lain. Lalu ada kendala yang sifatnya berkaitan informasi, yaitu ketika akan mengadakan acara antara 6 Asmani. Jamal MaAomur. Tips Sakti Membangun Organisasi Sekolah. Jogjakarta: Diva Press, 2012. Peran Osis Dalam Membangun Karakter Kepemimpinan Siswa Di Sma Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung anggota OSIS dengan pihak sekolah terkadang kurang koordinasi, seperti halnya pemberian undangan untuk acara terlalu mepet dengan acara yang akan dilaksanakan, lalu ketika akan mengadakan kegiatan dan kegiatan itu akan dilaksanakan menjadi batal dilaksanakan karena kurangnya koordinasi dengan pihak pembina OSIS. Dengan kehadiran OSIS di sekolah dan berjalan sesuai program yang dikerjakan itu sudah menjadi hal yang sangat positif untuk perkembangan OSIS kedepannya, sehingga generasi OSIS selanjutnya akan mempunyai pandangan positif kepada OSIS sebelumnya dalam menjalankan program kerja yang berkelanjutan. Penutup Setelah menimbang, mengumpulkan, mengolah dan juga menganalisis menganalisis data yang sudah terpaparkan mengenai Peran OSIS dalam Membangun Karakter Kepemimpinan Siswa di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung, peneliti menyimpulkan sebagai berikut: Pertama. Upaya membangun karakter kepemimpinan siswa di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat membangun karakter, seperti halnya ikut andil dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh OSIS, sangat antusias dalam mengadakan event perlombaan jasmani maupun rohani dan kegiatan-kegiatan positif yang bersifat membangun karakter. Kedua. Peran OSIS dalam membangun karakter kepemimpinan siswa di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung. Melalui kehadiran OSIS inilah perkembangan karakter kepemimpinan siswa bisa berkembang dengan baik, dengan adanya musyawarah, saling tukar pendapat, menghargai pendapat orang lain dan mengadakan evaluasi bersama setelah terselesaikannya program kerja yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini adalah wujud dari peran OSIS dalam membangun karakter kepemimpinan siswa. Selain itu penulis memberikan saran kaitan peran OSIS dalam membangun karakter kepemimpinan siswa di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung, dengan harapan adanya perbaikan untuk Yaitu sebagai berikut: pertama. Waka Kesiswaan dan pembina OSIS SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung hendaknya mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan kegiatan atau program yang dilaksanakan oleh OSIS. Kedua, pengurus OSIS SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung hendaknya lebih bersemangat dan lebih mandiri dalam menjalankan setiap kegiatan OSIS. Daftar Rujukan Asmani. Jamal MaAomur. Tips Sakti Membangun Organisasi Sekolah. Jogjakarta: Diva Press, 2012. Badrudin. Manajemen Peserta Didik. Jakarta: PT. Indeks, 2014. Bantam. Dian Juliarti. AuKepemimpinan Dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Ay Indonesian Psychological Research Vol. 4 No. 2, 2022: 92-101. Ibrahim. Adam. Perilaku Organisasi. Bandung: Sinar Baru, 2016. Kompri. Motivasi Pembelajaran Perspektif Guru dan Siswa. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Kurniawan. Syamsul. Pendidikan Karakter. Yogyakarta: AR-RUZZ Media, 2013. Martini. Hadari Nawawi dan Mimi. Penelitian Terapan. Yogyakarta: Rajawali Press, 1992. MasAoud. Ali. Akhlak Tasawuf. Sidoarjo: CV Dwi Putra Pustaka Jaya, 2012. Moleong. Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2022. Restu. Andika. AuKepemimpinan Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah Vol 01 Nomor 01 . Ay id, 2015: 2. Riyanto. Riyanto. "Strategi Pendidikan Literasi dalam Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking Peserta Didik. " SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran 1. : 52-58. Riyanto. Riyanto. Sevia Umi Wardini, and Fakhruddin Al Farisy. "MOTIVASI DAN MANAJEMEN ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN PERFORMA JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 1-8 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Moh Mambaul Hikam dan Mohamad Hasib ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) SMKN TULUNGAGUNG. " EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 1. : 1-7. Wardini. Sevia Umi, and Achmad Daroini. "Manajemen Strategi Pendidikan Islam Menggunakan Analisis SWOT (Studi Kasus Di SMK Al Khoiriya. " Jurnal Al-Hikam 4. : 1-9. Sari. Yuke Madu Ratna. AuPeran Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa dalam Menumbuhkan Sikap Kepemimpinan Siswa. Ay ejournal. id, 2017: 518. Sudaryono. Leadership. Jakarta: Lentera Ilmu Cendekia, 2014. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2009. Supriatna. Pendidikan Karakter melalui Ekstrakurikuler. Bandung, 2010. Zulkarnain. Wildan. Manajemen Layanan Khusus di Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara, 2018. Ai. Manajemen Layanan Khusus di Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara, 2018.